BAB III METODE PENELITIAN
Bagian ini akan memaparkan pembahasan tentang 1) Desain penelitian, 2) variabel penelitian dan instrumen penelitian, 3) sumber data penelitian, 4) hipotesis penelitian, 5) populasi dan sampel penelitian, 6) prosedur penelitian, 7) teknik pengumpulan data, 8) teknik analisis data. A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dengan desain nonrandomized control-group pretest-posttest design, di mana sekelompok subjek diambil dari populasi tertentu dan dilakukan pretest kemudian dikenai treatment secara berturut-turut. Setelah diberikan treatment, subjek tersebut diberikan posttest untuk mengukur hasil belajar pada kelompok tersebut. Evaluasi yang diberikan mengandung bobot yang sama. Perbedaan antara hasil pretest dengan posttest tersebut menunjukkan hasil dari perlakuan yang telah diberikan. Desain penelitian yang dipakai pada penelitian ini yaitu nonrandomized control-group pretest-posttest design (Isaac dan Michael, 1971: 43), skemanya adalah: Tabel. 3.1. Skema Nonrandomized Control-Group Pretest-Posttest Design
Experimental = kelompok siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) Control = kelompok siswa yang tidak mendapatkan pembelajaran model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) T1 = hasil prates kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan T2 = hasil pascates kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan T1 = hasil prates kelompok kontrol sebelum diberikan perlakuan T2 = hasil pascates kelompok kontrol SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
36
37
X .
= treatment yang diberikan pada kelompok eksperimen = Tidak adanya perlakuan pada kelompok kontrol Seperti telah dipaparkan pada bab pertama, tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui keefektifan Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran apresiasi puisi anak pada siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung. Penelitian dilakukan pada siswa kelas V (lima). Pemilihan siswa tersebut karena mata pelajaran bahasa Indonesia materi “puisi” diberikan dikelas V (lima). Dalam penelitian ini penulis tidak melakukan pemilihan subjek penelitian secara random, tetapi menerima kondisi subjek penelitian seperti apa adanya. Desain penelitian ini menempatkan siswa dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, kemudian kedua kelompok diberi tes awal. Selanjutnya kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) sedangkan kelompok kontrol bukan model tersebut. Setelah pembelajaran berakhir, kedua kelompok diberi tes akhir.
B. Variabel Penelitian Berdasarkan kedudukannya variabel dibedakan menjadi dua yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang nilainya mempengaruhi variabel terikat. Sebaliknya variabel terikat adalah variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel bebas (Purwanto, 2008, hlm. 88). Penelitian ini mengandung tiga variabel. Adapun variabel penelitian ini adalah : 1. Variabel bebas (independent), adapun variabel bebas pada penelitian ini yaitu Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) 2. Variabel terikat (dependent), adapun variabel terikat pada penelitian ini adalah Kemampuan menulis puisi merupakan rangkaian kata yang indah hasil kreativitas seseorang berdasarkan pengalaman imajinatif, emosional dan intelektual yang mampu membangkitkan perasaan dan panca indera yang kemudian disusun secara berirama dengan teknik tertentu sehingga memberi kesan keindahan kepada pembaca. dan kemampuan kosakata Kemampuan kosakata adalah kemapuan anak dalam memahami dan mengekspreikan kata-kata. SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
38
C. Definisi Operasional Penelitian Agar tidak terjadi kekeliruan dalam memahami variabel penelitian ini, maka perlu penulis jelaskan istilah-istilah yang menjadi kata kunci dalam penelitian, yang tertuang 1. Model Pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) adalah sebuah pola atau rencana pembelajaran yang menekankan pada proses kerja sama dalam kelompok, dengan memposisikan guru sebagai fasilitator. Dalam TGT semua anggota kelompok mendapatkan kesempatan yang sama untuk melakukan permainan dengan kelompok lain guna mendapatkan skor bagi kelompoknya
masing-masing.
Langkah-langkah
pembelajaran
model
kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) adalah membentuk kelompok kooperatif memberi informasi materi atau bahan ajar, bekerja kelompok dan games, persentasi kelompok, melaksanakan tournament, dan memberikan reward. 2. Kemampuan menulis puisi merupakan rangkaian kata yang indah hasil kreativitas seseorang berdasarkan pengalaman imajinatif, emosional dan intelektual yang mampu membangkitkan perasaan dan panca indera yang kemudian disusun secara berirama dengan teknik tertentu sehingga memberi kesan keindahan kepada pembaca. Adapun ukuran kemampuan menulis puisi seseorang siswa meliputi faktor-faktor sebagai berikut : (1) kepaduan makna antar baris dan bait, (2) kesesuaian judul dan tema dengan isi, (3) diksi, (4) gaya bahasa, (5) rima, (6) amanat/pesan, 3. Kemampuan kosakata adalah kemampuan anak dalam memahami dan mengekspreikan kata-kata. Adapun ukuran kemampuan kosakata seseorang meliputi faktor-faktor sebagai berikut : (1) ketepatan ucapan, (2) penempatan tekanan dan nada yang sesuai, (3) pilihan kata, (4) ketepatan sasaran pembicaraan.
D. Instrumen penelitian
SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
39
Instrumen penelitian yang digunakan adalah istrumen tes, berupa tes bentuk uraian untuk mengukur kemampuan menulis puisi dan kosakata. 1. Instrumen kemampuan menulis puisi dan kosakata Soal tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan menulis puisi dan kosakata yang berbentuk petunjuk dalam pembuatan soal puisi di awali perintah soal yang dilanjutkan dengan membuat soal dan aturan pemberian skor untuk masing-masing butir soal. Adapun skor peniliaan kemampuan menulis puisi dan kosakata yaitu: tabel 3.1 skor penilaian menulis puisi
no.
indikator
skor
1.
kepaduan
4
makna antar baris dan bait
3
2
1
2.
kesesuaian
4
judul dan tema dengan isi
judul puisi-pemilihan judul kreatif. 3
2
1 3.
Diksi
kriteria sangat baik: gagasan tiap bait jelas-susunan baris teratur-ada kepaduan makna dalam tiap baris dan tiap bait puisi. baik: gagasan tiap bait jelas-susunan baris kurang teratur-ada kepaduan makna dalam tiap baris dan tiap bait puisi. cukup baik: gagasan tiap bait kurang jelas-susunan baris kurang teratur-kurang ada kepaduan makna dalam tiap baris dan tiap bait puisi. kurang baik: gagasan tiap bait tidak jelas-susunan baris tidak teratur- tidak ada kepaduan makna dalam tiap baris dan tiap bait puisi. sangat baik: isi sangat sesuai dengan tema yang ditentukan-isi sangat sesuai dengan
4
baik: isi sesuai dengan tema yang ditentukan-isi sesuai dengan judul puisi-pemilihan judul kurang kreatif. cukup baik: isi kurang releven dengan tema yang ditentukan-isi kurang releven dengan judul puisi-pemilihan kurang judul kreatif. kurang baik: isi tidak releven dengan tema yang ditentukan-isi tidak releven dengan judul puisi-pemilihan judul tidak kreatif. sangat baik: pemilihan kata tepat-tidak bersifat
SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
40
3 2 1
4.
gaya bahasa
4
3
2 1 5.
Rima
4
3
2
1
6.
amanat/pesan
4 3 2 1
keseharian-penggunaan kata efektif. baik: pemilihan kata tepat-tidak bersifat keseharianpenggunaan kata kurang efektif. cukup baik: pemilihan kata tepat-bersifat keseharianpenggunaan kata efektif. kurang baik: pemilihan kurang kata tepat-bersifat keseharian-penggunaan kata kurang efektif. sangat baik: penggunaan minimal 3 variasi gaya bahasa-tepat-sangat mengekspresikan pikiran yang diungkapkan. baik: penggunaan minimal 2 variasi gaya bahasatepat- mengekspresikan pikiran yang diungkapkan. cukup baik: penggunaan minimal 1 variasi gaya bahasa-tepat-cukup mengekspresikan pikiran yang diungkapkan. kurang baik: tidak menggunakan gaya bahasa. sangat baik: adanya penggunaan minimal 3 variasi rima-memunculkan irama yang sangat menarik dalam puisi. baik: adanya penggunaan minimal 2 variasi rimamemunculkan irama yang menarik dalam puisi. cukup baik: adanya penggunaan minimal 1 variasi rima-memunculkan irama yang cukup menarik dalam puisi. kurang baik: tidak menggunakan variasi rima-tidak memunculkan irama yang menarik dalam pusi. sangat baik: adanya penyampaian amanat-jelas-dapat dimengerti. baik: adanya penyampaian amanat-kurang jelaskurang dapat dimengerti. cukup baik: adanya penyampaian amanat-tidak jelastidak dapat dimengerti. kurang baik: tidak ada penyampaian amanat.
SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
41
Tabel. 3.2 Skor Penilaian Kemampuan Kosa Kata
No Indikator 1 kemampuan kosa kata baru terkait langsung dengan aspek perceptual, asosiasi, sensori dan gagasan dari menulis puisi
2
Kemampuan explorasi dan pengembangan makna kosa kata khusus: waktu, ukuran emosi
Skor Kriteria Anak mampu menyampaikan 4 pesan/amanat yang terkait dengan menulis puisi Dapat memilih kata dengan tepat dan 3 sesuai ketika menulis puisi. Dapat menuliskan sebuah kata dengan 2 penuh kenyakinan dan benar. Anak mampu menuliskan kata benda, kata kerja, kata sifat, kata keterangan, kata 1 Ganti, kata perangkai didalam menulis puisi. Dapat mengetahui tentang makna kata-kata 4 tersebut. Dapat menentukan pilihan kata dan 3 diungkapkan kembali dengan bahasa tulis dengan baik. Dapat menuliskan 2-4 kalimat sederhana 2 yang dapat dimengerti oleh temantemannya. Dapat menuliskan kembali pengalaman Games (permainan) turnamen bersama 1 teman-teman secara lebih detail kepada gurunya.
E. Populasi dan Sampel Penelitian. 1. Populasi Sugiyono (dalam Purwanto, 2008. Hlm. 241), mengemukakan populasi sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas atau karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Sementara Hadjar (dalam Purwanto, 2008. Hlm. 241) menyatakan bahwa populasi adalah suatu kelompok besar individu yang mempunyai karakteristik umum yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung yang terdiri dari dua kelas yang berjumlah 66 siswa. Pembagian kelas dapat dilihat pada tabel di bawah ini. SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
42
Tabel 3. Daftar Jumlah Siswa per Kelas No 1 2
Kelas VA VB Jumlah
Jumlah Siswa 33 33 66
2. Sampel Sampel berarti contoh. Soenarto (dalam Purwanto, 2008. Hlm. 242) menyatakan bahwa sampel adalah suatu bagian yang dipilih dengan cara tertentu untuk mewakili keseluruhan kelompok populasi. Sampel yang diambil dari populasi bukan semata-mata sebagian dari populasi, tetapi haruslah representatif, sampel diambil sebagian dari populasi dengan cara tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan. Populasi penelitian ini langsung dijadikan sampel penelitian yakni kelas VA yang terdiri 33 orang siswa dan kelas VB yang terdiri dari 33 orang siswa. Pada kelas VA, diberikan perlakuan pembelajaran kooperatif tipe TGT dijadikan kelas eksperimen, sedangkan kelas VB tidak diberikan pembelajaran kooperatif tipe TGT atau kelas kontrol. Pada setiap kelas baik kelas VA maupun kelas VB diberikan pembelajaran oleh guru, untuk menjaga agar langkah-langkah setiap pembelajaran
dapat
terlaksana
dikelas.
Penentuan
tersebut
berdasarkan
pertimbangan guru bahasa Indonesia di sekolah tersebut dengan mengambil kelas yang sudah ada. Alur teknik pengambilan sampel dapat dilihat pada gambar di bawah ini. V A Kelompok Eksperimen
Siswa Kelas V SD Labschool UPI Bandung
SAMPEL Kelas V A Dan Kelas V B V B Kelompok Kontrol
Gambar 1. Alur Teknik Pengambilan Sampel Dari pengundian tersebut kemudian dihasilkan kelompok V B sebagai kelompok kotrol dan kelas V A sebagai kelompok eksperimen. SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
43
F. Prosedur Penelitian. Rancangan penelitian merupakan pola aktivitas proses penelitian dari awal hingga akhir. Penelitian ini dimulai dari aktivitas studi pendahuluan hingga diperoleh hasil akhir penelitian, sesuai dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Tahap-tahap kegiatan yang dilaksanakan dalam penelitian ini dapat dipaparkan sebagai berikut. 1. Tahap Persiapan Pada tahap ini ada beberapa komponen yang harus disusun dan direncanakan sebagai berikut. a. Pengumpulan data awal di lapangan. Ada dua jenis data yang dikumpulkan pada tahap ini, yakni data tentang kegiatan pembelajaran sastra, khususnya puisi dan data tentang materi pembelajaran bahasa yang terdapat dalam silabus SD Labschool UPI Bandung. Data awal tentang pembelajaran bahasa di SD diperoleh melalui kegiatan pengamatan langsung. Pengamatan difokuskan pada proses pembelajaran “Puisi”. Kegiatan pengamatan dilakukan selama tiga kali pertemuan pelajaran tersebut. Untuk melengkapi data tersebut, peneliti melakukan wawanacara dengan beberapa siswa dan guru pelajaran bahasa “Puisi”. Selanjutnya informasi dari hasil pengamatan langsung dan wawancara tersebut akan dikaji sebagai salah satu dasar pemikiran dalam Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran puisi. Kajian silabus mata pelajaran bahasa di SD Labschool UPI Bandung dilakukan untuk memperoleh informansi tentang keberadaan materi puisi anak dan Teams Games Tournament (TGT). Kedua data tersebut dibutuhkan untuk menyusun materi pelajaran yang akan disampaikan selama proses penelitian. b. Kajian pustaka. Kajian pustaka meliputi: 1) model-model mengajar, 2) pengembangan konsep berpikir, dan 3) pengkajian dan apresiasi puisi. Dari hasil kajian pustaka selanjutnya disusun Teams Games Tournament (TGT). SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
44
c. Pemilihan materi pembelajaran. Dalam hal ini penulis telah memilih sejumlah puisi anak. Materi puisi terbagi dua, yakni pertama materi puisi sebagai contoh yang kata kuncinya telah disediakan oleh guru dan kedua materi yang akan dianalisis secara sepenuhnya oleh siswa. Disamping itu dipersiapkan juga materi teori tentang Teams Games Tournament (TGT) makna asosiatif, dan puisi anak. d. Pengembangan awal model, dalam hal ini penulis menggunakan konsep awal Teams Games Tournament (TGT) untuk pembelajaran puisi. e. Instrument penelitian, dalam hal ini penulis menyusun pedoman observasi dan angket untuk menggali sejumlah data dari proses dan hasil penerapan model pembelajaran, aktivitas guru dan siswa, serta tanggapan siswa dan guru yang diperoleh melalui angket. f. Jenis observasi dan angket, observasi yang digunakan adalah observasi yang digunakan adalah observasi partisipatif. Peneliti hanya berperan sebagai observer, sedangkan penerapan model mengajar (guru) adalah rekan sejawat. Angket yang digunakan jenis tertutup dengan empat pilihan jawaban. 2. Tahap Pelaksanaan a. Tahap Prates Prates yaitu tes awal yang diberikan sebelum pelajaran dimulai. Prates ini
diberikan baik kepada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol, sehingga diketahui sejauh mana hasil belajar siswa tersebut sebelum diberikan materi pelajaran. b. Tahap Pembelajaran Tahap pembelajaran adalah tahapan yang menjadi acuan dalam penelitian ini. Tahapan pembelajaran untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol telah dibedakan. Kelompok eksperimen dalam kegiatan belajar mengajarnya menggunakan treatment berupa penggunaan media modul menggunakan mesin untuk operasi dasar untuk penyampaian materinya. Sedangkan untuk kelompok kontrol dalam kegiatan belajarnya menggunakan media papan tulis dalam proses penyampaian materinya.
SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
45
c. Tahap Pascates Tahap terakhir dalam proses pembelajaran ini yaitu pemberian pascates. pascates diberikan untuk mengetahui hasil pembelajaran dari kelompok eksperimen
yang diberi
perlakuan pembelajaran
dengan media
modul
menggunakan mesin untuk operasi dasar dengan kelompok kontrol yang dalam proses pembelajarannya tidak menggunakan perlakuan media. 3. Tahap Evaluasi dan Pembuatan Laporan Tahap evaluasi yaitu tahapan penelitian mengenai pengolahan data terhadap hasil belajar siswa. Dalam tahap evaluasi ini dibandingkan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol untuk penyusunan laporan penelitian tersebut.
G. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan guna menjawab permasalahan yang telah dirumuskan. Penelitian ini menggunakan soal berupa petunjuk untuk membuat sebuah puisi yang dimana penilaiannya berdasarkan tabel skor penilaian kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosakata (terlampir)
H. Teknik Analisis Data Menurut Arikunto (2006, hlm. 314) sebelum menganalisis data harus dilakukan dahulu penyajian normalitas dan homogenitas. Dengan demikian maka uji normalitas dan uji homogenitas adalah uji prasyarat sebelum uji analisis dilakukan. 1.
Prosedur atau teknik pengolahan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Data hasil menulis puisi yang dibuat oleh siswa diolah secara kualitatif. Analisis secara kualitatif tersebut dilakukan terhadap aspek: a. Penggunaan landasan satuan bahasa dalam proses penafsiran (data 1); b. Pemanfaatan karakteristik puisi anak dalam hasil penafsiran (data 2); c. Kelengkapan cerita hasil penafsiran (data 3); d. Ketepatan hasil penafsiran (data 4)
SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
46
Selanjutnya, data kualitatif tersebut diubah menjadi data kuantitatif yang didapat dari hasil tes diolah melalui penskoran dalam bentuk data ordinal.Penskoran dilakukan berdasarkan kriteria skor yang telah penulis susun. 2.
Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada peningkatan masing-masing aspek antara siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol, data diolah dengan bantuan Microsoft Excel XP (2007) dan SPSS Statistics 16.0 (2008) melalui langkah-langkah sebagai berikut. a. Uji normalitas data gain masing-masing aspek dari kedua kelas menggunakan statistik Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk Test. b. Apabila pasangan data aspek yang sama keduanya berdistribusi normal dilanjutkan dengan uji homogenitas varians dengan menggunakan Levene’s Test c. Apabila diketahui kedua data berdistribusi normal dan varians homogeny, signifikani perbedaan rata-rata gain kedua kelompok dihitung dengan uji t menggunakan uji statistik Compare Mean Independent Sampeles Test. d. Apabila salah satu atau kedua data pada aspek yang sama tidak berdistribusi
normal,
signifikansi
perbedaan
rata-rata
gain
diuji
menggunakan Wilcoxon Test. e. Kesimpulan mengenai penerimaan atau penolakan hipotesis dapat disimpulkan dengan membandingkan antara nilai t hitung dengan t tabel. Nilai dk ditentukan berdasarkan ketentuan di atas dengan taraf kesalahan 5% untuk uji dua fihak. Bila harga t hitung lebih kecil dari t tabel (t hitung < t tabel), maka Ho diterima dan Ha ditolak. 3. Uji Homogenitas Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui homogen atau tidaknya distribusi dua kelompok data. Jika kedua kelompok distribusi data mempunyai varians yang sama maka kelompok tersebut dikatakan homogen. Untuk menguji kesamaan varians, rumus uji homogenitas (Sugiyono, 2010: 140) yang digunakan adalah sebagai berikut: ........................................................(8)
SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
47
Harga F hasil perhitungan dikonsultasikan dengan harga F tabel pada taraf signifikansi 5%, dengan dk pembilang = banyaknya data yang variansinya lebih besar – 1 dan dk penyebut = banyaknya data, yang variansinya lebih kecil – 1. Apabila Apabila F hitung ≤ Ftabel maka kedua kelompok data mempunyai varians yang homogen. 4. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi suatu data. Untuk data yang berdistribusi normal maka teknik analisis statistik parametris dapat digunakan. Sedangkan untuk data tidak berdistribusi normal maka digunakan teknik stastitik nonparametris untuk pengujian hipotesisnya. Teknik uji normalitas data menggunakan harga Chi Kuadrat (Sugiyono, 2010: 107). ...................................................................(9)
Keterangan :
=
Chi Kuadrat
fo = Frekuensi observasi fh = Frekuensi yang diharapkan Harga Chi Kuadrat hasil perhitungan dikonsultasikan dengan harga Chi Kuadrat tabel pada taraf signifikansi 5%. Jika harga Chi Kuadrat hitung (
) < harga Chi Kuadrat tabel (
), maka data berdistribusi normal.
5. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan setelah mengetahui tingkat homogenitas sampel dan normalitas distribusi datanya. Untuk data yang berdistribusi normal maka menggunakan statistik parametris dengan uji t-test. Rumus t-test ini digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen (Sugiyono 2010: 138). SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
48
Rumus tersebut yaitu : Separated Varians t
X 1 X
……….. ..........................................
2
s1 2
s2
n1
n2
........... (10)
2
Polled Varians
X
t
1
X
2
2
(n1 n2 )s1 (n2 1)s2
……………….. (11) 2
1
1
n n1 n2 2
n1
2
Keterangan :
T
: Nilai t hitung
X 1 : Rata-rata nilai sampel 1 X 2 : Rata-rata nilai sampel 2 n1
: Jumlah sampel 1
n2
: Jumlah sampel 2
s2 1
: Varians sampel 1
s2 2 : Varians sampel 2 Petunjuk pemilihan rumus t-test menurut Sugiyono (2010: 139) ada beberapa pertimbangan, antara lain: 2
2
a. Bila jumlah anggota sampel n1 = n2 dan varians homogen (σ1 = σ2 ), maka dapat digunakan rumus t-test, baik untuk Sparated maupun Polled Varians, SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
49
untuk mengetahui t tabel digunakan dk yang besarnya dk = n1 + n2 – 2. 2
2
b. Bila n1 ≠ n2 dan varians homogen (σ1 = σ2 ) dapat digunakan t-test dengan Polled Varians, besarnya dk = n1 + n2 – 2.
2
2
c. Bila n1 = n2 dan varians tidak homogen (σ1 ≠ σ2 ) dapat digunakan rumus Sparated maupun Polled Varians, dengan dk = n1 – 1 atau dk = n2 – 1. 2
2
d. Bila n1 ≠ n2 dan varians tidak homogen (σ1 ≠ σ2 ), untuk ini digunakan rumus Separated Varians. Harga t tabel dengan dk = n1 – 1 dan dk = n2 – 1, dibagi dua kemudian ditambah dengan harga t terkecil.
Kesimpulan mengenai penerimaan atau penolakan hipotesis dapat disimpulkan dengan membandingkan antara nilai t hitung dengan t tabel. Nilai dk ditentukan berdasarkan ketentuan di atas dengan taraf kesalahan 5% untuk uji dua fihak. Bila harga t hitung lebih kecil dari t tabel (t hitung < t tabel), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Sedangkan untuk data yang diperoleh tidak berdistribusi normal maka digunakan statistik non-parametris dengan tes kolmogorov-smirnov dua sampel. Tes ini digunakan untuk menguji hipotesis yang datanya telah tersusun pada tabel distribusi frekuensi kumulatif dengan menggunakan kelas-kelas. Rumus tes kolmogorov-smirnov (Sugiyono 2010: 156) yaitu: D = maksimum [Sn1 (X) – Sn 2 (X)] ……………………..……(12)
Keterangan : Sn1
= Jumlah sampel 1
Sn2
= Jumlah sampel 2
X
= Frekuensi
Harga KD merupakan harga KD yang diperoleh dari pembilang pada perhitungan tabel penolong pada tes kolmogorov-smirnov. Harga KD hitung tersebut kemudian dibandingkan dengan harga KD tabel dengan uji satu fihak, taraf kesalahan 5%, dan n (jumlah sampel) tertentu. Ho diterima apabila KD hitung ≤ KD tabel, dan Ha diterima apabila KD hitung ≥ KD tabel.
SUKMAH RAHMATDANI, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu