STRATEGI PEMASARAN PRODUK PEMBIAYAAN GADAI EMAS DI BANK SYARIAH MANDIRI CABANG PEMBANTU GUBUG
TUGAS AKHIR
Oleh : LIA ROFIANI NIM : 20112 010
JURUSAN DIII PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA 2015
STRATEGI PEMASARAN PRODUK PEMBIAYAAN GADAI EMAS DI BANK SYARIAH MANDIRI CABANG PEMBANTU GUBUG
TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya Ekonomi Syariah (A.Md.E.Sy)
Oleh : LIA ROFIANI NIM : 20112 010
JURUSAN DIII PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA 2015
i
ii
iii
iv
MOTTO
“Jangan menyerah, tidak ada yang memalukan dari jatuh, yang memalukan adalah kalau kau tidak berdiri lagi”
“Teruslah berusaha walau sekelilingmu meragukan kamu. Teruslah tersenyum karena orang-orang yang kamu sayang menginginkan senyummu.Teruslah bersinar untuk mereka yang ada di kegelapan. Dan percayalah, Tuhan tidak akan mengubah nasib kaumnya tanpa usaha kaum itu.Teruslah melangkah karena orang-orang yang menyayangimu akan selalu menopangmu”
v
PERSEMBAHAN
Alhamdulillah, dengan ridha-Mu ya Allah… Amanah ini telah selesai, sebuah langkah telah usai. Namun itu bukan akhir dari perjalanan ku, melainkan awal dari sebuah perjalanan. Dengan kerendahan hati yang tulus, kupersembahkan karya tulis ini untuk yang termulia, Ayah, Ibu, Kakakku, Abang iparku, dan juga keponakanku Nayla. Terimakasih atas cintanya, semoga karya ini dapat mengobati beban kalian walau hanya sejenak, semua jasa-jasa kalian tak kan kulupakan. Untuk tulusnya persahabatan yang telah terjalin, spesial untuk sahabat-sahabatku, dan semua teman-teman DIII Perbankan Syariah Angkatan 2012. Terimakasih… Semoga persahabatan kita menjadi persaudaraan yang abadi selamanya. Serta terimakasih kepada semua pihak yang telah menyumbangkan bantuan dan doa dari awal hingga akhir yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.
vi
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat, Taufiq dan Hidayahnya, sehingga pada kesempatan ini penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir (TA) dengan judul : STRATEGI PEMASARAN PRODUK PEMBIAYAAN GADAI EMAS DI BANK SYARIAH MANDIRI CABANG PEMBANTU GUBUG ini dengan lancar. Sholawat serta salam tidak lupa penulis panjatkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Semoga kita termasuk golongan umatnya dan mendapatkan syafaatnya di yaumul kiyamah.Amin. Nikmat yang Allah berikan begitu banyak, sehingga tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Sungguh Allah Maha Segalaya, sesembahan yang patut disembah dan tempat meminta pertolongan bagi semua hamba-Nya. Cukup Allah sebagai penolong, karena Dia adalah sebaik-baiknya Penolong. Dalam penyusunan Tugas Akhir (TA) ini penulis sangat berterimakasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan dan dukungan baik berupa moral,materiil maupun spiritual sehingga penyusunan Tugas Akhir (TA) ini dapat terselesaikan. Untuk itu perkenankan penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Bapak Dr. Rahmat Haryadi, M.Pd selaku Rektor IAIN Salatiga; 2. Bapak Dr. Anton Bawono, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Salatiga; 3. Bapak Ahmad Mifdlol Muthohar, Lc.,M.Si selaku Ketua Jurusan D III Perbankan Syariah IAIN Salatiga; 4. Ibu Fetria Eka Yudiana, M.Si selaku pembimbing penyusunan tugas akhir yang telah memberikan bimbingan, arahan, masukan serta kritikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini; 5. Seluruh dosen pengajar jurusan D III Perbankan Syariah IAIN Salatiga;
vii
6. Seluruh karyawan dan staff yang ada di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug yang telah memberikan informasi dan pengalaman; 7. Kepada Bapak, Ibu dan keluarga besar penulis yang tersayang dan tercinta yang telah memberikan doa dan bimbingan kasih sayang serta dukungan baik moral maupun material; 8. Dan teman-teman D III Perbankan Syariah angkatan 2012 yang telah berjuang bersama-sama dalam perkuliahan selama tiga tahun ini. Penulis menyadari bahwa dalam Tugas Akhir (TA) ini masih terdapat banyak kekurangan, itu semata-mata karena keterbatasan penulis. Oleh karena itu, kritik maupun saran dari berbagai pihak yang bersifat membangun akan penulis terima untuk perbaikan kedepannya.
Salatiga, 10 Agustus 2015
Penulis
viii
ABSTRAK
Rofiani, Lia. 2015. Strategi Pemasaran Produk Pembiayaan Gadai Emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug. Tugas Akhir. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.Jurusan DIII Perbankan Syariah.Institut Agama Islam Negeri Salatiga.Pembimbing : Fetria Eka Yudiana, M.Si.
Kata kunci :Pemasaran, Gadai Emas, Bank Syariah Mandiri
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme produk pembiayaan gadai emas, strategi pemasaran produk pembiayaan gadai emas, dan kendala dalam pemasaran produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug.Metode penelitian dalam Tugas Akhir ini adalah dengan pendekatan kualitatif.Data diperoleh melalui analisis data, observasi dan wawancara terhadap pegawai maupun nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pembntu Gubug.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mekanisme produk pembiayaan gadai emas meliputi pengajuan gadai, penaksiran, dan pelunasan barang jaminan.Strategi pemasaran yang diterapkan pada produk pembiayaan gadai emas inikurang maksimal, hal ini bisa dilihat berdasarkan pada penurunan pendapatan dari tahun sebelumnya.Kendala utama pada pemasaran produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug adalahmasyarakat belum begitu mengenal produk rahnyang ada di bank syariah dengan baik.Sedangkan tindak lanjut Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug untuk mengatasi kendala-kendala dalam pemasaran produk diantaranya: meningkatkan kegiatan pengenalan produk dengan menambah jadwal kunjungan ke institusi, asosiasi, keikutsertaan dalam kegiatan sosial, meningkatkan sosialisasi tentang fitur maupun prosedur gadai emas, meningkatkan kreatifitas dalam pengelolaan anggaran souvenir produk, serta menambah tenaga marketingkhusus gadai emas agar pemasaran produk pembiayaan ini lebih maksimal.
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN ...................................................... iii HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ......................................................... iv MOTTO ................................................................................................................ v PERSEMBAHAN ................................................................................................. vi KATA PENGANTAR .......................................................................................... vii ABSTRAK ............................................................................................................ ix DAFTAR ISI ......................................................................................................... x DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xiii DAFTAR TABEL ................................................................................................. xiv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .......................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 4 C. Tujuan dan Kegunaan ............................................................................... 5 D. Metode Penelitian ...................................................................................... 6 E. Penegasan Istilah ....................................................................................... 8 F. Sistematika Penulisan ............................................................................... 9 BAB II LANDASAN TEORI
x
A. Tinjauan Pustaka ....................................................................................... 11 B. Pengertian Pemasaran Bank ...................................................................... 14 C. Pengertian Strategi Pemasaran .................................................................. 15 D. Tujuan Pemasaran Bank ............................................................................. 16 E. Konsep Pemasaran .................................................................................... 17 F. Pengertian Bauran Pemasaran ................................................................... 18 1. Product (Produk).................................................................................. 19 2. Price (Harga) ....................................................................................... 21 3. Place (Tempat / Saluran Distribusi) .................................................... 22 4. Promotion (Promosi) ........................................................................... 24 5. People (Orang) .................................................................................... 25 6. Physical Evidence (Bukti Fisik) .......................................................... 26 7. Process (Proses) .................................................................................. 26 G. Pengertian Pembiayaan ............................................................................. 26 H. Pengertian Gadai Syariah ........................................................................... 27 1. Landasan Hukum ................................................................................. 28 2. Rukun Gadai Syariah ........................................................................... 28 3. Syarat Gadai Syariah ............................................................................ 29 4. Ketentuan Menggadaikan Barang ........................................................ 32 5. Akad Perjanjian Gadai ......................................................................... 36 6. Persamaan dan Perbedaan Gadai Syariah Dan Konvensinal ............... 38 BAB III LAPORAN OBJEK A. Sejarah Berdirinya Bank Syariah Mandiri ................................................. 40 B. Visi dan Misi Bank Syariah Mandiri ......................................................... 43 C. Budaya Kerja Bank Syariah Mandiri ......................................................... 44 D. Struktur Organisasi ................................................................................... 46 E. Tanggung Jawab Setiap Bagian ................................................................. 48 F. Produk dan Jasa Bank Syariah Mandiri ..................................................... 62 xi
BAB IV ANALISIS A. Mekanisme Produk Pembiayaan Gadai Emas............................................ 70 B. Strategi Pemasaran ..................................................................................... 77 C. Kendala Dalam Pemasaran Produk ............................................................ 90 D. Data Deskriptif Gadai Emas....................................................................... 91 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ............................................................................................... 92 B. Saran .......................................................................................................... 94 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT Bank Syariah Mandiri KCP Gubug ...……..… 46 Gambar 4.1 Alur Pembiayaan Gadai Emas …...…………………………………… 72
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Gadai Syariah dan Konvensional ………… 38 Tabel 3.1 Profil Perusahaan ……………………………………………………… 42 Tabel 4.1 Fitur Produk Gadai Emas ……………………………………………... 70 Tabel 4.2 Fitur Promosi Sahabat Emas ………………………………………….. 83 Tabel 4.3 Penerapan Strategi Bauran Pemasaran (7P) …………………………... 86 Tabel 4.4 Perolehan Gadai Emas ………………………………………………… 91
xiv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Falsafah dasar beroperasionalnya bank syariah yang menjiwai seluruh hubungan transaksinya adalah efisiensi, keadilan, dan kebersamaan.Efisiensi mengacu pada prinsip saling membantu secara sinergis untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin.Keadilan mengacu pada hubungan yang tidak dicurangi, ikhlas, dengan persetujuan yang matang atau proporsional masukan dan keluarannya. Kebersamaan mengacu pada prinsip saling menawarkan bantuan dan nasihat untuk saling meningkatkan produktifitas (Wibowo dan Untung,2005:33). Bank syariah mempunyai fungsi berbeda dengan bank konvensional, fungsi bank syariah juga merupakan karakteristik bank syariah.Empat fungsi bank syariah yaitu sebagai manajer investasi, sebagai investor yang berhubungan dengan pembagian hasil usaha yang dilakukan oleh bank syariah, sebagai fungsi sosial, dan jasa keuangan atau perbankan (Wiroso, 2005:4-5). Dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir sejak diberlakukannya undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan yang memberikan peluang didirikannya bank syariah, perkembangan bank syariah, dipandang dari sisi jumlah jaringan kantor dan volume kegiatan usaha, masih belum 1
memuaskan. Oleh karena itu, pemerintah mempunyai keinginan untuk lebih mendorong perkembangan bank syariah di Indonesia (Antonio, 2001:223). Upaya mendorong pengembangan bank syariah dilaksanakan dengan memperhatikan bahwa sebagian masyarakat muslim Indonesia pada saat ini sangat menantikan suatu sistem perbankan syariah yang sehat dan terpercaya untuk mengakomodasi kebutuhan mereka terhadap layanan jasa perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah. Pengembangan perbankan syariah juga ditujukan untuk meningkatkan mobilisasi dana masyarakat yang selama ini belum terlayani oleh sistem perbankan konvensional. Selain itu, sejalan dengan upaya-upaya restrukturisasi perbankan.Pengembangan bank syariah merupakan suatu alternatif sistem pelayanan jasa bank dengan kelebihan yang dimilikinya (Antonio, 2001:223-224). Keberadaan pegadaian syariah atau gadai syariah atau rahnlebih dikenal sebagai bagian produk yang ditawarkan oleh bank syariah, dimana bank menawarkan kepada masyarakat bentuk penjaminan barang guna mendapatkan pembiayaan. Namun trend dari perkembangan rahn sebagai produk perbankan syariah belum begitu baik, hal ini disebabkan oleh keberadaan komponen-komponen pendukung produk rahnyang terbatas seperti : sumberdaya penafsir, alat untuk menaksir, dan gudang penyimpanan barang jaminan. Sebab lain mengapa perkembangan pegadaian syariah kurang baik, sebab masyarakat belum begitu mengenal produk rahndengan baik di
2
bank syariah dibanding produk lain, misalnya mudharabah, musyarakah, murabahah, salam dan lain sebagainya (Sudarsono, 2003 :143). Pemasaran memberi perhatian pada produk dan jasa-jasa perusahaan, keinginan dan kebutuhan konsumen, dan kegiatan-kegiatan para pesaing. Fungsi pemasaran terdiri dari tiga komponen kunci: 1. Bauran pemasaran, meliputi unsur-unsur atau elemen-elemen internal penting yang membentuk program pemasaran sebuah organisasi; 2. Kekuatan pasar, meliputi peluang dan ancaman eksternal dimana operasioperasi pemasaran sebuah organisasi berinteraksi; 3. Proses penyelarasan, meliputi proses strategik dan manajerial untuk memastikan bahwa bauran pemasaran dan kebijakan-kebijakan internal layak bagi kekuatan pasar. Bauran pemasaran merupakan satu dari sekian konsep yang paling universal yang telah dikembangkan dalam pemasaran.Kebanyakan pembahasan mengenai pemasaran memusatkan perhatian sekitar empat komponen kunci bauran pemasaran, yang disebut 4P. Komponen ini meliputi : Produk, Harga, Promosi, dan Tempat (Payne,2000:27-28). Sebagai salah satu bentuk dari perkembangan perbankan syariah di Indonesia, Gadai Emas Bank Syariah Mandiri hadir untuk mewujudkan keinginan sebagian masyarakat muslim yang menginginkan sistem perbankan syariah yang sehat dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan mereka terhadap layanan jasa dengan prinsip syariah. 3
Gadai Emas Bank Syariah Mandiri merupakan produk pembiayaan atas dasar jaminan berupa emas sebagai salah satu alternatif memperoleh uang tunai dengan cepat.Syarat dan ketentuan yang mudah, biaya pemeliharaan yang terjangkau, serta kenyamanan pelayanan yang diberikan merupakan sedikit dari banyak keunggulan yang ditawarkan oleh Gadai Emas Bank Syariah Mandiri. Atas dasar inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang strategi pemasaran yang dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug, dan hasilnya disusun dalam Tugas Akhir (TA) dengan judul : STRATEGI PEMASARAN PRODUK PEMBIAYAAN GADAI EMAS DI BANK SYARIAH MANDIRI CABANG PEMBANTU GUBUG. B. Rumusan Masalah Melihat latar belakang yang demikian, hal yang ingin diteliti oleh penulis yaitu rumusan masalah yang terkait dengan kasus yang akan dibahas pada penelitian Tugas Akhir ini, di antaranya : 1. Bagaimana mekanisme produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Cabang PembantuGubug ? 2. Bagaimana strategi pemasaran produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug ? 3. Bagaimana kendala dalam pemasaran produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug ? 4
C. Tujuan dan kegunaan Penelitian Tugas Akhir ini dibuat untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul di atas, dengan tujuan: 1. Untuk mengetahui mekanisme produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug; 2. Untuk mengetahui strategi pemasaran produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug; 3. Untuk mengetahui kendala dalam pemasaran produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug. Selain memiliki tujuan-tujuan yang telah disebutkan diatas, penulis juga memaparkan kegunaan dalam penulisan Tugas Akhir ini, baik bagi mahasiswa, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, maupun bagi pembaca. Adapun kegunaannya antara lain sebagai berikut : 1. Bagi penulis a. Untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat guna memperoleh Gelar Ahli Madya Ekonomi Syariah (A.Md.E.Sy) di IAIN Salatiga; b. Memberikan pengetahuan dan informasi dari dunia praktis yang sangat berguna untuk disinkronkan dengan pengetahuan teori yang didapat di bangku kuliah.
5
2. Bagi IAIN Salatiga a. Memperkenalkan
IAIN
Salatiga
kepada
masyarakat
luar
khususnya Jurusan DIII Perbankan Syariah; b. Sebagai tambahan referensi literature serta informasi khususnya bagi mahasiswa IAIN Salatiga Jurusan DIII Perbankan Syariah. 3. Bagi Pembaca Sebagai tambahan wawasan tentang strategi pemasaran produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug. D. Metode Penelitian 1. Jenis penelitian Jenis penelitian atau penulisan dalam tugas akhir ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Azwar (1998:5) pendekatan kualitatif lebih menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan logika ilmiah. 2. Jenis data yang dibutuhkan Adapun data yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu: a. Data Primer Yaitu data yang diperoleh dari sumber pertama melalui prosedur dan teknik pengambilan data yang berupa interview, observasi, maupun
6
penggunaan instrument pengukuran khusus dirancang sesuai dengan tujuannya (Azwar,1998:36). b. Data Sekunder Yaitu data yang diperoleh dari sumber tidak langsung yang biasanya berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi (Azwar,1998:36). 3. Teknik pengumpulan data a. Wawancara Menurut Moleong (2008:186), wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Teknik pengumpulan data pada penulisan tugas akhir ini dengan mewawancarai pihak-pihak yang terkait dengan pembiyaan gadai emas, baik dengan bank maupun dengan nasabah. b. Observasi partisipan Peneliti terlibat secara langsung dengan objek penelitian. Di sini penulis ikut dalam proses pengumpulan kelengkapan data yang diperlukan. c. Analisis data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan data (Moleong, 2008:280).
7
E. Penegasan Istilah Berikut pengertian dari istilah-istilah yang terkait dengan penelitian ini, yaitu : 1. Strategi adalah sebuah rencana dasar yang luas dari suatu tindakan organisasi untuk mencapai tujuannya (Lamarto,1996:40); 2. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk
merencanakan,
menentukan
harga,
mempromosikan
dan
mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen potensial (Lamarto,1996:7-8); 3. Produk adalah sekumpulan atribut nyata atau tidak nyata yang didalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestise pabrik, prestise pengecer, dan pelayanan dari pabrik serta pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli
sebagai
sesuatu
yang
bisa
memuaskan
keinginannya
(Lamarto,1996:222-223); 4. Pembiayaan merupakan salah satu tugas pokok bank, yaitu pemberian fasilitas penyediaan dana untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang merupakan defisit unit (Antonio,2001:160); 5. Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak (UU Hukum Perdata pasal 1150);
8
6. Rahn merupakan perjanjian utang piutang antara dua atau beberapa pihak mengenai persoalan benda dan menahan sesuatu barang sebagai jaminan utang yang mempunyai nilai harta (Sudarsono,2003:142); 7. Emas merupakan salah satu logam mulia yang bernilai tinggi, karena emas merupakan nilai tukar selain uang yang digunakan dizaman dahulu sebelum adanya uang seperti sekarang ini. F. Sistematika penulisan Sistematika penulisan merupakan uraian mengenai hal-hal yang akan dilaporkan secara sistematika bab demi bab, dari bab hasil laporan penelitin diperoleh gambaran yang berurutan dan saling terkait. Adapun sistematika penulisan laporan penelitian ini adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Dalam pendahuluan ini dijelaskan tentang hal-hal yang berkaitan dan berhubungan dengan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan,
metode
penelitian,
penegasan
istilah,
serta
sistematika
penulisannya. BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini berisi tentang telaah pustaka, teori pemasaran, pengertian strategi pemasaran, tujuan pemasaran bank, konsep pemasaran, bauran pemasaran dan teori pembiayaan. Kemudian tentang gadai syariah, yang meliputi: pengertian, rukun gadai syariah, syarat gadai syariah,
9
ketentuan menggadaikan barang, akad perjanjian gadai, dan persamaan serta perbedaan gadai syariah dengan gadai konvensional. BAB III LAPORAN OBJEK Dalam bab ini berisi tentang sejarah berdirinya Bank Syariah Mandiri, visi dan misi, budaya kerja, struktur organisasi, tanggung jawab setiap bagian, serta produk dan jasa yang dimiliki Bank Syariah Mandiri. BAB IV ANALISIS Bab ini berisi tentang mekanisme produk pembiayaan gadai emas yang diamati,meliputi :gambaran umum produk, sistem pengajuan gadai emas, metode penaksiran barang jaminan, dan metode pelunasan barang. Kemudian analisis penerapan strategi pemasaran berdasarkan konsep bauran pemasaran, kendala yang dialami dalam proses pemasaran produk, serta analisis data deskriptif tentang produk pembiayaan gadai emas yang diamati. BAB V PENUTUP Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
10
BAB II LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka Terkait dengan tugas akhir yang diteliti oleh penulis, ada beberapa telaah pustaka dari penelitian-penelitian sebelumnya yang dapat dijadikan bahan pertimbangan maupun pembeda bagi penelitian ini. Prabasanti (2014), dalam skripsinya yang berjudul “Analisis Gadai Emas Bank Syariah terhadap perolehan feebase Income (Studi kasus Pegadaian Emas Bank Syariah Mandiri Semarang” memaparkan bahwa prosedur pelaksanaan gadai emas syariah cukup mudah, calon nasabah mengisi formulir dan membawa barang gadai yang berupa emas, penaksirannya sesuai dengan standart harga emas yang ditetapkan oleh divisi usaha syariah, keuntungan dan kerugiannya cukup relevan, kontribusi yang dihasilkan dari produk gadai emas syariah adalah fee based income yang semakin meningkat pendapatan nilainya, fee based income yang dihasilkan merupakan keunggulan dibanding produk lainnya. Penelitian ini menyoroti tentang kontribusi gadai emas terhadap fee based income Bank Syariah itu sendiri, sementara yang akan diteliti oleh penulis adalah tentang sistem pemasaran produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri. Sari (2012), dalam skripsinya yang berjudul “Prosedur pembiayaan gadai emas syariah pada PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang 11
Pembantu Ungaran” menyatakan bahwa prosedur pelaksanaan produk pembiayaan gadai emas syariah di Bank Syariah Mandiri KCP Ungaran sangat praktis, mudah, serta prosesnya cepat. Produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri KCP Ungaran juga cukup banyak diminati oleh masyarakat dan banyak masyarakat yang mempercayakan emasnya untuk digadaikan di Bank Syariah Mandiri KCP Ungaran. Penelitin ini jelas berbeda dengan yang akan diteliti oleh penulis, selain perbedaan lokasi, juga topik masalah yang disoroti. Sriati (2011), dalam skripsinya yang berjudul “Upaya Peningkatan Motivasi Masyarakat Terhadap Gadai Emas Di BMT Bina Insani Pringapus Ungaran Jawa Tengah” menyimpulkan bahwa Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa motivasi masyarakat terhadap gadai emas yang ada di BMT Bina Insani Pringapus Ungaran Jawa Tengah masih kurang, sebaiknya BMT Bina Insani lebih serius mengenalkan produk gadai emas sehingga masyarakat banyak yang menggadaikan emasnya di BMT Bina Insani Pringapus Ungaran Jawa Tengah. Penelitian ini berbeda dengan yang akan diteliti penulis, dalam penelitian ini lebih mengamati tentang upaya yang dilakukan untuk meningkatkan motivasi masyarakat sekitar dari BMT Bina Insani di Pringapus. Sedangkan penulis akan meneliti tentang strategi pemasaran gadai emas di wilayah Bank syariah Mandiri Kantor Cabang Gubug.
12
Susilowati (2014) dalam skripsinya
yang berjudul
“Analisis
Peningkatan Produktivitas Produk Gadai Emas Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Ungaran” menyimpulkan bahwa prosedur pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Ungaran melalui beberapatahapan, diantaranya prosedur penaksiran barang jaminan (emas), prosedur pembiayaan gadai emas, prosedur penyimpanan barang jaminan,
prosedur pelunasan,
pelelangan.Faktor
yang
prosedur
gadai
ulang,
prosedur
dibutuhkan masyarakat dalam pelayanan
pembiayaan gadai emas untuk dapat meningkatkan produktivitas produk gadai emas diantaranya perhitungan pembiayaanberdasarkan berat barang jaminan, biaya administrasi yang lebih murah, kualitas pelayanan, lokasi bank syariah, dan proses pencairan yang cepat.Tindak lanjut Bank Syariah
Mandiri
Kantor
meningkatkanproduktivitasproduk promosi,
membuka
geraidi
CabangPembantu gadai
emas
tempat-tempat
Ungaranuntuk
diantaranya
melakukan
umum,optimalisasi
pemasaran,memberikanpromo-promo,memberikan bonus kepada nasabah setia, dan mengadakan presentasi-presentasi di perusahaan tertentu. Dalam penelitian tersebut penulis lebih menekankan pada faktor-faktor yang dibutuhkan masyarakat dalam pelayanan pembiayaan produk gadai emas di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Ungaran, sedangkan yang akan ditulis oleh penulis dalam penelitian ini lebih mengedepankan pada strategi pemasaran produk pembiayaan gadai emas. 13
B. Pengertian pemasaran bank Secara umum pengertian manajemen pemasaran bank adalah suatu proses
perencanaan,
pelaksanaan,
dan
pengendalian
dari
kegiatan
menghimpun dana, menyalurkan dana, dan jasa-jasa keuangan lainnya dalam rangka memenuhi kebutuhan, keinginan, dan kepuasan nasabahnya (Kasmir, 2014:194-195). Dari pengertian tersebut dapat diuraikan bahwa manajemen pemasaran bank merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan para nasabahnya terhadap produk dan jasa perbankan, baik produk simpanan (giro,tabungan, dan deposito), pinjaman (kredit) atau jasa-jasa bank lainnya. Penyediaan keinginan dan kebutuhan produk bank ini harus dilakukan melalui perencanaan yang matang, baik untuk perencanan jangka pendek maupun jangka
panjang.Selanjutnya
dilaksanakan
oleh
bankir
yang
professional.Kemudian perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian secara terus-menerus agar tidak menyimpang dari yang sudah direncanakan. Pada akhirnya, kegiatan pemasaran bank diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabah serta juga akan memberikan kepuasan kepada para nasabahnya. Menurut Kasmir (2014:195) pengertian kebutuhan manusia atau nasabah adalah suatu keadaan dimana dirasakan tidak ada dalam diri seseorang, seperti kebutuhan akan rasa aman. Dalam praktiknya, kebutuhan nasabah bank adalah sebagai berikut : 14
1. Kebutuhan akan produk bank; 2. Kebutuhan rasa aman berhubungan dengan bank; 3. Kebutuhan kenyaman berhubungan dengan bank; 4. Kebutuhan untuk dihormati dan dihargai; 5. Kebutuhan untuk persahabatan; 6. Kebutuhan untuk diberi perhatian; 7. Kebutuhan status / prestise; 8. Kebutuhan aktualisasi diri. C. Pengertian Strategi Pemasaran Strategi adalah sebuah rencana dasar yang luas dari suatu tindakan organisasi untuk mencapai tujuannya.Kata strategi berasal dari kata Yunani strategia pada mulanya mempunyai hubungan dengan ilmu atau seni memimpin dalam kemiliteran. Sebuah strategi adalah rencana akbar yang digunakan sebagai langkah untuk mencapai sasaran yaitu memenangkan peperangan (Lamarto,1996:40). Pemasaran (marketing) adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen potensial (Lamarto, 1996:7-8). Sedangkan menurut Kotler (1999:25), pemasaran adalah kegiatan manusia yang dimaksudkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan 15
melalui proses pertukaran. Konsep penting dalam studi marketing adalah kebutuhan, keinginan, permintaan, produk, pertukaran, transaksi dan pasar. Jadi strategi pemasaran yaitu sebuah rencana dari kegiatan bisnis yang digunakan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran, baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen potensial. D. Tujuan pemasaran bank Setiap tindakan yang dilakukan apakah oleh perusahaan atau badan usaha tertentu mengandung suatu maksud dan tujuan tertentu.Penetapan tujuan ini disesuaikan dengan keinginan pihak manajemen itu sendiri.Badan usaha dalam menetapkan tujuan yang hendak dicapai dilakukan dengan berbagai
pertimbangan
matang.Kemudian
ditetapkan
cara-cara
untuk
mencapai tujuan tersebut (Kasmir, 2014:196). Menurut Kasmir (2014:197), secara umum tujuan pemasaran bank adalah sebagai berikut : 1. Memaksimalkan konsumsi atau dengan kata lain memudahkan dan merangsang konsumsi, sehingga dapat menarik nasabah untuk membeli produk yang ditawarkan bank secara berulang-ulang; 2. Memaksimalkan kepuasan konsumen melalui berbagai pelayanan yang diinginkan nasabah; 3. Memaksimumkan
pilihan
atau
ragam
produk
dalam
arti
bank
menyediakan berbagai jenis produk bank sehingga nasabah memiliki beragam pilihan pula; 16
4. Memaksimumkan mutu hidup dan memberikan berbagai kemudahan kepada nasabah dan menciptakan iklim yang efisien. E. Konsep Pemasaran Sebelum ilmu marketing berkembang sedemikian rupa dengan tingkat persaingan usaha yang sedemikian ketat, pada zaman dulu orang yang menanam padi maka terus menerus makan padi, nelayan akan terus menerus makan ikan, dan pemburu akan terus menerus makan daging. Lama kelamaan timbul kebosanan dan mereka berpindah tempat untuk menemukan sesuatu yang baru. Ketika dalam perjalanan, orang yang membawa padi akan bertemu dengan orang yang membawa ikan atau daging. Saat itu juga mereka menukarnya.Di tempat itulah akhirnya kita mengenal istilah market atau pasar.Tempat bertemunya antara penjual dan pembeli ini akhirnya disepakati sebagai tempat penukaran resmi yang lama kelamaan dijadikan pasar secara resmi (Arifin, 2004:32-33). Dalam pemasaran terdapat konsep-konsep dasar marketing yang perlu kita ketahui, yaitu : 1. Bauran Pemasaran atau marketing mix; 2. Segmentasi, targeting dan positioning pasar; 3. Market dan potensial market; 4. Posisi perusahaan.
17
F. Bauran Pemasaran Menurut Kasmir (2014:213), bauran pemasaran atau marketing mix merupakan kegiatan pemasaran yang dilakukan secara terpadu. Artinya kegiatan ini dilakukan secara bersamaan di antara elemen-elemen yang ada dalam marketing mix itu sendiri. Setiap elemen tidak dapat berjalan sendirisendiri tanpa dukungan dari elemen yang lain. Penggunaan bauran pemasaran atau marketing mix dalam dunia perbankan dilakukan dengan menggunakan konsep-konsep yang sesuai dengan kebutuhan bank.Dalam praktiknya, konsep bauran pemasaran terdiri dari bauran pemasaran untuk produk yang berbentuk barang maupun jasa.Khusus untuk produk yang berbentuk jasa diberlakukan konsep yang sedikit berbeda dengan produk barang. Kotler menyebutkan konsep bauran pemasaran atau marketing mix terdiri dari empat P, yaitu : 1. Product (Produk); 2. Price (Harga); 3. Place ( tempat / saluran distribusi); 4. Promotion atau promosi. Sementara itu, Boom dan Bitner menambahkan dalam bisnis jasa, bauran pemasaran di samping empat P seperti yang dikemukakan di atas, terdapat tambahan tiga P, yaitu: 1. People (orang); 18
2. Physical Evidence (bukti fisik); 3. Process (proses). Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan penggunaan konsep bauran pemasaran atau marketing mix untuk produk jasa jika digabungkan menjadi tujuh P, yaitu : 1. Product (Produk) Produk secara umum diartikan sebagai sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Artinya, apapun wujudnya selama itu dapat memenuhi keinginan pelanggan dan kebutuhan kita, katakan sebagai produk (Kasmir,2014:216). Dalam praktiknya produk terdiri dari dua jenis, yaitu yang berkaitan dengan fisik atau benda berwujud dan tidak berwujud.Produk yang diinginkan pelanggan, baik berwujud maupun yang tidak berwujud adalah produk yang berkualitas tinggi.Artinya, produk yang ditawarkan oleh bank ke nasabahnya memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan dengan produk bank pesaing. Produk yang berkualitas tinggi ini disebut juga produk plus. Produk yang berkualitas tinggi yang berhasil diciptakan oleh bank akan memberikan berbagai keuntungan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Adapun keuntungan produk plus antara lain :
19
a. Dapat meningkatkan penjualan, mengingat nasabah akan tertarik untuk membeli dan mempertahankan produk yang memiliki nilai lebih dengan terus melakukan transaksi; b. Menimbulkan rasa bangga bagi nasabah yang memiliki produk plusnya ditengah-tengah masyarakat; c. Menimbulkan rasa kepercayaan
yang tinggi,
sehingga dapat
mempertahankan nasabah lama dan menggaet nasabah baru; d. Menimbulkan kepuasan tersendiri bagi nasabah yang bersangkutan. Dalam praktiknya untuk menciptakan produk plus bukanlah perkara mudah. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan atau dengan kata lain kehadiran produk plus sangat tergantung dari berbagai pihak yang terkait produk tersebut. Secara umum produk plus sangat tergantung dari: a. Pelayanan yang prima, artinya pelayanan terhadap produk yang dijual harus dilakukan secara baik, sehingga nasabah cepat mengerti dan memahami produk tersebut dibandingkan dengan produk lainnya; b. Pegawai yang professional, artinya memiliki kemampuan untuk menjelaskan dan mempengaruhi nasabah sehingga mau membeli produk yang ditawarkan; c. Sarana dan prasarana yang dimiliki harus dapat menunjang kelengkapan teknologi yang dimilikinya, sehingga mampu melayani nasabah secara cepat dan tepat; 20
d. Lokasi dan layout gedung dan ruangan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan nasabah selama berhubungan dengan bank. Lokasi yang tidak strategis membuat nasabah malas untuk mendatangi bank. Demikian pula dengan layout ruangan yang tidak baik juga menyebabkan nasabah bosan untuk berhubungan dengan bank; e. Nama baik bank, menjual jaminan bagi nasabah untuk membeli produk bank. Oleh karena itu, bank harus pandai menjaga nama baik, mengingat jasa bank yang ditawarkan merupakan bisnis kepercayaan. 2. Price (Harga) Harga salah satu aspek penting dalam kegiatan marketing mix.Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat harga sangat menentukan laku tidaknya produk dan jasa perbankan. Penentuan harga oleh suatu bank dimaksudkan untuk berbagai tujuan yang hendak dicapai (Kasmir,2014:227) Secara umum tujuan penentuan harga adalah sebagai berikut: a. Untuk bertahan hidup Dalam hal ini bank menentukan harga semurah mungkin dengan maksud produk atau jasa yang ditawarkan laku di pasaran, misalnya untuk bunga simpanan tinggi dan bunga pinjam rendah, tetapi dalam kondisi masih menguntungkan.
21
b. Untuk memaksimalkan laba Tujuan harga ini dengan mengharapkan penjualan yang meningkat sehingga laba, dapat ditingkatkan.Penentuan harga biasanya dapat dilakukan dengan harga murah atau tinggi. c. Untuk memperbesar market share Penentuan harga ini dengan harga yang murah, sehingga diharapkan jumlah pelanggan meningkat dan diharapkan pula pelanggan pesaing beralih ke produk yang ditawarkan seperti penentuan suku bunga simpanan yang lebih tinggi dari pesaing. d. Mutu produk Tujuannya adalah memberikan kesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki kualitas yang tinggi dan biasanya harga jual ditentukan setinggi mungkin. e. Karena pesaing Dalam
hal
ini
penentuan
harga
dengan
melihat
harga
pesaing.Tujuannya adalah agar harga yang ditawarkan jangan melebihi harga pesaing artinya bunga simpanan di atas pesaing dan bunga pinjaman dibawah pesaing. 3. Place ( tempat / saluran distribusi) Pemilihan lokasi sangat penting mengingat apabila salah dalam memganalisis akan berakibat meningkatnya biaya yang akan dikeluarkan
22
nantinya. Lokasi yang tidak strategis akan mengurangi minat nasabah untuk berhubungan dengan bank. Menurut Kasmir (2014:240), paling tidak ada dua faktor yang menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi suatu cabang, yaitu : 1. Faktor utama (Primer) a. Dekat dengan pasar; b. Dekat dengan bahan baku; c. Tersedia tenaga kerja, baik jumlah maupun kualifikasi yang diinginkan; d. Terdapat fasilitas pengangkutan seperti jalan raya atau kereta api atau pelabuhan laut atau pelabuhan udara; e. Tersedianya sarana dan prasarana seperti listrik, telepon, dan lainnya; f. Sikap masyarakat. 2. Faktor sekunder a. Biaya untuk invetasi di lokasi seperti biaya pembelian tanah atau pembangunan gedung; b. Prospek perkembangan harga atau kemajuan di lokasi tersebut; c. Kemungkinan untuk perluasan lokasi; d. Terdapat fasilitas penunjang lain seperti pusat perbelanjaan atau perumahan.
23
Setelah lokasi diperoleh maka langkah selanjutnya adalah menentukan layout gedung dan layout ruang kantor. Kedua layout ini saling mendukung kenyamanan nasabah serta keamanan nasabah dalam berurusan dengan bank. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk layout gedung adalah sebagai berikut: a. Bentuk gedung yang memberikan kesan bonafit; b. Lokasi parkir luas dan aman; c. Keamanan di sekitar gedung terjamin; d. Tersedia telepon umum dan fasilitas lainnya khusus untuk nasabah. Sementara itu, untuk layout ruangan yang harus diperhatikan adalah : a. Suasana ruangan terkesan luas dan lega; b. Tata letak kursi dan meja sesuai dengan urutan proses dokumen; c. Dekorasi dan hiasan dalam ruangan. 4. Promotion atau promosi Dalam kegiatan ini setiap bank berusaha untuk mempromosikan seluruh produk dan jasa yang dimilikinya baik langsung maupun tidak langsung.Paling tidak ada empat macam sarana promosi yang dapat digunakan oleh setiap bank dalam mempromosikan baik produk maupun jasanya. 24
Keempat macam sarana promosi yang dapat dilakukan adalah: a. Periklanan (advertising) Iklan adalah sarana promosi yang digunakan oleh bank guna menginformasikan, menarik, dan memengaruhi calon nasabahnya. b. Promosi penjualan (sale promotion) Tujuan promosi penjualan adalah adalah meningkatkan penjualan atau untuk meningkatkan jumlah nasabah.Promosi penjualan dilakukan untuk menarik minat nasabah untuk segera membeli setiap produk atau jasa yang ditawarkan. c. Publisitas (publicity) Publisitas merupakan kegiatan promosi untuk memancing nasabah melalui kegiatan seperti pameran, bakti sosial, perlombaan cerdas cermat, kuis serta kegiatan lainnya memalui berbagai media. d. Penjualan pribadi (Personal selling) Kegiatan promosi yang keempat adalah penjualan pribadi atau personal selling.Dalam dunia perbankan penjualan pribadi secara umum dilakukan oleh seluruh pegawai bank, mulai dari cleaning service, satpam sampai pejabat bank. 5. People (orang) People yaitu semua orang yang terlibat aktif dalam pelayanan dan memengaruhi persepsi pembeli, nama, pribadi pelanggan, dan pelangganpelanggan lain yang ada dalam lingkungan pelayanan. People meliputi 25
kegiatan untuk karyawan seperti mulai dari kegiatan rekruitmen, pendidikan dan pelatihan, motivasi, balas jasa, dan kerja sama, serta pelanggan yang menjadi nasabah atau calon nasabah (Kasmir,2014:214). 6. Physical Evidence (bukti fisik) Physical Evidence atau bukti fisik terdiri dari adanya logo atau simbol perusahaan, motto, fasilitas yang dimiliki, seragam karyawan, laporan, kartu nama, dan jaminan perusahaan (Kasmir,2014:214). 7. Process (proses) Process atau proses merupakan keterlibatan pelanggan dalam pelayanan jasa, proses aktivitas, standar pelayanan, kesederhanaan, atau kompleksitas prosedur kerja yang ada di bank yang bersangkutan (Kasmir,2014:214). G. Pengertian Pembiayaan Pembiayaan atau financing merupakan istilah yang dipergunakan dalam bank syariah, sebagaimana dalam bank konvesional disebut dengan kredit atau lending. Dalam kredit keuntungan berbasis pada bunga atau interest based, sedangkan dalam pembiayaan atau financing berbasis pada keuntungan riil yang dikehendaki atau margin ataupun bagi hasil atau profit sharing (Dahlan, 2012:162).
26
Dalam pasal 1 angka 25 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah disebutkan: Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa: a. Transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah; b. Transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik; c. Transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan istishna; d. Transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh; e. Transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank Syariah dan atau Unit Usaha Syariah (UUS) dan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai dan atau diberi fasilitas dana untuk mengembalikan dana tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan ujrah, tanpa imbalan, atau bagi hasil. H. Pengertian Gadai Syariah Menurut kitab Undang-Undang Hukum Perdata pasal 1150, gadai adalah suatu hak yang diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas sesuatu barang bergerak. Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang yang mempunyai utang atau oleh orang lain atas nama orang yang mempunyai utang (Sudarsono, 2003:141).
27
Gadai dalam fiqh disebut rahn, yang menurut bahasa adalah nama barang yang dijadikan sebagai jaminan kepercayaan. Sedangkan menurut syara‟ artinya menyandera sejumlah harta yang diserahkan sebagai jaminan secara hak, tetapi dapat diambil kembali sebagai tembusan (Sudarsono, 2003:141). Jadi gadai syariah adalah perjanjian utang piutang atara dua atau beberapa pihak dengan menyertakan benda yang memiliki nilai harta sebagai jaminan utang dan dapat diambil sebagai tembusan atas piutang yang telah diberikan sesuai dengan rukun, syarat ataupun ketentuan-ketentuan dalam syariah. 1. Landasan Hukum “Jika kamu dalam perjalanan (dan kamu melaksanakan muamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dapat dijadikan sebagai pegangan (oleh yang menghutangkan), tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah SWT” (QS. Al-Baqarah (2):283). 2. Rukun gadai Syariah Menurut Sudarsono (2003:145), dalam menjalankan pegadaian syariah, pegadaian harus memenuhi rukun gadai syariah. Rukun gadai tersebut antara lain:
28
1. Ar-rahn (yang menggadaikan) Orang yang telah dewasa, berakal, bisa dipercaya, dan memiliki barang yang akan digadaikan. 2. Al-murtahin ( yang menerima gadai) Orang, bank, atau lembaga yang dipercaya oleh rahin untuk mendapatkan modal dengan jaminan barang ( gadai). 3. Al-marhun atau rahn (barang yang digadaikan) Barang yang digunakan rahin untuk dijadikan jaminan dalam mendapatkan utang. 4. Al-marhun bih (hutang) Sejumlah dana yang diberikan murtahin kepada rahin atas dasar besarnya tafsiran marhun. 5. Sighat, ijab dan qabul Kesepakatan anatara rahin dan murtahin dalam melakukan transaksi gadai. 3. Syarat gadai syariah 1. Rahin dan Murtahin Pihak-pihak yang melakukan perjanjian rahn, yakni rahin dan murtahin harus mengikuti syarat-syarat berikut kemampuan, yaitu berakal sehat.Kemampuan juga berarti kelayakan seseorang untuk melakukan transaksi pemilikan.
29
2. Shighat a. Sighat tidak boleh terikat dengan syarat tertentu dan juga dengan suatu waktu dimasa depan; b. Rahn mempunyai sisi pelepasan barang dan pemberian hutang seperti halnya akad jualbeli. Maka tidak boleh diikat dengan syarat tertentu atau dengan suatu waktu dimasa depan. 3. Marhun bih (utang) a. Harus merupakan hak yang wajib diberikan atau diserahkan kepada pemiliknya; b. Memungkinkan pemanfaatan. Bila sesuatu menjadi utang tidak bisa dimanfaatkan, maka tidak sah; c. Harus dikuantifikasi atau dapat dihitung jumlahnya. Bila tidak dapat diukur atau tidak dikualifikasi rahn itu tidak sah. 4. Marhun (barang) Aturan pokok dalam madzab Maliki tentang masalah ini ialah, bahwa gadai itu dapat dilakukan pada semua macam harga pada semua macam jual-beli, kecuali pada jual beli mata uang (sharf) dan pokok modal pada salam yang berkaitan dengan tanggungan. Demikian itu karena pada sharft disyaratkan tunai (yakni kedua belah pihak saling menerima, oleh karena itu tidak boleh terjadi akad gadai padanya. Begitu pula pada harta modal salam, meski menurut pendapatnya agak
30
kurang penting dalam masalah ini. Menurut pendapat ulama Syafi’iyah, barang yang digadaikan itu memiliki tiga syarat: a. Berupa hutang, karena barang nyata itu tidak digadaikan; b. Menjadi tetap, karena sebelumnya tetap tidak dapat digadaikan, seperti jika seorang menerima gadai dengan imbalan sesuatu yang dipinjamnya. Tetapi Imam Malik membolehkan hal ini; c. Mengikatnya gadai tidak sedang dalam proses penantian terjadi dan tidak menjadi wajib, seperti gadai dalam kitabah. Secara umum barang gadai harus memenuhi beberapa syarat, antara lain: a. Harus diperjualbelikan; b. Harus berupa harta yang bernilai; c. Marhun harus bisa dimanfaatkan secara syariah; d. Harus diketahui keadaan fisiknya, maka piutang tidak sah untuk digadaikan harus berupa barang yang diterima secara langsung; e. Harus dimiliki oleh rahin (peminjam atau penggadai) setidaknya harus seizin pemiliknya.
31
4. Ketentuan menggadaikan barang Menurut Sudarsono (2003:146-149), dalam menggadaikan barang di pegadaian syariah harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1. Barang yang tidak boleh dijual tidak boleh digadaikan. Artinya barang yang digadaikan diakui oleh masyarakat memiliki nilai yang bisa dijadikan jaminan; 2. Tidak sah menggadaikan barang rampasan (di-gasab) atau barang yang dipinjam dan semua barang yang duserahkan kepada orang lain sebagai jaminan. Sebab, gadai bermaksud sebagai penutup utang dengan benda-benda yang digadaikan, padahal barang yang di-gasab, dipinjam dan barang-barang yang telah diserahkan kepada orang lain sebagai jaminan tidaklah dapat digunakan sebagai penutup utang; 3. Apabila utang sudah pasti menjadi tanggungan peminjam, maksudnya adalah gadai itu tidak sah apabila utangnya belum pasti. Gadai yang utangnya sudah pasti hukumnya sah, walaupun utangnya belum tetap, seperti utang penerima pesanan dalam akad salam terhadap pemesan. Gadai dengan utang yang akan menjadi pasti juga sah, seperti harga barang yang masih dalam masa khiar; 4. Disyaratkan pula agar utang piutang dalam gadai itu diketahui oleh kedua belah pihak. Ini dikatakan oleh Ibnu Abdan dan pengarang kitab
32
al-Istiqsha‟ serta Abu Khalaf al-Thabari yang diperkuat oleh Ibnu Rif’ah; 5. Menerima barang gadai oleh pegadaian adalah salah satu rukun akad gadai atas tetapnya gadaian. Karena itu, gadai belum ditetapkan selama barang yang digadaikan itu belum diterima oleh pegadaian. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Baqarah 283, “…maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh orang yang menerima gadaian)”. Allah SWT menetapkan barang yang digadaikan itu dipegang oleh penerima gadaian berarti penerimaan barang tersebut menjadi syarat sahnya; 6. Seandainya ada orang menggadaikan barang namun barang tersebut belum diterima oleh pegadaian, maka orang tersebut boleh membatalkannya. Sebab, gadaian yang belum diterima akan akadnya masih jais atau boleh diubah oleh pihak nasabah sebagaimana masa khiar dalam jual beli; 7. Jika barang gadaian tersebut sudah diterima oleh pegadaian, maka akad rahn (gadai) tersebut telah resmi dan dapat dibatalkan atau ditarik kembali; 8. Penarikan kembali (pembatalan) akad gadai itu adakalanya dengan tindakan. Jika penggadaian menggunakan barang gadaian itu dalam bentuk perbuatan yang dapat menghilangkan status kepemilikan, maka batalah akad gadai itu, seperti penggadaian menjual barang 33
menjadikan mas kawin atau upah kerja, barang gadaian digadaikan lagi kepada orang lain dan penggadaian tersebut telah menerimanya kepada orang lain itu atau barang gadaian itu di-hibah-kan dan telah diterima kepada penerima hibah. Semua tindakan penggadai tersebut mengakibatkan akad gadai menjadi batal; 9. Kalau nasabah menyewakan barang yang ada dalam gadaian, apakah termasuk pembatalan gadai. Kalau akhir masa sewanya sebelum tiba masa membayar utang tidaklah termasuk penarikan kembali atau pembatalan tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama Irak dan al-Mutawali. Ketentuan tersebut juga telah dipastikan oleh Abu hamid dan al-Baghawi dan telah di nas-kan oleh Imam Syafi’I, juga telah di katam-kan oleh Imam Nawawi dalam tambahan Kitab al-Raudhah; 10. Jika masa membayar utang pada gadai lebih awal daripada masa sewa (masa sewanya lebih lama daripada masa gadai) maka tidaklah termasuk pembatalan gadai, apabila kita mengikuti pendapat yang memperbolehkan
penggadaian
barang
yang
disewakan
dan
memperbolehkan penjualan barang yang digadaikan hal ini termasuk kaul yang ashah; 11. Barang gadaian adalah amanat di tangan penerima gadai, karena ia telah menerima barang itu dengan ijin nasabah. Maka status amanat barang gadai, seperti amanat berupa barang yang disewakan. Jadi,
34
pegadaian tidak wajib menanggung kerusakan baeang gadai, kecuali jika disengaja atau lengah, tak ubahnya dengan amanat-amanat lain; 12. Jika barang gadaian tersebut musnah tanpa ada kelengahan dari pihak pegadaian, pegadaian tidak wajib menanggung barang tersebut dan jumlah pinjaman yang telah diterima oleh penggadai tidak boleh dipotong atau dibebaskan. Sebab, barang tersebut adalah amanat dari nasabah untuk mendapatkan pinjaman, maka pinjaman itu tidak boleh disebabkan akibat musnahnya barang gadaian itu. Sama halnya dengan kematian orang yang menjamin dalam masalah jaminan, dan kematian orang yang menjadi saksi dalam masalah kesaksian; 13. Seandainya pegadaian mengaku bahwa barang gadaian tersebut musnah, maka pengakuan tersebut dapat dibenarkan dengan disertai sumpah, sebab pegadaian tidak menjelaskan sebab-sebab musnahnya barang tersebut, atau ia menyebutnya tapi tidak jelas. Apabila pegadaian menyebut sebab-sebab musnahnya barang tersebut dengan jelas maka pengakuannya tidak dapat diterima kecuali dengan buktibukti. Sebab, pegadaian tersebut bisa menunjukkan bukti-bukti apabila sebab musnahnya barang tersebut jelas. Lain halnya dengan sebab kemusnahan yang samar karena sebab yang samar itu sulit dicari buktinya; 14. Seandainya pegadaian mengaku telah mengembalikan barang gadaian, pengakuan tidak dapat diterima kecuali dengan disertai bukti 35
(kesaksian) sebab bukti bagi pegadaian itu tidak sulit, dan lagi barang yang ditangan pegadaian itu untuk piutangnya sendiri, maka pengakuannya tidak dapat diterima kecuali disertai dengan bukti sama halnya dengan pengakuan musta‟ir (peminjam); 15. Jika pegadaian itu lengah atau merusak barang gadaian dengan sengaja dilarang untuk dipergunakan. Diantara contoh kesengajaan atau kelengahan tersebut adalah memanfaatkan barang gadaian, seperti bila barang gadaian berupa binatang yang dapat dinaiki, atau bisa dipergunakan untuk mengangkut barang sehingga binatang sakit. 5. Akad perjanjian gadai Menurut Sudarsono (2003:149), Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa penggadaian bisa sah dengan dipenuhinya tiga syarat: 1. Harus berupa barang, karena utang tidak bisa digadaikan; 2. Penetapan kepemilikan penggadaian atas barang yang digadaikan tidak terhalang, seperti mushaf; 3. Barang yang digadaikan bisa dijual manakala sudah masa pelunasan hutang gadai. Berdasarkan tiga syarat diatas, maka dapat diambil alternatif dalam mekanisme perjanjian gadai, yaitu dengan menggunakan tiga akad perjanjian. Ketiga akad perjanjian tersebut adalah:
36
1. Akad al-Qardul hasan Akad dilakukan untuk nasabah yang menginginkan menggadaikan barangnya untuk keperluan konsumtif. Dengan demikian, nasabah (rahin) akan memberikan biaya upah atau fee kepada pegadaian (murtahin) telah menjaga atau merawat barang gadaian (marhun). 2. Akad al-Mudharabah Akad dilakukan untuk nasabah yang menggadaikan jaminannya untuk menambah modal usaha (pembiayaan investasi dan modal kerja). Dengan demikian, rahinakan memberikan bagi hasil (berdasarkan keuntungan) kepada murtahun sesuai dengan kesepakatan, sampai modal yang dipinjam dilunasi. 3. Akad al-Bai Muqayadah Untuk sementara akad ini dapat dilakukan jika rahin yang menginginkan produktif,
menggadaikan
artinya
dalam
barangnya menggadaikan,
untuk rahin
keperluan tersebut
menginginkan modal kerja berupa pembelian barang.Sedangkan barang jaminan yang dapat dijaminkan untuk akad ini adalah barang-barang yang dapat dimanfaatkan atau tidak dapat dimanfaatkan oleh rahin atau murtahin. Dengan demikian, murtahinakan memberikan barang sesuai dengan keinginan rahin atau rahin akan memberikan mark 37
up kepada murtahin sesuai dengan kesepakatan pada saat akad berlangsung sampai batas waktu yang telah ditentukan. I. Persamaan dan perbedaan gadai syariah dengan gadai konvesional Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Gadai Syariah dan Konvensional Persamaan
Perbedaan
a. Hak gadai atas pinjaman
a. Rahn dalam hukum Islam
uang;
dilakukan secara suka rela
b. Adanya agunan sebagai
atas dasar tolong menolong
jaminan utang;
tanpa mencari keuntungan,
c. Tidak boleh mengambil
sedangkan gadai menurut
manfaat barang yang
hukum perdata disamping
digadaikan;
berprinsip tolong menolong
d. Biaya barang yang
juga menarik keuntungan
digadaikan ditanggung oleh
dengan cara menarik bunga
para pemberi gadai;
atau sewa modal;
e. Apabila batas waktu
b. Dalam hukum perdata, hak
pinjaman uang habis, barang
gadai hanya berlaku pada
yang digadaikan boleh dijual
benda yang bergerak.
atau dilelang.
Sedangkan dalam hukum Islam, rahn berlaku pada
38
seluruh benda, baik harus yang bergerak maupun yang tidak bergerak; c. Dalam rahn tidak ada istilah bunga; d. Gadai menurut hukum perdata dilaksanakan melalui suatu lembaga yang di Indonesia disebut Perum pegadaian, sedangkan rahn menurut hukum Islam dapat dilaksanakan tanpa melalui suatu lembaga.
Sumber : Sudarsono (2003:152)
39
BAB III LAPORAN OBJEK
A. Sejarah Berdirinya Bank Syariah Mandiri Nilai-nilai perusahaan yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan integritas telah tertanam kuat pada segenap insan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) sejak awal pendiriannya. Kehadiran PT Bank Syariah Mandiri sejak tahun 1999, sesungguhnya merupakan hikmah sekaligus berkah pasca krisis ekonomi dan moneter 19971998. Sebagaimana diketahui, krisis ekonomi dan moneter sejak Juli 1997, yang disusul dengan krisis multi-dimensi termasuk di panggung politik nasional, telah menimbulkan beragam dampak negatif yang sangat hebat terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat, tidak terkecuali dunia usaha.Dalam kondisi tersebut, industri perbankan nasional yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami krisis luar biasa.Pemerintah akhirnya mengambil tindakan dengan merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia. Salah satu bank konvensional, PT Bank Susila Bakti (BSB) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi juga terkena dampak krisis. PT Bank Susila Bakti berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain serta mengundang investor asing.Pada saat 40
bersamaan, pemerintah melakukan penggabungan (merger) empat bank (Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo) menjadi satu bank baru bernama PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Juli 1999.Kebijakan penggabungan tersebut juga menempatkan dan menetapkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebagai pemilik mayoritas baru PT Bank Susila Bakti. Sebagai tindaklanjut dari keputusan merger, Bank Mandiri melakukan konsolidasi serta membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah. Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah di
kelompok perusahaan Bank Mandiri, sebagai respon atas
diberlakukannya Undang-Undang No. 10 tahun 1998, yang memberi peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual banking system). Tim
Pengembangan
Perbankan
Syariah
memandang
bahwa
pemberlakuan Undang-Undang tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT Bank Susila Bakti dari bank konvensional menjadi bank syariah. Oleh karenanya, Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha PT Bank Susila Bakti berubah dari bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris: Sutjipto, SH, No. 23 tanggal 8 September 1999.
41
Perubahan kegiatan usaha PT Bank Susila Bakti menjadi bank umum syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No. 1/24/ KEP.BI/1999, 25 Oktober 1999. Selanjutnya, melalui Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/ 1999, BI menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri. Menyusul pengukuhan dan pengakuan legal tersebut, PT Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi sejak Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999. PT Bank Syariah Mandiri hadir, tampil dan tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani, yang melandasi kegiatan operasionalnya. Harmoni antara idealisme usaha dan nilainilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan PT Bank Syariah Mandiri dalam kiprahnya di perbankan Indonesia.PT Bank Syariah Mandiri hadir untuk bersama membangun Indonesia menuju Indonesia yang lebih baik. Tabel 3.1 Profil perusahaan Nama
PT Bank Syariah Mandiri Wisma Mandiri I
Alamat Jl. MH. Thamrin No. 5 Jakarta 10340 – Indonesia Telepon
(021) 2300 509 , 3983 9000 (Hunting)
42
Faksimili
(021) 3983 2989
Situs Web
www.syariahmandiri.co.id
Tanggal Berdiri
25 Oktober 1999
Tanggal Beroperasi
1 November 1999
Modal Dasar
Rp 2.500.000.000.000,-
Modal Disetor
Rp 1.489.021.935.000,864 kantor, yang tersebar di 33 provinsi di seluruh
Kantor Layanan Indonesia Jumlah
jaringan 921 ATM Syariah Mandiri
ATM BSM Jumlah Karyawan
16.945/ Desember 2013
Sumber :www.syariahmandiri.co.id B. Visi dan Misi Bank Syariah Mandiri 1. Visi Memimpin pengembangan peradaban ekonomi yang mulia. 2. Misi
Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan di atas rata-rata industri yang berkesinambungan;
Mengutamakan
penghimpunan
dana
murah
dan
penyaluran
pembiayaan pada segmen UMKM;
Mengembangkan manajemen talenta dan lingkungan kerja yang sehat;
43
Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;
Mengembangkan nilai-nilai syariah universal.
C. Budaya Kerja Bank Syariah Mandiri a. PT Bank Syariah Mandiri adalah bank yang operasionalnya mengacu pada prinsip syariah Islam, yaitu sikap akhlaqul karimah yang berarti budi pekerti yang mulia. Sikap tersebut ditetapkan sebagai budaya perusahaan dan terangkum dalam lima pilar yang disingkat “SIFAT”, berikut penjelasannya : 1. Siddiq (integrasi), menjaga martabat dengan integritas. Awali dengan niat dan hati tulus, berpikir jernih, bicara benar, sikap terpuji dan perilaku teladan; 2. Istiqomah (konsistensi), konsisten adalah kunci menuju sukses. Pegang teguh komitmen, sikap optimis, pantang menyerah, kesabaran dan percaya diri; 3. Fathanah (profesionalisme), profesional adalah gaya kerja kami. Semangat belajar berkelanjutan, cerdas, inovatif, terampil dan adil; 4. Amanah
(tanggungjawab),
terpercaya
karena
penuh
tanggungjawab. Menjadi terpercaya, cepat tanggap, obyektif, akurat dan disiplin;
44
5. Tabligh (kepemimpinan), kepemimpinan berlandaskan kasih sayang. Selalu transparan, membimbing, visioner, komunikatif dan memberdayakan. b. Doktrin Anti Fraud Doktrin anti fraud merupakan prinsip yang dipegang teguh oleh seluruh karyawan PT Bank Syariah Mandiri, dan selalu diserukan setiap pagi sebelum mulai bekerja.
Bismillah perangi fraud, integritas harga mati;
Pahami dan patuhi aturan;
Jaga diri, jaga keluarga, jaga kawan, jaga BSM.
c. Nilai-nilai perusahaan (ETHIC) Setelah melalui proses yang melibatkan seluruh jajaran pegawai sejak pertengahan 2005, lahirlah nilai-nilai perusahaan yang baru yang disepakati bersama untuk di-shared oleh seluruh pegawai PT Bank Syariah Mandiri yang disebut Shared Values Bank Syariah Mandiri. Shared Values Bank Syariah Mandiri disingkat “ETHIC”.
Excellence (Imtiyaaz) Mencapai hasil yang mendekati sempurna (perfect result-oriented);
Teamwork (Amal Jama‟iy) Mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi;
45
Humanity (Insaaniyyah) Mengembangkan kepedulian terhadap kemanusiaan dan lingkungan;
Integrity (Shidiq) Berperilaku terpuji, bermartabat, dan menjaga etika profesi;
Customer Focus (Tafdhiil al-„Umalaa) Mengembangkan kesadaran tentang pentingnya nasabah dan berupaya melampaui harapan nasabah (internal dan eksternal).
D. Struktur Organisasi
KEPALA KCP ASM GADAI
ASM MIKRO
KEPALA WARUNG MIKRO
ASISTEN ANALIS MIKRO
OPERATION OFFICER
OFFICER GADAI
SALES ASISTANT 1 CUSTOMER SERVICE SECURITY
ADMIN PEMBIAYAAN MIKRO
PELAKSANA * MARKETING MIKRO
BACK OFFICE
SALES ASISTANT 2
PELAKSANA PENAKSIR GADAI
SALES FUNDING EXECUTIVE
OFFICE BOY
MESSENGER TELLER
Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT Bank Syariah Mandiri KCP Gubug
46
Keterangan: a. Kepala Cabang Pembantu
: Teguh Santoso S.E
b. Operation Officer
: Joko Tri Laksono
c. Kepala Warung Mikro
: Firmansyah Arief
d. Sales Asistant 1
: Tri Joko Wibowo
e. Sales Asistant 2
: Trisna Utami Dewi
f. Sales Funding Executive
: Siti Fatimah
g. Officer Gadai
: Sri Wahyuni H
h. Pelaksana Penaksir Gadai
: Arizha Denna M
i. Back Office
: Arif Tri Hartanto
j. Customer Service
: Helena Permanasari
k. Teller
: Dimas Bayu Murti
l. Asisten Analis Mikro
: Bagus Setyawan
m. Admin Pembiayaan Mikro
: Noor Fadlilah
n. Pelaksana Marketing Mikro : -
Hari Satriyo
-
Bayu Iwan Suwito
-
Aries Setyadi
o. Mesengger
: Taufik Nur Desa
p. Office Boy
: Nur Eko Adi P
q. Security
:
-
Budi Santoso 47
-
Mudjiono
-
M Thohirin
-
Bambang
E. Tanggung Jawab Setiap bagian Berikut ini adalah penjelasan secara singkat mengenai tanggung jawab setiap bagian pada PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Gubug: 1. Kepala Cabang Pembantu a. Tanggung Jawab Utama: 1. Memastikan tercapainya target bisnis Cabang Pembantu yang telah ditetapkan meliputi : pendanaan, pembiayaan, fee based, dan laba bersih baik secara kuantitatif maupun kualitatif; 2. Memastikan kepatuhan, tingkat kesehatan dan prudensialitas seluruh aktifitas cabang pembantu; 3. Memastikan pengendalian dan pembinaan cabang pembantu; 4. Memastikan terlaksananya standar layanan nasabah di cabang pembantu; 5. Memastikan pelaporan (intern dan ekstern) dilakukan secara akurat dan tepat waktu; 6. Memastikan
kelengkapan,
kerapian
dan
keamanan
dokumentasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 7. Memastikan tindak lanjut hasil audit intern atau ekstern; 48
dari
8. Melakukan analisa SWOT secara berkala untuk mengetahui posisi Cabang Pembantu terhadap posisi pesaing di wilayah kerja setempat. b. Tanggung jawab umum: 1. Membuat evaluasi pelaksanaan rencana kerja mingguan atau bulanan di bagiannya untuk memastikan kesesuaiannya dengan rencana kerja unit kerjanya; 2. Mengkoordinasi dan menetapkan serta mengevaluasi target kerja seluruh pegawai bawahan langsung, untuk memastikan tercapainya target kerja bagiannya; 3. Melakukan supervisi terhadap proses pekerjaan di seluruh sub-unit bagian, untuk memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan rencana atau target kerja dan Standart of Procedure (SOP) yang berlaku; 4. Membuat dan mengkaji laporan pelaksanaan rencana kerja bagiannya untuk memastikan tersedianya data yang akurat dan mutakhir sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan atasan; 5. Memastikan kepatuhan penggunaan wewenang limit transaksi operasional oleh bawahannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
49
6. Memastikan terlaksananya ITsecurity Awareness, antara lain tidak sharing password, dan standarisasi aplikasi yang telah ditetapkan; 7. Mengusulkan kebutuhan penambahan pegawai di bagiannya sesuai dengan hasil perhitungan Manning Analysis dan kebutuhan Bank; 8. Mengembangkan keterampilan dan pengetahuan bawahan, agar memenuhi
persyaratan
minimum
jabatan
sehingga
dapat
melakukan pekerjaannya sesuai SOP; 9. Mengkaji dan mengusulkan permintaan barang atau peralatan kerja, untuk memastikan penggunaan yang paling efektif terhadap seluruh barang dan peralatan kerja. 2. Operation Office a. Tanggung jawab utama: 1. Memastikan terkendalinya biaya operasional cabang pembantu (capem) dengan efisien dan efektif; 2. Memastikan dan mengelola transaksi harian operasional telah sesuai dengan ketentuan dan SOP yang telah ditetapkan; 3. Memastikan terlaksananya standar layanan nasabah yang optimal di kantor cabang pembantu; 4. Memastikan
dan
mengelola
semua
kegiatan
administrasi,
dokumentasi dan kewajiban pelaporan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku (internal dan eksternal);
50
5. Memastikan ketersediaan dan keamanan dokumen berharga Bank, seperti: PIN kartu ATM dan key access layanan e-banking lainnya; 6. Memastikan
dan
mengelola
fungsi-fungsi
administrasi
kepegawaian, sarana dan prasarana kantor cabang pembantu; 7. Memastikan dan mengelola implementasi Know Your Customer (KYC) dengan baik; b. Tanggung jawab umum 1. Membuat evaluasi pelaksanaan rencana kerja mingguan atau bulanan di unitnya, untuk memastikan kesesuaiannya dengan rencana kerja unit kerjanya; 2. Mengkoordinasi dan menetapkan serta mengevaluasi target kerja seluruh pegawai bawahan langsung, untuk memastikan tercapainya target kerja unit; 3. Melakukan supervisi terhadap proses pekerjaan di unitnya, untuk memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan rencana atau target kerja dan SOP yang berlaku; 4. Membuat dan mengkaji laporan pelaksanaan rencana kerja unit untuk memastikan tersedianya data yang akurat dan mutakhir sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan atasan; 5. Memastikan kepatuhan penggunaan wewenang limit transaksi operasional oleh bawahannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 51
6. Memastikan terlaksananya IT Security Awareness, antara lain tidak sharing password, standarisasi aplikasi yang telah ditetapkan; 7. Mengembangkan keterampilan dan pengetahuan bawahan, agar memenuhi
persyaratan
minimum
jabatan
sehingga
dapat
melakukan pekerjaannya sesuai standard SOP. 3. Sales Assistant Tanggung jawab utama: 1. Memastikan kelengkapan persyaratan penandatanganan akad dan pencairan pembiayaan nasabah; 2. Mendokumentasikan current file; 3. Menerbitkan surat peringatan pembayaran kewajiban nasabah; 4. Membuat pengajuan BI/Bank/Trade Checking; 5. Memantau pemenuhan dokumen; 6. Membuat Surat Penolakan atas Permohonan Pembiayaan (SP3) nasabah yang ditolak; 7. Melakukan korespondensi berkaitan dengan pendanaan baik intern dan ekstern; 8. Menyusun laporan portofolio dan profitability nasabah, baik pembiayaan maupun pendanaan, sesuai dengan target cabang pembantu; 9. Memelihara data profil nasabah pendanaan;
52
10. Menyusun laporan pencapaian target kepala cabang pembantu (Ka Capem) dan Account Officer. 4. Customer Service Representatif (CSR) Tanggung jawab umum: 1. Memberikan informasi produk dan jasa bank kepada nasabah; 2. Memproses permohonan pembukaan dan penutupan rekening tabungan, giro dan deposito; 3. Memblokir kartu Automatic Teller Machine (Kartu ATM) nasabah sesuai permintaan nasabah; 4. Melayani permintaan buku cek atau bilyet giro, surat referensi bank atau surat keterangan bank dan sebagainya; 5. Mendistribusikan salinan rekening koran kepada nasabah; 6. Menginput data customer dan loan facility yang lengkap dan akurat; 7. Memelihara persediaan Kartu ATM sesuai kebutuhan; 8. Menyampaikan dokumen berharga Bank dan Kartu ATM kepada nasabah; 9. Membuat laporan pembukaan dan penutupan rekening, keluhan nasabah serta stock opname kartu ATM; 10. Memproses transaksi pengiriman dan pembayaran melalui Western Union (WU); 11. Memastikan tersedianya media promosi produk dan jasa Bank. 53
5. Teller Tanggung jawab utama: 1. Melakukan transaksi tunai dan non tunai sesuai dengan ketentuan SOP; 2. Mengelola saldo kas Teller sesuai limit yang ditentukan; 3. Mengelola uang yang layak dan tidak layak edar atau uang palsu; 4. Menjaga keamanan dan kerahasiaan kartu specimen tanda-tangan; 5. Melakukan cash count akhir hari; 6. Mengisi uang tunai di mesin ATM Bank Syariah Mandiri; 7. Menyediakan laporan transaksi harian. 6. Pelaksana Back Office Tanggung jawab utama: 1. Domestic dan Clearing a. Melaksanakan transaksi transfer, kliring, dan inkaso keluar dan masuk sesuai dengan ketentuan dan SOP yang berlaku; b. Melaksanakan transaksi domestic dan kliring lainnya (payroll, payment point, pelimpahan transaksi valas) sesuai ketentuan dan SOP yang berlaku; c. Memelihara administrasi dan dokumen seluruh transaksi; d. Menjaga kerahasiaan password yang menjadi wewenangnya; e. Menggunakan wewenang limit transaksi operasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 54
2. Loan Admin a. Memastikan kelengkapan pemenuhan dokumen pembiayaan sebelum fasilitas dicairkan berdasarkan prasyarat/syarat yang telah disepakati; b. Memelihara
dokumen
pencairan
dan
dokumen
legal
pembiayaan dengan tertib dan aman; c. Memutakhirkan data-data nasabah dan persyaratan pembiayaan pasca pencairan; d. Menyediakan informasi data nasabah; e. Memenuhi data dan informasi jaminan; f. Membebankan biaya administrasi pembiayaan dan biaya lainnya yang terkait; g. Menindaklanjuti proses pencairan pembiayaan kepada nasabah. 3. SDI dan GA a. Menatausahakan gaji pegawai, data lembur pegawai, dan fasilitas pegawai lainnya; b. Menatausahakan absensi harian pegawai (pagi dan sore hari) dan cuti pegawai; c. Melakukan proses administrasi kepegawaian ke cabang; d. Membuat proofing atas tiket-tiket yang berada dalam pengelolaannya yang berhubungan dengan personalia setiap akhir bulan atau akhir periode; 55
e. Melaksanakan pengadaan dan pendistribusian sarana serta prasarana kantor; f. Melaksanakan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor; g. Memastikan pengamanan gedung dan inventaris kantor cabang pembantu; h. Membuat laporan realisasi biaya-biaya yang berkaitan dengan logistik, seperti biaya telepon, air, kendaraan bermotor, kebersihan, alat tulis kantor, barang cetakan dan berupaya untuk menekannya; i. Mengatur penggunaan kendaraan dinas cabang; j. Membuat laporan proof sheet bulanan atas rekening persediaan barang cetakan atau alat tulis, biaya dibayar dimuka, dan biaya yang akan dibayar. 4. Accounting a. Melakukan pelaporan kepada Bank Indonesia; b. Melakukan
perhitungan,
pelaporan
dan
pembayaran
perpajakan; c. Melakukan penginputan data untuk pelaporan cabang ke kantor pusat; d. Menyusun laporan rincian akun-akun tertentu, dalam laporan keuangan (proofsheet); e. Melakukan rekonsiliasi dan penyelesaian posisi open item; 56
f. Melakukan administrasi dan pengarsipan terhadap seluruh dokumen terkait pelaporan. 7. Officer Gadai Tanggung jawab utama: 1. Secara terus menerus berupaya meningkatkan kemampuan atau pemahaman produk-produk PT Bank Syariah Mandiri dan tatacara pelayanannya termasuk syarat-syarat dari masing-masing jenis produk; 2. Melaksanakan
pengumpulan
data
atau
informasi
mengenai
perkembangan ekonomi, pembangunan, dan dunia usaha setempat untuk dijadikan indikator pengembangan usaha Cabang Pembantu; 3. Mengimplementasikan budaya kerja PT Bank Syariah Mandiri; 4. Menjaga sikap sesuai Code of ConductPT Bank Syariah Mandiri; 5. Melaksanakan pekerjaan lain yang ditugaskan atasan. 8. Pelaksana Penaksir Gadai Tanggung jawab utama: 1. Memastikan kelengkapan dokumen aplikasi Kantor Layanan Gadai (KLG); 2. Memastikan kualitas atau kadar barang jaminan yang dijaminkan; 3. Menindaklanjuti persetujuan dan permohonan pembiayaan Konter Layanan Gadai hingga limitOfficer gadai; 4. Memastikan proses pencairan pembiayaan sesuai dengan Komite Pembiayaan Konter Layanan Gadai; 57
5. Memutakhirkan dokumen dan data nasabah sesuai kelolaan; 6. Memenuhi seluruh standar layanan gadai. 9. Kepala Warung Mikro (KWM) Tanggung jawab utama : 1. Membuat rencana kerja mingguan atau bulanan di Warung Mikro, untuk memastikan kesesuaiannya dengan rencana unit kerjanya; 2. Mengkoordinasi dan menetapkan serta mengevaluasi target kerja seluruh pegawai bawahan langsung, untuk memastikan tercapainya target kerja unit; 3. Melakukan supervisi terhadap proses pekerjaan di unitnya, untuk memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan rencana atau target kerja dan SOP yang berlaku; 4. Membuat dan mengkaji laporan pelaksanaan rencana kerja unit untuk memastikan tersedianya data yang akurat dan mutakhir sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan atasan; 5. Mengembangkan keterampilan dan pengetahuan bawahan, agar memenuhi
persyaratan
minimum
jabatan
sehingga
dapat
melakukan pekerjaannya sesuai standardan SOP. 10. Asisten Analis Mikro Tanggung jawab utama: 1. Memastikan kelayakan kondisi usaha calonnasabah dengan melakukan On The Spot (OTS); 58
2. Memaksimalkan penilaian atau taksasi terhadap jaminan yang diserahkan oleh nasabah sesuai harga pasar yangberlaku; 3. Memastikan tersedianya Nota Analisa Pembiayaan (NAP) berdasarkan hasil On The Spot (OTS) dan taksasi jaminan; 4. Memastikan adanya persetujuan Komite Pembiayaan Warung Mikro terhadap Nota Analisa Pembiayaan (NAP) yang telah dibuat; 5. Memaksimalkan monitoring kualitas pembiayaan (kolektibilitas 1 dan 2) Warung Mikro. 11. Pelaksana Administrasi Marketing Mikro (APM) Tanggung jawab utama: 1. Memastikan adanya tindak lanjut persetujuan atau penolakan permohonan pembiayaan nasabah; 2. Memastikan dokumen pembiayaan telah dilengkapi sebelum fasilitas dicairkan berdasarkan prasyarat atau syarat yang telah disepakati; 3. Memastikan adanya tindak lanjut
terhadap
proses pencairan
pembiayaan kepada nasabah; 4. Memastikan proses pencairan pembiayaan sesuai dengan keputusan Komite Pembiayaan; 5. Memastikan pembebanan biaya administrasi pembiayaan dan biaya lainnya yang terkait sesuai jangka waktu yang ditetapkan; 6. Memastikan penyimpanan dokumen pencairan dan dokumen legal pembiayaan dengan tertib dan aman; 59
7. Memastikan adanya pemutakhiran data-data nasabah dan persyaratan pembiayaan pasca pencairan; 8. Memastikan tersedianya informasi data nasabah sesuai kebutuhan; 9. Memastikan terpenuhinya data dan informasi jaminan nasabah; 10. Memaksimalkan monitoring penerbitan surat peringatan pembayaran kewajiban angsuran nasabah pembiayaan. 12. Pelaksana Marketing Mikro Tanggung jawab utama: 1. Memaksimalkan hasil pemasaran terhadap calon nasabah mikro yang
layak untuk dibiayai; 2. Memastikan adanya pengajuan BI Checking untuk verifikasi profil
calon nasabah; 3. Memastikan adanya filtering/scoring terhadap data dan informasi yang
diperoleh dari nasabah; 4. Memastikan adanya Surat Penegasan Persetujuan Pembiayaan Mikro
(SP3M) untuk persetujuan permohonan pembiayaan kepada nasabah; 5. Memastikan adanya surat penolakan permohonan pembiayaan kepada
nasabah untuk penolakan permohonan pembiayaan; 6. Memastikan adanya surat peringatan kepada nasabah yang mengalami
keterlambatan pembayaran angsuran pembiayaan (kolektibilitas 1 dan 2);
60
7. Memaksimalkan hasil penagihan terhadap nasabah yang jatuh tempo
pembayaran angsuran dan tergolong (kolektibilitas 1 dan 2); 8. Mengoptimalkan hubungan atau relationship antara bank dengan
nasabah. 13. Sales Funding Executive Tanggung jawab utama: 1. Memasarkan Produk; 2. Pemberkasan atau kelayakan data yang diminta dan penilaian kelayakan; 3. Melakukan akad pembiayaan; 4. Maintenance atau monitoring nasabah. 14. Mesengger Tanggung jawab utama: 1. Menjalankan perintah dari atasan untuk mengirim pesan; 2. Memonitoring nasabah. 15. Office Boy Tanggung jawab utama: 1. Menjaga kebersihan dan kerapian; 2. Melayani karyawan terkait dengan operasional bank.
61
16. Security Tanggung jawab utama: 1. Menjaga kestabilan keamanan kantor di dalam banking hall maupun di luar bank; 2. Memberikan pelayanan dan informasi sesuai dengan kebutuhan nasabah. F. Produk dan Jasa Bank Syariah Mandiri PT Bank Syariah Mandiri memiliki 3 jenis produk, yaitu produk pendanaan, produk pembiayaan dan produk jasa. Adapun produk-produk PT Bank Syariah Mandiri selengkapnya adalah sebagai berikut: 1. Produk Pendanaan
Produk pendanaan yang disediakan oleh PT Bank Syariah Mandiri merupakan produk yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin beragam.PT Bank Syariah Mandiri hadir dengan berbagai penawaran produk dan layanan berdasarkan prinsip syariah dengan mengutamakan kenyamanan, keamanan, kecepatan dan kemudahan transaksi. Produk-produk pendanaan yang tersedia di PT Bank Syariah Mandiri antara lain: a. Tabungan BSM
Tabungan dalam mata uang rupiah yang penarikan dan setorannya dapat dilakukan setiap saat selama jam kas dibuka di konter PT Bank Syariah Mandiri atau melalui ATM. 62
b. BSM Tabungan Simpatik
Tabungan berdasarkan prinsip wadiah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat yang disepakati. c. TabunganKu
TabunganKu merupakan tabungan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama-sama oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. d. BSM Tabungan Berencana
Tabungan berjangka yang memberikan nisbah bagi hasil berjenjang serta kepastian pencapaian target dana yang telah ditetapkan. e. Tabungan Investa Cendekia
Tabungan berjangka untuk keperluan uang pendidikan dengan jumlah setoran bulanan tetap (installment) dan dilengkapi dengan perlindungan asuransi. f.
BSM Tabungan Mabrur Tabungan
dalam
mata
uang
rupiah
untuk
membantu
pelaksanaan ibadah haji dan umrah. g. BSM Tabungan Dollar
Tabungan dalam mata uang dollar (USD) yang penarikan dan setorannya dapat dilakukan setiap saat atau sesuai ketentuan BSM. 63
h. BSM Tabungan Kurban dan Aqiqah
Tabungan dalam mata uang rupiah untuk membantu nasabah dalam merencanakan ibadah kurban dan aqiqah. i.
BSM Tabungan Pensiun Tabungan Pensiun BSM adalah simpanan dalam mata uang rupiah berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat dan ketentuan yang disepakati.Produk ini merupakan hasil kerjasama BSM dengan PT. Taspen yang diperuntukkan bagi pensiunan Pegawai Negeri Indonesia.
j.
BSM Giro Sarana penyimpanan dana dalam mata uang rupiah untuk kemudahan transaksi dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadiah yad dhamanah.
k. BSM Giro Valas
Sarana penyimpanan dana dalam mata uang US Dollar untuk kemudahan transaksi dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadiah yad dhamanah untuk perorangan atau non perorangan. l.
BSM Deposito Investasi berjangka waktu tertentu dalam mata uang rupiah yang dikelola berdasarkan prinsipmudharabah muthlaqah untuk perorangan dan non perorangan. 64
m. BSM Deposito Valas
Investasi berjangka waktu tertentu dalam mata uang dollar yang dikelola berdasarkan prinsip mudharabah muthlaqah untuk perorangan dan non perorangan. 2. Produk Pembiayaan
Produk-produk pembiayaan yang tersedia di PT Bank Syariah Mandiri antara lain: 1. BSM Implan BSM Implan adalah pembiayaan konsumer dalam valuta rupiah yang diberikan oleh bank kepada karyawan tetap perusahaan yang pengajuannya dilakukan secara masal (kelompok). 2. Pembiayaan Kepada Koperasi Karyawan untuk Para Anggotanya Penyaluran
pembiayaan
kepada
atau
melalui
koperasi
karyawan untuk pemenuhan kebutuhan para anggotanya (kolektif) yang mengajukan pembiayaan melalui koperasi karyawan. 3. Pembiayaan Griya BSM Pembiayaan Griya BSM adalah pembiayaan jangka pendek, menengah, atau panjang untuk membiayai pembelian rumah tinggal (konsumer), baik baru maupun bekas, di lingkungan developer maupun non developer.
65
4. Pembiayaan Kendaraan Bermotor BSM Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan bermotor dengan sistem murabahah. 5. Pembiayaan Warung Mikro Pembiayaan Mikro adalah pembiayaan bersifat produktif kepada nasabah/calon nasabah perorangan/badan usaha dengan limit sampai dengan Rp100.000.000,00 Termasuk dalam segmen mikro adalah pembiayaan dengan tujuan multiguna kepada nasabah perorangan dengan limit sampai dengan Rp50.000.000,00 yang disalurkan melalui warung mikro. Produk: a. Pembiayaan Usaha Mikro Tunas (PUM-Tunas)
Limit pembiayaan: minimal Rp2.000.000,00 sampai dengan Rp10.000.000,00dalam jangka waktu: maksimal 36 bulan; b. Pembiayaan Usaha Mikro Madya (PUM-Madya)
Limit pembiayaan: di atas Rp10.000.000,00 sampai dengan Rp50.000.000,00 dalam jangka waktu: maksimal 36 bulan; c. Biaya Usaha Mikro Utama (PUM-Utama)
Limit pembiayaan: di atas Rp50.000.000,00 sampai dengan Rp100.000.000,00 dalam jangka waktu: maksimal 48 bulan.
66
6. BSM Gadai Emas Gadai emas merupakan produk pembiayaan atas dasar jaminan berupa emas sebagai salah satu alternatif memperoleh uang tunai dengan cepat. 7. BSM Cicil Emas Membantu nasabah untuk pembiayaan kepemilikan emas. 8. BSM Pembiayaan Pensiunan BSM Pembiayaan Pensiunan merupakan fasilitas pembiayaan yang diberikan BSM kepada para pensiunan PNS/TNI/Polri atau pesiunan yang menerima manfaat pensiun bulanan. 3.
Produk Layanan Jasa 1. BSM Card Kartu yang dapat dipergunakan untuk transaksi perbankan melalui ATM dan mesin debit (EDC/Electronic Data Capture). 2. BSM Mobile Banking GPRS Layanan transaksi perbankan (non tunai) melalui mobile phone berbasis GPRS. 3. BSM Net Banking Layanan transaksi perbankan (non tunai) melalui internet.
67
4. BSM Mobile Banking Merupakan produk layanan perbankan yang berbasis teknologi SMS telephone selluler (ponsel) yang memberikan kemudahan untuk melakukan berbagai transaksi perbankan di mana saja, kapan saja. 5. Electronic Payroll Aplikasi komputer yang disediakan untuk membantu proses pembayaran gaji suatu institusi. 4.
Produk Layanan Operasional 1. BSM Kliring Penagihan warkat bank lain di mana lokasi bank tertariknya berada dalam satu wilayah kliring. 2. BSM Inkaso Penagihan warkat bank lain di mana bank tertariknya berbeda wilayah kliring atau berada di luar negeri, hasilnya penagihan akan dikredit ke rekening nasabah. 3. BSM Intercity Clearing Jasa penagihan warkat (cek/bilyet giro valuta rupiah) bank di luar wilayah kliring dengan cepat sehingga nasabah dapat menerima dana hasil tagihan cek atau bilyet giro tersebut pada keesokan harinya. 4. BSM RTGS (Real Time Gross Settlement) Jasa transfer uang valuta rupiah antar bank baik dalam satu kota maupun dalam kota yang berbeda secara real time. 68
5. BSM Autosave Produk layanan pemindahbukuan otomatis antar rekening giro dan rekening tabungan dengan memelihara saldo tertentu. 6. BSM Pertukaran Valas Pertukaran mata uang rupiah dengan mata uang asing atau mata uang asing dengan mata uang asing lainnya yang dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri dengan nasabah.
69
BAB IV ANALISIS
A. Mekanisme Produk Pembiayaan Gadai Emas 1. Gambaran Umum Gadai Emas Bank Syariah Mandiri merupakan produk pembiayaan atas dasar jaminan berupa emas sebagai salah satu alternatif memperoleh uang tunai dengan cepat. Berikut adalah fitur-fitur dari produk gadai emas yang dimiliki Bank Syariah Mandiri : Tabel 4.1 Fitur Produk Gadai Emas NO
KETENTUAN
KETERANGAN
1.
Jenis produk
Gadai Emas Bank Syariah Mandiri IB
2.
Peruntukan
Perorangan
3.
Objek Gadai (Marhum)
Emas berupa perhiasan atau batangan
4
Karatase
Minimal 16 karat
5.
Pengikatan
-
Prinsip gadai menggunakan skimQardh dalam rangka Rahn
-
Pengikatan objek gadai menggunakan skim gadai
-
Jasa penitipan objek gadai menggunakan skim ijarah
70
6.
Jangka Waktu
4 (empat) bulan dan dapat digadai ulang (diperpanjang)
7.
Syarat gadai ulang
-
Telah dilakukan penilaian ulang atas barang jaminan
-
Telah melunasi biaya pemeliharaan untuk gadai ulang
8.
Nilai pembiayaan
Mulai dari Rp500.000,00 sampai dengan Rp250.000.000,00
9.
Maksimal pembiayaan
-
terhadap taksiran
90% untuk logam mulia atau perhiasan yang tidak berongga
-
85% untuk perhiasan yang berongga
Sumber: Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug
71
2. Sistem pengajuan gadai
Nasabah
1. 2. KTP
3.
Ukur berat dan karat Taksasi pembiayaan (adm& biaya pemeliharaan) Isi formulir
Officer Gadai 1.
BO
2.
Pencatatan: input jaminan, input fasilitas, cetak akad Fc. Form & cetak transaksi
Form Cetak transaksi dan copiyan form
ARSIP
Officer Form
Gadai
Akad Ttd Akad
Form 3 Form 2
Akad Akad
BRANKAS
Nasabah Arsip OG Akad Slip pencairan
Pencairan pembiayaan
Teller
Gambar 4.1 Alur Pembiayaan Gadai Emas
72
Keterangan: a. Nasabah datang ke konter layanan gadai di Bank Syariah mandiri Kantor Cabang pembantu Gubug membawa barang jaminan berupa emas beserta kartu identitas; b. Barang jaminan yang berupa emas tersebut kemudian ditaksir kadar emas, berat jenisnya, serta dihitung taksasi pembiayaannya yaitu biaya administrasi dan biaya pemeliharaan yang harus dibayarkan nasabah; c. Nasabah mengisi formulir permohonan gadai. Sementara petugas officer gadai mewawancarai tujuan pengajuan gadai, latar belakang nasabah, dan karakter nasabah. Serta melakukan BI Checking guna mengetahui tingkat kolektibilitas nasabah; d. Petugas officer gadai menyerahkan formulir pengajuan gadai kepada petugas Back Office untuk dilakukan pencatatan identitas nasabah, jaminan, fasilitas, akad, serta bukti transaksi; e. Bukti copyan transaksi dan formulir tersebut dibagi menjadi tiga lembar. Yang pertama untuk arsip barang jaminan di brankas, kemudian untuk officer gadai, dan untuk nasabah; f. Officer gadai dan nasabah melakukan akad dan tanda tangan kesepakatan, serta penyerahkan slip pencairan; g. Kemudian slip pencairan dibawa ke teller, setelah cair uang dapat diserahkan kepada nasabah. 73
3. Metode penaksiran emas Barang gadai ditaksirkan atas beberapa pertimbangan, seperti jenis barang, nilai barang, usia barang, dan lain sebagainya. Emas merupakan logam yang bersifat lunak, sehingga jika dibuat untuk perhiasan harus dicampur dengan logam lain, seperti tembaga, perak, timah dan nikel.Untuk metode menaksir emas sendiri terdapat 4 cara, yaitu : a. Analisa Fisik Analisa fisik adalah suatu metode identifikasi emas melalui pengamatan dan pemeriksaan fisik emas. -
Menimang, untuk mengetahui berat emas;
-
Melihat warna, untuk mengetahui karatas;.
-
Menjatuhkan, untuk mengetahui karatase. Emas yang mempunyai karatase lebih dari 22 Karat,
mempunyai suara pekak saat dijatuhkan.Sedangkan emas yang karatasenya kurang dari 22 Karat mempunyai suara nyaring saat dijatuhkan (Hasil wawancara dengan ibu Denna sebagai pelaksana penaksir gadai, pada tanggal 12 Maret 2015). b. Analisa kimia Analisa kimia adalah suatu metode identifikasi logam mulia melalui media kimia serta dengan memperhatikan hasil reaksi kimia yang terjadi. Peralatan yang digunakan untuk analisa kimia ini antara lain : Batu uji, air uji atau cairan kimia, kertas hisap, dan jarum uji. 74
c. Berat jenis Berat jenis adalah suatu angka yang menunjukkan berapa gram berat suatu benda yang mempunyai isi atau volume tiap 1 cc. Emas murni mempunyai berat jenis rata-rata 19,32. Artinya, air yang bervolume 1 cc beratnya sama dengan 19,32 gram. Metode pendekatan berat jenis ini memerlukan peralatan antara lain: -
Timbangan air (hydrostatis balance) atau timbangan elekronik yang memiliki fasilitas timbangan kering sekaligus timbangan air;
-
Air bersih;
-
Tali pengikat barang yang tidak menyerap air.
d. Alat bantu (Gold Tester) Alat bantu lainnya yang secara khusus dibuat untuk menentukan kadar atau kekuatan logam mulia yaitu Gold Tester. Gold Tester adalah suatu alat yang didasarkan pada teknologi untuk menguji atau menetapkan kekuatan atau kadar emas secara efisien dan tidak merusak barang. Jika barang gadai yang berupa emas sudah diketahui karatase maupun berat jenisnya, maka langkah selanjutnya adalah mencari nilai taksirannya.Nilai taksiran diperoleh dari karatase emas yang dikalikan berat jenis emas, kemudian dikalikan dengan harga dasar emas pada saat itu juga.
75
Contoh : Pak Andi datang ke Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug dengan membawa 10 gram logam mulia dan 5 gram emas perhiasan berongga untuk keperluan biaya pendidikan anaknya. 1. Nilai taksiran: Berat emas x Harga dasar emas (pada saat transaksi) 10 gram x Rp400.000,00 = Rp4.000.000,00 5 gram x Rp400.000,00 = Rp2.000.000,00 Jadi nilai taksiran emas tersebut Rp6.000.000,00 2. Pembiayaan yang dapat diberikan:
Untuk logam mulia 90% x Rp4.000.000,00 = Rp3.600.000,00
Untuk perhiasan berongga 85% x Rp2.000.000,00 = Rp1.700.000,00
Jadi pembiayaan yang dapat diberikan oleh bank Rp5.300.000,00 4. Metode pelunasan Pelunasan
adalah
dimana
nasabah
membayar
angsuran
pembiayaan gadai emas.Pada dasarnya nasabah dapat melunasi kewajiban setiap waktu tanpa menunggu jatuh tempo.Setelah adanya pelunasan, nasabah dapat mengambil barang yang telah digadaikan.
76
B. Strategi Pemasaran 1. Product atau produk Berdasarkan
hasil
pengamatan
peneliti,
untuk
memenuhi
kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta dalam menghadapi persaingan dengan pegadaian konvensional, Konter Layanan Gadai (KLG) Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug menerapkan strategi-strategi produk seperti berikut: a. Layanan gratis cuci emas Layanan gratis cuci emas ini ditujukan untuk nasabah yang menggadaikan emasnya di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug. b. Menerima Take over Takeover adalah layanan dimana emas yang hendak digadaikan telah digadaikan di pegadaian atau tempat gadai resmi lainnya, dan nasabah hendak memindahkan tanggungjawabnya untuk mengangsur ke Konter Layanan Gadai Bank Syariah Mandiri. c. Bekerjasama dengan toko emas Konter Layanan Gadai (KLG) Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu
Gubug
menerima
perhiasan-perhiasan
emas
yang
digadaikan oleh pemilik toko, seperti toko emas Sinar Mulya dan Wisma Cahaya.Uang gadaian emas tersebut digunakan pemilik toko sebagai modal untuk membeli perhiasan model baru.Jadi dalam 77
produk gadai emas,tidak hanya menerima gadai dari perorangan untuk kebutuhan yang bersifat konsumtif tetapi juga untuk modal usaha para pengusaha (Hasil wawancara dengan ibu Ayu selaku Officergadai, pada tanggal 11 Juni 2015). d. Terkoneksi dengan rekening tabugan Nasabah yang menggadaikan emas wajib memiliki rekening tabungan di Bank Syariah Mandiri, terutama nasabah dengan pembiayaan lebih dari Rp5.000.000,00. Rekening tabungan tersebut digunakan sebagai antisipasi jika nasabah tidak mampu melunasi angsurannya pada saat jatuh tempo. Bank akan secara otomatis mengambil biaya angsuran melalui rekening tabungan nasabah, sehingga nasabah dapat terbantu dan tidak merasa keberatan dengan fasilitas tersebut. 2. Price atau harga Untuk produk gadai emas Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug memiliki struktur biaya gadai yang terdiri dari: a. Biaya administrasi Pada Konter Layanan Gadai (KLG) Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug, biaya administrasi sudah termasuk dengan biaya materai 2 lembar dan juga biaya asuransi. Biaya-biaya ini dibebankan pada nasabah pada saat pencairan.
78
b. Biaya pemeliharaan barang jaminan Biaya pemeliharaan barang jaminan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pambantu Gubug sangat terjangkau.Biaya pemeliharaan barang jaminannya dihitung per 15 hari.Apabila nasabah hendak mempercepat pelunasan, maka biaya pemeliharaan akan dihitung ulang sesuai dengan jangka waktu gadai yang sebenarnya (diskon). Contoh perhitungan biaya gadai :Pak Andi datang ke Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug dengan membawa 10 gram logam mulia dan 5 gram emas perhiasan berongga untuk keperluan biaya pendidikan anaknya. Setelah dihitung nilai taksiran emas tersebut sebesar Rp6.000.000,00. Berapa biaya administrasi dan biaya pemeliharaan yang harus dibayar pak Andi ? 1. Biaya administrasi (Administrasi + materai 2 lembar + Asuransi) Rp8.000,00 + Rp12.000,00 + (0,133% x Rp6.000.000,00) Rp8.000,00 + Rp12.000,00 + Rp7.980,00 = Rp27.980,00 Jadi biaya administrasi yang harus dibayar Rp27.980,00 2. Biaya pemeliharaan per 15 hari Rp5.400,00/gram/bulan x 15 gram x 15/30 hari = Rp40.500,00 Jadi biaya pemeliharaan yang harus dibayar selama 15 hari Rp40.500,00. 79
Untuk strategi harga, biaya administrasi pada produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug ini gratis.Program ini berlaku pada nasabah gadai emas hingga akhir tahun (Hasil wawancara dengan ibu Ayu selaku officer gadai pada tanggal 11 Juni 2015). 3. Place atau tempat Pemilihan lokasi sangat penting mengingat apabila salah dalam menganalisis akan berakibat meningkatnya biaya yang akan dikeluarkan nantinya. Lokasi yang tidak strategis akan mengurangi minat nasabah untuk berhubungan dengan bank. Paling tidak ada dua faktor yang menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi suatu cabang, yaitu faktor utama atau primer dan faktor sekunder (Kasmir,2014:239-240). Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, lokasi Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug sangat memenuhi dua faktor pertimbangan dalam penentuan lokasi suatu cabang bank, baik faktor primer maupun sekunder. Letak Bank di Jalan Bhayangkara No. 33 Gubugyang dekat pasar Gubug sebagai pusat perekonomian masyarakat, terdapat fasilitas pengangkutan seperti jalan raya antar kota dan jalur kereta api, tersedia tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi, tersedia sarana dan prasarana, sikap masyarakat yang terbuka, kemudian prospek kemajuan lokasi dan terdapat fasilitas lain seperti perumahan, merupakan
80
lokasi yang sangat tepat untuk ditujukan sebagai tempat mengembangkan produk-produk perbankan terutama bank syariah. Dalam pemilihan tempat untuk saluran distribusi produk-produk, Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug tidak memiliki sasaran atau target daerah tertentu saja, tetapi mencakup semua daerah. Dimana tempat itu terdapat nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug, maka tempat itu juga dijadikan pihak bank untuk mempromosikan produk-produk yang dimiliki oleh Bank (Hasil wawancara dengan ibu Ayu selaku Officergadai, pada tanggal 11 Juni 2015). 4. Promotion atau promosi Bank
Syariah
Mandiri
menyediakan
anggaran
khusus
Rp3.000.000,00 per tahun untuk dikelola dan dibelanjakan sebagai anggaran souvenir bagi nasabah pembiayaan gadai emas. Pemberian souvenir kepada nasabah tersebut tidak lain adalah untuk menarik minat nasabah agar bersedia menggadaikan emas di Bank Syariah Mandiri. Anggaran khusus Rp3.000.000,00 tersebut, biasanya digunakan untuk pemberian souvenir berupa bolfoin, gelas, tempat tisu bahkan bingkisan sembako.Nasabah yang mendapatkan souvenir atau bingkisan tersebut adalah nasabah yang menggadaikan emasnya minimal 1 bulan gadai (Hasil wawancaradengan ibu Ayu selaku officer gadai pada tanggal 10 Maret 2015).
81
a. Periklanan Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug dalam mengiklankan produk gadai emas menggunakan media brosur, dan juga pemasangan spanduk atau MMT. b. Promosi penjualan Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan ibu Ayu (officergadai) pada tanggal 10 Maret 2015, untuk menarik minat nasabah atau meningkatkan jumlah nasabah, Bank Syariah Mandiri Cabang Pembatu Gubug mempunyai strategi-strategi sebagai berikut : -
Kunjungan ke Institusi pendidikan, institusi pemerintahan, lembaga masyarakat dua kali dalam seminggu;
-
Meminta referall nasabah eksisting gadai untuk adai baru atau Take Over ke Bank Syariah Mandiri; Dalam strategi pemasaran poin ini, Bank Syariah Mandiri memiliki Program khusus yang dikenal dengan sebutan “Sahabat Emas”.Program retail tahunan ini berupa pemberian marketing fee kepada nasabah (perorangan atau institusi) yang berhasil melakukan referral sehingga orang tersebut melakukan transaksi gadai emas dan cicil emas di Bank Syariah Mandiri.Sahabat Emas Bank Syariah Mandiri terdiri dari dua macam yaitu “Sahabat Gadai Emas” dan
82
“Sahabat Cicil Emas”.Untuk fitur sahabat gadai emas bank Syariah mandiri adalah sebagai berikut: Tabel 4.2 Fitur Program Promosi Sahabat Emas Marketing fee maksimum Gol
Range pembiayaan (Rp) (RP)
1
1 - 20 juta
Rp 20.000,00
2
20 – 50 juta
Rp 50.000,00
3
50 – 100 juta
Rp 100.000,00
4
100 – 200 juta
Rp 200.000,00
5
200 – 250 juta
Rp 250.000,00
Sumber : PT Bank Syariah Mandiri KCP Gubug
-
Sosialisasi ke perkumpulan ibu-ibu arisan, pengajian, maupun ibu-ibu PKK;
-
Penyebaran brosur ke perumahan-perumahan sekitar lokasi Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug;
-
Melakukan grebeg pasar, yaitu pembagian brosur ke pasarpasar tradisional bersama dengan timmarketing Bank Syariah Mandiri lainnya sebulan sekali pada setiap awal bulan.
83
c. Publisitas Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug pernah mengadakan kegiatan promosi untuk memancing nasabah melalui kegiatan senam dan juga pengobatan. d. Personal selling Di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug seluruh pegawai juga bertindak sebagai marketing produk-produk yang dimiliki oleh bank, termasuk produk pembiayaan gadai emas. 5. People atau orang Di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug terdapat kegiatan-kegiatan untuk karyawan seperti pendidikan dan pelatihan. Misalnya pelatihan untuk petugas pelaksana penaksir emas, petugas back office, teller, sharing tentang produk-produk bank setiap pagi, motivasi dari atasan kepada bawahannya, balas jasa, kerja samateamwork, kemudian sistem pelanggan yang menjadi nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug. 6. Physical Evidence atau bukti fisik Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug memiliki logo khas atau simbol perusahaan berwarna hijau dan kuning, termasuk pada seragam karyawannya. Fasilitas yang dimiliki Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug juga lengkap, seperti terdapatnya :Banking hall, meeting room, mushala, toilet, rest room bagi karyawan, dan lain-lain. 84
Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug juga telah bekerja sama dengan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) untuk menjamin dana para nasabah yang disimpan di bank. Untuk produk pembiayaan gadai emas Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug memiliki fasilitas untuk menaksir emas, seperti : timbangan, alat untuk menguji kadar emas, serta terdapat alat untuk mencuci emas. 7. Process atau proses Di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug juga terdapat kotak saran.Kotak saran ini ditujukan untuk mengetahui kesan nasabah terhadap pelayanan yang diberikan oleh para pegawai Bank Syariah Mandiri.Untuk produk gadai emas sendiri, syarat pengajuannya juga sangat mudah. Cukup dengan menggunakan kartu identitas saja dan membawa emas berupa jaminan, nasabah dapat mendapatkan dana yang dibutuhkan. Selain memiliki biaya gadai yang lebih terjangkau, Konter layanan Gadai (KLG) Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug juga memberikan pelayanan yang sangat baik.Pelayanan di gadai konvensional kurang maksimal, berbeda dengan Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug.Di bank ini petugas-petugasnya lebih ramah sehingga nasabah terkesan dan merasa nyaman (Hasil wawancara penulis dengan ibu Sulistyaningsih salah satu nasabah gadai emas, pada tanggal 12 Maret 2015). 85
Tabel 4.3 Penerapan Strategi Bauran Pemasaran ( 7 P ) No 1.
2.
Konsep Bauran
Strategi khusus yang diterapkan
Pemasaran Productatau
Layanan gratis cuci emas;
produk
Menerima Take over;
Bekerja sama dengan toko emas;
Terkoneksi dengan rekening tabungan.
Priceatau harga
a. Gratis biaya administrasi; b. Biaya pemeliharaan barang jaminan lebih murah; c. Apabila hendak mempercepat pelunasan, maka biaya pemeliharaan dihitung ulang sesuai dengan jangka waktu gadai yang sebenarnya (diskon).
3.
Placeatau tempat
a. Bank berada ditempat yang mudah dijangkau oleh nasabah; b. Tidak ada batasan khusus untuk distribusi produk, selama terdapat nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug maka wilayah tersebut juga dijadikan sebagai tempat
86
promosi produk. 4.
Promotionatau
1. Periklanan : Brosur, spanduk atau
promosi
MMT. 2. Penjualan : Kunjungan ke Institusi pendidikan, institusi pemerintahan, lembaga masyarakat dua kali dalam seminggu; Meminta referall nasabah eksisting gadai untuk gadai baru atau Take Over ke Bank Syariah Mandiri; Sosialisasi ke perkumpulan ibu-ibu arisan, pengajian, maupun ibu-ibu PKK; Penyebaran brosur ke perumahanperumahan sekitar lokasi Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug; Melakukan grebeg pasar, yaitu pembagian brosur ke pasar-pasar tradisional bersama dengan
87
timmarketing Bank Syariah Mandiri pada setiap awal bulan. Pemberian souvenir kepada nasabah yang menggadaikan emasnya. 3. Publisitas Mengadakan kegiatan promosi untuk memancing nasabah melalui kegiatan senam dan juga pengobatan. 4. Personal selling Seluruh pegawai juga bertindak sebagai marketing produk-produk yang dimiliki oleh bank, termasuk produk pembiayaan gadai emas. 5.
People atau orang
Terdapat kegiatan seperti pendidikan dan pelatihan untuk karyawan, misalnya: sharing tentang produk-produk bank setiap pagi, motivasi dari atasan kepada bawahannya, kerja sama teamwork, kemudian sistem pelanggan yang menjadi nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug.
6.
Physical
Petugas di konter layanan gadai memiliki
88
Evidence bukti fisik
atau seragam atau identitas tertentu yang berbeda dengan petugas devisi lain. Konter layanan gadai juga terdapat fasilitas untuk menaksir emas, seperti : timbangan, alat untuk menguji kadar emas, serta terdapat alat untuk mencuci emas.
7.
Process proses
atau Syarat pengajuan produk ini sangat mudah. Cukup dengan menggunakan kartu identitas dan membawa emas berupa jaminan, nasabah bisa mendapatkan dana yang dibutuhkan.
Dari strategi-strategi promosi yang telah dilakukan, kunjungan ke institusi pendidikan, institusi pemerintahan, lembaga masyarakat, dan meminta referall nasabah eksisting gadai untuk gadai baru atau Take Over ke Bank Syariah Mandiri, merupakan strategi yang dinilai lebih banyak menarik minat masyarakat untuk menggadaikan emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug (Hasil wawancara dengan ibu Ayu selaku Officer Gadai pada tanggal 11 Juni 2015).
89
C. Kendala Dalam Pemasaran Produk Berikut adalah kendala-kendala pada strategi pemasaran produk gadai emas hasil wawancara penulis dengan Ibu Ayu (Officer Gadai) dan Ibu Denna (pelaksana penaksir gadai) pada tanggal 10 Maret 2015 : 1. Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug merupakan bank syariah yang belum lama berdiri dibandingkan dengan pegadaian umum yang ada di wilayah gubug. Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug baru berdiri pada tahun 2012, oleh karena itu gadai emas di Bank Syariah Mandiri belum mampu mengalahkan minat masyarakat yang telah lama menggadaikan barang jaminannya ke pegadaian umum atau pegadaian konvensional; 2. Masyarakat kurang familier dengan produk rahn di bank syariah, sehingga masyarakat lebih sering menggadaikan barangnya di pegadaian umum; 3. Konter Layanan Gadai Emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug hanya terdiri dari dua petugas saja, yaitu petugas sebagai Officer Gadai dan Pelaksana Penaksir Emas. Karena tidak ada petugas marketing khusus pada produk pembiayaan gadai emas ini pemasarannya menjadi kurang maksimal. 4. Promosi melalui penyebaran brosur memiliki pengaruh yang cukup lama jika dibandingkan dengan referral nasabah atau rekomendasi dari nasabah lain yang pernah melakukan gadai emas di Bank Syariah Mandiri;
90
5. Asumsi yang telah berkembang lama di masyarakat bahwa syarat ataupun prosedur pengajuan pembiayaan di Bank Syariah berbelit-belit juga menjadi kendala dalam memasarkan produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri. D. Data Deskriptif Gadai Emas Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug Tabel 4.4 Perolehan Gadai Emas (dalam milyar) No.
Tahun
Jumlah Nasabah
Pendapatan
1.
Per Desember 2013
200
Rp8,001 M
2.
Per Desember 2014
289
Rp5,870 M
Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pemasaran pada produk pembiayaan gadai emas Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug dinilai kurang maksimal. Meskipun jumlah nasabah meningkat dari tahun pertama dibukanya Konter Layanan Gadai yaitu dari 200 Nasabah menjadi 289, akan tetapi perolehan pendapatannya pada tahun 2014 mengalami penurunan.
91
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan Dari
uraian
mengenai
penelitian
Tugas
Akhir
ini
dapat
disimpulkanbahwa :
Mekanisme produk pembiayaan gadai emas pada Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug meliputi : pengajuan gadai emas dari nasabah, penaksiran barang jaminan, dan pelunasan.
Penerapan strategi pemasaran 7P meliputi: a. Produk : Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug menerapkan layanan gratis cuci emas, menerima Take Over, bekerja sama dengan toko emas, dan terkoneksi dengan rekening tabungan. b. Harga : Gratis biaya administrasi dan biaya pemeliharaan barang jaminan lebih terjangkau jika dibandingkan dengan pegadaian umum. c. Tempat : Berada ditempat yang strategis sehingga mudah dijangkau, yaitu di Jalan Bhayangkara No. 33 Gubug. d. Promosi : Menggunakan media periklanan brosur dan spanduk, mengadakan kegiatan senam dan pengobatan masal, mengadakan
kunjungan ke institusi-institusi dua kali seminggu, meminta referall nasabah eksisting gadai untuk gadai baru atau Take Over, sosialisasi ke perkumpulan ibu-ibu, penyebaran brosur ke perumahan-perumahan, melakukan grebeg pasar, dan pemberian souvenir kepada nasabah yang menggadaikan emasnya. e. Orang : Terdapat kegiatan pendidikan dan pelatihan karyawan untuk meningkatkan kualitas layanan karyawan kepada nasabah, seperti : sharing tentang produk-produk bank setiap pagi, motivasi dari atasan kepada bawahannya, kerja sama teamwork, dan sistem pelanggan yang menjadi nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug. f. Bukti fisik : Petugas Konter Layanan Gadai memiliki seragam yang berbeda dengan petugas bagian lain, di Konter layanan Gadai emas juga terdapat fasilitas yang lengkap untuk menaksir emas, seperti : timbangan, alat untuk menguji kadar emas, dan alat cuci emas. g. Proses : Proses pengajuan gadai emas sangat mudah, cukup dengan menyerahkan kartu identitas dan jaminan berupa emas, nasabah bisa mendapatkan dana yang dibutuhkan.
Kendala utama pada pemasaran produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug adalah masyarakat
93
belum begitu mengenal produk rahnyang ada di bank syariah dengan baik. Apabila membutuhkan dana, masyarakat sudah terbiasa menggadaikan
barang-barang
berharganya
menggunakan
jasa
pegadaian konvensional. Selain itu, keberadaan pegadaian umum atau pegadaian konvensional di wilayah gubug sudah lebih lama jika dibandingkan dengan Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug yang baru berdiri pada tahun 2012. Tidak adanya marketing khusus pada Konter Layanan Gadai juga menjadi kendala dalam pemasaran produk pembiayaan gadai emas ini. B. Saran Sebagai upaya untuk meningkatkan pemasaran produk pembiayaan gadai emas, Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug diharapkan : a. Meningkatkan kegiatan pengenalan produk rahnyang berupa gadai emas dengan menambah jumlah kunjungan ke institusi, asosiasi atau perkumpulan, maupun keikutsertaan dalam kegiatan sosial yang ada dimasyarakat, sehingga masyarakat bisa lebih mengenal produk rahn. b. Meningkatkan sosialisasi tentang fitur, prosedur, atau kemudahankemudahan lain yang dimiliki produk pembiayaan gadai emas kepada masyarakat, agar asumsi tentang prosedur pembiayaan di bank berbelitbelit dapat berkurang atau bahkan hilang. Sehingga masyarakat tidak takut dan menutup diri untuk melakukan pembiayaan di bank, khususnya Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Gubug. 94
c. Meningkatkan kreatifitas marketing dalam pengelolaan anggaran souvenir pada produk pembiayaan gadai emas, agar menarik minat masyarakat untuk menggadaikan emasnya di Bank Syariah Mandiri. d. Menambah tenaga marketing khusus gadai emas, agar pemasaran produk pembiayaan ini bisa lebih maksimal.
95
DAFTAR PUSTAKA
Antonio, Muhamad Syafi’i, 2001. Bank Syariah dari Teori ke Praktik, Jakarta : Gema Insani. Arifin, Ali, 2004. Seni Menjual (Prespektif bisnis, ide-ide penjualan serta strategi pemasaran), Yogyakarta: Penerbit ANDI. Azwar, Syaifuddin, 1998. Metode Penelitian, Yogyakarta : Pustaka pelajar. Dahlan, Ahmad, 2012. Bank Syariah : Teoritik, Praktik, Kritik, Yogyakarta : Teras. Kasmir, 2014.Manajemen Perbankan,Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Lamarto, Yohanes, 1996. Prinsip pemasaran.Jakarta : Erlangga. Moleoung, Lexy J, 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Payne, Adrian, 2000. Pemasaran Jasa, Yogyakarta: Penerbit ANDI. Prabasanti, Fransiska Cicylia, 2014. Analisis Gadai Emas Bank Syariah mandiri Terhadap Perolehan Feebase Income (Studi Kasus Pegadaian Emas Bank Syariah Mandiri Semarang), Salatiga : STAIN Press. Sari, Agustina Wulan, 2012. Prosedur Pembiayaan Gadai Emas Syariah pada PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Ungaran, Salatiga : STAIN Press. Sriati, 2011.Upaya Peningkatan Motivasi Masyarakat Terhadap Gadai Emas di BMT Bina Insani Pringapus Ungaran Jawa Tengah, Salatiga : STAIN Press. Sudarsono, Heri, 2003. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Yogyakarta : Ekonisia. Susilowati, 2014.Analisis Peningkatan Produktivitas Produk Gadai Emas Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Ungaran, Salatiga : STAIN Press.
Wibowo, Edy dan Untung Hendy Widodo, 2005.Mengapa Memilih Bank Syariah?, Bogor : Ghalia Indonesia. Wiroso, 2005.Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syariah, Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia. www.syariahmandiri.co.id Wawancara : -
Ibu Arizha Denna M selaku Pelaksana Penaksir Gadai pada tanggal 10 Maret 2015 dan 12 Maret 2015; Ibu Sri Wahyuni H selaku Officer Gadai pada tanggal 10 Maret 2015 dan 11 Juni 2015; Ibu Sulistyaningsih sebagai nasabah gadai emas pada tanggal 12 Maret 2015.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama lengkap
: LIA ROFIANI
Tempat, tanggal lahir : Kab.Semarang, 24 Agustus 1994 Jenis kelamin
: Perempuan
Agama
: Islam
Pendidikan
: 1. SD Negeri 02 Tempuran, Tahun Lulus 2006
Alamat
2. SMP Negeri 1 Bringin,
Tahun Lulus 2009
3. SMA Negeri 1 Bringin,
Tahun Lulus 2012
: Dusun Tepusan RT:01 RW:04, Desa Tempuran, Kec.Bringin, Kab.Semarang, Jawa Tengah
Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.