Interim Report, Segment Report dan Related Transaction
Dwi Martani
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
1
Standar Akuntansi Interim Report
PSAK 3 IAS 34
Segment Reporting
PSAK 5 IAS 4
Inter-company transaction 1/26/2010
PSAK 7 IAS 24 Pelaporan Akuntans Keuangan 11
2
INTERIM
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
3
Laporan Keuangan Interim Pernyataan ini berlaku :
untuk perusahaan yang diwajibkan untuk menyajikan laporan keuangan interim oleh peraturan perundangan, misalnya Pasar modal, dan lain-lain.
Untuk industri yang telah diatur dalam
standar akuntansi keuangan industri yang bersangkutan, misalnya perbankan, maka harus mengikuti standar khusus tersebut. 1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
4
Laporan Keuangan Interim Laporan keuangan interim adalah laporan
keuangan yang diterbitkan di antara dua laporan keuangan tahunan Laporan keuangan interim:
1/26/2010
Harus dipandang sebagai bagian yang integral dari periode tahunan. Dapat disusun secara bulanan, triwulanan atau periode lain yang kurang dari setahun dan mencakupi seluruh komponen laporan keuangan sesuai standar akuntansi keuangan. Pelaporan Akuntans Keuangan 11
5
Pandangan tentang Laporan Interim Dua pandangan : Pandangan yang menganggap periode interim sebagai dasar periode akuntansi dan menyimpulkan bahwa hasil operasi tiap periode ditentukan dengan cara yang sama seperti pada periode tahunan. Pandangan yang menganggap periode interim sebagai bagian yang integral dengan periode tahunan. Pernyataan ini dikembangkan berdasarkan
pandangan kedua yang menganggap laporan keuangan interim sebagai bagian integral dengan periode tahunan. 1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
6
Pengakuan dan pengukuran Unsur yang sama antara pelaporan
keuangan interim dengan pelaporan keuangan tahunan adalah:
1/26/2010
Dasar pengakuan pendapatan. Kebijakan akuntansi dasar pelaporan pada periode interim, kecuali jika ada perubahan dalam standar akuntansi. Penyajian penggolongan aktiva sebagai lancar dan tidak lancar, dan kewajiban sebagai jangka pendek dan jangka panjang. Pelaporan Akuntans Keuangan 11
7
Biaya dan Beban Beban yang dapat dihubungkan dengan pendapatan ditentukan atas
dasar yang sama dengan dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan tahunan kecuali untuk persediaan :
Perusahaan yang dalam periode interim menggunakan estimasi laba kotor mengungkapkan hal tersebut dalam laporan keuangan interim. Perusahaan yang melakukan penilaian persediaan berdasarkan biaya standar tidak perlu melaporkan penyimpangan atau selisih dengan biaya aktual yang terjadi, jika selisih biaya tersebut tidak material atau diharapkan bisa diselesaikan pada akhir tahun. Pengaruh dari penyimpangan yang tidak direncanakan dan tidak diperkirakan harus dilaporkan pada akhir periode interim dengan prosedur yang sama seperti yang digunakan pada akhir tahun. Kerugian yang disebabkan penurunan harga pasar dan pemulihan harga tidak boleh ditangguhkan untuk dibebankan ke periode di luar periode penurunan harga tersebut.
Biaya dan beban lain-lain
Untuk periode pelaporan interim, biaya dan beban lain-lain termasuk biaya produksi dibebankan atas dasar yang sama seperti periode tahunan. 1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
8
Pendapatan dan beban musiman Laporan keuangan interim memberi gambaran pendapatan dan beban
periode interim tersebut. Laporan keuangan interim tertentu diperbandingkan dengan periode sebelumnya memberi manfaat yang lebih besar bagi para pemakai laporan dalam contoh kondisi-kondisi sebagai berikut:
1/26/2010
Laporan keuangan interim diperbandingkan dengan laporan keuangan interim periode sebelumnya, untuk mengetahui kecenderungan (trend) posisi keuangan dan kinerja. Laporan keuangan interim diperbandingkan dengan interim yang sama dalam periode akuntansi yang lalu, untuk mengetahui kecenderungan berulang (cyclical) musiman dari kegiatan usaha. Laporan keuangan interim diperbandingkan dengan laporan keuangan kumulatif dari awal tahun buku sampai dengan tanggal laporan keuangan interim untuk mengetahui kontribusi atau pengaruh periode interim yang dilaporkan pada periode berjalan. Laporan keuangan interim diperbandingkan dengan laporan keuangan tahun buku yang lalu, untuk mendapat gambaran pengaruh dan kinerja interim tersebut terhadap posisi keuangan, kinerja dan arus kas periode akuntansi yang lalu. Pelaporan Akuntans Keuangan 11
9
Penyisihan Pajak Penghasilan Pada akhir tiap periode interim, perusahaan
harus membuat taksiran pajak penghasilan untuk dibebankan pada periode interim. Perhitungan pajak penghasilan periode interim harus sesuai dengan kebijakan akuntansi tentang pajak penghasilan yang dianut pada akhir tahun.
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
10
Pos dan transaksi Luar Biasa Penghapusan segmen usaha, penggabungan usaha, pos luar biasa,
dan kejadian yang tidak biasa dan tidak sering terjadi harus dibebankan pada periode interim saat terjadinya dan tidak boleh dibebankan pada periode lain. Pos luar biasa harus diungkapkan secara terpisah dan dimasukkan dalam laporan laba rugi periode interim saat pos luar biasa terjadi. Dalam menentukan materialitas, pos luar biasa harus dihubungkan langsung dengan estimasi pendapatan tahunan. Peristiwa atau kejadian yang tidak biasa dan tidak sering terjadi dan berpengaruh material terhadap hasil operasi tetapi tidak dapat dikelompokkan dalam pos luar biasa juga harus dilaporkan dan diungkapkan secara terpisah dalam laporan laba rugi periode interim. Kewajiban kontinjen dan ketidakpastian lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi kewajaran penyajian data keuangan pada tanggal neraca harus diungkapkan dalam laporan keuangan interim dengan cara yang sama seperti dalam laporan keuangan tahunan. Pengungkapan tersebut harus diulang dalam laporan keuangan interim berikutnya dan dalam laporan keuangan tahunan sampai kewajiban kontinjen itu terselesaikan. 1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
11
Perubahan Akuntansi
Perubahan akuntansi dalam periode interim yang memerlukan penyesuaian harus dilaporkan dalam periode interim saat perubahan itu terjadi dengan cara yang sama seperti yang dilaporkan dalam laporan keuangan tahunan Perusahaan berkewajiban mengungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan bila mengetahui akan ada perubahan akuntansi dalam periode laporan keuangan interim berikutnya. Laporan keuangan interim harus menunjukkan perubahan akuntansi;
a. yang terjadi pada periode interim yang dilaporkan, b. yang terjadi pada periode interim sebelumnya dalam tahun buku yang sama, bila berpengaruh material pada periode interim yang dilaporkan.
Bila dimungkinkan, perusahaan sebaiknya melakukan perubahan akuntansi dalam periode interim pertama dari suatu tahun buku. Perubahan akuntansi yang dilakukan setelah periode interim pertama dalam satu tahun buku cenderung mengaburkan hasil usaha dan menyulitkan pengungkapan informasi keuangan. Dalam menentukan materialitas pelaporan pengaruh kumulatif dari perubahan akuntansi atau koreksi kesalahan, jumlah yang ada harus dihubungkan dengan estimasi pendapatan setahun penuh dan kecenderungan laba pada periode interim berikutnya dalam tahun buku yang sama. Perubahan yang material bila dikaitkan dengan suatu periode interim tetapi tidak material bila dikaitkan dengan estimasi pendapatan setahun penuh atau dengan kecenderungan la ba harus diungkapkan secara tersendiri dalam periode interim tersebut.
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
12
Penyajian Laporan Keuangan Interim Laporan keuangan interim meliputi neraca, laporan laba rugi
dan saldo laba interim, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan interim harus disajikan secara komparatif dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Perhitungan laba-rugi interim harus mencakup periode sejak awal tahun buku sampai dengan periode interim terakhir yang dilaporkan (year-to-date). Laporan keuangan interim harus menggolongkan aktiva sebagai kelompok lancar dan tidak lancar, dan kewajiban sebagai kelompok jangka pendek dan jangka panjang sesuai laporan keuangan tahunan. Khusus untuk perusahaan tertentu seperti bank dan asuransi yang mempunyai metode khusus dalam penggolongan aktiva, maka penggolongan aktiva harus dilakukan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku. 1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
13
Penyajian Apabila perusahaan melaporkan ringkasan informasi keuangan
pada tanggal laporan keuangan interim, data berikut merupakan data minimum yang harus dilaporkan: pendapatan atau penjualan kotor, beban, estimasi pajak penghasilan, pos luar biasa (termasuk pengaruh terhadap pajak penghasilan yang terkait), pengaruh kumulatif perubahan akuntansi, perubahan akuntansi dan laba bersih; data laba bersih per saham untuk setiap periode interim yang disajikan; pendapatan dan beban musiman; perubahan yang penting dalam taksiran pajak penghasilan; pelepasan suatu segmen usaha, pos luar biasa, transaksi tidak biasa dan tidak sering terjadi; kewajiban kontinje n; perubahan akuntansi; dan perubahan yang material pada unsur laporan arus kas.
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
14
Penyajian Suatu perubahan kebijakan akuntansi harus diterapkan secara
retrospektif dengan melaporkan jumlah setiap penyesuaian yang terjadi yang berhubungan dengan periode sebelumnya sebagai suatu penyesuaian pada saldo laba awal periode (retained earnings), kecuali jika jumlah tersebut tidak dapat ditentukan secara wajar. Informasi komparatif harus dinyatakan kembali, kecuali jika untuk melaksanakannya dianggap tidak praktis. Pengaruh perubahan akuntansi terhadap hasil keuangan untuk periode interim pada periode interim berikutnya harus diungkapkan . Laporan keuangan interim terakhir, misalnya triwulan keempat tidak perlu disusun karena pada dasarnya laporan keuangan tersebut dapat digantikan dengan laporan keuangan tahunan. Dalam hal laporan keuangan interim triwulan keempat hendak diterbitkan, maka penerbitannya dilakukan bersamaan dengan penerbitan laporan keuangan tahunan. Di samping itu, isi dari laporan keuangan interim triwulan keempat harus merupakan selisih dari laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan interim sebelumnya tahun yang bersangkutan.
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
15
IAS 34 Interim period: Financial reporting period shorter than
full financial year. Interim Financial Report: a financial report that contains either a complete or condensed set of financial statement for interim period. Basic and diluted EPS should be presented on the face of income statement. Measurement for interim reporting purposes should be made a year to date basis. The definitions and recognition criteria apply whether dealing with interim or annual financial report. No exception for inventory
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
16
SEGMENT REPORTING
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
17
Segmen Report Pernyataan ini menjelaskan pelaporan
informasi keuangan menurut segmen dari suatu perusahaan - khususnya :
yang beroperasi dalam industri wilayah geografis
yang berbeda.
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
18
Ruang Lingkup Pernyataan ini berlaku bagi perusahaan yang menerbitkan
surat-surat berharga yang diperdagangkan kepada publik. Entitas yang secara ekonomi signifikan, termasuk anak perusahaan, adalah entitas dengan tingkat pendapatan, laba, aktiva atau jumlah tenaga kerja yang signifikan di negara tempat operasi utama perusahaan dilaksanakan. Apabila yang disajikan meliputi baik laporan keuangan induk perusahaan maupun laporan keuangan konsolidasi, maka informasi yang dimaksud dalam Pernyataan ini hanya perlu disajikan dalam bentuk informasi yang dikonsolidasikan. Apabila laporan keuangan anak perusahaan juga diterbitkan, maka informasi menurut segmen juga perlu disajikan untuk anak perusahaan .
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
19
Definisi Segmen Segmen perusahaan adalah komponen suatu entitas yang
aktivitasnya mewakili kegiatan usaha utama atau kelompok pelanggan. Suatu segmen dapat berbentuk sebuah anak perusahaan, suatu divisi, suatu departemen, dalam beberapa hal sebuah joint venture atau anak perusahaan lain bukan investasi. Aktiva, kinerja dan aktivitas segmen tersebut secara jelas dapat dipisahkan secara fisik dan operasional dari aktiva, kinerja dan aktivitas yang lain dalam entitas yang sama. Segmen Industri adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda menurut pembagian industri, atau sekelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda, terutama untuk para pelanggan di luar perusahaan. Sebagai misal, industri dapat dikelompokkan menjadi industri perhotelan dan pariwisata, industri transpor, industri pertambangan, industri jasa profesional dan lain-lain. Segmen Geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dan mempunyai usaha di suatu atau sekelompok negara dalam suatu wilayah geografis tertentu.
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
20
Pendapatan dan Beban Segmen Pendapatan Segmen adalah pendapatan yang
dapat diatribusikan atau dikaitkan secara langsung pada suatu segmen, atau bagian yang relevan dari pendapatan yang dapat dialokasikan secara layak pada suatu segmen. Pendapatan ini merupakan hasil transaksi baik dengan pihak luar perusahaan maupun dengan segmen lain dalam perusahaan yang sama. Beban Segmen adalah beban yang dapat diatribusikan secara langsung pada suatu segmen atau bagian yang relevan dari suatu beban yang dapat dialokasikan secara layak sebagai beban suatu segmen . 1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
21
Latar Belakang Tingkat profitabilitas, kesempatan berkembang, prospek masa
depan dan risiko investasi sangat berbeda di antara segmensegmen industri dan geografis. Para pemakai laporan keuangan memerlukan informasi segmen untuk mengkaji prospek dan risiko suatu perusahaan yang didiversifikasi, suatu informasi yang tidak dapat diperoleh dari data yang diagregasikan. Tujuan penyajian informasi menurut segmen adalah menyediakan informasi bagi para pemakai laporan keuangan mengenai skala relatif, kontribusi laba, dan trend pertumbuhan dari berbagai industri dan wilayah geografis perusahaan yang didiversifikasi untuk memungkinkan para pemakai laporan keuangan membuat pertimbangan yang lebih baik terhadap perusahaan secara keseluruhan.
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
22
Dasar segmentasi Penjualan kepada pelanggan yang tak mempunyai
hubungan istimewa, memberi peluang dasar segmentasi dasar segmentasi jenis-jenis pendapatan sebesar 10 persen ke atas, Apabila laba operasi merupakan hal yang penting, maka laba operasi atau rugi operasi 10 persen ke atas disajikan terpisah, Apabila penggunaan aktiva adalah penting, maka aktiva segmen berjumlah 10 persen ke atas dari Jumlah aktiva entitas dilaporkan terpisah.
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
23
Criteria segment (IAS 4) Internal and external segment revenue is
10% or more from total revenue all segments The segment result is 10% or more of the total combined result of all segments in profit or loss Its assets are 10% or more of the total assets of all the segments
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
24
Segment (IAS 4) If segment’s revenue is mainly from internal sources
it will not be classed as a reportable segment. A segment can be reported even though it might not meet these threshold test because the performance of each segment is based on factors that are significantly different from other factors of business within the entity. Additional segments should be disclosed if the total external revenue attributed to the reporting segments constitutes less than 75% of the total consolidated or corporate revenue. The disclosure is necessary even if these additional segments do not meet any of the 10% threshold criteria. 1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
25
Hasil Segmen Hasil segmen adalah selisih antara pendapatan segmen dan
beban segmen dan umumnya mencerminkan laba usaha, meskipun dasar yang lain sering lebih cocok. Penghasilan bunga dan beban bunga biasanya tidak termasuk dalam hasil segmen kecuali kalau operasi segmen terutama bersifat finansial. Juga pajak penghasilan, hak minoritas (minority interest) dan pos luar biasa (extraordinary item) lazimnya tidak dimasukkan sebagai hasil segmen. Kalau pendapatan dan beban tidak dapat langsung diatribusikan pada suatu segmen tetapi terdapat dasar alokasi yang layak, maka pendapatan dan beban tersebut dapat dialokasikan dengan menggunakan dasar yang layak tersebut. Beban bersama pada banyak perusahaan seperti beban kantor pusat tidak dialokasikan pada masing- masing segme n karena beban tersebut dimanfaatkan bersama sedemikian rupa sehingga alokasi di antara segmen dipandang tidak bermanfaat. 1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
26
Aktiva dan Kewajiban Segmen Pengungkapan aktiva segmen memberikan indikasi
penggunaan sumber daya untuk mencapai hasil operasi segmen. Aktiva semacam itu termasuk semua aktiva berwujud dan tak berwujud yang dapat diidentifikasi pada segmen tertentu. Aktiva yang dimanfaatkan oleh dua atau lebih segmen harus dialokasikan di antara segmen-segmen tersebut dengan dasar alokasi yang layak. Kewajiban biasanya tidak dialokasikan karena dianggap berkaitan dengan perusahaan secara keseluruhan atau karena dipandang meningkatkan hasil pembelanjaan dan bukan hasil operasi . 1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
27
Informasi yang Disajikan Uraian kegiatan setiap segmen industri yang
dilaporkan dan indikasi mengenai komposisi setiap wilayah geografis yang dilaporkan, penjualan atau pendapatan operasi lainnya, dengan pemisahan antara pendapatan dari pelanggan di luar perusahaan dan pendapatan dari segmen lain, hasil segmen, dan aktiva segmen yang digunakan, dinyatakan baik dalam jumlah uang atau sebagai persentase dari jumlah yang dikonsolidasikan. Hubungan antara jumlah dari informasi pada segmen-segmen individual dan informasi agregat dalam laporan keuangan diperjelas dengan menyajikan rekonsiliasi.
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
28
Penyajian Perusahaan harus menggambarkan aktivitas masing- masing
segmen industri dan menunjukkan komposisi masing- masing wilayah geografis yang dilaporkan. Untuk setiap segmen industri dan geografis yang dilaporkan, informasi keuangan berikut ini harus diungkapkan: penjualan atau pendapatan operasi lainnya, dibedakan antara pendapatan yang dihasilkan dari pelanggan di luar perusahaan dan pendapatan dari segmen lain, hasil segmen, aktiva segmen yang digunakan, dinyatakan dalam jumlah uang atau sebagai persentase dari jumlah yang dikonsolidasikan, dan dasar penetapan harga antar segmen. Perusahaan harus menyajikan rekonsiliasi antara informasi segmen-segmen individual dan informasi keseluruhan dalam laporan keuangan. 1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
29
Perubahan Penentuan Segmen Perubahan dalam penentuan segmen dan
perubahan dalam praktek akuntansi yang digunakan dalam pelaporan informasi segmen yang membawa pengaruh material terhadap informasi segmen harus diungkapkan. Pengungkapan tersebut harus mencakupi uraian mengenai hakekat perubahan, penjelasan mengenai alasan perubahan dan pengaruh dari perubahan sepanjang informasi dapat ditentukan secara wajar. 1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
30
TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA 1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
31
Tujuan Pernyataan ini berhubungan dengan :
1/26/2010
pengungkapan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa transaksi antara perusahaan pelapor dan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
32
Bukan transaksi hubungan istimewa dalam laporan keuangan konsolidasi sehubungan
dengan transaksi intra-kelompok. dalam laporan keuangan induk perusahaan bila laporan itu tersedia atau ikut diterbitkan bersama dengan laporan keuangan konsolidasi. dalam laporan keuangan anak perusahaan yang dimiliki seluruhnya oleh induk perusahaan dan telah disusun laporan keuangan konsolidasinya, laporan keuangan badan usaha milik negara/daerah mengenai transaksi dengan badan usaha milik negara/daerah lainnya.
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
33
Hubungan Istimewa A. perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries), mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries); B. perusahaan asosiasi (associated company); C. perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor);
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
34
Hubungan Istimewa D. karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; E. perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam (c) atau (d), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaanperusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor.
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
35
Bukan Hubungan Istimewa A.
Pihak-pihak berikut : A. penyandang dana B. serikat dagang; C. perusahaan pelayanan umum (public utilities); D. departemen dan instansi pemerintah; Dalam pelaksanaan urusan normal dengan perusahaan pelapor (meskipun pihak-pihak tersebut dapat membatasi kebebasan suatu perusahaan atau ikut serta dalam proses pengambilan keputusan).
A.
Satu-satunya pelanggan, pemasok, pemegang perwakilan/agen umum dengan siapa suatu perusahaan usaha dengan volume yang signifikan, semata-ekonomis yang diakibatkan oleh keadaan.
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
36
Persoalan Hubungan Istimewa
Hubungan istimewa dengan suatu pihak dapat mempunyai dampak atas posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan pelapor. Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dapat melakukan transaksi yang tidak akan dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa. Transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa juga dapat dilakukan dengan harga yang berbeda dengan transaksi serupa yang dilakukan antara pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa. Posisi keuangan dan hasil usaha dari suatu perusahaan dapat terpengaruh oleh hubungan istimewa dengan suatu pihak walaupun tidak terjadi sesuatu transaksi dengan pihak tersebut. Suatu hubungan istimewa dapat mempengaruhi transaksi perusahaan pelapor dengan pihak lain. Di samping itu, suatu tindakan dapat tertunda karena pengaruh yang signifikan dari pihak lain.
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
37
Pengungkapan
Transaksi berikut ini
pembelian atau penjualan barang, pembelian atau penjualan properti dan aktiva lain, pemberian atau penerimaan jasa, pengalihan riset dan pengembangan, pendanaan (termasuk pemberian pinjaman dan penyetoran modal baik secara tunai maupun dalam bentuk natura), garansi dan penjaminan (collateral), dan kontrak manajemen.
hakekat transaksi dan unsur-unsur transaksi yang diperlukan agar laporan keuangan tersebut dapat dimengerti. Unsur-unsur ini biasanya mencakup:
1/26/2010
suatu petunjuk mengenai volume transaksi, baik jumlahnya maupun proporsinya, jumlah atau proporsi pos-pos terbuka (outstanding items), kebijakan harga.
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
38
1/26/2010
Pelaporan Akuntans Keuangan 11
39