BAB I PENDAHULUAN
A.
Gambaran Umum Perusahaan 1.
Sejarah berdirinya DISHUBKOMINFO Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika atau biasa disebut Dishubkominfo di Kota Surakarta adalah salah satu dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam lingkungan Pemerintah Daerah Kota Surakarta yang berkedudukan sebagai Dinas Daerah. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta beralamat di Jl. Menteri Supeno No. 07 Manahan Surakarta 57139 Telp/Fax. (0271) 717470. Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentangKewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom,Pemerintah telah memberikan Otonomi kepada Daerah Kabupaten untuk menjalankan sistem pemerintahan daerah sendiri-sendiri. Mengingat hal tersebut, terbentuklah Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2005 tentang Peraturan Daerah Kota Surakarta Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Surakarta serta Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dann Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta. 1
2
Tugas Pokok dan Fungsi DISHUBKOMINFO
2.
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas pokok yaitu menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang lalu lintas, angkutan dan teknis sarana dan prasarana serta komunikasi dan informatika. Selain itu Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika mempunyai fungsi: 1)
Penyelenggaraan kesekretarian dinas
2)
Penyusunan rencana program, pengendalian, evaluasi dan pelaporan
3)
Penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas
4)
pengaturan angkutan orang dan barang
5)
Pembinaan usaha sarana dan prasarana teknis kendaraan dan bengkel
6)
Penyelenggaraan uji kendaraan
7)
Penyelenggaraan Komunikasi
8)
Penyelenggaraan Informatika
9)
Penyelenggaraan pengelolaan Terminal
10) Penyelenggaraan pengelolaan Perparkiran 11) Penyelenggaraan sosialisasi 12) Pembinaan jabatan fungsional 13) Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)
Visi dan Misi
3. a)
Visi
3
Terwujudnya lalu lintas, angkutan, teknik sarana dan prasarana, komunikasi, informatika, terminal tirtonadi dan perparkiranyang handal, cepat, tepat, tertib lancar, nyaman, selamat, efisien dan efektif sebagai pendorong, penggerak, dan penunjang pertumbuhan ekonomi, pendidikan, olahraga dan pariwisata Kota Surakarta. b)
Misi 1)
Menyelenggarakan administrasi keuangan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana perkantoran
2)
Menyelenggarakan manajemen dan rekayasa lalu lintas serta memberikan keselamatan dan ketertiban lalu lintas
3)
Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga sarana dan prasarana transportasi serta melakukan usaha tertib lalu lintas
4)
Menyelenggarakan
pelayanan
pengujian
kendaraan
bermotor dan perbengkelan 5)
Menyelenggarakan pelayanan sarana angkutan wisata dan sarana angkutan umum massal yang cepat, nyaman, selamat dan tarif terjangkau 6)
Menyelenggarakan pelayanan sarana dan prasarana
telekomunikasi dan pengembangan komunikasi serta informatika
4
7)
Menyelenggarakan pelayanan piranti lunak dan
keras serta jaringan informatikadan komunikasi publik 8)
Menyelenggarakan
pelayanan
moda
angkutan
umum dan penumpang, sarana dan prasarana Terminal Tirtonadi 9)
Menyelanggarakan pelayanan aktifitas, sarana dan
prasarana perpakiran 10) Menggali potensi serta meningkatkan Pendapatan
Asli Daerah
5
4. a.
Bidang – bidang DISHUBKOMINFO Sekretariat Bagian
sekretariat
mempunyai
tugas
pokok
melaksanakan pembinaan administrasi yang meliputi pembinaan penyusunan program perencanaan kerja keuangan umum dan kepegawaian,
evaluasi,
dokumentasi,
pelaporan
dan
6
memberikan pelayanan teknis administratif pada semua unsur organisasi dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. Sekretariat mempunyai fungsi: 1)
Pengumpul dan pengelolaan data serta penyusunan program dan rencana kerja dinas
2)
Pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan Pengelolaan urusan kepegawaian
3)
Pengelolaan surat menyurat, kehumasan dan kpotokoleran
4)
Pengumpul
dan
pengelolaan
kegiatan
evaluasi
menyurat
penataan
dokumentasi dan pelaporan 5)
Pengelolaan urusan keuangan
Sekretariat mempunyai tugas: 1)
Melaksanakan
kegiatan
surat
dokumentasi arsip dan pengadaan 2)
Menyiapkan
bahan
dan
melaksanakan
pengelolaan,
pengadaan, penyimpanan, inventarisasi, pemeliharaan, distribusi bahan dan penghapusan barang unit 3)
Menyiapkan
bahan
administrasi
perjalanan
dinas,
pelayanan akomodasi tamu, hubungan masyarakat dan keprotokolan 4)
Menyiapkan bahan usulan mutasi kepegawaian, meliputi usulan kepangkatan dalam jabatan, kenaikan gaji berkala pemindahan, pemberhentian dan pension pegawai
7
5)
Menyiapkan
bahan
pembinaan
pegawai
meliputi
pembinaan disiplin, pengawasan melekat, kesejahteraan, pemberian tanda jasa/penghargaan dan kedudukan hukum pegawai 6)
Menyiapkan bahan dan mengelola tata usaha kepegawaian dan absensi
7)
Menyiapkan
bahan
penyusunan
program
kegiatan
evaluasi, dokumentasi dan pelaporan 8)
Menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis kegiatan evaluasi dokumentasi dan pelaporan serta unsur organisasi dinas
9)
Menghimpun
dan
menyiapkan
bahan
penyusunan
bahan
penyusunan
bahan
penyusunan
pelaksanaan evaluasi kegiatan dinas 10) Menghimpun
dan
menyiapkan
pelaksanaan dokumen kegiatan dinas 11) Menghimpun
dan
menyiapkan
pelaksanaan pelaporan kegiatan dinas 12) Menyiapkan bahan koordinasi dengan unit kerja/instansi
terkait dalam rangka pelaksanaan kegiatan evaluasi dokumentasi dan pelaporan dinas 13) Menyiapkan bahan evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas 14) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
bidang tugas.
8
Sekretariat terdiri dari: 1)
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengelolaan urusan surat menyurat, pengadaan, rumah tangga, perlengkapan, pendistribusian, pemeliharaan, penghapusan barang unit, keprotokolan
dan
kehumasan
serta
melaksanakan
pengelolaan administrasi kepegawaian. 2)
Sub Bagian Keuangan Sub melakukan
Bagian
Keuangan
pengumpulan
dan
mempunyai
tugas
pengelolaan
data
penyusunan program dan rencana kerja dinas dan menyelenggarakan kegiatan pengelolaan keuangan dinas 3)
Sub Bagian Perencanaan & Evaluasi Sub Bagian Perencanaan & Evaluasi mempunyai tugas pokok melaksanakan pengumpulan pengelolaan data dalam
rangka
pelaksanaan
kegiatan
evaluasi
pendokumentasian dan pelaporan kegiatan unsure-unsur organisasi di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. b.
Bidang lalu lintas
9
Bidang lalu lintas mempunyai tugas pokok membantu kepala dinas dalam melaksanakan urusan lalu lintas dan angkutan. c.
Bidang Komunikasi Sebagai unsur pelaksana mempunyai tugas pokok
merencanakan, membagi tugas, memberi petunjuk, menyelia, mengatur, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaan urusan pengembangan dan pengendalian multimedia serta diseminasi informasi. d.
Bidang Informatika Bidang informatika mempunyai fungsi pelaksanaan
penerapan dan pengembangan teknologi informatika, dan pengembangan kemitraan media. e.
Bidang Angkutan Bidang Angkutan melakukan kegiatan pembinaan teknis
pengemudi angkutan umum Kota Surakarta dalam rangka peningkatan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, pemberian bantuan seragam kerja kepada operator angkutan umum dan taksi, bendi tetap dipertahankan sebagai sarana wisata yang beroperasi pada lokasi khusus yaitu di Manahan Surakarta, serta melakukan peremajaan kendaraan. Langkah pemerintah kota surakarta mengatasi permasalahan transportasi:
10
1)
Membuat grand design transportasi
2)
Kerjasama dengan direktorat jendral perhubungan darat
3)
Kerjasama dengan pihak damri
4)
Kerjasama dengan pihak swasta
5)
Melaksanakan program peningkatan sarana angkutan umum massal (SAUM)
Struktur organisasi bidang Angkutan
Gambar 1.2 Struktur organisasi DISHUBKOMINFO Kota Surakarta bid.Angkutan
Visi dan Misi bidang Angkutan 1)
Visi
11
Terwujudnya lalu lintas, angkutan, teknik sarana dan prasarana, komunikasi, informatika, terminal tirtonadi dan perparkiranyang handal, cepat, tepat, tertib lancar, nyaman, selamat, efisien dan efektif sebagai pendorong, penggerak,
dan
penunjang
pertumbuhan
ekonomi,
pendidikan, olahraga dan pariwisata Kota Surakarta 2) a)
Misi Menyelenggarakan
administrasi
keuangan,
sdm,
sarana dan prasarana perkantoran b)
Menyelenggarakan manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta memberikan keselamatan dan ketertiban lalu lintas
c)
Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga sarana dan prasarana transportasi serta melaksanakan usaha tertib lalu lintas
d)
Menyelenggarakan pelayanan pengujian kendaraan bermotor dan perbengkelan
e)
Mnyelenggarakan pelayanan angkutan
f)
Menyelenggarakan pelayanan pengujian kendaraan bermotor & perbengkelan
g)
Menyelenggarakan pelayanan angkutan umum yang nyaman dan terjangkau oleh daya beli masyarakat
12
h)
Menyelenggarakan pelayanan moda angkutan umum , penumpang, sarana dan prasarana terminal tirtonadi Menyelenggarakan pelayanan aktivitas, sarana dan
i)
prasarana perpakiran Menggali potensi serta meningkatkan pendapatan asli
j)
daerah k)
Menyelenggarakan
administrasi
keuangan,
sdm,
sarana dan prasarana perkantoran. f.
Bidang Teksar Dinas
Perhubungan
pada
Bidang
Teknik
Sarana
memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam bidang pengujian kendaraan bermotor wajib uji, kami petugas Dinas
Perhubungan
kota
Surakarta
selalu
siap
untuk
memberikan yang terbaik. Warga masyarakat yang akan mengujikan kendaraan bermotor wajib ujinya dapat datang langsung ke kantor Dinas Perhubungan Kota Surakarta di Jl. Menteri Supeno no 7 Manahan Solo dengan membawa kendaraan yang akan diujikan tersebut. Mengenai prosedur dan mekanisme tentang pengujian kendaraan bermotor dapat langsung ditanyakan di Kantor Dinas Perhubungan pada Bidang Teknik Sarana dan Prasarana ( Bidang Teksar). Pelayanan Pengujian kendaraan wajib uji akan dilayani pada jam kerja dari hari Senin sampai dengan hari Jumat.
13
Tugas Pokok dan fungsi: Tugas Pokok:
1)
a) Melaksanakan
pembinaan
teknik
kendaraan
bermotor dan tidak bermotor/becak b)Melaksanakan pengujian kendaraan berdasarkan
peraturan yang berlaku Fungsi:
2)
a) Menciptakan kelaikann jalan kendaraan secara
teknis b)Pelayanan kepada masyarakat g.
UPTD terminal Tirtonadi UPTD terminal Tirtonadi mempunyai tugas
pokok
membantu kepala dinas dalam melakukan urusan pengelolaan terminal Tirtonadi. h.
UPTD Perparkiran UPTD pengelolaan Perparkiran mempunyai tugas pokok membantu kepala dinas dalam melakukan urusan pengelolaan perparkiran. i.
ITS Surakarta Intelegent Transport System (ITS) Dishub Surakarta
Memiliki 31 Camera CCTV Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta memasang 39 kamera, 32 kamera Dome dan 7kamera Fix. Ke-39 kamera CCTV tersebut akan membantu masyarakat
14
dengan memberi informasi berupa gambar mengenai kondisi lalu lintas di titik-titik tertentu. Gambar pantauan lalu lintas yang didapatkan oleh masyarakat, terutama para pemudik, diakses melalui jaringan internet. 39 kamera CCTV tersebut, dipasang di persimpangan rawan macet dan beberapa pusat keramaian, seperti terminal dan stasiun kereta api. Kondisi lalu lintas akan terpantau selama 24 jam melalui kamera cctv yang dipasang di titik-titik tersebut. Hasil pantauan kamera tersebut langsung dikirim ke layar monitor besar yang berada di kantor Dinas Perhubungan Kota Surakarta dan disalurkan sebagai salah satu layanan ke masyarakat melalui akses internet. Untuk keperluan layanan pantauan kepada masyarakat, Dishub Kota Surakarta melakukan kerjasama dengan PT Telkom Kantor Daerah Telekomunikasi (Kandatel) Surakarta. Hasil pantauan CCTV tersebut dapat diakses oleh masyarakat melalui www.dishubkominfo.surakarta.go.id.
B.
Latar Belakang Masalah
15
Dalam
optimalisasi
pembangunan
nasional,
pemerintah
memberikan kesempatan dan ruang gerak bagi upaya pengembangan demokratisasi dan kinerja pemerintah daerah untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Sebagai daerah otonom, daerah memiliki kebijakan otonomi daerah yang wewenang serta tanggung jawabnya digunakan untuk mengakomodasi kepentingan masyarakat di daerahnya. Dalam upaya optimalisasi pembangunan daerah yang merupakan bagian integral dari pembangunan nasional tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) diharapkan mampu mengurus rumah tangganya sendiri. Kemampuan untuk berdiri sendiri dalam mengelola kepentingan daerahnya sendiri dapat menempatkan mereka serta meningkatkan daerah-daerah tersebut dalam keadaan di mana mereka mampu bertindak lebih baik. Oleh sebab itu masing-masing daerah harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan dan meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan tersebut baik dari segi finansial, sumber daya manusia (SDM), maupun kemampuan pengelolaan manajemen pemerintah daerah. Dalam upaya mewujudkan kemampuan dan kemandirian daerah serta memperkuat struktur penerimaan daerah, maka peranan Dinas Daerah sangat penting karena Dinas Daerah merupakan perpanjangan tangan Pemerintah Daerah dalam menghimpun penerimaan yang menjadi salah satu elemen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
16
Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah semua penerimaan suatu daerah yang diperoleh daerah dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada bab V (lima) nomor 1 (satu) disebutkan bahwa PAD bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan milik daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Pemerintah masing-masing daerah sudah banyak melakukan terobosan-terobosan guna meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerahnya. Seiring dengan upaya peningkatan pendapatan daerah, Kota Surakarta berinovasi untuk memiliki bus tingkat wisata yang khas. Dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2011, disebutkan bahwa salah satu sumber PAD Kota Surakarta yaitu berasal dari retribusi bus tingkat wisata werkudara yang termasuk dalam jenis retribusi jasa usaha atas pemakaian kekayaan daerah. Bus tingkat wisata werkudara adalah bus tingkat wisata pertama di Indonesia dan juga sebagai alat transportasi khas Kota Surakarta yang berfungsi sebagai wahana rekreasi dan sebagai sarana transportasi untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Kota Surakarta. Sejak bus tingkat werkudara mulai beroperasi pada tahun 2011, alat transportasi tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata Kota Surakarta sebagai
17
branding icon kota Surakarta, sehingga adanya bus tingkat wisata werkudara tidak sepenuhnya untuk mengejar keuntungan namun untuk lebih menarik wisatawan agar berkunjung ke kota Surakarta. Meski demikian pendapatan dari retribusi bus tingkat wisata werkudara di Kota Surakarta tetap memberi kontribusi untuk penerimaan daerah serta penerimaannya relatif mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini dapat terlihat pada tabel perkembangan realisasi retribusi bus tingkat wisata wisata werkudara di Kota Surakarta berikut ini. Tabel 1.1 Target dan realisasi penerimaan retribusi bus tingkat wisata werkudara Kota Surakarta tahun 2011-2015 Tahun Target penerimaan Realisasi penerimaan 2011 204.780.000 2012 237.550.000 249.260.000 2013 270.000.000 273.740.000 2014 270.000.000 274.460.000 2015 270.000.000 263.160.000 Sumber data: DISHUBKOMINFO Kota Surakarta Berdasarkan tabel 1.1. di atas dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan pada realisasi anggaran dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015. Realisasi ini menggambarkan retribusi dari bus tingkat wisata werkudara yang relatif meningkat dari tahun ke tahun, jadi dapat dikatakan retribusi bus tingkat wisata werkudara cukup efektif dalam memenuhi target penerimaan. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis ingin mengetahui lebih dalam tentang penerimaan retribusi bus tingkat wisata wekudara di Kota Surakarta pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2015. Oleh karena itu
18
penulis akan membahas mengenai “EVALUASI PENERIMAAN RETRIBUSI BUS TINGKAT WISATA WERKUDARA TAHUN 2011-2015”. Diharapkan dengan adanya tugas akhir ini dapat menambah wawasan bagi penulis serta pembaca dan pengguna jasa dibidang perpajakan
C.
Rumusan Masalah Berdasarkan
uraian
latar
belakang
tersebut
maka
dapat
dirumuskan masalah sebagai berikut : 1.
Bagaimana tingkat pertumbuhan penerimaan realisasi retribusi bus tingkat wisata werkudara tahun 2011-2015?
2.
Bagaimana tingkat efektivitas dan efesiensi Retribusi Bus Tingkat Wisata Werkudara tahun 2011-2015?
3.
Apa kendala yang dihadapi dan upaya yang dilakukan dalam memenuhi target penerimaan Retribusi Bus Tingkat Wisata Werkudara?
D.
Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.
Untuk mengetahui tingkat perkembangan penerimaan realisasi Retribusi Bus Tingkat Wisata Werkudara tahun 2011-2015.
19
2.
Untuk mengetahui tingkat efektivitas retribusi bus tingkat wisata di kota Surakarta tahun 2011-2015.
3.
Untuk mengetahui kinerja bus tingkat wisata werkudara di kota Surakarta tahun 2011-2015.
Manfaat Penelitian
E.
Adapun manfaat penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.
Bagi Mahasiswa dan Pembaca Lainnya Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, seperti tambahan pengetahuan, wawasan, informasi, dan sebagai referensi bacaan dalam pembuatan Tugas Akhir di masa yang akan datang.
2.
Bagi DISHUBKOMINFO Sebagai bahan masukan untuk membuat kebijakan dalam hal peningkatan penerimaan retribusi bus tingkat wisata werkudara sebagai salah satu sumber Pendapatan Daerah Sebagai sumber refrensi dan tambahan pengetahuan dalam pengembangan penelitian selanjutnya yang sejenis.