Daily Info
12 February 2016
Market Review & Outlook Pemerintah Revisi Daftar Negatif Investasi IHSG Fluktuatif, Melemah Terbatas (Range : 4,7204,800).
IHSG Feb 2015 - Feb 2016 5,600 5,400 5,200 5,000 4,800
Today’s Info Pendapatan Bisnis Pracetak WSKT Tumbuh 156% BFIN Galang Dana Rp 5 Triliun ADMF Akan Terbitkan Obligasi Berkelanjutan
4,600 4,400 4,200 4,000 11-Feb-15
11-Apr-15
11-Jun-15
11-Aug-15
11-Oct-15
11-Dec-15
11-Feb-16
JSX DATA Volume (Million Share) 4,650 Support Resistance Value (IDR Billion) 6,931 4,745 4,800 Market Cap. (IDR Trillion) 5,070 4,720 4,825 Total Freq (x) 251,358 4,695 4,850 Foreign Net (IDR Billion) 878.4 GLOBAL MARKET Trading Ideas Market Close +/Change IHSG 4.775,86 43,38 0,92% Take Profit/ Stop Loss/Buy Kode Rekom. Bottom Fishing Nikkei 15.713,39 0% 0% Back Hangseng 18.545,80 -742,37 -3,85% SMGR B o Break 11,500 10,800 FTSE 100 5.536,97 -135,33 -2,39% 8.752,87 -264,42 -2,93% AKRA S o S 7,600 8,400 Xetra Dax Dow Jones 15.660,18 -254,56 -1,60% INTP Trd. Buy 20,500 19,550 Nasdaq 4.266,84 -16,75 -0,39% 1.829,08 -22,78 -1,23% BBRI SoS 11,400 12,200 S&P 500 KEY DATA SMRA Trd. Buy 1,620-1,660 1,540 Description Last +/Change Oil Price USD/barel 30,06 -0,78 -2,5% See our Trading Ideas pages, for further details Gold Price USD/Ounce 1.246,7 49,58 414,2% DUAL LISTING Nickel-LME (US$/ton) 7.562 -283,5 -3,6% Stocks Curr Close [+/-] % Chg IDR Tin-LME (US$/ton) 15.651 -220,0 -1,4% 50,92 0,29 0,57 3.428 CPO Malaysia (RM/ton) Telkom(TLK) NY 2.490 3,00 0,1% Coal EUR (US$/ton) 42,9 -0,10 -0,2% SHAREHOLDERS MEETING Coal NWC (US$/ton) Weekly 48,7 -0,50 -1,0% Stocks Date Agenda Exchange Rate (Rp/US$) 13.465 -2,00 0,0% Return Return Reksadana NAV/Unit 30D (%) 1Y(%) Medali Dua 1,601.06 2.89 4.79 CASH/STOCK DIVIDEND Medali Syariah 1,630.02 1.34 2.77 Stocks Events IDR/Ratio Cum MA Mantap 1,269.58 3.1 6.5 MD Asset Mantap Plus 1,263.54 3.9 7.31 MD ORI Dua 1,563.10 5.71 -2.62 MD Pendapatan Tetap 915.86 6.01 -2.29 STOCK SPLIT/REVERSE STOCK MD Rido Tiga 1,970.35 4.19 3.76 Stocks Ratio O : N Trading Date ORI 1,692.47 4.52 -0.11 MA Greater Infrastructure 1,187.33 5.19 -13.88 RIGHT ISSUE MA Maxima 865.29 5.11 -14.91 Stocks Ratio O : N IDR Cum MD Capital Growth 966.57 9.52 -7.72 MA Madania Syariah 948.52 3.81 -11.81 MA Mixed 1,043.70 2.19 -1.46 MA Strategic TR 947.43 4.38 -11.65 IPO CORNER MD Balance 944.63 8.49 -9.16 MD Kombinasi 751.39 2.01 -23.45 IDR (Offer) MA Multicash 1,228.98 0.57 7.47 Shares MD Kas 1,288.50 0.59 7.71 Offer Tahap III Rp1,2 Triliun Laba JSMR Naik 3% Menjadi Rp1,46 Triliun ADHI Bukukan Kontrak Baru Rp1,1 Triliun di Januari SSIA Pangkas Target Laba
Listing Harga Penutupan 11 Februari 2016
1
12 February 2016
Daily Info
Market Review & Outlook Pemerintah Revisi Daftar Negatif Investasi IHSG kemarin ditutup menguat 0,9% dengan dorongan pembelian bersih asing sebesar 878 miliar. Hanya sektor agrikultur (-0,35%) yang mengalami pelemahan sementara sektor lainnya menguat. Sektor mengalami penguatan dengan sektor aneka industri (+4,07%) dan industri dasar (+1,84%). Saham berkapitalisasi besar yang mengalami penguatan terbesar antara lain ASII,SCMA dan INTP. Pemerintah kemarin meluncurkan paket kebijakan ekonomi kesepuluh mengenai investasi asing. Dalam kebijakan ini pemerintah memperbolehkan asing memiliki 100% saham di industri cold storage, sport center, laboratorium pengolahan film, industri crumb rubber, industri bahan baku obat, pengusahaan jalan tol, pembentukan lembaga pengujian perangkat telekomunikasi, dan industri perfilman. Selain itu pemerintah juga memberikan kelonggaran batas kepemilikan di atas 50% di bidang perkebunan, sewa guna usaha, distribusi, pergudangan, pariwisata alam. Bursa Amerika ditutup melemah dengan DJIA -1,6%, S&P500 -1,23% dan NASDAQ 0,39%. Pelemahan terjadi karena adanya global sell-off, harga minyak yang anjlok sehingga adanya kemungkinan OPEC untuk menurunkan produksi minyak. Kemarin WTI ditutup pada USD 26,21/barel, turun 4,5% dan merupakan level terendah sejak 2003. Bursa Eropa kemarin juga ditutup melemah dengan DAX,FTSE dan CAC40 melemah lebih dari 2%. Bursa Eropa dikejutkan dengan Bank Sentral Swedia menurunkan suku bunga ke level negatif. Data yang kemarin dirilis adalah data weekly jobless claim yang berada pada level 269 ribu. Janet Yellen dalam testimonialnya di hari kedua menyampaikan bahwa belum ada urgensi untuk menaikkan FFR dan kenaikan FFR akan sangat bergantung terhadap data ekonomi sehingga tidak ada waktu yang pasti untuk kenaikan selanjutnya. Pagi ini bursa Asia dibuka melemah dengan Nikkei -3,61% dan Shanghai -0,61%.
IHSG Fluktuatif, Melemah Terbatas (Range : 4,720-4,800). IHSG ditutup menguat pada perdagangan kemarin berada di level 4,775. Indeks berpeluang untuk kembali melanjutkan penguatannya menguji 4,800, akan tetapi jika indeks gagal melewatinya maka berpotensi mengalami koreksi hingga support level yang berada di 4,720. Stochastic yang menunjukkan terjadinya bearish crossover berpotensi membawa indeks mengalami koreksi. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas.
2
12 February 2016
Daily Info
Today’s Info Pendapatan Bisnis Pracetak WSKT Tumbuh 156% Bisnis precast berkontribusi cukup besar terhadap pendapatan PT Waskita Karya (WSKT) sepanjang tahun 2015. Tahun lalu, pendapatan bisnis precast perseroan tumbuh sangat signifikan hingga 156% menjadi Rp 2,06 triliun dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan precast menyumbang kontribusi Rp 2,06 triliun atau sekitar 14,6% terhadap total pendapatan emiten konstruksi ini pada tahun 2015. Sementara tahun sebelumnya, bisnis beton pracetak tersebut hanya menyumbang porsi 5,6% terhadap pendapatan WSKT. Pendapatan usaha WSKT tahun lalu tercatat tumbuh 38% dari Rp 10,2 triliun menjadi Rp 14,1 triliun. Meski pendapatan pracetak tumbuh, namun pendapatan perseroan masih didominasi dari konstruksi yakni Rp 12,05 triliun atau naik 28% dibanding tahun sebelumnya. Lalu, WSKT juga berhasil menorehkan pendapatan dari pendapatan dari bisnis jalan tol sebesar Rp 31,79 miliar. Sedangkan tahun sebelumnya, bisnis ini belum berkontribusi sama sekali terhadap perseroan. Adapun pendapatan dari sewa gedung naik menjadi Rp 616,6 juta dari Rp 317.8 juta. (Sumber: Kontan.co.id) BFIN Galang Dana Rp 5 Triliun PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) bakal menggalang dana (fund rising) senilai Rp 5 triliun tahun ini. Dana ini akan dimanfaatkan untuk mendukung target pembiayaan tahun ini sebesar Rp 11 triliun. Fund rising ditargetkan melalui obligasi sebanyak Rp 2 triliun dan pinjaman bank sneilai Rp 3 triliun. Pendanaan tahap pertama dengan menerbitkan obligasi sebesar Rp 1 triliun pada akhir Februari tahun ini. Manajemen menyatakan bahwa obligasi pertama yang akan diterbitkan tahun ini oversubscribed 3 kali. Awalnya, perseroan telah menawarkan obligasi sebesar Rp 500 miliar. Jumlah obligasi yang diterbitkan diputuskan untuk dinaikkan menjadi Rp 1 triliun, seiring lonjakan permintaan dari investor. BFI Finance memutuskan menerbitkan seluruh sisa penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi sebesar Rp 1 triliun. Setelah perseroan menuntaskan sisa penerbitan obligasi tersebut, BFI Finance bakal kembali mengajukan PUB obligasi selanjutnya sebesar Rp 3–4 triliun. (Sumber: Investor.co.id) ADMF Akan Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap III Rp1,2 Triliun PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap III senilai Rp1,2triliun. Berdasarkan prospektus perseroan yang dikutip Bisnis, Adira Finance mengatakan seluruh dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan konsumen kendaraan bermotor. obligasi tersebut merupakan rangkaian dalam Obligasi Berkelanjutan IIII Adira Finance senilai total Rp8 triliun. Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan obligasi berkelanjutan III tahap I/2015 sebesar Rp979 miliar dan tahap II/2015 sebanyak Rp1,44 triliun. Perseroan mendapat pernyataan efektif sejak 25 Juni 2015. Adapun obligasi berkelanjutan III tahap III/2016 ini akan ditawarkan pada 24-26 Februari 2016 dan pencatatan di BEI dijadwalkan pada 3 Maret 2016. (Sumber: Bisnis.com)
www.megaonlinetrading.co
3
12 February 2016
Daily Info
Today’s Info Laba JSMR Naik 3% Menjadi Rp1,46 Triliun PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencapai laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,46 triliun sepanjang 2015, naik 3% yearon-year dari tahun sebelumya Rp1,42 triliun. laba per saham dasar juga naik tipis menjadi Rp215,64 dari tahun 2014 senilai Rp209,08. Pendapatan JSMR mencapai Rp9,84 triliun pada 2015, naik tipis 7,3% dari periode sebelumnya Rp9,17 triliun. Perolehan total pendapatan Jasa Marga masih dikontribusi oleh pendapatan tol dan usaha lainnya sebesar Rp7,63 triliun, naik 5,5% y-o-y dari sebelumnya Rp7,23 triliun. Sedangkan, pendapatan konstruksi naik 13,9% y-o-y menjadi Rp2,22 triliun dari Rp1,94 triliun pada 2014. Laba tahun berjalan yang diraih Jasa Marga mencapai Rp1,32 triliun, naik 6,6% dari periode 2014 yang mencapai Rp1,24 triliun. Per 31 Desember 2015, total aset Jasa Marga mencapai Rp36,72 triliun dari akhir tahun sebelumnya Rp31,85 triliun. Liabilitas sebesar Rp24,35 triliun dari Rp20,83 triliun dan ekuitas Rp12,36 triliun dari Rp11,02 triliun. Sumber: Bisnis.com ADHI Bukukan Kontrak Baru Rp1,1 Triliun di Januari ADHI membukukan kontrak baru selama Januari 2016 senilai Rp1,1 triliun dari total tender yang diikuti Rp1,7 triliun. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari swasta lainnya sebanyak 46,9%, BUMN sebesar 26,6% dan APBN/APBD sebesar 26,5%. Realisasi kontrak baru Januari 2016 antara lain proyek pembangunan Rusun Bojong senilai Rp241,7 miliar di Bogor, Pekerjaan Struktur dan Arsitektur Pembangunan Fasilitas Produksi Gedung Pharma I dan Gedung Utility Pabrik PT Kimia Farma (Persero) Tbk. senilai Rp136,5 miliar di Bandung, dan Pembangunan Takultas Tehnik UNHAS (JICA) dengan nilai Rp129,0 miliar di Makassar. Tahun ini, ADHI membidik target kontrak baru senilai Rp25,1 triliun dengan pendapatan Rp20 triliun. Sedangkan, belanja modal (capital expenditure/ Capex) yang dianggarkan senilai Rp1,1 triliun dengan laba bersih yang dibidik Rp750 miliar. Sumber: Bisnis.com SSIA Pangkas Target Laba SSIA memproyeksi perolehan laba bersih sebesar Rp265 miliar sepanjang tahun ini, turun dari realisasi sepanjang tahun lalu. SSIA menyatakan penurunan tersebut disebabkan oleh peningkatan beban bunga dan kontribusi dari operasional tol Cikampek-Palimanan. Sebagaimana diketahui, Surya Internusa memiliki 27% saham PT Lintas Marga Sedaya, pengelola tol Cipali. Tol Cipali lebih banyak dilewati kendaraan pribadi. Awalnya sebanyak 45% kendaraan yang melintas diharapkan berasal dari kendaraan niaga. Namun, realisasinya porsi kendaraan niaga yang melintas hanya 15%. Sepanjang 2015, total kendaraan yang melintas tol Cipali mencapai 25.700 per hari dan tahun ini ditargetkan naik menjadi 27.300 kendaraan. Secara umum, SSIA menargetkan perolehan pendapatan sebanyak Rp5,7 triliun dengan kontribusi dari lini usaha konstruksi sebesar Rp4,1 triliun. Sumber: Bisnis.com
www.megaonlinetrading.co
4
12 February 2016
Daily Info
RESEARCH
+62 21 7917 5599
62431
Helen Vincentia Dimas Satria Hardianto Dida Fathdira
Head of Research, Economic, Infrastructure, Construction, Banking, Cement Consumer Goods, Retail Plantation, Media, Textile Property
[email protected] +62 21 7917 5599
[email protected] +62 21 7917 5599
[email protected] +62 21 7917 5599
62035 62035 62035
Genio Bian Fadlillah Qudsi
Mining, Telco, Transportation Technical Analyst
[email protected] [email protected]
+62 21 7917 5599 +62 21 7917 5599
62425 62425
Danny Eugene
INSTITUTIONAL SALES Hendry Kuswari Head of Sales, Trading & Dealing Gunawan Sudrajat Institutional Sales Ratna Wijayanti Institutional Sales Suparman Institutional Sales Rachmadian Iskandar Z Institutional Sales Ety Sulistyowati Institutional Sales Dewi Suryani Institutional Sales Widianita Institutional Client Care Rinny Oktaviany Institutional Client Care Renita Anggraeni Administrasi Equity HO Rahayu Kusumaningsih Administrasi Equity HO
Fixed Income Sales & Trading Tel. +62 21 7995 795, 7917 5559 -62 Fax. +62 21 7917 5965
[email protected]
[email protected] [email protected] [email protected] [email protected] [email protected] [email protected] [email protected] [email protected] [email protected] [email protected] [email protected]
+62 21 7917 5599 +62 21 7917 5599 +62 21 7917 5599 +62 21 7917 5599 +62 21 7917 5599 +62 21 7917 5599 +62 21 7917 5599 +62 21 7917 5599 +62 21 7917 5599 +62 21 7917 5599 +62 21 7917 5599
62037 62046 62178 62058 62402 62408 62441 62439 62411 62037 62037
Investment Banking Tel. +62 21 7917 5599 Fax. +62 21 7919 3900
Head Office Menara Bank Mega Lt.2 Jl.Kapten P.Tendean. Kav 12-14A, Jakarta 12790 021-7917 5599 , 021-7919 3900
Bandung Menara Bank Mega Lt.3 Jl.Gatot Subroto No.283 Bandung 40273 022-8734 0972 , 022-8734 0985
Jakarta - Pondok Indah Plaza 5 Pondok Indah, Blok D No.15 Lt.2 Jl. Margaguna Raya Radio Dalam Pondok Indah, Jakarta Selatan 12420 021-723 4437 , 021-7279 8140
Surabaya Ruko Embong Kemiri Square No.2G-2H (Ruko Asuransi PT.Asuransi Umum Mega) Jl.Raya Embong Kemiri, Embong Kaliasin Genteng, Surabaya 60271 031 547 1200 , 031-547 2492
Jakarta - Roxy Ruko Gading Bukit Indah Lt.2 Jl. Raya Bukit Gading Raya Blok A, No.26 Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240 021-4587 4243 , 021-4587 4246
Makasar Menara Bank Mega Lt.2 Kawasan Trans Studio Jl.Metro Tanjung Bunga, Makasar 90134 0411-811 8800 , 0411-811 8802
Jakarta - Kelapa Gading Ruko Gading Bukit Indah Lt.2 Jl. Raya Bukit Gading Raya Blok A, No.26 Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240 021-451 5717 , 021451 5720
Yogyakarta Gedung Bank Mega 3rd Floor Jl.Gejayan (Affandi) No.22 Yogyakarta 55281 0274 - 582 929 , 0274 582 931
DISCLAIMER This Document is for information only and for the use of the recipient. It is not to be reproduced or copied or made available to others. Under no circumstances is it to be considered as an offer to sell or solicitation to buy any security. Any recommendation contained in this report may not be suitable for all investors and strictly a personal view and should not be used as a sole judgment for investment. Moreover, although the information contained herein has been obtained from sources believed to be reliable, its accuracy, completeness and reliability cannot be guaranteed. All rights reserved by PT Mega Capital Indonesia.
5