LAPORANT AHUNAN ANNUALREPORT
201 5
1 Table of Contents
DAFTAR ISI
02 Ikhtisar Kinerja Perusahaan
22 Perubahan Kebijakan Akuntansi/Changes In Accounting
Company Performance Summary
Policy
05 Laporan Manajemen
24 Tata Kelola Perusahaan
Management Reports
Corporate Governance
05 Laporan Dewan Komisaris/Board Of Commissioners Report
24 Pelaksanaan GCG/ Implementation Of GCG
07 Laporan Direksi/ Board Of Directors Report
25 Rapat Umum Pemegang Saham/ General Meeting Of
Shareholders
09 Profil Perusahaan
29 Dewan Komisaris/ Board Of Commissioners
30 Direksi/Board Of Directors
31 Pengungkapan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi/
09 Identitas Perusahaan/ Company Identity
Disclosure of Remunerations of the Board of
09 Riwayat Singkat/A Brief History
Commissioners and Board of Directors
10 Bidang Usaha/ Lines Of Business
32 Komite Audit/Audit Committee
10 Visi Dan Misi/ Vision And Mission
33 Sekretaris Perusahaan/ Corporate Secretary
10 Struktur Organisasi/Organizational Structure
34 Sistem Pengendalian Internal/ Internal Control System
11 Struktur Grup/Group Structure
34 Manajemen Risiko/ Risk Management
11 Entitas Anak dan Perusahaan Asosiasi/Subsidiaries
35 Perkara Penting/ Significant Cases
35 Sanksi Administrasi/ Administration Sanctions
36 Kode Etik dan Budaya Perusahaan/Code of Ethics and
Company Profile
and Associated Company
12 Lembaga Penunjang Pasar Modal/Capital Market
Supporting Institutions
Corporate Culture
36 Whsitleblowing System/ Whistleblowing System
13 Informasi Bagi Pemodal 37 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Information for Investors
13 Kronologi Pencatatan Saham/ Chronology of Shares Listing
13 Program Kepemilikan Saham untuk Karyawan dan/atau
Corporate Social Responsibility
37 CSR Terkait Lingkungan Hidup/CSR Related to the
Manajemen/Shares Ownership Program for Employees
and/or Management
13 Komposisi Pemegang Saham/ Shareholders Composition
37 CSR Terkait Karyawan/ CSR Related to Employee
38 CSR Terkait Sosial dan Kemasyarakatan/ CSR Related to
14 Analisis Dan Pembahasan Manajemen
Social Affairs and the Community
38 CSR Terkait Konsumen/ CSR Towards Consumers
Management Discussion and Analysis
14 Laporan Laba Rugi Konsolidasian/Consolidated Statement
39 Data Perusahaan
of Income (Loss)
The Company’s Data
18 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian/ Consolidated
43 Tanggung Jawab Laporan Tahunan
Statement of Financial Position
20 Laporan Arus Kas Konsolidasian/ Consolidated Statement
21 Kemampuan Membayar Utang dan Kolektibilitas Piutang/
of Cash Flow
Annual Report Responsibility
Laporan Keuangan Audited
Audited Financial Report
Ability to Pay Debts and Receivables Collectability
21 Struktur Permodalan/Capital Structure
21 Transaksi Afiliasi dan/atau Transaksi Yang Mengandung
Benturan Kepentingan/ Affiliated Transaction and/or
Transaction Containing Conflict Of Interest
21 Prospek Usaha/ Business Prospects
22 Kebijakan dan Pembagian Dividen/Dividend Policy and
Environment
Distribution
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
2 THE COMPANY’S PERFORMANCE SUMMARY
IKHTISAR KINERJA PERUSAHAAN IKHTISAR KEUANGAN (dalam jutaan Rupiah / in million Indonesian Rupiah)
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Financial Statement 2015
2014
2013
Jumlah Aset / Total Assets
643.228,56
651.974,73
616.540,41
Jumlah Liabilitas / Total Liabilities
177.100,09
175.918,40
141.116,32
Jumlah Ekuitas / Total Equities
466.128,47
476.056,33
475.424,09
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Consolidated Comprehensive Income (Loss) Statement 2015
2014
2013
113.800,12
125.268,34
154.409,87
Beban Pokok Penjualan / Cost of Good Sold
89.109,85
95.150,59
123.803,49
Laba Bruto / Gross Profit
24.690,26
30.117,75
30.606,37
7.021,65
6.982,56
8.312,71
Pendapatan / Revenue
Beban Usaha / Operating Expenses
17.668,62
23.135,18
22.293,66
(24.771,91)
(17.423,64)
(17.001,75)
(7.103,30)
5.711,54
5.291,91
Beban Pajak - Neto / Tax Expenses - Nett
(3.559,08)
(5.310,36)
(4.727,39)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan/Current Years Profit (Loss)
(10.662,37)
401,18
564,53
734,52
231,05
-
(9.927,85)
632,23
564,53
(10.662,37)
401,18
564,53
-
-
-
(2,27)
0,09
0,12
Laba Usaha / Operating Income Pendapatan (Beban) Lain-lain / Other Revenues (Expenses) Laba (Rugi) Sebelum Pajak/Income (Loss) Before Tax
Pendapatan Komprehensif Lain / Other Comprenesive Income Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan/ Current Years Comprehensive Profit (Loss) • yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk / attributable to parents entity • yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali / attributable to non-controlling interest Laba per Saham (Rupiah penuh) / Earning per Share (full Rupiah) Rasio Keuangan (%) Financial Ratios
2015
2014
2013
Rasio Laba/Rugi Terhadap Jumlah Aset (ROA) / Return on Asset (ROA)
(0,0110)
0,0088
0,0086
Rasio Laba/Rugi Terhadap Ekuitas (ROE) / Return on Equity (ROE)
(0,0229)
0,0008
0,0012
Rasio Laba/Rugi Terhadap Pendapatan (ROI) / Return on Income (ROI)
(0,0166)
0,0006
0,0036
Rasio Lancar / Current Ratio
1,0073
0,8885
0,7644
Rasio Liabilitas Terhadap Ekuitas / Debt to Equity Ratio
0,3799
0,3695
0,2968
Rasio Liabilitas Terhadap Jumlah Aset / Liability to Asset Ratio
0,2753
0,2698
0,2289
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
3 LABA USAHA BUSINESS PROFIT
PENDAPATAN INCOME 113.800,2
125.268,34
2015
2014
154.409,87
2013
JUMLAH ASET TOTAL ASSETS
6.982,56
2015
2014
8.312,71
2013
JUMLAH LIABILITAS TOTAL LIABILITIES 643.228,56
651.974,73
616.540,41
2014
2013
476.056,33
475.424,09
2014
2013
2015 JUMLAH EKUITAS TOTAL EQUITIES
7.021,65
466.128,47
2015
177.100,09
141.116,32
2014
2013
2015
KINERJA SAHAM Stock Highlight Tertinggi (Rp)
175.918,40
Terendah (Rp)
Harga Penutupan (Rp)
Volume Transaksi
2015
2014
2015
2014
2015
2014
Januari / January
178
122
133
111
178
116
4,480,705
2015
5,604,940
Februari / February
203
118
175
110
194
115
6,149,316
1,259,900
2014
Maret / March
201
119
176
109
180
114
6,462,591
2,167,900
April / April
182
115
164
108
165
112
5,782,481
896,300
Mei / May
166
113
145
107
145
113
3,878,189
334,100
Juni / June
147
114
134
107
141
113
3,564,486
698,800
Juli / July
154
118
141
108
149
113
3,668,589
116,032,200
Agustus / August
149
123
129
112
143
119
7,176,680
437,264,300
September / September
142
130
124
119
127
121
2,837,100
212,995,100
Oktober / Oktober
148
124
127
111
141
115
1,867,973
164,180,200
November / November
145
131
132
112
132
129
470
76,353,600
Desember / December
150
143
123
128
150
138
2,484,046
123,093,000
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
4 KINERJA SAHAM Stock Highlight Jumlah Saham Beredar / Total Outstanding Shares Januari / January
Kapitalisasi Pasar/ Market Capitalization
2015
2014
2015
4.694.111.791
4.694.111.791
835.551.898.798
2014 544.516.967.756
Februari / February
4.694.111.791
4.694.111.791
910.657.687.454
539.822.855.965
Maret / March
4.694.111.791
4.694.111.791
844.940.122.380
535.128.744.174
April / April
4.694.111.791
4.694.111.791
774.528.445.515
525.740.520.592
Mei / May
4.694.111.791
4.694.111.791
680.646.209.695
530.434.632.383
Juni / June
4.694.111.791
4.694.111.791
661.869.762.531
530.434.632.383
Juli / July
4.694.111.791
4.694.111.791
699.422.656.859
530.434.632.383
Agustus / August
4.694.111.791
4.694.111.791
671.257.986.113
558.599.303.129
September / September
4.694.111.791
4.694.111.791
596.152.197.457
567.987.526.711
Oktober / Oktober
4.694.111.791
4.694.111.791
661.869.762.531
539.822.855.965
November / November
4.694.111.791
4.694.111.791
619.622.756.412
605.540.421.039
Desember / December
4.694.111.791
4.694.111.791
704.116.768.650
647.787.427.158
Harga Saham per Kuartal Stock Price Quarterly (Rp) 2015 Tertinggi Highest
2014 terendah Lowest
Tertinggi Highest
Terendah Lowest
Kuartal Pertama Quarter 1
203
133
122
108
Kuartal Kedua Quarter 2
182
134
115
107
Kuartal Ketiga Quarter 3
154
124
130
108
Kuartal Keempat Quarter 4
150
123
143
111
Kinerja Saham Stock Highlight 2015
2014
Harga Tertinggi / Highest Price (Rp)
2015
143
Harga Terendah / Lowest Price (Rp)
124
107
0
138
(2,79)
0,05
4.694.111.791
4.694.111.791
Harga Akhir Tahun / Price At End of The Year (Rp) Laba per Saham / Earning per Share (Rp) Jumlah Saham Beredar / Number of Outstanding Shares
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
5 THE MANAGEMENT’S REPORT
LAPORAN MANAJEMEN Laporan Dewan Komisaris
The Board of Commissioners Report
Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang terhormat,
Dear Shareholders and Stakeholders,
Tahun buku 2015 telah berakhir beberapa waktu yang lalu dan Dewan Komisaris dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab dengan ini melaporkan hasil pengawasannya atas pengelolaan Perseroan yang dilaksanakan oleh Direksi selama tahun 2015.
The financial year 2015 ended sometime ago and the Board of Commissioners hereby respectfully and responsibly would like to report results of its oversight on the Company’s management as implemented by the Board of Directors during 2015.
Penilaian Terhadap Kinerja Direksi
Performance Evaluation on the Board of Directors
Secara umum, Direksi telah menunjukkan upaya serius untuk mencapai kinerja terbaik dalam merealisasikan target yang telah ditetapkan. Meskipun pencapaian kinerja Laba Perseroan belum berhasil melampaui angka yang telah ditetapkan. Pada 2015, tingkat pencapaian kinerja keuangan Perseroan terhadap target tidak terlalu menggembirakan. Kinerja Perseroan tahun 2015 dalam sejumlah indikator utama menunjukan adanya penurunan.
In general, the Board of Directors has shown serious efforts to reach its best performance in achieving targets as defined although the Company’s profit performance has not achieved the target yet. In 2015, the achievement of Company’s financial performance against the target was not satisfactory. The Company’s performance in 2015 against a number of primary indicators shows decreasing.
Perseroan mencatat penurunan pendapatan sebesar 9,15% menjadi Rp113,80 miliar di 2015, meskipun beban pokok penjualan juga turut menurun sebesar 6,35% menjadi Rp89,11 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp95,15 miliar. Kinerja yang menurun juga diikuti oleh laba bruto dan laba usaha yang masing-masing turun sebesar 18,03% dan 0,56%. Sehingga, di 2015 Perseroan membukukan Rugi Tahun Berjalan yaitu sebesar Rp10,66 miliar. Secara rasio, solvabilitas Perseroan menunjukkan peningkatan, dengan kata lain kemampuan Perseroan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya relatif semakin baik.
The Company recorded an income decrease for 9.15% to be Rp113.80 billions in 2015, although the sales basic charges also decreased for 6.35% to be Rp89.11 billions from that of previous year, namely for Rp95.15 billions. Such decreasing performance is also followed by decreasing gross profit and operating profits, namely at 18.03% and 0.56%, respectively. Therefore, in 2015, the Company booked Current Year’s Loss for Rp10.66 billions. By ratio, Company’s solvency shows increase, in other words, the Company’s capability to pay its long-term obligations relatively improved.
Proses Pengawasan Dewan Komisaris
Supervising Process by the Board of Commissioners
Dalam melaksanakan tanggungjawab pengawasan dan mengontrol manajemen Perseroan, Dewan Komisaris mengefektifkan forum dan mekanisme rapat, baik rapat internal maupun rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi serta menyelenggarakan pertemuan berkala untuk meninjau kinerja Perseroan dan berdiskusi dengan Direksi terkait ekonomi, bisnis maupun isu-isu terkait dengan bisnis lainnya. Dalam kesempatan forum ataupun rapat, Dewan Komisaris selalu memberikan arahan dan masukan kepada Direksi dalam aspek strategis. Dewan Komisaris berkomitmen untuk tidak mencampuri urusan teknis operasional Perseroan.
For implementing its supervising responsibility and controlling Company’s management, the Board of Commissioners made forum and meeting mechanism effective, both for internal meetings and consolidated meeting between the Board of Commissioners and the Board of Directors as well as holding regular meeting for reviewing Company’s performance and discussing with the Board of Directors on any matters related to economy, business, and other business-related issues. During the forums and meetings, the Board of Commissioners used to provide the Board of Directors with strategic directions and inputs. The Board of Commissioners is committed not to interfere with any Company’s technical and operating matters.
Dalam melaksanakan fungsi pengawasan, Dewan Komisaris sangat konsen terhadap aspek pelaksanaan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel, berdasarkan rencana kerja yang teelah ditetapkan. Dewan Komisaris secara berkala memonitor proses pengembangan usaha yang dilakukan oleh Perseroan agar tetap berada pada jalur yang tepat serta tidak terdapat pelanggaran atas peraturan yang berlaku.
For running its supervising function, the Board of Commissioners is highly concerned with the transparent and accountable implementation of corporate governance, on the basis of any defined work plan. The Board of Directors has periodically monitored the process of business development by the Company so that it will be on correct track and will not violate any prevailing laws and regulations.
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
6 Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Dewan Komisaris bersama-sama dengan Direksi, Komite Audit, dan Sekretaris Perusahaan saling berkontribusi mendukung pelaksanaan penerapan GCG. Dewan Komisaris berkeyakinan dengan implementasi tata kelola perusahaan yang baik, maka pertumbuhan yang berkesinambungan untuk jangka panjang akan dapat diraih
The Board of Commissioners along with the Board of Directors, Audit Committee, and Corporate Secretary contributed each other to support the implementation of GCG. The Board of Commissioners believes that implementation of good corporate governance will reach long-term sustainable growth.
Dalam melaksanakan fungsi pengawasannya, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit, yang melaksanakan interaksi secara rutin dengan manajemen dan unit kerja terkait. Dewan Komisaris menilai bahwa Komite Audit telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sesuai pedoman kerja yang telah ditetapkan.
For running its supervising function, the Board of Directors is assisted by the Audit Committee, in which it routinely interacts with the management and related work unit. The Board of Commissioners considers the Audit Committee has run its tasks and responsibility in good ways according to any defined work guidelines.
Pergantian Anggota Dewan Komisaris
Changes in Members of the Board of Commissioners
Pada Mei 2015, sesuai dengan keputusan RUPSLB Perseroan, Pemegang Saham telah memberhentikan dengan hormat Bapak Johan Suwandy sebagai anggota Dewan Komisaris, yang telah habis masa jabatannya dan digantikan oleh Ibu Megah Supratiwi. Sehingga dengan demikian susunan Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari seorang anggota Komisaris Utama yang dijabat oleh Bapak Franklin William Kayhatu merangkap Komisaris Independen, dan seorang anggota Komisaris yaitu Ibu Megah Supratiwi.
In May 2015, according to the resolution of Company’s Extraordinary General Meeting of Shareholders, the Shareholders terminated in respectful way Mr. Johan Suwandy from his position as a member of the Board of Commissioners due to his expired position and he was replaced by Ms. Megah Supratiwi. Therefore, members of the Company’s Board of Commissioners consist of a President Commissioner held by Mr. Franklin William Kayhatu with double positions as an independent Commissioner, and a member of commissioner, namely Ms. Megah Supratiwi.
PT Evergreen Invesco Tbk. Dewan Komisaris, The Board of Commissioners,
Franklin William Kayhatu Komisaris Utama President Commissioner
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
7 Laporan Direksi
The Board of Directors Report
Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang terhormat,
Dear Shareholders and Stakeholders,
Kondisi perekonomian nasional yang belum sepenuhnya membaik di tahun 2015, masih memberikan dampak yang kurang menggembirakan bagi Perseroan. Tidak jauh berbeda dengan kondisi tahun sebelumnya, tahun 2015 ini Perseroan mencatat beberapa kinerja yang masih kurang baik. Perseroan senantiasa berpedoman pada Visi dan Misi yang telah disepakati oleh seluruh jajaran manajemen dan karyawan untuk memenuhi harapan Pemegang Saham dan pemangku kepentingan dalam upaya mencapai bisnis yang berkelanjutan. Untuk itu, Kami atas nama Direksi PT Evergreen Invesco Tbk melaporkan kinerja Perseroan tahun 2015, sebagai berikut.
National economic condition that was previously geting better in 2015 still had bad impacts on the Company. Not far from previous year’s condition, in 2015, this Company recorded some less good performance. The Company is always guided by Vision and Missions as agreed by all management personnels and employees to meet expectation of Shareholders and stakeholders in order to reach sustainable business. Therefore, We on behalf of the Board of Directors of PT Evergreen Invesco Tbk shall report the following Company’s performance in 2015.
Kinerja Keuangan Tahun 2015
2015 Financial Performance
Di 2015, Perseroan mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp113,80 miliar menurun 9,15% atau sebesar Rp11,47 miliar dibanding tahun 2014. Peningkatan Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha, mengakibatkan Perseroan harus membukukan Rugi Tahun Berjalan di 2015 yang terealisasi sebesar Rp10,66 miliar, berbeda dari kondisi di tahun sebelumnya dimana Perseroan mencatat Laba Tahun Berjalan sebesar Rp401,18 juta.
In 2015, the Company recorded income realization for Rp113.80 billions or decreasing 9.15% or Rp11.47 billions compared to that of 2014. Increase in Sales Basic Charges and Business Charges caused the Company booked Current Year’s Loss in 2015 that was realized Rp10.66 billions, different from that of previous year where the Company recorded Current Year’s Profit for Rp401.18 millions.
Jumlah Aset Perseroan di 2015, juga turut mengalami penurunan sebesar Rp8,75 miliar atau sebesar 1,34% dibandingkan 2014, yang tercatat sebesar Rp651,97 miliar. Sedangkan Likuiditas tercatat meningkat tipis menjadi Rp177,10 miliar di 2015 yang terutama berasal dari liabilitas jangka pendek. Sedangkan, Ekuitas pada 2015 tercatat sebesar Rp466,13 miliar, turun 2,09% dibandingkan Ekuitas 2014 sebesar Rp476,06 miliar.
Total Company’s Assets in 2015 also decreased Rp8.75 billions or 1.34% compared to that of 2014, recorded at Rp651.97 billions. Whereas Liquidity recorded to slightly increase to Rp177.10 billions in 2015, especially that derived from short-term liability. Whereas Equity in 2015, it recorded Rp466.13 billions, decreased to 2.09% compared to Equity in 2014 for Rp476.06 billions.
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Sepanjang 2015, Direksi telah melaksanakan dan juga mengevaluasi setiap penerapan tata kelola dibantu oleh Dewan Komisaris dan Komite Audit. Dalam implementasi GCG di Perseroan, Direksi didukung oleh para karyawan yang memiliki kemampuan dan integrasi tinggi dalam bekerja. Kualitas kemampuan karyawan juga ditingkatkan melalui pelatihan. Dalam menjalankan kepengurusan Perseroan, Direksi selalu mendapatkan arahan dan nasihat dari Dewan Komisaris sebagai bentuk dari pengawasan terhadap jalannya Perseroan.
During 2015, the Board of Directors had implemented and also evaluated any implementation of such governance assisted by the Board of Commissioners and Audit Committee. In the implementation of GCG in the Company, the Board of Directors was supported by employees with high capabilities and integrities on working. Quality of employees’ capability was also improved by trainings. In order to run the Company’s management, the Board of Directors used to get directions and advices from the Board of Commissioners as a form of supervision to the Corporate governance.
Prospek Usaha
Business Prospect
Sekitar 90% penjualan Perseroan ditopang oleh pasar domestik, dan sisanya merupakan pasar ekspor. Perseroan menilai bahwa, kondisi pasar domestik saat ini lebih ceria ketimbang pasar ekspor yang sedang lesu akibat ketidakpastian utang Uni Eropa, untuk itu Perseroan lebih memprioritaskan pasar domestik mengingat konsumsi sandang penduduk Indonesia mengalami kenaikan tiap tahunnya. Peluang pertumbuhan konsumsi sandang inilah yang membuat Perseroan menambah variasi benang, guna mengikuti perkembangan permintaan pasar domestik.
About 90% of the Company’s sales were supported by domestic markets, and the remaining was from export market. The Company assessed that, current domestic market condition is better than weary export market due to uncertainty of European Union’s debt, therefore, the Company prioritized domestic market considering Indonesian consumption of clothing increased from previous year. Such clothing consumption growth opportunity made the Company added variations of threads, so that it will follow the improvement on domestic market demands.
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
8 Komposisi Direksi
Pada Mei 2015, sesuai dengan keputusan RUPSLB Perseroan, Pemegang Saham telah memberhentikan dengan hormat Bapak Johanes Wahyudi Edward sebagai Direktur utama dan Bapak Johan Suwandy sebagai Direktur, yang telah habis masa jabatannya. Sehingga dengan demikian susunan Direksi Perseroan terdiri dari seorang anggota Direktur Utama yang dijabat oleh Bapak Handy Suryanto, dan seorang Direktur yaitu Bapak Ari Torando merangkap Direktur Independen.
Composition of the Board of Directors
In May 2015, in accordance with decision of the Company’s Extraordinary General Meeting of Shareholders, the Shareholdes terminated in respectful way Mr. Johanes Wahyudi Edward from his position as President Director and Mr. Johan Suwandy from his position as Director, in which their positions expired. Therefore, the Board of Directors comprised a President Director held by Mr. Handy Suryanto, and a Director, namely Mr. Ari Torando, who has double position as an Independent Director.
PT Evergreen Invesco Tbk. Direksi, Board of Directors,
Handy Suryanto Direktur Utama President Director
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
9 COMPANY PROFILE
PROFIL PERUSAHAAN Identitas Perusahaan
Company Identity
NAMA / NAME
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
Alamat / Address
Sampoerna Strategic Square – South Tower Lantai 30 Jl. Jend. Sudirman Kav. 45-46 Karet Semanggi, Setiabudi Jakarta 12930 Telp : 021 – 2993 0720 Fax : 021 – 2993 0888 Email :
[email protected] Website : www.evergreeninvesco.com
Bidang Usaha / Lines of Business
Bergerak dalam bidang perdagangan besar / Big trading
Kepemilikan / Ownership
• Natural Crystal Holding Inc sebesar 55,39% /
Natural Crystal Holding Inc for 55.39% • First Venture Limited sebesar 17,04% / First Venture
Limited for 17.04% • Publik (masing-masing di bawah 5%) sebesar 27,57% /
Public (each below 5%) for 27,57% Tanggal Pendirian / Date of Incorporation
18 September 2003
Dasar Hukum Pendirian / Legal Basis of Incorporation
Akta Perseroan Terbatas Nomor 47 oleh Notaris Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon, SH, Mkn / Deed of Limited Liability Company Number 47 by Notary Public Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon, SH, MKn
Modal Dasar / Authorised Capital
Rp1.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh / Subscribed and Paid Capital
Rp469.411.179.100
Pencatatan Saham / Share Listing
Bursa Efek Indonesia dengan kode GREN / Indonesian Stock Exchange under code GREN
Riwayat Singkat
A Brief History
PT Evergreen Invesco Tbk (yang selanjutnya disebut “Perseroan”) adalah sebuah perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan kode transaksi GREN Evergreen, didirikan di Jakarta pada tanggal 18 September 2003 berdasarkan akta notaris No. 47 oleh Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon, SH, notaris di Jakarta, dengan nama PT Artha Perkasa Invesco, Akta ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-10285 HT.01.01.TH.2004 tanggal 27 April 2004 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 79, tambahan Berita Negara No. 9847 tanggal 1 Oktober 2004. Kemudian Perseroan berubah nama menjadi PT Evergreen Invesco berdasarkan akta No. 106 tanggal 26 Mei 2009 oleh Eliwaty Tjitra, SH, notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU23615.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 28 Mei 2009.
PT Evergreen Invesco Tbk (hereinafter referred to as “Company”) is a public company listed in Indonesian Stock Exchange, with transaction code GREN Evergreen, incorporated in Jakarta on 18 September 2003 by virtue of a notarial deed No. 47 by Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon, SH, a notary public of Jakarta, under the name of PT Artha Perkasa Invesco, this Deed was legalized by the the Minister of Justice of the Republic of Indonesia by his Decree No. C-10285 HT.01.01.TH.2004 dated 27 April 2004 and was published in the Indonesian State Gazette No. 79, supplement to the State Gazette No. 9847 dated 1 October 2004. And then, the Company changed its name to PT Evergreen Invesco by virtue of deed No. 106 dated 26 May 2009 by Eliwaty Tjitra, SH, a notary of Jakarta and approved by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia by virtue of his Decree No. AHU23615.AH.01.02.Tahun 2009 dated 28 May 2009.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dengan akta No. 140 Tanggal 27 Juni 2012 dari Humberg Lie, SH, SE, MKn, notaris di Jakarta mengenai pernyataan keputusan rapat
The Company’s Articles of Association has been amended for several times. The last amendment was made by deed No. 140 dated 27 June 2012 from Humberg Lie, SH, SE, MKn, a notary of Jakarta, on the declaration of meeting resolution
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
10 tentang perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris dan perubahan anggaran dasar yang disesuaikan dengan peraturan OJK. Perubahan anggaran dasar tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0944377 tanggal 22 Juni 2015.
regarding changes in the compositions of Board of Directors and Board of Commissioners and amendment to the articles of association to adjust with the regulation of OJK. Such amendment to the articles of association has been received and registered with the Legal Entity Administration System database at the Ministry of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU-AH.01.03-0944377 dated 22 June 2015.
Bidang Usaha
Lines of Business
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah menjalankan usaha dalam bidang perdagangan besar. Perseroan mulai beroperasional secara komersial pada tahun 2008.
Pursuant to article 3 of the Company’s Articles of Association, the scope of Company’s activities will be running business on big trading. The Company started commercial operation in 2008.
Visi Dan Misi
Vision And Mission
Visi
Vision
Menjadi Perusahaan yang Tangguh dalam Persaingan Domestik maupun Internasional berbasiskan Profesionalisme dan Inovasi.
To be a Strong Company in Domestic and International Competition Based on Professionalism and Innovation.
Misi
Mission
1. Menjadi kekuatan utama dalam memenuhi kebutuhan nasional dalam sektor terkait.
1. To be a main power in meeting national needs in related sector.
2. Meningkatkan Company Values untuk memberikan hasil optimum bagi Pemegang Saham, Karyawan dan Stake holders lainnya.
2. To improve Company Values for generating optimal results for Shareholders, Employees, and other Stakeholders.
3. Meningkatkan peran serta dalam Struktur Ekonomi Negara dengan menerobos pasar Internasional.
3. To increase participations in the State Economic Structure by breaking through International market.
Struktur Organisasi
Organizational Structure RUPS / GMS
DEWAN KOMISARIS / BOARD COMMISSIONERS
KOMITE AUDIT / AUDIT COMITTEE
DIREKSI / BOARD OF DIRECTORS
PRODUKSI / PRODUCTION
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
HRD
FINANCE, ACCOUNTING AND TAX
MARKETING
11 Struktur Grup
Group Structure
Natural Crystal Holding Inc. (55,39%)
First Venture Limited (17,04%)
Publik masing-masing < 5% (27,57%)
PT Evergreen Invesco Tbk
(99,85%) PT Tristate Indonesia
(99,80%) PT Pacific Multi Industri
Entitas Anak Dan Perusahaan Asosiasi
Subsidiaries And Associated Company
PT TRISTATE INDONESIA
PT TRISTATE INDONESIA
Perusahaan didirikan berdasarkan akta No.30 tanggal 16 September 1974. Perusahaan bergerak di bidang industri pemintalan benang. Adapun penyertaan saham Perseroan pada PT Tristate Indonesia adalah sebesar 99,85%
The Company was incorporated by virtue of deed No. 30 dated 16 September 1974. The Company runs its business on thread spinning industry. Whereas share participation of the Company in PT Tristate Indonesia is 99.85%
Adapun susunan pengurus PT Tristate Indonesia adalah
Whereas composition of management of PT Tristate Indonesia is as follows Board of Directors Director : Agustinus Gondowijoyo Board of Commissioners Commissioner : Megah Supratiwi
Direksi Direktur Dewan Komisaris Komisaris
: Agustinus Gondowijoyo : Megah Supratiwi
PT PACIFIC MULTI INDUSTRI
PT PACIFIC MULTI INDUSTRI
Perusahaan didirikan berdasarkan akta No. 34 tanggal 19 Februari 2003. Perusahaan bergerak di bidang perdagangan besar. Adapun penyertaan saham Perseroan pada PT Pacific Multi Industri adalah 99,80%.
The company was incorporated by virtue of deed No. 34 dated 19 February 2003. The company runs its business on big trading. Whereas share participation of the Company to PT Pacific Multi Industri is 99.80%.
Adapun susunan pengurus PT Pacific Multi Industri adalah
Whereas composition of management for PT Pacirif Multi Industry is as follows Board of Directors Director : Agustinus Gondowijoyo Board of Commissioners Commissioner : Megah Supratiwi
Direksi Direktur Dewan Komisaris Komisaris
: Agustinus Gondowijoyo : Megah Supratiwi
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
12 Lembaga Penunjang Pasar Modal
Capital Market Supporting Organization
Akuntan Publik
Public Accountant
Kantor Akuntan Publik (KAP) Achmad, Rasyid, Hisbullah & Jerry Member of: Nozaka Japan Certified Public Accountant Firm JL. Kepu Barat No 90-91 B Kemayoran Jakarta Pusat Telp : 021 – 4247872, 4264971 Fax : 021 – 4240080 Email :
[email protected] Web : www.kaparhj.com
Kantor Akuntan Publik (KAP) Achmad, Rasyid, Hisbullah & Jerry Member of: Nozaka Japan Certified Public Accountant Firm JL. Kepu Barat No 90-91 B Kemayoran Jakarta Pusat Tel : 021 – 4247872, 4264971 Fax : 021 – 4240080 E-mail :
[email protected] Web : www.kaparhj.com
Biro Administrasi Efek
Stock Administration Agency
PT Ficomindo Buana Registrar Mayapada Tower Lt. 10 Suite 02 B Jl. Jend. Sudirman kav. 28 Jakarta 12920 Telp : 021-5212316 Fax : 021-5212320
PT Ficomindo Buana Registrar Mayapada Tower Lt. 10 Suite 02 B Jl. Jend. Sudirman Kav. 28 Jakarta 12920 Tel : 021-5212316 Fax : 021-5212320
Pencatatan Saham
Share Listing
PT BURSA EFEK INDONESIA (BEI) Indonesia Stock Exchange Building Tower I Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta, 12190 Indonesia
PT BURSA EFEK INDONESIA (BEI) Indonesia Stock Exchange Building Tower I Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta, 12190 Indonesia
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
13 INFORMATION FOR INVESTORS
INFORMASI BAGI PEMODAL Kronologi Pencatatan Saham
Chronology of Share Listing
Sesuai dengan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 29 Januari 2010, yang diaktakan dengan akta Notaris Robert Purba, SH dengan No. 163 dan No. 164, para pemegang saham. Perusahaan telah menyetujui untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat dan telah memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM melalui Surat Keputusannya No. S-5950/BL/2010 tanggal 30 Juni 2010, jumlah lembar saham yang ditawarkan kepada masyarakat sebanyak 2.000.000.000 (dua miliar) lembar saham dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per lembar saham dan harga penawaran Rp105 (Rupiah penuh) per lembar saham yang disertai dengan penerbitan Waran Seri I sebanyak 900.000.000 (sembilan ratus juta) yang dikeluarkan dalam rangka penawaran umum. Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham yang bernilai nominal sebesar Rp100 (Rupiah penuh) dengan harga pelaksanaan sebesar Rp105 (Rupiah penuh) yang dapat dilaksanakan selama tahun pelaksanaan Waran selama 3 tahun yaitu sejak tanggal 10 Januari 2011 sampai dengan 12 Juli 2013 dimana setiap pemegang 1 (satu) waran berhak untuk membeli 1 (satu) saham Perusahaan.
Pursuant to the Resolution of Extraordinary General Meeting of Sareholders held on 29 January 2010, it has been put in deed of Notary Robert Purba, SH under No. 163 and No. 164, the shareholders. The company has agreed to organize public share offering and it has obtained effective statement from the BAPEPAM by a Decision No. S-5950/BL/2010 dated 30 June 2010, in which total shares offered to public will be 2,000,000,000 (two billions) shares with face value of Rp100 (full Rupiah) per share and offered price Rp105 (full Rupiah) per share equipped with Warrant Series I for 900,000,000 (nine hundred millions) issued during the public offering. Warrant Series I is effect providing rights to its holders to purchase any shares with face value Rp100 (full Rupiah) with implementation price for Rp105 (full Rupiah) that possible to hold for a year during the Warrant period for 3 years, namely from 10 January 2011 through 12 July 2013, in which each holder of 1 (one) warrang shall be entitled to purchase 1 (one) Company’s share.
Program Kepemilikan Saham untuk Karyawan dan/atau Manajemen
Share Ownership Program for Employee and/or Management
Perseroan tidak melaksanakan program kepemilikan saham oleh karyawan dan/atau manajemen.
The company does not implement share holding ownership program by employees and/or management.
KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM SHAREHOLDERS COMPOSITION NO.
PEMEGANG SAHAM / SHAREHOLDERS
JUMLAH SAHAM / TOTAL SHARES
NILAI NOMINAL (Rp) / FACE VALUE
%
2.600.000.000
260.000.000.000
55,39%
800.000.000
80.000.000.000
17,04%
1
Natural Crystal Holding Inc.
2
First Venture Limited
3
Publik (masing-masing di bawah 5%) / Public (each below 5%)
1.294.111.791
129.411.179.100
27,57%
TOTAL
4.694.111.791
469.411.179.100
100,00
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
14 MANAGEMENT DISCUSSIONS AND ANALYSIS
ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN Analisis dan pembahasan manajemen yang diuraikan berikut mengacu kepada Laporan Keuangan Konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014.
Management analysis and discussion as described below shall refer to Consolidated Financial Statement for year ended on 31 December 2015 and 31 December 2014.
Laporan Laba Rugi Konsolidasian
Consolidated Statement of Income (Loss) (dalam jutaan Rupiah / in million Indonesian Rupiah)
Laporan Laba Rugi Konsolidasian
Consolidated Statement of Income (Loss)
Uraian / Description 1
2015
2014
Pertumbuhan / Growth Rate
2
3
4=(2-3)
113.800,12
125.268,34
(11.468,22)
(9,15)
Beban Pokok Penjualan / Cost of Good Sold Charges
89.109,85
95.150,59
(6.040,74)
(6,35)
Laba Bruto / Gross Profit
24.690,26
30.117,75
(5.427,49)
(18,02)
Pendapatan / Revenue
5=(2-3)/3
7.021,65
6.982,56
39,09
0,56
17.668,62
23.135,18
(5.466,56)
(23,63)
Penghasilan (Beban) Lain-lain / Other Income (Expenses)
(24.771,91)
(17.423,64)
(7.348,27)
(42,17)
Laba/Rugi Sebelum Pajak / Profit/Loss Before Tax
(7.103,29)
5.711,54
(12.814,83)
(224,37)
Beban Pajak - Neto / Tax Expenses – Nett
(3.559,08)
(5.310,36)
(1.751,28)
(32,98)
Laba/Rugi Tahun Berjalan / Current Year’s Profit/Loss
(10.662,37)
401,18
(11.063,55)
(2.757,75)
Pemilik entitas induk / Main entity’s owner
(10.662,37)
401,18
(11.063,55)
(2.757,75)
Kepentingan nonpengendali / Noncontrolling interests
-
-
-
-
734,52
231,05
503,47
217,91
(9.927,85)
632,23
(10.560,08)
(1.670,29)
(2,27)
0,09
(2,36)
(2.622,22)
Beban Usaha / Operating Expenses Laba Usaha / Operating Income
Laba/rugi yang dapat diatribusikan kepada:/ Profit/loss attributable to:
Pendapatan Komprehensif Lain / Other Comprehensive Revenues Laba (Rugi) Komprehensif/ Comprehensive Profit (Loss) Laba (Rugi) per Saham (Rupiah Penuh)/ Income (Loss) per Share (Full Rupiah)
(dalam jutaan Rupiah / in million Indonesian Rupiah)
PENDAPATAN REVENUES Uraian / Description 1
2015 2
2014 3
Pertumbuhan / Growth Rate 4=(2-3)
5=(2-3)/3
Benang / Thread
97.420,59
99.446,34
(2.025,75)
(2,04%)
Kapas / Cotton
14.887,30
24.994,41
(10.107,11)
(40,44%)
1.492,22
827,59
664,63
80,31%
113.800,12
125.268,34
(11.468,22)
(9,15%)
Lain-lain / Others Pendapatan / Revenue
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
15 Sepanjang tahun 2015, Perseroan mampu membukukan Pendapatan sebesar Rp113,80 miliar, menurun sebesar Rp11,45 miliar atau sebesar 9,15% dibandingkan tahun 2014 yaitu sebesar Rp125,27 miliar. Penyebab penurunan ini terutama disebabkan, penurunan tiga komponen pendapatan yaitu, benang sebesar 2,04% dan kapas sebesar 40,44%, serta peningkatan komponen pendapatan lain-lain sebesar 80,31%.
During 2015, the Company was able to book Revenue for Rp113.80 billions, decreasing Rp11.47 billions or equal to 9.15% compared to that of 2014, namely Rp125.27 billions. Cause of such decrease was decreases in three revenue components, namely threads for 2.04%, and cotton for 40.44%, as well as increase in other revenue component, namely for 80.31%.
(dalam jutaan Rupiah / in million Indonesian Rupiah)
BEBAN POKOK PENJUALAN Cost of Goods Sales Uraian / Description
2015
2014
1
2
3
4=(2-3)
43.847,33
58.063,28
(14.215,95)
(24,48%)
Bahan baku yang digunakan / Utilized raw materials
Pertumbuhan / Growth Rate 5=(2-3)/3
5.026,16
6.620,06
(1.593,9)
(24,08%)
Biaya produsi tidak langsung / Indirect production costs
40.806,24
29.941,99
10.864,25
36,28%
Jumlah Biaya produksi / Total Production Costs
89.679,73
94.625,28
(4.945,55)
(5,23%)
1.790,19
2.207,14
(416,95)
(18,89%)
Akhir tahun / Closing year
(1.728,20)
(1.790.19)
(6.199)
(3,46%)
Jumlah Biaya Pokok Produksi / Total Basic Production Costs
89.741,72
95.042,23
(5.300,51)
(5,58%)
21.488,24
21.596,60
(108,36)
(0,50%)
(22.120,11)
(21.488,24)
(631,87)
(2,94%)
89.109,85
95.150,60
(6.040,75)
(6,35%)
Upah Langsung / Direct Wages
Persediaan barang dalam proses / Stocks in process Awal tahun / Opening year
Barang jadi / Finished goods Awal tahun / Opening year Akhir tahun / Closing year Beban Pokok Penjualan / Sales Basic Charges
Beban Pokok Penjualan Perseroan di tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 6,35% atau sekitar Rp6,04 miliar. Beban Pokok Penjualan Perseroan di tahun 2015 mencapai Rp89,11 miliar dibandingkan tahun 2014 yaitu sebesar Rp95,15 miliar. Penurunan Beban Pokok Penjualan disebabkan penurunan Biaya Produksi Rp4,94 miliar atau 5,23% dan Biaya Pokok Produksi Rp5,30 miliar atau 5,58%
Company’s Sales Basic Charges in 2015 decreased for 6.35% or about Rp6.04 billions. Company’s Sales Basic Charges in 2015 reached Rp89.11 billions compared to that of 2014, namely at Rp95.15 billions. Decrease in Sales Basic Charges was caused by decrease in Production Costs for Rp4.94 billions or 5.23% and Product Basic Cost for Rp5.30 billions or 5.58%
Laba Bruto
Gross Profit
Laba bruto Perseroan di 2015 tercatat sebesar Rp24,69 miliar, menurun sebesar Rp5,43 miliar atau sebesar 18,03% dibandingkan 2014 yang tercatat sebesar Rp30,12 miliar. Penurunan ini disebabkan penurunan pendapatan yang diproleh di 2015 sebesar Rp11,47 miliar atau sekitar 9,15% dibandingkan tahun 2014.
Company’s gross profit in 2015 was recorded Rp24.69 billions, decreasing Rp5.43 billions or 18.03% compared to that of 2014 that was recorded at Rp30.12 billions. Such decrease was caused by decrease in revenue obtained in 2015 for Rp11.47 billions or about 9.15% compared to that of 2014.
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
16 BEBAN USAHA Operating Expenses Uraian
2015
2014
1
2
3
4=(2-3)
Pertumbuhan 5=(2-3)/3
Beban penjualan
1.114,29
1.301,85
(187,56)
(14,41%)
Beban umum dan administrasi
5.907,35
5.680,71
226,64
3,99%
Beban Usaha
7.021,65
6.982,56
39,09
0,56%
Peningkatan beban usaha Perseroan di 2015, tercatat sebesar Rp39,09 juta atau sekitar 0,56% di 2015, hal ini disebabkan terjadinya peningkatan beban umum dan administrasi sebesar Rp226,64 juta atau sekitar 3,99%. Beban Usaha pada tahun 2015 tercatat senilai Rp7,02 miliar sedangkan pada tahun 2014 tercatat sebesar Rp6,98 miliar.
Increase in Company’s operating charges in 2015 was recorded at Rp39.09 millions or about 0.56% in 2015, in which it was caused by increase in general and administration charges for Rp226.64 millions or about 3.99%. Operating Charges in 2015 were corded at Rp7.02 billions, whereas in 2014, Rp6.98 billions. (dalam jutaan Rupiah / in million Indonesian Rupiah)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (CHARGES) Uraian / Description
2015
2014
1
2
3
Penghasilan jasa giro / Expenses income Beban keuangan / Financial Expenses Kerugian kurs mata uang asing - neto / Foreign currency exchange loss - nett / Lain-lain - neto / Others - nett Penghasilan (Beban) Lain-lain / Other Income (Expenses) Income (Charges)
Pertumbuhan / Growth Rate 4=(2-3)
5=(2-3)/3
19,43
38,85
(19,42)
(24.428,14)
(16.528,14)
7.900,01
47,80%
(351,95)
(903,63)
(551,68)
(61,05%)
(49,99%)
(11,25)
(30,73)
(19,48)
(63,39%)
(24.771,91)
(17.423,64)
7.348,27
42,17%
Perseroan mencatat penghasilan (beban) lain-lain di 2015 sebesar Rp24,77 miliar sedangkan di 2014 tercatat sebesar Rp17,42 miliar. Hal ini memperlihatkan bahwa penghasilan (beban) lain-lain mengalami peningkatan sebesar Rp7,35 miliar atau sekitar 42,17%. Peningkatan penghasilan (beban) lain-lain disebabkan adanya peningkatan Beban Keuangan sebesar 47,80% atau meningkat sekitar Rp7,90 miliar, terutama di bagian Bunga Pinjaman.
The Company recorded other income (expenses) in 2015 for Rp24.77 billions whereas in 2014, it recorded Rp17.42 billions. It shows that other income (expenses) increased for Rp7.35 billions or about 42.17%. Increase in other income (expenses) was caused by increasing Financial expenses for 47.80% or about Rp7.90 billion increase, especially on Loan Interest part.
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
Income (Loss) Before Tax
Pada tahun 2015, Perseroan mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp7,10 miliar. Kondisi tersebut cukup berbeda dengan tahun 2014, karena Perseroan mampu mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp5,71 miliar. Kondisi rugi sebelum pajak ini sejalan dengan menurunnya laba usaha di 2015.
In 2015, the Company recorded a loss before tax for Rp7.10 billions. The condition was significantly different from that in 2014, since the Company was able to record profit before tax at Rp5.71 billions. Such loss before tax condition was in line with decrease in operating profit in 2015.
BEBAN PAJAK – NETO Tax Expenses - NETT Uraian / Description
2015
2014
1
2
3
4=(2-3)
(3.604,99)
(5.763,61)
(2.158,62)
(37,45%)
45,92
461,14
(415,22)
(90,04%)
(3.559,08)
(5.302,47)
(1.743,39)
(32,88%)
Pajak Kini / Current Tax Pajak Tangguhan / Deferred Tax Jumlah / Total
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
Pertumbuhan / Growth Rate 5=(2-3)/3
17 Beban Pajak – Neto tahun 2015 juga mengalami penurunan, yaitu turun sebesar Rp1,74 miliar atau sekitar 32,88%. Pada tahun 2015, beban pajak (neto) tercatat sebesar Rp3,56 miliar dan sedangkan pada tahun 2014 tercatat sebesar Rp5,30 miliar. Penurunan Beban Pajak Netto disebabkan menurunnya pajak tangguhan sebesar Rp0,41 miliar atau sekitar 90,04%.
Tax Charges – Nett for year 2015 also experienced decrease, namely for Rp1.74 billions or about 32.88%. In 2015, tax charges (nett) were corded at Rp3.56 billions, whereas in 2014, Rp5.30 billions. Decrease in Net Tax Charges was caused by decrease in deferred tax for Rp0.41 billion or about 90.04%.
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Income (Loss) for the Year
Tidak berbeda jauh dengan laba (rugi) sebelum pajak, di 2015 Perseroan membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp10,66 miliar. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2014 Perseroan mampu membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp401 juta.
Not much different from profit (loss) before tax, in 2015, the Company booked current year’s loss for Rp10.66 billions. It was different from that of previous year, where the Company booked current year’s profit Rp401 millions in 2014.
Penghasilan Komprehensif Lain
Other Comprehensive Income
Pada tahun 2015, Perseroan mencatat adanya pendapatan komprehensif lain berupa keuntungan aktuarial. Keuntungan aktuarial tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp734,52 juta atau naik sebesar Rp503,47 juta atau sekitar 218% dibandingkan tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp231,05 juta.
In 2015, the Company recorded other comprehensive income in the form of actuarial profit. Actuarial profit was recorded to increase to be Rp734.52 millions or increased Rp503.47 millions or about 218% compared to that in 2014 of Rp231.05 millions.
(dalam jutaan Rupiah / in million Indonesian Rupiah)
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF COMPREHENSIVE PROFIT (LOSS) Uraian / Description
2015
2014
1
2
3
Pertumbuhan / Growth Rate 4=(2-3)
5=(2-3)/3
Laba (Rugi) Komprehensif yang Distribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk / Comprehensive Profit (Loss) Distributable to Primary Entity’s Owners
(9.927,85)
632,23
(10.560,08)
(1.670,29%)
Laba yang Diatribusikan Kepada Kepentingan Non Pengendali / Profit Attributable to Non-Controlling Interests
-
-
Laba Komprehensif Tahun Berjalan / Current Year’s Comprehensive Profit
(9.927,85)
632,23
(10.560,08)
(1.670,29%)
Pada tahun 2015, Perseroan mencatat rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp9,93 miliar. Kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya, karena pada tahun 2014 Perseroan mampu mencatat laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp632,23 juta.
In 2015, the Company recorded comprehensive loss attributable to primary entity’s owner for Rp9.93 billions. Such a condition was different from that of previous year since in 2014 the Company recorded comprehensive profit attributable to primary entity’s owner for Rp632.23 millions.
Laba (Rugi) Per Saham
Income (Loss) Per Share
Pada tahun 2015, saham Perseroan tercatat mengalami kerugian senilai Rp2,27. Sedangkan, jika dibandingkan dengan tahun 2014, saham Perseroan tercatat senilai Rp0,09 per saham.
In 2015, the Company’s shares were recorded to experience loss for Rp2.27. Whereas for 2014, the Company’s shares were recorded at Rp0.09 per share.
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
18 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Consolidated Statement of Financial Position (dalam jutaan Rupiah / in million Indonesian Rupiah)
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED FINANCIAL POSITION STATEMENT Uraian / Description
2015
1
2
2014 3
Pertumbuhan / Growth Rate 4=(2-3)
5=(2-3)/3
Aset / Asset
643.228,56
651.974,73
(8.746,17)
(1,34%)
Liabilitas / Liabilities
177.100,09
175.918,40
1.181,69
0,67%
Ekuitas / Equity
466.128,47
476.056,33
(9.927,86)
(2,09%)
(dalam jutaan Rupiah / in million Indonesian Rupiah)
ASET ASSETS Uraian / Description
2015
2014
Pertumbuhan / Growth Rate
1
2
3
4=(2-3)
5=(2-3)/3
2.324,4
9.524,53
(7.200,13)
(75,60%)
49.882,41
49.807,29
75,12
0,15%
718
642
76
11,84%
53.026,11
50.340,05
2.686,06
5,34%
ASET LANCAR / CURRENT ASSETS Kas dan bank / Cash and bank Piutang Usaha pihak ketiga / Third party’s receivable Piutang Lain-lain pihak ketiga / Third party’s other receivable Persediaan / Inventory Biaya dibayar dimuka / Pre-paid cost
725,61
815,61
(90)
(11,03%)
Pajak dibayar dimuka / Pre-paid tax
649,02
178,53
470,49
263,54%
Uang muka pembelian / Purchase down payment Jumlah Aset Lancar / Total Current Assets
60.027,7
35.233,64
24.794,06
70,37%
167.353,25
146.541,65
20.811,60
14,20%
3.517,45
3.471,54
45,91
1,32%
ASET TIDAK LANCAR / NON-CURRENT ASSETS Aset pajak tangguhan / Deferred tax assets Goodwill / Goodwill Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp141.579.185.912 pada tahun 2014 dan Rp124.965.057.046 pada tahun 2013 / Fixed assets – after accumulated depreciation for Rp141,579,185,912 in 2014 and Rp124,965,057,046 in 2013
8.578,24
8.578,24
-
-
463.581,37
493.185,07
29.603,70
(6,00%)
198,23
198,23
-
-
Jumlah Aset Tidak Lancar / Total Non-Current Assets
475.875,31
505.433,08
(29.557,77)
(5,85%)
Jumlah Aset / Total Assets
643.228,56
651.974,73
(8.746,17)
(1,34%)
Aset lain-lain / Other assets
Jumlah aset Perseroan pada tahun 2015 adalah sebesar Rp643,23 miliar, menurun sebesar Rp8,75 miliar atau sekitar 1,34% jika dbandingkan dengan tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp651,97 miliar. Penurunan Aset disebabkan terjadinya penurunan pada aset tidak lancar sebesar Rp29,56 miliar atau sekitar 5,85% dan penurunan pada aset lancar yaitu kas dan bank sebesar Rp7,2 miliar atau sebesar 75,60%.
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
Total Company’s assets in 2015 amounted of Rp643.23 billions, decreasing Rp8.75 billions or about 1.34% compared to that in 2014 being recorded at Rp651.97 billions. Asset decrease was caused by decrease in non-current assets for Rp29.56 billions or about 5.85% and current asset’s decrease, namely cash and bank for Rp7.2 billions or 75.60%.
19 (dalam jutaan Rupiah / in million Indonesian Rupiah)
LIABILITAS LIABILITIES Uraian / Description
2015
2014
1
2
3
Pertumbuhan / Growth Rate 4=(2-3)
160.718,73
162.143,93
(1.425,20)
(0,88%)
472,84
864,46
(391,62)
(45,30%)
30,24
20,1
10,14
50,45%
190,82
2.181,58
(1.990,76)
(91,25%)
(35,42)
(13,02%)
5=(2-3)/3
LIABILITAS JANGKA PENDEK / Current LIABILITIES Utang bank dan lembaga keuangan / Debts to banks and financial institutions Utang usaha pihak ketiga / Operating debts to third party Utang lain-lain pihak ketiga / Other debts to third parties Utang pajak / Tax debt
236,65
272,07
4.492,44
-
166.141,71
165.482,14
659,57
0,40%
Liabilitas imbalan pasca kerja / Post-working compensation liabilities
10.958,38
10.436,26
522,12
5,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang / Total LongTerm Liabilities
10.958,38
10.436,26
522,12
5,00%
177.100,09
175.918,4
1.181,69
0,67%
Beban akrual / Accrual charges Pendapatan diterima di muka / Advance income Jumlah Liabilitas Jangka Pendek / Total Short-Term Liabilities LIABILITAS JANGKA PANJANG / Non Current LIABILITIES
Jumlah Liabilitas / Total Liabilities
Sepanjang tahun 2015, Liabilitas Perseroan meningkat tipis sebesar Rp1,18 miliar atau 0,67%, dari sebesar Rp175,92 miliar pada tahun 2014 menjadi Rp177,10 miliar pada 2015. Peningkatan liabilitas tersebut disebabkan oleh kenaikan pada liabilitas jangka pendek khusunya utang lain-lain pada pihak ketiga sebesar Rp10,14 juta atau sebesar 50,45% dan liabilitas jangka panjang yaitu imbalan pasca kerja sebesar Rp522,12 juta atau 5,00% dibandingkan tahun 2014.
During 2015, the Company’s Liabilities slightly increased for Rp1.18 billions or 0.67%, from Rp175.92 billions in 2014 to be Rp177.10 billions in 2015. Such liability increase was caused by increase in short-term liabilities, especially for other debts to third parties for Rp10.14 millions or 50.45% and long-term liabilities, namely post-working compensation for Rp522.12 millions or 5.00% compared to that in 2014.
(dalam jutaan Rupiah / in million Indonesian Rupiah)
EKUITAS EQUITIES Uraian / Description
2015
2014
1
2
3
Pertumbuhan / Growth Rate 4=(2-3)
5=(2-3)/3
Modal yang ditempatkan dan disetor penuh / Issued and fully paid capital
469.411,18
469.411,18
-
-
Tambahan modal disetor / Additional paid in capital
445,56
445,56
-
-
(1.883,48)
(2.617,10)
(733,62)
(28,03%)
Penghasilan komprehensif lain / Other comprehensive income Saldo laba / Retained Earnings
1.200
1.200
-
-
(3.569,79)
7.092,59
(10.662,38)
(150,33%)
Kepada pemilik entitas induk / to parent entity
465.603,47
475.531,33
(9.927,86)
(2,09%)
Kepentingan nonpengendali / Non-controlling interests
525
525
-
-
466.128,47
476.056,33
(9.927,86)
(2,09%)
Ditentukan penggunaannya / Appropriated Tidak ditentukan penggunaannya / Unappropriated Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan / Total attributable equity
Jumlah Ekuitas / Total Equity
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
20 Company’s equity in 2015 decreased for Rp9.93 billions or 2.09%, from Rp476.06 billions in 2014 to be Rp466.13 billions in 2015. Such decrease was caused by, among others, other comprehensive income recorded losses, however, recorded losses decreased for Rp733.62 millions or about 28.03%.
Ekuitas Perseroan pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar Rp9,93 miliar atau sebesar 2,09%, dari Rp476,06 miliar pada tahun 2014 menjadi Rp466,13 miliar di 2015. Penurunan tersebut antara lain disebabkan oleh penghasilan komprehensif lain yang kembali mencatatkan rugi, namun demikian kerugian tercatat menurun sebesar Rp733,62 juta atau sekitar 28,03%.
Laporan Arus Kas Kosolidasian
Consolidated Statement of Cash Flow (dalam jutaan Rupiah / in million Indonesian Rupiah)
URAIAN ARUS KAS DESCRIPTION ON CASH FLOW Uraian / Description
2015
2014
Pertumbuhan / Growth Rate
2
3
4=(2-3)
5=(2-3)/3
14.154,63
(24.007,74)
38.162,37
(158,96%)
(19.929,55)
(5.690,37)
(14.239,18)
250,23%
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan / Cash Flow From (For) Financing Activities
(1.425,21)
35.795,32
(37.220,53)
(103,98%)
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Bank / Net Increase (Decrease) in Cash and Bank
(7.200,13)
6.097,21
(13.297,34)
(218,09%)
9.524,53
3.427,32
6.097,21
177,90%
2.324,4
9.524,53
(7.200,13)
(75,60%)
1 Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi / Cash Flow From (For) Operating Activities Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi / Cash Flow From (For) Investing Activities
Kas dan Bank Awal Tahun / Cash and Bank Beginning of Year Kas dan Bank Akhir Tahun / Closing Cash and Bank End of Year
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi
Cash Flow From (For) Operating Activities
Pada tahun 2015, Perseroan mencatat arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp14,15 miliar, sedangkan untuk tahun 2014 Perseroan mencatat arus kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp24,07 miliar. Arus kas dari aktivitas operasi yang diperoleh Perseroan, terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp115,53 milliar dan penerimaan jasa giro sebesar Rp19,43 juta.
In 2015, the Company recorded cash flow from operating activities for Rp14.15 billions, whereas for 2014, it recorded cash flow for operating activities for Rp24.07 billions. Cash flow from operating activities obtained by the Company, especially for that derived from cash revenue from customers for Rp115.53 billions and giro service revenue for Rp19.43 millions.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi
Cash Flow From (For) Investing Activities
Perseroan membukukan arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2015 sebesar Rp19,93 miliar, meningkat Rp14,24 miliar atau sebesar 250,23% dibandingkan arus kas yang tercatat untuk aktivitas investasi pada tahun 2014 yaitu sebesar Rp5,69 miliar. Pada tahun 2015, arus kas keluar yang digunakan Perseroan untuk aktivitas investasi khususnya untuk pembayaran uang muka pembelian aset.
The company booked cash flow used for investing activities in 2015 for Rp19.93 billions, increasing Rp14.24 billions or 250.23% compared to cash flow recorded for investing activities in 2014, namely for Rp5.69 billions. In 2015, cash outflow used by the Company for investment activities, especially that for advance payment of asset purchase.
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan
Cash Flow from (for) Financing Activities
Sepanjang tahun 2015, arus kas yang digunakan oleh Perseroan untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp1,42 miliar. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tahun 2014, dimana Perseroan mencatat arus kas masuk yang diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp35,80 miliar.
During 2015, cash flow used by the Company for funding activities was recorded at Rp1.42 billions. Such a condition was contradictory to that in 2014, where the Company recorded cash inflow obtained from funding activities for Rp35.80 billions.
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
21 Kemampuan Membayar Utang dan Kolektibilitas Piutang
Ability to Pay Debts and Receivable Collectibility
Rasio Solvabilitas
Solvency Ratio
Solvabilitas merupakan angka indikator yang mengukur tingkat kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendek dan jangka panjang.
Solvency is an indicator number measuring level of Company’s capability to meet short-term and long-term liabilities.
Solvabilitas Solvency Uraian / Description
2015
2014
1
2
3
Jumlah Liabilitas/Jumlah Aset / Total Liabilities/Total Assets
27,53%
26,98%
Jumlah Liabilitas/Jumlah Ekuitas / Total Liabilities/Total Equities
37,99%
36,95%
Solvabilitas adalah kemampuan Perseroan untuk memenuhi semua kewajibannya, dengan membandingkan total liabilitas terhadap total aset, pada tahun 2015 dan 2014 masing-masing sebesar 27,53% dan 26,98% sedangkan untuk total liabilitas terhadap ekuitas pada tahun 2015 dan 2014 adalah sebesar 37,99% dan 36,95%.
solvability means Company’s capability to meet all of its obligations, comparison between total liabilities to total assets, in 2015 and 2014 were 27.53% and 26.98%, respectively, whereas for total liabilities to equities, in 2015 and 2014, they were 37.99% and 36.95%, respectively.
Struktur Permodalan
Capital Structure
Struktur modal Perseroan pada tahun 2015 terdiri dari utang, kas dan bank serta ekuitas pemegang saham. Modal Perseroan yang berasal dari utang berasal dari pinjaman bank yang berkontribusi sebesar 34,48% serta kas dan bank yang berkontribusi sebesar 0,49% dari total modal. Sedangkan modal yang berasal dari ekuitas pemegang saham terdiri dari modal disetor, tambahan modal disetor dan saldo laba, dengan kontribusi terbesar disumbang oleh modal disetor sebesar 74,45%.
Company’s capital structure in 2015 consisted of debt, cash, and bank, as well as equity of shareholders. Company’s capital was obtained from debts from bank loan contributing 34.48% and cash and bank contributing 0.49% of total capital. Whereas for capital derived from equity of shareholders, it consisted of paid capital, additional paid capital, and profit balance, with highest contribution was by paid capital at 74.45%.
Transaksi Afiliasi Dan/Atau Transaksi Yang Mengandung Benturan Kepentingan
Affiliated Transaction And/Or Transactions With Conflict Of Interest
Selama tahun 2015, Perseroan tidak memiliki transaksi afiliasi dan/atau transaksi yang mengandung benturan kepentingan maupun dengan pihak-pihak berelasi.
During 2015, the Company performed no affiliated transaction and/or transactions containing conflict of interest with related parties.
Prospek Usaha
Business Prospect
Sekitar 90% penjualan Perseroan ditopang oleh pasar domestik, dan sisanya merupakan pasar ekspor. Perseroan menilai bahwa, kondisi pasar domestik saat ini lebih ceria ketimbang pasar ekspor yang sedang lesu akibat ketidakpastian utang Uni Eropa, untuk itu Perseroan lebih memprioritaskan pasar domestik mengingat jumlah penduduk Indonesia yang melebihi 240 juta jiwa. Konsumsi sandang penduduk Indonesia mengalami kenaikan tiap tahunnya. Peluang pertumbuhan konsumsi sandang inilah yang membuat Perseroan menambah variasi benang, guna mengikuti perkembangan permintaan pasar domestik yang
About 90% of the Company’s sales were supported by domestic markets, and the remaining was from export market. The Company assessed that, current domestic market condition is better than weary export market due to uncertainty of European Union’s debt, therefore, the Company prioritized domestic market considering consumption of Indonesian people reaching more than 240 millions. Indonesian people’s consumption on clothings increased every year. Such growth-rate opportunity on clothing consumption made the Company added more thread variations in order to follow domestic market demands, in which market tends
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
22 saat ini lebih condong pada produksi pakaian yang tipis, artinya kebutuhan benang tipis juga meningkat, hal ini merupakan peluang bagi Perseroan untuk memproduksi benang tipis lebih banyak. Perseroan menilai, margin keuntungan untuk benang yang tipis lebih lebar dibanding benang yang tebal, sehingga diharapkan perolehan laba bisa lebih tinggi.
to thin clothes. It means thin thread needs also increased and it will be an opportunity to the Company for producing more thin threads. The company considered profit margin for thin threads is higher than thick ones, so that it expected to get higher profit.
Kebijakan dan Pembagian Dividen
Dividend Policy and Distribution
Perseroan tidak melakukan pembagian dividen untuk tahun buku 2014, Karena berdasarkan keputusan RUPST tahun 2015 yang dilaksanakan tanggal 06 Mei 2015 memutuskan bahwa penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, yaitu sebesar Rp236.007.274,00 akan digunakan sebagai laba ditahan untuk Operasional Perseroan.
The Company distributed no dividends for financial year 2014 since, based on the resolution of AGMS in 2015 held on 6 May 2015, it was decided that application of the net profit by Company for financial year ended on 31 December 2014 shall be Rp236,007,274 that would be used as defended profit for Company’s Operation.
Perubahan Kebijakan Akuntansi
Changes In Accounting Policy
Standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan Dalam tahun berjalan, Perseroan dan Entitas Anak telah menerapkan semua standar baru dan revisi serta interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2015.
Standards effective on the current year In current year, the Companies and Subsidiaries applied all new standards and revisions as well as interpretations issued by the Board of Indonesian Standard Accountant Financial Accounting relevant to its operations and effective for accounting period started on 1 January 2015.
• PSAK 1 (revisi 2013), “Penyajian Laporan Keuangan” Penerapan amandemen terhadap PSAK 1 tidak mengakibatkan dampak atas laba rugi, penghasilan komprehensif lain dan jumlah laba rugi komprehensif.
•
PSAK 1 (revision 2013), “Financial Statement Presentation” Application of amendment to PSAK 1 shall not impact on profit and loss, other comprehensive income, and total comprehensive profit and loss.
•
PSAK 15 (revisi 2013), “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama” Penerapan PSAK 15 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
•
PSAK 15 (revision 2013), “Investment to Association Entities and Joint Venture” Application of PSAK 15 shall have no material impacts on the disclosure or amounts acknowledged in the financial statement.
•
PSAK 24 (revisi 2013), “Imbalan Kerja” Perseroan menerapkan ketentuan transisi yang relevan dan menyajikan kembali jumlah-jumlah komparatif atas dasar retrospektif.
•
PSAK 24 (revision 2013), “Work Compensation” The Company applied relevant transitional provisions and re-presented comparative amounts based on retrospective one.
•
PSAK 46 (Revisi 2014), “Pajak Penghasilan” Penerapan PSAK 46 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui laporan keuangan.
•
PSAK 46 (Revision 2014), “Income Tax” Application of PSAK 46 shall have no material impacts on the disclosure or amounts acknowledged in the financial statement.
•
PSAK 48 (revisi 2014), “Penurunan Nilai Aset” Penerapan PSAK 48 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui laporan keuangan.
•
PSAK 48 (revision 2014), “Asset Value Decrease” Application of PSAK 48 shall have no material impacts on the disclosure or amounts acknowledged in the financial statement.
•
SAK 50 (revisi 2014), “Instrumen Keuangan: Penyajian” P Amandemen ini telah diterapkan secara retrospektif Perusahaan tidak memiliki pengaturan saling hapus
•
PSAK 50 (revision 2014), “Financial Instrument: Presentation” This amendment was retrospectively applied. The
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
23 terkait dengan hal ini, penerapan amandemen tidak berdampak material terhadap pengungkapan atau jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
company has no provision on deleting each other by this case, application of amendment having no material impacts on the disclosure or amounts acknowledged in the financial statement.
• •
•
•
PSAK 55 (revisi 2014), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” Penerapan PSAK 55 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui laporan keuangan.
•
PSAK 60 (Revisi 2014), “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” Perseroan tidak memiliki pengaturan saling hapus, karenanya penerapan amendemen tidak berdampak material terhadap pengungkapan atau jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
•
PSAK 68, “Pengukuran Nilai Wajar” Perusahaan tidak membuat pengungkapan baru yang disyaratkan oleh PSAK 68 untuk periode komparatif tahun 2014. Selain pengungkapan tambahan, penerapan PSAK 68 tidak berdampak material atas jumlah yang diakui dalam laporan keangan.
•
Adapun informasi lebih lengkap mengenai PASK, dapat dilihat pada laporan keuangan Audited Perseroan yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari laporan tahunan ini.
SAK 55 (revision 2014), “Financial Instrument: P Acknowledgement and Measurement” Application of PSAK 55 shall have no material impacts on the disclosure or amounts acknowledged in the financial statement. SAK 60 (revision 2014), “Financial Instrument: P Disclosure” The company has no provision on deleting each other, therefore, application of amendment shall have no material impacts on the disclosure or amounts acknowledged in the financial statement. PSAK 68, “Proper Value Measurement” The company has no new disclosure required by PSAK 68 for comparative period of 2014. Other than additional disclosure, application of PSAK 68 shall have no material impacts on amounts acknowledged in the financial statement.
Whereas more completed information on PSAK can be found in the Company’s Audited financial statement as an integral part of this annual report.
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
24 CORPORATE GOVERNANCE
TATA KELOLA PERUSAHAAN Pelaksanaan GCG
Implementation Of GCG
Sebagai perusahaan publik, Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) sehingga pertumbuhan dan stabilitas usaha tetap terjaga. Perseroan menerapkan prinsip-prinsip GCG pada setiap aspek bisnis dan terhadap seluruh jajaran di Perseroan. Penerapan prinsip-prinsip GCG tersebut sebagai berikut.
As a public company, the Company is committed to implement Good Corporate Governance (GCG) so that it will keep the business growth and stability. The company applied the principles of GCG in every business aspects and towards all staffs in the Company. Application of GCG principles is as follows.
1. Transparansi (Transparency) Untuk menjaga obyektivitas dalam menjalankan bisnis, Perseroan menyediakan informasi yang material dan relevan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. Perseroan mengambil ini siatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh Pemegang Saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya. 2. Akuntabilitas (Accountability) Perseroan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Oleh karena itu, Perseroan dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan Perseroan dengan tetap memperhatikan kepentingan Pemegang Saham dan pemangku kepentingan lain. 3. Responsibilitas (Responsibility) Perseroan mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang. 4. Independensi (Independency) Perseroan dikelola secara independen sehingga masingmasing Organ Perseroan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain. 5. Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness) Dalam melaksanakan kegiatannya, Perseroan senantiasa memperhatikan kepentingan Pemegang Saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan.
1. Transparency In order to keep objectivity in running business, the Company provided material and relevant information in any methods easy to access and to understand by stakeholders. The Company took initiatives to disclose not only any problems required by laws and regulations, but also anything important for the decision making by the Shareholders, creditors, and other stakeholders.
Perseroan juga telah memiliki struktur dan mekanisme GCG sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Perseroan. Struktur GCG di Perseroan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi. Masing-masing Organ Perseroan tersebut memiliki mekanisme dalam melaksanakan GCG yang telah diatur dalam pedoman dan kebijakan terkait GCG di Perseroan.
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
2. Accountability The Company shall be responsible to its performance in transparent and proper ways. Therefore, the Company was managed properly, measurable, and pursuant to the Company’s interest by still considering the interests of Shareholders and other stakeholders. 3. Responsibility The Company shall comply with any laws and regulations as well as run its responsibilities to the society and environment so that there will be a long-term sustainable business. 4. Independency The Company shall be managed independently so that each Company’s Organ will not dominate each other and can not be intervened by other party. 5. Fairness For implementation of its activities, the Company shall always consider the interests of Shareholders and other stakeholders in fair ways.
The company also had GCG structure and mechanism pursuant to the laws and regulations applicable to the Company. GCG structure in the Company shall consist of General Meeting of Shareholders (RUPS), Board of Commissioners, and Board of Directors. Each Company’s Organ shall have mechanisms in implementing GCG as managed in the GCG-related guidelines and policies related in the Company.
25 Rapat Umum Pemegang Saham
General Meeting Of Shareholders
RUPS adalah Organ Perseroan yang memegang kekuasaan tertinggi dan memegang segala kewenangan yang tidak dapat didelegasikan atau diarahkan kepada Direksi dan Dewan Komisaris. RUPS sebagai Organ Perseroan merupakan wadah para Pemegang Saham untuk mengambil keputusan penting berkaitan dengan modal yang disetor dalam Perseroan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan Undang-undang Perseroan terbatas. Selain itu, RUPS juga berfungsi sebagai forum pertanggungjawaban kepengurusan Direksi dan Dewan Komisaris atas hasil kinerjanya dalam kurun waktu yang telah ditentukan. RUPS memiliki wewenang antara lain untuk:
General Meeting of Shareholders (RUPS) is the Company’s Organ with the highest power and it holds all authorities unable to delegate or to be directed to the Board of Directors and Board of Commissioners. General Meeting of Shareholders as a Company’s Organ is a place for making significant resolution related to paid capital in the Company by considering the Articles Of Association and Laws on Limited Liability Company. In addition, the General Meeting of Shareholders also functions as a forum to take responsibility of the management by the Board of Directors and Board of Commissioners for its performance within defined period of time. The General Meeting of Shareholders shall be authorized:
a. Mengangkat dan memberhentikan Dewan Komisaris dan Direksi; b. Menetapkan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi;
a. To appoint and to terminate members of Board of Commissioners and Board of Directors; b. To define remuneration for the Board of Commissioners and Board of Directors; c. To evaluation performance of the Board of Commissioners and Board of Directors; d. To legalize amendment to the Articles of Association; e. To approve the Annual Report; f. To define allocation of profit usage; and g. To appoint public accountant.
c. Mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi; d. e. f. g.
Mengesahkan perubahan Anggaran Dasar; Membersihkan persetujuan atas Laporan Tahunan; Menetapkan alokasi penggunaan laba; serta Menunjuk akuntan publik.
Keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pada kepentingan usaha Perseroan jangka panjang. RUPS dan/ atau Pemegang Saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi, dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan hak sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan. Pengambilan keputusan RUPS dilakukan secara wajar dan transparan.
Any resolution made in the General Meeting of Shareholders shall be based on Company’s long-term business interests. General Meeting of Shareholders and/or Shareholders shall not be able to intervene any tasks, functions, and authorities of the Board of Commissioners and Board of Directors without prejudice to the authorites of General Meeting of Shareholders to run its rights according to the Articles Of Association and laws and regulations. Resolution in the General Meeting of Shareholders shall be made in transparent and proper ways.
Dalam Penyelenggaraan RUPS, upaya yang telah dilakukan Perusahaan adalah: a. Pemegang Saham diberikan kesempatan untuk mengajukan usul mata acara RUPS sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Panggilan RUPS telah mencakup informasi mengenai mata acara, tanggal, waktu dan tempat RUPS;
In the implementation of General Meeting of Shareholders, efforts made by the Company included as follows: a. The Shareholdes were provided with opportunities to suggest agenda of the General Meeting of Shareholders pursuant to prevailing laws and regulations. Summons to the General Meeting of Shareholders included agenda, date, time, and venue of the General Meeting of Shareholders. b. Materials related to the agenda contained in the summons to the General Meeting of Shareholders were available in the Company from the date of summons to the General Meeting of Shareholders so that Shareholders were able to actively participate in the General Meeting of Shareholders and voted in responsible ways. In case the materials were not available at the time of summons to the General Meeting of Shareholders, they were available before the General Meeting of Shareholders was held.
b. Bahan mengenai setiap mata acara yang tercantum dalam panggilan RUPS tersedia di Perseroan sejak tanggal panggilan RUPS, sehingga memungkinkan Pemegang Saham berpartisipasi aktif dalam RUPS dan memberikan suara secara bertanggung jawab. Jika bahan tersebut belum tersedia saat dilakukan panggilan untuk RUPS, maka bahan itu disediakan sebelum RUPS diselenggarakan;
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
26 c. Risalah RUPS tersedia di Perseroan dan terdapat fasilitas agar Pemegang Saham dapat membaca risalah tersebut.
c. Summary of General Meeting of Shareholders was available in the Company and facilities to make Shareholders possible to read the summary were available.
PELAKSANAAN RUPS TAHUN 2015 Selama tahun 2015, Perseroan telah melaksanakan 1 kali Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan 2 kali Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pelaksanaan RUPS tersebut diuraikan sebagai berikut. 1. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN 06 MEI 2015 AGENDA /MATA ACARA RUPS a. Persetujuan laporan tahunan, pengesahan laporan keuangan, dan pengesahan laporan tugas pengawas an Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. b. Penetapan penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. c. Penunjukkan Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit laporan keuangan untuk tahun buku yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2015. d. Penetapan besarnya gaji/honorarium dan tunjangan lain bagi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang akan datang. HASIL KEPUTUSAN RUPS •
•
•
Keputusan RUPS Tahunan Pertama a. Menyetujui laporan tahunan, pengesahan laporan keuangan, dan pengesahan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. b. Memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 (Acquit et de Charge) sepanjang tindakan-tindakan mereka tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Keputusan RUPS Tahunan Kedua Menyetujui penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, yaitu sebesar Rp236.007.274,00 yang akan digunakan sebagai laba ditahan untuk Operasional Perseroan. Keputusan RUPS Tahunan Ketiga
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
IMPLEMENTATION OF 2015 GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS During 2015, the Company held 1 Annual General Meeting of Shareholders (RUPST) and 2 (twice) Extraordinary General Meetings of Shareholders (RUPSLB). The RUPS was described as follows: 1. ANNUAL GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS ON 6 MAY 2015 AGENDA OF THE MEETING a. Approval to the annual report, validation of the financial statement, and validation of the supervising task report by the Company’s Board of Commissioners for financial year ended on 31 December 2014. b. Arrangement of Company’s Net Profit usage for financial year ended on 31 December 2014. c. Appoint of Public Accountant Office for auditing the financial statement for financial year to end on 31 December 2015. d. Determination of salaries/honorarium and other benefits for the Company’s Board of Commissioners and Board of Directors in future. RESOLUTION OF THE GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS • The First Resolution of Annual General Meeting of Shareholdes a. Approving the annual report, validation of the financial statement, and validation of the supervising task report by the Company’s Board of Commissioners for financial year ended on 31 December 2014. b. Fully releasing the Company’s Board of Directors and Board of Commissioners from any responsibilities on the actions taken by their management and supervision for financial year ended on 31 December 2014 (Acquit et de Charge) as longas their actions were reflected in the Company’s Annual Report and Financial statement and were not contradictory to the laws and regulations.
•
•
The Second Resolution of General Meeting of Shareholders Approving the usage of Company’s net profit for financial year ended on 31 December 2014, namely for Rp236,007,274 that will be used as deferred profit for Company’s Operation. The Third Resolution of General Meeting of Shareholders
27 Menyetujui untuk memberikan kewenangan kepada Direksi Perseroan untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dan periode-periode lainnya dalam Tahun Buku 2015 apabila diperlukan dan memberikan kewenangan kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan jumlah honorarium Akuntan Publik serta persyaratan-persyaratan lainnya. • Keputusan RUPS Tahunan Keempat
Approving for granting authorities to the Company’s Board of Directors to appoint Public Accountant Office to audit the Company’s Financial Statement ended on 31 December 2015 and other periods in the Financial Year 2015, if required, and granting authorities to the Company’s Board of Directors to define amount of honorarium for Public Accountant as well as other requirements.
•
The Fourth Resolution of General Meeting of Shareholders Approving amount of salaries and other benefits for members of the Company’s Board of Directors and Board of Commissioners as well as delegating authorities to the Board of Commissioners to define amount of salaries and benefits to receive by each member of Company’s Board of Directors and Board of Commissioners.
Menyetujui penetapan jumlah gaji dan tunjangan lainnya bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan serta melimpahkan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran gaji dan tunjangan yang diterima masing-masing anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.
2. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA TANGGAL 06 MEI 2015 AGENDA RUPSLB a. Perubahan Susunan Pengurus Perseroan b. Persetujuan kepada Direksi Perseroan untuk mengalihkan, melepaskan hak atau menjadikan jaminan utang atas kekayaan Perseroan baik sebagian maupun atau seluruhnya dalam satu transaksi atau beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain, untuk jangka waktu sampai dengan diselenggarakannya Rapat Umum Pemengang Saham Tahunan selanjutnya yaitu pada tahun 2016, dalam rangka fasilitas keuangan yang diterima oleh Perseroan dan/atau anak perusahaan Perseroan, ataupun perpanjangan maupun refinancing (berikut seluruh penambahan dan/atau perubahannya) c. Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar untuk menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 32/POJK.04/2014 Tahun 2014 tentang RUPS dan nomor 33/POJK.04/2014 Tahun 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
HASIL KEPUTUSAN RUPSLB •
Keputusan RUPS Luar Biasa Pertama a. Memberhentikan dengan hormat seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan sejak ditutupnya Rapat ini dan memberikan pembebasan dan pelunasan sepenuhnya (Acquit et de Charge) atas tindakan pengawasan yang telah dijalankan selama masa jabatan yang bersangkutan. Perseroan menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setingi-tingginya
2. EXTRAORDINARY GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS ON 6 MAY 2015 AGENDA OF THE EXTRAORDINARY GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS a. Change in the Company’s Management Structure b. Approval to the Company’s Board of Directors to transfer, to release rights, or to make make collateral for any debts upon Company’s properties either all or part of it in one transaction or several transactions, either in separate or related-eachother, for the term until the next Annual General Meeting of Shareholders, namely in 2016, in the context of financial facilities received by the Company and/or Company’s subsidiaries, or renewal to the refinancing (along with all additions and/or amendments)
c. Approval to the Amendment to the Articles of Association for adjusting with the regulations of Financial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan/ OJK) number 32/POJK.04/2014 of 2014 regarding General Meeting of Shareholders number 33/ POJK.04/2014 of 2014 regarding Board of Directors and Board of Commissioners for Emitten or Public Company. RESOLUTION OF THE EXTRAORDINARY GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS • The First Resolution of Extraordinary General Meeting of Shareholders a. Terminating in respectful way all members of the Company’s Board of Directors and Board of Commissioners from the time of closing this Meeting and providing with acquit et de charge for any supervising actions run during the related members’ term of service. The company expressed its gratitude and highest rewards to all members of Company’s Board of Directors
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
28 kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. b. Menyetujui untuk mengangkat anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang baru, dengan masa jabatan terhitung sejak ditutupnya Rapat sampai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2020 (dua ribu dua puluh), tanpa mengesampingkan hak dan wewenang pemegang saham untuk memberhentikan sewaktu-waktu. Dengan demikian susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut: Direksi Direktur Utama Direktur Independen Dewan Komisaris Komisaris Utama (Independen) Komisaris •
b. Approving and appointing new members of Company’s Board of Directors and Board of Commissioners, with term of service from the closing of the Meeting through the Company’s Annual General Meeting of Shareholders to hold in 2020 (two thousand and twenty), without prejudice to the rights and authorities of the shareholders to terminate them at any time. Therefore, composition of the Company’s Board of Directors and Board of Commissioners shall be as follows: Board Of Directors President Director : Handy Suryanto Independent Director : Ari Torando Board Of Commissioners President Commissioner (Independent) : Franklin William Kayhatu Commissioner : Megah Supratiwi
: Handy Suryanto : Ari Torando
:Franklin William Kayhatu : Megah Supratiwi
Keputusan RUPS Luar Biasa Kedua
Menyetujui kepada Direksi Perseroan untuk mengalihkan, melepaskan hak atau menjadikan jaminan utang atas kekayaan Perseroan baik sebagian maupun atau seluruhnya dalam satu transaksi atau beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain, untuk jangka waktu sampai dengan diselenggarakannya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan selanjutnya yaitu pada tahun 2016, dalam rangka fasilitas keuangan yang diterima oleh Perseroan dan/atau anak perusahaan Perseroan, ataupun perpanjangan maupun refinancing (berikut seluruh penambahan dan/atau perubahannya) • Keputusan RUPS Luar Biasa Ketiga a. Menyetujui Perubahan Anggaran Dasar untuk menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 32/ POJK.04/2014 Tahun 2014 tentang RUPS dan nomor 33/POJK.04/2014 Tahun 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, sehingga merubah ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, yaitu merubah: Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 16 Anggaran Dasar Perseroan
b. Sehubungan dengan keputusan yang diambil dalam Rapat, pemegang saham Perseroan setuju untuk memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan hak subtitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan keputusan acara ini sesuai
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
and Board of Commissioners.
•
•
The Second Resolution of Extraordinary General Meeting of Shareholders Approval to the Company’s Board of Directors to transfer, to release rights, or to make make collateral for any debts upon Company’s properties either all or part of it in one transaction or several transactions, either in separate or related-eachother, for the term until the next Annual General Meeting of Shareholders, namely in 2016, in the context of financial facilities received by the Company and/or Company’s subsidiaries, or renewal to the refinancing (along with all additions and/or amendments)
The Third Resolution of Extraordinary General Meeting of Shareholders a. Approval to the Amendment to the Articles of Association for adjusting with the regulations of Financial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan/OJK) number 32/POJK.04/2014 of 2014 regarding General Meeting of Shareholders and that number 33/POJK.04/2014 of 2014 regarding Board of Directors and Board of Commissioners for Emitten or Public Company, so that amending provisions in the Company’s Articles Of Association, namely by amending: Article 9, Article 10, Article 11, Article 12, Article 13, Article 14, Article 15, Article 16 of Company’s Articles of Association b. In connection with the resolution made in the Meeting, the Company’s shareholders agreed to grant power and authorities to the Company’s Board of Directors with substitution right for taking any required actions related to the rsolution of this agenda pursuant to prevailing
29 dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk untuk menyatakan dalam Akta Notaris tersendiri dan untuk memberitahukan perubahan susunan pengurus dan perubahan pasal-pasal dalam anggaran dasar Perseroan terkait penyesuaian Peraturan Otoritas Jasa Keuangan kepada Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. PELAKSANAAN KEPUTUSAN RUPS TAHUN 2014
laws and regulations including to declare in separate Deed of Notary and to inform changes in management composition and changes in articles in the Company’s articles of association related to the adjustment to Financial Service Authority Regulation to the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia.
Selama tahun 2014, Perseroan telah mengadakan 1 kali RUPS Tahunan dan 1 kali RUPS Luar Biasa. Adapun keputusan yang dihasilkan dalam pelaksanaan RUPS pada tahun 2014 tersebut telah dilaksanakan sepenuhnya.
IMPLEMENTATION OF RESOLUTION OF 2014’S GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS During 2014, the Company held 1 Annual General Meeting of Shareholders and 1 Extraordinary General Meeting of Shareholders. Whereas resolution made in 2014 General Meeting of Shareholders was fully implemented.
Dewan Komisaris
Board Of Commissioners
Dewan Komisaris adalah Organ Perusahaan yang bertugas untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direktur Perseroan. Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan dengan persetujuan dari anggota Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang kemudian dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk dicatatkan dalam daftar wajib perusahaan atas pergantian Dewan Komisaris. Pengangkatan Dewan Komisaris diusulkan oleh anggota RUPS yang memiliki wewenang untuk mengusulkan Dewan Komisaris.
Board of Commissioners is a Company’s Organ assigned to supervise and to advise the Company’s Director. Members of Board of Commissioners were appointed and terminated with the approval of members of General Meeting of Shareholders (RUPS), in which it was then reported to the Minister of Law and Human Rights for recording with the Company’s obligatory registration for the replacement of Board of Commissioners. Appointment of Board of Commissioners was suggested by members of General Meeting of Shareholders authorized to propose names for Board of Commissioners.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB Dewan Komisaris sebagai Organ Perseroan bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa Perseroan melaksanakan GCG. Namun demikian, Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional. Kedudukan masingmasing anggota Dewan Komisaris termasuk Komisaris Utama adalah setara. Tugas Komisaris Utama sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasikan kegiatan Dewan Komisaris.
TASKS AND RESPONSIBILITIES Board of Commissioners as a Company’s Organ assigned to and having responsibility to collectively supervise and to advise the Board of Directors as well as to ensure that the Company implements GCG. However, the Board of Commissioners may not participate in making operating decisions. Each member of Board of Commissioners including the President Commissioner shall have equal position. Tasks of President Commissioner as primus inter pares shall be to coordinate activities of the Board of Commissioners.
KOMPOSISI Jumlah anggota Dewan Komisaris disesuaikan dengan kompleksitas Perseroan dengan tetap memperhatikan efektifitas dalam pengambilan keputusan. Per 31 Desember 2015, komposisi Dewan Komisaris adalah Komisaris Utama (Independen) : Franklin William Kayhatu Komisaris : Megah Supratiwi
COMPOSITION Total members of Board of Commissioners shall be adjusted to Company’s complexity by considering effectiveness in making decisions. As of 31 December 2015, the composition of Board of Commissioners shall be as follows President Commissioner (Independent) : Franklin William Kayhatu Commissioner : Megah Supratiwi
INDEPENDENSI Seluruh anggota Dewan Komisaris tidak ada yang memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan dan hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris Lainnya, Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Perseroan yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
INDEPENDENCE All members of Board of Commissioners shall have no relationships on finance, management, ownership, and family with other members of Board of Commissioners, Board of Directors and/or Controlling Shareholders or relations with Company that may influence their capabilities to act independently.
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
30 RANGKAP JABATAN Seluruh anggota Dewan Komisaris tidak ada yang merangkap jabatan di perusahaan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan bagi Perseroan.
DOUBLE POSITIONS All members of Board of Commissioners shall have no double positions in other company that may cause conflicts of interest to the Company.
PELAKSANAAN TUGAS Selama tahun 2015, Dewan Komisaris telah melaksanakan tugasnya dalam melakukan pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi, serta memastikan bahwa Perseroan telah melaksanakan prinsip-prinsip GCG dengan baik. Dewan Komisaris juga telah mengikuti rapat sebanyak 7 kali yang dihadiri oleh seluruh anggota guna membahas kinerja Perseroan dan memberikan nasehat kepada Direksi yang disampaikan melalui rapat Dewan Komisaris bersama Direksi.
IMPLEMENTATION OF TASKS During 2015, the Board of Commissioners had implemented its tasks in supervising and advising the Board of Directors, as well as in ensuring that the Company has implemented GCG principles in good ways. The Board of Commissioners has also joined 7 meetings attended by all members to discuss Company’s performance and to advise the Board of Directors as presented in a joint meeting between the Board of Commissioners and the Board of Directors.
Direksi
Board Of Directors
Direksi merupakan Organ Perseroan yang diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yang transparan. Kedudukan masing-masing anggota Direksi termasuk Direktur Utama adalah setara. Adapun Direksi mempertanggung jawabkan kepengurusannya dalam RUPS sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Board of Directors is a Company’s Organ appointed and discharged by the General Meeting of Shareholders in a transparent way. All members of Board of Directors, including the President Director, shall have equal positions. The Board of Directors shall report the Company’s operations management to the General Meeting of Shareholders pursuant to the prevailing laws and regulations.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB Direksi sebagai Organ Perseroan bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial dalam mengelola Perseroan. Masingmasing anggota Direksi dapat melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. Namun, pelaksanaan tugas oleh masingmasing anggota Direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama. Direksi bertanggung jawab terhadap pengelolaan Perseroan agar dapat menghasilkan keuntungan (profitability) dan memastikan kesinambungan usaha Perseroan. Adapun tugas Direktur Utama sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasikan kegiatan Direksi.
TASKS AND RESPONSIBILITIES The Board of Directors is a Company’s organ which is assigned and responsible in collegial way to manage the Company. Each member of the Board of Directors may implement any tasks and make any decisions pursuant to allotted tasks and authorities. However, implementation of tasks by each member of Board of Directors shall be collective responsibilities. The Board of Directors shall be responsible to its Company’s management to generate profits (profitability) and to ensure Company’s sustainable business. Whereas tasks of the President Director as primus inter pares shall be coordinating the activities of Board of Directors.
Tugas dan tanggung jawab utama Direksi antara lain:
Main tasks and responsibilities of the Board of Directors shall include as follows: a. To represent the Company inside and outside court; b. To prepare annual operating plan and business strategies; c. To define policies related to personnel affairs pursuant to any prevailing regulations; d. To appoint, to reward, to punish, and to terminate employees pursuant to the Company’s regulations;
a. Mewakili Perseroan di dalam dan di luar pengadilan; b. Menyiapkan strategi bisnis dan rencana operasional tahunan; c. Menentukan kebijakan yang berkaitan dengan kepegawaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku; d. Mengangkat, memberikan penghargaan, memberikan sanksi, dan memberhentikan karyawan sesuai dengan peraturan Perseroan; e. Menyiapkan laporan keuangan Perseroan; f. Mengidentifikasi dan mengelola risiko utama yang mempengaruhi Perseroan; g. Mengawasi pelaksanaan usaha Perseroan; dan h. Menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perseroan.
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
e. To prepare Company’s financial statement; f. To identify and to manage main risks influencing the Company; g. To supervise the Company’s business execution; and h. To apply Corporate Governance principles.
31 KOMPOSISI Jumlah anggota Direksi disesuaikan dengan kompleksitas Perseroan dengan tetap memperhatikan efektifitas dalam pengambilan keputusan. Per 31 Desember 2015, komposisi Direksi adalah Direktur Utama : Handy Suryanto Direktur Independen : Ari Torando
COMPOSITION Total members of Board of Directors shall be adjusted to Company’s complexity by considering effectiveness in making decisions. As of 31 December 2015, the composition of Board of Directors shall be as follows President Director : Handy Suryanto Independent Director : Ari Torando
INDEPENDENSI Seluruh anggota Direksi tidak ada yang memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan dan hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi lainnya dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Perseroan yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
INDEPENDENCE All members of Board of Directors shall have no relationships on finance, management, ownership, and family with other members of Board of Commissioners, other members of Board of Directors and/or Controlling Shareholders or relations with Company that may influence their capabilities to act independently.
RANGKAP JABATAN Seluruh anggota Direksi tidak ada yang merangkap jabatan di perusahaan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan bagi Perseroan.
DOUBLE POSITIONS All members of Board of Directors shall have no double positions in other company that may cause conflicts of interest to the Company.
PELAKSANAAN TUGAS Selama tahun 2015, Direksi telah melaksanakan tugas, antara lain menyusun strategi bisnis, menyusun rencana kerja dan anggaran perseroan, mengidentifikasi dan mengelola risiko serta memastikan terlaksananya tata kelola perusahaan yang baik di lingkungan Perseroan. Direksi juga telah mengikuti rapat sebanyak 11 kali yang dilaksanakan sebagai pendukung upaya dan berkoordinasi untuk membahas rencana kerja serta kebijakan strategis
IMPLEMENTATION OF TASKS During 2015, the Board of Directors implemented its tasks including, among others, arranging business strategies, arranging work plan and company’s budget, identifying and managing risks, as well as ensuring the implementation of good corporate governance in the Company’s environment. The Board of Directos also held 11 meetings, in which they were implemented as supports for any efforts and coordinations to discuss work plan and strategic policies.
PENILAIAN KINERJA Perseroan melaksanakan penilaian kinerja Direksi berdasarkan pencapaian target kinerja dan pertumbuhan usaha Perseroan. Penilaian kinerja Direksi dilaksanakan oleh Dewan Komisaris dan disampaikan kepada RUPS.
PERFORMANCE EVALUATION The Company conducts performance evaluation toward the Board of Directors based on the performance target and business growth of the Company. The performance evaluation of the Board of Directors is conducted by the Board of Commissioners to be submitted at the General Meeting of Shareholders (GMS).
Pengungkapan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Disclosure of Remunerations of the Board of Commissioners and Board of Directors
Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan berdasarkan keputusan RUPS sesuai Anggaran Dasar Perseroan dan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan berdasarkan kondisi keuangan Perseroan serta berdasarkan pencapaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi.
Remunerations of the Board of Commissioners and Board of Directors are decided upon by the decision of the GMS pursuant to the Company’s Articles of Association and in observance of the applicable laws and regulations. They are based on the Company’s financial condition and the performance of Board of Commisioners and Board of Directors.
Pada tahun 2015, remunerasi yang diterima Dewan Komisaris dan Direksi sebagai berikut.
In 2015, the Board of Commissioners and Board of Directors received the following remunerations.
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
32
Uraian / Description
Jumlah / Amount (Rp)
Dewan Komisaris / Board of Commissioners
228.500.000
Direksi / Board of Directors
450.000.000
Komite Audit
Audit Committee
Komite Audit merupakan Komite yang dibentuk dengan tujuan untuk membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pengawasan. Kedudukan Komite Audit berada langsung di bawah Dewan Komisaris.
The Audit Committee is a Committee formed with the objective of assisting the Board of Commissioners in fulfilling its supervisory tasks and responsibilities. The Audit Committee reports directly to the Board of Commissioners.
Secara umum, Komite Audit bertugas untuk memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris, mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris, dan melaksanakan tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris. Tugas tersebut antara lain: a. Melakukan penelaahan atas ketaatan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usaha Perseroan; b. Melakukan penelaahan terhadap informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan, seperti laporan keuangan, proyeksi, dan informasi keuangan lainnya; c. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal; d. Melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai risiko yang dihadapi Perseroan dan pelaksanaan manajemen risiko oleh Direksi Perseroan; e. Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada Dewan Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan Perseroan; f. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.
In general, the Audit Committee is responsible for giving its opinion to the Board of Commissioners on reports and matters submitted by the Board of Directors to the Board of Commissioners, identifying matters that needs the Board of Commissioners’ attention, and performing other tasks related to the Board of Commissioners’ job. The tasks are among others to:
a. Review the Company’s compliance with the laws and regulation in the capital market sector and other laws and regulation related to the Company’s business activities; b. Review the financial information that will be published by the Company, such as financial report, projection, and other financial reports; c. Review the implementation of inspection by the internal auditor; d. Report to the Board of Commissioners the risks encountered by the Company and the implementation of risk management by the Company’s Board of Directors; e. Review and report to the Board of Commissioners on complaints received by the Company; f. Maintain the confidentiality of the Company’s documents, data and information.
Berdasarkan komposisi, jumlah Komite Audit telah disesuaikan dengan kompleksitas Perseroan dengan tetap memperhatikan elektabilitas dalam pengambilan keputusan. Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen. Adapun susunan keanggotaan Komite Audit adalah
Based on composition, the number of the Audit Committee’s members is adjusted to the Company’s complexity while taking into consideration the electability in decision making. The Audit Committee is chaired by an Independent Commissioner. The membership composition of the Audit Committee is as follows:
Ketua Komite Audit Anggota Komite Audit Anggota Komite Audit
Chairperson of Audit Committee : Franklin William Kayhatu Member of Audit Committee : Hikmat Member of Audit Committee : Eric Halim
: Franklin William Kayhatu : Hikmat : Eric Halim
Seluruh anggota Komite Audit tersebut menjalankan peran secara profesional dan independen, serta tidak menerima/ melakukan intervensi dari/ kepada pihak lainnya. Anggota
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
All the abovementioned Audit Committee members play a professional and independent role, and do not receive any intervention from or make an intervention to other
33 Komite Audit tidak terkait dengan Pemegang Saham, Dewan Komisaris, maupun Direksi. Komite Audit yang berasal dari luar Perseroan tidak memiliki kepentingan/keterkaitan pribadi yang dapat menimbulkan dampak negatif dan benturan kepentingan (conflict of interest) dengan Perseroan.
parties. The Audit Committee’s members are not related to Shareholders, Board of Commissioners or Board of Directors. They originating from outside of the Company do not have any personal interest/relationship that may cause negative impacts or conflicts of interest with the Company.
Selama tahun 2015, Komite Audit telah melaksanakan tugas memberikan masukan secara profesional dan independen kepada Dewan Komisaris tentang efektifitas pelaksanaan prinsip-prinsip GCG, pemantauan manajemen risiko, praktik dan mekanisme pengendalian internal, melakukan penelaahan atas kepatuhan terhadap pelaksanaan peraturan. Komite Audit juga telah mengikuti rapat sebanyak 4 kali, dengan tingkat kehadiran 100% dihadiri oleh seluruh anggota.
During 2015, the Audit Committee carried out its task of providing professional, independent advice to the Board of Commissioners on the effectiveness of the implemented GCG principles, monitoring of risk management, practices and mechanism of internal control, review of compliance with regulations. The Audit Committee held meetings 4 times which was attended by all members or with an attendance level of 100%.
Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary
Perseroan mengangkat seorang Sekretaris Perusahaan yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. Sekretaris Perusahaan tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab untuk:
The Company appointed a Corporate Secretary who is directly responsible to the President Director. The Corporate Secretary has the task and responsibility to:
a. Mengikuti perkembangan pasar modal, khususnya peraturan-peraturan yang berlaku di bidang pasar modal dan memastikan agar Perseroan selalu mematuhi peraturan regulasi pasar modal; b. Memberikan pelayanan atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal, Dewan Komisaris, dan Direksi yang berkaitan dengan kondisi Perseroan untuk mendukung pencapaian kinerja Perseroan sesuai Visi, Misi, dan Strategi Perseroan; c. Memberikan masukan kepada Direksi Perseroan untuk mematuhi ketentuan Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya; d. Memberikan informasi yang dibutuhkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris secara berkala dan/atau sewaktuwaktu apabila diminta; e. Memastikan Perseroan selalu mematuhi peraturan tentang persyaratan keterbukaan sejalan dengan penerapan prinsip-prinsip GCG; f. Sebagai penghubung atau liason officer antara Perseroan dengan regulator, otoritas bursa dan masyarakat secara umum; g. Menatausahakan serta menyimpan dokumen Perseroan, seperti Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus, dan risalah rapat Direksi, Dewan Komisaris dan RUPS; h. Membangun corporate image Perseroan melalui fungsi hubungan masyarakat, hubungan media dan hubungan investor.
a. Follow the development of the capital market, particularly of regulations in the capital market sector dan ensure the Company constantly comply with the laws and regulation on the capital market; b. Provide services on any informations required by investors, Board of Commissioners, and Board of Directors related to the Company’s conditions in order to support the Company’s performance in accordance with the Vision, Mission, and Strategy of the Company; c. Provide advice to the Company’s Board of Directors to comply with provisions of Law No. 8 of 1995 on the Capital Market and its implementing regulations; d. Provide information required by the Board of Directors and Board of Commissioners periodically and/or at any time upon request; e. Ensure the Company always comply with regulations on obligatory transparency in line with the implementation of the GCG principles; f. Act as liaison officer between the Company and the regulator, stock authority, and public at large; g. Manage and keep the Company’s documents such as a List of Shareholders, a Special List, and Board of Directors, Board of Commissioners, and GMS minutes of meeting; h. Build the Corporate image through functions of the public relations, media relations, and investor relations.
Selama tahun 2015, Sekretaris melaksanakan tugas, antara lain:
telah
In 2015, the Corporate Secretary carried out the following tasks:
a. Mengikuti perkembangan terakhir mengenai perkembangan dan peraturan di pasar modal;
a. Update developments and regulations on the capital market;
Perusahaan
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
34 b. Menyajikan laporan keuangan berkala; c. Melaksanakan RUPST; d. Menyediakan informasi bagi para pemodal dan pemangku kepentingan (stakeholders); e. Memberi masukan kepada Direksi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan peraturan di pasar modal; dan f. Sebagai penghubung utama antara Perseroan dengan media dan masyarakat luas.
b. Present periodic financial reports; c. Convene the GMS; d. Provide information to investors and stakeholders;
Sistem Pengendalian Internal
Internal Control System
Sistem pengendalian internal di Perseroan merupakan komponen penting dalam menjaga kegiatan operasional yang sehat dan aman. Sistem pengendalian internal ditujukan untuk:
An internal control system within the Company is a vital component in maintaining healthy, safe operational activities. The internal control system is aimed to:
a. Menjaga aset Perseroan; b. Menjamin tersedianya pelaporan keuangan dan manajerial yang dapat dipercaya; c. Meningkatkan kepatuhan Perseroan terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; d. Mengurangi risiko terjadinya kerugian, penyimpangan dan pelanggaran aspek kehati-hatian; dan e. Meningkatkan efektivitas organisasi dan meningkatkan efisiensi biaya.
a. Preserve the Company’s assets; b. Guarantee the availability of trusted financial and managerial reports; c. Improve the Company’s compliance with provisions in applicable laws and regulations; d. Reduce risks of losses, irregularities, and violations against the prudential aspect; and e. Increase organizational effectiveness and cost efficiency.
Pelaksanaan sistem pengendalian internal berada di bawah tanggung jawab Direksi dan diaudit secara berkala oleh Unit Internal Audit. Sedangkan, Dewan Komisaris bertanggung jawab terhadap pengawasan dari pelaksanaan sistem pengendalian internal tersebut.
The implementation of the internal control system is under the responsibility of the Board of Directors and is audited periodically by the Internal Audit Unit. On the other hand, the Board of Commissioners is responsible for supervising the implemented internal control system.
Pelaksanaan sistem pengendalian internal di Perseroan meliputi pengendalian terhadap komponen lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta kegiatan pemonitoran. Pelaksanaan tersebut senantiasa direview untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaannya.
The implementation of the internal control system in the Company includes control of audit circumstance components, risk assessment, controlling activity, information and communication, and monitoring activities. This implementation is constantly reviewed in order to increase the effectiveness of the implementation.
Manajemen Risiko
Risk Management
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi dengan kegiatan usaha yang dijalankan melaui Entitas Anak, Perseroan menghadapi risiko internal dan eksternal. Risiko internal yang dihadapi adalah masih bergantungnya pendapatan usaha dari produktivitas dan kinerja Entitas Anak. Hal ini antara lain disebabkan Perseroan memberikan keleluasaan kepada masing-masing Entitas Anak untuk menentukan langkah dan strategi untuk kemajuan usaha, serta untuk mengantisipasi risiko usaha yang dihadapi oleh masing-masing Entitas Anak.
As a company engaged in an investment sector where its Subsidiaries run business activities, the Company encountered both internal and external risks. The Company’s internal risks are caused by its business incomes relying on its Subsidiaries’ productivity and performance. They are owing to the freedom given by the Company to the respective Subsidiary to decide measures and strategies for its business advancement and to anticipate its business risks.
Sedangkan, risiko eksternal adalah risiko yang timbul dari kondisi perekonomian, baik secara nasional maupun global, serta kondisi politik dan persaingan usaha. Hal ini disebabkan kondisi ekonomi yang senantiasa berfluktuasi di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global, serta
On the other hand, external risks are risks arising from economic conditions, at the national and global levels as well as political conditions and business competition. Economic conditions constantly fluctuate amid uncertaintues in the global economy and the business competition is getting
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
e. Provide advice to the Board of Directors on matters related to regulations in the capital market; and f. Act as a main liaison officer between the Company and media and public at large.
35 kondisi persaingan usaha yang semakin ketat. Selain itu, situasi kondisi politik yang dapat mempengaruhi berbagai kebijakan, baik secara langsung maupun tidak langsung, juga dapat mempengaruhi kegiatan operasional Perseroan.
tighter and tighter. In addition, political conditions affecting various policies, directly and indirectly, may also impact the Company’s operational activities.
Adapun risiko yang dihadapi oleh Perseroan dan mitigasi yang dilakukan oleh Perseroan antara lain:
The risks encountered by the Company and the mitigating measures taken by the Company are among others:
•
Risiko mata uang asing Dalam memitigasi risiko mata uang asing, Perseroan dan Entitas Anak berupaya untuk menyeimbangkan arus kas dari aktivitas operasi dan pendanaan dalam mata uang yang sama.
•
Foreign currency risks In mitigating foreign currency risks, the Company and its Subsidiaries seek to balance their cash flow from operational activities and funding in the same currency.
•
Risiko tingkat suku bunga Dalam memitigasi risiko tingkat suku bunga, langkah yang dilakukan oleh Perseroan dan Entitas Anak adalah dengan melakukan negosiasi ulang suku bunga pinjaman dengan pemberi pinjaman atau mencari alternatif pembiayaan baru dengan suku bunga pinjaman yang lebih rendah.
•
Interest rate risks In mitigating interest rate risks, measures taken by the Company and its Subsidiaries are to renegotiate loan interest rates by giving out loans or finding new financing alternatives with lower loan interest rates.
•
Risiko kredit Dalam memitigasi risiko kredit, langkah yang dilakukan oleh Perseroan dan Entitas Anak adalah dengan melakukan transaksi penjualan terutama dengan pelanggan yang memiliki histori kredit yang baik dan pelanggan baru yang memiliki kredibel tinggi.
•
Credit risks In mitigating credit risks, measures taken by the Company and its Subsidiaries are to execute sales transactions, mainly with customers having a good credit history and new customers of highly credible.
•
Risiko likuiditas Dalam memitigasi risiko kredit, langkah yang dilakukan oleh Perseroan dan Entitas Anak adalah melalui pengelolaan risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan, fasilitas bank dan fasilitas simpan pinjam dengan terus menerus memonitor perkiraan arus kas aktual dan menyesuaikan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
• Liquidity risks In mitigating credit risks, measures taken by the Company and its Subsidiaries are to manage liquidity risks by maintaining the adequacy of savings, bank facilities, and saving-and-loan facilities by continuously monitoring the estimated actual cash flow and adjusting profiles of due-date assets and financial liabilities.
Perseroan juga senantiasa melaksanakan review untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan manajemen risiko.
The Company conducts reviews regularly to increase the effectiveness of the risk management implementation.
Perkara Penting
Significant Cases
Selama tahun 2015, baik Perseroan, maupun Dewan Komisaris dan Direksi tidak menghadapi kasus pelanggaran hukum.
During 2015, the Company as well as the Board of Commissioners and Board of Directors were not subject to any case of breach of law.
Sanksi Administrasi
Administrative Sanctions
Selama tahun 2015, baik Perseroan, maupun Dewan Komisaris dan Direksi tidak mendapatkan sanksi administrasi, baik dari otoritas pasar modal maupun regulator lainnya.
In 2015, the Company as well as the Board of Commissioners and Board of Directors were not subject to any administrative sanction from the capital market authority or other regulators.
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
36 Kode Etik dan Budaya Perusahaan
Code of Ethics and Corporate Culture
Perseroan belum menyusun kode etik dan budaya perusahaan secara khusus. Namun demikian, seluruh insan Perseroan melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan menjunjung tinggi nilai profesionalisme, kedisiplinan dan kejujuran.
The Company has not specifically formulated its code of ethics and the corporate culture. However, all of the Company’s personnel carried out their tasks and responsibilities by upholding values of professionalism, discipline, and honesty.
Whistleblowing System
Whistleblowing System
Perseroan belum memiliki sistem pelaporan pelanggaran (whistlebowing system). Namun, setiap pengaduan dan pelaporan dapat disampaikan langsung kepada Sekretaris Perusahaan melalui telepon, email, dan surat.
The Company does not have a whistlebowing system. However, every complaint and report can be directly submitted to the Corporate Secretary through telephone, email, and letter.
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
37 CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Perseroan dan Entitas Anak menyadari pentingnya pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dalam kegiatan usaha yang dilakukan. Pelaksanaan CSR tersebut dilaksanakan terkait lingkungan hidup, ketenagakerjaan, sosial dan masyarakat, serta konsumen.
The Company and its Subsidiaries are aware of the importance of the implementation of corporate social responsibility in doing business activities. The CSR is implemented in relation to the environment, manpower, social affairs and community, as well as consumers.
CSR Terkait Lingkungan Hidup
CSR Related to the Environment
Perseroan secara aktif terus berupaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional sehari-hari, selain bertujuan untuk mendukung program-program nasional yang terkait dengan lingkungan hidup namun hal ini juga sebagai bentuk tanggung jawab Perseroan terhadap lingkunan sekitar. Untuk itu, Perseroan telah melakukan berbagai program terkait pelestarian lingkungan hidup, diantaranya dengan melakukan penghematan energi melalui penghematan penggunaan listrik dan air di lingkungan kantor dan penerapan program paperless melalui penghematan penggunaan kertas dan lebih memanfaatkan penggunaan teknologi dalam kegiatan suratmenyurat.
The Company actively seeks to reduce environmental impacts from daily operational activities as the Company’s responsibility to the surrounding environment in addition to support the national environmental program. As such, the Company carried out various programs related to environmental conservation, among others, by saving energy through the efficient use of electricity and water at office premises and adopting a paperless program through saving of paper use and using more advanced technology in correspondence.
CSR Terkait Karyawan
Csr Related to Employee
Perseroan dan Entitas Anak menyadari bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam menjamin pertumbuhan dan kelangsungan usaha. Oleh karena itu, Perseroan memperlakukan seluruh SDM yang dimiliki sebagai aset yang berharga. Perseroan melaksanakan pemenuhan tanggung jawab terhadap SDM secara konsisten dengan kesungguhan dan komitmen.
The Company and its Subsidiaries are aware of the importance of human resources (HR) in ensuring the business growth and sustainability. Therefore, the Company treats all HR as valuable assets. The Company is serious, committed, and consistent in fulfilling its responsibility toward its HR.
Rekrutmen
Recruitment
Salah satu bentuk pelaksanaan tanggung jawab Perseroan terhadap karyawan yang dimiliki adalah pelaksanaan sistem rekrutmen yang adil. Perseroan melaksanakan sistem rekrutmen sesuai dengan kebutuhan dengan memperhatikan kualitas dan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan yang bersangkutan. Perseroan memberikan kesempatan kerja yang sama kepada setiap orang dan tidak membedakan perlakuan berdasarkan jenis kelamin.
The Company fulfilled its responsibility toward its employees by implementing a fair recruitment system. The Company implemented a recruitment system in accordance with its needs by considering employees’ quality and competence. The Company provided an equal employment opportunity to everyone and does not practice any gender discrimination.
Pengembangan Kompetensi
Competence Development
Perseroan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh karyawan untuk dapat mengembangkan potensi melalui program pendidikan dan pelatihan. Penetapan keikutsertaan karyawan dalam program pengembangan kompetensi ditntukan oleh kebutuhan Perseroan dan karyawan terkait dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
The Company provided an equal opportunity to all employees to develop their capability through educational and training programs. The employees’ participation in a competence development program is based on the Company’s needs and the respective employee’s performance in carrying out his/ her tasks and responsibilities.
Tunjangan Dan Fasilitas Karyawan
Employees’ Allowances And Facilities
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
38 Selain pemberian remunerasi yang adil dan memenuhi upah minimum propinsi, Perseroan menyediakan beberapa fasilitas dan program kesejahteraan bagi karyawan dan keluarganya. Fasilitas dan program tersebut antara lain:
In addition to fair remuneration and fulfillment of provincial minimum wage requirement, the Company provided several facilities and welfare programs to employees and their families. The facilities and programs include:
a. Bonus; b. Asuransi; c. Tunjangan perawatan dan pengobatan kesehatan; d. Program kesehatan keluarga; e. Tunjangan kecelakaan kerja dan kematian; serta f. Cuti hamil bagi karyawan wanita.
a. Bonus; b. Insurance; c. Treatment and medical care allowance; d. Family health program; e. Work accident and death benefits; and f. Pregnancy leave for female employees
CSR Terkait Sosial dan Kemasyarakatan
CSR Related to Social Affairs and the Community
Perseroan menyadari bahwa sudah sepatutnya jika komunitas sekitar perusahaan turut memperoleh manfaat dari setiap kegiatan operasional Perseroan. Untuk itu, sebagai bentuk perhatian Perseroan terhadap komunitas sekitar, maka Perseroan mengadakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan sosial kemasyarakatan seperti bantuan perbaikan sarana ibadah, bantuan pengadaan alat-alat kebersihan serta kegiatan penghijauan di lingkungan sekitar.
The Company is aware that the community in its surroundings deserves to benefit from the Company’s operational activities. As such, as a token of attention to the surrounding community, the Company organized social activities such as the renovation of religious facilities, provision of cleaning tools, and afforestation activities in the surrounding environment.
CSR Terkait Konsumen
CSR Related to Consumers
Salah satu bentuk tanggung jawab Perseroan terhadap konsumen adalah tanggung jawab atas produknya yang diperdagangkan. Untuk itu, Perseroan telah membentuk tim yang bertugas untuk menangani keluhan pelanggan yang dilayangkan ke Perseroan, baik itu melalui email, telpon, maupun surat.
One of the Company’s responsibilities toward consumers is its responsibility for its commercial products. As such, the Company established a team having aasigned to handle customers’ complaints filed to the Company, by email, telephone or letter.
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
39 THE COMPANY’S DATA
DATA PERUSAHAAN PROFIL DEWAN KOMISARIS
PROFILES OF BOARD OF COMMISSIONERS
Franklin William Kayhatu
Franklin William Kayhatu
Komisaris Utama (Independen)
President (Independent) Commissioner
Warga negara Indonesia, usia 67 tahun. Lahir di Surabaya pada tahun 1949. Memperoleh gelar Master of Business Administration dari School of Banking Management Jakarta pada tahun 1996, sebelumnnya menyandang gelar Sarjana Administrasi Negara dari Universitas Terbuka pada tahun 1993 dan juga lulusan Akabri tahun 1972.
He is an Indonesian citizen, 67 years old, was born in Surabaya in 1949, got a Master of Business Administration degree from the School of Banking Management Jakarta in 1996, got a Bachelor Degree in State Administration from the Open University in 1993, and graduated from the Military Academy (Akabri) in 1972.
Beliau memulai karir sebagai Komando Pangkalan Utama Angkatan Laut Maluku dan irian tahun 1998-2000, Kadispenal Jakarta tahun 2003-2004, Wakil Ketua Fraksi TNI di DPR tahun 2002-2004 serta Komisaris PT Zuntor Tulus Mandiri tahun 2008 sampai sekarang. Sejak Tahun 2009, Beliau menjabat sebagai Komisaris Utama (Independen) PT Evergreen Invesco Tbk, dan diangkat kembali berdasarkan Akta Keputusan RUPS-LB No. 147 tanggal 24 Juni 2015.
He started his career as the Commander of the Maluku and Irian Naval Main Base in 1998-2000, Kadispensal of Jakarta in 2003-2004, Vice Chairperson of the TNI Fraction at DPR in 2002-2004, and Commissioner at PT Zuntor Tulus Mandiri in 2008 until today. He has served as President (Independent) Commissioner at PT Evergreen Invesco Tbk since 2009, and was reappointed under a Deed of Resolution of RUPS-LB (EGMS) No. 147 dated 24 June 2015.
Megah Supratiwi
Megah Supratiwi
Komisaris
Commissioner
Warga negara Indonesia, usia 46 tahun. Lahir di Jakarta pada tahun 1970. Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Trisakti, Jakarta.
She is an Indonesian citizen, 46 years old, was born in Jakarta in 1970, got a bachelor degree in Law from the Trisakti University, Jakarta.
Beliau memulai karir sebagai di PT Bank Pesona Kriyadana, Jakarta pada tahun 1995-1996. Tahun 1999-2004, beliau berkarir di Badan Penyehatan Perbankan Nasional, Jakarta. Tahun 2004-2007, beliau berkarir di PT Sierad Grup, Jakarta. Tahun 2007-2013, beliau berkarir di PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk, Jakarta. Desember 2015 – sekarang, beliau menjabat sebagai Komisaris PT Pundi Pundi Kreasindo, dan April 2015 – sekarang, beliau menjabat sebagai Komisaris PT Egi Bangun Persada. Sejak tahun 2015, Beliau menjabat sebagai Komisaris PT Evergreen Invesco Tbk, berdasarkan Akta Keputusan RUPS-LB No. 147 tanggal 24 Juni 2015.
She started her career at PT Bank Pesona Kriyadana, Jakarta in 1995-1996. In 1999-2004, she worked at Badan Penyehatan Perbankan Nasional (Indonesian Bank Restructuring Agency), Jakarta. She worked at PT Sierad Grup, Jakarta in 2004-2007, PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk, Jakarta in 2007-2013. Starting December 2015 until today, she serves as a Commissioner at PT Pundi Pundi Kreasindo, and starting April 2015 until today as a Commissioner at PT Egi Bangun Persada. She has serves as a Commissioner at PT Evergreen Invesco Tbk since 2015, and was reappointed under a Deed of Resolution of RUPS-LB (EGMS) No. 147 dated 24 June 2015.
Profil Direksi
Profiles Of The Board Of Directors
Handy Suryanto
Handy Suryanto
Direktur Utama
President Director
Warga negara Indonesia, usia 47 tahun. Lahir di Bogor pada tahun 1969. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, Jurusan Akuntansi dari Universitas Tarumanagara, Jakarta pada tahun 1989-1993.
He is an Indonesian citizen, 47 years old, was born in Bogor in 1969, got a Bachelor degree in Economics, majoring in Accounting, from Tarumanegara University, Jakarta in 1993.
Beliau memulai karir sebagai Senior Internal Audit di PT Bank Dharmala pada tahun 1992-1994. Tahun 1994-1995,
He started his career as a Senior Internal Audit at PT Bank Dharmala in 1992-1994. In 1994-1995, he served as an
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
40 beliau menjabat sebagai Accounting and Finance Manager di PT Ocean Mitramas. Tahun 1995-2006, beliau menjabat sebagai Corporate Finance and Accounting Senior Manager di Asia Pulp and Paper Co. Ltd. Tahun 2006-2013, beliau menjabat sebagai Accounting and Finance General Manager di PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk. Tahun 20132014, beliau menjabat sebagai Accounting and Finance General Manager di PT Gading Development Tbk. Sejak 06 Mei 2015, Beliau menjabat sebagai Direktur Utama PT Evergreen Invesco Tbk, berdasarkan Akta Keputusan RUPSLB No. 147 tanggal 24 Juni 2015.
Accounting and Finance Manager at PT Ocean Mitramas. In 1995-2006, he worked as a Corporate Finance and Accounting Senior Manager at Asia Pulp and Paper Co. Ltd. In 2006-2013, he served as an Accounting and Finance General Manager at PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk. In 2013-2014, he worked as an Accounting and Finance General Manager at PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk. He has served as President Director at PT Evergreen Invesco Tbk since 6 May 2015 under a Deed of Resolution of RUPS-LB (EGMS) No. 147 dated 24 June 2015.
Ari Torando
Ari Torando
Direktur Independen
Independent Director
Warga negara Indonesia, usia 45 tahun. Lahir di Jakarta pada tahun 1971. Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada tahun 1996.
He is an Indonesian citizen, 45 years old, was born in Jakarta in 1971, got a Bachelor degree in Law from the University of Indonesia, Jakarta.
Beliau memulai karir sebagai Account Officer di PT Bank Niaga pada tahun 1997-2001. Tahun 2001-2004, beliau menjabat sebagai Legal Counsel di Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Tahun 2004-2006, beliau menjabat sebagai Legal Coordinator di PT Sierad Produce Tbk. Tahun 2006-2014, beliau menjabat sebagai Legal Senior Manager di PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk. Sejak 06 Mei 2015, Beliau menjabat sebagai Direktur Independen PT Evergreen Invesco Tbk, berdasarkan Akta Keputusan RUPSLB No. 147 tanggal 24 Juni 2015.
He started his career as an Account Officer at PT Bank Niaga in 1997-2001. In 2001-2004, he worked as a Legal Counsel at the Indonesian Bank Restructuring Agency. In 2004-2006, he served as a Legal Coordinator at PT Sierad Produce Tbk. In 2006-2014, he worked as a Legal Senior Manager at PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk. He has served as an Independent Director at PT Evergreen Invesco Tbk since 6 May 2015 under a Deed of Resolution of RUPS-LB (EGMS) No. 147 dated 24 June 2015.
Profil Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary’s Profile
Ari Torando Warga negara Indonesia, usia 45 tahun. Lahir di Jakarta pada tahun 1971. Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada tahun 1996.
Ari Torando He is an Indonesian citizen, 45 years old, was born in Jakarta in 1971, got a Bachelor degree in Law from the University of Indonesia, Jakarta.
Profil Karyawan
Employees’ Profile
Jumlah karyawan Perseroan dan entitas anak berdasarkan tingkat pendidikan. Tingkat Pendidikan
2015
2014
Jumlah
Persentase
Jumlah
Persentase
S2
1
S1
11
0,19
1
0,19
2,04
11
2,04
D3
3
0,56
3
0,56
<SLTA
520
97,20
522
97,21
Jumlah
535
100
537
100
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
41 Jumlah karyawan Perseroan dan entitas anak berdasarkan jenjang manajemen / Number of employees of the Company and its Subdiaries by managerial level Jenjang Manajemen / Managerial Level
2015
2014
Jumlah / Number
Persentase / Percentage
Jumlah / Number
Persentase / Percentage
Manajemen / Management
23
4,30
23
4,28
Staff / Staff
64
11,96
64
11,92
Non Staff / Non Staff
448
83,74
450
83,80
Jumlah / Total
535
100
537
100
Jumlah karyawan Perseroan dan entitas anak berdasarkan Usia Karyawan / Number of employees of the Company and its Subdiaries by age group Jenjang Usia / Age group
2015
2014
Jumlah / Number
Persentase / Percentage
Jumlah / Number
Persentase / Percentage
17 - 30
214
40,00
214
39,85
31 - 40
171
31,96
171
31,84
41 - 50
119
22,24
121
22,53
>50
31
5,74
31
5,77
Jumlah / Total
535
100
537
100
Laporan Tahunan 2015 Annual Report
42
halaman ini sengaja di kosongkan this page intentionally left blank
PT EVERGREEN INVESCO Tbk
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun yang Berakhir 31 Desember 2015 Dengan Angka Perbandingan Tahun 2014 Dan Laporan Auditor Independen
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
…………………………………………………….
Laporan Laba-Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
2
…………………………………………………
3
…………………………………………………………….
4
…………………………………………..
5
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian
…………………
1
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah)
Catatan
31 Desember 2015
31 Desember 2014 *)
1 Januari 2014 *)/ 31 Desember 2013 *)
ASET ASET LANCAR Kas dan bank Piutang usaha pihak ketiga Piutang lain-lain pihak ketiga Persediaan Biaya dibayar dimuka Pajak dibayar dimuka Uang muka pembelian
5 6
2.324.402.368 49.882.407.202 718.000.000 53.026.109.870 725.609.996 649.017.497 60.027.699.806
9.524.529.243 49.807.290.096 642.000.000 50.340.046.494 815.609.000 178.528.402 35.233.638.623
3.427.317.693 51.395.737.363 536.000.000 43.707.542.804 415.961.000 77.801.332 1.084.351.857
167.353.246.739
146.541.641.858
100.644.712.049
21 10
3.517.454.216 8.578.239.844
3.471.535.847 8.578.239.844
3.010.399.610 8.578.239.844
9
463.581.386.094 198.235.000
493.185.074.391 198.235.000
504.108.828.147 198.235.000
Jumlah Aset Tidak Lancar
475.875.315.154
505.433.085.082
515.895.702.601
JUMLAH ASET
643.228.561.893
651.974.726.940
616.540.414.650
160.718.724.682 472.835.600 30.240.001 190.816.380 236.650.000 4.492.444.444
162.143.933.373 864.458.971 20.098.936 2.181.580.342 272.070.626 -
126.348.608.090 1.051.289.457 93.389.178 3.831.455.352 348.372.673 -
166.141.711.107
165.482.142.248
131.673.114.750
10.958.376.878
10.436.258.993
9.443.205.619
177.100.087.985
175.918.401.241
141.116.320.369
469.411.179.100 445.558.955
469.411.179.100 445.558.955
469.411.179.100 445.558.955
7
8
Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Aset pajak tangguhan Goodwill Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 171.182.874.209 tahun 2015 dan Rp 141.579.185.912 tahun 2014 Aset lain-lain
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang bank dan lembaga keuangan Utang usaha pihak ketiga Utang lain-lain pihak ketiga Utang pajak Beban akrual Pendapatan diterima di muka
12 11 13
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas imbalan pasca kerja
20
Jumlah Liabilitas EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar 10.000.000.000 saham. Modal yang ditempatkan dan disetor penuh 4.694.111.791 saham Tambahan modal disetor - neto
14 15
Penghasilan komprehensif lain
20
Saldo laba Ditentukan penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya
(1.883.476.658)
(2.617.997.920)
(2.849.046.803)
1.200.000.000 (3.569.787.489)
1.200.000.000 7.092.585.564
1.000.000.000 6.891.403.029
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Kepentingan nonpengendali
465.603.473.908 525.000.000
475.531.325.699 525.000.000
474.899.094.281 525.000.000
Jumlah Ekuitas
466.128.473.908
476.056.325.699
475.424.094.281
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
643.228.561.893
651.974.726.940
616.540.414.650
*) Disajikan kembali (Catatan 26) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian -1-
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah)
Catatan
2015
2014 *)
PENDAPATAN
16
113.800.117.341
125.268.337.771
BEBAN POKOK PENJUALAN
17
89.109.853.033
95.150.589.077
24.690.264.308
30.117.748.694
7.021.647.939
6.982.564.012
17.668.616.369
23.135.184.682
19.431.004 (24.428.137.819) (351.952.884) (11.252.592)
38.855.027 (16.528.138.134) (903.629.126) (30.727.651)
(24.771.912.291)
(17.423.639.884)
(7.103.295.922)
5.711.544.798
(3.559.077.131)
(5.310.362.263)
LABA BRUTO BEBAN USAHA
18
LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan jasa giro Beban keuangan Kerugian kurs mata uang asing - neto Lain-lain - neto
19
Beban Lain-lain - Neto LABA/RUGI SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK - NETO
21
LABA/RUGI TAHUN BERJALAN
(10.662.373.053)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi Keuntungan aktuarial
20
JUMLAH LABA/RUGI KOMPREHENSIF
734.521.262
401.182.535
231.048.883
(9.927.851.791)
632.231.418
Laba/rugi yang dapat diatribusikan kepada: - Pemilik entitas induk - Kepentingan nonpengendali
(10.662.373.053) -
401.182.535 -
JUMLAH
(10.662.373.053)
401.182.535
Laba/rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: - Pemilik entitas induk - Kepentingan nonpengendali
(9.927.851.791) -
632.231.418 -
JUMLAH
(9.927.851.791)
632.231.418
(2,27)
0,09
LABA/RUGI PER SAHAM (dalam Rupiah penuh)
22
*) Disajikan kembali (Catatan 26)
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-2-
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah)
Modal Disetor Saldo per 1 Januari 2014 Disajikan sebelumnya Penyesuaian terhadap penerapan PSAK 24 (R2013) Saldo per 1 Januari 2014 *)
469.411.179.100
469.411.179.100
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk Saldo Laba Tambahan Penghasilan Modal Ditentukan Belum Ditentukan Komprehensif Disetor Penggunaannya Penggunaannya Lain
445.558.955
445.558.955
1.000.000.000
1.000.000.000
Cadangan umum
-
-
Laba tahun berjalan *)
-
-
-
Penghasilan komprehensif lain *)
-
-
-
Saldo per 31 Desember 2014 *)
469.411.179.100
445.558.955
200.000.000
1.200.000.000
Laba tahun berjalan
-
-
-
Penghasilan komprehensif lain
-
-
-
Saldo per 31 Desember 2015
469.411.179.100
445.558.955
1.200.000.000
6.303.118.869
-
588.284.160
(2.849.046.803)
6.891.403.029
(2.849.046.803)
(200.000.000)
-
401.182.535
-
7.092.585.564 (10.662.373.053) (3.569.787.489)
231.048.883 (2.617.997.920) 734.521.262 (1.883.476.658)
*) Disajikan kembali (Catatan 26) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-3-
Jumlah
477.159.856.924
(2.260.762.643) 474.899.094.281 -
Kepentingan Nonpengendali
525.000.000
525.000.000 -
Jumlah Ekuitas
477.684.856.924
(2.260.762.643) 475.424.094.281 -
401.182.535
-
401.182.535
231.048.883
-
231.048.883
475.531.325.699 (10.662.373.053) 734.521.262 465.603.473.908
525.000.000 525.000.000
476.056.325.699 (10.662.373.053) 734.521.262 466.128.473.908
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah)
2015 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok Pembayaran kas kepada karyawan Penerimaan jasa giro Pembayaran beban keuangan Pembayaran pajak penghasilan Pembayaran untuk operasi lain-lain
2014
115.531.381.303 (61.988.847.305) (8.370.378.440) 19.431.004 (24.428.137.819) (5.799.263.160) (809.554.502)
120.224.281.348 (108.704.640.918) (10.041.122.254) 38.855.027 (16.528.138.134) (7.382.951.603) (1.614.022.089)
14.154.631.081
(24.007.738.623)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Pembayaran uang muka pembelian aset Perolehan aset tetap
(19.929.549.265) -
(5.690.375.110)
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi
(19.929.549.265)
(5.690.375.110)
161.218.724.682 (162.643.933.373)
172.841.145.220 (137.045.819.937)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Untuk Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan utang bank dan lembaga keuangan Pembayaran utang bank dan lembaga keuangan Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Untuk Aktivitas Pendanaan
(1.425.208.691)
35.795.325.283
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK
(7.200.126.875)
6.097.211.550
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN
9.524.529.243
3.427.317.693
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN
2.324.402.368
9.524.529.243
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-4-
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) 1.
UMUM a. Pendirian Perusahaan PT Evergreen Invesco Tbk selanjutnya disebut “Perusahaan” didirikan berdasarkan akta No. 47 tanggal 18 September 2003 dari Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon, S.H., notaris di Jakarta dengan nama PT Artha Perkasa Invesco, yang kemudian dengan akta No. 106 tanggal 26 Mei 2009 dari Eliwaty Tjitra, S.H., notaris di Jakarta yang diubah namanya menjadi PT Evergreen Invesco. Akta pendirian telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-10285 HT.01.01.TH.2004 tanggal 27 April 2004 telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 79 tanggal 1 Oktober 2004, Tambahan Berita Negara No. 9847 dan akta tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-23615.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 28 Mei 2009. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan terakhir dengan akta No. 147 tanggal 22 Juni 2015 dari Humberg Lie, S.H., S.E., MKn, notaris di Jakarta mengenai pernyataan keputusan rapat tentang persetujuan perubahan anggaran dasar untuk menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 32/POJK.04/2014 Tahun 2014 tentang RUPS dan nomor 33/POJK.04/2014 Tahun 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. Perubahan anggaran dasar tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0944377 tanggal 22 Juni 2015. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang perdagangan besar. Perusahaan mulai beroperasional secara komersial pada tahun 2008. Perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan. Jumlah karyawan Perusahaan dan Entitas Anak adalah rata-rata 535 dan 537 karyawan masing-masing untuk tanggal 31 Desember 2015 dan 2014. b. Penawaran Umum Saham Sesuai dengan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 29 Januari 2010, yang diaktakan dengan akta Notaris Robert Purba, S.H., dengan No. 163 dan No. 164, para pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat dan telah memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM melalui Surat Keputusannya No. S-5950/BL/2010 tanggal 30 Juni 2010, jumlah lembar saham yang ditawarkan kepada masyarakat sebanyak 2.000.000.000 (dua milyar) lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 (Rupiah penuh) per lembar saham dan harga penawaran Rp 105 (Rupiah penuh) per lembar saham yang disertai dengan penerbitan Waran Seri I sebanyak 900.000.000 (sembilan ratus juta) yang dikeluarkan dalam rangka penawaran umum.
-5-
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham yang bernilai nominal Rp 100 (Rupiah penuh) dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 105 (Rupiah penuh) yang dapat dilaksanakan selama tahun pelaksanaan Waran selama 3 tahun yaitu sejak tanggal 10 Januari 2011 sampai dengan 12 Juli 2013 dimana setiap pemegang 1 (satu) waran berhak untuk membeli 1 (satu) saham Perusahaan. Pemegang Waran Seri I tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham, termasuk dividen selama Waran Seri I tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Bila Waran Seri I tidak dilaksanakan sampai habis tahun pelaksanaannya, maka Waran Seri I tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai, tidak berlaku dan tidak dapat diperpanjang lagi. Saham hasil penawaran umum dan hasil pelaksanaan Waran Seri I yang ditawarkan melalui Penawaran Umum Saham ini seluruhnya merupakan saham yang dikeluarkan dari Portepel Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. c. Susunan Pengurus Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut : 31 Desember 2015 Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Komisaris Direktur Utama Direktur merangkap Direktur Independen Komite Audit Ketua Anggota Anggota
: : : :
Franklin William Kayhatu Megah Supratiwi Handy Suryanto Ari Torando
: Franklin William Kayhatu : Hikmat : Eric Halim
31 Desember 2014 Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Komisaris Direktur Utama Direktur merangkap Direktur Independen Komite Audit Ketua Anggota Anggota
: : : :
Franklin William Kayhatu Imawan Kantawidjaja Johanes Wahyudi Edward Johan Suwandy
: Franklin William Kayhatu : Hikmat : Eric Halim
Gaji dan tunjangan dari pengurus Perusahaan pada 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut : 2015 Komisaris Direktur
228.500.000 450.000.000
-6-
2014 260.000.000 455.000.000
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) d. Entitas Anak yang Dikonsolidasi Perusahaan mengkonsolidasikan entitas anak dengan kepemilikan secara langsung yang dikendalikan dengan kepemilikan mayoritas pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut : Tempat Kedudukan
Tahun Mulai Beroperasi Komersial
1 PT. Tristate Indonesia
Pandaan
1974
2 PT. Pacific Multi Industri
Jakarta Selatan
-
Entitas Anak
2.
Kegiatan Usaha
Persentase Pemilikan Efektif 31 Desember2015 dan 2014
Jumlah Aset Sebelum Eliminasi 31 Desember 2015 31 Desember 2014
Industri Pemintalan Benang
99,85%
578.435.077.681
586.881.269.936
Perdagangan Besar
99,80%
35.025.000.000
35.025.000.000
PENERAPAN STANDAR AKUNTASI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) a. Standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan Dalam tahun berjalan, Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan semua standar baru dan revisi serta interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2015. •
PSAK 1 (revisi 2013), “Penyajian Laporan Keuangan” Amandemen terhadap PSAK 1 memperkenalkan terminologi baru untuk laporan laba rugi komprehensif. Berdasarkan amandemen terhadap PSAK 1, laporan laba rugi komprehensif telah diubah namanya menjadi laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Amandemen terhadap PSAK 1 mempertahankan opsi untuk menyajikan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain baik sebagai suatu laporan tunggal atau disajikan dalam dua laporan terpisah tetapi berturutturut. Namun, amandemen terhadap PSAK 1, mengharuskan tambahan pengungkapan dalam bagian penghasilan komprehensif lain dimana pos-pos dari penghasilan komprehensif lain dikelompokkan menjadi dua kategori: (1) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; dan (2) akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu terpenuhi. Amandemen ini telah diterapkan secara retrospektif, dan oleh karena itu penyajian pos penghasilan komprehensif lain telah dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan tersebut.
-7-
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Amandemen PSAK 1 juga relevan terhadap Perusahaan mengenai jika laporan posisi keuangan pada posisi awal periode terdekat sebelumnya (laporan posisi keuangan ketiga) dan catatan terkait harus disajikan. Amandemen menjelaskan bahwa laporan posisi keuangan ketiga diharuskan jika a) suatu entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif, atau penyajian kembali retrospektif atau reklasifikasi dari pos-pos dalam laporan keuangannya, dan b) penerapan penyajian kembali retrospektif atau reklasifikasi mempunyai pengaruh material atas informasi dalam laporan posisi keuangan ketiga. Amandemen menjelaskan bahwa catatan terkait tidak perlu disajikan dalam laporan posisi keuangan ketiga. Selain perubahan yang telah dinyatakan di atas, penerapan amandemen terhadap PSAK 1 tidak mengakibatkan dampak atas laba rugi, penghasilan komprehensif lain dan jumlah laba rugi komprehensif. •
PSAK 15 (revisi 2013), “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama” Ruang lingkup PSAK 15 diperluas untuk mencakup entitas yang merupakan investor dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas investee. Penerapan PSAK 15 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
•
PSAK 24 (revisi 2013), “Imbalan Kerja” Amandemen terhadap PSAK 24 mengubah akuntansi program imbalan pasti dan pesangon. Perubahan paling signifikan terkait akuntansi atas perubahan dalam kewajiban manfaat pasti dan aset program. Amandemen mensyaratkan pengakuan perubahan dalam kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar aset program ketika amandemen terjadi, dan karenanya menghapus pendekatan koridor yang diijinkan berdasarkan PSAK 24 versi sebelumnya dan mempercepat pengakuan biaya jasa lalu. Amandemen tersebut mensyaratkan seluruh keuntungan dan kerugian aktuaria diakui segera melalui penghasilan komprehensif lain sehingga asset atau liabilitas pensiun bersih yang diakui dalam laporan posisi keuangan mencerminkan jumlah keseluruhan dari defisit atau surplus program. Selanjutnya, biaya bunga dan imbal hasil aset program yang digunakan dalam PSAK 24 versi sebelumnya digantikan dengan nilai ”bunga neto” berdasarkan PSAK 24 (revisi 2013) yang dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto dengan liabilitas atau asset imbalan pasti neto. Perubahan ini berdampak pada jumlah yang diakui dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahuntahun sebelumnya. Selanjutnya, PSAK 24 memperkenalkan perubahan tertentu dalam penyajian biaya manfaat pensiun termasuk pengungkapan yang lebih luas. Ketentuan transisi yang spesifik berlaku untuk penerapan pertama kali atas PSAK 24. Perusahaan menerapkan ketentuan transisi yang relevan dan menyajikan kembali jumlah-jumlah komparatif atas dasar retrospektif (Catatan 26).
-8-
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) •
PSAK 46 (Revisi 2014), “Pajak Penghasilan” Amandemen terhadap PSAK 46: (1) menghilangkan pengaturan tentang pajak final yang sebelumnya termasuk dalam ruang lingkup standar; dan (2) menetapkan praduga (rebuttable presumption) bahwa jumlah tercatat properti investasi yang diukur menggunakan model nilai wajar dalam PSAK 13, Properti Investasi akan dipulihkan sepenuhnya melalui penjualan. Berdasarkan amandemen tersebut, kecuali praduga yang dapat dibantah, pengukuran liabilitas pajak tangguhan atau aset pajak tangguhan yang disyaratkan untuk mencerminkan konsekuensi pajak dari pemulihan jumlah tercatat properti investasi melalui penjualan. Praduga penjualan ini dapat dibantah jika properti investasi dapat disusutkan dan investasi properti dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk mengkonsumsi secara substantial seluruh manfaat ekonomis atas investasi properti dari waktu ke waktu, bukan melalui penjualan. Penerapan PSAK 46 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui laporan keuangan.
•
PSAK 48 (revisi 2014), “Penurunan Nilai Aset” PSAK 48 telah diubah untuk memasukkan persyaratan dari PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar. Penerapan PSAK 48 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui laporan keuangan.
•
PSAK 50 (revisi 2014), “Instrumen Keuangan: Penyajian” Amandemen terhadap PSAK 50 mengklarifikasi penerapan tentang persyaratan saling hapus. Secara khusus, amandemen tersebut mengklarifikasi arti dari ”saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus” dan ”realisasi dan penyelesaian secara simultan”. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bahwa pajak penghasilan yang terkait dengan distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas dan biaya transaksi dicatat sesuai dengan PSAK 46. Amandemen ini telah diterapkan secara retrospektif. Perusahaan tidak memiliki pengaturan saling hapus terkait dengan hal ini, penerapan amandemen tidak berdampak material terhadap pengungkapan atau jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
-9-
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) •
PSAK 55 (revisi 2014), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” Amandemen terhadap PSAK 55 memberikan panduan persyaratan untuk menghentikan akuntansi lindung nilai ketika derivatif ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dinovasi berdasarkan keadaan tertentu. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bahwa setiap perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan sebagai suatu instrumen lindung nilai akibat dari novasi termasuk dalam penilaian dan pengukuran dari efektivitas lindung nilai. Selanjutnya, amandemen tersebut mengklarifikasi akuntansi dari derivatif melekat dalam hal reklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori nilai wajar melalui laba rugi. Standar ini juga diubah untuk memasukkan persyaratan dari PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar.
•
Penerapan PSAK 55 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui laporan keuangan. PSAK 60 (Revisi 2014), “Instrumen Keuangan : Pengungkapan” Amandemen terhadap PSAK 60 menambahkan persyaratan pengungkapan transaksi termasuk pengalihan aset keuangan. Amandemen ini dimaksudkan untuk memberikan transparansi yang lebih besar terkait eksposur risiko jika aset keuangan dialihkan tetapi entitas yang mengalihkan tetap memilih keterlibatan berkelanjutan atas aset tersebut. Amandemen tersebut juga mensyaratkan pengungkapan jika asset keuangan dialihkan tidak merata sepanjang periode. Selanjutnya, entitas disyaratkan untuk mengungkapkan tentang hak saling hapus dan pengaturan terkait (sebagai contoh persyaratan penyerahan jaminan) untuk instrumen keuangan berdasarkan perjanjian penyelesaian secara neto yang dapat dipaksakan dan perjanjian serupa. Amandemen ini telah diterapkan secara retrospektif. Perusahaan tidak memiliki pengaturan saling hapus, karenanya penerapan amendemen tidak berdampak material terhadap pengungkapan atau jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
•
PSAK 68, “Pengukuran Nilai Wajar” PSAK 68 menetapkan acuan tunggal atas pengukuran nilai wajar dan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar yang berlaku baik pada pos-pos instrumen keuangan dan pos-pos instrumen non-keuangan ketika PSAK lain mensyaratkan atau mengizinkan pengukuran nilai wajar dan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar. Standar tersebut tidak mengubah persyaratan mengenai pos-pos yang harus diukur atau diungkapkan pada nilai wajar.
- 10 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) PSAK 68 mengharuskan penerapan secara prospektif sejak 1 Januari 2015. Selain itu, ketentuan transisi khusus diberikan kepada entitas sehingga entitas tidak perlu menerapkan persyaratan pengungkapan yang ditetapkan dalam standar ini dalam informasi komparatif yang disediakan untuk periode sebelum penerapan awal dari standar. Sesuai dengan ketentuan transisi ini, Perusahaan tidak membuat pengungkapan baru yang disyaratkan oleh PSAK 68 untuk periode komparatif tahun 2014. Selain pengungkapan tambahan, penerapan PSAK 68 tidak berdampak material atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan. b. Standar dan interpretasi telah diterbitkan tapi belum diterapkan Standar dan penyesuaian standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu: Standar • PSAK 110 (revisi 2015), “Akuntansi Sukuk”. Penyesuaian • PSAK 5, “Segmen Operasi”, • PSAK 7, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, • PSAK 13, “Properti Investasi”, • PSAK 16, “Aset Tetap”, • PSAK 19, “Aset Tak Berwujud”, • PSAK 22, “Kombinasi Bisnis”, • PSAK 25, “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan”, • PSAK 53, “Pembayaran Berbasis Saham” dan • PSAK 68, “Pengukuran Nilai Wajar”. Amandemen standar dan interpretasi berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan secara retrospektif yaitu: • • • • • •
PSAK 4: Laporan Keuangan Tersendiri tentang Metode Ekuitas dalam Laporan Keuangan Tersendiri, PSAK 15: Investasi Pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi, PSAK 24: Imbalan Kerja tentang Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja, PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi, PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi dan ISAK 30: Pungutan.
- 11 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Amandemen standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, yang diterapkan secara prospektif yaitu: • • •
PSAK 16: Aset Tetap tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi, PSAK 19: Aset Tak Berwujud tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi dan PSAK 66: Pengaturan Bersama tentang Akuntansi Akuisisi Kepentingan dalam Operasi Bersama.
Amandemen standar dan interpretasi berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2017, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu: • •
PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa Pengungkapan, ISAK 31: Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 13: Properti Investasi.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar terhadap laporan keuangan. 3.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING a. Pernyataan Kepatuhan Laporan keuangan konsolidasian ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK), mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam-LK) No. VIII.G.7 berdasarkan keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-347/BL/2012 tertanggal 25 Juni 2012. b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
- 12 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) c. Prinsip Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan (Entitas Anak). Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investee untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Penghasilan dan beban Entitas Anak yang diakuisisi atau penjualan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal efektif akuisisi dan sampai dengan tanggal efektif penjualan. Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan Entitas Anak agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan Perusahaan. Seluruh transaksi antar Perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasian. Kepentingan nonpengendali pada Entitas Anak diidentifikasi secara terpisah dan disajikan dalam ekuitas. Kepentingan nonpengendali mungkin awalnya diukur baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi pemilikan kepentingan nonpengendali dari nilai wajar aset neto yang dapat diidentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dilakukan pada akuisisi dengan dasar akuisisi. Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan non pengendali adalah jumlah kepemilikan pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan nonpengendali dari perubahan selanjutnya dalam ekuitas. Jumlah pendapatan komprehensif Entitas Anak tersebut diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali mempunyai saldo defisit. Perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan dan Entitas Anak pada Entitas Anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan Perusahaan dan Entitas Anak dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya atas Entitas Anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik entitas induk.
- 13 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Ketika Perusahaan dan Entitas Anak kehilangan pengendalian atas Entitas Anak, keuntungan dan kerugian diakui di dalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) keseluruhan nilai wajar yang diterima dan nilai wajar dari setiap sisa investasi dan (ii) nilai tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill) dan liabilitas dari Entitas Anak dan setiap kepentingan nonpengendali. Ketika aset dari Entitas Anak dinyatakan sebesar nilai revaluasi atau nilai wajar dan akumulasi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan terakumulasi dalam ekuitas, jumlah yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan akumulasi ekuitas dicatat seolah-olah Perusahaan dan Entitas Anak telah melepas secara langsung aset yang relevan (yaitu direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer langsung ke saldo laba sebagaimana ditentukan PSAK yang berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi pada Entitas Anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan. d. Kombinasi Bisnis Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak, liabilitas yang diakui oleh Perusahaan dan Entitas Anak kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya. Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur dengan standar yang relevan. Kepentingan nonpengendali diukur baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Bila imbalan yang dialihkan Perusahaan dan Entitas Anak dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjen, imbalan kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara restrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang faktafakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
- 14 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen tersebut diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam ekuitas. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas diukur setelah tanggal pelaporan sesuai dengan standar akuntansi yang relevan dengan mengakui keuntungan atau kerugian terkait dalam laba rugi atau dalam pendapatan komprehensif lain. Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Perusahaan dan Entitas Anak atas pihak terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugiannya jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikannya dilepas/dijual. Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Perusahaan dan Entitas Anak melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut. e. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan Entitas Anak diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode bersangkutan. Berikut ini adalah kurs mata uang asing yang digunakan berdasarkan kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014: 31 Desember 2015 Dollar Amerika Serikat
13.795
31 Desember 2014 12.440
f. Transaksi Pihak Berelasi Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan dan Entitas Anak (entitas pelapor) : (1) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i.
Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
- 15 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor. (2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut : i.
ii.
iii. iv. v.
vi. vii.
Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain). Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam angka (1). Orang yang diidentifikasi dalam angka (1) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Semua transaksi dengan pihak yang berelasi baik ataupun tidak dilaksanakan berdasarkan harga dan kondisi normal seperti halnya transaksi dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian. Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, Perusahaan dan Entitas Anak tidak mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. g. Aset Keuangan, Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas Aset Keuangan Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar. Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak diklasifikasikan sebagai kas dan bank, pinjaman yang diberikan dan piutang.
- 16 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Pinjaman yang diberikan dan piutang Piutang usaha dan piutang lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai “pinjaman yang diberikan dan piutang”, yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material. Metode suku bunga efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama tahun yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa mendatang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan tahun yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan. Penurunan nilai aset keuangan Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti obyektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut : • kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau • pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau • terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual tetapi penurunan secara kolektif. Bukti obyektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari ratarata tahun kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan default atas piutang.
- 17 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun cadangan penurunan nilai. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun cadangan penurunan nilai. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun cadangan penurunan nilai. Perubahan nilai tercatat akun cadangan penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Penghentian pengakuan aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan aset keuangan jika, dan hanya jika, hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau ketika aset keuangan telah ditransfer dan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset telah ditransfer kepada entitas lain. Jika Perusahaan dan Entitas Anak tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan dan Entitas Anak mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan dan Entitas Anak masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas Klasifikasi sebagai liabilitas dan ekuitas Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Instrumen ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung.
- 18 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Liabilitas keuangan Utang usaha dan utang lain-lain, utang bank dan pinjaman lainnya pada awalnya diukur pada nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dengan beban bunga diakui berdasarkan metode suku bunga efektif. Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi) dan penyelesaian atau pelunasan pinjaman diakui selama jangka waktu pinjaman. Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika, dan hanya jika, liabilitas Perusahaan dan Entitas Anak telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. Jika liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau persyaratan dari liabilitas yang ada telah dimodifikasi secara substansial, pertukaran atau modifikasi tersebut diberlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan atas liabilitas baru, dan selisih antara masing-masing nilai tercatat liabilitas keuangan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Saling hapus antar aset keuangan dan liabilitas keuangan Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika dan hanya jika, • saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan • berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. h. Kas dan Bank Kas dan bank terdiri dari kas dan bank yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. i. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode biaya masuk pertama keluar pertama. j. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
- 19 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) k. Aset Tetap Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut : Tahun Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Kendaraan Inventaris kantor
20 16 8 4
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada periode yang bersangkutan. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. l. Goodwill Goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis diakui sebagai aset pada tanggal diperolehnya pengendalian (tanggal akuisisi). Goodwill diukur sebagai selisih dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada) atas jumlah selisih bersih dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi. Jika setelah penilaian kembali, kepemilikan Perusahaan dan Entitas Anak pada nilai wajar aset bersih yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi melebihi dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada), selisihnya diakui segera dalam laba atau rugi sebagai pembelian dengan diskon.
- 20 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada setiap unit penghasil kas dari Perusahaan dan Entitas Anak yang diharapkan memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut. Unit penghasil kas yang telah memperoleh alokasi goodwill diuji penurunan nilainya secara tahunan, dan ketika mendapat indikasi bahwa unit tersebut mengalami penurunan nilai. Jika jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai dialokasikan pertama untuk mengurangi jumlah tercatat aset atas setiap goodwill yang dialokasikan pada unit dan selanjutnya ke aset lainnya dari unit dibagi prorata atas dasar jumlah tercatat setiap aset dalam unit tersebut. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill tidak dapat dibalik pada periode berikutnya. Pada pelepasan Entitas Anak, jumlah yang dapat diatribusikan dari goodwill termasuk dalam penentuan laba atau rugi atas pelepasan. m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Kecuali Goodwill Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan dan Entitas Anak menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Perusahaan dan Entitas Anak mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset. Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang mana estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi. Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 3g dan penurunan goodwill dijelaskan dalam Catatan 3l. n. Imbalan Pasca Kerja Entitas Anak memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-U ndang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Entitas Anak sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.
- 21 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Imbalan pasca kerja yang dicatat sebagai imbalan manfaat pasti ditentukan menggunakan metode Projected Unit Credit dengan penilaian aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan. Pengukuran kembali, yang terdiri keuntungan dan kerugian aktuaria, tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan dengan beban atau kredit yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui dalam laporan laba rugi pada periode amandemen program. Bunga bersih dihitung dengan menggunakan tarif diskonto pada awal periode dengan liabilitas imbalan pasti. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut: (i) biaya jasa (termasuk biaya jasa saat ini, biaya jasa lalu, serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian); (ii) beban bunga bersih atau pendapatan; dan (iii) pengukuran kembali. o. Pengakuan Pendapatan dan Beban Penjualan Barang Pendapatan dari penjualan barang diakui bila seluruh kondisi berikut dipenuhi : • • • • •
perusahaan telah memindahkan risiko secara signifikan dan memindahkan manfaat kepemilikan barang kepada pembeli; perusahaan tidak lagi mengelola atau melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual; jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan handal; besar kemungkinan manfaat ekonomi yang berhubungan dengan transaksi tersebut akan mengalir kepada Perusahaan; dan biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan transaksi pendapatan dapat diukur dengan handal.
Pendapatan Bunga Pendapatan bunga diakui berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan jumlah pokok terutang dan tingkat bunga yang sesuai. Beban Beban diakui sesuai dengan masa manfaatnya pada periode yang bersangkutan (accrual basis). p. Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak pada tahun berjalan dan periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabiltas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
- 22 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara subtantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan dan Entitas Anak ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta entitas yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, di luar laba atau rugi (baik dalam penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi. q. Laba per Saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar pada periode yang bersangkutan. r. Segmen Operasi Perusahaan menerapkan PSAK 5 (Revisi 2009) mengharuskan segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan yang secara regular direview oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Sedangkan standar sebelumnya mengharuskan Perusahaan mengidentifikasi dua segmen (bisnis dan geografis), menggunakan pendekatan risiko dan pengembalian. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas : a) Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); b) Hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan c) Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
- 23 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk, yang menyerupai informasi segmen usaha yang dilaporkan di tahun sebelumnya. s. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi mengenai posisi keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian (peristiwa penyesuai), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-penyesuai), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. 4.
PERTIMBANGAN DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak, yang dijelaskan dalam Catatan 3, manajemen diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda dari estimasi tersebut. Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui dalam periode yang estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu, atau pada periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode tersebut. Pertimbangan Akuntansi yang Penting dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 55 (Revisi 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak seperti diungkapkan pada catatan 3 dan 25. Sumber Estimasi Ketidakpastian Informasi tentang asumsi utama yang dibuat mengenai masa depan dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir tahun pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam tahun pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini.
- 24 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Rugi Penurunan Nilai Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Perusahaan dan Entitas Anak menilai penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutang setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti objektif bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direview secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya. Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang telah diungkapkan dalam Catatan 6. Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan Entitas Anak membuat penyisihan penurunan nilai persediaan apabila persediaan tersebut diestimasi tidak akan digunakan pada masa mendatang. Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi penyisihan penurunan nilai persediaan yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian dianggap telah sesuai dengan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan berdampak material terhadap penentuan nilai tercatat persediaan dan biaya penurunan nilai persediaan barang, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil usaha Perusahaan dan Entitas Anak. Nilai tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 7. Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap Masa manfaat setiap aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman Perusahaan dan Entitas Anak atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direview secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan diatas. Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah penyusutan yang diakui dan nilai tercatat aset tetap. Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 9. Imbalan Pasca Kerja Penentuan liabilitas imbalan kerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Entitas Anak diakumulasi dan diamortisasi selama tahun mendatang dan akibatnya akan berpengaruh terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang diakui di masa mendatang. Walaupun asumsi Entitas Anak dianggap tetap dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan terhadap liabilitas imbalan kerja Entitas Anak.
- 25 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) 5.
KAS DAN BANK 2015 Kas Bank Rekening PT Bank PT Bank PT Bank PT Bank PT Bank PT Bank
Rupiah Capital Indonesia Tbk Central Asia Tbk CIMB Niaga Tbk Panin Tbk Victoria Internasional Tbk Mega Tbk
Jumlah Rekening PT Bank PT Bank PT Bank PT Bank
Dollar Amerika Serikat Capital Indonesia Tbk Internasional Indonesia Tbk CIMB Niaga Tbk Panin Tbk
Jumlah Jumlah
2014
887.813.590
934.374.487
471.382.656 383.956.980 433.904.444 21.614.939 2.067.438 475.531
163.173.763 65.440.325 8.148.980.972 1.229.852 2.443.840 991.531
1.313.401.988
8.382.260.283
38.043.222 34.055.027 25.900.388 25.188.153
542.313 31.486.760 27.148.683 148.716.717
123.186.790
207.894.473
2.324.402.368
9.524.529.243
Tingkat suku bunga tahunan untuk kas di bank berkisar 0,5% - 3,0% masing-masing pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014. Seluruh saldo bank ditempatkan pada pihak ketiga.
6.
PIUTANG USAHA PIHAK KETIGA Rincian piutang usaha sebagai berikut : a. Berdasarkan pelanggan :
Benang Bahan baku Jumlah
2015
2014
41.910.864.170 7.971.543.032
40.941.188.270 8.866.101.826
49.882.407.202
49.807.290.096
b. Berdasarkan umur piutang sebagai berikut : 2015
2014
Belum jatuh tempo Lewat jatuh tempo : 1-30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari > 90 hari
5.030.007.005
12.341.400.904
16.127.561.430 15.956.754.625 10.496.287.264 2.271.796.878
14.598.375.180 15.183.228.913 7.042.980.099 641.305.000
Jumlah
49.882.407.202
49.807.290.096
- 26 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) c. Berdasarkan mata uang asing sebagai berikut :
Rupiah Dollar Amerika Serikat Jumlah
2015
2014
49.882.407.202 -
44.380.616.136 5.426.673.960
49.882.407.202
49.807.290.096
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, piutang usaha pihak ketiga dijadikan jaminan atas fasilitas utang bank (Catatan 12). Berdasarkan hasil penelaahan keadaan akun piutang usaha pihak ketiga masingmasing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa seluruh piutang tersebut dapat ditagih sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang. 7.
PERSEDIAAN 2015
2014
Bahan baku Barang jadi Suku cadang Bahan pembantu Barang dalam proses
24.995.598.912 22.120.106.728 2.139.341.450 2.042.858.634 1.728.204.146
22.785.994.945 21.488.236.053 2.295.587.229 1.980.039.641 1.790.188.626
Jumlah
53.026.109.870
50.340.046.494
Berdasarkan hasil pengkajian ulang keadaan fisik persediaan pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, manajemen Entitas Anak berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan dapat terpulihkan seluruhnya sehingga tidak perlu dilakukan penyisihan penurunan nilai persediaan. Persediaan barang jadi diasuransikan kepada PT. Asuransi Central Asia (ACA) – pihak ketiga dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp 40 miliar pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan. 8.
UANG MUKA PEMBELIAN 2015
2014
Bahan baku Mesin dan peralatan
40.098.150.541 19.929.549.265
35.233.638.623 -
Jumlah
60.027.699.806
35.233.638.623
- 27 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) 9.
ASET TETAP 1 Januari 2015
Penambahan
Pengurangan
Reklasifikasi
31 Desember 2015
Biaya perolehan: Tanah Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Kendaraan Inventaris kantor
101.200.450.000 165.726.207.605 365.669.659.581 1.603.682.994 564.260.123
-
-
-
101.200.450.000 165.726.207.605 365.669.659.581 1.603.682.994 564.260.123
Jumlah
634.764.260.303
-
-
-
634.764.260.303
53.909.168.774 85.807.817.106 1.298.278.102 563.921.930
8.102.945.971 21.336.040.142 162.279.892 2.422.292
-
-
62.012.114.745 107.143.857.248 1.460.557.994 566.344.222
Jumlah
141.579.185.912
29.603.688.297
-
-
171.182.874.209
Jumlah Tercatat
493.185.074.391
Akumulasi penyusutan: Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Kendaraan Inventaris kantor
463.581.386.094
1 Januari 2014
Penambahan
Pengurangan
Reklasifikasi
31 Desember 2014
101.200.450.000 126.903.803.190 194.886.080.493 1.603.682.994 564.260.123
38.822.404.415 170.783.579.088 -
-
-
101.200.450.000 165.726.207.605 365.669.659.581 1.603.682.994 564.260.123
36.538.231.700 167.377.376.693
-
-
(36.538.231.700) (167.377.376.693)
-
629.073.885.193
209.605.983.503
-
(203.915.608.393)
634.764.260.303
47.747.343.024 75.544.321.113 1.119.696.580 553.696.329
6.161.825.750 10.263.495.993 178.581.522 10.225.601
-
-
53.909.168.774 85.807.817.106 1.298.278.102 563.921.930
Jumlah
124.965.057.046
16.614.128.866
-
-
141.579.185.912
Jumlah Tercatat
504.108.828.147
Biaya perolehan: Tanah Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Kendaraan Inventaris kantor Aset dalam penyelesaian Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Jumlah Akumulasi penyusutan: Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Kendaraan Inventaris kantor
493.185.074.391
Penambahan aset tetap pada tanggal 31 Desember 2014 terdiri dari : 31 Desember 2014 Perolehan selama tahun berjalan Reklasifikasi dari aset dalam penyelesaian
5.690.375.110 203.915.608.393
Jumlah
209.605.983.503
- 28 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Beban penyusutan di alokasikan sebagai berikut (Catatan 17 dan 18) :
2015
2014
Biaya produksi tidak langsung Beban umum dan administrasi
29.418.986.113 184.702.184
16.405.321.743 208.807.123
Jumlah
29.603.688.297
16.614.128.866
PT. Tristate Indonesia, Entitas Anak, memiliki tanah yang terletak di Pandaan, Surabaya dengan Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT. Tristate Indonesia yang berakhir pada tanggal 3 Desember 2028. PT. Pacific Multi Industri, Entitas Anak, memiliki tanah yang terletak di Desa Pondok, Sukoharjo dengan Hak Guna Bangunan (HGB) yang berakhir pada tanggal 17 April 2024. Seluruh aset tetap, kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT. Asuransi Central Asia (ACA) – pihak ketiga dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp 105 miliar pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014. Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Tidak ada aset tetap yang dijaminkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak. 10. GOODWILL Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan menghentikan amortisasi goodwill. Rincian goodwill pada saat dihentikan adalah sebagai berikut : Goodwill Akumulasi amortisasi
12.254.628.348 3.676.388.504 8.578.239.844
Neto
Perusahaan melakukan penelaahan terhadap nilai goodwill yang manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat penurunan nilai goodwill.
terpulihkan,
11. UTANG USAHA PIHAK KETIGA Rincian utang usaha sebagai berikut : a. Berdasarkan pemasok : Utang ini merupakan utang atas pembelian suku cadang dan bahan pembantu masing-masing sebesar Rp 472.835.600 dan Rp 864.458.971 pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014.
- 29 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) b. Berdasarkan mata uang asing sebagai berikut : 2015 Rupiah Dollar Amerika Serikat Jumlah
2014
472.835.600 -
621.494.884 242.964.087
472.835.600
864.458.971
Tidak ada jaminan yang diberikan Entitas Anak atas utang usaha kepada pihak ketiga tersebut. 12. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN 2015 Bank PT Bank Capital Indonesia Tbk Pinjaman Akseptasi I Pinjaman Akseptasi II dan III LC Jumlah utang bank Lembaga Keuangan PT Pacific Multi Finance Jumlah
2014
54.860.000.000 81.358.724.682 -
54.860.000.000 74.638.829.958 4.145.103.415
136.218.724.682
133.643.933.373
24.500.000.000
28.500.000.000
160.718.724.682
162.143.933.373
PT Bank Capital Indonesia Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank Capital Indonesia yang digunakan untuk modal kerja dengan perincian sebagai berikut :
Debitur Perusahaan
PT Tristate Indonesia
Tingkat Bunga Tahunan
Jatuh Tempo
Jenis Fasilitas Pinj aman
Rp35.000.000.000
14,5%
Juni 2016
Akseptasi I
Tagihan piutang usaha dan Personal Guarantee.
Rp13.560.000.000 Rp67.800.000.000
14,5% 14,5%
Juni 2016 Juni 2016
Akseptasi II Akseptasi III
Tagihan piutang usaha dan Personal Guarantee.
Rp20.000.000.000
14,5%
Desember 2016
Akseptasi
Personal Guarantee
Maksimum Kredit
Jaminan
Pada bulan Agustus 2015 Perusahaan telah melakukan konversi atas pinjaman akseptasi II dan akseptasi III dengan maksimum kredit sebesar Rp 81.360.000.000.
- 30 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) PT Pacific Multi Finance PT Tristate Indonesia, Entitas Anak, memperoleh fasilitas pinjaman dari Pacific Multi Finance yang digunakan untuk modal kerja dengan perincian sebagai berikut : Debitur PT Tristate Indonesia
Maksimum Kredit Rp25.000.000.000
Tingkat Bunga Tahunan
Jatuh Tempo
Jenis Fasilitas Pinj aman
15,0%
September 2016
Anjak piutang dengan Recourse
Jaminan Tagihan piutang usaha
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, Perusahaan dan Entitas Anak telah memenuhi persyaratan dan pembatasan sesuai dengan perjanjian bank. 13. UTANG PAJAK Rincian utang pajak adalah sebagai berikut : 2015
2014
Pajak penghasilan Pasal 29 (Catatan 21) Pasal 21 Pasal 4 (2)
174.995.500 12.900.880 2.920.000
2.164.620.565 14.036.332 2.923.445
Jumlah
190.816.380
2.181.580.342
14. MODAL SAHAM Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 sebagai berikut : Nama pemegang saham
Jumlah saham
Persentase kepemilikan %
Jumlah modal disetor Rp
Natural Crystal Holding INC First Venture Limited Publik - masing-masing dibawah 5%
2.600.000.000 800.000.000 1.294.111.791
55,39 17,04 27,57
260.000.000.000 80.000.000.000 129.411.179.100
Jumlah
4.694.111.791
100,00
469.411.179.100
Berdasarkan Akta No. 141 tanggal 27 Juni 2012 dari Humberg Lie, S.H., S.E, MKn, notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui dan memutuskan penetapan penggunaan laba bersih tahun 2011 yang dibagi menjadi sebesar Rp 1.000.000.000 sebagai dana cadangan dan sisanya akan menambah saldo laba untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha Perusahaan. Berdasarkan Akta No. 72 tanggal 13 Juni 2014 dari Humberg Lie, S.H., S.E, MKn, notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui dan memutuskan penetapan penggunaan laba bersih tahun 2013 yang dibagi menjadi sebesar Rp 200.000.000 sebagai dana cadangan dan sisanya akan menambah saldo laba untuk operasional Perusahaan.
- 31 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) 15. TAMBAHAN MODAL DISETOR – NETO Akun tambahan modal disetor merupakan selisih antara penerimaan dana pada hasil penawaran umum perdana saham Perusahaan dengan biaya emisi saham. Penerimaan dana yang dimaksudkan adalah kelebihan penerimaan dana antara harga penawaran pada penawaran umum perdana saham Perusahaan dengan harga nominal saham Perusahaan. Berikut merupakan detail perhitungan tambahan modal disetor Perusahaan yang berasal dari penawaran umum perdana saham dan pelaksanaan waran seri I : Jumlah lembar saham yang diterbitkan pada penawaran umum
Rupiah Harga Penawaran Harga Nominal
105 100
2.000.000.000 2.000.000.000
Kelebihan Penerimaan Biaya emisi saham
Jumlah 210.000.000.000 (200.000.000.000) 10.000.000.000 (10.000.000.000)
Jumlah
-
Pelaksanaan Waran seri I Saldo per 1 Januari 2013 Penambahan
445.557.500 1.455
Jumlah
445.558.955
Agio saham dan biaya emisi saham berasal dari penawaran umum perdana yang dilakukan pada tanggal 30 Juni 2010. Periode pelaksanaan waran seri I adalah selama 3 tahun yaitu sejak tanggal 10 Januari 2011 sampai dengan tanggal 12 Juli 2013. 16. PENDAPATAN Akun ini merupakan pendapatan dari pihak ketiga adalah sebagai berikut : 2015 Benang Kapas Lain-lain Jumlah
2014
97.420.593.770 14.887.300.182 1.492.223.389
99.446.342.227 24.994.407.340 827.588.204
113.800.117.341
125.268.337.771
Tidak ada nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10% dari pendapatan.
- 32 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) 17. BEBAN POKOK PENJUALAN 2015
2014
Bahan baku yang digunakan Upah langsung Biaya produksi tidak langsung
43.847.335.405 5.026.161.040 40.806.242.783
58.063.227.943 6.620.061.800 29.941.986.026
Jumlah biaya produksi
89.679.739.228
94.625.275.769
Persediaan barang dalam proses Awal tahun Akhir tahun
1.790.188.626 (1.728.204.146)
2.207.141.463 (1.790.188.626)
Jumlah Biaya Pokok Produksi
89.741.723.708
95.042.228.606
21.488.236.053 (22.120.106.728)
21.596.596.524 (21.488.236.053)
89.109.853.033
95.150.589.077
Barang jadi Awal tahun Akhir tahun Jumlah
18. BEBAN USAHA 2015 Beban penjualan Pengiriman Komisi penjualan Jumlah Beban umum dan administrasi Gaji dan tunjangan Sewa Pajak Imbalan kerja Keamanan Penyusutan Listrik, telepon dan telex Beban kantor Lain-lain Jumlah Jumlah
2014 *)
1.003.879.760 110.416.000 1.114.295.760
1.116.108.940 185.742.905 1.301.851.845
2.323.834.700 550.319.422 386.024.226 376.991.744 387.155.400 184.702.184 120.360.255 192.160.841 1.385.803.407
2.408.159.254 565.577.998 309.767.073 159.155.694 436.400.000 208.807.123 147.987.624 142.935.725 1.301.921.676
5.907.352.179
5.680.712.167
7.021.647.939
6.982.564.012
*) Disajikan kembali (Catatan 26)
19. BEBAN KEUANGAN 2015
2014
Bunga Pinjaman (Catatan 12) Administrasi bank
24.404.808.602 23.329.217
16.490.042.299 38.095.835
Jumlah
24.428.137.819
16.528.138.134
- 33 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) 20. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA PT Tristate Indonesia (Entitas Anak) telah membentuk penyisihan untuk imbalan kerja karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003. Penyisihan imbalan kerja karyawan (terdiri dari biaya jasa kini dan amortisasi biaya jasa lalu) yang dibebankan secara langsung ke beban pokok penjualan dan beban usaha. Beban imbalan kerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah: 2015 Diakui pada laba rugi Biaya jasa kini Biaya bunga Jumlah Diakui pada penghasilan komprehensif lain Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti neto Keuntungan aktuarial Jumlah yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
2014 *)
421.738.428 834.900.719
421.429.779 802.672.478
1.256.639.147
1.224.102.257
734.521.262
231.048.883
1.991.160.409
1.455.151.140
*) Disajikan kembali (Catatan 26)
Liabilitas imbalan kerja di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
Nilai kini liabilitas imbalan pasti
31 Desember
31 Desember
1 Januari 2014 *)/ 31 Desember
2015
2014 *)
2013 *)
10.958.376.878
10.436.258.993
9.443.205.619
*) Disajikan kembali (Catatan 26)
Mutasi liabilitas bersih di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut :
Saldo awal tahun Biaya jasa kini Biaya bunga
31 Desember
31 Desember
1 Januari 2014 *)/ 31 Desember
2015
2014 *)
2013 *)
Pembayaran
10.436.258.993 421.738.428 834.900.719 (734.521.262) -
Jumlah
10.958.376.878
Kerugian (keuntungan) aktuarial
*) Disajikan kembali (Catatan 26)
- 34 -
9.443.205.619 421.429.779 802.672.478 (231.048.883) 10.436.258.993
8.549.059.338 391.952.464 451.444.743 391.722.174 (340.973.100) 9.443.205.619
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Perhitungan imbalan kerja dihitung oleh aktuaris independen, PT Dian Artha Tama pada tanggal 4 Maret 2016 dan 9 Pebruari 2015 masing-masing untuk tahun 2015 dan 2014. Asumsi utama yang digunakan untuk menentukan penilaian aktuarial pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut : 2015 Tingkat mortalita Umur pensiun Tingkat kenaikan gaji tahunan Tingkat diskonto Metode
2014
Indonesia - III (2011) CSO-1980 55 tahun 55 tahun 5% 5% 9% 8% Projected Unit Credit Projected Unit Credit
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan liabilitas imbalan pasti adalah tingkat diskonto dan kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain konstan. •
Jika tingkat diskonto lebih tinggi sebesar 1%, liabilitas imbalan pasti akan berkurang sebesar Rp 378.831.324.
•
Jika tingkat diskonto lebih rendah sebesar 1%, liabilitas imbalan pasti akan naik sebesar Rp 417.355.684.
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi. Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang diterapkan dalam menghitung liabilitas manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan. 21. PAJAK PENGHASILAN Manfaat (beban) pajak adalah sebagai berikut : 2015 Pajak kini Pajak tangguhan Jumlah *) Disajikan kembali (Catatan 26)
- 35 -
2014 *)
(3.604.995.500) 45.918.369
(5.763.610.250) 461.136.237
(3.559.077.131)
(5.302.474.013)
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Pajak Kini Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan rugi fiskal adalah sebagai berikut : 2015 Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
2014 *)
(7.103.295.922)
5.711.544.798
(3.559.077.131)
(5.302.474.013)
(9.674.801.050)
(15.360.885.003)
(20.337.174.103)
(14.951.814.218)
Perbedaan tetap Penghasilan jasa giro Perjamuan Lain-lain
(2.766.103) 67.000 354.263.102
(4.031.994) 4.138.446 14.983.367.854
Jumlah
351.563.999
14.983.474.306
Ditambah Laba Entitas Anak sebelum beban pajak tangguhan Bagian atas laba bersih Entitas Anak Rugi sebelum beban pajak Perusahaan
Laba (rugi) fiskal
(19.985.610.104)
31.660.088
Beban pajak Pajak kini Perusahaan Entitas Anak
3.604.995.500
7.888.250 5.763.610.250
Jumlah
3.604.995.500
5.771.498.500
(3.430.000.000)
(3.606.877.935)
Dikurangi pajak penghasilan dibayar dimuka Pasal 25 Utang pajak kini
174.995.500
2.164.620.565
*) Disajikan kembali (Catatan 26)
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan dan Entitas Anak menghitung, menyetor dan melaporkan pajaknya berdasarkan perhitungan sendiri (self assessment). Direktorat Jenderal Pajak dapat menghitung dan menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 tahun sejak tanggal terutangnya pajak. Pajak Tangguhan Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas.
- 36 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Rincian aset pajak tangguhan milik Entitas Anak adalah sebagai berikut : Disajikan kembali (Catatan 26)
1 Januari 2014
Dikreditkan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
Dikreditkan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
31 Desember 2014
31 Desember 2015
Entitas Anak Penyusutan Imbalan kerja
649.598.205 2.360.801.405
212.872.894 248.263.343
862.471.099 2.609.064.748
(84.611.102) 130.529.471
777.859.997 2.739.594.219
Aset Pajak Tangguhan - neto
3.010.399.610
461.136.237
3.471.535.847
45.918.369
3.517.454.216
Manajemen Entitas Anak berpendapat bahwa aset pajak tangguhan dapat terpulihkan seluruhnya terhadap penghasilan kena pajak di masa yang akan datang. 22. LABA PER SAHAM Perhitungan laba (rugi) per saham adalah sebagai berikut : 2014 *)
2015 Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk
(10.662.373.053)
Jumlah rata-rata tertimbang saham (termasuk efek dari pelaksanaan waran menjadi saham)
4.694.111.791
Laba (rugi) per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
(2,27)
401.182.535
4.694.111.791
0,09
*) Disajikan kembali (Catatan 26)
Pada setiap periode pelaporan, tidak terdapat efek berpotensi saham yang dapat menimbulkan pengaruh dilusi pada laba bersih per saham Perusahaan.
- 37 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) 23. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING Saldo aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing serta konversinya ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut : 2015 USD penuh)
2014
Rp (ekuivalen)
USD (nilai penuh)
Rp (ekuivalen)
ASET Kas dan bank Piutang usaha Jumlah aset
$
8.930 -
123.186.790 -
$ $
16.712 436.228
207.894.473 5.426.673.960
$
8.930
123.186.790
$
452.940
5.634.568.433
$
19.531
242.964.087
LIABILITAS Utang usaha Utang bank dan lembaga keuangan
-
$
6.333.114
78.783.933.373
-
-
$
6.352.644
79.026.897.460
8.930
123.186.790
$
(5.899.705)
(73.392.329.027)
-
Jumlah liabilitas ASET (LIABILITAS) NETO
-
$
-
24. SEGMEN OPERASI Segmen operasi Perusahaan dan Entitas Anak ditetapkan berdasarkan pertimbangan risiko dan hasil terkait dengan jasa yang diberikan yaitu pemintalan benang, fiber, kapas dan lainnya. Informasi segmen operasi Perusahaan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut : Benang, fiber dan kapas
dan
Entitas
Anak
2015 Lainnya
pada
tanggal
Jumlah
Pendapatan Penjualan ekstern Penjualan antar segmen Hasil segmen
112.307.893.952 -
1.492.223.389 -
113.800.117.341 -
112.307.893.952
1.492.223.389
113.800.117.341
Beban pokok penjualan
89.109.853.033
Beban usaha
7.021.647.939
Laba usaha
17.668.616.369
Beban lain-lain - bersih
28.330.989.422
Laba tahun berjalan
(10.662.373.053)
Aset segmen Dialokasikan Tidak dialokasikan
643.228.561.893 -
Jumlah
643.228.561.893
Liabilitas segmen Dialokasikan Tidak dialokasikan
177.100.087.985 -
Jumlah
177.100.087.985
- 38 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Informasi segmen operasi Perusahaan 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut : Benang, fiber dan kapas
dan
Entitas
Anak
2014 *) Lainnya
pada
tanggal
Jumlah
Pendapatan Penjualan ekstern Penjualan antar segmen Hasil segmen
124.440.749.567 -
827.588.204 -
125.268.337.771 -
124.440.749.567
827.588.204
125.268.337.771
Beban pokok penjualan
95.150.589.077
Beban usaha
6.982.564.012
Laba usaha
23.135.184.682
Beban lain-lain - bersih
22.734.002.147
Laba tahun berjalan
401.182.535
Aset segmen Dialokasikan Tidak dialokasikan
651.974.726.940 -
Jumlah
651.974.726.940
Liabilitas segmen Dialokasikan Tidak dialokasikan
175.918.401.241 -
Jumlah
175.918.401.241
*) Disajikan kembali (Catatan 26)
25. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RESIKO MODAL a. Manajemen risiko modal Perusahaan dan Entitas Anak mengelola modalnya untuk memastikan bahwa mereka dapat mempertahankan kelangsungan usaha disamping memaksimalkan pengembalian kepada pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Perusahaan terdiri dari utang, yang mencakup pinjaman yang dijelaskan pada Catatan 12, kas dan bank (Catatan 5), ekuitas pemegang saham Perusahaan yang terdiri dari modal disetor (Catatan 14), tambahan modal disetor (Catatan 15) dan saldo laba. Direksi secara berkala melakukan review struktur permodalan. Sebagai bagian dari review ini, Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan.
- 39 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) Rasio pinjaman-bersih terhadap ekuitas pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 sebagai berikut : 2015
2014 *)
Pinjaman Kas dan bank
160.718.724.682 2.324.402.368
162.143.933.373 9.524.529.243
Pinjaman-bersih Ekuitas
158.394.322.314 466.128.473.908
152.619.404.130 476.056.325.699
Rasio pinjaman-bersih terhadap ekuitas
33,98%
32,06%
*) Disajikan kembali (Catatan 26)
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan dan Entitas Anak adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang asing, tingkat bunga, kredit dan risiko likuiditas. Perusahaan dan Entitas Anak beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Direksi. i.
Manajemen risiko mata uang asing Kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak adalah berusaha melakukan pengelolaan dengan cara menyeimbangkan arus kas dari aktivitas operasi dan pendanaan dalam mata uang yang sama. Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagaimana diungkapkan pada Catatan 23.
ii.
Manajemen risiko tingkat suku bunga Perusahaan dan Entitas Anak memiliki pinjaman dengan bank dan lembaga keuangan (Catatan 12) dimana bila terjadi kenaikan suku bunga yang signifikan di pasar maka Perusahaan dan Entitas Anak akan menegosiasikan ulang suku bunga tersebut dengan pemberi pinjaman atau mencari alternatif pembiayaan baru dengan suku bunga pinjaman yang lebih rendah.
iii.
Manajemen risiko kredit Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika pelanggan Perusahaan dan Entitas Anak gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya kepada Perusahaan dan Entitas Anak. Risiko kredit terutama berasal dari piutang usaha yang diberikan kepada pelanggan dari penjualan Perusahaan dan Entitas Anak. Nilai maksimum eksposur diungkapkan pada Catatan 6.
adalah
- 40 -
sebesar
nilai
tercatat
sebagaimana
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) iv.
Manajemen risiko likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perusahaan dan Entitas Anak tidak dapat memenuhi liabilitas pembayaran pada saat jatuh tempo. Perusahaan dan Entitas Anak telah menelaah, memantau, serta menetapkan kebijakan syarat pembayaran yang sesuai dengan penerimaan penjualan Perusahaan dan Entitas Anak. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas yang jatuh tempo diperoleh dari pelunasan piutang dari pelanggan. Tanggung jawab utama untuk manajemen risiko likuiditas bertumpu pada direksi yang telah membangun kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk manajemen likuiditas, likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Perusahaan dan Entitas Anak mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan, fasilitas bank dan fasilitas simpan pinjam dengan terus menerus memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan menyesuaikan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan. Tabel di bawah ini merupakan jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan. Nilai Wajar Dibawah
Diatas
1 tahun
1 - 5 tahun
5 tahun
31 Desember Total
2015
Utang usaha pihak ketiga Utang bank dan lembaga keuangan Utang lain-lain pihak ketiga Beban akrual
472.835.600
-
-
472.835.600
472.835.600
160.718.724.682 30.240.001 236.650.000
-
-
160.718.724.682 30.240.001 236.650.000
160.718.724.682 30.240.001 236.650.000
Jumlah
161.458.450.283
-
-
161.458.450.283
161.458.450.283
Nilai Wajar Instrumen Keuangan Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar. Manajemen berpendapat bahwa nilai buku dari aset dan liabilitas keuangan yang dicatat sama dengan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014.
- 41 -
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2015 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2014 (dalam Rupiah) 26. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN Dampak penerapan PSAK 24 (revisi 2013) pada laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 serta laba komprehensif tahun 2014 adalah sebagai berikut: 31 Desember 2014
2013
Sebelum
Setelah
Sebelum
Setelah
penyajian
penyajian
penyajian
penyajian
kembali
kembali
kembali
kembali
LAPORAN POSISI KEUANGAN ASET Aset pajak tangguhan Jumlah aset
2.963.680.714
3.471.535.847
2.370.469.762
3.010.399.610
651.466.871.807
651.974.726.940
615.900.484.802
616.540.414.650
LIABILITAS Liabilitas imbalan pasca kerja Jumlah liabilitas
EKUITAS Penghasilan komprehensif lain Saldo laba Jumlah ekuitas Jumlah liabilitas dan ekuitas
8.063.865.361
10.436.258.993
6.542.513.128
9.443.205.619
173.546.007.609
175.918.401.241
138.215.627.878
141.116.320.369
-
(2.617.997.920)
-
(2.849.046.803)
7.539.126.143
8.292.585.564
7.303.118.869
7.891.403.029
477.920.864.198
476.056.325.699
477.684.856.924
475.424.094.281
651.466.871.807
651.974.726.940
615.900.484.802
616.540.414.650
2014 Sebelum penyajian kembali
Setelah penyajian kembali
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Penghasilan komprehensif lain Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti
-
Jumlah laba komprehensif
236.007.274
231.048.883 632.231.418
27. TANGGUNG JAWAB PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Manajemen Perusahaan telah menyetujui untuk menerbitkan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan pada tanggal 24 Maret 2016. *********
- 42 -
P TE V E R G R E E NI NV E S C OT b k S a mpoer naS t r a t egi cS qua r e–S out hT ower L a nt a i 30 J l . J end. S udi r ma nKa v . 4546 Ka r etS ema nggi , S et i a budi J a k a r t a12930 el p : 021–29930720 T F a x : 021–29930888 E ma i l: ev er gr een_ i nv es c o@y a hoo. c om Webs i t e: www. ev er gr eeni nv es c o. c om