BAB 3 OBYEK PENELITIAN 3.1
Profil 3.1.1 Sejarah Pertamina Pertamina adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki
Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT Permina. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN Permina dan setelah merger dengan PN Pertamin di tahun 1968 namanya berubah menjadi PN Pertamina. Dengan bergulirnya Undang Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi Pertamina. Sebutan ini tetap dipakai setelah Pertamina berubah status hukumnya menjadi PT Pertamina (PERSERO) pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. PT Pertamina (PERSERO) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum & HAM melalui Surat Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas 33
34
Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya berdasarkan PP No.31 Tahun 2003 "Tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero)"
Sesuai akta pendiriannya, Maksud dari Perusahaan Perseroan adalah untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut.
3.1.2 Produk Informasi seputar produk — produk PERTAMINA di sektor hilir yang terdiri dari Bahan Bakar Minyak (BBM), Non BBM, Gas, Petrokimia, dan Pelumas. Bahan Bakar Minyak (BBM) Produk BBM yang terdiri dari : 1. Minyak Bensin 2. Minyak Tanah 3. Minyak Solar 4. Minyak Diesel 5. Minyak Bakar
35
Bahan Bakar Khusus (BBK) Produk BBK yang terdiri dari : 1. Aviation Gasoline (BBM pesawat udara) 2. Aviation Turbine Fuel (BBM pesawat udara ber-turbin) 3. Bio Pertamax 4. Bio Solar 5. Pertamax 6. Pertamax Plus 7. Pertamina Dex 8. Pertamax Racing 9. Premium
Bahan Bakar Subsidi Produk Bahan Bakar Subsidi yang terdiri dari : 1.
Bio Solar
2.
Premium
Non BBM Bahan bakar bukan minyak yang terdiri dari :
1.
Aspal
2.
Pelumas (Lube Base Oil)
3.
Pelarut (Solvent)
36
4.
Green Coke
5.
Calcined Coke
6.
Slack Wax
7.
Heavy Aromate
8.
Sulphur
Gas Terdiri dari LPG (Liqueified Petroleum Gas), BBG (Bahan Bakar Gas), Musicool (Pengganti CFC yang ramah lingkungan). 1.
Fuel Gas
2.
Liquid Petroleum Gas
3.
Musicool
Petrokimia Berbagai produk petrokimia PERTAMINA 1.
Asam Tereftalat Murnis
2.
Benzene
3.
Paraxylene
4.
Polytam
5.
Propylene
37
Pelumas Memberikan informasi tentang produk-produk pelumas PERTAMINA berdasarkan kegunaannya: 1.
Air Cooled Motorcycle or Small Engine Oil
2.
Automatic Transmission & Manual Transmission Oils
3.
Circulating Oils
4.
Grease
5.
Heat Transfer Oils
6.
Heavy Duty Diesel Engine Oils
7.
Industrial and Marine Engine Oils
8.
Industrial Compressor Oils
9.
Industri Pelumas Hidrolik
10.
Industri Pelumas Turbin
11.
Industri Pelumas Gear
12.
Pelumas Mesin Gas Alam
13.
Pelumas Mesin Mobil Penumpang
14.
Pelumas Diesel Mobil Penumpang
15.
Pelumas Powershift & Hydraulic Untuk Alat Berat
16.
Pelumas Pendingin
17.
Produk Khusus
18.
Pelumas Mesin Kecil Berpendingin Air
38
3.1.3 Struktur Organisasi Tabel 3.1
39
3.2
Metode Penelitian Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data
dengan tujuan dan
kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan Penelitian ini
didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, asional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti Penelitian ini dilakukan dengan cara yang masuk akal. Empiris berarti cara yang dilakukan dapat diamati oleh manusia. Sistematis yang artinya proses yang digunakan dalam Penelitian ini bersifat logis. (Sugiyono, 2006:1) Untuk peneitian yang digunakan dalam Penyusunan skripsi ini adalah metode Penelitian korelasional, yaitu riset atau Penelitian yang bertujuan untuk meneliti hubungan variable satu dengan variable lainnya. Penelitian ini disajikan secara kuantitatif, yaitu dengan cara mengolah pengumpulan data yang ada berupa kuisioner yang dapat dihitung secara statistic. Metode Penelitian kuantitatif merupakan Penelitian yang penuh dengan angka dalam pengumpulan data. Kesimpulan hasil Penelitian berupa hasil perhitungan yang bersifat penggambaran atau jalinan variable. Tujuan dari Penelitian kuantitatif yaitu : 1. Mengumpulkan informasi dengan nyata dan transparan dengan situasi yang ada. 2. Menganalisa masalah dan mengidentifikasi permasalahan. 3. Membuat perbandingan atau evaluasi.
40
3.3 Populasi dan Sample 3.3.1 Populasi Populasi Penelitian adalah keseluruhan obyek Penelitian, atau disebut juga universe oleh Ali dalam (Tukiran,2011:33). Pengertian populasi adalah keseluruhan subyek yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuhan, gejala-gejala atau peristiwa yang terjadi sebagai sumber Penelitian. Dilihat dari jumlahnya, populasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : 1. Populasi yang jumlahnya terbatas, yakni populasi yang memiliki sumbersumber data yang jelas batas-batasnya secara kuantitatif. 2. Pupulasi yang jumlahnya tidak terbatas, yakni populasi yang memiliki sumber data yang tidak dapat ditentukan batas-batasnya secara kuantitatif. Dalam hal ini, populasi dalam Penelitian ini yaitu populasi dalam jumlah yang terbatas dan memiliki data-data yang jelas. Alasan memilih populasi tersebut karena obyek Penelitian sudah terukur jumlahnya yang terdapat di Jatibening II blok Felesia berjumlah 60 orang.
3.3.2 Sample Sample dapat diartikan sebagian atau wakil populasi yang diteliti. (Tukiran 2011:34). Ali dalam buku (Tukiran 2011:34)
menyebutkan bahwa sample
Penelitian adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan obyek diteliti yang
41
dianggap mewakili terhadap seluruh populasi dan diambil dengan menggunakan teknik tertentu. Dalam Penelitian ini, penulis menggunakan teknik non probabilitas dengan kesesuaian (convenience). Teknik nonprobabilitas convenience adalah memilih unit-unit analisis dengan cara yang dianggap sesuai oleh peneliti. Keuntungannya adalah daat dilakukan dengan cepat dan efisien (Sarwono 2006:117) Jadi penulis sudah menentukan sampel yang akan diteliti. Rumus yang digunakan dalam teknik pengambilan sampel ini adalah menggunakan rumus slovin dimana rumus ini digunakan untuk menentukan sampel dari populasi yang sudah diketahu jumlahnya. Alasan penulis menggunakan rumus ini karena dengan menggunakan rumus slovin Penelitian tidak perlu meneliti seluruh populasi, tetapi mengukur sample yang bisa diwakili oleh populasi tersebut. n=
N 1 + Ne2
Dimana : n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi e = Error sampling, yaitu 10% Sehingga, melalui perhitungan Slovin adalah sebagai berikut :
n=
60 1 + 60(0,10)2
42
n=
60 1 .6
n = 37. 5 dibulatkan menjadi 38 Berdasarkan rumus Slovin tersebut maka peneliti menggunakan sampel berjumlah 38 orang dalam Penelitian ini. Guna untuk memudahkan peneliti dalam melakukan Penelitian, maka dibuat karakterisktik dalam pengambilan data. Karakteristik tersebut adalah sebagai berikut : 1.
Responden adalah seorang yang menggunakan kendaraan roda empat bekapasitras mesin diatas 1500cc dalam kegiatan sehari-hari.
3.4
2.
Responden berjenis kelamin pria dan wanita
3.
Responden berusia antara 22 – 65 tahun
4.
Responden berada di lingkungan Jatibening II blok F
5.
Responden berprofesi sebagai Mahasiswa, Karyawan, Wirausaha dsb
Permasalahan yang ada Pada awalnya pemerintah berencana untuk menaikan harga bahan bakar minyak
bersubsidi sebesar Rp. 1500. Dengan adanya kenaikan tersebut, banyak elemen masyarakat yang merasa keberatan dengan rencana pemerintah. Kenaikan BBM tersebut dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia yang mempengaruhi minyak di Indonesia. Pemerintah meng-impor minyak karena permintaan minyak di-Indonesia lebih tinggi dari produksi dalam negeri. Oleh sebab itu pemerintah membeli minyak dan harga BBM premium harus mengikuti harga minyak dunia.
43
Dengan Opsi pemerintah banyak ditentang oleh banyak pihak, pemerintah mengeluarkan kebikjakan baru yakni BBM bersubsidi hanya untuk warga golongan menengah kebawah, serta dilarangnya kendaraan roda empat yang diatas dari 1500 cc untuk menggunakan BBM bersubsidi. Tidak hanya masyarakat umum yang merasakan kebijakan pemerintah tersebut, tetapi untuk mobil dinas pemerintah juga diberlakukan hal yang sama.
3.5
Alternaltif Pemecahan Masalah Dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut, alternatif pemecahan masalah
adalah penggunaan angkutan umum. Angkutan umum dapat mengurangi dilema masyarakat dalam pembatasan BBM Bersubsidi bagi yang berpengaruh dalam pendapatannya. Angkutan umum salah satu opsi untuk masyarakat yang mempunyai mobil diatas 1500 cc ataupun tidak untuk dapat melakukan aktivitas kesehariannya. Angkutan umum dipercaya dapat menanggulangi kemacetan di Jakarta jika infrastruktur tranportasi massal tersebut dapat dibenahi dengan segera. Kurangnya mint masyarakat untuk berpindah menuju transportasi umum dikarenakan keamanan dan kenyamanan nya sangat jauh dari harapan. Dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut, diharapkan pemerintah akan segera membenahi transportasi umum untuk menjadi solusi alternaltif masyarakat.
3.6
Teknik Pengumpulan Data Data mempunyai kedudukan yang paling tinggi dalam Penelitian, karena data
merupakan penggambaran variable yang diteliti, dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis. Oleh sebab itu, benar tidaknya data sangat menentukan bermutu tidak nya hasil Penelitian. Sedangkan benar tidaknya data tergantung dari baik tidaknya instrument
44
pengumpulan data. Sedangkan instrument yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliable (Tukiran 2011:41)
3.6.1
Data Primer Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data
pertama di lokasi Penelitian atau obyek Penelitian. Dalam pengumpulan data primer yang digunakan dalam Penelitian survey, penggunaan kuisioner. Peneliti akan melakukan survey dengan membagikan kuisioner pada penduduk Jatibening II blok Felesia.
3.6.2
Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber-sumber
kedua atau sumber sekunder dari data yang kita butuhkan. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mencari studi pustaka, yaitu dengan pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku dan karya ilmiah dari pendapat para ahli.
3.7
Teknik Analisa Data Kuisioner merupakan suatu daftar pertanyaan atau pernyataan tentang topik
tertentu yang diberikan kepada subyek, baik secara individual atau kelompok, untuk mendapatkan informasi tertentu, seperti prefensi, keyakinan, minat dan prilaku. Nasution (Dr. Tukiran 2011:42)menyatakan bahwa angket atau kuisioner merupakan alat Penelitian berupa daftar pertanyaan untuk memperoleh keterangan dari sejumlah responden. Keterangan yang diinginkan terkandung dalam pikiran, perasaan sikap atau kelakuan manusia yang dapat di pancing melalui angket Angket yang dipakai dalam Penelitian ini merupakan angket berbentuk skala, yakni serangkaian tingkatan, level atau nilai yang mendeskripsikan variasi derajat
45
sesuatu. Jenis skala yang dipakai adalah skala Likert. Menurut Hadjar dalam (Tukiran 2011:44) skala Likert terutama untuk mengukur sikap. Skala Likert meminta kepada responden sebagai individu untuk menjawab suatu pertanyaan dengan jawaban sebagai berikut : 1. Sangat Setuju (SS) 2. Setuju (S) 3. Cukup Setuju (CS) 4. Tidak Setuju (TS) 5. Sangat Tidak Setuju (STS) Masing-masing jawaban dikaitkan dengan angka atau nilai, misalnya : 1. Apabila jawaban responden Sangat Setuju maka diberi nilai 5 2. Apabila jawaban responden Setuju maka diberi nilai 4 3. Apabila jawaban responden Cukup Setuju maka diberi nilai 3 4. Apabila jawaban responden Tidak Setuju maka diberi nilai 2 5. Apabila jawaban responde Sangat 6. Tidak Setuju maka diberi nilai 1
3.7.1
Uji Validitas Mutu Penelitian terutama dinilai dari validitas hasil yang diperoleh.
Validitas Penelitian diklasifikasikan menjadi validitas internal dan eksternal. Validitas internal berkaitan dengan keyakinan peneliti tentang keabsahan dari hasil Penelitian, sedangkan validitas eksternal berkaitan dengan hasil Penelitian yang diperoleh.
46
Menurut
Arikuntoro
validitas
adalah
suatu
ukuran
yang
menunjukan tingkat-tingkat ke valitan atau kesahihan suatu instrument . 1. R hitung > r table maka dinyatakan Valid 2. R hitung < r table maka dinyatakan tidak Valid
3.7.2
Korelasi Untuk mengetahui hubungan antara variabel X dengan Y maka
digunakan teknik korelasi. Korelasi yang digunakan adalah korelasi Product Moment. Korelasi Product Moment adalah salah satu teknik untuk mencari korelasi antar dua variabel dari hasil perkalian dari momen-momen variabel yang dikorelasikan.(Sugiyono, 2006:183) Rumus korelasi Product Moment :
r
N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y )
(N ∑ X
2
− (∑ X ) 2 ( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2
Hasil perhitungan sebagai berikut : 0,00 – 0,199
: hubungan dapat dianggap tidak ada
0,20 – 0,399
: hubungan ada tetapi rendah
0,40 – 0,599
: hubungan cukup
0,70 – 0,799
: hubungan tinggi
0,90 – 1,000
: hubungan sangat tinggi
)
47
3.7.3
Uji Realibitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Suatu alat ukur harus memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten. Besar kecilnya kesalahan pengukuran dapat diketahui antara lain dari indeks korelasi antara hasil pengukuran pertama dan kedua. (Effendi, 2006:141)
3.7.4
Regresi Linier Sederhana Analisis regresi yang menyangkut sebuah variabel independen dan
sebuah variabel dependen dinamakan analisis regresi sederhana. (Moh. Nazir 2005:459). Tujuan dari uji regresi linier sederhana adalah memprediksi nilai dari variabel mengalami kenaikan atau penurunan dan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel apakah positif atau negatif. Rumus regresi linier sederhadan sebagai berikut :
Keterangan : Y = Variabel dependen ( nilai yang diprediksikan ) X = Variabel independen a = Konstanta ( nilai Y apabila X=0 ) b = Koefesien regresi ( nilai peningkatan ataupun penurunan )
48
3.7.5
Rumusan Hipotesis Hipotesis menyatakan hubungan yang diduga secara logis antara dua variabel atau lebih dalam rumusan proposisi yang dapat diuji secara empiris (Nur Indriantoro, 2002:73). Dengan demikian pengujian Hipotesis adalah Ho : “tidak ada hubungan dan pengaruh Pembatasan BBM bersubsidi terhadap pengguna kendaraan pribadi”. Ha : “ada hubungan dan pengaruh Pembatasan BBM Bersubsidi terhadap pengguna kendaraan pribadi”.
3.8
Kerangka Oprasional Masalah Penelitian ini adalah Analisa Pengaruh Pembatasan Penggunaan Bahan
Bakar Minyak Jenis Premium Terhadap Perilaku Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Penggunaan Kendaraan Pribadi. ( Studi kasus : Warga Jatibening II Blok Felesia Bekasi ). Variable yang digunakan dalam Penelitian ini adalah variable bebas (variabel x) yang mempengaruhi dan variable yang terikat (variabel y) sebagai variabel yang dipengaruhi. Tujuan operasional ini untuk menjadi batasan agar peneliti dapat focus dalam menjalankan Penelitian dan dapat memberikan penjelasan mengenai masing-masing variabel dalam pengumpulan data. Variabel tersebut antara lain :.
49
1. Variabel X adalah Perilaku Konsumen 2. Variabel Y adalah Pengambilan Keputusan
Tabel 3.2 Konsep Oprasional
Variabel
Dimensi
Budaya
Perilaku Konsumen
Indikator •
Subbudaya
•
Kelas Sosial
•
Group rujukan/ lingkungan
•
Peran dan status
•
Umur
•
Kedudukan
•
Ekonomi
•
Gaya hidup
Sosial
(variabel X)
Personal
• Motivasi Psikologis
• Persepsi • Belajar • Kepercayaan
50
Variabel
Pengambilan Keputusan
Dimensi
Indikator
Intelligence
Identifikasi Masalah
Choice
Alternaltif Masalah
(variabel Y)
Penerapan Implementasi