PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
No. 07/07/62/Th. X, 18 Juli 2016
PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH MARET 2016
• Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan, yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan & bukan makanan). • Garis Kemiskinan Makanan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan (setara 2100 kkalori per kapita per hari); sedangkan Garis Kemiskinan Bukan Makanan adalah nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok non makanan lainnya.
• Metode ini dipakai BPS sejak tahun 1998 supaya hasil penghitungan konsisten dan terbanding dari waktu ke waktu (apple to apple).
• Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.
Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) • Maret 2015 = 147.700 orang (5,94 persen) • Maret 2016 = 143.485 orang (5,66 persen) • Berarti jumlah penduduk miskin berkurang sejumlah 4.215 orang (0,28 persen)
Jumlah Penduduk Miskin
Persentase Penduduk Miskin (%)
Tahun Kota
Desa
K+D
Kota
Desa
K+D
Maret 2015
41.323
106.377
147.700
4,86
6,50
5,94
Maret 2016
41.069
102.416
143.485
4,60
6,23
5,66
Perubahan
-254
-3.961
-4.215
-0,26
-0,27
-0,28
Perkembangan Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, 2011–2016
Jumlah Pend Miskin
148.228 151.989 150.752 145.082
6.55
Mar 11
6.64
Sept 11
6.51
Mar 12
6.19
Sept 12
% Pend Miskin
149.384 146.324 148.825 147.700 148.129 143.485 140.596
5.93
6.23
6.03
6.07
5.94
5.91
Mar 13
Sept 13
Mar 14
Sept 14
Mar 15
Sept 15
5.66
Mar 16
Garis Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah Maret 2015 – Maret 2016
Selama Maret 2015 – Maret 2016, Garis Kemiskinan naik sebesar 6,79 persen, yaitu dari Rp 349.727,- per kapita per bulan pada Maret 2015 menjadi Rp 373.484,- per kapita per bulan pada Maret 2016. Pada Maret 2016 peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 80,19 persen, jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan) yang hanya sebesar 19,81 persen.
Garis Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, Maret 2015 – Maret 2016
Kota
Desa
Kota + Desa
Tahun GKM
GKBM
GK
Maret 2015
251.976
76.698
328.674 296.856
63.814
Maret 2016
264.149
84.105
348.254 316.546
70.656
Perubahan (%)
4,83
9,66
5,96
GKM
6,63
GKBM
10,72
GK
GKBM
GK
360.670 281.506
68.220
349.727
387.202 299.485
73.999
373.484
8,47
6,79
7,36
GKM
6,39
Garis Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, Maret 2015 – Maret 2016 KOTA
DESA GKM
KOTA + DESA GKBM 387.202
328.674 76,698
348.254
360.670 70,656 63,814
251,976
Maret 2015
Maret 2016
373.484 73,999
68,220
84,105
264,149
349.727
296,856
316,546
Maret 2015
Maret 2016
281,506
299,485
Maret 2015
Maret 2016
Komoditi Makanan yang Memberi Pengaruh Besar pada Kenaikan Garis Kemiskinan, Maret 2016 (%) Perkotaan Komoditi
Perdesaan Komoditi
%
%
Beras
23,68 Beras
31,17
Rokok kretek filter
11,14
10,40
Rokok kretek filter
Telur ayam ras
4,52
Gula pasir
4,38
Daging ayam ras
4,47
Daging ayam ras
3,84
Gula pasir
3,03
Telur ayam ras
3,69
Mie instan
3,00
Mie instan
3,12
Kue basah
2,80
Kue basah
2,61
Bawang merah
2,21 Bawang merah
2,43
Kopi bubuk & kopi instan (sachet)
1,72
Kopi bubuk & kopi instan (sachet)
1,91
Roti
1,48
Cabe rawit
1,29
Komoditi Makanan yang Memberi Pengaruh Besar pada Kenaikan Garis Kemiskinan, Maret 2016 (%) Pisang Susu bubuk Teh bubuk & teh celup (sachet) Kembung Kue kering/biskuit Tempe Tongkol/tuna/cakalang Cabe rawit Tahu Susu kental manis Roti Kopi bubuk & kopi instan (sachet) Bawang merah Kue basah Mie instan Gula pasir Daging ayam ras Telur ayam ras Rokok kretek filter Beras 23.68
30
0.83 Perdesaan 0.83 0.92 Perkotaan 0.97 1.00 1.12 1.13 1.20 1.28 1.31 1.48 1.72 2.21 2.80 3.00 3.03 4.47 4.52 11.14
0.88 0.25 1.05 0.80 1.02 1.06 0.92 1.29 1.12 0.74 1.16 1.91 2.43 2.61 3.12 4.38 3.84 3.69 10.40 31.17
20
10
0
10
20
30
40
Komoditi Bukan Makanan yang Memberi Pengaruh Besar pada Kenaikan Garis Kemiskinan, Maret 2016 (%)
Perkotaan Komoditi
Perdesaan %
Komoditi
%
Perumahan
9,32
Perumahan
7,60
Bensin
2,86
Bensin
2,08
Listrik
2,34
Listrik
1,05
Pendidikan
1,42
Perlengkapan mandi
1,02
Perlengkapan mandi
1,26
Pendidikan
0,86
Komoditi Bukan Makanan yang Memberi Pengaruh Besar pada Kenaikan Garis Kemiskinan, Maret 2016 (%) Kayu bakar Bahan pemeliharaan pakaian Alas kaki Angkutan Perawatan kulit, muka, kuku, tambut Obat nyamuk, korek api, baterai, aki, dsb Air Sabun cuci Kesehatan Pakaian jadi laki-laki dewasa Pakaian jadi perempuan dewasa Pakaian jadi anak-anak Pajak kendaraan bermotor Barang kecantikan Minyak tanah Perlengkapan mandi Pendidikan Listrik Bensin Perumahan
0.19 0.20 Perdesaan 0.26 0.26 Perkotaan 0.33 0.37 0.39 0.41 0.43 0.44 0.44 0.49 0.53 0.64 0.73 1.26 1.42 2.34 2.86
0.56 0.12 0.24 0.11 0.19 0.41 0.08 0.63 0.36 0.42 0.42 0.38 0.34 0.54 0.21 1.02 0.86 1.05 2.08
9.32
12
10
7.60
8
6
4
2
0
2
4
6
8
10
Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, Maret 2015 – Maret 2016
Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 0,886 pada Maret 2015 menjadi 0,859 pada Maret 2016. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turun dari 0,214 menjadi 0,196 pada periode yang sama. Perubahan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Provinsi Kalimantan Tengah, Maret 2015 – Maret 2016
Tahun
Kota
Desa
Kota + Desa
Maret 2015
0,729
0,968
0,886
Maret 2016
0,539
1,034
0,859
Maret 2015
0,173
0,235
0,214
Maret 2016
0,103
0,247
0,196
P1
P2
Perkembangan Indeks Kedalaman dan Indeks Keparahan Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, 2011 – 2016 Indeks Kedalaman 1.200
1.094 0.988
1.047 1.078
Indeks Keparahan 1.016
1.018 0.968
0.864
0.886
0.859
0.748
0.800
0.400 0.242
0.285 0.257
0.305
0.266 0.191
0.248 0.165
0.214
0.235
0.196
0.000 Mar 11 Sept 11 Mar 12 Sept 12 Mar 13 Sept 13 Mar 14 Sept 14 Mar 15 Sept 15 Mar 16
Tingkat Kemiskinan Menurut Provinsi di Pulau Kalimantan, Maret 2016 Jika dibandingkan antar provinsi yang ada di Pulau Kalimantan pada Maret 2016 angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 7,87 persen, sedangkan terendah di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 4,85 persen.
Dilihat dari jumlah penduduk, sebagian besar penduduk miskin berada di Provinsi Kalimantan Barat mencapai 381.351 orang, sementara jumlah penduduk miskin terkecil berada di Provinsi Kalimantan Utara berjumlah 41.123 orang.
Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi di Pulau Kalimantan, Maret 2016 Jumlah Penduduk Miskin
Provinsi Kota
Desa
Kota + Desa
Persentase Penduduk Miskin Kota
Desa
Kota + Desa
Kalbar
78.291
303.061
381.351
5,16
9,11
7,87
Kalteng
41.069
102.416
143.485
4,60
6,23
5,66
Kalsel
60.826
134.875
195.700
3,48
5,89
4,85
Kaltim
88.044
124.876
212.920
3,93
10,05
6,11
Kaltara
14.213
26.909
41.123
3,78
9,47
6,23
10
KALTENG (6) 5,66%
20 22.19
INDONESIA 10,86% 19.18
17.72
17.32
16.73
16.48
14.45
14.29
13.54
13.34
13.27
12.88
12.05
11.74
10.86
10.35
25
9.40
8.95
8.41
8.34
7.98
7.87
7.09
6.33
6.23
6.11
5.98
5.66
5.42
15
5.22
4.85
4.25
3.75
5
DKI Bali Kalsel Babel Banten Kalteng Kepri Kaltim Kaltara Malut Sumbar Kalbar Riau Sulut Jambi Jabar Sulsel Sumut Indonesia Sulbar Jatim Sultra Jateng DIY Sumsel Lampung Sulteng NTB Aceh Bengkulu Gorontalo Maluku NTT Papbar Papua
30 28.54
25.43
Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi, Maret 2016
0
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TERIMA KASIH Jl. Kapten Piere Tendean No.6 Palangka Raya (0536) 3228105 http://kalteng.bps.go.id
[email protected]
(0536) 3221380