PT INDO ACIDATAMA Tbk Laporan Keuangan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 dan 2013
d1/March 27, 2015
PT INDO ACIDATAMA Tbk Financial Statements For the Years Ended December 31, 2014 and 2013
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk
Daftar Isi
PT INDO ACIDATAMA Tbk
Halaman/ Page
Surat Pernyataan Direksi
Table of Contents
Directors’ Statement Letter
Laporan Auditor Independen
Independent Auditor’s Report
Laporan Keuangan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 dan 2013
Financial Statements For the Years Ended December 31, 2014 and 2013
Laporan Posisi Keuangan
1
Statements of Financial Position
Laporan Laba Rugi Komprehensif
2
Statements of Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas
3
Statements of Changes in Equity
Laporan Arus Kas
4
Statements of Cash Flows
Catatan Atas Laporan Keuangan
5
Notes to Financial Statements
PT INDO ACIDATAMA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION As of December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Catatan/ Notes
2014 Rp
2013 Rp
ASET ASET LANCAR Kas dan Bank Piutang Usaha Pihak Berelasi Pihak Ketiga Aset Keuangan Lancar Lainnya Persediaan Biaya Dibayar di Muka Uang Muka Pembelian dan Lainnya Aset Lancar Lainnya Total Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya Properti Investasi Aset Tetap Aset Takberwujud Aset Pajak Tangguhan Total Aset Tidak Lancar
ASSETS 2.c, 2.p, 3, 31, 32 2.c, 2.p, 4, 31, 32 2.o, 17 2.p, 5, 32 2.d, 2.h, 6 2.e 8 2.c, 2.p, 13
2.p, 12, 32 2.f, 2.h, 9 2.g, 2.h, 10 2.i, 11 2.l, 7.b
TOTAL ASET
23,522,063
8,598,239
410,998 94,465,683 23,045 182,628,520 564,459 28,091,658 6,185,722 335,892,148
401,736 81,303,788 20,489 192,744,153 924,990 10,795,790 -294,789,185
CURRENT ASSETS Cash on Hand and in Banks Trade Receivables Related Parties Third Parties Other Current Financial Assets Inventories Prepaid Expenses Advances for Purchases and Others Other Current Assets Total Current Assets
7,320 4,838,940 122,183,633 305,570 119,513 127,454,976
2,775 4,296,971 118,272,543 408,897 3,012,177 125,993,363
NON CURRENT ASSETS Other Non Current Financial Assets Investment Properties Fixed Assets Intangible Assets Deferred Tax Assets Total Non Current Assets
463,347,124
420,782,548
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Pinjaman Jangka Pendek Utang Usaha Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya Utang Pajak Beban Akrual Bagian Lancar atas Pinjaman Jangka Panjang Utang Bank Utang Pembiayaan Konsumen Total Liabilitas Jangka Pendek
TOTAL ASSETS LIABILITIES AND EQUITY
90,489,468 8,367,017 4,778,424 8,403,230 4,153,839
59,788,989 9,708,678 4,768,000 3,654,222 3,023,737
-802,543 116,994,521
8,459,950 436,092 89,839,668
CURRENT LIABILITIES Short Term Loans Trade Payables Other Short Term Financial Liabilities Taxes Payable Accrued Expenses Current Maturities of Long Term Liabilities Bank Loans Consumer Financing Payables Total Current Liabilities
510,685 17,005,479 17,516,164
584,307 15,982,939 16,567,246
NON CURRENT LIABILITIES Long Term Liabilities Consumer Financing Payables Long Term Employee Benefits Liabilities Total Non Current Liabilities
134,510,685
106,406,914
Total Liabilities
301,000,000 600,000 29,177,291 (1,940,852)
301,000,000 600,000 29,172,746 (16,397,112)
EQUITY Capital Stock - Rp 50 per share Authorized Capital - 12,000,000,000 shares Issued and Fully Paid in Capital 6,020,000,000 shares Additional Paid in Capital Other Equity Components Accumulated Deficits
Total Ekuitas
328,836,439
314,375,634
Total Equity
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
463,347,124
420,782,548
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS JANGKA PANJANG Pinjaman Jangka Panjang Utang Pembiayaan Konsumen Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang Total Liabilitas Jangka Panjang
2.p, 14, 32 2.c, 2.p, 15, 31, 32 2.p, 16, 32 2.l, 7.c 2.p, 18, 32 2.c, 2.p, 31, 32 19
2.c, 2.p, 31, 32 19 2.k, 26
Total Liabilitas EKUITAS Modal Saham - Nilai Nominal Rp 50 per saham Modal Dasar 12.000.000.000 saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 6.020.000.000 saham Tambahan Modal Disetor Komponen Ekuitas Lainnya Akumulasi Rugi
20 21 9, 10, 12
-
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
d1/March 27, 2015
The accompanying notes form an integral part of these financial statements
1
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated) 2014 Rp
Catatan/ Notes PENJUALAN BEBAN POKOK PENJUALAN
2.j, 2.o, 17, 22
472,834,591
392,315,526
SALES
2.j, 23
(376,489,241)
(306,038,282)
COST OF GOODS SOLD
96,345,350
86,277,244
GROSS PROFIT
(59,186,991) 3,388,239 (719,525)
(50,364,498) 5,543,491 (1,517,290)
Operating Expenses Other Incomes Other Expenses
39,827,073
39,938,947
OPERATING INCOME
(9,969,083)
(7,271,993)
Financial Charge
29,857,990
32,666,954
INCOME BEFORE INCOME TAX
(12,509,067) (2,892,663) (15,401,730)
(7,595,239) (9,077,420) (16,672,659)
INCOME TAX BENEFITS (EXPENSES) Current Tax Deferred Tax Total Income Tax Expenses
14,456,260
15,994,295
INCOME FOR THE YEAR
LABA KOTOR Beban Usaha Pendapatan Lain-lain Beban Lain-lain
2.j, 24 2.j, 25.a 2.j, 25.b
LABA USAHA Beban Keuangan
2.j
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Total Beban Pajak Penghasilan
2.l 7.a 7.b
LABA TAHUN BERJALAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINNYA Keuntungan dari Kenaikan Nilai Wajar Efek yang Tersedia untuk Dijual Selisih Lebih Hasil Revaluasi Aset Tetap Pajak Penghasilan Terkait Revaluasi Aset Tetap Total Pendapatan Komprehensif Lainnya
2013 Rp
12 10
TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
4,545 --
(7,275) 30,720,496
-4,545
(1,536,025) 29,177,196
OTHER COMPREHENSIVE INCOME Gain on Increasing of Available for Sale Securities Increasing Value From Revaluation of Fixed Assets Income Tax Related Revaluation of Fixed Assets Total Other Comprehensive Income
14,460,805
45,171,491
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
d1/March 27, 2015
The accompanying notes form an integral part of these financial statements
2
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan/ Notes
PT INDO ACIDATAMA Tbk STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh/ Issued and Fully Paid in Capital
Tambahan Modal Disetor/ Additional Paid in Capital
Rp
Rp
Komponen Ekuitas Lainnya/ Other Equity Components Aset Keuangan Surplus Tersedia Untuk Revaluasi/ Dijual/ Revaluation Available for Surplus Sale Financial Assets Rp
Rp
Akumulasi Rugi/ Accumulated Deficits
Total Ekuitas/ Total Equity
Rp
Rp
Saldo Per 31 Desember 2012
301,000,000
600,000
(4,450)
--
(32,391,407)
269,204,143
Balance as of December 31, 2012
Laba Komprehensif Tahun Berjalan Saldo Per 31 Desember 2013
-301,000,000
-600,000
(7,275) (11,725)
29,184,471 29,184,471
15,994,295 (16,397,112)
45,171,491 314,375,634
Comprehensive Income for the Year Balance as of December 31, 2013
Laba Komprehensif Tahun Berjalan Saldo Per 31 Desember 2014
-301,000,000
-600,000
4,545 (7,180)
-29,184,471
14,456,260 (1,940,852)
14,460,805 328,836,439
Comprehensive Income for the Year Balance as of December 31, 2014
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
d1/March 27, 2015
The accompanying notes form an integral part of these financial statements
3
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk LAPORAN ARUS KAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan/ Notes ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari Pelanggan Pembayaran Kepada Pemasok dan Pihak Ketiga Lainnya Pembayaran pada Karyawan Pembayaran Bunga Pembayaran Pajak Penerimaan Restitusi Pajak Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan Aset Tetap Hasil Penjualan Aset Tetap Hasil Penjualan Aset Tidak Digunakan dalam Usaha Pembayaran Uang Muka Aset Tetap Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi
10
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan Utang Bank Pembayaran Utang Bank Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK
PT INDO ACIDATAMA Tbk STATEMENTS OF CASH FLOWS For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
2014 Rp
Kas dan Bank pada Akhir Tahun terdiri dari: Kas Bank Total
3
378,190,394
(403,489,651) (29,411,394) (9,281,979) (8,157,747) 300,324 9,622,985
(299,264,400) (25,856,463) (6,816,399) (10,316,305) 1,952,107 37,888,934
(12,495,670) 474,615
(15,948,459) 289,773
-(4,073,881)
486,364 (836,177)
(16,094,937)
(16,008,499)
220,728,780 (199,479,793)
190,073,691 (223,635,996)
21,248,987
(33,562,305)
14,777,035
(11,681,870)
146,789
1,533,288
8,598,239
18,746,821
EFFECTS OF FLUCTUATION IN EXCHANGE RATES ON CASH ON HAND AND IN BANKS CASH ON HAND AND IN BANKS AT THE BEGINNING OF THE YEAR
23,522,063
8,598,239
CASH ON HAND AND IN BANKS AT THE END OF THE YEAR
965,916 7,632,323 8,598,239
Cash on Hand and in Banks at the End of Year consist of: Cash on Hand Cash in Banks Total
589,301 22,932,762 23,522,063
Tambahan informasi aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas disajikan pada Catatan 33.
CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Acquisition of Fixed Assets Proceeds from Sale of Fixed Assets Proceeds from Sale of Unutilized Assets in Operations Cash Paid for Fixed Assets Advance Net Cash Flows Used in Investing Activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Proceed from Bank Loans Repayment of Bank Loans Net Cash Flows Provided by (Used in) Financing Activities NET INCREASE (DECREASE) CASH ON HAND AND IN BANKS
Additional information of non cash activities is presented in Note 33.
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
d1/March 27, 2015
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Receipts from Customers Payments to Suppliers and Other Third Parties Payments to Employees Interest Payments Payments of Taxes Receipts from Tax Restitution Net Cash Flows Provided by Operating Activities
459,663,432
DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN BANK SALDO KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN SALDO KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN
2013 Rp
The accompanying notes form an integral part of these financial statements
4
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 1.
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Umum
1.
General
1.a. Pendirian dan Informasi Umum PT Indo Acidatama Tbk (Perusahaan) didirikan pada awalnya bernama PT Sarasa Nugraha Tbk berdasarkan Akta Notaris Sri Rahayu, SH, Notaris di Jakarta No. 5 tanggal 7 Desember 1982. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-1433.HT.01.TH.85 tanggal 18 Maret 1985. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, SH, Notaris di Jakarta, No. 36 tanggal 11 Juni 2008 untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas. Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-85992.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 13 Nopember 2008.
1.a. Establishment and General Information PT Indo Acidatama Tbk (“the Company”) formerly known as PT Sarasa Nugraha Tbk was established based on the Notarial Deed of Sri Rahayu, SH, Notary in Jakarta, No. 5 dated December 7, 1982. This Deed of Establishment was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in his Decree No. C2-1433.HT.01.TH.85 dated March 18, 1985. The Company’s Articles of Association have been changed several times, most recently by the Notarial Deed of Fathiah Helmi, SH, Notary in Jakarta, No. 36 dated June 11, 2008 to comply with the requirement of the Limited Liability Company Law No. 40 Year 2007. The amended deed has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in his decree No.AHU-85992.AH.01.02.Year 2008 dated November 13, 2008.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta No. 1 tanggal 6 Agustus 2014 dari Notaris Fathiah Helmi, SH, Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan dewan direksi dan komisaris Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disampaikan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat keputusan No. AHU-04974.40.21.2014 tanggal 8 Agustus 2014.
The Company’s Articles of Association have been amended several times, most recently by Deed No.1 of Fathiah Helmi, SH, Notary in Jakarta, dated August 6, 2014 concerning changes in composition of Company’s board of directors and board of commisioners. The amendmend of the Article of Association was submitted and accepted by the Minister of Law and Human Rights of Republic of Indonesia by his Decree No. AHU-04974.40.21.2014 dated August 8, 2014.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi industri pakaian jadi, kimia dasar, kemasan dari plastik dan perdagangan ekspor dan impor. Pada saat ini, kegiatan Perusahaan adalah dalam bidang industri kimia dasar.
In accordance with article 3 of the Company’s articles of association, the Company’s scope of activities comprise of garment industry, basic chemicals, plastic packaging, and export and import trading industries. Currently, the Company activities is engage in basic chemicals industry.
Perusahaan berkedudukan di Gedung Graha Kencana Suite 9A, Jl. Raya Perjuangan 88, Jakarta. Perusahaan memiliki pabrik yang berlokasi di Surakarta dengan alamat Jl. Raya Solo, Sragen Km 11 Desa Kemiri, Jawa Tengah. Perusahaan memulai kegiatan komersil kimia dasar sejak tahun 1989.
The Company’s office is located at Graha Kencana Building Suite 9A, Jl. Raya Perjuangan 88, Jakarta. The Company has plant located at Surakarta which address is at Jl. Raya Solo, Sragen Km 11 Desa Kemiri, Central Java. The Company started its basic chemicals commercial operation since 1989.
Perusahaan tidak mempunyai entitas induk karena tidak terdapat pemegang saham Perusahaan yang memiliki porsi kepemilikan efektif atau hak suara melebihi 50%. Pada tanggal laporan, South East Union Inc, PT Budhi Bersaudara Manunggal, dan PT Kemiri Sarana Investama merupakan entitas yang masing-masing memiliki pengaruh signifikan terhadap Perusahaan, dan tidak terdapat pihak pengendali.
The Company does not have a parent entity since none of the Company’s stockholders has effective ownership of voting rights above 50%. At reporting date, South East Union Inc, PT Budhi Bersaudara Manunggal and PT Kemiri Sarana Investama are entities which have respectively significant influence to the Company, and there is no controlling party.
1.b. Penawaran Umum Efek Perusahaan Pada tanggal 2 Desember 1992 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1917/PM/1992 untuk melakukan penawaran umum atas 5.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat.
1.b. Public Offering of Shares On December 2, 1992, the Company has obtained the Effective Statement from the Chairman of the Capital Market Supervisory Agency (Bapepam) No. S-1917/PM/1992 for conducting the initial public offering of 5,000,000 shares.
d1/March 27, 2015
5
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Pada tanggal 11 Oktober 2000 dan 30 Oktober 2000 Perusahaan melakukan penambahan modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 81.100.000 saham biasa dan 110.000.000 saham biasa melalui konversi utang.
On October 11, 2000 and October 30, 2000, the Company has increased its share capital by Non-Preemptive Right for 81,100,000 shares common stocks and 110,000,000 shares common stocks through debt conversion.
Pada tanggal 25 Agustus 2005, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam sehubungan dengan penggabungan usaha dan penambahan jumlah saham yang beredar sebanyak 3.820.000.000 lembar saham.
On August 25, 2005, the Company has obtained the Effective Statement from Bapepam in relation to the business combination through issuance of additional 3,820,000,000 shares.
Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, saham Perusahaan sebanyak 6.020.000.000 lembar saham telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
On December 31, 2014 and 2013, the Company’s shares totaling 6,020,000,000 shares were listed on the Indonesian Stock Exchange.
1.c. Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan Karyawan
1.c. Board of Commissioners, Board of Directors and Employees The Company's Board of Commissioners and Directors as of December 31, 2014 and 2013 are as follows:
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan per tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris: Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris
Komisaris Independen
Dewan Direksi: Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur Direktur Independen
2014 Bambang Setijo Budhi Santoso Budhi Hartono Biantoro Setijo Wymbo Widjaksono
2013 Bambang Setijo Budhi Santoso Budhi Hartono Biantoro Setijo Wymbo Widjaksono
Board of Commissioners: President Commissioner Vice President Commissioner Commisioners
Antonius Budidarmodjo Stephanus Junianto Pulin Thitta Joseph Mathew
Antonius Budidarmodjo Stephanus Junianto Sharad Ugrankar
Independent Commissioners
Budhi Moeljono Mulyadi Utomo Budhi Moeljono Nurdjono Kusumohadi Wong Lukas Yoyok Nurcahya Tio Liong Khoeng Sharad Ugrankar
Budhi Moeljono Mulyadi Utomo Budhi Moeljono Nurdjono Kusumohadi Wong Lukas Yoyok Nurcahya Tio Liong Khoeng --
Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Perusahaan memiliki karyawan tetap masing-masing sebanyak 311 dan 354 (tidak diaudit).
1.d. Audit Committee
Susunan Komite Audit per 31 Desember 2014 dan 2013 berdasarkan Rapat Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
d1/March 27, 2015
Independent Directors
As of December 31, 2014 and 2013, the Company has a total of 311 and 354 permanent employees, respectively (unaudited).
1.d. Komite Audit
Ketua Komite Audit Anggota
Board of Directors: President Director Vice President Director Directors
The composition of the Company’s Audit Committee as of December 31, 2014 and 2013 based on Board of Commissioners’ Meeting are as follows:
2014 Stephanus Junianto Antonius Budidarmodjo Bernard Edhi Hartono
2013 Sharad Ugrankar Antonius Budidarmodjo Bernard Edhi Hartono
6
Head of Audit Committee Members
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
1.e. Sekretaris Perusahaan Sekretaris Perusahaan per 31 Desember 2014 dan 2013 adalah Benny Herman.
1.e. Corporate Secretary Corporate secretary of the Company as of December 31, 2014 and 2013 is Benny Herman.
1.f.
Kepala Internal Audit Kepala internal audit Perusahaan adalah Fatqul Aziz Mustofa, SE.
1.f. Head of Internal Audit The Company’s head of internal audit is Fatqul Aziz Mustofa, SE.
2.
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
2.
Summary of Significant Accounting Policies
2.a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Laporan keuangan Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh DSAK - IAI, serta Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. VIII.G.7 (Revisi 2012) tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan” lampiran Keputusan No. KEP-347/BL/2012 tentang perubahan atas Peraturan No. VIII.G.7 dan ketentuan akuntansi lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.
2.a. Compliance to the Financial Accounting Standards (FAS) The Company’s financial statements has been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards which include the Statements of Financial Accounting Standards (SFAS) and Interpretation of Financial Accounting Standards (IFAS) issued by the FASB - IIA and Regulations of Capital Market and Supervisory Board and Financial Institution (BapepamLK) No. VIII.G.7 (Revision 2012) regarding the “Preparation of Financial Statements” attachment of Decree No. KEP-347/BL/2012 regarding Amendment to Regulation No. VIII.G.7 and other accounting policies which are prevalent in the Capital Market.
2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
2.b. Basis of Measurement and Preparation of Financial Statements The financial statements have been prepared based on going concern assumption and accrual basis, except for the statements of cash flows. Basis of measurement in preparation of these financial statements is the historical cost concept, except for certain accounts which have been prepared on the basis of other measurements as described in their respective policies.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The statements of cash flows are prepared using direct method by classifying cash flows into operating, investing and financing activities.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
The presentation currency used in the preparation of the financial statements is Indonesian Rupiah which is the functional currency of the Company.
Angka-angka pada laporan keuangan ini dibulatkan dan disajikan dalam ribuan Rupiah yang terdekat kecuali dinyatakan secara lain.
Figures in the financial statements are rounded and expressed in the nearest thousand Rupiah, unless otherwise stated.
Standar akuntansi keuangan baru atau interpretasi baru yang wajib bagi Perusahaan untuk pertama kali untuk laporan keuangan yang dimulai 1 Januari 2014 adalah Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) No. 27 “Pengalihan Aset dari Pelanggan” dan ISAK No. 28 “Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas”. Manajemen Perusahaan telah mengevaluasi dampak atas implementasi kedua ISAK tersebut, dan
New accounting standards or interpretation which is mandatory to the Company for the first time for the financial year beginning January 1, 2014 is Interpretation of Financial Accounts Standard (IFAS) No.27 “Transfer of Assets from Customer” and IFAS No.28 “Extingushing Financial Liabilities with Equity Instruments”. The management of the Company has evaluated the impact of the implementation of these IFASs, and believes they had
d1/March 27, 2015
7
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
berkeyakinan ISAK tersebut tidak memiliki dampak terhadap jumlah yang dilaporkan untuk periode berjalan atau periode sebelumnya, namun mungkin akan berdampak pada kebijakan akuntansi Perusahaan dan pengungkapan atas transaksi di kemudian hari.
no effect on the amount reported for the current or prior financial period, but they will possibly bring impact to the Company’s accounting policies and disclosure for future transaction.
2.c. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan kurs tengah wesel ekspor Bank Indonesia yang berlaku sebagai berikut:
2.c. Transactions and Balances in Foreign Currencies Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At reporting date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translated in to Rupiah currency by using the middle rate of export bill of Bank of Indonesia as follows:
2014 (Dalam Rupiah Penuh)/ (In Full Rupiah) Rp 1 USD 1 EUR 1 GBP 1 RMB 1 SGD 100 Yen Jepang (JPY)
2013 (Dalam Rupiah Penuh)/ (In Full Rupiah) Rp
12,440.00 15,133.27 19,370.34 2,033.01 9,422.11 10,424.88
12,189.00 16,821.44 20,096.63 1,999.22 9,627.99 11,616.88
1 USD 1 EUR 1 GBP 1 RMB 1 SGD 100 Japanese Yen (JPY)
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing diakui sebagai laba atau rugi dalam tahun berjalan.
Foreign exchange gains and losses resulting from the settlement of such transactions denominated in foreign currencies are recognized as profit or loss in current year.
2.d. Persediaan dan Penyisihan Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan bahan baku dan pembantu ditentukan dengan metode rata-rata, sedangkan barang jadi dan barang dalam proses dengan metode rata-rata bergerak (moving average). Penyisihan persediaan usang dan tidak lancar ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan di akhir tahun.
2.d. Inventories and Allowance for Inventories Inventories are carried at cost or net realizable value, whichever is lower. Cost of raw materials and supplies is determined using the average method, while the cost of work in process and finished goods is determined using the moving average method. Allowance for obsolete inventories is determined based on a review of condition of inventories at the end of the year.
2.e. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
2.e. Prepaid Expenses Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods by using the straight line method.
2.f.
2.f.
Properti Investasi Properti investasi terdiri dari tanah yang dikuasai untuk kenaikan nilai dan belum ditentukan penggunaannya oleh Perusahaan. Properti Investasi, setelah pengakuan awal diukur dengan menggunakan model revaluasi. Nilai wajar tanah biasanya ditentukan melalui penilaian berdasarkan bukti pasar yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi profesional.
d1/March 27, 2015
Investment Property Investment property, comprising of land, which is held for capital appreciation and has not been determined its use by the Company. Investment property, after the initial recognition measured using the revaluation model. The fair value of land is usually determined through an assessment based on market evidence conducted by a qualified professional appraiser.
8
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Properti investasi dihentikan pengakuannya (dikeluarkan dari laporan posisi keuangan) pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.
Investment property is derecognized (eliminated from the statement of financial position) on disposal or when the investment property is permanently withdrawn from use and no future benefit is expected from its disposal. Gains or losses on the retirement or disposal of an investment property are recognized in the statements of comprehensive income in the year of retirement or disposal.
Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan, yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik atau dimulainya sewa operasi ke pihak lain. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan, yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.
Transfers to investment properties shall be made when, and only when, there is a change in use, evidenced by the end of owner occupation or commencement of an operating lease with another party. Transfers are made from investment properties when, and only when, there is a change in use, evidence by commencement of owner occupation or commencement of development with a view to sell.
2.g. Aset Tetap Aset tetap pada pengakuan awal diakui sebesar biaya perolehannya termasuk pajak yang berlaku, bea masuk, biaya pengangkutan, biaya penanganan, biaya penyimpanan, biaya penyediaan lokasi, biaya pemasangan, biaya upah tenaga kerja internal, estimasi awal biaya pembongkaran, pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap.
2.g. Fixed Assets Fixed assets at initial recognition are stated at acquisition cost, including applicable taxes, import duties, freight, handling costs, storage costs, site preparation costs, installation costs, the cost of internal labor, the initial estimate of the costs of dismantling and removing the item and restoring the site on fixed assets.
Aset tetap berupa tanah dan bangunan, setelah pengakuan awal diukur dengan menggunakan model revaluasi. Nilai wajar tanah biasanya ditentukan melalui penilaian berdasarkan bukti pasar yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi profesional.
Fixed assets consist of land and building, after the initial recognition measured using the revaluation model. The fair value of land is usually determined through an assessment based on market evidence conducted by a qualified professional appraiser.
Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan. Taksiran masa manfaat ekonomis untuk masing-masing aset tetap adalah sebagai berikut:
Depreciation is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets as follows:
Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Inventaris Kantor Laboratorium Unit Pengolahan Limbah
Tahun/Years 20 10 - 20 4-5 10 5 - 10
Buildings Machineries and Equipments Vehicles and Office Equipments Laboratories Waste Processing Units
Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah, biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan. Biaya terkait dengan pembaruan hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atas tanah.
Initial legal costs incurred to obtain legal rights are recognized as part of the the acquisition cost of the land, and these cost are not depreciated. Cost related to renewal of landrights are recognized as intangible assets and amortized over the period of the landrights.
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan langsung ke laporan laba rugi komprehensif saat terjadinya biayabiaya tersebut.
The cost of maintenance and repairs is charged to statements of comprehensive income as incurred.
d1/March 27, 2015
9
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Perusahaan melakukan evaluasi atas penurunan nilai aset tetap apabila terdapat peristiwa atau keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tetap tersebut kemungkinan tidak dapat dipulihkan. Bila nilai tercatat suatu aset melebihi estimasi jumlah terpulihkan, nilai aset tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan, yang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai.
The Company evaluates its fixed assets for impairment whenever events and circumstances indicate that the carrying amount of the assets may not be recoverable. When the carrying amount of an asset exceeds its estimated recoverable amount, the asset is written down to its estimated recoverable amount, which is determined based upon higher of fair value less cost to sell and value in use.
Apabila suatu aset tetap tidak lagi digunakan atau dijual, nilai perolehan dan akumulasi penyusutan aset tersebut dikeluarkan dari pencatatannya sebagai aset tetap dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diperhitungkan sebagai laba atau rugi tahun yang bersangkutan
When assets are retired or otherwise disposed of, their costs and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected as profit or loss in current year.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.
Construction in progress is stated at cost and presented as part of fixed assets. The accumulated cost will be reclassified to the appropriate fixed asset account when the construction is substantially completed and ready for intended use.
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan di review setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.
The estimated useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of any changes in estimated accounted for on a prospective basis.
2.h. Penurunan Nilai Aset Non - Keuangan Setiap tanggal pelaporan, Perusahaan menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah terpulihkan atas suatu aset individu, Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas atas aset.
2.h. Impairment of Non - Financial Assets At reporting date, the Company reviews the carrying amount of non-financial assets to determine whether there is any indication that those assets have suffered an impairment loss. If any such indication exists, the recoverable amount of the assets is estimated in order to determine the extent of impairment loss (if any). Where it is not possible to estimate the recoverable amount of an individual asset, the Company estimates the recoverable amount of the cash-generating unit of the asset.
Perkiraan jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai. Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi.
Estimated recoverable amount is the higher of fair value less cost to sell or value in use. If the recoverable amount of non-financial assets (cash-generating unit) is lower than its carrying amount, the carrying amount of the asset (cash-generating unit) is reduced to its recoverable amount and impairment loss is recognized immediately against to profit or loss.
2.i.
Aset Takberwujud Saat ini aset takberwujud adalah berupa pengembangan sistem dan perangkat lunak komputer, termasuk seluruh biaya langsung terkait persiapan untuk tujuan penggunaan.
2.i.
Aset takberwujud memiliki masa manfaat yang terbatas dan dicatat sebesar harga perolehan dikurangi penurunan biaya dan akumulasi amortisasi. Amortisasi d1/March 27, 2015
Intangible Assets Currently intangible asset is comprised of system development and computer software, include all direct costs related to preparation of the asset for its intended use. Intangible assets have a definite useful life and are carried at cost less impairment and accumulated amortisation. Amortization is calculated using the straight-
10
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.j.
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan biaya aset takberwujud sepanjang estimasi masa manfaatnya (5 tahun).
line method to allocate the cost of intangible assets over their estimated useful lives (5 years).
Periode dan metode amortisasi ditelaah setidaknya di setiap akhir periode pelaporan. Aset takberwujud dihentikan pengakuannya pada saat: a) Dijual; atau b) Ketika tidak ada manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan dari penggunaan atau penjualan aset tersebut.
The amortization period and method are reviewed at least at the end of each reporting period. An intangible assets shall be derecognized: a) On disposal; or b) When no future economic benefits are expected from its use or disposal.
Pengakuan Pendapatan dan Beban Penjualan diakui pada saat barang dikapalkan (FOB shipping point) untuk penjualan ekspor dan penyerahan barang kepada langganan untuk penjualan lokal.
2.j.
Beban diakui sesuai manfaat pada periode berjalan (accrual basis).
Revenue and Expense Recognition Revenues are recognized when the goods are shipped (FOB shipping point) for export sale and when the goods are delivered to the customers for local sales. Expenses are recognized on an accrual basis.
2.k. Imbalan Kerja Imbalan Kerja Jangka Pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan berdasarkan metode akrual.
2.k. Employee Benefits Short-term Employee Benefits Short-term employee benefits are recognized when they accrue to the employee.
Imbalan kerja jangka pendek termasuk upah, gaji, bonus dan insentif.
Short term employee benefits include wages, salaries, bonus and incentive.
Imbalan Pasca Kerja Imbalan pasca kerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (”UU 13/2003”).
Post-Employment Benefits Post-employment benefits such as retirement, severance and service payments are calculated based on Labor Law No. 13/2003 (“Law 13/2003”).
Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian, perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial dan perubahan dalam program pensiun yang jumlahnya melebihi jumlah yang lebih besar antara 10% dari nilai wajar aset program dan 10% dari nilai kini imbalan pasti, dibebankan atau dikreditkan ke laporan laba rugi komprehensif konsolidasi selama rata-rata sisa masa kerja yang diharapkan dari karyawan tersebut.
Actuarial gains and losses arising from the adjustments, changes in actuarial assumptions and changes in retirement programs whose number exceeds the number the greater of 10% of the fair value of plan assets and 10% of the present value of defined benefit obligations, are charged or credited to consolidated statements of comprehensive income over the expected average remaining working lives of employees.
Beban jasa lalu diakui secara langsung di laporan laba rugi komprehensif, kecuali perubahan terhadap program pensiun tersebut mengharuskan karyawan tersebut tetap bekerja selama periode waktu tertentu untuk mendapatkan hak tersebut (periode vesting). Dalam hal ini, biaya jasa lalu diamortisasi secara garis lurus sampai imbalan tersebut menjadi vest.
Past-service costs are recognized immediately in the statements of comprehensive income, unless the changes to the pension plan are conditional on the employees remaining in service for a specified period of time (the vesting period). In this case, the past-service costs are amortized on a straight-line basis until the benefits become vested.
Biaya jasa kini diakui sebagai beban periode berjalan.
The current service cost is recorded as an expense in the prevailing period.
d1/March 27, 2015
11
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja Perusahaan mengakui pesangon pemutusan kontrak kerja sebagai liabilitas dan beban jika, dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk: memberhentikan pekerja berdasarkan rencana formal terperinci dan secara realistis kecil kemungkinan untuk dibatalkan; atau menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela. Jika pesangon pemutusan kontrak kerja jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan maka besarnya pesangon pemutusan kontrak kerja harus didiskontokan dengan menggunakan tingkat diskonto.
Termination Benefits The Company shall recognize termination benefits as a liability and an expense when, and only when, the Company has clearly shown commitment to either: terminate the employment based on a detailed formal plan and without realistic possibility of withdrawal; or provide termination benefits as a result of an offer made in order to encourage voluntary redundancy. Where termination benefits fall due more than 12 months after the reporting period, they shall be discounted using the discount rate.
2.l. Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan. Pajak tangguhan diukur dengan tarif pajak yang berlaku saat ini.
2.l.
Income Tax All temporary differences arising between the tax bases of assets and liabilities and their carrying values are recognized as deferred tax. Currently enacted tax rates are used to determine deferred income tax.
Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal dimasa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Penilaian penyisihan dibentuk atas bagian aset pajak tangguhan yang diperkirakan tidak dapat direalisasi di masa yang akan datang.
Deferred tax assets relating to the carry forward of unused tax losses are recognized to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the unused tax losses can be utilized. A valuation allowance is provided for the portion of deferred tax assets which is not expected to be realized in the future.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas pajak tangguhan yang terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama, baik atas entitas kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk menyelesaikan saldo-saldo tersebut secara neto.
Deferred income tax assets and liabilities are offset when there is a legally enforceable right to offset current tax assets against current tax liabilities and when the deferred income taxes assets and liabilities relate to income taxes levied by the same taxation authority on either the same taxable entity or on different taxable entities where there is an intention to settle the balances on a net basis.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.
Amendment to taxation obligations is recorded when an assessment is received or, if appealed against, when the results of the appeal are determined.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi.
Current and deferred tax are recognized as an expense or income in profit or loss, except when they relate to items that are recognized outside of profit or loss (whether in other comprehensive income or directly in equity), in which case the tax is also recognized outside of profit or loss.
Perusahaan melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika, entitas: a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang diakui; dan b) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
The Company shall offset current tax assets and current tax liabilities if, and only if, the entity: a) has a legally enforceable right to set off the recognised amounts; and
d1/March 27, 2015
b) intends either to settle on a net basis, or to realise the asset and settle the liability simultaneously.
12
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
2.m. Laba per Saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan.
2.m. Earnings Per Share Earnings per share is computed by dividing the total income attributable to owner of the parent entity with weighted average number of shares outstanding during a reported period.
Laba per saham dilusian mempertimbangkan pula efek lain yang diterbitkan bagi semua efek berpotensi saham biasa yang sifatnya dilutif yang beredar sepanjang periode pelaporan.
Diluted earnings per share accounted for other securities potentially having dilutive effect to common stocks which are outstanding during the reporting period.
2.n. Informasi Segmen Perusahaan menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi yang disiapkan secara internal untuk pengambil keputusan operasional. Pengambil keputusan operasional bertanggungjawab untuk mengalokasikan sumber daya, menilai kinerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis.
2.n. Segment Information The Company presented operating segments based on the information that internally is provided to the chief operating decision maker. The chief operating decision maker is responsible for allocating resources, assessing performance of the operating segments and making strategic decisions.
Sebuah segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: • yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban; • yang hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan • dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. 2.o. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:
An operating segment is a component of entity which: • •
•
that engage in business activities from which it may earn revenue and incur expenses; whose operating results are regularly reviewed by chief operating decision maker to make decisions about resources to be allocated to the segment and assess its performance; and for which discrete financial information is available.
2.o. Transaction and Balances with Related Parties A related party represents a person or an entity who is related to the reporting entity:
a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau iii. personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
a)
b) Satu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain). ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
b) An entity is related to the reporting entity if it meets one of the following: i. The entity and the reporting entity are members of the same Company (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others). ii. One entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a Company of which the other entity is a member).
d1/March 27, 2015
A person or a close member of that person’s family is related to a reporting entity if that person: i. has control or joint control over the reporting entity; ii. has significant influence over the reporting entity; or iii. is a member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity
iii. 13
Both entities are joint ventures of the same third party. paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a). vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). 2.p. Instrumen Keuangan Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan sebagai berikut: (i)
iv.
One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity.
v.
The entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity, or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity in itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity.
vi.
The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a).
vii. A person identified in (a) (i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or a parent of the entity). 2.p. Financial Instruments The Company classifies financial instruments as follows:
Aset Keuangan Aset keuangan dikelompokkan menjadi 4 kategori, yaitu (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo serta (iv) aset keuangan yang tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya.
(i) Financial Assets The Company classifies financial assets in one of the following four categories as follows (i) financial assets at fair value through profit or loss; (ii) loans and receivables; (iii) held-to-maturity investments; and (iv) available for sale financial assets. This classification depends on the Company’s purpose of financial assets’ acquisition. Management determined financial assets’ classification at initial acquisition.
Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba atau Rugi (FVTPL) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi (FVTPL) adalah aset keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai aset diperdagangkan kecuali telah ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.
Financial Assets At Fair Value Through Profit or Loss (FVTPL) Financial assets at fair value through profit or loss (FVTPL) are financial assets held for trading. Assets are classified as FVTPL when they are held principally for the purpose of selling or repurchasing in the near term and there is evidence of a recent actual pattern of short-term profit-taking. Derivatives are classified as trading assets, except as designated and effective as hedging instruments.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diakui pada nilai wajarnya. Biaya transaksi sehubungan dengan perolehannya diakui pada laporan laba rugi periode berjalan. Selanjutnya, aset keuangan FVTPL disajikan pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.
At the time of initial recognition, financial assets at fair value through profit or loss are recognized at fair value. Transactions costs related the acquisition are recognized in the current period profit or loss. Subsequently, financial assets FVTPL are carried at fair value with gains or losses from changes in fair value are recognized in statements of comprehensive income.
Pada 31 Desember 2014 dan 2013, Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada FVTPL.
As of December 31, 2014 and 2013, the Company has no financial assets at FVTPL.
d1/March 27, 2015
14
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Loans and Receivables Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. At initial recognition, loans and receivables are recognized at fair value plus transaction costs and subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method.
Aset keuangan yang dikategorikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang adalah kas dan bank, piutang usaha dan aset keuangan lancar lainnya.
Financial assets, classified as loans and receivables, are cash on hand and in banks, trade receivables and other current financial assets.
Investasi yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, dimana manajemen mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, selain: a) Investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi; b) Investasi yang ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan c) Investasi yang memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.
Held-to-Maturity Investments Held-to-maturity investments are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturity that Management has the positive intention and ability to hold to maturity, other than:
Pada saat pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
At initial recognition, held-to-maturity investments are recognized at fair value plus transaction costs and subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method.
Pada 31 Desember 2014 dan 2013, Perusahaan tidak memiliki investasi yang dimiliki hingga jatuh temponya.
As of December 31, 2014 and 2013, the Company has no held-to-maturity investments.
Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual Aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan untuk dimiliki selama periode tertentu, dimana akan dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi.
Available for Sale Financial Assets Financial assets that are available for sale are nonderivative financial assets that held during a certain period with intention for sale in order to fulfill liquidity needs, changes in interest rates or foreign exchange, or are not classified as loans and receivables, investments that classified into held-to-maturity or financial assets at fair value through profit or loss.
d1/March 27, 2015
a) Investments that at initial recognition, were designated as financial assets measured at fair value through profit or loss; b) Investments that are designated as available for sale; and c) Investments that meet the definition of loans and receivables.
15
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya dimana laba atau rugi diakui pada pendapatan komprehensif lainnya hingga aset keuangan dihentikan pengakuannya, kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan laba rugi dari selisih kurs. Jika aset keuangan tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, akumulasi laba rugi yang sebelumnya diakui pada bagian ekuitas akan diakui pada laba atau rugi. Sedangkan penghasilan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar dari aset moneter yang diklasifikasikan sebagai kelompok tersedia untuk dijual diakui pada laba atau rugi.
At initial recognition, available for sale financial assets are recognized at fair value plus transaction costs and subsequently measured at fair value with any gain or loss recognized at other comprehensive income until the financial assets are derecognized, except for impairment loss and foreign exchanges. If available for sale financial assets are impaired, the accumulated profit or loss previously recognized in equity is recognized in the profit or loss. Interest income is calculated using the effective interest rate method and gains or losses from changes in exchange rates of monetary assets that classified as available for sale financial assets are also recognized in the profit or loss.
Aset keuangan yang dikategorikan sebagai aset keuangan tersedia dijual adalah investasi efek tersedia untuk dijual.
Financial asset that is classified as an available for sale is available for sale marketable securities.
Penurunan Nilai Aset Keuangan Penurunan nilai aset keuangan atas pinjaman yang diberikan dan piutang dievaluasi oleh manajemen secara individual. Pinjaman yang diberikan dan piutang diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan yang dapat diestimasi secara handal.
Impairment of Financial Assets Impairment of financial assets is evaluated by management individually. Financial assets are impaired if there is objective evidence, as result of one or more events occur after the initial recognition, and those events will affect the reliability of estimated future cash flows.
Beberapa bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut: kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; terdapat kemungkinan bahwa pihak pelanggan akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan; atau peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit.
Objective evidence of impairment are as follows:
Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas seluruh aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan penurunan nilai. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun penyisihan penurunan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan penurunan piutang diakui dalam laba atau rugi.
The carrying amount of receivable is reduced by the impairment loss directly for all financial assets with the exception of receivables, where the carrying amount is reduced through the use of an allowance for impairment. When a receivable is considered uncollectible, it is written off against the allowance for of impairment. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the allowance for impairment. Changes in the carrying amount of the allowance account are recognized in profit or loss.
d1/March 27, 2015
significant financial difficulty of the issuer or counterparty; or breach of contract, such as default or delinquency in interest or principal payments; or possibility that the borrower will enter bankruptcy or financial reorganization; or Increased number of delayed payments more than average credit period.
16
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Untuk investasi ekuitas tersedia untuk dijual yang tercatat dan tidak tercatat di bursa, penurunan yang signifikan atau jangka panjang pada nilai wajar dari investasi ekuitas di bawah biaya perolehannya dianggap sebagai bukti obyektif penurunan nilai.
For listed and unlisted equity investments classified as AFS, a significant or prolonged decline in the fair value of the security below its cost is considered to be an objective evidence of impairment.
Apabila aset keuangan tersedia untuk dijual dianggap menurun nilainya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas direklasifikasi ke laba atau rugi dalam periode yang bersangkutan.
When an AFS financial asset is considered to be impaired, cumulative gains or losses previously recognized in equity are reclassified to profit or loss in the period.
Dalam hal efek ekuitas tersedia untuk dijual, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dalam laba atau rugi tidak boleh dipulihkan melalui laba atau rugi. Setiap kenaikan nilai wajar setelah penurunan nilai diakui secara langsung ke ekuitas.
In respect of AFS equity securities, impairment losses previously recognized in profit or loss are not reversed through profit or loss. Any increase in fair value subsequent to an impairment loss is recognized directly in equity.
Reklasifikasi Aset Keuangan Reklasifikasi hanya diperkenankan dalam situasi yang jarang terjadi dan dimana aset tidak lagi dimiliki untuk tujuan dijual dalam jangka pendek. Dalam semua hal, reklasifikasi aset keuangan hanya terbatas pada instrumen hutang. Reklasifikasi dicatat sebesar nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi.
Reclassification of Financial Assets Reclassification is only permitted in rare circumstances and where the asset is no longer held for the purpose of selling in the short-term. In all cases, reclassifications of financial assets are limited to debt instruments. Reclassifications are accounted for at the fair value of the financial asset at the date of reclassification.
(ii) Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan dikelompokkan ke dalam kategori (i) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
(ii) Financial Liabilities Financial liabilities are classified into (i) financial liabilities at fair value through profit or loss and (ii) financial liabilities at amortized cost.
Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba atau Rugi Nilai wajar liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi adalah liabilitas keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas diperdagangkan kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.
Financial Liabilities at Fair Value Through Profit or Loss The fair value of financial liabilities measured at fair value through profit or loss are the financial liabilities that are designated for trade. Financial liabilities are classified for trade if acquired primarily for the purpose of selling or repurchasing in the near term and there is evidence of a pattern of short-term profit taking. Derivatives are classified as trading liabilities except those effectively designated as hedging instruments.
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diakui pada nilai wajarnya. Biaya transaksi sehubungan dengan penerbitannya diakui pada laba rugi tahun berjalan.
At initial recognition, financial liabilities measured at FVTPL are measured at fair value. Transaction costs related to the issuance are recognized in the current period profit or loss.
Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.
Gains or losses on liabilities held for trading are recognized in the statements of comprehensive income.
d1/March 27, 2015
17
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi.
As of December 31, 2014 and 2013, the Company has no financial liabilities at fair value through profit or loss.
Liabilitas Keuangan yang Diukur Dengan Biaya Perolehan Diamortisasi Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Financial Liabilities at Amortized Cost Financial liabilities not classified as financial liabilities at fair value through profit or loss are categorized and measured at amortized cost.
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan liabilitas keuangan tersebut dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok.
At initial recognition, financial liabilities are recorded at fair value plus transaction cost that are directly attributable to the acquisition or issuance of these financial liabilities and subsequently measured at amortized cost using effective interest method less any allowance for impairment and principal repayment or reduction.
Liabilitas keuangan yang dikategorikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi adalah pinjaman jangka pendek, utang usaha, beban akrual, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya, utang bank, dan utang pembiayaan konsumen.
Financial liabilities that are classified into financial liabilities at amortized cost are short term loans, trade payable, accrued expenses, other short term financial liabilities, bank loan, and consumer financing payables.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diperoleh.
Derecognition of Financial Assets and Liabilities The Company derecognizes a financial asset only when the contractual rights to the cash flows from the asset expire, or when it transfers the financial asset and substantially all the risks and rewards of ownership of the asset to another entity. If the Company neither transfers nor retains substantially all the risks and rewards of ownership and continues to control the transferred asset, the Company recognizes its retained interest in the asset and an associated liability for amounts it may have to pay. If the Company retains substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset, the Company continues to recognize the financial asset and also recognizes a collateralized borrowing for the proceeds received.
Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.
The Company derecognizes financial liabilities when, and only when, the Company’s obligations are discharged, cancelled or they expire.
Metode Suku Bunga Efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang
Effective Interest Method The effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a financial instrument and of allocating interest income over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees on
d1/March 27, 2015
18
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.
points paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, or, where appropriate, a shorter period to the net carrying amount on initial recognition.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi.
Income is recognized on an effective interest basis for financial instruments other than those financial instruments that are at fair value through profit and loss.
Penentuan Nilai Wajar Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
Fair Value Determination The fair value of financial assets and financial liabilities must be estimated for recognition and measurement or for disclosure purposes.
PSAK No. 60 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” mensyaratkan pengungkapkan atas pengukuran nilai wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut: i. harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Tingkat 1) ii. input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya derivasi dari harga) (Tingkat 2), dan iii. input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi) (Tingkat 3).
SFAS No. 60, ”Financial Instruments: Disclosures” requires disclosure of fair value measurements by level of the following fair value measurement hierarchy: i. quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities (Level 1) ii. inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the asset orliability, either directly (as prices) or indirectly (derived from prices) (Level 2), and iii. inputs for the asset or liability that are not based on observable market data (unobservable inputs) (Level 3).
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai pasar pada tanggal pelaporan. Kuotasi nilai pasar yang digunakan Grup untuk aset keuangan adalah harga penawaran (bid price), sedangkan untuk liabilitas keuangan menggunakan harga jual (ask price). Instrumen keuangan ini termasuk dalam Tingkat 1.
The fair value of financial instruments traded in active markets is based on quoted market prices at the reporting date. The quoted market price used for financial assets held by the Group is the current bid price, while financial liabilities use ask price. These instruments are included in Level 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi sepanjang tersedia, dan seminimal mungkin tidak mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam Tingkat 2.
The fair value of financial instruments that are not traded in an active market is determined using valuation techniques. These valuation techniques maximize the use of observable market data where it is available and rely as minimum as possible on estimates. If all significant inputs required to fair value an instrument are observable, the instrument is included in Level 2.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen tersebut masuk ke dalam Tingkat 3. Ini berlaku untuk surat-surat berharga ekuitas yang tidak diperdagangkan di bursa.
If one or more of the significant inputs is not based on observable market data, the instrument is included in Level 3. This is the case for unlisted equity securities.
d1/March 27, 2015
19
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Teknik penilaian tertentu digunakan untuk menentukan nilai instrumen keuangan mencakup: penggunaan harga yang diperoleh dari bursa atau pedagang efek untuk instrumen sejenis; dan teknik lain, seperti analisis arus kas yang didiskonto digunakan untuk menentukan nilai instrumen keuangan lainnya.
Specific valuation techniques used to value financial instruments include: the use of quoted market prices or dealer quotes for similar instruments; and other techniques, such as discounted cash flow analysis, are used to determine fair value for the remaining financial instruments.
2.q. Sumber Estimasi Ketidakpastian dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
2.q. Source of Estimation Uncertainty and Critical Accounting Judgment The preparation of the Company’s financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. Uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset and liability affected in future periods.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode/tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial period/year are disclosed below. The Company based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Company. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.
Estimasi Umur Manfaat Aset Tetap Perusahaan melakukan penelahaan berkala atas masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material atas perubahan estimasi ini yang diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas. Nilai tercatat aset tetap disajikan dalam Catatan 10.
Estimated useful lives of fixed assets The Company reviews periodically the estimated useful lives of fixed assets based on factors such as technical specification and future technological developments. Future results of operations could be materially affected by changes in these estimates brought about by changes in the factors mentioned. The carrying value of fixed assets is disclosed in Note 10.
Imbalan Pasca Kerja Nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat imbalan pasca kerja.
Post Employment Benefits The present value of the post-employment benefits obligations depends on a number of factors that are determined on an actuarial basis using a number of assumptions. The assumptions used in determining the net cost (income) for pensions include the discount rate. Any changes in these assumptions will impact the carrying amount of post-employment benefits obligations.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan, yakni tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini arus kas keluar masa depan estimasian yang diharapkan
The Company determines the appropriate discount rate at the end of each reporting period. This is the interest rate that should be used to determine the present value of estimated future cash outflows expected to be required to
d1/March 27, 2015
20
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3.
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
untuk menyelesaikan liabilitas. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas yang terkait.
settle the obligations. In determining the appropriate discount rate, the Company considers the interest rates of government bonds that are denominated in the currency in which the benefits will be paid and that have terms to maturity approximating the terms of the related obligation.
Asumsi kunci liabilitas imbalan pasca kerja sebagian ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 26.
Other key assumptions for post-employment benefit obligations is based in part on current market conditions. Additional information is disclosed in Note 26.
Estimasi Umur Manfaat Aset Takberwujud Perusahaan melakukan penelahaan berkala atas masa manfaat ekonomis aset takberwujud berdasarkan faktorfaktor seperti kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material atas perubahan estimasi ini yang diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas. Nilai tercatat aset takberwujud disajikan dalam Catatan 11.
Estimated Useful lives of Intangible Assets The Company made periodic review of the useful lives of intangible assets based on factors such as technical conditions and technological developments in the future. The results of future operations will be materially influenced the change in estimate is caused by changes in the factors mentioned above. The carrying value of intangible assets is disclosed in Note 11.
Kas dan Bank
3. Cash on Hand and in Banks 2014 Rp
Kas Rupiah Mata Uang Asing USD (2014: USD13,912.00; 2013: USD8,755.00) EUR (2014: EUR2,150.00; 2013: EUR2,655.00) GBP (2014: GBP1,240.00; 2013: GBP1,240.00) JPY (2014: JPY42,000.00; 2013: JPY42,000.00) RMB (2014: RMB815.00; 2013: RMB815.00) SGD (2013: SGD75.00) Bank Rupiah PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank CIMB Niaga Tbk Mata Uang Asing PT Bank Internasional Indonesia Tbk (2014: USD1,614,922.62; 2013: USD559,334.08) The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (2014: USD122,752.09; 2013: USD36,660.36) Total
d1/March 27, 2015
2013 Rp
353,645
782,390
173,065 32,537 24,019 4,378 1,657 -589,301
106,715 44,661 24,920 4,879 1,629 722 965,916
1,139,954 132,541
175,870 124,292
43,194 400 1,316,089
24,513 43,072 367,747
20,089,637
6,817,723
1,527,036 21,616,673 23,522,063
446,853 7,264,576 8,598,239
21
Cash on Hand Rupiah Foreign Currencies USD (2014: USD13,912.00; 2013: USD8,755.00) EUR (2014: EUR2,150.00; 2013: EUR2,655.00) GBP (2014: GBP1,240.00; 2013: GBP1,240.00) JPY (2014: JPY42,000.00; 2013: JPY42,000.00) RMB (2014: RMB815.00; 2013: RMB815.00) SGD (2013: SGD75.00) Cash in Banks Rupiah PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank CIMB Niaga Tbk Foreign Currencies PT Bank Internasional Indonesia Tbk (2014: USD1,614,922.62; 2013: USD559,334.08) The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (2014: USD122,752.09; 2013: USD36,660.36) Total
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 4.
Piutang Usaha
a.
Berdasarkan Pelangggan
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated) 4. a.
By Customers
2014 Rp Pihak Berelasi (Catatan 17.a) Pihak Ketiga PT Karsavicta Satya PT Nippon Shokubai Indonesia PT Parama Mandyadana PT Gemilang Karunia Abadi PT Sumber Rejeki Abadi Sentosa PT Pomal Tani Mandiri PT Udaya Anugrah Abadi PT Padi Hijau Buana PT Industri Semak UD Bintang Timur PT Panca Kusuma Aneka Kimia PT Indokemika Jayatama PT Cipta Karya Persada PT Sari Sarana Kimia PT Aroma Prima Livindo Yono Purwanto PT Frisian Flag Indonesia PT Adikreasi Ekaprakarsa Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 500 juta) Sub Total Pihak Ketiga Dikurangi : Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Sub Total Pihak Ketiga - Bersih Total Piutang Usaha
2013 Rp
410,998
401,736
Related Parties (Note 17.a)
37,884,000 11,723,158 11,550,000 7,383,193 5,549,846 3,116,412 2,581,425 2,086,328 1,733,066 1,707,200 1,253,979 1,253,952 1,236,400 520,364 517,500 148,453 288,734 -3,944,273 94,478,283 (12,600) 94,465,683 94,876,681
45,942,160 -9,586,500 7,181,216 3,025,621 -1,158,442 1,452,527 640,200 1,763,126 742,168 2,479,968 890,400 921,493 289,800 511,533 180,145 292,160 4,548,929 81,606,388 (302,600) 81,303,788 81,705,524
Third Parties PT Karsavicta Satya PT Nippon Shokubai Indonesia PT Parama Mandyadana PT Gemilang Karunia Abadi PT Sumber Rejeki Abadi Sentosa PT Pomal Tani Mandiri PT Udaya Anugrah Abadi PT Padi Hijau Buana PT Industri Semak UD Bintang Timur PT Panca Kusuma Aneka Kimia PT Indokemika Jayatama PT Cipta Karya Persada PT Sari Sarana Kimia PT Aroma Prima Livindo Yono Purwanto PT Frisian Flag Indonesia PT Adikreasi Ekaprakarsa Others (each below of Rp 500 millions) Sub Total Third Parties Less : Allowance For Impairment of Receivable Sub Total Third Parties - Net Total Trade Receivables
b. Berdasarkan Umur
b. 2014 Rp
Belum Jatuh Tempo: Telah Jatuh Tempo: > 1 bulan - 2 bulan > 2 bulan - 3 bulan > 3 bulan Dikurangi : Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Pihak Ketiga Total
d1/March 27, 2015
By Aging Categories
2013 Rp
76,448,667
68,299,915
16,527,737 638,741 1,274,136
12,817,783 349,374 541,052
(12,600) 94,876,681
(302,600) 81,705,524
c. Berdasarkan Mata Uang
Rupiah Mata Uang Asing (2014: USD1,240,458.39; 2013: USD1,100,996.20) Dikurangi : Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Pihak Ketiga Total
Trade Receivables
c.
By Currencies
2014 Rp
2013 Rp
79,457,979
68,588,081
15,431,302
13,420,043
(12,600) 94,876,681
(302,600) 81,705,524
22
Not yet Due : Past Due : > 1 Month - 2 Months > 2 Months - 3 Months > 3 Months Less : Allowance For Impairment of Receivable Third Parties Total
Rupiah Foreign Currencies (2014: USD1,240,458.39; 2013: USD1,100,996.20) Less : Allowance For Impairment of Receivable Third Parties Total
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Mutasi penyisihan penurunan nilai adalah sebagai berikut:
Saldo Awal Penambahan (Pemulihan) Saldo Akhir
Movement of the allowance for impairment is as follows:
2014 Rp
2013 Rp
302,600 (290,000) 12,600
570,500 (267,900) 302,600
Beginning Balance Addition (Recovery) Ending Balance
Piutang usaha sebesar Rp39.000.000 dijadikan jaminan atas pinjaman yang diperoleh dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk (Catatan 14.b).
Trade receivables amounting to Rp39,000,000 have been collateralized for loan obtained from PT Bank Internasional Indonesia Tbk (Note 14.b).
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian penurunan nilai piutang usaha.
Management believes that the allowance for impairment is adequate to cover the possible risk of losses on uncollectible receivables.
Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang kepada pihak ketiga.
Management also believes there are no significant concentrations of risk on receivable to third parties.
5. Aset Keuangan Lancar Lainnya
5. Other Current Financial Assets 2014 Rp
Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga PT Supra Busanayasa PT Panca Brothers Swakarsa Lain-lain Total Dikurangi : Penyisihan Penurunan Nilai Total
2013 Rp Other Receivables - Third Parties
2,048,001 1,272,033 23,045 3,343,079 (3,320,034) 23,045
2,048,001 1,272,033 20,489 3,340,523 (3,320,034) 20,489
PT Supra Busanayasa PT Panca Brothers Swakarsa Others Total Less : Allowance For Impairment Total
Pada tanggal 19 Agustus 2008, Perusahaan menerima surat dari PT Supra Busanayasa (SBY) dan PT Panca Brothers Swakarsa (PBS) tentang permohonan konversi tagihan Perusahaan masing-masing sebesar USD208,811.33 dan USD134,400 ke dalam mata uang Rupiah. Perusahaan menyetujui dengan mengkonversi ke Rupiah dengan kurs Rp9.378/USD sehingga tagihan masing-masing menjadi Rp2.048.001 (termasuk PPN Rp89.768) dan Rp1.272.033 (termasuk PPN Rp11.630). Pada tanggal 20 Oktober 2008 Perusahaan menerima surat dari SBY dan PBS yang menyatakan ketidaksanggupan untuk membayar kewajiban kepada Perusahaan. Perusahaan telah membentuk penyisihan penurunan nilai atas piutang ini.
On August 19, 2008, the Company received request letters from PT Supra Busanayasa (SBY) and PT Panca Brothers Swakarsa (PBS) regarding request for conversion of the Company’s receivables of USD208,811.33 and USD134,400 respectively to Rupiah currency. The Company approved the conversion based on the rate of Rp9,378. As a result of the conversion, the receivables was amounted to Rp2,048,001 (inclusive of Rp89,768 VAT) and Rp1,272,033 (inclusive of Rp11,630 VAT). On October 20, 2008, the Company received letters from SBY and PBS which stated their inability to pay their liabilities to the Company. The Company had provide allowance for impairment for this receivable.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang sebesar Rp3.320.034 cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian tidak tertagihnya piutang tersebut.
Management believes that allowances for impairment of receivables amounting to Rp3,320,034 are adequate to cover possible loss on that doubtful account.
d1/March 27, 2015
23
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
6. Persediaan
6. Inventories 2014 Rp
Bahan Baku Barang Jadi Suku Cadang Bahan Pembantu Barang dalam Proses Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan Barang Jadi Total
2013 Rp
161,705,696 14,589,835 1,923,692 2,413,743 2,158,687 182,791,653 (163,133) 182,628,520
168,902,036 11,562,061 6,533,909 3,713,680 2,036,010 192,747,696 (3,543) 192,744,153
Mutasi penyisihan persediaan adalah sebagai berikut:
Allowance for Decline in Value of Finished Goods Total
Movement of the allowance for decline in value of inventories is as follows:
2014 Rp Saldo Awal Penambahan (Pemulihan) Saldo Akhir
Raw Material Finished Goods Spare Parts Supplies Work in Process
2013 Rp
3,543 159,590 163,133
50,002 (46,459) 3,543
Beginning Balance Addition (Recovery) Ending Balance
Persediaan senilai Rp100.000.000 dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek kepada The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) (Catatan 14.a).
Inventories amounting to Rp100,000,000 are pledged as collateral on short-term loans obtained from The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) (Note 14.a).
Persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar USD833,333.34 dan Rp110.000.000 pada tanggal 31 Desember 2014 dan USD1,052,632 dan Rp110.000.000 pada tanggal 31 Desember 2013. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan.
Inventories have been insured by PT Asuransi Jasa Indonesia and PT Asuransi Allianz Utama Indonesia against fire, theft, and other possible risks amounting to USD833,333.34 and Rp110,000,000 as of December 31, 2014 and USD1,052,632 and Rp110,000,000 as of December 31, 2013. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses on inventories insured.
Manajemen perusahaan berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai persediaan telah mencukupi untuk menutupi kerugian dari keusangan dan persediaan yang tidak lancar.
Management believes that the allowance for decline in value of inventories is adequate to cover losses from inventory obsolescence.
7. Perpajakan
7. Taxation
a. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
a. Income Tax Benefits (Expenses) 2014 Rp
Pajak Kini Penyesuaian atas Tahun Sebelumnya Total Beban Pajak Kini Beban Pajak Tangguhan Total Beban Pajak Penghasilan
d1/March 27, 2015
2013 Rp
(8,824,110) (3,684,957) (12,509,067) (2,892,663) (15,401,730)
24
(7,595,239) -(7,595,239) (9,077,420) (16,672,659)
Current Tax Adjustment of Prior Year Total Current Tax Expense Deferred Income Tax Expense Total Income Tax Expense
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Pajak Kini Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif komersial dengan laba kena pajak untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31.Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:
Current Tax A reconciliation between income before income tax as shown in the statements of comprehensive income and taxable income for the years ended December 31, 2014 and 2013 is as follows:
2014 Rp Laba Sebelum Pajak Penghasilan Beda Waktu Penyisihan Piutang Ragu-ragu Penyusutan Aset Tetap Beban Imbalan Kerja Kenaikan Nilai Wajar Properti Investasi Penyisihan (Pemulihan) Persediaan Total Beda Waktu Beda Tetap Beban dan Denda Pajak Pendapatan Pajak Representasi dan Sumbangan Pendapatan Bunga Lainnya Total Beda Tetap Laba Kena Pajak Beban Pajak Kini dengan Tarif Pajak yang Berlaku Dikurangi: Pajak Penghasilan Dibayar di Muka Pasal 22 Pasal 25 Kurang Bayar Pajak Penghasilan
2013 Rp
29,857,990
32,666,954
Income Before Income Tax
(290,000) 5,189,770 1,022,540 (541,969) 159,590 5,539,931
(267,900) (1,085,884) 1,300,779 (3,725,798) (46,459) (3,825,262)
Timing Differences Allowances for Doubtful Accounts Depreciation of Fixed Assets Employee Benefit Expenses Gain on Revaluation of Investment Properties Provision (Recovery) of Inventories Total Timing Differences
26,275 (300,324) 134,523 (128,880) 166,926 (101,480) 35,296,441
1,397,274 -126,950 (53,603) 68,643 1,539,264 30,380,956
Permanent Differences Tax Expense and Penalty Tax Income Representation and Donation Interest Income Others Total Permanent Differences Taxable Income
8,824,110
7,595,239
(2,237) (8,257,196)
(8,044) (6,848,533)
564,677
738,662
with Prevailing Tax Rate Less: Prepaid Income Taxes Income Tax Article 22 Income Tax Article 25 Underpayment of Corporate Income Tax
Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini, Perusahaan belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) untuk tahun pajak 2014. Namun demikian, laba kena pajak tersebut diatas akan dilaporkan dalam SPT tahun 2014.
Until the date of this report, the Company has not submitted its annual tax return (SPT) for 2014 fiscal year. However, the taxable income presented above will be reported in the 2014 SPT.
Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba komersial sebelum pajak penghasilan dengan tarif pajak penghasilan yang berlaku adalah sebagai berikut:
A reconciliation between income tax expense with the result of computation of commercial income with prevailing tax rates is as follows :
2014 Rp Laba Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Dihitung pada Tarif Pajak yang Berlaku Koreksi Fiskal Pajak Kini Tahun Berjalan Penyesuaian atas Tahun Sebelumnya Pajak Tangguhan Total
d1/March 27, 2015
2013 Rp
29,857,990 (7,464,498) (1,359,613)
32,666,954 (8,166,739) 571,500
(8,824,110) (3,684,956) (2,892,663) (15,401,730)
(7,595,239) -(9,077,420) (16,672,659)
25
Income Before Income Tax Tax Computed at Current Prevailing Tax Rates Tax Correction Current Tax Current Period Adjustment of Prior Year Deferred Tax Total
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
b. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan Rincian aset (liabilitas) pajak tangguhan adalah sebagai berikut: 31 Des 2012/ Dec 31, 2012
Dikreditkan (Dibebankan) Ke Laba Tahun Berjalan/ Credited (Charged) to Profit For The Year Rp
Rp Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Keuntungan Revaluasi
b. Deferred Tax Assets (Liabilities) Details of deferred tax assets (liabilities) are as follows: 31 Des 2013/ Dec 31, 2013
Dibebankan Ke Pendapatan Komprehensif Lain/ Charged to Other Comprehensive Income Rp
Dikreditkan (Dibebankan) Ke Laba Tahun Berjalan/ Credited (Charged) to Profit For The Year Rp
Rp
31 Des 2013/ Dec 31, 2014
Rp
972,633
(66,975)
--
905,658
(72,500)
833,158
Aset Tetap Keuntungan Revaluasi
--
--
(1,536,025)
(1,536,025)
--
(1,536,025)
Properti Investasi Penyusutan Aset Tetap Imbalan Pasca Kerja
-9,812,458 3,670,540
(186,290) (9,149,350) 325,195
----
(186,290) 663,108 3,995,735
(27,098) (3,048,700) 255,635
(213,388) (2,385,592) 4,251,370
Penyisihan Persediaan Penyisihan Penilaian
12,500
(11,615)
--
885
39,898
40,782
(842,508) 13,625,622
11,615 (9,077,420)
-(1,536,025)
(830,894) 3,012,177
(39,898) (2,892,663)
(870,792) 119,513
Aset Pajak Tangguhan Total
Allowance for Impairment of Receivables Gain on Revaluation of Fixed Assets Gain on Revaluation of Investment Properties Fixed Assets Depreciation Employee Benefits Allowance for Decline in Value of Inventories Provision for Deferred Tax Asset Assessment Total
Penyisihan penilaian atas aset pajak tangguhan dibentuk karena tidak terdapat keyakinan yang cukup atas realisasi dari sebagian aset pajak tangguhan tersebut di masa yang akan datang.
Provision for deferred tax asset assessment is established because there is no assurance on realization of the deferred tax assets in the future.
Pembebanan pajak tangguhan atas penyusutan aset tetap sudah termasuk pengaruh dari perubahan kebijakan akuntansi atas bangunan (Catatan 2.g).
Charged of deferred tax on the depreciation of fixed assets includes the effect of changes in accounting policy for the building (Note 2.g).
c.
c. Taxes Payable
Utang Pajak 2014 Rp
2013 Rp
PPh Pasal 21 PPh Pasal 23 PPh Pasal 25 - Desember PPh Pasal 29 - 2014 PPh Pasal 29 - 2013 PPh Pasal 29 - 2012 PPh Pasal 29 - 2011 PPh Pasal 4 (2) Final Pajak Pertambahan Nilai
1,524,203 86,322 807,359 564,677 1,827,425 1,208,442 649,089 12,698 1,723,015
974,112 105,504 505,414 -738,662 --16,531 1,313,999
Income Tax Article 21 Income Tax Article 23 Income Tax Article 25 - December Income Tax Article 29 - 2014 Income Tax Article 29 - 2013 Income Tax Article 29 - 2012 Income Tax Article 29 - 2011 Income tax Article 4 (2) - Final Value Added Tax
Total
8,403,230
3,654,222
Total
d.
Administrasi Undang-undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa masing-masing perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu.
d.
Berdasarkan UU yang berlaku, Direktorat Jendral Pajak (“DJP”) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam jangka waktu tertentu. Untuk tahun pajak 2008 dan seterusnya, jangka waktunya adalah lima tahun sejak saat terutangnya pajak. d1/March 27, 2015
Administration The taxation laws of Indonesia require that each company submits individual tax returns on the basis of selfassessment. Under prevailing regulations, the Directorate General of Tax (“DGT”) may assess or amend taxes within a certain priod. For fiscal years 2008 and onwards, the period is within five years from the time the tax becomes due.
26
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) e.
8.
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Surat Ketetapan Pajak Pada tanggal 8 Mei 2013, Perusahaan telah menerima Surat Keputusan Direktorat Jendral Pajak (“DJP”) No. 762/WPJ.07/2013 mengenai pengajuan keberatan atas hasil Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditahun 2012. Di dalam surat tersebut, DJP memutuskan untuk mengabulkan sebagian keberatan Perusahaan sebesar Rp1.952.107.
e.
Tax Assessment Letter On May 8, 2013, the Company received Decision Letter of Directorate General of Tax (“DGT”) No. 762/WPJ.07/2013 regarding the filing of an objection to the results Tax Underpayment Assessment Letter (SKPKB) for Value Added Tax (VAT) on year 2012. In the letter, the DGT decided to grant a portion of the Company's objection amounting Rp1,952,107.
Pada tanggal 11 Desember 2013, Perusahaan juga telah memperoleh Surat Keputusan Direktorat Jendral Pajak (“DJP”) No. 2615/WPJ.07/2013 mengenai pengajuan keberatan atas hasil Surat Tagihan Pajak (STP) ditahun 2012. Di dalam surat tersebut, DJP memutuskan untuk mengabulkan sebagian keberatan Perusahaan sebesar Rp300.324. Perusahaan telah menerima keberatan tersebut pada tanggal 29 Januari 2014.
On December 11, 2013, the Company has also received the Decree of the Directorate General of Tax (“DGT”) No. 2615/WPJ.07/2013 regarding the filing of the result of Tax Collection Notice (STP) on year 2012. In the letter, the DGT decided to grant a portion of the Company's objection amounting Rp300,324. The Company has been received the objection on January 29, 2014.
Pada tanggal 31 Juli 2013, Perusahaan telah memperoleh SKPKB atas Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21 sebesar Rp45.608 berdasarkan surat ketetapan No. 00221/201/11/528/13 untuk tahun pajak 2011. Jumlah SKPKB PPh pasal 21 tersebut diatas, seluruhnya telah dibayarkan dan diakui sebagai denda pajak pada tahun berjalan.
On July 31, 2013, the Company has obtained SKPKB on Income Tax article 21 of Rp45,608 by decree No. 00221/201/11/528/13 for fiscal year 2011. Total amount of the underpayment of income tax article 21 above, all have been paid and recognized as a current year tax penalties.
Pada tanggal 27 Oktober 2014, Perusahaan telah memperoleh STP atas PPh pasal 21 dan PPN masingmasing sebesar Rp24.070 dan Rp2.205. Jumlah STP PPh pasal 21 dan PPN tersebut diatas, seluruhnya telah dibayarkan dan diakui sebagai denda pajak pada tahun berjalan.
On October 27, 2014, the Company has obtained STP on Income Tax article 21 and VAT amounting of Rp24,070 and Rp2,205, respectively. Total amount of STP income tax article 21 and VAT above, all have been paid and recognized as a current year tax penalties.
Berdasarkan himbauan dari Direktorat Jendral Pajak (“DJP”), Perusahaan melakukan pembetulan Pajak Penghasilan Badan Tahun 2011, 2012 dan 2013. Atas pembetulan tersebut, terdapat kurang bayar atas Pajak Penghasilan Badan Perusahaan sebesar Rp3.684.957. Kurang bayar tersebut telah diakui pada periode berjalan.
Based on appeal from Directorate General of Tax (“DGT”), the Company is revise Corporate Income Tax in 2011, 2012 and 2013. In that correction, there is an underpayment for Corporate Income Tax amounted to Rp3,684,957. That underpayment have been recognized in the current period.
Uang Muka Pembelian dan Lainnya
8. Advances for Purchases and Others 2014 Rp
Pembelian Bahan Baku Pembelian Aset Tetap Lain-lain Total
19,174,875 8,908,881 7,901 28,091,657
Pada 31 Desember 2014 dan 2013, uang muka pembelian bahan baku sebagian besar merupakan pembelian tetes kepada PT Kebon Agung masing-masing sebesar Rp17.794.444 dan Rp2.810.247.
d1/March 27, 2015
2013 Rp 5,124,613 5,671,177 -10,795,790
Purchase of Raw Material Purchase of Fixed Assets Others Total
In December 31, 2014 and 2013, advances for purchase of raw materials is mostly purchase molasses to PT Kebon Agung amounting to Rp17,794,444 and Rp2,810,247, respectively.
27
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
9. Properti Investasi
9. Investment Properties
31 Des 2013/ Dec 31, 2013 Rp Nilai Perolehan Tanah Nilai Tercatat
Penambahan/ Additions Rp
Pengurangan/ Deductions Rp
--
--
Penambahan/ Additions Rp
Pengurangan/ Deductions Rp
--
--
4,296,971 4,296,971
31 Des 2012/ Dec 31, 2012 Rp Nilai Perolehan Tanah Nilai Tercatat
571,173 571,173
Revaluasi/ Revaluation Rp
Reklasifikasi/ Reclassification Rp
541,969
Revaluasi/ Revaluation Rp
31 Des 2014/ Dec 31, 2014 Rp
--
4,838,940 4,838,940
Reklasifikasi/ Reclassification Rp
31 Des 2013/ Dec 31, 2013 Rp
3,725,798
--
4,296,971 4,296,971
Acquisition Cost Land Carrying Value
Acquisition Cost Land Carrying Value
Pada tanggal 31 Desember 2013 perusahaan melakukan perubahan metode akuntasi penilaian harga perolehan properti investasi atas tanah dengan dasar penilaian yang digunakan adalah nilai pasar melalui surat keputusan direksi No. 001/SK.DIR/XI/13 tanggal 1 November 2013. Laba atau Rugi yang timbul dari perubahan metode penilaian tersebut diakui dalam laporan laba rugi komprehensif dalam tahun terjadinya perubahan tersebut.
As at December 31, 2013 the company changed the price of the acquisition method of accounting valuation of land investment properties with the valuation basis used is the market value by director decree No. 001/SK.DIR/XI/13 dated November 1, 2013. Any gain or loss arising from the change in valuation method is recognized in the statement of comprehensive income in the year of the changed.
Nilai pasar tanah yang disajikan adalah berdasarkan laporan penilaian aset tanah dari KJPP Sarwono, Indrastuti & Rekan No: L-013/IAI/15/sk tanggal 24 Maret 2015 dan No: L-001/IA/14/sk tanggal 8 Januari 2014 untuk penilaian tanggal 31 Desember 2014 dan 2013. Nilai wajar tanah dihitung menggunakan metode pendekatan perbandingan data pasar.
Upon a change in the value of investment property assets (land), the market value of the land presented based on the land asset valuation report KJPP Sarwono, Indrastuti & Rekan No: L-013/IAI/15/sk dated March 24, 2015 and No: L-001/IA/14/sk dated January 8, 2014 to as valuation date as of December 31, 2014 and 2013. Fair value of land is calculated using market data approach.
10. Fixed Assets
10. Aset Tetap 31 Des 2013/ Dec 31, 2013 Rp Nilai Perolehan Pemilikan Langsung Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan Laboratorium Inventaris Kantor Unit Pengolahan Limbah Aset Dalam Penyelesaian Mesin & Pearalatan Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan Laboratorium Inventaris Kantor Unit Pengolahan Limbah Nilai Tercatat
d1/March 27, 2015
Penambahan/ Pengurangan/ Additions Deductions Rp Rp
Revaluasi/ Revaluation Rp
Reklasifikasi/ Reclassification Rp
31 Des 2014/ Dec 31, 2014 Rp
49,994,720 13,427,555 222,469,241 9,950,770 2,415,356 3,018,743 12,262,118 313,538,503
7,064,366 -5,293,919 1,296,967 747,324 81,031 -14,483,607
---1,123,203 ---1,123,203
---------
---------
57,059,086 13,427,555 227,763,160 10,124,534 3,162,680 3,099,774 12,262,118 326,898,907
13,000 313,551,503
131,740 14,615,347
-1,123,203
---
---
144,740 327,043,647
4,511,554 162,215,081 6,063,930 1,185,602 2,809,827 18,492,966 195,278,960 118,272,543
589,021 8,420,249 1,279,407 245,598 104,857 65,125 10,704,257
--1,123,203 ---1,123,203
--------
28
-6,348,930 ---(6,348,930) --
5,100,575 176,984,261 6,220,134 1,431,200 2,914,684 12,209,161 204,860,014 122,183,633
Acquisition Cost Direct Ownership Land Buildings Machineries and Equipments Vehicles Laboratory Office Equipments Waste Processing Units Construction in Progress Machineries and Equipments Accumulated Depreciation Direct Ownership Buildings Machineries and Equipments Vehicles Laboratory Office Equipments Waste Processing Units Carrying Value
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) 31 Des 2012/ Dec 31, 2012 Rp Nilai Perolehan Pemilikan Langsung Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan Laboratorium Inventaris Kantor Unit Pengolahan Limbah Aset Dalam Penyelesaian Bangunan Mesin & Pearalatan Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan Laboratorium Inventaris Kantor Unit Pengolahan Limbah Nilai Tercatat
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Penambahan/ Pengurangan/ Additions Deductions Rp Rp
Revaluasi/ Revaluation Rp
31 Des 2013/ Dec 31, 2013 Rp
12,818,572 9,654,078 217,936,871 7,725,235 2,058,642 2,948,728 12,262,118 265,404,244
10,033,076 9,100 1,631,365 2,900,154 356,714 70,015 -15,000,424
---674,619 ---674,619
27,143,072 3,577,424 -----30,720,496
-186,953 2,901,005 ----3,087,958
49,994,720 13,427,555 222,469,241 9,950,770 2,415,356 3,018,743 12,262,118 313,538,503
93,439 542,489 266,040,172
93,514 2,371,516 17,465,454
--674,619
--30,720,496
(186,953) (2,901,005) --
-13,000 313,551,503
4,103,951 153,803,299 5,592,239 985,407 2,664,694 18,420,036 185,569,626 80,470,546
407,603 8,411,782 1,143,727 200,195 145,133 72,930 10,381,370
--672,035 ---672,035
--------
Pengurangan aset tetap merupakan penjualan aset tetap dengan rincian sebagai berikut:
Harga Jual Nilai Buku Laba Penjualan Aset Tetap (Catatan 25)
4,511,554 162,215,081 6,063,930 1,185,602 2,809,827 18,492,966 195,278,960 118,272,543
Construction in Progress Buildings Machineries and Equipments Accumulated Depreciation Direct Ownership Buildings Machineries and Equipments Vehicles Laboratory Office Equipments Waste Processing Units Carrying Value
2013 Rp
474,615 -474,615
289,773 (2,584) 287,189
Beban penyusutan tahun berjalan dialokasikan sebagai berikut:
Selling Price Book Value Gain on Sale of Fixed Assets (Note 25)
Depreciation expense during the current year is allocated as follows:
2014 Rp Beban Pokok Penjualan Beban Umum dan Administrasi (Catatan 24.b)
--------
Acquisition Cost Direct Ownership Land Buildings Machineries and Equipments Vehicles Laboratory Office Equipments Waste Processing Units
Deduction on fixed assets represents sale of fixed assets as follows:
2014 Rp
Total
Reklasifikasi/ Reclassification Rp
2013 Rp
9,319,993 1,384,264 10,704,257
9,092,510 1,288,860 10,381,370
Cost of Goods Sold General and Administrative Expenses (Note 24.b) Total
Tingkat penyelesaian atas aset dalam penyelesaian berupa mesin dan peralatan adalah berkisar antara 5% sampai 10%. Manajemen memperkirakan bahwa pada tahun 2015 aset tersebut telah siap digunakan.
Completion rates on assets in progress represent of buildings, machinery and equipment is between 5% to 10%. Management estimates in 2015 assets are ready to use.
Pada bulan Juni 2014, Perusahaan membeli tanah seluas 8,205 m2 milik Hartono Setyo. Hartono Setyo memiliki hubungan keluarga dengan Bambang Setijo selaku Presiden Komisaris Perseroan sehingga transaksi ini dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi.
On June 2014, the Company purchased land area of 8,205 m2 owned by Hartono Setyo. Hartono Setyo has family relationship with Bambang Setijo as President Commissioner of the Company that these transactions are categorized as Affiliate Transactions.
Berdasarkan peraturan Bapepam-LK no. IX.E.1 angka 2.a mengenai keterbukaan informasi atas setiap Transaksi Afiliasi, Perusahaan menunjuk penilai Independen yaitu Kantor Jasa
Based on Bapepam-LK regulation no. IX.E.1 number 2.a regarding disclosure of information on every Transaction Affiliation, the Company appoint independent appraiser that is
d1/March 27, 2015
29
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Penilai Publik Nirboyo A., Dewi A., dan Rekan (KJPP NDR) untuk melakukan penilaian kewajaran atas transaksi tersebut.
public appraiser Nirboyo A., Dewi A., and Partner (KJPP NDR) to assess the fairness of the transaction.
Berdasarkan Laporan No. 14-133.2/NDR/SRSN/B/LL tanggal 6 Juni 2014, KJPP NDR berpendapat bahwa transaksi pembelian tanah ini adalah wajar sehingga tidak dikategorikan sebagai transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1. Pada tanggal 11 Juni 2014, Perusahaan telah menyerahkan Laporan Keterbukaan Informasi pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Based on report No. 14-133.2/NDR/SRSN/B/LL dated June 6, 2014, KJPP NDR considered that this land purchase transaction was fair so it is not categorized as conflict of interest as defined on Bapepam-LK regulation no. IX.E.1 number 2.a. On June 11, 2014, the Company has submitted a Information Disclosure Report to Financial Services Authority (OJK).
Pada tanggal 31 Desember 2013 perusahaan melakukan perubahan metode akuntasi penilaian harga perolehan aset tanah dan bangunan dengan dasar penilaian yang digunakan adalah nilai pasar melalui Surat Keputusan Direksi No. 001/SK.DIR/XI/13 tanggal 1 November 2013. Laba atau rugi yang timbul dari perubahan metode penilaian tersebut diakui dalam laporan laba rugi komprehensif dalam tahun terjadinya perubahan tersebut.
As at December 31, 2013 the Company did change the price of the acquisition method of accounting valuation of lands and buildings with the valuation basis used is the market value by Director Decree No. 001/SK.DIR/XI/13 dated November 1, 2013. Any gain or loss arising from the change in valuation method is recognized in the statement of comprehensive income in the year of the change.
Atas perubahan nilai aset tetap (tanah) tersebut Perusahaan mendapatkan nilai pasar dari tanah tersebut berdasarkan laporan penilaian aset tanah dari KJPP Sarwono, Indrastuti & Rekan No : L-001/IA/14/sk tanggal 8 Januari 2014 untuk penilaian tanggal 31 Desember 2013.
The change asset value of fixed asstes (land) of the Company to get the market value of the land by land asset assessment report of KJPP Sarwono, Indrastuti & Rekan No: L-001/IA/14/sk dated January 8, 2014 to valuation date as of December 31, 2013.
Pada tahun 2014 Perusahaan tidak melakukan penilaian aset tetap karena Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat perubahan yang signifikan atas nilai pasar tanah per 31 Desember 2014.
In 2014 the Company did not appraise the fixed asset because the Company believes that there were no significant changes from the market value of land as of December 31, 2014.
Pendekatan yang digunakan dalam penentuan nilai wajar adalah harga pasar. Penentuan nilai pasar didukung oleh bukti pasar berupa Nillai Jual Objek Pajak (NJOP) dan biaya perolehan.
The approach used in determining the fair value is market price. Determination of market value supported by market evidence in the form of Tax Object Selling Price (NJOP) and acquisition cost.
Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Karanganyar, Surakarta dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 20 (dua puluh) sampai 30 (tiga puluh) tahun yang akan jatuh tempo tahun 2014 sampai 2038. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.
The Company owns several lots of land located in Karanganyar, Surakarta with Building Rights Title for a period of 20 (twenty) to 30 (thirty) years which will expire in year 2014 to 2038. Management believes that there will be no difficulty in the extension of thoe landrights since all land were acquired legally and supported by sufficient evidence of ownership.
Aset tetap Perusahaan dijadikan sebagai jaminan perolehan pinjaman jangka pendek (Catatan 14).
Certain fixed assets are used as collateral for short term loans (Notes 14).
Aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar USD13,212,236.59 dan Rp122.922.100 pada tanggal 31 Desember 2014; dan USD21,583,915 dan Rp6.461.050 pada tanggal 31 Desember 2013. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Fixed assets, except for land, have been insured against fire, theft, and other possible risks with a sum insured of USD13,212,236.59 and Rp122.922.100 as of December 31, 2014; and USD21,583,915 nd Rp6.461.050 as of December 31, 2013. Management believes that insurance coverage is adequate to cover possible losses on the assets insured.
d1/March 27, 2015
30
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Manajemen berpendapat tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap pada 31 Desember 2014 dan 2013.
11.
Aset Takberwujud - Bersih
Biaya Perolehan Akumulasi Amortisasi Total - Bersih
11. Intangible Assets - Net 2014 Rp
2013 Rp
716,634 (411,064) 305,570
676,634 (267,737) 408,897
Manajemen berpendapat tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset takberwujud pada 31 Desember 2014 dan 2013.
12.
Management believes that there are no changes in circumstances that indicate significant impairment of fixed assets as of December 31, 2014 and 2013.
Management believes that there are no changes in circumstances that indicate significant impairment of intangible assets as of December 31, 2014 and 2013.
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya
12. Other Non Current Financial Assets
2014 Rp Investasi Tersedia untuk Dijual PT Karwell Indonesia Tbk (15.000 Saham) Kerugian dari Perubahan Nilai Wajar Total
2013 Rp
14,500 (7,180) 7,320
Mutasi perubahan nilai wajar adalah sebagai berikut:
14,500 (11,725) 2,775
2013 Rp
11,725 (4,545) 7,180
Perubahan nilai wajar investasi efek tersedia untuk dijual disajikan sebagai kerugian dari penurunan nilai wajar atas efek tersedia untuk dijual pada kerugian komprehensif lain. 13.
4,450 7,275 11,725
13. Other Non Current Assets 2014 Rp
2013 Rp
6,185,722 6,185,722
Akun ini merupakan dana sebesar Rp6.185.722 (setara dengan EUR408,750) yang ditempatkan pada The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) terkait perolehan mesin.
d1/March 27, 2015
Movement of Changes in Fair Value Balance at the Beginning of the Year Current Year Allowance Balance at the End of the Year
Change in fair value of available for sale investment securities is presented as a loss on changes in fair value of available for sale securities in other comprehensive loss.
Aset Tidak Lancar Lainnya
Dana yang dibatasi penggunaannya Total
Available for Sale Marketable Securities PT Karwell Indonesia Tbk (15,000 shares) Loss on changes in Fair Value Total
Movement of changes in fair value is as follows: 2014 Rp
Mutasi dari Perubahan Nilai Wajar: Saldo Awal Tahun Penyisihan Tahun Berjalan Saldo Akhir Tahun
Acquisition Cost Accumulated Amortization Total - Net
---
Restricted Funds Total
This account represents funds amounted Rp6,185,722 (equivalent with EUR408,750) placed in The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) related to acquiring the machinery.
31
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated) 14. Short Term Loans
14. Pinjaman Jangka Pendek
2014 Rp The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Internasional Indonesia Tbk Total
a.
2013 Rp
90,489,468 -90,489,468
51,400,127 8,388,862 59,788,989
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Internasional Indonesia Tbk Total
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) Pada tanggal 27 Juli 2005, Perusahaan dengan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) menandatangani Corporate Facility Agreement No. SEM/050433/U/050708 yang telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Corporate Facility Agreement No. JAK/140786/U/140505 tanggal 25 Agustus 2014. Perusahaan memperoleh fasilitas sebagai berikut: (i). Fasilitas Combined Limit sebesar Rp100.000.000 yang terbagi atas: a. Pinjaman Impor 1 Plafon ::Rp60.000.000 Tingkat Bunga : 3,50% dibawah Best Lending Rate akhir tahun (floating) Jangka Waktu : Maksimal 120 hari Tujuan : Membiayai pembelian bahan baku tetes tebu
a. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) On July 27, 2005, the Company and The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) had signed Corporate Facility Agreement No. SEM/050433/U/050708 which has been amended based on Corporate Facility Agreement No. JAK/140786/U/140505 dated August 25, 2014. The Company obtained corporate facility which consists of:
b. Pinjaman Impor 2 Plafon : Rp100.000.000 Tingkat Bunga : 3,50% dibawah Best Lending Rate akhir tahun (floating) Jangka Waktu : Maksimal 210 hari Tujuan : Membiayai pembelian bahan baku tetes tebu
b. Clean Import Loan 2 Maximum limit : Rp100,000,000 Interest : 3.50% under Best Lending Rate ending year (floating) Period : 210 days maximum Purpose : Purchase of raw material molasses
(i). Combined Limit Facility amounting to Rp100,000,000 which consists of: a. Clean Import Loan 1 Maximum limit : Rp60,000,000 Interest : 3.50% under Best Lending Rate ending year (floating) Period : 120 days maximum Purpose : Purchase of raw material molasses
(ii). Overdraft Plafon : Rp4.500.000 Tingkat Bunga : 2% dibawah Best Lending Rate akhir tahun (floating) Jangka Waktu : Maksimal 30 hari Tujuan : Modal kerja jangka pendek
(ii). Overdraft Maximum limit Interest Period Purpose
:Rp4,500,000 :2% under Best Lending Rate ending year (floating) : Maximum 30 Days : Short term working capital
Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Perusahaan telah menggunakan fasilitas Pinjaman Impor dari HSBC masing-masing sebesar Rp90.489.468 dan Rp51.400.127.
As of December 31, 2014 and 2013, The Company has utilized Clean Import Loan finance facility from HSBC amounting to Rp90,453,847 and Rp51,400,127, respectively.
Fasilitas-fasilitas tersebut dijamin dengan fiduciary transfer persediaan sebesar Rp100.000.000 dan fiduciary transfer terhadap mesin (storage tanks dan storage pits) senilai Rp6.461.050 (Catatan 6 dan 10).
These facilities are secured by fiduciary transfer of inventories amounted to Rp100,000,000 and fiduciary transfer of machineries (storage tanks and storage pits) at a value of Rp6,461,050 (Notes 6 and 10).
d1/March 27, 2015
32
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
b.
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Dalam perjanjian kredit disebutkan bahwa Perusahaan terikat dengan beberapa batasan antara lain, Perusahaan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari HSBC untuk: 1. Membuat perjanjian hipotek, penjaminan, menggadaikan tanah atau aset, aset atau pendapatan yang sekarang maupun yang akan diperoleh. 2. Menerima pinjaman dalam bentuk apapun kecuali pinjaman yang berhubungan dengan perjanjian ini dan yang berhubungan dengan kegiatan operasional Perusahaan sehari-hari. 3. Membuat atau memperpanjang pinjaman kepada pihak lain kecuali yang berhubungan dengan kegiatan operasional Perusahaan sehari-hari.
The loan agreement states that the Company is bound under several restrictions, among others and the Company must obtain prior approval from HSBC to perform the following matters: 1. Engaging in mortgage agreement, collateralize, and pledge its land or assets or current revenue or future expected revenue as securities. 2. Receiving loan in any kind or form except for loan related agreement and Company’s daily operations.
PT Bank Internasional Indonesia Tbk Berdasarkan Surat Penawaran Kredit Nomor 2009.394/DIRECTOR6-CR4-Solo tanggal 27 Oktober 2009 yang telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir yaitu perubahan Perjanjian Kredit No. S.2014.0245/DIR GLOBAL – Corporate Banking tanggal 27 Juni 2014. Perusahaan mendapat fasilitas dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) sebagai berikut: (i). Pinjaman Rekening Koran Plafon : Rp10.000.000 Tingkat Bunga : 12,00% per tahun Jangka Waktu : 12 bulan Tujuan : Cadangan modal kerja
b. PT Bank Internasional Indonesia Tbk Based on “offering letter” Number 2009.394/DIRECTOR6CR4-Solo dated October 27, 2009 which has been changed several times, most recently based on Amendment Credit Agreement No. S.2014.0245/DIR GLOBAL dated June 27, 2014. The Company obtained facility from PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) as follows:
3. Engaging or extend the loan to other parties unless related to Company’s daily operations.
(i). Overdraft Maximum limit Interest Period Purpose
(ii). Pinjaman Promes Berulang 1 Plafon Tingkat Bunga Jangka Waktu Tujuan
: : : :
(ii). Revolving Promissory Notes 1
Rp56.000.000 11,00% per tahun 12 bulan Cadangan modal kerja
Maximum limit Interest Period Purpose
(iii). Pinjaman Promes Berulang 2 Plafon Tingkat Bunga Jangka Waktu Tujuan
: Rp10,000,000 : 12.00% per annum : 12 months : Working capital reserve
: Rp56,000,000 : 11.00% per annum : 12 months : Working capital reserve
(iii). Revolving Promissory Notes 2
: USD1,815,000 : 6,25% per tahun : 12 bulan : Cadangan modal kerja
Maximum limit Interest Period Purpose
: USD1,815,000 : 6.25% per annum : 12 months : Working capital reserve
Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Perusahaan telah menggunakan fasilitas Pinjaman Promes Berulang 1 dari BII masing-masing sebesar nihil dan Rp8.388.862.
As of December 31, 2014 and 2013, The Company has utilized Revolving Promissory Notes 1 from BII amounting to nil and Rp8,388,862, respectively.
Fasilitas-fasilitas tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan berupa pabrik di Jl. Desa Kemiri Kec. Kebakkramat Karanganyar, Mesin-mesin Ethanol, Asam Acetat, Ethyl Acetate, Mesin Fertilizer dari Jerman tahun 2006 (Catatan 10), dan piutang minimal senilai Rp39.000.000 (Catatan 4).
These facilities are pledged with land and building in Jl. Desa Kemiri Kec. Kebakkramat Karanganyar, Machine for Ethanol, Acetic Acid, Ethyl Acetate, Fertilizer Machine from Germany year 2006 (Note 10), account receivable with minimum amount of Rp39,000,000 (Note 4).
Perusahaan harus menjaga rasio keuangan sebagai berikut: Current ratio minimum 125% Debt to Equity Ratio maksimum 200%
The Company has to maintain financial ratio as follows:
d1/March 27, 2015
Current ratio minimum 125% Debt to Equity Ratio maximum 200% 33
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated) 15. Trade Payables
15. Utang Usaha a.
Berdasarkan Pelanggan
Pihak Ketiga PT Rizky Moro Langgeng CV Pewee CV Sari Karya Mas PT Asia PT Ciptaprima Abdimanunggal CV Sumber Makmur PT Sumber Wilis Seraya PT Perkebunan Nusantara X PT Supratik Surya Mas PT Rajawali Inti PT Garuda Mas Transindo PT Agung Jaya Nugroho PT Sekar Begawan PT Hervitama Indonesia Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 200 juta) Total
b.
a. 2014 Rp
2013 Rp
1,541,056 1,335,561 805,719 534,269 462,272 454,014 365,542 238,147 172,696 137,135 60,810 15,851 ---2,243,945 8,367,017
54,893 619,913 851,708 --826,222 -278,142 438,739 499,399 636,565 530,634 1,545,757 922,548 257,919 2,246,239 9,708,678
Berdasarkan Mata Uang
Rupiah Mata Uang Asing USD (2014: USD37,108.58; 2013: USD3,850.88) EUR (2013: EUR17,173.50) Total
By Customers
Third Parties PT Rizky Moro Langgeng CV Pewee CV Sari Karya Mas PT Asia PT Ciptaprima Abdimanunggal CV Sumber Makmur PT Sumber Wilis Seraya PT Perkebunan Nusantara X PT Supratik Surya Mas PT Rajawali Inti PT Garuda Mas Transindo PT Agung Jaya Nugroho PT Sekar Begawan PT Hervitama Indonesia Others (each below of Rp 200 millions) Total
b. By Currencies 2014 Rp
2013 Rp
7,905,386
9,372,857
461,631 -8,367,017
46,938 288,883 9,708,678
Rupiah Foreign Exchange USD (2014: USD37,108.58; 2013: USD3,850.88) EUR (2013: EUR17,173.50) Total
Jangka waktu kredit atas pembelian bahan baku dan bahan pembantu, baik dari pemasok dalam maupun luar negeri, berkisar 30 sampai 60 hari.
Purchases of raw and indirect materials, both from local and foreign suppliers, have credit terms ranging from 30 to 60 days.
16. Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya
16. Other Short Term Financial Liabilities
Surat Berharga Komersial Lain-lain Total
2014 Rp
2013 Rp
4,768,000 10,424 4,778,424
4,768,000 -4,768,000
Surat Berharga Komersial Akun ini merupakan surat berharga komersial diterbitkan oleh Perusahaan dengan PT Bakrie Sekuritas sebagai arranger (agen) untuk jangka waktu 3 (tiga) bulan dan tingkat bunga diskonto sebesar 20,75% per tahun.
d1/March 27, 2015
Commercial Papers Others Total
Commercial Papers This account represents commercial papers issued by the Company arranged by PT Bakrie Sekuritas (acted as agent), with term of maturity for 3 (three) months and annual discount rate at 20.75%.
34
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Surat berharga ini telah jatuh tempo pada tanggal 10 Februari 1996 dan berdasarkan hasil negosiasi dalam tahun 1997 antara Manajemen dengan pihak arranger (agen), Perusahaan hanya diwajibkan untuk melunasi pokok pinjaman sejak tanggal jatuh tempo. Namun sejak tahun 1998 sampai dengan tanggal pelaporan pihak arranger maupun pemegang surat berharga belum menghubungi Perusahaan untuk membicarakan penyelesaian atas surat berharga komersial tersebut.
These commercial papers matured on February 10, 1996 and based on the result of the negotiation between the Management and the arranger (the agent) in 1997, the Company is obliged to pay only the principal portion of the commercial papers on the date of maturity. However, from 1998 until the reporting date, the arranger and commercial paper holders have not contacted the Company to discuss the settlement of the said commercial papers.
17. Saldo Dan Transaksi Dengan Pihak-pihak Berelasi
17. Transactions and Balances with Related Parties
a.
Transaksi dengan Pihak Berelasi. Manajemen kunci termasuk dewan direksi, komisaris dan personil manajemen kunci lainnya (Catatan 1.c). Kompensasi yang dibayar atau terutang pada manajemen kunci atas jasa pekerja adalah sebagai berikut:
a.
Transactions with Related Parties. Key management includes board of directors, commissioners and other key managenent personnel (Note 1.c). The compensation paid or payable to key management for employee service is as follows:
2014
Gaji dan Imbalan Jangka Pendek Lainnya
Dewan Direksi/
Dewan Direksi/
Dewan Komisaris/
Board of Directors
Board of Commissioners
Board of Directors
Board of Commissioners
8,081,942 8,081,942
2014 Rp Piutang Usaha PT Sari Warna Asli Textile Industri PT Sama Mandiri Total
Penjualan PT Sama Mandiri PT Sari Warna Asli Textile Industri Total
b.
2013 Dewan Komisaris/
91,247 319,751 410,998
2,541,903 2,541,903
7,415,612 7,415,612
2,332,331 2,332,331
Salaries and Other Short-term Benefits
Persentase Terhadap Total Aset/Percentage to Total Aset 2014 2013 % %
2013 Rp 208,432 193,304 401,736
0.0197 0.0690 0.0887
0.0495 0.0459 0.0954
Trade Receivables PT Sari Warna Asli Textile Industri PT Sama Mandiri Total
Persentase Terhadap Total Penjualan/Percentage to Total Sales 2014 2013 % %
2014 Rp
2013 Rp
2,012,984 563,776 2,576,760
1,375,642 736,069 2,111,711
Sifat Pihak Berelasi
0.4257 0.1192 0.5449
b.
0.3506 0.1876 0.5382
Sales PT Sama Mandiri PT Sari Warna Asli Textile Industri Total
Nature of Related Parties
Pihak Berelasi/ Related Parties
Hubungan dengan Perusahaan/ Relationship
Sifat Saldo Akun/Transaksi/ Nature of Account Balance/Transaction
PT Sama Mandiri
Dalam pengendalian yang sama/ Under common control entity Dalam pengendalian yang sama/ Under common control entity
Penjualan Barang Jadi/ Sale of Finished Goods Penjualan Barang Jadi/ Sale of Finished Goods
PT Sari Warna Asli Textile Industri
d1/March 27, 2015
35
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) Pihak Berelasi/ Related Parties
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Hubungan dengan Perusahaan/ Relationship
Sifat Saldo Akun/Transaksi/ Nature of Account Balance/Transaction
Manajemen Kunci/ Key Management
Kompensasi dan Renumerasi/ Compensation and Remuneration
Dewan Direksi dan Komisaris, Personil Manajemen Kunci lainnya/ Board of Directors, Board of Commissioners and Other Key Managenent Personnel.
Transaksi-transaksi dengan pihak berelasi dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan transaksi-transaksi dengan pihak ketiga.
Transactions with related parties carried out under terms and conditions similar to transactions with third parties.
18. Beban Akrual
Biaya Listrik dan Energi Biaya Pengiriman Biaya Bunga Biaya Profesional Total
18. Accrued Expenses 2014 Rp 2,739,826 918,729 366,306 128,978 4,153,839
2013 Rp 1,476,567 796,494 383,129 367,547 3,023,737
19. Consumer Financing Payables
19. Utang Pembiayaan Konsumen Perusahaan melakukan transaksi pembiayaan konsumen dengan PT BII Finance Center atas kendaraan dengan masa pembiayaan 3 tahun dan jatuh tempo dalam beberapa tanggal. Pembayaran pembiayaan konsumen minimum di masa mendatang adalah sebagai berikut :
PT BII Finance Center Sub Total Dikurangi: Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Sub Total Total Bagian Jangka Panjang
d1/March 27, 2015
Electricity and Energy Expense Shipping Expense Interest Expense Professional Fee Total
The Company engaged in consumer financing transaction with PT BII Finance Center for vehicles with financing term of 3 years and will be due in various dates. The minimum consumer financing payment in the future is as follows:
2014 Rp
2013 Rp
1,313,228 1,313,228
1,020,399 1,020,399
PT BII Finance Center Sub Total Less: Current Portion
802,543 802,543 510,685
436,092 436,092 584,307
36
Sub Total Total Non Current Portion
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated) 20. Capital Stock
20. Modal Saham Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, adalah sebagai berikut: Total Saham (Lembar)/ Number of Shares
South East Unicorn Inc. PT Budhi Bersaudara Manunggal PT Kemiri Sarana Investama PT Trisetijo Manunggal Utama PT Sarana Integritas Budhi Santoso (Wakil Presiden Komisaris) Mulyadi Utomo Budhi Moeljono (Wakil Presiden Direktur) Budhi Hartono (Komisaris) Bambang Setijo (Presiden Komisaris) Tio Liong Khoeng (Direktur) Budhi Moeljono (Presiden Direktur) Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Total
2014 Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership (%)
2,119,652,045 851,685,910 819,055,188 600,570,807 303,457,702 181,575,905 170,878,178 127,141,864 111,583,308 106,799,000 390 627,599,703 6,020,000,000
Total Saham (Lembar)/ Number of Shares
South East Unicorn Inc. PT Budhi Bersaudara Manunggal PT Kemiri Sarana Investama PT Trisetijo Manunggal Utama PT Sarana Integritas Budhi Santoso (Wakil Presiden Komisaris) Budhi Hartono (Komisaris) Bambang Setijo (Presiden Komisaris) Tio Liong Khoeng (Direktur) Budhi Moeljono (Presiden Direktur) Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) Total
The composition of the Company’s shareholders on December 31, 2014 and 2013, is as follows:
105,982,602 42,584,296 40,952,759 30,028,540 15,172,885
South East Unicorn Inc. PT Budhi Bersaudara Manunggal PT Kemiri Sarana Investama PT Trisetijo Manunggal Utama PT Sarana Integritas
3.02 2.84 2.11 1.85 1.77 0.00 10.42 100.00
9,078,795 8,543,909 6,357,093 5,579,165 5,339,950 20 31,379,986 301,000,000
Budhi Santoso (Vice President Commisioner) Mulyadi Utomo Budhi Moeljono (Vice President Director) Budhi Hartono (Commisioner) Bambang Setijo (President Commisioner) Tio Liong Khoeng (Director) Budhi Moeljono (President Director) Public (each below 5%) Total
35.21 14.15 13.61 9.98 5.04 3.02 2.11 1.85 1.77 0.66 12.60 100.00
819,055,188 600,570,807 303,457,702 181,575,905 127,141,864 111,583,308 106,799,000 40,000,390 758,477,881 6,020,000,000
(Rp)
35.21 14.15 13.61 9.98 5.04
2013 Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership (%)
2,119,652,045 851,685,910
Jumlah/ Total
Jumlah/ Total
(Rp) 105,982,602 42,584,296 40,952,759 30,028,540 15,172,885 9,078,795 6,357,093 5,579,165 5,339,950 2,000,020 37,923,895 301,000,000
South East Unicorn Inc. PT Budhi Bersaudara Manunggal PT Kemiri Sarana Investama PT Trisetijo Manunggal Utama PT Sarana Integritas Budhi Santoso (Vice President Commisioner) Budhi Hartono (Commisioner) Bambang Setijo (President Commisioner) Tio Liong Khoeng (Director) Budhi Moeljono (President Director) Public (each below 5%) Total
21. Additional Paid in Capital
21. Tambahan Modal Disetor Merupakan selisih antara nilai nominal saham dengan harga pasar saham pada saat penawaran saham kepada masyarakat, dikurangi dengan pembagian saham bonus pada tahun 1994. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
This account represents the difference between par value and market price when offering the stocks to the public, deducted by the bonus stocks issued in 1994. The calculation is as follows:
Rp Penawaran 5.000.000 saham berdasarkan harga pasar Rp3.500 Nilai 5.000.000 saham berdasarkan nilai nominal Rp1.000 Agio saham Pembagian saham bonus: Setiap 10 saham mendapat 7 saham, Jumlah lembar saham bonus, 7 x 1.700.000 = 11.900.000 (@ Rp1.000) Saldo agio saham
d1/March 27, 2015
17,500,000 5,000,000 12,500,000
(11,900,000) 600,000
37
Offering 5,000,000 shares based on market priceRp3,500 Value of 5,000,000 shares based on par value Rp1,000 Premium on stock Distribution of bonus shares Every 10 shares obtained 7 shares total of bonus shares 7 x 1,700,000 = 11,900,000 (@ Rp1,000) Total Additional Paid in Capital
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated) 22. Sales
22. Penjualan 2014 Rp Ekspor Ethanol (Alkohol) Lokal Ethanol (Alkohol) Asam Asetat Ethyl Acetate Pupuk Spiritus CO2 Tetes Total
2013 Rp
8,103,077 8,103,077
8,180,232 8,180,232
350,381,505 46,379,866 51,834,788 10,096,506 3,989,940 2,012,984 35,925 464,731,514 472,834,591
288,007,814 42,875,229 39,999,147 7,021,202 4,856,260 1,375,642 -384,135,294 392,315,526
Penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih masing-masing pada 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:
172,625,300 81,227,937 61,370,000 315,223,237
153,657,600 47,850,000 64,888,406 266,396,006
d1/March 27, 2015
PT Karsavicta Satya PT Nippon Shokubai Indonesia PT Paramadya Madyana Total
The Company has related party sales amounting to 0.54% and 0.54% (Note 17.a) for the years ended December 31, 2014 and 2013.
23. Cost of Goods Solds
23. Beban Pokok Penjualan
Upah Langsung Biaya Pabrikasi Total Biaya Produksi Persediaan Barang dalam Proses Persediaan Awal Persediaan Akhir Beban Pokok Produksi
Total
2013 Rp
Perusahaan melakukan penjualan sebesar 0,54% dan 0,54% kepada pihak berelasi (Catatan 17.a) untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.
Pemakaian Bahan Baku Persediaan Awal Pembelian Tersedia untuk Dijual Persediaan Akhir Total Pemakaian
Local Ethanol (Alcohol) Acetic Acid Ethyl Acetate Fertilizer Spiritus CO2 Molases
The details of sales that exceed 10% of total net sales for the years ended December 31, 2014 and 2013, respectively are as follows:
2014 Rp PT Karsavicta Satya PT Nippon Shokubai Indonesia PT Paramadya Madyana Total
Export Ethanol (Alcohol)
2014 Rp
2013 Rp
168,902,036 212,273,204 381,175,240 (161,705,696) 219,469,544
155,482,679 187,466,580 342,949,259 (168,902,036) 174,047,223
1,569,495 94,294,279 315,333,318
1,425,299 71,757,696 247,230,218
2,036,010 (2,158,687) 315,210,641
1,898,326 (2,036,010) 247,092,534
38
Usage of Raw Material Beginning Balance Purchases Available for Sale Ending Balance Total Usage Direct Labor Manufacturing Cost Total Production Cost Work in Process Beginning Balance Ending Balance Cost of Goods Manufactured
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated) 2014 Rp
2013 Rp
Persediaan Barang Jadi Persediaan Awal Pembelian Persediaan Akhir Beban Pokok Penjualan
11,562,061 59,269,160 (14,589,835) 371,452,027
13,588,064 51,335,172 (11,562,061) 300,453,709
Finished Goods Beginning Balance Purchase Ending Balance Cost of Goods Sold
Beban Pokok Penjualan Kemasan Total
5,037,214 376,489,241
5,584,573 306,038,282
Cost of Goods Sold of Packaging Total
Pembelian yang melebihi 10% masing-masing pada 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:
The details of purchases that are more than 10% as of December 31, 2014 and 2013, respectively, are as follows:
2014 Rp PT Perkebunan Nusantara XI PT Padi Hijau Buana PT Perkebunan Nusantara IX PT Kebon Agung PT Perkebunan Nusantara X Total
2013 Rp
75,609,950 59,269,160 49,667,666 37,187,318 31,430,471 253,164,565
65,724,375 51,335,172 52,111,994 46,431,617 20,362,553 235,965,711
PT Perkebunan Nusantara XI PT Padi Hijau Buana PT Perkebunan Nusantara IX PT Kebon Agung PT Perkebunan Nusantara X Total
24. Selling Expenses and General Administration Expenses
24. Beban Penjualan dan Beban Umum dan Administrasi 2014 Rp
2013 Rp
a. Beban Penjualan Ekspor dan Pengangkutan Operasional Pupuk Kemasan Drum Gaji dan Tunjangan Komisi Perjalanan Lain-lain (masing-masing di bawah Rp200 juta) Sub Total
7,302,421 1,972,272 1,410,425 1,106,965 1,048,343 717,035 321,501 13,878,962
6,018,672 2,213,146 767,380 903,547 223,037 636,580 188,477 10,950,839
a. Selling Expenses Export and Transportation Fertilizer Operations Drum Package Salary and Allowance Commission Travel Others (each below of Rp200 millions) Sub Total
b. Beban Umum dan Administrasi Gaji dan Tunjangan Perlengkapan Kantor Perbaikan dan Pemeliharaan Pengembangan Produk Imbalan Kerja (Catatan 26) Penyusutan Aset Tetap (Catatan 10) Perjalanan Dinas Jasa Profesional Kesehatan Sumbangan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sewa Pos, Telepon, Faksimili dan Listrik Jamuan dan Representasi Lain-lain (masing-masing di bawah Rp200 juta) Sub Total Total
26,711,889 3,496,594 2,800,322 2,315,693 1,971,110 1,384,264 1,191,129 1,046,125 872,986 860,746 791,884 480,032 84,470 1,300,785 45,308,029 59,186,991
23,531,074 2,883,947 1,328,665 1,170,963 2,610,124 1,288,860 1,128,565 952,564 1,067,921 495,963 817,484 439,668 846,687 851,174 39,413,659 50,364,498
b. General and Administrative Expenses Salary and Allowance Office Supplies Repairs and Maintenance Product Development Employee Benefits (Note 26) Depreciation of Fixed Assets (Note 10) Travel Professional Fee Medical Donation and Corporate Social Responsibility Rental Postage, Telephone, Facsimile and Electricity Entertainment and Representation Others (each below of Rp200 millions) Sub Total Total
d1/March 27, 2015
39
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated) 25. Other Incomes and Expenses
25. Pendapatan dan Beban Lain-lain 2014 Rp a. Pendapatan Lain-Lain Laba Selisih Kurs - Bersih Laba Penjualan Aset Tetap dan Aset Tidak Digunakan (Catatan 10) Pengembalian Denda Pajak Pemulihan Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Pendapatan Bunga Selisih Lebih Hasil Revaluasi Properti Investasi Pemulihan Penyisihan Persediaan Lain-lain - Bersih Total b. Beban lain-lain Beban dan Denda Pajak Penambahan Penyisihan Persediaan Rugi Pembelian Tetes Rugi Selisih Kurs - Bersih Lain-lain - Bersih Total
2013 Rp
1,652,451
--
474,615 300,324 290,000 128,880
773,553 -267,900 53,602
541,969 --3,388,239
3,725,798 46,459 676,179 5,543,491
a. Other Incomes Gain on Foreign Exchange - Net Gain on Sale of Fixed Assets and Unused Assets (Notes 10) Refund Tax Penalties Recovery for Allowance for Impairment Expense Interest Income Increasing Value From Revaluation of Investment Properties Recovery for Declining in Value of Inventories Others - Net Total
26,275 159,590 512,156 -21,504 719,525
1,392,306 --124,984 -1,517,290
b. Other Expenses Tax Penalty and Expense Addition for Declining in Value of Inventories Loss on Purchasing Molases Loss on Foreign Exchange - Net Others - Net Total
26. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
26. Long Term Liabilities on Employee Benefits
Perusahaan mengakui liabilitas manfaat karyawan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 telah dihitung oleh aktuaris independen PT Sentra Jasa Aktuaria dan PT Sentra Jasa Aktuaria dengan laporannya masing-masing tanggal 25 Februari 2015 dan 25 Februari 2014.
The Company recognizes its employee benefits liabilities based on existing labor law. The balances of employee benefits liabilities for December 31, 2014 and 2013 are computed by independent actuary of PT Sentra Jasa Aktuaria and PT Sentra Jasa Aktuaria with its reports dated Februari 25, 2015 and Februari 25, 2014, respectively.
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan Liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut :
The actuarial assumptions used in measuring the expenses and employee benefit liabilities as of December 31, 2014 and 2013, are as follows :
Usia Pensiun Normal Tingkat Diskonto Estimasi Kenaikan Gaji di Masa Datang Tabel Mortalita Tingkat Pengunduran Diri Metode
d1/March 27, 2015
55 Tahun/Years 2014: 8% per tahun/year; 2013: 8,5% per tahun/year 2014: 10% per tahun/year, 2013: 6% per tahun/year Tabel Mortalita Indonesia 2011/ Indonesian Mortality Table 2011 5% x Tabel Mortalita/Mortality Table Projected Unit Credit
40
Normal Pension Age Discount Rate Estimates Future Salary Increase Mortality Table Resignation Rate Method
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Liabilitas imbalan kerja yang diakui di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
Employment benefits liabilities recognized in the statement of financial position are as follows:
2014 Rp Nilai Kini Liabilitas Imbalan Pasti Kerugian Aktuarial yang Belum Diakui Total
2013 Rp
23,413,786
17,271,394
(6,408,307) 17,005,479
(1,288,455) 15,982,939
Mutasi liabilitas bersih di laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:
A movement of net liabilities in the statement of financiall position as of December 31, 2014 and 2013 is as follows:
2014 Rp Liabilitas Awal Tahun Beban Imbalan Kerja Tahun Berjalan (Catatan 24.b) Pembayaran Imbalan Kerja Tahun Berjalan Liabilitas Akhir Tahun
15,982,939 1,971,110 (948,570) 17,005,479
Beban imbalan kerja tahun berjalan yang diakui pada laporan laba rugi komprehensif adalah sebagai berikut:
Beban Jasa Kini Beban Bunga Beban Jasa Lalu - Non Vested Pengaruh dari Kurtailmen atau Penyelesaian Kerugian (Keuntungan) Aktuarial Bersih Total
2014 Rp Nilai Kini Liabilitas Imbalan Pasti Nilai Wajar Aset Program Defisit Program Penyesuaian Pengalaman Pada Liabilitas Program
2013 Rp
Employee benefits expenses which recognized in the statement of compprehensive income in current year are as follows: 2013 Rp
1,234,147 1,468,070 (204,323) (814,065) 287,281 1,971,110
894,834 1,051,580 --663,710 2,610,124
2013 Rp
Current Service Cost Interest Expense Prior Service Cost - Non Vested The Effect of curtailment or settlement Net Actuarial Losses (Benefits) Total
The present value of defined benefit obligation, fair value of assets program, deficit program and experience adjustment on liability program for the year ended December 31, 2014 and previous four annual periods are as follows: 2012 Rp
2011 Rp
2010 Rp
#
23,413,786 -23,413,786
17,271,394 -17,271,394
21,031,587 -21,031,587
13,513,132 -13,513,132
9,762,777 -9,762,777
--
--
--
--
--
a. Perusahaan melakukan perjanjian jual beli tetes dengan PT Kebon Agung, PT Perkebunan Nusantara IX, PT Perkebunan Nusantara X dan PT Perkebunan Nusantara XI. Perusahaan mendapat kontrak pembelian tetes sebanyak 131.000 ton and 140.000 ton untuk panen selama tahun 2014 dan 2013.
#
Present Value of Defined Benefits Obligation Fair Value of Program Assets Deficit Program Experience Adjustment on Liability Program
27. Agreements
27. Perikatan
d1/March 27, 2015
Liabilities at the Beginning of the Year Current Year Employee Benefits Expense (Note 24.b) Payment of Current Year Employees Benefits Liabilities at the End of the Year
14,682,160 2,610,124 (1,309,345) 15,982,939
2014 Rp
Nilai kini liabilitas imbalan pasti, nilai wajar aset program, defisit program dan penyesuaian pengalaman pada liabilitas program untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2014 dan empat periode tahun sebelumnya adalah sebagai berikut:
Present Value of Benefits Obligation Unrecognized Actuarial Loss Total
a. The Company entered into molasses purchase agreement with PT Kebon Agung, PT Perkebunan Nusantara IX, PT Perkebunan Nusantara X, and PT Perkebunan Nusantara XI. The Company received molasses purchase contracts for 140 ,000 tons and 131,000 tons during 2014 and 2013.
41
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
b. Pada tanggal 11 Agustus 2014, Perusahaan dan PT Multi Karunia Sentosa (MKS) menandatangani perjanjian kerjasama yang menyatakan bahwa MKS akan memberikan jasa filling dan packing produk Acetic Acid. Perjanjian ini berlaku 2 tahun sejak tanggal perjanjian.
b. On August 11, 2014, the Company and PT Multi Karunia Sentosa (MKS) signed agreement of cooperation which stated that MKS will provide filling and packing services for Acetic Acid. This agreement is valid for 2 years from the date of the agreement.
28. Event After the Reporting Period
28. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan PT Perkebunan Nusantara IX telah menetapkan alokasi tetes selama tahun 2015 kepada Perusahaan sebanyak 35.000 ton melalui surat No. PTPN IX.0/KONTR/001/TETES/I/2015.SL tanggal 7 Januari 2015.
PT Perkebunan Nusantara IX has set the allocations for 2015 molases of 35,000 tons to the Company by letter No. PTPN IX.0/KONTR/001/TETES/I/2015.SL dated January 7, 2015.
29. Earnings per Share
29. Laba per Saham Perhitungan laba per saham dalam Rupiah penuh adalah sebagai berikut:
Calculation of earnings per share in full Rupiah amount is as follows:
2014 Rp
Laba Tahun Berjalan Rata-rata Tertimbang Saham Laba per Saham Dasar (dalam Rupiah Penuh)
2013 Rp
14,456,259 6,020,000,000 2.40
15,994,295 6,020,000,000 2.66
Income for the Year Average Weighted Shares Total Basic Earning Per Share (In Full Rupiah)
2.40
2.66
Diluted Earning Per Share (In Full Rupiah)
Laba per Saham Dilusian (dalam Rupiah Penuh)
Pada setiap tanggal pelaporan, tidak ada efek berpotensi saham yang dapat menimbulkan pengaruh dilusi pada laba bersih per saham Perusahaan.
As of each reporting date, there were no dilutive potential ordinary shares that would give rise to a dilution of net income per share of the Company.
30. Segment Informations
30. Informasi Segmen Ethanol/ Ethanol Rp Penjualan Bersih Hasil Segmen
Asam Asetat/ Acetic Acid Rp
2014 Ethyl Asetat/ Ethyl Acetate Rp
Lainnya/ Others Rp
Total/ Total Rp
358,484,582
46,379,866
51,834,788
16,135,355
472,834,591
Net Sales
91,999,451
538,340
(2,992,718)
6,824,437
96,345,350
Segment Result
(59,186,991)
Unallocated Operating Expenses
Beban Usaha Tidak Dapat Dialokasi Beban Keuangan Pendapatan Lain-lain - Bersih Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Penghasilan Laba Tahun Berjalan
(9,969,083)
Financial Charges
2,668,714
Other Income - Net
29,857,990
Profit Before Income Tax
(15,401,730)
Income Tax Expenses
14,456,260
Income For The Year
Aset Segmen
463,347,124
Segment Assets
Liabilitas Segmen
134,510,685
Segment Liabilities
Pengeluaran Barang Modal
(12,495,670)
Capital Expenditure
Penyusutan dan Amortisasi
10,704,257
Depreciation and Amortization
d1/March 27, 2015
42
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) Ethanol/ Ethanol Rp Penjualan Bersih Hasil Segmen
Asam Asetat/ Acetic Acid Rp
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated) 2013 Ethyl Asetat/ Ethyl Acetate Rp
Lainnya/ Others Rp
Total/ Total Rp
296,188,046
42,875,229
39,999,147
13,253,104
392,315,526
Net Sales
84,511,334
4,646,655
(8,660,293)
5,779,548
86,277,244
Segment Result
(50,364,498)
Unallocated Operating Expenses
Beban Usaha Tidak Dapat Dialokasi Beban Keuangan Pendapatan Lain-lain - Bersih Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Penghasilan Laba Tahun Berjalan
(7,271,993)
Financial Charges
4,026,201
Other Income - Net
32,666,954
Profit Before Income Tax
(16,672,659)
Income Tax Expenses
15,994,295
Income For The Year
Aset Segmen
420,782,548
Segment Assets
Liabilitas Segmen
106,406,914
Segment Liabilities
Pengeluaran Barang Modal
(15,948,459)
Capital Expenditure
Penyusutan dan Amortisasi
10,381,370
Depreciation and Amortization
31. Assets and Liabilities in Foreign Currencies
31. Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing 2014 EUR Aset Kas dan Bank Piutang Usaha Aset Tidak Lancar Lainnya Total Liabilitas Utang Usaha Total Aset Bersih `
GBP
USD
RMB
SGD
Setara/ Equivalent Rp
Yen
2,150.00 -408,750.00 410,900.00
1,240.00 --1,240.00
1,751,586.71 1,240,458.39 -2,992,045.10
815.00 --815.00
-----
42,000.00 --42,000.00
21,852,329 15,431,302 6,185,722 43,469,353
Assets Cash on Hand and in Banks Accounts Receivable Other Non Current Assets Total
--410,900.00
--1,240.00
37,108.58 37,108.58 2,954,936.52
--815.00
----
--42,000.00
461,631 461,631 43,007,722
Liabilities Trade Payables Total Net Assets
2013 EUR Aset Kas dan Bank Piutang Usaha Total Liabilitas Utang Usaha Pinjaman Jangka Panjang Total Aset Bersih `
GBP
USD
RMB
SGD
Setara/ Equivalent Rp
Yen
2,655.00 -2,655.00
1,240.00 -1,240.00
604,749.44 1,100,996.20 1,705,745.64
815.00 -815.00
75.00 -75.00
42,000.00 -42,000.00
7,448,102 13,420,043 20,868,145
Assets Cash on Hand and in Banks Accounts Receivable Total
17,173.50 -17,173.50 (14,518.50)
---1,240.00
3,850.88 694,064.32 697,915.20 1,007,830.44
---815.00
---75.00
---42,000.00
335,821 8,459,950 8,795,771 12,072,374
Liabilities Accounts Payable Long Term Loan Total Net Assets
32. Financial Risks Management
32. Manajemen Risiko Keuangan a. Kebijakan Manajemen Risiko Berbagai aktivitas yang dilakukan membuat Perusahaan menghadapi berbagai macam risiko keuangan, termasuk dampak perubahan harga komoditas dan nilai tukar mata uang asing.
a . Risk Management Policy The Company's activities expose it to a variety of financial risk, including the effects of changes in commodity price and foreign currency exchange rates.
Manajemen risiko dijalankan oleh Dewan Direksi bertugas melakukan identifikasi, evaluasi dan lindung nilai yang tepat terhadap risiko-risiko keuangan jika diperlukan. Dewan Direksi menentukan prinsip
The Board of Directors identifies, evaluates and hedges financial risks, where considered appropriate. The Board of Directors provides principles for overall risk management, as well as policies covering specific areas, such as credit
d1/March 27, 2015
43
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
manajemen risiko secara keseluruhan, sekaligus juga menetapkan kebijakan-kebijakan yang mencakup risikorisiko dalam bidang tertentu, seperti risiko tingkat kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang, dan risiko harga komoditas.
risk, liquidity risk, foreign currency risk, and commodity price risk.
Beberapa risiko yang di hadapi oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
The Company faces several risk such as follows:
(i). Risiko Kredit Risiko kredit merupakan risiko yang muncul dikarenakan debitur tidak membayar semua atau sebagian piutang atau tidak membayar secara tepat waktu dan akan menyebabkan kerugian Perusahaan.
(i). Credit Risks Credit risk represents risk due to the possibility that a customer will not repay all or a portion of a receivable or will not repay in a timely manner and therefore will cause a loss to the Company.
Risiko kredit Perusahaan terutama melekat pada penagihan penjualan. Perusahaan mengendalikan eksposur risiko kredit dengan menetapkan kebijakan dimana persetujuan atau penolakan kontrak penjualan dan kepatuhan atas kebijakan tersebut dipantau oleh direksi. Sebagai bagian dari proses persetujuan atau penolakan tersebut, reputasi dan catatan historis pelanggan menjadi bahan pertimbangan.
The Company ’s credit risk mainly sticks on collection of sales. The Company controls its exposure to credit risk by setting its policy in approval or rejection of new sales contract and compliance is monitored by the Directors. As part of the process in approval or rejection, the customer reputation and track record is taken into consideration.
Selain pengungkapan dibawah ini, Perusahaan tidak memiliki konsentrasi risiko kredit.
The Company has no concentration of credit risk other than as disclosed below.
Kas dan Bank Risiko kredit atas penempatan rekening koran dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan Perusahaan. Penempatan dana dan hanya dilakukan bank dengan reputasi dan kredibilitas yang baik. Kebijakan ini dievaluasi setiap tahun oleh Direksi untuk meminimalkan risiko konsentrasi kredit sehingga mengurangi kemungkinan kerugian akibat kebangkrutan bankbank tersebut.
Cash on Hand and in Banks Credit risk arising from placements of current accounts is managed in accordance with the Company’s policy. Fund placement only placing in the banks that have a good reputation and credibility. This policy is reviewed annually by Director to minimize the concentration of credit risk and therefore mitigate financial loss through potential failure of the banks.
Piutang Usaha Risiko kredit atas penjualan kredit kepada pelanggan adalah risiko bahwa Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. Perusahaan mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan kebijakan atas persetujuan atau penolakan kontrak kredit baru. Kepatuhan atas kebijakan tersebut dipantau oleh Dewan Direksi. Sebagai bagian dari proses persetujuan atau penolakan tersebut, reputasi dan rekam jejak pelanggan menjadi bahan pertimbangan.
Trade Receivables Credit risk in respect of credit sales to customers is the risk that the Comapany will incur a loss arising from its customers that fail to discharge their contractual obligations. The Company manages and controls this credit risk by setting its policy in approval or rejection of new credit contract. Compliance to the policy is monitored by the Board of Director. As part of the process in approval or rejection, the customer reputation and track record is taking into consideration.
d1/March 27, 2015
44
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Perusahaan melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel. Manajemen menerapkan peninjauan mingguan dan bulanan pada umur piutang dan penagihan untuk membatasi risiko kredit. Sesuai dengan kebijakan manajemen, pelanggan yang tagihannya telah melewati batas jatuh tempo akan dikenakan status hold.
The Company trades only with recognized and creditworthy third parties. The Company’s management applies weekly and monthly trade receivables aging review and collection to limit its credit risk. Subject to management decision, customer that has long outstanding overdue accounts will be subject for hold status.
Saat ini tidak ada risiko kredit terpusat secara signifikan.
There are no significant concentrations of credit risk.
Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Perusahaan terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
At the reporting date, the Company’s maximum exposure to credit risk is represented by the carrying amount of each class of financial assets presented in the statements of financial position.
2014 Rp Aset Keuangan Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Kas dan Bank Piutang Usaha Aset Keuangan Lancar Lainnya Investasi Tersedia untuk Dijual Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya
Total Aset Keuangan
2013 Rp
23,522,063 94,889,281 3,343,079
8,598,239 82,008,124 3,340,523
7,320 121,761,743
2,775 93,949,661
Financial Assets Loans and Receivable Cash on Hand and in Banks Trade Receivables Other Current Financial Assets Investment Available for Sale Other Non Current Financial Assets Total Financial Assets
Kualitas Kredit Aset Keuangan Perusahaan mengelola risiko kredit yang terkait dengan rekening bank dan piutang dengan memonitor reputasi, peringkat kredit, dan membatasi risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak. Untuk bank, hanya pihak-pihak independen dengan predikat baik yang diterima.
Credit Quality of Financial Assets The Company manages credit risk exposed from its deposits with banks and receivables by monitoring reputation, credit ratings and limiting the agregrate risk to any individual counterparty. For banks, only independent parties with a good rating are accepted.
Kualitas kredit dari aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dapat dinilai dengan mengacu pada peringkat kredit eksternal (jika tersedia) atau mengacu pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar debitur.
The credit quality of financial assets that are neither past due nor impaired can be assesed by reference to external credit ratings (if available) or to historical information about counterparty defaults rates.
a) Bank
a) Cash in Bank 2014 Rp
Bank - Pihak Ketiga Dengan pihak yang memiliki peringkat kredit eksternal Fitch - AAA Dengan pihak yang tidak memiliki peringkat kredit eksternal
d1/March 27, 2015
2013 Rp Cash in Banks - Third Parties Counterparties with external credit rating Fitch
21,362,532 21,362,532
7,117,885 7,117,885
1,570,230 22,932,762
514,438 7,632,323
45
- AAA Counterparties without external credit rating
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
b) Piutang Usaha
b) Trade Receivables 2014 Rp
Dengan Pihak yang Tidak Memiliki Peringkat Kredit Eksternal Grup 1 Grup 2 Total
2013 Rp
94,876,681 12,600
81,705,524 302,600
94,889,281
82,008,124
Counterparties Without External Credit Rating Group 1 Group 2 Total
Grup 1 – pelangan yang sudah ada/ pihakpihak berelasi (lebih dari enam bulan) tanpa adanya kasus gagal bayar di masa terdahulu Grup 2 – pelanggan yang sudah ada/ pihakpihak berelasi (lebih dari enam bulan) dengan beberapa kejadian gagal bayar pada masa terdahulu
Company 1 – Existing customers/related parties (more than six months) with no default in the past.
(ii). Risiko Likuiditas Risiko likuiditas adalah suatu risiko yang dapat terjadi dimana pendapatan jangka pendek tidak dapat menutupi pengeluaran jangka pendek
(ii). Liquidity Risks Liquidity risk is a risk taht occurs when short-term revenue cannot cover short-term expenditure.
Pada saat ini Perusahaan berharap dapat membayar semua liabilitas pada saat jatuh tempo. Untuk memenuhi komitmen kas, Perusahaan berharap kegiatan operasinya dapat menghasilkan arus kas masuk yang cukup. Perusahaan memelihara rekening bank yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya.
The Company expects to pay all liabilities at their maturity. In order to meet cash commitment, the Company expects its operating activities able to generate sufficient cash inflows. The Company maintain adequate bank account to meet liquidity need.
Tabel berikut menganalisis liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi berdasarkan sisa umur jatuh temponya:
The following table analyzes financial liabilities measured at amortized cost to its remaining maturity:
Company 2 – Existing customers/related parties (more than six months) with some defaults in the past.
2014 Kurang dari 1 Tahun/ Less than 1 year Pinjaman Jangka Pendek Utang Usaha Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya Beban Akrual Utang Pembiayaan Konsumen Total
d1/March 27, 2015
90,489,468 8,367,017 4,778,424 4,153,839 802,543 108,591,291
1 - 2 tahun/
2 - 3 tahun/
1 - 2 years
2 - 3 years
----510,685 510,685
46
Total
-------
90,489,468 8,367,017 4,778,424 4,153,839 1,313,228 109,101,976
Short Term Loans Trade Payables Other Short Term Financial Liabilities Accrued Expense Consumer Financing Payables Total
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated) 2013
Kurang dari 1 Tahun/ Less than 1 year Pinjaman Jangka Pendek Utang Usaha Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya Beban Akrual Utang Bank Utang Pembiayaan Konsumen Total
1 - 2 tahun/
2 - 3 tahun/
1 - 2 years
2 - 3 years
59,788,989 9,708,678 4,768,000 3,023,737 8,459,950 436,092 86,185,446
-----584,307 584,307
Total
--------
59,788,989 9,708,678 4,768,000 3,023,737 8,459,950 1,020,399 86,769,753
Short Term Loans Trade Payables Other Short Term Financial Liabilities Accrued Expense Bank Loan Consumer Financing Payables Total
(iii) Risiko Mata Uang Asing Risiko mata uang merupakan risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar mata uang asing.
(iii) Foreign Currency Risk Foreign currency risk represents fluctuation of financial instrument caused by changes of foreign currency exchange.
Perusahaan secara signifikan terekpos risiko mata uang asing karena sebagian transaksi Perusahaan dalam mata uang asing. Jumlah eksposur mata uang asing bersih pada tanggal laporan diungkapkan dalam Catatan 31. Untuk meminimalkan risiko ini, Perusahaan selalu berusaha menjaga aliran kas dengan mengatur waktu pembayaran dengan mempertimbangkan kurs yang berlaku pada saat akan dilakukan pembayaran, serta merencanakan secara cermat alokasi penempatan dana dalam mata uang asing, untuk mengantisipasi perubahan kurs yang signifikan pada sisi liabilitas serta menghindari spekulasi ambil keuntungan atas penempatan dana dalam mata uang asing.
The Company is significantly exposed to foreign currency risk due to some of the Company’s transaction denominated in foreign currency. Total exposure of foreign currency at the reporting date disclosed in Note 31. To minimizing this risk, the Company always trying to maintain cash flows by arranging the time of payment by considering the exchange rate prevailing at the time of payment will be made, and carefully plan the placement allocation of funds in foreign currency, to anticipate significant of exchange rates changes on the liabilities side and to avoid speculation of take advantage in the placement of funds in foreign currency.
Tabel berikut ini menunjukkan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat pertukaran mata uang asing terhadap Rupiah, dengan asumsi variabel lain konstan, dampak terhadap laba sebelum beban pajak penghasilan sebagai berikut:
The following table demonstrates the sensitivity to a reasonably changes of foreign currencies against Rupiah, with all other variable held constant, with the effect to the consloidated income before corporate tax expense: 2014 Rp
Dampak Terhadap Laba Sebelum Pajak Penghasilan Perubahan tingkat pertukaran Mata Uang Asing terhadap Rupiah (1%) Perubahan tingkat pertukaran Mata Uang Asing terhadap Rupiah (-1%)
2013 Rp
430,077 (430,077)
120,724 (120,724)
Impact on Income Before Tax Change in Foreign Currencies exchange rate against Rupiah (1%) Change in Foreign Currencies exchange rate against Rupiah (-1%)
(iv) Risiko Tingkat Suku Bunga Risiko suku bunga terdiri dari risiko suku bunga atas nilai wajar, yaitu risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku bunga pasar, dan risiko suku bunga atas arus kas, yaitu risiko arus kas di masa datang akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.
(iv) Interest Rate Risk Interest rate risk consists of fair value interest rate risk, which is the risk of fluctuation of financial instrument caused by changes in in market interest rate, and cash flow interest rate risk, which is the risk that the future cash flow of a financial instruments will fluctuate due to changes in market interest rate.
Tabel berikut ini menunjukan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat pertukaran
The following table shows the sensitivity of the possibility of changes in the exchange rate of the
d1/March 27, 2015
47
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
tingkat bunga pinjaman. Dengan asumsi variable lain konstan, laba sebelum beban pajak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga mengambang sebagai berikut:
loan interest rate. Assuming other variables constant, profit before income tax is affected by the floating interest rate as follows: 2014 Rp
Dampak Terhadap Laba Sebelum Beban Pajak Kenaikan (1%) Penurunan (-1%)
2013 Rp
904,895 (904,895)
598,601 (598,601)
Impact on Income Before Tax Expense The increase (1%) The decrease (-1%)
(v) Risiko Harga Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga harga pasar, terlepas dari apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual atau penerbitnya atau faktorfaktor yang mempengaruhi seluruh instrument yang diperdagangkan di pasar
(v) Price Risk Price risk is the risk that the value of a financial instrument will fluctuare as a result of changes in market prices, whether those changes are caused by factors specific to the individual instrument or its issuer or factors affecting all instruments traded in the market.
Perusahaan terkena dampak risiko harga yang terutama diakibatkan oleh pembelian tetes tebu yang merupakan bahan baku utama. Harga tetes tebu tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain permintaan dan pasokan. Dampak risiko harga tersebut mengakibatkan kenaikan biaya produksi. Dampak yang terjadi terhadap instrumen keuangan adalah penyediaan kebutuhan dana yang cukup besar untuk pembelian bahan baku.
The Company are expoxed to price risk that is mainly due to the purchase of molasses whic is the main raw material. The price of molasses in influenced by several factors, including demand and supply. The impact of price risk of production costs will rise. The impact to the financial instruments is providing substantial funding requirements for the purchase of raw materials.
Kebijakan Perusahaan untuk meminimalkan resiko yang berasal dari fluktuasi harga tetes tebu adalah antara lain dengan mengadakan kontrak pembelian yang berjangka waktu 12 bulan atau kurang dan pembelian kepada pemasok agar mendapatkan harga dan kuantitas yang memadai.
The Company’s policy to minimize risks arising from fluctuations in the price of molasses is among other things entered into purchase contracts for a period of 12 months or less to suppliers in order to obtain sufficient prices and quantities.
b. Estimasi Nilai Wajar Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan. PSAK No. 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” mensyaratkan pengungkapkan atas pengukuran nilai wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut: (a) harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Tingkat 1); (b) input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya derivasi dari harga) (Tingkat 2); dan (c) input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi) (Tingkat 3).
d1/March 27, 2015
b. Fair Value Estimation The fair value of financial assets and financial liabilities must be estimated for recognition and measurement or for disclosure purposes. SFAS No. 60, ”Financial Instruments: Disclosures” requires disclosure of fair value measurements by level of the following fair value measurement hierarchy: (a) quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities (Level 1); (b) inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly (as prices) or indirectly (derived from prices) (Level 2); and (c) inputs for the asset or liability that are not based on observable market data (unobservable inputs) (Level 3).
48
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan: 2014 Nilai Tercatat/ Carrying Amount Rp
The fair value of financial assets and liabilities and their carrying amounts are as follows: 2013 Nilai Tercatat/ Carrying Amount Rp
Nilai Wajar/ Fair Value Rp
Nilai Wajar/ Fair Value Rp
Aset Keuangan Kas dan Bank Piutang Usaha Aset Keuangan Lancar Lainnya Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya Total
23,522,063 94,889,281 3,343,079 14,500 121,768,923
23,522,063 94,876,681 23,045 7,320 118,429,109
8,598,239 82,008,124 3,340,523 14,500 93,961,386
8,598,239 81,705,524 20,489 2,775 90,327,027
Financial Assets Cash on Hand and in Banks Trade Receivables Other Current Financial Assets Other Non Current Financial Assets Total
Liabilitas Keuangan Utang Bank Utang Usaha dan Lain-lain Beban Akrual Utang Pembiayaan Konsumen Total
90,489,468 13,145,441 4,153,839 1,313,228 109,101,976
90,489,468 13,145,441 4,153,839 1,313,228 109,101,976
68,248,939 14,476,678 3,023,737 1,020,399 86,769,753
68,248,939 14,476,678 3,023,737 1,020,399 86,769,753
Financial Liabilities Bank Loan Trade and Others Payable Accrued Expenses Consumer Financing Payables Total
Manajemen berpendapat bahwa nilai buku dari aset dan liabilitas keuangannya mendekati nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan tersebut pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, karena dampak pendiskontoan yang tidak signifikan
Management believes that the book value of financial assets and liabilities approaching fair value of the assets and financial liabilities as at December 31, 2014 and 2013, as the impact of discounting is not significant
c. Manajemen Permodalan Tujuan Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usaha, sehingga entitas dapat tetap memberikan imbal hasil bagi pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya dan untuk mengelola struktur modal yang optimal untuk meminimalisasi biaya modal yang efektif.
c. Capital Management The objectives of the Company when managing capital are to safeguard the ability of the Company to continue as a going concern in order to provide returns for shareholders and benefits for other stakeholders and to maintain an optimal capital structure to minimize the effective cost of capital.
Perusahaan secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola permodalannya untuk memastikan struktur modal dan pengembalian yang optimal bagi pemegang saham, dengan mempertimbangkan efisiensi penggunaan modal berdasarkan arus kas operasi dan belanja modal, serta mempertimbangkan kebutuhan modal di masa yang akan datang.
The Company actively and regularly analyzes and manages its capital structure to ensure the optimal capital and returns to shareholders, by considering the efficient use of capital based on operating cash flow and capital expenditures, and to consider the capital needs in the future.
33. Aktivitas yang Tidak Mempengaruhi Arus Kas
33. Non-Cash Activities
Informasi pendukung laporan arus kas sehubungan dengan aktivitas non kas adalah sebagai berikut:
Supplementary information to the statements of cash flow relating to non-cash activities follows:
Catatan/ Notes AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS: Penambahan Aset Tetap yang Berasal dari Reklasifikasi Uang Muka Pembelian Aset Tetap Penambahan Aset Tetap yang Berasal dari Utang Pembiayaan Konsumen
d1/March 27, 2015
2014 Rp
2013 Rp ACTIVITIES NOT AFFECTING CASH FLOWS
8
836,177
496,596
10
1,283,500
1,020,399
49
Addition of Fixed Assets Resulted from Reclassification of Advance for Purchase of Fixed Assets Addition of Fixed Assets Resulted from Consumer Financing Payables
paraf:
PT INDO ACIDATAMA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Tahun-tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT INDO ACIDATAMA Tbk NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2014 and 2013 (In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
34. Standar Akuntansi Baru yang Belum Berlaku Tahun 2014
34. New Accounting Standards not Yet Effective for 2014
Pada bulan Desember 2013, DSAK-IAI telah menerbitkan beberapa pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) baru dan revisian yang akan berlaku efektif pada tahun buku yang dimulai 1 Januari 2015. Penerapan dini atas PSAK tersebut tidak diperkenankan. PSAK tersebut adalah sebagai berikut: - PSAK No. 1 (revisi 2013) “Penyajian Laporan Keuangan” -
PSAK No. 4 (revisi 2013) “Laporan Keuangan Tersendiri”
-
PSAK No. 15 (revisi 2013) “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama” PSAK No. 24 (revisi 2013) “Imbalan Kerja” PSAK No. 65 “Laporan Keuangan Konsolidasian” PSAK No. 66 “Pengaturan Bersama” PSAK No. 67 “Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain” PSAK No. 68 “Pengukuran Nilai Wajar”
-
In December 2013, the DSAK - IAI issued a number of new and revised statement of financial accounting standards (SFAS) that will become effective for the annual period beginning of January, 2015. Early adoption of these standards is not permitted. The SFASs are: SFAS No. 1 (revised 2013) “Presentation of Financial Statements” SFAS No. 4 (revised 2013) “Separate Financial Statements” SFAS No. 15 (revised 2013) “Investment in Associates and Joint Ventures” SFAS No. 24 (revised 2013) “Employee Benefits” SFAS No. 65 “Consolidated Financial Statements” SFAS No. 66 “Joint Arrangements” SFAS No. 67 “Disclosure of Interests in Other Entities” -
SFAS No.68 “Fair Value Measurement”
Selain itu, pada tahun 2014 DSAK-IAI kembali telah mengesahkan lima PSAK dan satu ISAK revisian yang juga akan berlaku 1 Januari 2015 tanpa penerapan dini.
In addition, at the year 2014, DSAK-IAI issued five SFAS and one IFAS revise that will become effective January 1, 2015 without the early adoption.
Standar-standar tersebut adalah sebagai berikut: - PSAK No. 46 (revisi 2014) “Pajak Penghasilan” - PSAK No. 48 (revisi 2014) “Penurunan Nilai Aset” - PSAK No. 50 (revisi 2014) “Instrumen Keuangan : Penyajian PSAK No. 55 (revisi 2014) “Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran” PSAK No. 60 (revisi 2014) “Instrumen Keuangan : Pengungkapan” ISAK No. 26 “Penilaian Kembali Derivatif Melekat”
The new standards are: SFAS No. 46 (revised 2014) “Income Taxes” SFAS No. 48 (revised 2014) “Impairement of Assets” SFAS No. 50 (revised 2014) “Financial Instruments : Presentation SFAS No. 55 (revised 2014) “Financial Instruments : Recognition and Measurement” SFAS No. 60 (revised 2014) “Financial Instruments : Disclosure” IFAS No. 26 “Reassessment of Embedded Derivatives”
Hingga tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen masih melakukan evaluasi atas dampak potensial dari ISAK serta PSAK baru dan revisian tersebut.
As at the authorisation date of this consolidated of financial statements, the Management is still evaluating the potential impact of the new and revised IFASs and SFASs.
-
35. Management Responsibility on the Financial Statements
35. Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2015.
The management of the Company is responsible for the preparation and presentation of the financial statements authorized for issue on March 27, 2015.
o Acidatama Tbk
Budhi Moeljono Presiden Direktur d1/March 27, 2015
Wong Lukas Yoyok Nurcahya Direktur 50
paraf: