BATASAN ORGANISASI
Disampaikan Oleh: Dr. H. Ngusmanto, M.Si Jl. Karangan No. 27 Komplek UNTAN HP. 08125711773 Email:
[email protected]
ORGANISASI Pembentukan dan Kehadiran organisasi apapun dalam kehidupan manusia krn alasan keterbatasan kemampuan manusia dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup dan kehidupan manusia. Sejak manusia lahir – tua pasti memiliki kelemahan atau keterbatasan dan di sisi lain, manusia memiliki kebutuhan hidup yg tidak terbatas. Jadi manusia membentuk, mendirikan dan bergabung dalam organisasi dlm rangka mengatasi kelemahan atau keterbatasan manusia dan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupannya yg tidak terbatas, seperti kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan akan prestise dan kebutuhan realisasi diri. Melalui organisasi yang didirikan, manusia dpt bekerjasama unt mencapai tujuan.
Mereka yang memenuhi kebutuhan sosial budaya akan mendirikan organisasi pendidikan dan kesenian Mereka yang ingin memenuhi kebutuhan keamanan akan mendirikan organisasi keamanan Mereka yg ingin memenuhi kebutuhan kesejahteraan akan mendirikan organisasi ekonomi seperti koperasi, CV, PT dan bentuk usaha ekonomi lainnya. Mereka yg ingin memenuhi kebutuhan publik maka mereka mendirikan organisasi publik
Jadi, organisasi apapun yang didirikan oleh manusia harus dpt menjadi wadah atau kendaraan unt memenuhi kebutuhan manusia dan dpt mengantarkan manusia menuju kpd kehidupan yg lebih baik dan sukses. Unt itu, manusia modern cenderung memiliki atau aktif di beberapa organisasi sekaligus. Organisasi yang tidak dpt menghantarkan sukses berarti tidak dpt jadi wadah atau kendaraan. Unt itu sia-sia saja kita bergabung.Kita perlu tinggalkan organisasi yg demikian.
Organisasi dikatakan sukses apabila: 1. Dapat menghantarkan sukses pemimpinnya 2. Dapat menghantarkan sukses anggotanya 3. Bermanfaat bagi masyarakat
Dambaan demikian dpt diwujudkan apabila: 1. Semua anggota organisasi mematuhi aturan mainnya 2. Mereka mau dan dapat bekerjasama secara optimal sesuai fungsi dan kedudukannya 3. Tumbuhnya rasa memiliki dan rasa tanggung jawab di setiap anggota organisasi dll
PENGERTIAN ORGANISASI SECARA UMUM Makna organisasi dpt dilihat dari segi yang statis dan dinamis atau proses (pendekatan sistem). Teori klasik memandang pengertian organisasi sama dng wadah atau tempat atau wujud, sedangkan teori sistem mengartikan organisasi sebagai suatu proses.
Oleh krn itu, makna organisasi bisa dikaji dari segi yang statis (menurut teori klasik) dan makna dinamis (proses) menurut teori sistem. Pengertian Organisasi Yg Statis Menurut Mirrian Syofian Arif (1995) Organisasi adalah kerjasama orang-orang atau sekelompok orang unt mencapai tujuan yg ingin dicapai
Menurut MALINOWSKI Organisasi sbg suatu kelompok orang yg bersatu dlm tugas-tugas atau tugas umum, terkait pada lingkungan tertentu, menggunakan alat teknologi dan patuh pada peraturan Henry L. Sisk Organisasi sbg suatu kesatuan yaitu sekelompok orang terlibat secara bersamasama di dlm hubungan yg resmi unt mencapai tujuan-tujuan Sondang P. Siagian (1981) Organisasi adalah tempat di mana kegiatan-kegiatan adminsitrasi dan manajemen dijalankan.
Sbg wadah, organisasi bersifat relatif statis dan memiliki pola dasar struktur organisasi yg relatif permanen.
FX. Soedjadi (1995) Organisasi pada pokoknya adalah sekelompok manusia yg dng sengaja dipersatukan dlm suatu kerjasama yg efisien unt mencapai tujuan yg sudah ditetapkan. ORGANISASI SBG SUATU PROSES FX. Soedjadi (1995) Organisasi dpt dipandang sbg suatu sistem dan bentuk hubungan antara wewenang dan tanggung jawab antara atasan dan bawahan dlm rangka pencapaian tujuan dng cara yg sudah ditetapkan dan yg paling efisien
Sondang P. Siagian (1981) Organisasi sbg proses inter-raksi antara orang-orang di dlm organisasi. Organisasi sbg proses menimbulkan dua jenis hubungan di dlm organisasi yaitu hubungan formal yg menimbulkan organisasi formal dan hubungan informal yang menimbulkan organisasi informal. Chester I. Barnard Organisasi merupakan suatu sistem sosial yg dinamis dari hubungan kerjasama yg bertujuan unt memuaskan keperluan orang-orang Mirriam Syofian Arif (1995) menyatakan bahwa organisasi sbg suatu sistem yg berproses terdiri dari bagian-bagian yg berhubungan satu dng yg lain menjadi satu kesatuan secara keseluruhan. Bagian-bagian itu terdiri dari faktor-faktor luar dan dlm organisasi.
Faktor luar organisasi adalah faktor lingkungan di mana organisasi itu berada seperti faktor politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, hukum, demografi, sumber-sumber alam, langganan, nasabah dsb, sedangkan faktor intern antara lain orang-orang yg bekerja, tugas dan tanggung jawab, hubungan kerja dll. Organisasi dlm makna dinamis (proses) menimbulkan dinamika organisasi. Dinamika organisasi terjadi karena ada faktor pengaruh yaitu intern dan ekstern. Faktor Intern: a. Ada tujuan organisasi itu sendiri yg menyebabkan organisasi harus dinamis dan bergerak maju untuk mencapai tujuan tsb b. Adanya manusia sbg unsur terpenting dari setiap organisasi c. Adanya tata hubungan atau relationship di dlm organisasi
Faktor Ekologi (Lingkungan) atau Ekstern a. Fisik atau geografis yaitu keadaan alam, letak, tempat ataupun daerah di mana organisasi itu ada dan beroperasi b. Nonfisik atau sosio-psikologis yaitu termasuk konstitusional-politis, sosiopolitis, sosio-ekonomi, sosio-religius, sosial-budaya, dan teknis-teknologi (kemajuan teknik dan ilmu pengetahuan ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
Makna organisasi bisa dikaji dari hubungan atau interaksi antara orang-orang. Dng adanya hubungan atau interaksi antar anggota organisasi menimbulkan 2 jenis hubungan yaitu: a. Hubungan formal yang menimbulkan organisasi formal b. Hubungan informal menimbulkan organisasi informal
Perbedaan Antara Organisasi Formal dan Informal: Organisasi formal mempunyai struktur organisasi yang jelas dan dengan sengaja dibentuk dlm arti setiap tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota organisasi telah diatur secara resmi dan bersifat hirarkhis, sehingga kerjasama dpt dilaksanakan dengan baik dlm rangka mencapai tujuan organisasi. Ciri-ciri Organisasi Formal: 1. Ketentuan-ketentuan tentang pembentukan dan yang mengatur hubungan antara anggota organisasi dituangkan dalam UU atau peraturan atau surat keputusan Presiden, Menteri, Gubernur dll unt organisasi pemerintah, sedangkan organisasi non pemerintah ada anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusan direksi dll
2. Terdapat penggolongan jabatan, analisis dan uraian jabatan 3. Ada penegasan soal sistem wewenang dan tanggung jawab 4. Ada penegasan soal pelimpahan wewenang serta lingkup pengendaliannya (span of control) 5. Ada hirarkhi atau eselonering hubungan staf dan lini serta hubungan antara atasan dan bawahan yang digambarkan melalui skema atau struktur organisasi
Organisasi Informal timbul karena tidak semua kebutuhan anggota organisasi dpt dipenuhi melalui hubungan yg bersifat formal. Organisasi informal mengandung makna bahwa hubungan yg terjadi tidak diatur dlm dasar hukum perincian organisasi, tidak terlihat dlm struktur organisasi dan tidak terlihat dlm produk-produk resmi.
Menurut Siagian (1981) dan Soedjadi (1995) menyatakan bahwa hubungan informal terjadi krn: a. Adanya persamaan kebutuhan, perasaan, kegemaran di luar organisasi, sikap dan tabiat para anggotanya b. Adanya persamaan tugas dan tanggung jawab dan kepentingan dari orangorang tertentu c. Sifat hakikat dari orang-orang itu sbg manusia baik sbg individu, sbg makhluk sosial (social animal) maupun sbg makhluk serakah (wanting anamal) d. Hubungan yang didasarkan pada hubungan-hubungan pribadi e. Adanya kesamaan keahlian para anggota organisasi
Hubungan informal memang diperlukan karena hubungan formal tersebut belum dpt memenuhi kebutuhan anggota organisasi. Ada bbrp alasan mengapa hubungan informal sangat penting karena: a. Menambah pengertian-pengertian yg tepat tentang sifat dan tabiat para bawahan b. Mengadakan pendekatan yg tepat di dlm proses menggerakkan para bawahan c. Meningkatkan semangat kerja para bawahan d. Mengokohkan dedikasi setiap anggota terhadap organisasi
Sungguhpun begitu, hubungan informal dpt menimbulkan dampak dampak negatif yakni Dpt menyuburkan adanya perasaan-perasaan pilih kasih atau perasaan senang-benci (personal like and dislike), jika hubungan tersebut tidak dikelola dng baik Unt itu, pemimpin harus menjaga jangan sampai hal negatif demikian ini terjadi. Like and dislike adalah sesuatu yang tidak sehat, bisa menimbulkan konflik, kemarahan, kekecewaan, prustasi dan ketidak-adilan dll