MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS VII MTS NEGERI WINDUSARI MAGELANG
NASKAH PUBLIKASI
Diajukan oleh : Muhamad Setiaji Prasetya Nugroho 09.12.3609
Kepada SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2012
INTERACTIVE MULTIMEDIA LEARNNG CLASIFICATION OF LIVING THINGS IN BIOLOGY CLASS IN GRADE VII AT MTS NEGERI WINDUSARI MAGELANG MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS VII MTS NEGERI WINDUSARI MAGELANG
Muhamad Setiaji Prasetya Nugroho M. Rudyanto Arief NIK. 190302098 Jurusan Sistem Informasi STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ABSTRACT Very rapid development of information technology in line with the need for information and the growth rate of human intelligence that the longer it tends increasingly need supporting media to learn a thing used to support and resolve a problem. For decades, learning media developed rapidly along with the development and use of computers and programs. Learning media can be used to solve the problems of learning, especially delivery of content on the classification of living things. With the multimedia technology, the learning activities can be made an learning media entitled "Multimedia Pembelajaran Interaktif Klasifikasi Makhluk Hidup Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas VII MTS Negeri windusari Magelang”. Interactive media Learning such as the classification of living things, is expected to facilitate the teachers to deliver material to the discussion Biological classification of living things, and to improve comprehension materials provided on the subjects of Biology class VII.
Keywords : Interactive Multimedia, Learning, the classification
1
1. Pendahuluan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi saat ini semakin menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Pemanfaatannya sudah hampir meliputi berbagai hal dan lapisan. Salah satu buktinya adalah sudah ditandai dengan semakin maraknya instansi-instansi maupun sistem-sistem berbasis
komputer.
Teknologi
informasi
merupakan
salah
satu
bentuk
pemanfaatan dari kemajuan teknologi komputer yang sangat mendasar. Karena kebutuhan masyarakat dunia akan informasi dewasa ini semakin meningkat, sehingga keberadaan komputer dirasa sangat selaras dalam upaya pemenuhan kebutuhan tersebut. Pada saat ini, kegiatan belajar mengajar di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Negeri Windusari Magelang masih menggunakan cara yang konvensional, yaitu penyampaian materi yang masih menggunakan buku, papan tulis, dan alat tulis lainnya, sehingga kurang efektif dan efesien. Dalam proses pembelajaran ilmu Biologi, khususnya materi klasifikasi makhluk hidup sistem ini dirasakan masih mempunyai kendala dalam penyampaian materi. Dengan media interaktif berupa pembelajaran klasifikasi makhluk hidup ini, diharapkan dapat memudahkan pihak guru guna menyampaikan materi Biologi pada pembahasan Klasifikasi makhluk hidup, serta untuk meningkatkan daya tangkap materi yang diberikan pada mata pelajaran Biologi kelas VII.
2.Landasan Teori 2.1. Multimedia Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video atau multimedia secara umum merupakan kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, grafis, teks. Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik, dan gambar. Multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasi teks, grafik, animasi, audio dan video.
1
2.2. Jenis Multimedia a. Multimedia Linier Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna
1
Suyanto, M. MULTIMEDIA Alat untuk Meningkatkan Kunggulan Bersing. Hal 20-21
9
b. Multimedia Interaktif Multimedia Interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.
2.3. Elemen-Elemen Multimedia a. Teks (Tulisan) Bentuk data multimedia yang paling mudah disimpan dan dikendalikan. Teks dapat berbentuk kata, surat atau narasi dalam multimedia yang menyajikan bahsa kita. b. Grafik (Gambar) Gambar adalah perpaduan titik, garis, bidang dan warna yang dikomposisikan untuk mencitrakan sesuatu. Sebuah gambar atau image dibedakan atas 2 jenis yaitu : 1. Gambar Bitmap Gambar Bitmap sering disebut juga dengan gambar raster. Gambar Bitmap adalah gambar yang terbentuk dari pixel, dengan setiap pixelnya mempunyai warna tertentu. 2. Gambar Vektor Gambar vektor adalah penggabungan koordinat- koordinat titik menjadi garis atau kurva untuk kemudian menjadi sebuah objek. Ukuran gambar tidak akan pecah jika diperbesar atau diperkecil. c. Suara (Audio) Bunyi dalam PC Multimedia, khususnya aplikasi bidang bisnis dan game sangat bermanfaat. PC Multimedia tanpa bunyi hanya disebuat unimedia, bukan multimedia. d. Video Video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak. Video menyediakan sumberdaya yang kaya dan hidup bagi aplikasi multimedia. e. Animasi Animasi adalah sebuah proses merekam dan memainkan kembali serangkaian gambar statis untuk mendapatkan sebuah ilusi pergerakan. Ada sembilan macam animasi yaitu : • Animasi Sel • Animasi Frame
3
• Animasi Sprite • Animasi Lintasan • Animasi Spline • Animasi Vektor • Animasi Karakter • Animasi Computational • Morphing
2.4. Tahap Pengembangan Multimedia Agar Multimedia dapat menjadi alat keunggulan bersaing perusahaan, pengembangan sistem multimedia harus mengikuti tahapan pengembangan sistem multimedia yaitu :
2.4.1. Pendefinisian Masalah Multimedia Masalah yang dipelajari Analisis sistem adalah masalah yang dihadapi pemakai. Dengan mempelajari masalah maka Analisis bekerjasama dengan pemakai untuk mendapatkan permasalahan secara kasar. Langkah – langkah yang harus dijalankan : 2 • Mendefinisikan batasan dan sasaran . • Mendefinisikan masalah yang dihadapi pemakai. • Mengidentifikasi penyebab masalah dan titik keputusan. • Mengidentifikasi pemakai terakhir sistem. • Memilih prioritas penanganan masalah. • Memperkirakan biaya dan manfaat secara kasar. • Membuat laporan hasil dari pendefinisian masalah. 2.4.2. Merancang Konsep Analisis sistem bekerjasama dengan pemakai dalam merancang konsep yang menentukan keseluruhan pesan dan membuat aliran (urutan) pada aplikasi multimedia yang akan dibuat dan menentukan siapa pengguna dari aplikasi, apa saja yang akan ditampilkan dan lain sebagainya. 2.4.3. Merancang Isi Merancang isi merupakan komersialisasi dan merancang konsep atau implementasi dari strategi kreatif. Merancang isi meliputi mengevaluasi dan memilih daya tarik pesan, gaya dalam mengeksekusi pesan, nada dalam mengeksekusi pesan.
2
Reymond, McLeod Jr, 1996. “Sistem Informasi Manajemen II”. Hal. 139
3
2.4.4. Merancang Naskah Dalam merancang naskah, Analisis menetapkan dialog dan urutan elemen–elemen secara rinci. Merancang naskah merupakan spesifikasi lengkap dari teks dan narasi dalam aplikasi multimedia. 2.4.5. Merancang Grafik Dalam merancang grafik ini Analisis memilih grafik yang sesuai dengan dialog. Merancang grafik meliputi merancang grafik dua dimensi, merancang video, merancang audio dan merancang animasi 2.4.6. Memproduksi Sistem Dalam memproduksi sistem multimedia komersial melibatkan tiga tahap, yaitu tahap pra-produksi, tahap produksi dan pasca produksi. 2.4.7. Pengujian Sistem Pengujian atau pengetesan merupakan langkah yang dilakukan setelah aplikasi multimedia diproduksi. Fungsinya adalah untuk memastikan bahwa hasil produksi aplikasi multimedia sesuai dengan yang direncanakan atau sesuai dengan keinginan pemakai. 2.4.8. Penggunaan Sistem Implementasi sistem multimedia dipahami sebagai proses yang akan menentukan apakah sistem multimedia mampu beroperasi dengan baik serta
mengetahui
apakah
para
pengguna
bisa
mandiri
dalam
mengoperasikannya, baik dalam penggunaan maupun penelitian. 2.4.9. Pemeliharaan Sistem Proses pemeliharaan sistem merupakan proses pengevaluasian sistem setelah
digunakan,
oleh
pemakai
dan
spesialis
multimedia
untuk
menentukan apakah sistem yang baru tersebut sesuai dengan tujuan semula dan diputuskan apakah ada revisi atau modifikasi (M. Suyanto, 2004: 271).
2.5. Multimedia interaktif Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna 3 dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah : multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dan lain – lain.
3
Ariesto Hadi Satopo. Multimedia Interaktif Dengan Flash. Hal. 7
5
2.6. Media pembelajaran Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Sehingga dapat disimpulkan media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna.
2.7. Perangkat Lunak Yang Digunakan 2.7.1. Adobe Flash CS3 Perangkat lunak Adobe Flash dulunya bernama “Macromedia Flash”, merupakan perangkat lunak multimedia yang dulunya dikembangkan oleh Macromedia. Flash biasanya digunakan untuk membuat animasi, game dan berbagai komponen web. Adobe flash tidak hanya digunakan untuk web tetapi juga dapat membangun aplikasi desktop karena aplikasi flash selain mengubah menjadi format .Swf, Flash juga dapat dikompilasi menjadi format .exe. 4
2.7.2. CorelDraw X4 CorelDRAW X4 merupakan program untuk membuat gambar vektor yang merupakan standar desainer grafis di dunia. CorelDRAW X4 merupakan penyempurnaan dari CorelDRAW yang sudah berkembang sebelumnya.
2.7.3. Actionscript 2.0 Action script adalah bahasa pemrograman di Flash. Action script dapat digunakan untuk mengontrol obyek di Flash untuk membuat navigasi tombol dan elemen interaktif lainnya serta membuat movie flash yaitu movie yang mampu merespon perintah dari pengguna yang baik menggunakan keyboard.
4
Andy Sunyoto, 2010. Adobe Flash + XML–Rich Multimedia Applications, Hal 1
5
3. Analisis 3.1. Analisis Sistem Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan dan hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya. 5 3.2. Identifikasi Masalah Mengidentifikasi masalah yang timbul pada sistem promosi yang lama. Masalah ini yang menyebabkan tujuan dari sistem yang lama kurang tercapai. Oleh karena itulah pada tahap perancangan sistem langkah pertama yang akan dilakukan oleh perancang sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu masalah pada sistem pembelajaran yang lama.
3.3. Analisis Kebutuhan Sistem 3.3.1. Analisis Kebutuhan Fungsioanal Untuk mempermudah analisis sistem dalam menentukan keseluruhan kebutuhan secara lengkap, maka analisis membagi kebutuhan sistem ke dalam dua jenis yaitu kebutuhan secara fungsional dan kebutuhan secara non fungsional. 3.3.2. Analisis Kebutuhan non Fungsional 3.3.2.1. Kebutuhan perangkat keras Analisis perangkat keras bertujuan untuk mengetahui secara tepat perangakat keras yang dibutuhkan. Perangkat keras yang dibutuhkan untuk pembuatan. Tabel 3.1 Kebutuhan perangkat Keras Spesifikasi
Kebutuhan
Processor
Intel Core i5 2.53 GHz
Hard disk
500 GB
VGA
ATI Mobility Radeon HD 5470
RAM
2 GB
Monitor
14 Inci
5
jogiyanto. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Hal 129
7
3.3.2.2. Kebutuhan Perangkat Lunak Analisis perangkat lunak bertujuan untuk mengetahui perangkat lunak apa saja yang dibutuhkan dalam menjalankan sistem ini
Tabel 3.2 Kebutuhan perangkat Lunak Spesifikasi
kebutuhan
Sistem Operasi
Windows 7
Aplikasi
Adobe Flash CS3 CorelDraw graphics suite X4
3.3.2.3. Kebutuhan Sumber Daya Manusia (Brainware) Sebagai pelaksana dari sistem yang diusulkan yaitu : Tabel 3.3 Kebutuhan Sumber Daya Manusia Pengguna
Keterangan
Guru
Penyampai materi
Siswa
Siswa SMP / MTs kelas VIII
Animator
Pembuat Multimedia
3.4. Analisis Kelayakan Sistem 3.4.1. Kelayakan Teknologi Kelayakan teknologi digunakan untuk mengetahui apakah teknologi ini nantinya dapat diterapkan dalam sistem atau tidak. Penggunaan teknologi Komputer dapat diterapkan dalam sistem baru karena sistem lama masih manual. 3.4.2. Analisis Kelayakan Operasional Aplikasi multimedia ini dirancang sesuai dengan kebutuhan informasi bagi siswa dan guru. Aplikasi ini sangat mudah
penggunaanya, sehingga
semua dapat mengoperasikan aplikasi ini. Pemeliharaan pada aplikasi ini hanya membutuhkan seseorang yang mengerti multimedia. Dengan demikian, aplikasi multimedia ini layak secara operasional.
7
3.4.3. Analisis Kelayakan Hukum Dalam hal ini perangkat lunak yang digunakan harus resmi dan sesuai dengan perijinan yang ada, sehingga tidak menyimpang dari ketentuan hukum yang berlaku dan tidak akan menimbulkan masalah hukum baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang.
3.5. Perancangan 3.5.1. Perancangan Konsep Perancangan konsep merupakan dasar sebuah aplikasi multimedia, agar aplikasi yang dibuat yaitu membuat aplikasi multimedia interaktif sebagai alat bantu belajar pokok bahasan klasifikasi makhluk hidup. Konsep multimedia yang dirancang atau ditawarkan adalah sarana pembelajaran yang berbentuk gambar dan animasi yang berfungsi sebagai alat bantu ajar guru. Dimana akan dijelaskan tentang klasifikasi makhluk hidup dan pengelompokannya akan divisualisasikan.
3.5.2. Perancangan Isi Tahap ini dapat dilakukan perancangan isi mengenai apa yang akan disampaikan dan harus sesuai dengan konsep yang telah disusun serta tidak menyimpang dari tujuan dibuatnya sistem multimedia ini. Sistem yang dibuat akan diisi dengan beberapa elemen antara lain : gambar, teks, dan animasi yang secara umum akan ditempatkan dalam beberapa bagian menu.
3.5.3. Peracangan Naskah Tahapan ini merupakan tentang naskah dan rencana yang telah disusun. Rancangan naskah dibuat ke dalam menu – menu yang nantinya dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran.
3.5.4.Perancangan Grafik Bagian ini merupakan bentuk kegiatan yang meliputi pemilihan grafik yang mendukung dialog dan latar belakang fasilitas aplikasi multimedia yang digunakan. Aplikasi ini dirancang dengan desain grafik melalui pengolahan gambar menggunakan softwate CorelDraw 4.
9
1.
Rancangan Intro
Gambar 3.2 Rancangan Intro 2.
Menu Utama
Menu utama merupakan menu terpenting yang memuat tombol navigasi untuk melanjutkan ke halaman berikutnya, tombol-tombol yang tersedia pada menu utama adalah :
Gambar 3.3 Menu Utama
4. Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1. Implementasi Sistem Tahapan ini merupakan kegiatan yang meliputi tentang pembuatan desain grafik yang mendukung semua interaksi, membuat animasi sesuai dengan tema, membuat teks sebagai penyampaian pesan. Dan kemudian semua digabungkan dalam Adobe Flash CS3.
9
4.2. Pembuatan Background
Gambar 4.1 Tampilan Edit Pada Coreldraw X4 4.3. Pembuatan Simulasi
Gambar 4.2 Pembuatan simulasi
4.4. Pembuatan Tombol
Gambar 4.3 Pengaturan tombol button
11
Isi tombol yaitu : on(release) { gotoAndStop("home"); }
4.5. Menu Utama
Gambar 4.6 Tampilan menu utama Isi submenu dunia hewan yaitu sebagai berikut : on (rollOver) { gotoAndPlay(2); } on (rollOut) { gotoAndPlay(1); } on (release) { _root.gotoAndStop("hewan"); } 4.6. Pengetesan
4.6.1.
White Box Testing
White box testing umumnya dilakukan oleh orang yang memahami bahasa pemrograman multimedia, sehingga mampu mengatasi permasalahan seperti debuging dan mengatasi error program.
12
4.6.2.
Black Box testing Black box testing adalah istilah testing yang biasanya dilakukan oleh
user. Pencarian kesalahan dengan metode ini dilakukan pada saat aplikasi sedang dijalankan dan umumnya aplikasi akan dijalankan dengan cara yang tidak sesuai cara umumnya. Tabel 4.1 Kesimpulan Hasil Pengujian Loading Aplikasi Tidak Bisa Sedang Cepat (1-5 Detik) Loading
(8-12 Detik)
Notebook Intel Core i5 2.53
9
GHz Memory 2GB Komputer Pentium III dengan Memory 9
256 MB
Tabel 4.2 Kesimpulan Hasil Pengujian Error Sistem Terjadi Error Tidak Terjadi Error Notebook Intel Core i5 2.53 GHz Memory 2GB
9
Komputer Pentium III dengan memory 256 MB
9
4.7. Manual Program 4.7.1.
Intro
13
Keterangan
:
Intro tersebut adalah tampilan ketika aplikasi multimedia interaktif pembelajaran klasifikasi makhluk hidup
dijalankan pertama kali. Klik Go untuk memasuki
halaman menu utama aplikasi ini.
4.7.2.
Menu utama
Keterangan : a. Pada halaman utama terdapat submenu dunia hewan, dunia tumbuhan, kuis dan submenu bantuan. b. Jika ingin memasuki halaman dunia hewan, maka klik tombol dunia hewani, tombol dunia tumbuhan untuk memasuki halaman dunia tumbuhan, tombol kuis untuk memasuki halaman latihan kuis, tombol bantuan untuk memasuki halaman bantuan c. Terdapat tombol panah, untuk menuju halaman sebelumnya dan halaman setelahnya. d. Terdapat tombol volume suara yang dapat diaktifkan dan dinonaktifkan.
4.8. Mempublikasi dengan Compact Disc (CD) Setelah pekerjaan yang kita buat menggunakan Adobe flash CS3 selesai, kini saatnya untuk mempublikasikan kedalam CD (Compact Disc) yang dapat dijalankan otomatis di komputer lain. Banyak software untuk membakar (burn) ke CD.
4.9. Prosedur Pemakaian Aplikasi 1. Pastikan komputer sudah hidup
14
2. Masukkan CD aplikasi maka secara otomatis akan berjalan sendiri (autorun). Apabila autoran tidak jalan maka dapat dilakukan dengan cara mengklik dua kali ikon projector yang merupakan file exe 3. Dan untuk keluar dari aplikasi dapat dilakukan dengan memilih tombol keluar pada menu
4.10.
Pemeliharaan Sistem Multimedia Interaktif Pembelajaran
Tahap akhir dari proses penerapan sistem adalah tahap pemeliharaan yang terus dilakukan selama sistem masih berjalan dan tetap dipakai. Kegiatan pemeliharaan ini meliputi pemeliharaan sistem perangkat keras dan perangkata lunak. Dengan adanya sistem pemeliharaan maka sistem tersebut dapat dikontrol, sehingga ketika dioperasikan tidak akan mengalami hambatan.
4.10.1. Pemeliharaan software 1.
Memiliki duplikat dari sistem aplikasi tersebut secara keseluruhan untuk mengantisipasi terdapat kesalahan atau error pada aplikasi
2.
Jika terdapat kesalahan pada software, maka kita dapat melakukan penginstalan ulang.
4.10.2. Pemeliharaan hardware 1.
Melakukan
perawatan
terhadap
perangkat
keras,
misalnya
dibersihkan dari debu.
5. Kesimpulan Pada saat ini, kegiatan belajar mengajar di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Negeri Windusari
Magelang
masih
menggunakan
cara
yang
konvensional,
yaitu
penyampaian materi yang masih menggunakan buku, papan tulis, dan alat tulis. Dengan adanya teknologi multimedia, maka Kegiatan pembelajaran
tersebut
dapat dibuat sebuah media pembelajaran dengan judul “Multimedia Pembelajaran Interaktif Klasifikasi Makhluk Hidup Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas VII MTS Negeri windusari Magelang”. Dengan media interaktif berupa pembelajaran klasifikasi makhluk hidup ini, diharapkan dapat memudahkan pihak guru guna menyampaikan materi Biologi pada pembahasan Klasifikasi makhluk hidup, serta untuk meningkatkan daya tangkap materi yang diberikan pada mata pelajaran Biologi.
15
DAFTAR PUSTAKA
Hadi Satopo, Ariesto. 2003. Multimedia Interaktif Dengan Flash. Yogyakarta: Graha Ilmu Jogiyanto. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori Dan Praktik Aplikasi Bisnis. Yogyakarta : Penerbit Andi. McLeod Jr, Reymond. 1996. Sistem Informasi Manajemen II. Sadiman, Arif, Raharja R. Dkk. 2003. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatan. Jakarta : PT. Raja Grapindo Persada. Sunyoto, Andi. 2010. Adobe Flash + XML – Rich Multimedia Applications. Yogyakarta : Penerbit Andi. Suyanto,M, 2005, MULTIMEDIA Alat untuk Meningkatkan Kunggulan Bersaing, Yogyakarta : Penerbit Andi
16