Disclaimer By attending this presentation, you are agreeing to be bound by the restrictions set out below. Any failure to comply with these restrictions may constitute a violation of applicable securities laws. The information and opinions contained in this presentation are intended solely for your personal reference and are strictly confidential. The information and opinions contained in this presentation have not been independently verified, and no representation or warranty, expressed or implied, is made as to, and no reliance should be placed on the fairness, accuracy, completeness or correctness of, the information or opinions contained herein. It is not the intention to provide, and you may not rely on this presentation as providing, a complete or comprehensive analysis of the condition (financial or other), earnings, business affairs, business prospects, properties or results of operations of the company or its subsidiaries. The information and opinions contained in this presentation are provided as at the date of this presentation and are subject to change without notice. Neither the company (including any of its affiliates, advisors and representatives) nor the underwriters (including any of their respective affiliates, advisors or representatives) shall have any responsibility or liability whatsoever (in negligence or otherwise) for the accuracy or completeness of, or any errors or omissions in, any information or opinions contained herein nor for any loss howsoever arising from any use of this presentation. In addition, the information contained in this presentation contains projections and forward-looking statements that reflect the company's current views with respect to future events and financial performance. These views are based on a number of estimates and current assumptions which are subject to business, economic and competitive uncertainties and contingencies as well as various risks and these may change over time and in many cases are outside the control of the company and its directors. No assurance can be given that future events will occur, that projections will be achieved, or that the company's assumptions are correct. Actual results may differ materially from those forecast and projected. This presentation is not and does not constitute or form part of any offer, invitation or recommendation to purchase or subscribe for any securities and no part of it shall form the basis of or be relied upon in connection with any contract, commitment or investment decision in relation thereto. This presentation may not be used or relied upon by any other party, or for any other purpose, and may not be reproduced, disseminated or quoted without the prior written consent of the company. Any investment in any securities issued by the company or its affiliates should be made solely on the basis of the final offer document issued in respect of such securities. Relaying copies of this presentation to other persons in your company or elsewhere is prohibited.
1
Daftar Isi Sekilas Jasa Marga
3
Pertumbuhan Aset-aset yang Konsisten & Terprediksi
17
Peningkatan Efisiensi Biaya Keuangan
26
Jasa Marga: Operator & Investor Jalan Tol Terkemuka
30
Proyek-proyek Baru Jasa Marga
37
Prognosa 2014
49
Dokumentasi
52
2
Sekilas Jasa Marga
3
Latar Belakang Perseroan
Didirikan pada tahun 1978 sebagai perusahaan jalan tol pertama di Indonesia untuk membangun dan mengoperasikan jalan tol di Indonesia. Sebelum tahun 2004, Investor swasta harus mendapatkan otorisasi dari Jasa Marga, sebagai wakil Pemerintah. Dengan terbitnya UU Jalan No. 38/2004, diatur mengenai peran Jasa Marga yang tidak lagi menjadi wakil pemerintah, sehingga Investor Swasta berhubungan langsung dengan Pemerintah.
4
Visi dan Misi Berdasarkan Keputusan Direksi No. 50/KPTS/2013 tanggal 01 Maret 2013 tentang Visi, Misi dan Tata Nilai Perusahaan.
Visi 2017 Menjadi Perusahaan Pengembang dan Operator Jalan Tol Terkemuka di Indonesia. Visi 2022 Menjadi Salah Satu Perusahaan Terkemuka di Indonesia. Misi Mewujudkan Percepatan Pembangunan Jalan Tol. Menyediakan Jalan Tol yang Efisien dan Andal. Meningkatkan Kelancaran Distribusi Barang dan Jasa. 5
Struktur Regulasi Saat Ini
Keleluasaan untuk berinvestasi pada ruas-ruas jalan tol potensial. Mendorong partisipasi pihak swasta dalam usaha jalan tol – tidak ada batasan kepemilikan asing. Proses tender yang kompetitif dengan persyaratan keuangan yang lebih ketat bagi pemenang tender. Pemerintah Republik Indonesia Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Negara BUMN
Menteri Pekerjaan Umum
Kepemilikan 70%
Publik
Kepemilikan 30% Sejak 12 Nov 2007
Memberikan & Melakukan Supervisi atas Konsesi Jalan Tol
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)
Perjanjian Pengusahaan
Direktorat Jenderal Bina Marga
Perencanaan Jaringan Jalan Tol dan Penetapan Spesifikasi Teknis
Perjanjian Pengusahaan
Investor Jalan Tol Swasta Private Toll Road Investors Private Toll Road Investors
6
Regulasi yang Lebih Baik Tarif
Pengadaan Tanah
Tarif tol awal dihitung berdasarkan Pembebasan lahan adalah tanggung kelayakan investasi, kemampuan jawab Pemerintah, dilakukan oleh pengguna jalan tol untuk membayar tol Panitia Pembebasan Tanah (P2T) yang dan penghematan operasional dibentuk oleh Pemerintah. kendaraan ketika menggunakan jalan Harga tanah ditentukan oleh penilai tol. Kelayakan investasi dihitung independen berdasarkan harga pasar berdasarkan estimasi biaya investasi yang wajar. dan proyeksi pendapatan selama masa Pemerintah memberikan fasilitas dana konsesi bergulir untuk pembebasan lahan. Tarif tol awal tercantum dalam PPJT Biaya dan ketersediaan lahan terjamin sebelum dimulainya konstruksi. karena investor membayarkan biaya Penyesuaian tarif diatur oleh UU, pembebasan tanah hanya pada saat dihitung berdasarkan Indeks Harga tanah bebas sepenuhnya. Konsumer dan dilakukan setiap dua Pemerintah menjamin batasan tahun. maksimum biaya tanah yang harus
Penetapan
tarif tol awal dan penyesuaiannya berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum.
dibayarkan oleh investor (skema land capping). 7
Skema Dana Bergulir & Land Capping
Estimasi
Bogor Outer Ring Road
Catatan: Ilustrasi tidak dibuat dalam skala sebenarnya
Biaya = Rp 57,5 miliar (berdasarkan PPJT)
Rp 5,7 miliar (10% dari estimasi biaya pengadaan tanah)
Realisasi
Biaya = Rp 126,9 miliar
Dana bergulir + land capping Tanggung jawab investor = Rp 63,2 miliar, dibayarkan setelah tanah bebas 100% dan serah terima
Tanggung jawab Pemerintah
Estimasi
Semarang-Ungaran
Catatan: Ilustrasi tidak dibuat dalam skala sebenarnya
Biaya = Rp 225 miliar (berdasarkan PPJT) Rp 22,5 miliar (10% dari estimasi biaya pengadaan tanah)
Realisasi
Biaya = Rp 278,5 miliar
Dana bergulir + land capping Tanggung jawab investor = Rp 247,5 miliar, dibayarkan setelah tanah bebas 100% dan serah terima
Tanggung jawab Pemerintah
8
Tahapan Pembebasan Lahan (Berdasarkan UU No. 2/2012)
Undang-undang akusisi lahan yang baru ini memuat beberapa hal pokok sebagai berikut: • Harga wajar ditetapkan melalui independent appraisal. • Pemilik lahan dapat menolak melalui pengadilan, namun pengadilan harus memutuskan dalam 30 hari (final). • Setelah proses transaksi (normal) atau keputusan pengadilan, proyek dapat dimulai. • Re-settlement juga merupakan opsi. • Pemerintah harus melakukan sosialisasi jauh sebelumnya (transparan). • BPN adalah penanggungjawab tunggal pembebasan tanah bagi kepentingan umum. 9
Rekam Jejak yang Terbukti pada Industri Jalan Tol di Indonesia Pemimpin industri jalan tol di Indonesia dengan pengalaman 35 tahun. Mulai Operasi
1978
1983
1984
Jagorawi
1986
1987
SurabayaGempol (4)
Semarang
1988
1990
Padaleunyi JakartaCikampek
Jakarta-Tangerang Prof. Dr. Ir. Sedyatmo
1998
2001
2003
2009
2011
Cipularang
Palikanci
Ulujami-Pondok Bogor Outer Ring Road Aren BORR Jakarta Outer (Seksi 1)(2) Ring Road (JORR) Surabaya-Mojokerto (Seksi 1A)(2)
Belmera
Konsesi Jalan Tol
1991
Jakarta Inner Ring Road (JIRR) (1)
2013
2014
JORR W2 North (Seksi 1-4)(2) Semarang-Solo (Seksi 2)(2)
BORR (Seksi 2 & 3)(2) Gempol-Pasuruan(2) Semarang-Solo(2)
BORR (Seksi 2A)(2) Cengkareng-Kunciran(2)
Semarang-Solo (Seksi 1)(2)
Kunciran-Serpong(2)
Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa(2)
Surabaya-Mojokerto(2) Gempol-Pandaan(2)
Jumlah Konsesi
1
2
Panjang Jalan Tol (km) Kumulartif(3)
59
84
4
6
131 223
7
8
9
10
11
246
329
394
437
463
12
13
14
16
17
18
22
469
527
531
544
554
576
738
Catatan: (1) Jakarta Inner Ring Road (JIRR) terdiri dari konsesi Cawang-Tomang-Pluit milik Jasa Marga dan konsesi Cawang-Tanjung Priok-Pluit milik CMNP. (2) Konsesi ruas-ruas jalan tol baru milik Jasa Marga. (3) Panjang jalan tol kumulatif berdasarkan penambahan panjang jalan tol masing-masing konsesi di tahun yang bersangkutan. (4) Ruas Porong-Gempol (5 km) pada Jalan Tol Surabaya-Gempol telah ditutup karena keadaan force majeure (lumpur) sejak 2006.
10
Operator Jalan Tol Terbesar di Indonesia Jasa Marga mengelola dan mengoperasikan 576 km jalan tol atau 74% dari total jalan tol di Indonesia.
Sebagian besar berada di Jabotabek – lokasi ruas-ruas jalan tol terpadat di Indonesia.
Secara regional berada di Jawa dan Sumatera – pulau terpadat di Indonesia, serta Bali. Strait of Malacca
JABOTABEK & JAWA BARAT SUMATRA Jagorawi: 59,0 km Jakarta-Tangerang: 33 km Ulujami-Pondok Aren: 5,55 km Jakarta Inner Ring Road: 23,55 km Prof. Dr. Ir. Sedyatmo: 14,3 km Jakarta-Cikampek: 83,0 km JORR: 43 km Cikampek-Padalarang: 58,5 km Padalarang-Cileunyi: 64,4 km Palikanci: 26,3 km Bogor Outer Ring Road: 11,0 km(1) Cengkareng-Kunciran: 14,2 km(1) Kunciran-Serpong: 11,2 km(1) JORR W2 North: 7,67 km(1)
: Beroperasi sebelum tahun 2004
SUMATERA UTARA Belmera: 42,7 km
: 9 proyek baru yang dioperasikan secara bertahap sejak tahun 2009
MALUKU
SULAWESI KALIMANTAN PAPUA
Java Sea JAWA TIMUR Surabaya-Gempol: 49.0 km Gempol-Pasuruan: 34,15 km(1) Timor Sea Surabaya-Mojokerto: 36,3 km(1) Gempol-Pandaan: 13,61 km(1)
Banda Sea JAVA BALI
Indian Ocean JAWA TENGAH Semarang: 24.75 km Semarang-Solo: 72,64 km(1)
Area Jabotabek: 275,05 km (47,74%)
BALI Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa: 10 km(1)
Area Non-Jabotabek: 301,05 km (52,26%) 11
Masa Konsesi Jalan Tol Terpanjang di Asia
Memiliki 13 konsesi ruas jalan tol dengan masa konsesi 40 tahun sejak 2005(1).
Memiliki konsesi jalan tol selama 45 tahun untuk 3 ruas baru sejak 2006 (Bogor Outer Ring Road, Semarang-Solo dan Gempol-Pasuruan); konsesi 35 tahun untuk 2 ruas baru (Cengkareng-Kunciran dan Kunciran Serpong); konsesi 35 tahun untuk 2 ruas yang diakuisisi sejak 2009 (Surabaya-Mojokerto) dan 2011 (Gempol-Pandaan); serta konsesi 45 tahun untuk 1 ruas baru sejak 2011 (Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa).
Catatan: (1) Tidak termasuk JORR Seksi S
Masa konsesi telah terpakai
Sisa masa konsesi
12
Market Leader dengan Aset-aset Berkualitas Tinggi Jasa Marga mengoperasikan ruas-ruas jalan tol terpadat di Indonesia. Volume Lalu Lintas Transaksi Harian Rata-rata*) (Desember 2013) „000 kendaraan per hari
(81%)
Jalan Tol Jasa Marga Jalan Tol Operator Lain
Catatan (*): (1) Volume lalu intas transaksi harian rata-rata adalah volume lalu lintas transaksi dibagi 365 hari. (2) Seluruh data berdasarkan volume lalu lintas s.d. 31 Desember 2013. (3) Jika data operator lain tidak tersedia, maka data disajikan berdasarkan estimasi terdekat dari data yang tersedia.
13
Memiliki dan Mengelola Ruas-ruas Jalan Tol Terpadat di Indonesia Jaringan Jalan Tol di Jakarta & Sekitarnya
Jaringan jalan tol yang terintegrasi di Jakarta dan sekitarnya.
14
Jaringan Jalan Tol di Pulau Jawa
SEMARANG-SOLO (72.64 KM)
15
Jasa Marga dan Anak Perusahaan Jasa Marga memiliki 10 Anak Perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha jalan tol dan 2 Anak Perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha non-tol. Republik Indonesia 70%
Publik 30%
16
Pertumbuhan Aset-aset yang Konsisten & Terprediksi
17
Bisnis yang Tangguh dengan Volume Lalu Lintas yang Tidak Mudah Terpengaruh Pertumbuhan penjualan mobil yang fluktuatif di Indonesia tidak berdampak signifikan terhadap volume lalu lintas Jasa Marga. Penjualan Mobil (ribu)
Dampak langsung krisis ekonomi
Sumber: GAIKINDO (2)
Volume Lalu Lintas Jalan Tol Jasa Marga (juta)
Dampak langsung kenaikan harga BBM (1)
Sumber: Jasa Marga
Catatan: (1) Harga BBM naik secara signifikan pada Oktober 2005, namun dampaknya baru terasa pada 2006. (2) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia.
18
Pertumbuhan Pendapatan dan Volume Lalu Lintas Harian yang Berkelanjutan Peningkatan pada volume lalu lintas harian rata-rata didukung oleh penyesuaian tarif yang terjadwal mendorong meningkatnya pendapatan harian rata-rata. Kenaikan Pendapatan Harian Rata-rata
Penyesuaian Tarif yang Terjadwal
Juta kendaraan
Juta kendaraan
Kenaikan Lalu Lintas Harian Rata-rata
19
Jalan Tol yang Saling Terkoneksi Volume Lalu Lintas Jakarta-Cikampek (juta kendaraan)
202 194 202
194
176
176
125 123 123 125
110 110
105 105
133 133
110 110
2005 2006 2006 2007 2007 2008 2008 2009 2010 2005 2010 2011 2011 2012 2012 2013 2013 Milestone Description 2004yang menghubungkan JORR SS Cikunir
& JakartaCikampek mulai beroperasi sejak Agustus 2007
Interkoneksi antara ruas-ruas jalan tol lama dan baru dapat meningkatkan volume lalu lintas pada jalan tol yang telah beroperasi. Setelah beroperasi selama 20 tahun sejak 1988, Jalan Tol Jakarta-Cikampek mengalami kenaikan volume lalu lintas yang signifikan ketika terkoneksi dengan JORR dengan dioperasikannya Simpang Susun Cikunir. 20
Pertumbuhan EBITDA yang Terkendali Selama Masa Ekspansi Selama masa ekspansi, Perseroan mampu mengendalikan pertumbuhan EBITDA. Pertumbuhan Investasi Jalan Tol
Pertumbuhan Total Aset 28,37
(triliun Rp)
Pertumbuhan EBITDA
(triliun Rp)
(triliun Rp)
22,30
3,50 3,46
24,75
18,55
2,94
20,92 18,95
2,56
15,57 13,47
16,17 14,64
11,31
2,02 1,81
9,98
2008 2009 2009 2010 2010 2011 2011 2012 2012 2013 2013 2008
2008 2011 2012 2012 2013 2013 2008 2009 2009 2010 2010 2011
2009 2010 2010 2011 2011 2012 2012 2013 2013 2008 2009 2008
21
Beban Bunga yang Terkendali selama Masa Ekspansi Untuk mendukung biaya investasi selama masa ekspansi, Perseroan masih mampu mengendalikan beban bunga.
Pertumbuhan Hutang
Pertumbuhan Beban Bunga 12,58
(triliun Rp)
8,11
8,49
8,32
2010
2011
2012
0,92
(triliun Rp)
0,72
0,74
0,76
0,74
2008
2009
2010
2011
0,94
6,52
5,46
2008
2009
2013
2012
2013
22
Kepemilikan (status 30 Juni 2014) Publik 30%
Republik Indonesia 70%
Jasa Marga tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia sejak 12 November 2007 (JSMR.IJ)
4%
Kepemilikan Publik (30%) Foreign Institution Foreign Institution
39%
Domestic Institution
TOTAL SAHAM: 6.800.000.000
Domestic Institution
Domestic Individula/Retail
KAPITALISASI PASAR DI IDX: 40,26 T
Domestic Individula/Retail
57% 23
Upaya-upaya Modernisasi– Penetrasi e-Toll Card di Jabotabek GT Cengkareng
Areas of Commuters:
Area 2 : Pluit=22.7% Jemb. 3=22.9%
GT Kapuk
Penetration > 20% Penetration < 20%
GT
Kapuk Area 1 = 14.45% Cengkareng, Kapuk
= Commuters Direction = automated toll booth
GT Tomang
Area 3 = 15.11% Tomang & Kr. Tengah
Area 6 = 20.76% Senayan
GT Halim
Area 7 =12.37% Halim, Bekasi GT Bekasi Barat GT Cikunir GT Cikarang Barat
GT Pondok Ranji
Area 4 = 22.76% Pondok Ranji
Area 5 = 21,8% Ciputat
Area 8 = 14.15% Cililitan, Cibubur
GT Cibubur
Map of Jakarta Inner Ring Road 24
Upaya-upaya Modernisasi
Information Lalu Lintas
Pemasangan CCTV dan VMS (Variable Message Sign) untuk mendukung pemberian informasi lalu lintas.
Pemberian informasi lalu lintas real time kapan pun bagi pengguna jalan tol melalui JMTIC – Jasa Marga Traffic Information Center pada 021-8088 0123, http://www.jasamargalive.com dan http://m.jasamargalive.com (ponsel).
Penggunaan akun Facebook dan Twitter sejak April 2012. dengan akun PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dengan akun @ptjasamarga
http://www.jasamargalive.com Twitter: @ptjasamarga
http://m.jasamargalive.com
Facebook: PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
25
Peningkatan Efisiensi Biaya Keuangan
26
Restrukturisasi Hutang
Catatan: *) Konsolidasi
27
Kinerja yang Baik di Pasar Obligasi Domestik •
Sejak 1983 telah menerbitkan obligasi senilai Rp 9,52 triliun, Rp 3,66 triliun telah lunas, tidak pernah default.
•
Meraih rating id AA oleh Pefindo (Credit Rating Indonesia) tanggal 04 Juni 2014. 1983
1984
1985
Obligasi I Seri A Rp 23,7 miliar
Obligasi II/1 Seri C Rp 20,0 miliar
Obligasi III/2 Seri F/2 Rp 30,0 miliar
Obligasi II/1 Seri B Rp 40,0 miliar
Obligasi II/2 Seri D Rp 20,0 miliar
Obligasi IV/1 Seri G/1 Rp 40,0 miliar
1986
Obligasi IV/2 Seri G/2 Rp 60,0 miliar
1987
Obligasi V/1 Seri H Rp 60,0 miliar Obligasi V/2 Seri I Rp 40,0 miliar
Obligasi II/2 Seri E Rp 20,0 miliar Obligasi III/1 Seri F/1 Rp 40,0 miliar
1988
Obligasi VI/1 Seri J Rp 75,0 miliar
1989
Obligasi VI/2 Seri K Rp 50,0 miliar Obligasi Index Pendapatan Tahap I Rp 40,0 miliar Obligasi Index Pendapatan Tahap II Rp 30,0 miliar
2005
JORR II * Rp 261,0 miliar
2006
Obligasi XII Seri Q Rp 1,0 triliun
1990
Obligasi VII Seri L Rp 100,0 miliar
2000
2002
Obligasi XI/1 Seri P Rp 1,0 triliun
Obligasi X Seri O Rp 650,0 miliar
JORR I * Rp 274,3 miliar
Obligasi VIII Seri M Rp 150,0 miliar
2007
Obligasi XIII Seri R Rp 1,5 triliun
2010
Obligasi XIV Seri JM-10 Rp 1 triliun
2010 *) Tidak Dicatatkan Status Obligasi:
Lunas
2003
Obligasi IX Seri N Rp 400,0 miliar
Belum Lunas
Obligasi Jasa Marga I (JM-10) Rp 500 miliar
2013
Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Tahun 2013 Seri S Rp 2,1 triliun
28
Pelunasan Obligasi
*) Tidak Dicatatkan
29
Jasa Marga: Operator & Investor Jalan Tol Terkemuka
30
Ikhtisar Keuangan Semester 1 - 2014
Indikator
1
Pertumbuhan Lalu Lintas (jutaan transaksi kendaraan)
1H2014 dibanding 1H2013
1H2013 (miliar Rp)
1H2014 (miliar Rp)
3,3%
618,1
638,4
2 Pendapatan Tol
14,0%
2.784,7
3.174,0
3 Laba Usaha
10,0%
1.441,3
1.585,7
4 EBITDA
12,4%
1.786,8
2.008,7
5 Laba Bersih
6,6%
761,3
811,6
6 Marjin EBITDA
-3,7%
60,8%
58,5%
7 Marjin Operasi
-5,8%
49,0%
46,2%
31
Ikhtisar Laba Rugi (miliar Rupiah)
32
Ikhtisar Neraca (miliar Rupiah)
33
Volume Lalu Lintas Transaksi per Ruas (juta transaksi kendaraan)
34
Pendapatan Tol per Cabang/Anak Perusahaan (miliar Rupiah)
35
35
Rencana Implementasi e-Toll Card e-Toll Card diimplementasikan sejak 2009. No .
Ruas
Tahun Mulai Diimplemetasikan
2009
2010
2011
2012
2013
1H2014
13,99%
1
Cawang-Tomang-Pluit (Jakarta Inner Ring Road)
2008
2,46%
5,57%
7,36%
11,69%
13,21%
2
Prof. Dr. Ir. Sedyatmo (Airport)
2008
2,32%
6,21%
8,11%
12,26%
14,30%
15,15%
3
Jakarta-Cikampek: Open System
2010
1,13%
0,46%
6,78%
6,60%
10,56%
4
Palikanci
2012
0,78%
0,47%
0,63%
5
Jagorawi: Open System
2011
9,97%
8,90%
15,77%
6
Surabaya-Gempol
2012
3,54%
3,12%
3,05%
7
Semarang
2012
1,59%
1,29%
1,62%
8
Jakarta Outer Ring Road
2010
11,78%
13,49%
14,55%
9
Jakarta-Tangerang
2012
8,42%
13,05%
13,79%
10
Belmera
2012
2,29%
1,97%
3,23%
9,25%
11,07%
11,90%
TOTAL
3,22%
2,42%
5,55%
5,17%
Note: Penetrasi penggunaan e-Toll Card di Area Jabotabek: 10,66% (2012), 12,94% (2013) and 13,97% (1H2014).
36
Proyek-proyek Baru Jasa Marga
37
Proyek-proyek Baru Jasa Marga Akhir Masa Konsesi
Panjang (km)
Total Investasi (Rp triliun)
Kepemiikan Jasa Marga
1. Bogor Outer Ring Road (1)
2054
11,0
1,0
55%
2. Semarang-Solo (2)
2055
72,6
6,0
69,90%
3. Gempol-Pasuruan
45 tahun sejak SPMK
34,2
2,8
96,39%
4. JORR2 (Cengkareng-Kunciran)
35 tahun sejak SPMK
14,2
3,5
76,15%
5. JORR2 (Kunciran-Serpong)
35 tahun sejak SPMK
11,2
2,6
60%
6. JORR W2 North (5)
2044
7,7
2,2
65%
7. Surabaya-Mojokerto (3)
2049
36,3
3,4
55%
8. Gempol-Pandaan
35 tahun sejak SPMK
13,6
1,2
74,75%
9. Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (4)
45 tahun sejak SPMK
10,0
2,5
55%
210,8
25,0
Konsesi/Ruas
TOTAL
Catatan:(1) Seksi 1: Sentul-Kedung Halang (3,8 km) beroperasi sejak 23 November 2009; Seksi 2A: Kedung Halang-Kedung Badak (2,0 km) beroperasi sejak 04 Juni 2014. (2) Seksi 1: Semarang-Ungaran (11,3 km) beroperasi sejak 12 November 2011; Seksi 2: Ungaran-Bawen (12,3 km) beroperasi sejak 04 April 2014. (3) Seksi 1A: Waru-Sepanjang (2,3 km) beroperasi sejak 05 September 2011. (4) Beroperasi sejak 24 September 2013. (5) Seksi Kebon Jeruk-Cileduk (5,7 km) beroperasi sejak 04 Januari 2014; Seksi Cileduk-Ulujami (2,0 km) beroperasi sejak 22 Juli 2014 .
38
Jadwal Penyelesaian Proyek-proyek (status Juni 2014)
39
Jadwal Penyelesaian Proyek-proyek (lanjutan) (status Juni 2014)
Legenda:
Pengadaan Tanah (oleh Pemerintah)
Konstruksi
Uji Laik Fungsi oleh BPJT
Operation
40
Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Beroperasi Penuh)
Beroperasi sejak 01 Oktober 2013.
Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Lalu Lintas Transaksi Harian Rata-rata (ribuan transaksi kendaraan)
Efisiensi Biaya Investasi Rencana:
Rp 2,48 triliun
Realisasi:
Rp 1,71 triliun 41
Jalan Tol JORR W2 North (Beroperasi Penuh)
Tahap 1: Kebun Jeruk-Cileduk (5,7 km) Beroperasi sejak 04 Januari 2014
JORR W2 North Lalu Lintas Transaksi Harian Rata-rata (ribuan transaksi kendaraan)
Tahap 2: Cileduk-Ulujami (2,2 km)
Beroperasi sejak 22 Juli 2014 Efisiensi Biaya Investasi Rencana:
Rp 2,15 triliun
Realisasi:
Rp 1,89 triliun
Jan 14
Feb 14
Mar 14
Apr 14
May 14
Jun 14
17
24
23
24
24
29
42
Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi 1: Sentul-Kedung Halang (3,85 km) beroperasi sejak 23 November 2009 Seksi 2A: Kedung Halang-Kedung Badak (1,95 km) beroperasi sejak 04 Juni 2014
Lalu
BORR
(ribuan transaksi kendaraan) Lintas Transaksi Harian Rata-rata
43
Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Status Juni 2014: Seksi 1B: Sepanjang-WRR (4,6 km) Pengadaan Lahan 75,64% Seksi 2: WRR-Driyorejo (5,1 km) Pengadaan Lahan 41,54% Seksi 3: Driyorejo-Kriyan (6,1 km) Pengadaan Lahan 59,22%
Seksi 1: Waru-Sepanjang (2 km) beroperasi sejak 05 September 2011 Surabaya-Mojokerto Lalu Lintas Transaksi Harian Rata-rata (ribuan transaksi kendaraan)
Seksi 4: Krian-Mojokerto (18,5 km) Pengadaan Lahan 84,23%; Konstruksi 52,68%
44
Jalan Tol Semarang-Solo Seksi 1: Semarang-Ungaran (10,8 km) beroperasi sejak 17 November 2011 Seksi 2: Ungaran-Bawen (12 km) beroperasi sejak 04 April 2014 Semarang-Bawen Lalu Lintas Transaksi Harian Rata-rata (ribuan transaksi kendaraan)
45
Jalan Tol Gempol-Pandaan Status Juni 2014:
Pengadaan Lahan 99,03%
Konstruksi 93,99%
46
Jalan Tol Gempol-Pasuruan Status Juni 2014:
Pengadaan Lahan 89%
Konstruksi 65,62%
47
Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi
Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Rencana Jalan Tol • •
Panjang: 61,7 km Masa Konsesi: 40 tahun Anggota Konsorsium
Persentase Kepemilikan
1.
Jasa Marga
55%
2.
Hutama Karya
15%
3.
Pembangunan Perumahan (PP)
15%
4.
Waskita Karya
15% 48
Prognosa 2014
49
Rencana Belanja Modal 2014 (miliar Rupiah)
50
Prognosa 2014 Kondisi pasar yang tidak dapat diprediksi namun dengan pertumbuhan aset Jasa Marga yang stabil, target Manajemen Jasa Marga untuk tahun 2014 adalah sebagai berikut:
51
Dokumentasi
52
Jalan Tol Beroperasi Cipularang
Prof. Dr. Ir. Sedyatmo (Airport) Jakarta Outer Ring Road
Jakarta-Tangerang Semarang Jagorawi
Belmera
Jakarta-Cikampek
Palikanci Jakarta Inner Ring Road
Surabaya-Gempol
Padaleunyi
53
Komitmen terhadap Pelayanan Jasa Marga Traffic Information Center
Multi-Purpose Vehicle
On Board Unit (OBU) e-Toll Pass
e-Toll Card
Automated Toll Booth 54
Penghargaan 2013
Indonesia Quality & Productivity Award; Contact Center Service Excellence Award (CCSEA) for Jasa Marga Traffic Information Center (JMTIC); Awards from State Minister for SOEs for Jasa Marga‟s performance achievement and breakthrough in speeding up the development of Bali Mandara Toll Road, for Jasa Marga‟s performance achievement and breakthrough in Initiating Monorail Project and for Jasa Marga‟s performance achievement and breakthrough in Carrying Out BUMN Peduli (SOEs Care) Program; Service Quality Gold Award 2013; Wealth Added Creator Award; Bisnis Indonesia Award 2013 (BIA 2013); The 9th National Customer Service Championship 2013; Sustainable and Responsible Investment Index (SRI) KEHATI Appreciation 2013, from KEHATI Foundation; BUMN Marketing Award 2013; MNC Bussiness Award; Indonesia’s Top 50 Company Excellent Achievement from Koran Sindo; Anugerah Business Review 2013; The 5th IICD Corporate Governance Conference and Award: Best State-Owned Enterprises 2013; The 4th Infobank Award 2013: SOEs with Very Good Predicate in Financial Performance in Non-Financial Industry Category; Global Performance Excellent Award: World Class Large Service Organization; Indonesia Human Capital Study (IHCS): Best CEO Commitment on Human Capital Management and Best of Human Capital Initiative (Career Management); Anugerah BUMN (SOEs Awards) 2013: Rank III in the category of the Most Competitive SOEs in Infrastructure and Rank III in the category of Public SOEs with Best GCG; Indonesia Good Corporate Governance Award 2013: Indonesia Trusted Companies.
55
Some of the statements in this document contain “forward looking” statements with respect to the financial
conditions, results of operations and business, economic conditions, sectors conditions, traffic conditions, and related plans and objectives. These Statements do not directly or exclusively relate to historical facts and reflect the Company‟s current intentions, plans, expectations, assumptions and belief about future events. The statements involve known and unknown risks and uncertainties that could cause actual results, performance or events to differ materially from those in the statements as originally made. Such
statements are not, and should not be construed as a representation to future performance of the Company. Readers are urged to view all forward looking statements contained herewith with caution.
56