BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan Jenis penelitian ini adalah explanatory research, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang telah ditetapkan dengan uji hipotesis yang dirumuskan. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional sebab data dikumpulkan secara bersama, variabel diukur pada satu saat (point time aproch).24
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SDN Sompok 04 kelas V-VI 2. Sampel penelitian dalam penelitian ini adalah total dari populasi kelas V-VI SDN Sompok Semarang yang berjumlah 81 siswa dengan kriteria inklusi yang tidak menderita asma.
C. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel a. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah status gizi dan kesesuaian ukuran tubuh terhadap alat kerja b. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah tingkat kelelahan 2. Variabel pengganggu dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, penyakit, jenis pekerjaan, waktu kerja, masa kerja, suhu, kebisingan, penerangan, faktor psikologi, monotonitas pekerjaan. 3. Definisi Operasional a. Tingkat kelelahan Merupakan kelelahan umum yang dialami tenaga kerja atau siswa yang ditandai dengan perlambatan waktu reaksi dan ada perasaan lelah. Pengukuran kelelahan dengan menggunakan alat ukur waktu reaksi (reaction timer) terhadap rangsang cahaya. Waktu reaksi adalah waktu yang terjadi antara pemberian rangsang tunggal sampai timbulnya respon
terhadap rangsang tersebut. Diukur pada saat pertengahan jam kerja (waktu istirahat).6 Kategori : 1. Belum terjadi kelelahan (normal) : 150-240 mili detik 2. Kelelahan ringan
: >240-<410 mili detik
3. Kelelahan sedang
: 410-580 mili detik
4. Kelelahan berat
: >580 mili detik
Skala : interval b. Status gizi Adalah gambaran keseimbangan antara kebutuhan zat gizi dan masukan gizi yang diukur dengan menggunakan BMI (Body Mass Index) dengan cara mengukur berat badan menurut tinggi badan kuadrat (BB/TB2), kemudian diplotkan ke dalam tabel BMI untuk anak dari CDC agar diperoleh nilai status gizi menurut persentil.12 Kategori Status Gizi Anak Menurut Persentil 1. Kurang
: <3 persentil
2. Normal
: 3-97 persentil
3. Lebih
: >97 persentil
Skala : interval c. Kesesuaian ukuran tubuh terhadap alat kerja 1. Kesesuaian ketinggian meja Adalah kesesuaian antara ketinggian meja dengan tinggi siku posisi duduk yang diukur dengan mengukur tinggi meja (dari permukaan meja sampai lantai) dan mengukur tinggi siku pada posisi duduk (dari siku posisi duduk sampai telapak kaki). Sesuai (1) : jika ukuran tinggi meja minimal setinggi siku posisi duduk (± 10 cm diatas tinggi siku posisi duduk)3 Tidak sesuai (0) : jika ukuran tinggi meja adalah tidak setinggi siku posisi duduk. 2. Kesesuaian kedalaman / lebar meja
Adalah kesesuaian antara lebar meja dengan jangkauan lengan ke depan, dengan mengukur lebar meja (dari sisi dekat tubuh siswa ke arah depan) dan panjang lengan bawah (dari siku sampai ujung jari). Sesuai (1) : jika tidak melebihi jarak jangkauan tangan Tidak sesuai (0) : jika melebihi jarak jangkauan tangan (selisih 1cm/lebih dari jarak jangkauan tangan). 3. Kesesuaian tebal daun meja Adalah kesesuaian tebal daun meja yang dapat memberikan ruang gerak yang cukup bagi kaki, dengan mengukur tebal daun meja (dari permukaan atas sampai permukaan bawah meja) dan jarak ujung lutut ke permukaan meja. Sesuai (1) : jika dapat memberikan kebebasan bergerak pada kaki (≥ 5 cm) Tidak sesuai (0) : jika tidak dapat memberikan kebebasan bergerak pada kaki. 4. Kesesuaian kedalaman kursi Adalah kesesuaian antara kedalaman kursi dengan panjang tungkai atas, dengan mengukur kedalaman kursi (dari ujung depan kursi tempat lipat lutut sampai bagian belakang kursi) dan panjang tungkai atas (dari lipat lutut ke garis pinggang). Sesuai (1) : jika lebih pendek dari panjang lekuk lutut sampai dengan garis pinggang (selisih 1-2 cm kurang dari panjang lekuk lutut sampai garis pinggang) Tidak sesuai (0) : jika tidak lebih pendek dari panjang lekuk lutut sampai garis pinggang (panjang sama/lebih dari panjang lekuk lutut sampai garis pinggang) 5. Kesesuaian lebar kursi Adalah kesesuaian antara lebar kursi dengan lebar pinggul, dengan mengukur lebar kursi (dari ujung kiri sampai ujung kanan kursi) dan lebar pinggul (dari ujung pinggul kiri ke ujung pinggul kanan)
Sesuai (1) : jika lebih lebar dari pinggul (selisih 3 cm atau lebih dari lebar pinggul) Tidak sesuai (0) : jika kurang dari lebar pinggul 6. Kesesuaian lebar sandaran punggung Adalah kesesuaian antara lebar sandaran punggung dengan lebar punggung, dengan mengukur lebar sandaran punggung (dari ujung kiri sampai ujung kanan sandaran) dan lebar punggung (dari tepi bawah tulang belikat kiri ketepi bawah tulang belikat kanan) Sesuai (1) : jika lebar sandaran punggung lebih dari lebar punggung Tidak sesuai (0) :jika lebar sandaran punggung kurang dari lebar punggung 7. Kesesuaian tinggi sandaran punggung Adalah kesesuaian antara tinggi sandaran punggung dengan tinggi punggung, dengan mengukur tinggi sandaran punggung (dari bagian atas sandaran punggung sampai lantai / injakan kaki) dan tinggi pungugung (dari tepi bawah tulang belikat sampai telapak kaki pada posisi duduk) Sesuai (1) :
jika tinggi sandaran punggung sedikit lebih pendek (selisih 1-2 cm) atau sama dengan tinggi punggung.
Tidak sesuai (0) : jika tinggi sandaran punggung lebih panjang dari tinggi punggung
8. Kesesuaian ketinggian kursi Adalah kesesuaian antara tinggi kursi dengan tinggi lipat lutut, dengan mengukur tinggi kursi (dari permukaan kursi sampai lantai / injakan kaki) dan tinggi lipat lutut (dari lipat lutut sampai telapak kaki) Sesuai (1) : jika tinggi kursi sedikit lebih pendek dari tinggi lipat lutut (selisih 1-2 cm) Tidak sesuai (0) : jika tinggi kursi sedikit lebih panjang dari tinggi lipat lutut (selisih 1-2 cm).
Skor yang diperoleh dari perbandingan kesesuaian antara ukuran meja dan kursi belajar berdasarkan kriteria diatas kemudian dijumlahkan. Hasil penjumlahan skor ini dibagi menjadi 2 kategori berdasarkan nilai median dari jumlah skor sebagai berikut : Jumlah skor 1-4 : desain kursi dan meja tidak sesuai antropometri, dengan kode (0) Jumlah skor 5-8 : desain kursi dan meja sesuai antropometri, dengan kode (1).
D. Metode Penggumpulan Data 1. Sumber data a. Data primer yaitu data yang diperoleh dari pengukuran, observasi dan wawancara kepada siswa SDN Sompok Semarang b. Data sekunder yaitu data yang dikumpulkan dari pihak-pihak yang secara tidak langsung dan buku-buku referensi yang menunjang penelitian. 2. Alat pengumpulan data Dalam penelitian ini alat yang digunakan adalah : a. Reaction Timer Type L.77 Model MET/3001-MET-95, untuk mengukur tingkat kelelahan siswa b. Lembar data Reaction Timer c. Microtoise merk Stanley Mabo 0-200 cm, untuk mengukur tinggi badan siswa d. Timbangan injak merk CEBA EB8271 Max. 150 kg d=100g untuk menimbang berat badan siswa e. Meteran gulung merek Butterfly 150 cm untuk mengukur kesesuaian ukuran tubuh terhadap alat kerja. f. Lembar observasi. 3. Alur penelitiaan Alur dalam penelitian ini adalah : a. Studi pendahuluan b. Mengukur tingkat kelelahan dengan cara :6
1) Menghubungkan alat dengan sumber tenaga (listrik/baterai) 2) Alat dihidupkan dengan menekan tombol “on atau off” 3) Angka penampilan direset sehingga menunjukkan angka “0,000” dengan menekan tombol “nol” 4) Pilih rangsang cahaya dengan menekan tombol “cahaya” 5) Subyek yang akan diperiksa diminta menekan tombol subyek (kabel hitam) dan diminta secepatnya menekan tombol setelah melihat cahaya atau mendengar bunyi dari sumber rangsang 6) Untuk memberikan rangsang, pemeriksa menekan tombol pemeriksaan (kabel biru) 7) Setelah diberi rangsang, subyek menekan tombol maka pada layar kecil akan menunjukkan angka waktu reaksi dengan “satuan milli detik” 8) Pemeriksaan diulangi sampai 20 kali rangsang suara atau cahaya 9) Data yang dianalisis (diambil rata-rata) yaitu skor hasil 10 kali pengukuran di tengah (5 kali pengukuran awal dan akhir dibuang) 10) Catat keseluruhan hasil pada formulir 11) Setelah selesai pemeriksaan, pada alat tekan tombol “on atau off” pada off dan lepaskan alat dari sumber tenaga. c. Mengukur status gizi Menggunakan indeks antropometri dengan cara mengukur berat badan dan tinggi badan (BB/TB).11 1) Mengukur berat badan dengan cara : -
Pastikan alat dalam keadaan normal
-
Tanpa sepatu
-
Naik ke atas timbangan yang telah disediakan
-
Catat hasil penimbangan
2) Mengukur tinggi badan dengan cara : -
Tanpa sepatu
-
Berdiri tegak pada lantai datar, kaki sejajar
-
Muka ke depan, tangan tergantung disamping rapat
-
Tumit, pantat, bahu, kepala belakang menyentuh dinding
-
Microtoise ditempelkan ke dinding dan ditekan di atas kepala
-
Pengukuran dari garis melalui puncak kepala sampai telapak kaki
d. Pengukuran antropometri Pengukuran antropometri dengan menggunakan mikrotoise untuk mengukur tinggi badan, meteran gulung untuk mengukur panjang lengan dan tangan, panjang lengan bawah, panjang tungkai bawah, panjang tungkai atas, tinggi siku duduk, lebar pinggul, dan tepi bawah tulang belikat sampai pinggul. Cara pengukuran antropometri adalah sebagai berikut : 1) Tinggi siku pada posisi duduk a) Sikap duduk, badan tegak, muka menghadap ke depan b) Lengan atas vertikal, lengan bawah horizontal c) Pengukuran dari ujung siku sampai telapak kaki yang mendatar. 2) Panjang lengan bawah a) Sikap duduk, tangan dan lengan lurus ke depan b) Diukur dari siku sampai pergelangan tangan 3) Jarak ujung lutut a) Sikap duduk, badan tegak b) Paha horizontal, tungkai bawah vertikal c) Pengukuran dari ujung lutut sampai permukaan bawah meja. 4) Panjang tungkai bawah a) Sikap duduk, badan tegak b) Paha horizontal, tungkai bawah vertikal c) Pengukuran dari lekuk lutut sampai tumit 5) Panjang tungkai atas a) Sikap badan tegak b) Diukur dari lutut sampai garis vertikal yang melalui pinggang 6) Lebar pinggul a) Sikap duduk, badan tegak b) Diukur jarak horizontal pinggul dari sisi luar kanan sampai kiri, diambil yang paling lebar. 7) Tinggi sandaran punggung
a) Sikap badan tegak b) Diukur dari tepi bawah tulang belikat sampai garis pinggul 8) Lebar punggung a) Sikap duduk, badan tegak b) Diukur dari sisi kiri punggung sampai sisi kanan punggung e. Pengukuran meja dan kursi belajar Pengukuran meja dan kursi belajar dengan menggunakan meteran gulung 150 cm. Cara pengukuran meja dan kursi belajar adalah sebagai berikut : 1) Tinggi meja Diukur dari permukaan meja sampai lantai 2) Kedalaman / lebar meja Diukur dari sisi dekat tubuh siswa kearah depan 3) Tebal daun meja Diukur dari permukaan atas sampai permukaan bawah meja 4) Kedalaman kursi Diukur dari ujung depan alas duduk sampai ujung belakang 5) Lebar kursi Diukur dari sisi kanan alas duduk sampai sisi kiri 6) Tinggi alas kursi Diukur dari permukaan alas duduk sampai lantai 7) Lebar sandaran punggung Diukur dengan mengukur lebar punggung 8) Tinggi sandaran punggung Diukur dari tepi bawah tulang belikat sampai garis pinggul.
E. Metode Penggolahan dan Analisa Data 1. Pengolahan Data a. Editing Langkah
ini
dimaksudkan
untuk
memeriksa
kelengkapan
kesinambungan data dan keseragaman data yang telah dikumpulkan.
data,
b. Coding Coding yaitu melakukan klasifikasi dan pengkodean atas jawaban responden untuk memindahkan pengolahan data. c. Entry Entry data dilakukan untuk memasukan data dalam pengolahan data lebih lanjut dengan menggunakan fasilitas komputer d. Tabulating Merupakan kelanjutan dari entry data untuk mengelompokan data ke dalam suatu data tertentu menurut sifat-sifat yang sesuai dengan tujuan penelitian.25 2. Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menggunakan program computer statistik, melalui 2 jenis analisis statistik yaitu :25
a. Analisa deskriptif Dilakukan untuk mendiskripsikan setiap variabel penelitian dengan cara membuat tabel distribusi frekuensi setiap variabel. b. Analisa analitik Sebelum dilakuakan uji statistik dilakukan uji normalitas data dengan uji Kolmogorov Smirnov. Apabila data berdistribusi normal (p>0,05) uji statistik yang digunakan adalah korelasi product moment pearson, apabila data tidak berdistribusi normal (p<0,05) maka menggunakan uji Rank Spearman.
F. Jadwal Penelitian Kegiatan Pengajuan tema Penyusunan proposal
Waktu April 2008 Mei-Juni 2008
Seminar proposal
Juni 2008
Pengambilan data
Juni-Juli 2008
Penyusunan hasil penelitian
Juli-Agustus 2008
Ujian sekripsi
Agustus 2008