BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT No. 39/06/52/Th.VIII, 1 Juni 2015
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MENURUT SUB SEKTOR BULAN MEI 2015
Penghitungan Nilai Tukar Petani menggunakan tahun dasar 2012=100 dimana pada bulan Mei 2015 tercatat Nilai Tukar Petani Padi & Palawija (NTPP) sebesar 99,87; Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 100,53; Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 92,84; Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 113,83 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTNP) 100,69. Nilai Tukar Petani Perikanan (NTNP) dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap (NTN) tercatat 105,47 dan NTP Perikanan Budidaya (NTPi) tercatat 92,96. Secara gabungan, Nilai Tukar Petani Provinsi NTB sebesar 102,39 yang berarti NTP bulan Mei mengalami peningkatan 1,22 persen bila dibandingkan dengan bulan April dengan Nilai Tukar Petani sebesar 101,15. Nilai Tukar Usaha Pertanian Provinsi NTB yang diperoleh dari hasil bagi antara indeks yang diterima petani dengan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM), pada bulan Mei 2015 tercatat 106,96 yang berarti mengalami penurunan 1,04 persen dibandingkan bulan April dengan Nilai Tukar Usaha Pertanian 105,86. Dari 33 Provinsi yang dilaporkan pada bulan Mei 2015, Terdapat 15 provinsi yang mengalami peningkatan NTP dan 18 provinsi mengalami penurunan NTP. Peningkatan tertinggi terjadi di Provinsi NTB yaitu sebesar 1,22 persen, dimana indeks harga yang diterima meningkat hingga 1,27 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Riau yaitu sebesar 1,24 persen, dimana indeks yang diterima petani menurun sebesar 0,57 persen. Pada bulan Mei 2015, terjadi deflasi di daerah perdesaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar -0,003 persen. Deflasi disebabkan karena terjadi penurunan indeks konsumsi rumah tangga pada kelompok Bahan makanan yaitu sebesar 0,48 persen. Sedangkan 6 kelompok lainnya mengalami peningkatan Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau (0,72 %), Transportasi & Komunikasi (0,32 %), Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga (0,26 %), Perumahan (0,16 %), Sandang (0,14 %) dan Kesehatan (0,06 %).
Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 39/06/52/Th.VIII, 1 Juni 2015
1
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada 8 Kabupaten di Provinsi NTB, terjadi NTP yang berfluktuasi setiap bulannya.
Pada bulan Mei 2015 dengan tahun dasar
(2012=100)
100 ( tercatat 102,39 ) yang berarti petani
NTP Provinsi NTB berada di atas
mengalami peningkatan daya beli, karena kenaikan harga produksi relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya.
Grafik 1 NTP Provinsi NTB Januari 2014 – Mei 2015 (2012=100) 103
NTP
102.23
102.39
101.97 101.38
100.8
100.13
100.03
99.75
101.15
100.4
99.92
99.33
99.67
99.72 99.56
99.59 98.96
98
201505
201504
201503
201502
201501
201412
201411
201410
201409
201408
201407
201406
201405
201404
201403
201402
201401
Tahun Bulan
NTP bulan Mei 2015 mengalami peningkatan sebesar 1,22 persen bila dibandingkan dengan NTP April 2015 yaitu dari 101,15 menjadi 102,39. Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (meningkat sebesar 1,27 persen) lebih tinggi daripada indeks harga yang dibayar petani (menurun sebesar 0,04 persen). Dimana Indeks konsumsi rumah tangga mengalami penurunan 0,003 persen dan indeks BPPBM mengalami peningkatan sebesar 0,23 persen. Dari Tabel 1 nampak bahwa pada bulan Mei 2015 kemampuan daya beli petani di Provinsi NTB pada 3 subsektor berada di atas 100 (cukup baik) yang terdiri dari subsektor Peternakan (113,83), subsektor Perikanan (100,69) dan subsektor Hortikultura (100,53). Sedangkan 2 subsektor lainnya berada di bawah 100, dimana kemampuan daya beli petani yang paling rendah terjadi pada sub sektor perkebunan rakyat dengan NTP sebesar 92,84.
2
Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No.39/06/52/Th.VIII, 1 Juni 2015
Tabel 1 Nilai Tukar Petani Provinsi Nusa Tenggara Barat Per Subsektor Mei 2015 (2012=100)
Subsektor
Bulan
Persentase Perubahan
April 2015 (2)
Mei 2015 (3)
1. Tanaman Pangan a. Indeks yang Diterima (It) b. Indeks yang Dibayar (Ib) c. Nilai Tukar Petani (NTPP)
115,16 117,14 98,31
117,06 117,22 99,87
1,65 0,06 1,59
2. Hortikultura a. Indeks yang Diterima (It) b. Indeks yang Dibayar (Ib) c. Nilai Tukar Petani (NTPH)
116,59 117,94 98,86
118,57 117,95 100,53
1,70 0,01 1,69
3. Tanaman Perkebunan Rakyat a. Indeks yang Diterima (It) b. Indeks yang Dibayar (Ib) c. Nilai Tukar Petani (NTPR)
109,42 118,52 92,33
110,13 118,62 92,84
0,65 0,09 0,56
4. Peternakan a. Indeks yang Diterima (It) b. Indeks yang Dibayar (Ib) c. Nilai Tukar Petani (NTPT)
129,68 114,99 112,77
130,88 114,98 113,83
0,93 -0,01 0,94
5. Perikanan a. Indeks yang Diterima (It) b. Indeks yang Dibayar (Ib) c. Nilai Tukar Petani (NTN)
114,96 114,48 100,41
115,50 114,70 100,69
0,47 0,19 0,28
5.a. Perikanan Tangkap a. Indeks yang Diterima (It) b. Indeks yang Dibayar (Ib) c. Nilai Tukar Petani (NTN)
122,63 116,98 104,83
123,71 117,29 105,47
0,88 0,26 0,62
5.b. Perikanan Budidaya a. Indeks yang Diterima (It) b. Indeks yang Dibayar (Ib) c. Nilai Tukar Petani (NTN)
103,25 110,68 93,29
102,97 110,76 92,96
-0,28 0,08 -0,35
Gabungan a. Indeks yang Diterima (It) b. Indeks yang Dibayar (Ib) -Konsumsi Rumah Tangga -BPPBM c. Nilai Tukar Petani (NTP)
118,17 116,82 118,86 111,63 101,15
119,67 116,87 118,85 111,88 102,39
1,27 0,04 -0,003 0,23 1,22
(1)
(4)
Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 39/06/52/Th.VIII, 1 Juni 2015
3
1.
Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan Mei 2015 dengan tahun dasar (2012=100), secara gabungan indeks harga yang diterima petani (It) Provinsi NTB mengalami peningkatan sebesar 1,27 persen yaitu dari 118,17 menjadi 119,67. Semua subsektor mengalami peningkatan indeks harga yang diterima, dimana indeks harga yang diterima subsektor Hortikultura (1,70 persen), Tanaman Pangan (1,65 persen), Peternakan (0,93 persen), Perkebunan Rakyat (0,65 persen), Perikanan (0,47 persen).
2.
Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Pada bulan Mei 2015 dengan tahun dasar (2012=100), indeks harga yang dibayar petani (Ib) di Provinsi NTB mengalami peningkatan sebesar 0,04 persen yaitu dari 116,82 menjadi 116,87. Dimana Indeks konsumsi rumah tangga mengalami penurunan 0,003 persen dan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) mengalami peningkatan sebesar 0,23 persen.
Grafik 2 Indeks Diterima dan Indeks Dibayar Petani Provinsi NTB April – Mei 2015 (2012=100)
201505
BPPBM; 111,88 KRT; 118,85 Indeks Dibayar; 116,87 Indeks Diterima; 119,67
201504
BPPBM; 111,63 KRT; 118,86 Indeks Dibayar; 116,82 Indeks Diterima; 118,17 100
105
Indeks Diterima
4
110
Indeks Dibayar
115
KRT
120
BPPBM
Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No.39/06/52/Th.VIII, 1 Juni 2015
125
Bar 5
3.
NTP Subsektor
a.
Subsektor Tanaman Pangan / Padi & Palawija (NTPP)
Pada bulan Mei 2015 NTPP mengalami peningkatan sebesar 1,59 persen, hal ini disebabkan karena tingkat peningkatan indeks yang diterima petani sebesar 1,65 persen lebih tinggi dari tingkat peningkatan indeks yang dibayar petani sebesar 0,06 persen. Indeks harga yang diterima petani padi mengalami peningkatan sebesar 1,08 persen yang disebabkan karena meningkatnya harga gabah. Demikian pula petani palawija mengalami peningkatan indeks yang diterima sebesar 2,92 persen yang disebabkan peningkatan harga jagung, kacang hijau dan kacang tanah. Peningkatan indeks yang dibayar (Ib) disebabkan oleh peningkatan indeks BPPBM sebesar 0,24 persen. Dimana peningkatan indeks BPPBM disebabkan antara lain oleh meningkatnya harga KCL, pupuk daun, bakterisida, bibit kacang hijau, akarisida, insektisida, TSP/SP 36, bibit kedelai, upah menanam, upah merambet/menyiangi, kereta dorong, upah mencangkul.
b.
Subsektor Hortikultura (NTPH)
Nilai Tukar Petani Subsektor Hortikultura (NTPH) pada bulan Mei 2015 terjadi peningkatan sebesar 1,69 persen. Hal ini disebabkan karena tingkat peningkatan indeks yang diterima petani sebesar 1,70 persen lebih tinggi dari tingkat peningkatan indeks yang dibayar petani sebesar 0,01 persen. Indeks yang diterima (It) sub kelompok sayur-sayuran dan buah-buahan mengalami peningkatan masing-masing sebesar 2,46 persen dan 0,58 persen yang disebabkan antara lain oleh meningkatnya harga hasil produksi tanaman hortikultura seperti alpukat, wortel, manggis, buncis, rambutan, tomat, kacang panjang, bawang merahdurian, cabai merah, ketimun, terung panjang, bawang putih, bawang daun, pisang, kangkung, manga, sirsak dan semangka. Peningkatan indeks yang dibayar (Ib) petani hortikultura disebabkan oleh peningkatan indeks BPPBM sebesar 0,37 persen. Dimana peningkatan indeks BPPBM disebabkan meningkatnya harga bibit semangka, KCL, bibit bawang merah, plastik transparan/mulsa, TSP/SP36, rodentisida, insektisida, kereta dorong, tali rafia, sprayer, upah perontokan, oli, upah menuai/memanen, terpal, upah merambet, upah mencangkul, ember, upah membajak, upah penyemprotan, upah pemupukan, bamboo, bibit melon, bibit terung dan sewa lahan sawah.
c.
Subsektor Perkebunan Rakyat (NTPR)
Pada bulan Mei 2015 Nilai Tukar Petani untuk sub sektor perkebunan rakyat (NTPR) terjadi peningkatan sebesar 0,56 persen, hal ini disebabkan karena tingkat peningkatan indeks yang diterima petani sebesar 0,65 persen lebih tinggi dari tingkat peningkatan indeks yang dibayar petani sebesar 0,09 persen. Peningkatan indeks yang diterima petani disebabkan karena meningkatnya harga hasil produksi perkebunan rakyat seperti kakao, biji jambu mete, kopi, kemiri dan jarak. Peningkatan indeks yang dibayar petani disebabkan meningkatnya indeks BPPBM sebesar 0,52 persen, dimana peningkatan indeks BPPBM disebabkan oleh meningkatnya harga karung, upah buruh (penjagaan lahan, pembibitan, penjemuran, pengendalian hama, pemangkasan), sprayer, ZA, upah pemupukan, TSP/SP36, sewa traktor tangan, upah menuai/memanen, bensin, upah menyiangi, mencangkul dan menanam, urea, herbisida, NP/NPK dan insektisida.
Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 39/06/52/Th.VIII, 1 Juni 2015
5
d.
Subsektor Peternakan (NTPT)
Pada bulan Mei 2015, NTPT mengalami peningkatan sebesar 0,94 persen, hal ini disebabkan karena indeks yang diterima petani meningkat sebesar 0,93 persen sedangkan indeks yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 0,01 persen. Indeks harga yang diterima (It) peternak sub kelompok ternak besar, ternak kecil, unggas dan hasil ternak mengalami peningkatan masing-masing 0,96 persen; 0,83 persen; 0,78 persen dan 0,41 persen. Peningkatan indeks yang diterima petani disebabkan antara lain karena meningkatnya harga ternak dan hasil ternak seperti domba, kerbau, sapi potong, telur itik, ayam buras, kambing, ayam ras pedaging, itik/bebek, ayam ras petelur dan telur ayam ras. Penurunan yang terjadi pada Indeks yang dibayar petani disebabkan penurunan indeks BPPBM sebesar 0,06 persen, yang antara lain disebabkan oleh menurunnya harga pakan ternak (jagung pipilan dan dedak), kayu balok, kawat, paku, jerami, sewa padang/lahan penggembalaan, sewa tempat usaha peternakan, sewa alat-alat peternakan dan ban luar motor.
e.
Subsektor Perikanan (NTNP)
Pada bulan Mei 2015, NTNP mengalami peningkatan sebesar 0,28 persen, hal ini disebabkan karena tingkat peningkatan indeks yang diterima petani sebesar 0,47 persen lebih tinggi dari tingkat peningkatan indeks yang dibayar petani sebesar 0,19 persen. Indeks harga yang diterima (It) sub kelompok penangkapan mengalami peningkatan sebesar 0,88 persen sedangkan su kelompok budidaya perikanan mengalami penurunan sebesar 0,28 persen. Peningkatan indeks yang diterima antara lain disebabkan karena meningkatnya harga produksi perikanan seperti ikan kakap, julung-julung, pari, kerang, kerapu, tenggiri, kuniran, kapasan, cakalang dan rajungan. Sedangkan peningkatan indeks yang dibayar petani disebabkan oleh peningkatan indeks konsumsi rumah tangga dan indeks BPPBM masing-masing sebesar 0,16 persen dan 0,26 persen, dimana peningkatan indeks BPPBM antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya harga ongkos angkut, umpan, bensin, minyak tanah, sewa alat penangkapan dan solar.
6
Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No.39/06/52/Th.VIII, 1 Juni 2015
Tabel 2 Indeks yang Diterima dan Indeks Yang Dibayar Petani Provinsi Nusa Tenggara Barat Per Sub Sektor Mei 2015 (2012=100) Subsektor
Bulan
Persentase Perubahan
April 2015
Mei 2015
(2)
(3)
(4)
1. Tanaman Pangan a. Indeks Diterima Petani - Padi - Palawija b. Indeks Dibayar Petani - Indeks Konsumsi Rumah Tangga - Indeks BPPBM
115,16 112,65 121,11 117,14 118,71 113,26
117,06 113,87 124,64 117,22 118,70 113,53
1,65 1,08 2,92 0,06 -0,01 0,24
2. Hortikultura a. Indeks Diterima Petani - Sayur-sayuran - Buah-buahan - Tanaman Obat b. Indeks Dibayar Petani - Indeks Konsumsi Rumah Tangga - Indeks BPPBM
116,59 132,47 98,76 135,85 117,94 119,14 112,63
118,57 135,73 99,33 135,85 117,95 119,06 113,05
1,70 2,46 0,58 0,00 0,01 -0,07 0,37
3. Tanaman Perkebunan Rakyat a. Indeks Diterima Petani - Tanaman Perkebunan Rakyat
109,42 109,42
110,13 110,13
0,65 0,65
b. Indeks Dibayar Petani - Indeks Konsumsi Rumah Tangga - Indeks BPPBM
118,52 120,26 110,51
118,62 120,27 111,08
0,09 0,00 0,52
4. Peternakan a. Indeks Diterima Petani - Ternak Besar - Ternak Kecil - Unggas - Hasil Ternak b. Indeks Dibayar Petani - Indeks Konsumsi Rumah Tangga - Indeks BPPBM
129,68 131,84 128,62 115,40 115,76 114,99 118,33 109,13
130,88 133,11 129,81 116,30 116,23 114,98 118,35 109,06
0,93 0,96 0,93 0,78 0,41 -0,01 0,01 -0,06
5. Perikanan a. Indeks Diterima Petani - Penangkapan - Budidaya b. Indeks Dibayar Petani - Indeks Konsumsi Rumah Tangga - Indeks BPPBM
114,96 122,63 103,25 114,48 117,01 111,58
115,50 123,71 102,97 114,70 117,20 111,87
0,47 0,88 -0,28 0,19 0,16 0,26
a. Indeks Diterima Petani
118,17
119,67
1,27
b. Indeks Dibayar Petani
116,82
116,87
0,04
- Konsumsi Rumah Tangga
118,86
118,85
-0,003
- BPPBM
111,63
111,88
0,23
(1)
Gabungan
Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 39/06/52/Th.VIII, 1 Juni 2015
7
4.
Perbandingan antar Provinsi
Dari 33 Provinsi yang dilaporkan pada bulan Mei 2015, terdapat 15 provinsi yang mengalami peningkatan NTP dan 18 provinsi lainnya mengalami penurunan NTP. Peningkatan tertinggi terjadi di Provinsi NTB yaitu sebesar 1,22 persen, diikuti oleh Provinsi Sulbar dan Gorontalo masing-masing sebesar 0,90 persen dan 0,83 persen. Sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Riau ( -1,24 persen) diikuti oleh Provinsi Kalbar ( -0,99 persen ) dan Maluku ( -0,94 persen ). Tabel 3. Nilai Tukar Petani Provinsi di Indonesia dan Persentase Perubahannya Mei 2015 (2012=100) Kode
Provinsi
(1)
(2)
11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 31 32 33 34 35 36 51 52 53 61 62 63 64 71 72 73 74 75 76 81 82 91
NAD SUMUT SUMBAR RIAU JAMBI SUMSEL BENGKULU LAMPUNG BABEL KEPRI DKI JABAR JATENG YOGYAKARTA JATIM BANTEN BALI NTB NTT KALBAR KALTENG KALSEL KALTIM SULUT SULTENG SULSEL SULTRA GORONTALO SULBAR MALUKU UTARA MALUKU PAPUA BARAT
94
PAPUA Nasional
8
IT
IB
NTP
Indeks (3) 111,63
% Perub (4) -0,22
Indeks (5) 116,76
% Perub (6) 0,69
Indeks (7) 95,60
% Perub (8) -0,91
117,54
0,87
119,02
0,68
98,75
0,19
113,25
-0,20
116,96
0,72
96,83
-0,91
112,48
-0,57
118,10
0,69
95,24
-1,24
111,75
0,71
117,84
0,59
94,83
0,12
113,70
0,09
116,72
0,53
97,42
-0,43
110,04
-0,17
117,54
0,58
93,62
-0,74
118,69
1,23
116,18
0,50
102,16
0,72
120,95
0,27
115,38
0,15
104,82
0,11
114,29
0,38
115,28
-0,09
99,15
0,47
116,77
-0,13
118,24
0,00
98,76
-0,13
122,78
0,23
119,80
0,51
102,48
-0,28
115,22
0,66
117,65
0,56
97,93
0,10
116,30
1,05
117,20
0,51
99,24
0,54
122,17
0,23
119,19
0,55
102,50
-0,31
119,52
0,08
116,83
0,55
102,30
-0,48
119,59
-0,08
116,05
-0,08
103,05
0,00
119,67
1,27
116,87
0,04
102,39
1,22
117,18
0,19
116,14
-0,16
100,89
0,35
113,31
-0,69
117,81
0,30
96,18
-0,99
115,77
0,24
118,00
0,82
98,11
-0,58
114,17
0,03
114,54
0,39
99,68
-0,36
116,72
0,28
118,31
0,30
98,66
-0,02
112,68
-0,46
117,63
0,33
95,79
-0,79
112,78
0,32
116,62
0,13
96,70
0,18
121,19
-0,27
117,76
0,38
102,91
-0,65
115,14
0,96
116,94
0,28
98,46
0,68
120,24
1,09
118,94
0,26
101,09
0,83
118,67
1,24
114,34
0,34
103,79
0,90
119,65
-0,21
120,14
0,73
99,60
-0,94
117,48
0,01
115,20
0,17
101,98
-0,15
119,29
0,76
117,88
0,16
101,19
0,60
111,60
0,32
114,98
0,06
97,07
0,26
117,89
0,35
117,86
0,47
100,02
-0,12
Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No.39/06/52/Th.VIII, 1 Juni 2015
5.
Indeks Harga Konsumen Perdesaan
Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka Inflasi/Deflasi di wilayah perdesaan. Dari penghitungan indeks konsumsi rumah tangga yang dilaporkan pada bulan Mei 2015 di Provinsi NTB terjadi deflasi perdesaan sebesar -0,003 persen. Deflasi disebabkan karena terjadi penurunan indeks konsumsi rumah tangga pada kelompok Bahan makanan yaitu sebesar 0,48 persen. Sedangkan 6 kelompok lainnya mengalami peningkatan Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau (0,72 %), Transportasi & Komunikasi (0,32 %), Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga (0,26 %), Perumahan (0,16 %), Sandang (0,14 %) dan Kesehatan (0,06 %). Tabel 4 Persentase Perubahan Indeks Harga Konsumen Perdesaan Provinsi NTB Mei 2015 (2012=100)
Sub Kelompok
April 2015
Mei 2015
Perubahan
(1)
(2)
(3)
(4)
Konsumsi Rumah tangga
118,86
118,85
-0,003
- Bahan makanan
123,72
123,13
-0,48
- Makanan jadi
111,62
112,43
0,72
- Perumahan
115,77
115,96
0,16
- Sandang
113,91
114,07
0,14
- Kesehatan
113,55
113,63
0,06
- Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga
107,09
107,37
0,26
- Transportasi dan Komunikasi
125,90
126,30
0,32
Deflasi perdesaan yang terjadi pada bulan Mei 2015 di Provinsi NTB disebabkan antara lain oleh menurunnya harga kebutuhan konsumsi rumah tangga seperti jagung ontongan tua, daun singkong, cabai rawit, udang kering/ebi, sawo, jagung ontongan muda, selar, bandeng, beras, mujair, jeruk, tomat sayur, tenggiri, nila, mie instant, telur ayam kampung, udang laut dan lain lain.
Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 39/06/52/Th.VIII, 1 Juni 2015
9
-0,13
-0,20
0,60 -0,24
DKI
KEPRI
BALI
NTT
NASIONAL
-0,01 NTB
0,16 0,21
0,10 0,12
SULTRA
KALBAR
MALUKU UTARA
BABEL
PAPUA
-0,003
0,32
KALTIM
0,02
0,36 0,36 SULBAR
PAPUA BARAT GORONTALO
BANTEN
0,76
0,72 0,75
NAD
RIAU
JATIM
JATENG
JAMBI
0,79
SUMBAR
SUMUT
-4,00
SULTENG
0,38 SULUT
KALSEL JABAR
SULSEL
0,43 0,45 0,56 LAMPUNG SUMSEL
0,68 0,69
YOGYAKARTA
BENGKULU
0,59 0,63 0,66
0,70
0,83 0,84
MALUKU
-3,00
0,89
-2,00
KALTENG
-1,00
0,89
1,00
0,97
2,00
Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No.39/06/52/Th.VIII, 1 Juni 2015
10
0,37
0,00
AXIS TITLE
Grafik 3. Perubahan Indeks Harga Konsumen Perdesaan Provinsi di Indonesia Mei 2015 (2012=100) 4,00
3,00
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Jl. Gunung Rinjani No. 2 Mataram 83125 Tlp. (0370) 621385 Fax. (0370) 623801 E-mail :
[email protected] Homepage : http://ntb.bps.go.id Contact person
: Ni Kadek Adi Madri, SE Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi NTB
Berita Resmi Statistik Provinsi NTB No. 39/06/52/Th.VIII, 1 Juni 2015
11