PERANCANGAN STRUKTUR METODE STUDENT CENTRE LEARNING (SCL) DALAM MATA KULIAH SISTEM AKUNTANSI DENGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)
Zahara Zalida Afni Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Padang Abstract This research porpuse to design the structure of Student Centre Learning (SCL) methode in accounting system subject that use curriculum based on competency. This is an action research in accounting system study at accounting departement of Padang State Polytechnic. This research uses Kemmis dan Mac Tanggart model which is devided in 5 steps that are: 1. Planning, 2. Action&Observation, 3. Reflecting&Replanning, 4. Action&Observation and 5. Reflecting. The application of SCL metode in accounting system study will be evaluated based on the score of studying observation, student respons and student score academic in accounting system. The observation and student respons questioners are measured by Linkert scale for 5 level as well as student academic score there are: 5=A=Very Good, 4=B=Good, 3=C=Enought, 2=D=Bad, and 1=E=Very Bad. All of score data will be process by SPSS package program to define the appropriateness of SCL methode for accounting system subject. This research is still going on to the second step. There are 5 SCL model that chosen as the result of the first step research (planning) i.e. Small Group Discussion, Discovery Learning, Role Play, Contextual Instruction dan Problem Based Learning.
Key words : Student Centre Learning (SCL) method, accounting system, Small Group Discussion, Discovery Learning, Role Play, Contextual Instruction dan Problem Based Learning
PENDAHULUAN Metode Student Centre Learning (SCL) merupakan metode yang paling cocok digunakan dalam pencapaian tujuan perkuliahan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Mata kuliah Sistem Akuntansi adalah salah satu mata kuliah wajib pada Program Studi (Prodi) D3 dan Prodi D4 Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Padang yang telah menerapkan KBK. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar dari rangkaian mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi dan Praktek Kerja Akuntansi (PKA)/Terapan Sistem Informasi Akuntansi pada kedua prodi. Sehingga penguasaan mahasiswa terhadap
kemampuan keilmuan (hardskill) dan keterampilan (softskill) mata kuliah Sistem Akuntansi ini sangat penting dan mempengaruhi penguasaan mata kuliah lanjutannya. Selain menjadi landasan untuk mata kuliah lanjutannya, materi yang dipelajari dalam mata kuliah sistem akuntansi ini hampir semuanya memiliki keterkaitan dan bersinergi dengan materi pada mata kuliah inti akuntansi lainnya seperti dengan mata kuliah akuntansi keuangan, akuntansi biaya, akuntansi manajemen, pemeriksaan akuntansi (auditing) dan perpajakan. Sehingga mata kuliah sistem akuntansi ini juga dapat menjadi mata rantai nilai (value chain) penghubung antara berbagai
Perancangan Struktur Metode Student Centre Learning (SCL) Dalam Mata Kuliah Sistem Akuntansi ...
mata kuliah inti akuntansi, dimana proses belajar mengajar yang tepat akan sangat membantu mahasiswa dalam membangun kepahaman yang sistematis dan komprehensif terhadap keilmuan dan praktik akuntansi secara umum. Berdasarkan kondisi ini kebutuhan terhadap metode belajar mengajar yang paling tepat untuk mata kuliah sistem akuntansi dengan KBK ini sangat diperlukan. Maka penelitian ini akan mencoba memenuhi kebutuhan tersebut dengan merumuskan masalah: “Bagaimanakah rancangan struktur metode SCL untuk mata kuliah Sistem Akuntansi dalam KBK?”. Hasil penelitian ini diharapkan akan menyediakan “rancangan struktur metode SCL yang optimal untuk mata kuliah Sistem Akuntansi yang berbasis KBK”. Metode belajar yang tepat dalam mata kuliah sistem akuntansi ini akan membangun dan meningkatkan hardskill dan softskill mahasiswa dalam mata kuliah sistem akuntansi pada khususnya dan pemahaman yang komprehensif dan terintegrasi tentang ilmu serta praktik akuntansi pada umumnya. Sistem Akuntasi Pendukung
KAJIAN LITERATUR Gambaran Umum Materi Sistem Akuntansi Materi dalam mata kuliah sistem akuntansi terbagi atas 2 (dua) bagian utama yaitu perancanan sistem akuntansi pokok dan sistem akuntansi pendukung. Dalam sistem akuntansi pokok akan dibahas tentang perancangan formulir bukti transaksi dan media pencatatan data tersebut untuk penyajian informasi akuntansi. Sedangkan dalam sistem akuntansi pendukung akan dibahas contoh-contoh rangkaian prosedur dalam sistem akuntansi yang sesuai untuk menghasilkan bukti transaksi tersebut. Dalam setiap tahapan proses perancanan tersebut tidak lepas dari unsur pengendalian intern untuk memastikan bahwa prosedur berjalan sebagaimana seharusnya sehingga semua data yang direkam dan dicatat dalam media adalah data yang benar dan valid yang diproses dengan prosedur yang benar untuk menjamin kebenaran dan vaiditas informasi akuntansi yang dihasilkan. Secara umum rangkaian materi dalam mata kuliah sistem akuntansi dapat dilihat dalam diagram rerangka materi berikut :
Sistem Akuntansi Pokok
Sistem Akuntansi (SA) : SA Penjualan SA Piutang SA Penerimaan Kas SA Pembelian SA Utang SA Pengeluaran Kas SA Penggajian SA Biaya Produksi SA Persediaan SA Aktiva Tetap
Formulir Bukti Transaksi
Buku Besar
Jurnal
Laporan (Informasi)
Buku Pembantu
Umpan Balik (Feedback)
SISTEM PENGENDALIAN INTREN (SPI)
Gambar 1. Rerangka Sistem Akuntansi Sumber: Adaptasi Rerangka Sistem Akuntansi (Mulyadi, 2001)
Dari rerangka materi mata kuliah sistem akuntansi diatas terlihat bahwa dalam
mata kuliah sistem akuntansi ini mahasiswa tidak hanya belajar tentang perancangan
Jurnal Akuntansi & Manajemen Vol 10 No. 2 Desember 2015. ISSN 1858-3687 hal 29 – 39
30
Perancangan Struktur Metode Student Centre Learning (SCL) Dalam Mata Kuliah Sistem Akuntansi ...
komponen-komponen sistem akuntansi pokok tersebut secara komprehensif. Disinilah tetapi juga mempelajari contoh-contoh peranan metode pembelajaran SCL yang tepat berbagai sistem akuntansi pendukung yang yang ditunjang dengan paket modul ajar yang terdapat dalam suatu perusahaan. Dimana sesuai untuk dapat memotivasi mahasiswa sistem akuntansi pendudukung ini merupakan belajar dan memahami materi kuliah sistem rangkaian prosedur untuk manangani setiap akuntansi ini dengan lebih baik guna membangun hardskill dan softskill mereka transaksi perusahaan yang menghasilkan data transaksi yang akan diolah dalam sistem yang komprehensif. akuntansi pokok mulai dari pencatatan sampai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) kepada pelaporan transaksi tersebut. Sehingga dalam mata kuliah sistem akuntansi Definisi kurikulum menurut Kepmendiknas ini, mahasiswa akan mempelajari kegiatan No.232/U/2000 berbunyi : Kurikulum adalah akuntansi tersebut secara terintegrasi dan seperangkat rencana dan pengaturan komprehensif. mengenai isi maupun bahan kajian dan Dalam mata kuliah sistem akuntansi, pelajaran serta cara penyampaiannya dan materi sistem akuntansi pokok yang penilaiannya yang digunakan sebagai merupakan inti kegiatan utama dalam pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar akuntansi secara umum, hal ini bersinergi mengajar di perguruan tinggi. Pengembangan dengan materi dalam mata kuliah akuntansi kurikulum merupakan bagian yang paling inti keuangan dan komputer akuntansi. Materi dari sederet pengembangan tata kelola sistem sistem akuntansi pendukung yang membahas pendidikan tinggi di tingkat program studi, tentang sistem akuntansi penjualan, piutang, dalam upaya penyesuaian terhadap penerimaan kas, pembelian, utang dan perkembangan standard kompetensi bidang pengeluaran kas yang terkait dengan transaksi kerja di dunia industri, penyesuaian tehadap penjualan dan pembelian perusahaan yang perkembangan teknologi global, atau adanya dikenai pajak, terkait dengan mata kuliah kebijakan institusi terkait dengan tuntutan perpajakan. Sistem akuntasi biaya produksi pergeseran visi misi serta norma yang yang membahas tentang prosedur berkembang di masyarakat (Rahmat, 2011). pelaksanaan produksi perusahaan sangat Kompetensi adalah seperangkat terkait dengan mata kuliah akuntansi biaya. tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang Materi sistem akuntansi penggajian, dimiliki seseorang sebagai syarat untuk persediaan dan aktiva tetap lebih dianggap mampu oleh masyarakat dalam memfokuskan kepada efesiensi biaya dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang setiap aktifitas pembiayaan terkait yang sangat pekerjaan tertentu.(SK Mendiknas No. erat dengan materi dalam akuntansi 045/U/2002, Ps. 21), dengan elemen manajemen. Sedangkan materi sistem kompetensi sebagai berikut : (a) Landasan pengendalian intern (SPI) yang merupakan kepribadian, (b) Penguasan ilmu dan alat kontrol dan menjadi alat ukur kelayakan ketrampilan, (c) Kemampuan berkarya, (d) suatu sistem akuntansi yang terdapat dalam Sikap dan perilaku dalam berkarya dan (e) setiap muatan materi sistem akuntansi tersebut Pemahaman kaidah berkehidupan merupakan alat kontrol yang sama yang bermasyarakat. Perubahan yang sangat cepat digunakan dalam mata kuliah pemeriksaan di semua sektor kehidupan khususnya dunia akuntansi (auditing). kerja, mendorong perguruan tinggi membekali Pengajaran mata kuliah Sistem lulusannya dengan kemampuan adaptasi dan Akuntansi yang mengandung muatan materi kreatifitas yang dapat bersaing dalam dunia yang cukup luas dan terintegrasi dengan mata global, dapat menerapkan ilmunya kuliah lainnya menjadi tantangan tersendiri dimasyarakat (kompeten), dapat memenuhi dalam merangkai mata kuliah ini menjadi perubahan persyaratan dunia kerja yaitu softskills yang dominan disamping hardskills, menarik bagi mahasiswa. Membahas sisi lain dari konten materi yang hampir sama dengan sehingga nantinya lulusan perguruan tinggi materi pada mata kuliah lain juga dapat hendaknya mengikuti perubahan dan membutuhkan strategi untuk memancing perkembangan yang cepat. Mengacu pada keinginan mahasiswa untuk memahami materi konsep pendidikan tinggi abad XXI UNESCO 31 Jurnal Akuntansi & Manajemen Vol 10 No. 2 Desember 2015. ISSN 1858-3687 hal 29 - 39
Perancangan Struktur Metode Student Centre Learning (SCL) Dalam Mata Kuliah Sistem Akuntansi ...
(1998), dilakukan pembaharuan terhadap kurikulum yang telah berjalan (Kurikulum SK Mendikbud No.056/U/1996) yaitu Kurikulum Berbasis Isi/KBI, menjadi Kurikulum Berbasis Kompetensi/KBK, yang dituangkan dalam SK mendiknas No.232/U/2000 dan No.045/U/2002. Perubahan kurikulum juga berarti perubahan proses pembelajaran. Artinya, proses pembelajarannya tidak hanya merupakan suatu proses alih pengetahuan (transfer of knowledge), tapi juga merupakan suatu proses pembekalan yang berupa metoda inquiry/penggalian (method of inquiry) seseorang yang kompeten dalam berkarya di masyaraka (Buku KPT, Dikti,2012). Sehingga tujuan akhir dari penyusunan kurikulum berbasis kompetensi adalah tercapainya kompetensi lulusan yang sesuai atau mendekati kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Untuk mengoptimalkan penerapan kurikulum berbasis kopetensi ini dibutuhkan metode pembelajaran yang sesui untuk mengoptimalkan proses belajar belajar yang dilakukan. Metode yang dianggap paling tepat untuk penerapan kurikulum berbasis kompetensi ini adalah metode student centred learning (SCL). Dimana dalam pembelajaran SCL tidak hanya menekankan pada hasil belajar, tetapi juga pada proses belajar untuk membentuk kompetensi mahasiswa, sehingga capaian pembelajaran tersebut dapat terpenuhi.
berkualitas, pendidikan tinggi harus melakukan proses pembelajaran yang baik. Pembelajaran yang dimaksud adalah interaksi antara pendidik, peserta didik, dan sumber belajar, didalam lingkungan belajar tertentu. Sehingga dengan mendeskripsikan setiap unsur yang terlibat dalam pembelajaran tersebut dapat ditengarai ciri pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning). Sistem pembelajaran yang baik mampu memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk membuka potensi dirinya dalam menginternalisasikan pengetahuan, keahlian, dan perilaku serta pengalaman belajar sebelumnya, dan merupakan bagian penting untuk mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Sistem pembelajaran seperti itu mampu mengembangkan elemen-elemen kompetensi yang diamanatkan oleh Kepmendiknas No. 045/2002.Dengan dikeluarkannya Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), program studi pada perguruan tinggi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kualifikasi KKNI.Dengan demikian bagi Perguruan Tinggi yang masih bermasalah di dalam sistem pembelajarannya mesti segera melakukan pembenahan atau perbaikan untuk mampu menghasilkan lulusan paling tidak memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan. Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan pemberian stimulus-stimulus kepada mahasiswa, agar terjadinya respons yang positif pada diri anak didik. Kesediaan Pembelajaran dengan Metode Student dan kesiapan mereka dalam mengikuti proses Centred Learning (SCL) demi proses dalam pembelajaran akan mampu Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan menimbulkan respons yang baik terhadap Nasional (SISDIKNAS) Nomor 20 Tahun 2003; stimulus yang mereka terima dalam proses Pasal 1, ayat 1 pengertian pendidikan adalah pembelajaran (Arifin,2010). Pada sistem “usaha sadar dan terencana untuk pembelajaran SCL mahasiswa dituntut aktif mewujudkan suasana belajar dan proses mengerjakan tugas dan mendiskusikannya pembelajaran agar peserta didik secara aktif dengan dosen sebagai fasilitator. Dengan mengembangkan potensi dirinya untuk aktifnya mahasiswa, maka kreativitas memiliki kekuatan spiritual keagamaan, mahasiswa akan terpupuk. Kondisi tersebut pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akan mendorong dosen untukselalu akhlak mulia, serta keterampilan yang mengembangkan dan menyesuaikan materi diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan kuliahnya dengan perkembangan Ilmu negara”. Sistem pendidikan tinggi di Indonesia Pengetahuan danTeknologi (IPTEK). Dengan memiliki 4 (empat) tahapan pokok yaitu (1) diterapkannya sistem pembelajaran SCL Masukan (Input); (2).Proses; (3).Keluaran diharapkan mahasiswa aktif dan kreatif, (output); (4).Dampak (outcome). Oleh karena menyelesaikan tugas akhir dengan itu untuk menghasilkan lulusan yang lancar/cepat, dengan harapan mahasiswa Jurnal Akuntansi & Manajemen Vol 10 No. 2 Desember 2015. ISSN 1858-3687 hal 29 – 39 32
Perancangan Struktur Metode Student Centre Learning (SCL) Dalam Mata Kuliah Sistem Akuntansi ...
dapat menyelesaikan studi dengan lancar dan tepat waktu sesuai dengan target atau bahkan bisa lebih cepat dari standar waktu masa studi. Selanjutnya mahasiswa setelah lulus
diharapkan mampu berkompetisi didunia kerja. (Sari dan Ali 2010). Beberapa metode pembelajaran dengan SCL, (Dewajani, 2008) yaitu :
Tabel.1 Metode Pembelajaran dengan Student Centre Learning (SCL)
33 Jurnal Akuntansi & Manajemen Vol 10 No. 2 Desember 2015. ISSN 1858-3687 hal 29 - 39
Perancangan Struktur Metode Student Centre Learning (SCL) Dalam Mata Kuliah Sistem Akuntansi ...
Jurnal Akuntansi & Manajemen Vol 10 No. 2 Desember 2015. ISSN 1858-3687 hal 29 – 39
34
Perancangan Struktur Metode Student Centre Learning (SCL) Dalam Mata Kuliah Sistem Akuntansi ...
Dari berbagai metode SCl diatas kompetensi mata kuliah yang dipaparkan terlihat dosen dan mahasiswa terlibat aktif dan dosen, (2) Mengkaji strategi pembelajaran mempunyai peran masing-masing dalam yang ditawarkan dosen, (3) Menbuat rencana pembelajaran. Peran dosen antara lain : (1) pembelajaran untuk mata kuliah yang Sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, diikutinya dan (4) Belajar secara aktif (dengan (2) Mengkaji kompetensi mata kuliah yang cara mendengar, membaca, menulis, diskusi, perlu dikuasai mahasiswa pada akhir dan terlibat dalam pemecahan masalah serta pembelajaran, (3) Merancang strategi dan lebih penting lagi terlibat dalam kegiatan lingkungan pembelajaran yang dapat berfikir tingkat tinggi, seperti analisis, sintesis, menyediakan beragam pengalaman belajar dan evaluasi), baik secara individual maupun yang diperlukan mahasiswa dalam rangka berkelompok. Dengan keterlibatan aktif mencapai kompetensi yang dituntut mata mahasiswa dalam proses pembelajaran ini kuliah, (4) Membantu mahasiswa mengakses, diharapkan akan diperoleh hasil belajar yang menata, dan memprosesi informasi untuk lebih baik. dimanfaatkan dalam memecahkan permasalahan hidup sehari-hari, dan (5) METODE PENELITIAN Mengidentifikasi dan menentukan pola Penelitian ini bersifat action research penilaian hasil belajar mahasiswa yang relevan dengan kompetensi yang akan diukur. dalam bentuk tindakan kelas yang mengacu Sedangkan mahasiswa yang juga harus kepada model Kemmis dan MacTaggart terlibat aktif dalam sistem pembelajaran SCL (Amirin,2009) seperti bagan berikut : ini mahasiswa juga mempunyai peran antara lain : (1) Mengkaji Model ini menunjukkan penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus yang masing-masing terdiri atas 3 kegiatan. Siklus 1 terdiri dari (a) plan (perencanaan) yaitu penyusunan perencanaan tindakan kelas; (b) act & observe (tindakan dan observasi) yaitu pelaksanaan penelitian tindakan kelas, observasi dan perekaman data respon partisipan/sasaran (responden); (c) reflect (evaluasi) yaitu analisis hasil penelitian. Hasil evaluasi dari siklus 1 ini akan bahan masukan untuk perbaikan yang akan dilakukan dalam siklus ke 2 dengan kegiatan yang sama yaitu: (a) replan (perencanaan ulang) sesuai hasil evaluasi siklus 1; (b) act & observe (tindakan dan observasi) tindakan perbaikan dan observasi respon partisipan terhadap perbaikan tersebut; (c) reflect (evaluasi) analisis perbaikan untuk luaran penelitian yang diharapkan. Gambar 2. Bagan Penelitian Tindakan Kelas Model Kemmis dan MacTaggart
Tahap II Tindakan dan Pengamatan Berdasarkan adatasi terhadap model (Action & Observation) merupakan penerapan diatas, penelitian ini akan dibagi kedalam 5 tahapan utama yaitu : draf rancangan struktur metode SCL dan paket Tahap I Perencanaan (Planning) berisi modul ajar dalam tindakan kelas seperti yang kegiatan untuk penyusunan rancangan struktur telah direncanakan. Pelaksanakan tindakan metode SCL yang akan digunakan dan kelas dilakukan langsung dalam kuliah Sistem penyusunan draf paket modul ajar yang Akuntansi untuk 18 kali pertemuan. Observasi sesuai dengan metode SCL yang digunakan dan perekaman data terhadap respon serta perancangan kuisioner observasi untuk mahasiswa terhadap metode SCL dan paket perekaman data respon mahasiswa terhadap modul ajar dilakukan untuk setiap pertemuan. Tahap III Analisis hasil dan metode SCL dan paket modul ajar yang Perencanaan Ulang (Reflecting & Replanning) digunakan dan persiapan alat bantu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tindakan kelas. merupakan kegiatan pengolahan dan analisis 35 Jurnal Akuntansi & Manajemen Vol 10 No. 2 Desember 2015. ISSN 1858-3687 hal 29 - 39
Perancangan Struktur Metode Student Centre Learning (SCL) Dalam Mata Kuliah Sistem Akuntansi ...
terhadap data-data observasi serta evaluasi hasil penelitian terhadap tujuan penelitian. Hasil analsis dan evaluasi ini akan menjadi bahan untuk perencanaan ulang terhadap perbaikan rancangan struktur metode SCL yang disusun dan paket modul ajar. Tahap IV Tindakan dan Pengamatan (Action & Observation) merupakan penerapan perbaikan rancangan struktur metode SCL dan paket modul ajar. Palaksanaan perbaikan tindakan kelas ini dilakukan pada tahun kedua dalam kuliah Sistem Akuntansi untuk 18 kali pertemuan. Observasi dan perekaman data juga dilakukan untuk setiap pertemuan. Tahap V Analisis Akhir Penelitian (Reflecting), merupakan pengolahan dan analisis data hasil observasi tahap IV atas perbiakan yang telah dilakukan, sehingga diperoleh rancangan struktur metode SCL yang paling optimal untuk mata kuliah sistem akuntansi dengan KBK ini. Variabel Penelitian dan Pengukurannya Variabel yang digunakan dalam menilai keberhasilan penelitian ini adalah : (1) respon mahasiswa partisipan terhadap rancangan struktur metode SCL dan paket modul ajar yang telah dirancang dan digunakan dalam tindakan kelas (2) nilai mata kuliah sistem akuntansi mahasiswa partisipan. Gabungan nilai akhir dari respon mahasiswa dan nilai mata kuliah sistem akuntansi yang mereka peroleh akan menjadi indikator optimal atau tidaknya rancangan struktur metode SCL
untuk mata kiah sistem akuntansi dengan KBK dalam penelitian ini. Data respon mahasiswa partisipan yang diobservasi dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada mahasiswa setiap selesai perkuliahan. Reliabilitas dan validitas kuisioner diuji dengan teknik Pilot Testing. Pernyataan dalam kuisioner tentang metode SCL dan paket modul ajar yang digunakan, akan diukur dengan skala Likert dengan rentang nilai 1-5 untuk megukur apakah metode SCL dan paket modul ajar yang digunakan dapat meningkatkan kemampuan hardskill dan sofskill mereka dalam mata kuliah sistem akuntansi. Sedangkan data nilai mata kuliah mahasiswa partisipan diperoleh dari nilai latihan, tugas, kuis dan ujian baik ujian tengah semester maupun ujian akhir semester yang diberikan selama perkulihan Sistem Akuntansi berlangsung. Nilai akhir mahasiswa diukur dengan angka mutu dari A-E sesuai dengan peraturan akademik PNP. Pengolahan data penelitian ini menggunakan program SPSS, dimana nilai akhir gabungan dari nilai respon mahasiswa nilai Sistem Akuntansi mereka akan menjadi indikator baik atau tidaknya rancangan struktur metode SCL yang digunakan dalam perkuliahan sistem akuntansi dengan KBK ini. Standar penilaian ini mengacu kepada standar Angka dan Nilai Mutu yang digunakan dalam peraturan Akademik PNP sebagai standar pengukuran hasil penelitian yaitu :
Tabel 2. Konversi Nilai Data dalam Pengukuran Hasil Henelitian Nilai Respon Nilai Akhir Sistem Angka Mutu Nilai Mutu Mahasiswa Akuntansi 5 81 – 100 A Sangat Baik 4 66 – 80 B Baik 3 56 – 65 C Cukup 2 41 – 55 D Kurang 1 0 – 40 E Sangat Kurang Sumber : Peraturan Akademik Politeknik Negeri Padang
HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini baru selesai pada tahap 1 yaitu perencanaan (planning). Hasil dari tahap 1 ini adalah tersedianya rancangan susunan metode Student Centre Learning (SCL) untuk
mata kuliah Sistem Akuntansi dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk 18 kali pertemuan. Dari berbagai alternatif metode SCL yang biasa digunakan dalam pembelajaran, dipilih beberapa metode SCL
Jurnal Akuntansi & Manajemen Vol 10 No. 2 Desember 2015. ISSN 1858-3687 hal 29 – 39
36
Perancangan Struktur Metode Student Centre Learning (SCL) Dalam Mata Kuliah Sistem Akuntansi ...
yang diperkirakan paling sesuai dengan muatan materi dalam mata kuliah Sistem Akuntansi dan membantu mahasiswa dalam penguasaan kemampuan keilmuan dan praktik baik dalam bentuk hardskill maupun softskill yang ditargetkan. Pada penelitian tahap 1 ini analisis yang dilakukan bersifat deskriptif kualitatif, dimana pemilihan metode SCL didasarkan kepada karakteristik metode SCL dan sifat kanten materi yang akan disajikan dalam setiap pertemuan perkuliahan sistem akuntansi, serta hasil pengamatan terhadap pengajaran sistem akuntansi selama ini. Secara umum sifat materi yang akan disajikan dalam mata kuliah akuntansi cukup beragam. Ada konten materi yang dominan bersifat teori, dimana mahasiswa harus membaca materi tersebut dengan baik beserta contoh aplikasinya sehingga terbangun pemahaman yang utuh bagi mereka terhadap materi tersebut. Untuk materi yang bersifat seperti ini digunakan metode Small Group Discussion. Materi yang kontennya terkait perancangan format dokumen dan catatan akuntansi, membutuhkan pengetahuan dan kemampuan analisis mahasiswa untuk merancang berbagai format media perekaman
data sesuai dengan variasi kebutuhan informasi perusahaan. Untuk materi ini digunakan metode Discovery Learning yang dikombinasi dengan tugas terstruktur dan tugas kasus sederhana. Pada materi yang berisi contoh-contoh sistem akuntasi pendukung yag ada di perusahaan dapat digunakan beberapa metode SCL seperti Role Play, Contextual Instruction, dan Prablem Based Learning. Pada materi ini mahasiswa akan mempelajari berbagai contoh ideal sistem akuntansi pendukung yang ada di perusahaan untuk nantinya bisa menjadi panduan bagi mahasiswa untuk dapat merancang sendiri berbagai sistem akuntansi pendukung lainnya sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan perusahaan yang berbeda-beda. Setiap metode SCL yang digunakan tetap dapat dikombinasi dengan ceramah untuk pengantar materi, simpulan materi ataupun pembahasan tugas dan kasus yang diberikan. Hal ini sejalan dengan peran dosen selaku pembimbing ataupun fasilitator bagi mahasiswa. Berikut gambaran umum rancangan struktur metode Student Centre Learning (SCL) untuk mata kuliah Sistem Akuntansi dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) :
Tabel 3. Rancangan Struktur Metode SCL untuk mata kuliah Sistem Akuntansi dengan KBK No Metode SCL Materi Ajar Format Tugas Keterangan 1. Ceramah dan Gambaran umum Pertemuan Tanya Jawab perkuliahan Pertama Sistem Penilaian (1 x Gambaran materi dan Pertemuan) uraian tugas Tata tertib perkuliahan dan motivasi belajar Small Group 2. Pengantar Sistem Tanya Jawab Paket Modul Discussion Akuntansi Tugas Tertulis Ajar 1 Metodologi Perancangan Pembuatan Simbol Flowcart dengan Sistem Akuntansi (3 x software komputer Sistem Pengendalian Pertemuan) Intren (SPI) Presentasi dan Diskusi Discovery Learning Perancangan Formulir 3. Tugas Tertulis Paket Modul dan Perancangan Jurnal Kasus Terstruktur Ajar 2 Pembahasan Kasus Perancangan Rekening Studi Kasus Buku Besar dan Buku Sederhana (4 x Pembantu Pertemuan) 37 Jurnal Akuntansi & Manajemen Vol 10 No. 2 Desember 2015. ISSN 1858-3687 hal 29 - 39
Perancangan Struktur Metode Student Centre Learning (SCL) Dalam Mata Kuliah Sistem Akuntansi ...
No 5. 6.
7.
8.
9.
10.
Metode SCL
Materi Ajar
Format Tugas
Ujian Tengah Semester (UTS) dalam Bentuk Ujian Tulis Teori dan Kasus Role Play / Simulation dan Penjelasan contoh penerapan sistem akuntansi
Sistem Akuntansi Penjualan Sistem Akuntansi Piutang Sistem Akuntansi Penerimaan Kas
Contextual Instruction dan Pembahasan Tugas Lapangan
Sistem Akuntansi Pembelian Sistem Akuntansi Utang Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas
Prablem Based Learning dan Pembahasan Kasus
Sistem Akuntansi Penggajian Sistem Akuntansi Biaya Produksi Sistem Akuntansi Persediaan dan Aktiva Tetap Reviuw Materi Ajar untuk persiapan Ujian Akhir Semester (UAS)
Ceramah dan Tanya Jawab
Tanya Jawab Tugas Tertulis Pembuatan document flowcart Sistem Akuntansi dengan software computer Tugas Lapangan Pembuatan document flowcart sistem akuntansi dengan software komputer Presentasi dan Diskusi Kasus Terstruktur Pelaporan document flowcart Sistem Akuntansi dengan software komputer Presentasi dan Diskusi Latihan soal komprehensif
Keterangan (1 x Pertemuan) Paket Modul Ajar 3 (2 x Pertemuan) Paket Modul Ajar 4 (2 x Pertemuan)
Paket Modul Ajar 5 (4 x Pertemuan)
Pertemuan Terakhir (1 x pertemuan) Ujian Akhir Semester (UAS) dalam Bentuk Ujian Tulis Teori dan Kasus Terintegrasi Sumber : Hasil Penelitian
KESIMPULAN Penelitian ini bersifat tindakan kelas yang mengacu kepada model Kemmis dan Mac Tanggart yang dirancang ke dalam 5 tahapan utama. Penelitian ini sedang berjalan dan baru selesai pada tahap 1 yaitu perencanaan terhadap rancangan susunan model SCL dalam mata kuliah sistem akuntansi dengan KBK. Penyusunan metode SCL ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif terhadap kesesuaian antara karakteristik metode SCL dengan sifat konten materi sistem akuntansi yang akan diajarkan dalam perkuliahan. Sehingga pada tahap 1 ini diperoleh draf rancangan susunan metode SCL dalam mata kuliah sistem akuntansi, dimana terpilih 5 metode SCL untuk digunakan dalam mata kuliah sistem akuntansi dengan KBK ini yaitu : metode Small Group Discussion, Discovery Learning, Role Play, Problem Based Learning dan Contextual Instruction.
DAFTAR PUSTAKA Amirin, Tatang M. (2009). Classroom action research (penelitian tindakan kelas), diunduh dari http://www.tatangmanguny.files.wordpr ess.com/2009/05/kemmis-mctaggartar-cycles1.gif, Sabtu, 14 April 2012 Arifin, Samsul. 2010, P3AI-ITS, metode pembelajaran Student Centered Learning, diunduh dari http://abdulkadirsyam.wordpress.com/2 010/03/12/metode-belajar-studentcenter-learning-scl/ Arifin, Syamsul. 2010, Memahami KBK_SCL dan implementasinya. P3AI-ITS, diunduh dari http://www.vilila.com/2010/10/memaha mi-kbk-scl-dan-implementasinya.html
Jurnal Akuntansi & Manajemen Vol 10 No. 2 Desember 2015. ISSN 1858-3687 hal 29 – 39
38
Perancangan Struktur Metode Student Centre Learning (SCL) Dalam Mata Kuliah Sistem Akuntansi ...
A, Sardiman, (2001), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada. Buku Panduan Pelaksanaan Student Centered Learning (SCL) dan Student Teacher Aesthethic Role-Sharing (STAR), Pusat Pengembangan Pendidikan, Universitas Gajah Mada, 2010 Buku Panduan Pengembangan KBK Pendidikan Tinggi, Direktorat Akademik, Direktorat Jenderal Pendididkan Tinggi, 2008. Buku Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT), Direktoran Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendididkan Tinggi, 2012 Dewajani, Sylvi. 2008, Bahan pelatihan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan pemelajaran student centred Learning (SCL), Tim KBK Dikti. Mulyadi, (2001), Sistem Akuntansi, Jakarta, Penerbit Salemba Empat. Media Pendidikan Indonesia (2012), Desain PTK Model Kemmis & McTaggart, Copyright : www.m-edukasi.web.id , diunduh Sabtu, 14 April 2012, di http://www.m-
edukasi.web.id/2012/04/desain-ptkmodel-kemmis-mctaggart.html Kepmen No 232/U/2000 Tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa Kepmen no 045/U/2002, tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Rahmat, 2011, Lokakarya Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi, Universitas Diponegoro, http://eprints.undip.ac.id/28581/ Sari D, Noor Ali,2010, Pengembangan Tata Laksana Program Perkuliahan Jurusan Sistem Informasi ITS dengan metode SCL, Paper, Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informatika Institut Teknologi sepuluh Unit Pengembangan Materi dan Proses pembelajaran di Perguruan Tinggi, DIKTI 2005 (http://www.cintyasantosa.cz.cc/)http:// uripsantoso.wordpress.com/category/s cl/ Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
39 Jurnal Akuntansi & Manajemen Vol 10 No. 2 Desember 2015. ISSN 1858-3687 hal 29 - 39