BAB 5
PENUTUP
5.1.
Simpulan Peneliti menyusun simpulan berdasarkan tujuan penelitian, yaitu untuk
mengetahui Proses Produksi dan Analisis SWOT program Prime Time di Berita Satu News Channel. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan pada program berita Prime Time, maka dapat disimpulkan : 1. Nama Prime Time digunakan sebagai nama program karena diambil dari filosofi waktu prime time. Prime time di dalam dunia broadcast televisi merupakan waktu yang paling kuat, ada di kisaran jam 17.00 hingga 22.00 WIB, di jam-jam itu lah banyak pasang mata yang sedang menonton televisi, dimana orang telah beristirahat selepas pulang kerja, dan berkumpul bersama menonton televisi. Nama program dirancang dan akhirnya dipilih melalui sebuah rapat redaksi, dan di pilih Prime Time agar mudah diingat oleh orang. Program Prime Time yang tayang setiap hari pukul 17.00 WIB mempunyai target audience kelas A dan B menengah ke atas sesuai dengan target audience Berita Satu TV yang hanya bisa disaksikan lewat jaringan TV berbayar. Konten dan isi berita yang disajikan di dalam program ini sebagian besar adalah berita berita kuat dan hangat seputar politik, hukum dan ekonomi. Strategi promo program Prime Time untuk memperluas jaringannya adalah dengan melakukan iklan on air di setiap jaringan televisi First Media dan Big TV, dan Off air dengan menggunakan iklan spanduk dan stiker yang melekat di setiap mobil operasional Berita Satu. Kemudian dengan bekerja sama dengan tv local di daerah, dan membuat aplikasi Berita Satu di smartphone untuk live streaming.
2. Tahap pra poduksi program Prime Time Berita Satu dimulai dari melakukan rapat redaksi perencanaan yang dilakukan oleh tim produksi seperti para manager, eksekutif produser, produser, koordinator liputan, guest relation. Rapat redaksi dilakukan pada malam hari setelah program acara selesai
123
124 sekitar pukul 8. Rapat dimulai dari evaluasi terhadap tayangan yang telah berjalan. Kemudian dilanjutkan dengan rapat perencanaan atau proyeksi. Didalam rapat ini menentukan terkait dengan apa yang akan ditayangkan esok hari. Memetakan peristiwa yang akan terjadi esok hari, memetakan isuisu yang sedang berjalan selama beberapa hari terakhir. biasanya sudah ada berita yang dapat diperediksi untuk diangkat besok, tentu dilihat dari hasil evaluasi dan perkembangan informasi terkini. Kemudian juga menentukan topik dialog yang akan diangkat mengenai isu apa, yang mereka sebut sebagai tagline dialog, dan juga sekaligus membahas narasumber yang akan diundang untuk berbicara siapa. Rapat kedua diadakan lagi keesokan hari 4 jam sebelum acara on air, yaitu rapat budgeting. Didalam rapat itu, produser yang menjadi runner akan mempresentasikan rundown. Runner mempresentasikan rundown dari awal sampai akhir, konten berita apa saja yang akan di angkat, urutannya seperti apa, menentukan akan dilakukan live dimana saja, disegmen berapa, kemudian dialog dengan narasumber siapa saja. Didalam forum rapat akan terjadi diskusi dengan para manager, korlip dan produser apakah segmen 1 diisi materi A, layak atau tidak, dan seterusnya. Setelah disetujui maka masing-masing produser akan langsung bekerja, bertanggung jawab terhadap berita-berita yang akan ditanganinnya. Setelah topik-topik berita sudah ditentukan, maka dengan dasar itu tim koordinator liputan melakukan jadwal plotingan besok untuk tim lapangan,ada reporter dan kamera men. Disana mereka akan ditentukan reporter A dengan Kamera men A akan dijadwalkan ke lokasi mana, apakah ke bareskrim, atau KPK sesuai dengan tema atau isu berita yang akan diangkat. Tahap pra produksi akhir adalah tim lapangan akan melakukan persiapan. Untuk reporter mereka akan mempersiapkan materi mengenai isu yang akan diliput di lapangan dan kamera men akan mempersiapkan peralatan syuting di lapangan seperti kamera, mic, clip on, lampu, aviwest, HT dan sebagainya.
3. Tahap produksi Prime Time dibagi menjadi 3 bagian kerja, yaitu ada di bagian news room, lapangan dan penyiaran di studio. tahap produksi di news room, tim produser akan membuat beberapa bentuk atau jenis berita. Bentuk-
125 bentuk berita dikerjakan sesuai dengan permintaan yang ada di dalam rundown. Misalnya segmen satu tentang isu konflik partai golkar, maka produser yang bertanggung jawab atau yang menjadi PIC di berita segmen satu akan mencari dan membuat bentuk berita sesuai dengan isi di rundown. Bentuk berita bisa berupa VO, SOT, grafik ataupun bisa dalam bentuk paket dan live. selanjutnya yang dikerjakan oleh para produser adalah memeriksa dan mengedit naskah berita yang dibuat oleh reporter di lapangan. Beritaberita dari reporter dilapangan akan masuk didalam email redaksi Berita Satu. Setelah itu produser yang akan memproduksi berita tersebut dapat mencari nya di software Dalet, di dalam dalet terdapat folder pool. editor menyelesaikan visual gambar yang dilapangan. Di edit oleh editor agar sesuai dengan naskah yang telah dibuat. Tahap poduksi di lapangan reporter akan melakukan koordinasi dan diskusi mencari info terbaru dari isu yang akan dibahas dengan korlip dan dengan rekan-rekan wartawan yang berada di lapangan. Setelah informasi telah banyak yang terkumpul dan semakin jelas, maka reporter akan langsung membuat naskah berita, setalah selesai, naskah akan dikirim ke kantor. Kamera men pertama menginstalasi atau pemasangan alat-alat untuk liputan seperti mengatur settingan kamera, tripod, baterai dan memory card. Kedua melakukan pengambilan gambar di lokasi, dan yang ketiga mengirimkan gambar hasil liputan ke kantor redaksi dengan mengunakan alat aviwest. melakukan live report. Live report bersifat tidak mengikat atau tidak pasti. Ada atau tidaknya live report dilihat dari situasi di lapangan. Jika perkembangan isu yang sedang dicari kuat dan perlu disampaikan langsung dari lapangan, maka akan diadakan live report. Tahap produksi di studio Kru di dalam studio terutama program director (PD) sebelum memproduksi penayangan terlebih dahulu akan melakukan briefing dengan produser yang menjadi runner di show on air hari ini, terkait berita apa yang akan ditayangkan, urutan segmen, bentuk berita yang akan ditayangkan, apakah ada live dan ada di segmen berapa. Setelah briefing, PD akan langsung menyiapkan peralatan untuk siaran dan berkoordinasi dengan kru yang ada di studio control room.
126 4. Tahap paska produksi program Prime Time, memiliki perbedaan isi atau atau cara kerja dengan program yang tidak disiarkan secara langsung. Untuk di tahap paska produksi pada umunya di program tapping itu ada proses editing sebelum ditayangkan. Tetapi untuk program live, karena acara atau gambar telah ditayangkan, telah diangkat, telah diputar dan informasi yang dibuat tim produksi sudah sampai di masyarakat, maka sudah selesai juga tugas para kru produksi. Hal yang dilakukan dalam tahap paska produksi ini yaitu melakukan evaluasi. Evaluasi terhadap isi konten dan dari sisi teknis. Mengevaluasi program yang sudah berjalan apakah ada gangguan ketika proses produksi dari awal hingga akhir, kemudian terjadi diskusi dengan membeberkan solusi-solusi yang ada untuk menghindari kesalahan atau gangguan kembali terjadi untuk tayangan selanjutnya.
5.
Analisis SWOT dalam program Prime Time digunakan sebagai dasar dari strategi yang terkait dengan proses produksi untuk meningkatkan kualitas program. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan proses produksi terbaik menghadapi keempat indikator ini. Kekuatan (Strengths) program adalah kecepatan dalam update berita terbaru, kecepatan dalam pergantian dari satu berita ke berita lainnya, Konten dan isi berita akurat, kualitas gambar beresolusi HD, dan memiliki presenter yang pintar dan handal. Kelemahan (weakness) program adalah jangkauan siaran terbatas, umur televisi masih baru, sehingga banyak orang masih belom mengetahui kehadiran Berita Satu TV, slot jaringan mengudara untuk free to air sudah penuh, dan sedikit mengalami gangguan kesulitan untuk mengundang narasumber. Peluang (Opportunities) program adalah semankin banyak muncul media televisi maupun media lainnya yang memiliki keberpihakan atau partisan terhadap suatu golongan dan individu tertentu. masyarakat juga bosan dengan banyaknya media yang cenderung membuat berita yang memojokan pihak tertentu dan mendukung pihak tertentu, yang didalamnya memiliki kepentingan pribadi pemilik media. Peluang tersebut bisa dimanfaatkan dengan selalu menyikapi suatu permasalahan, suatu isu yang berkembang dengan melihat ketengah, tidak ke kanan maupun ke kiri, melihat fakta yang ada, dan menyampaikannya sesuai dengan fakta yang ada.
127 Ancaman (Threats) program adalah Head To Head dengan program lain yang memiliki program yang sama dan tayang di jam yang sama. Strategi yang digunakan dari SWOT ini untuk dapat di jadikan panduan produksi untuk meningkatkan kualitas program adalah Selalu Memberikan sajian berita yang objektif, independen. Mengutamakan netralitas, dan mengabarkan sesuai fakta (SO), Melakukan promosi dengan membentuk devisi khusus promosi program, Membangun positioning tv yang tidak partisan, selalu menyajikan konten yang berkualitas (WO), pergantian berita dalam satu segmen cepat, namun akurat, tidak bertele-tele, passingnya cepat. termasuk isi berita yang terbaru dan terhangat, menampilkan kualitas tampilan gambar yang lebih jernih, berkualitas HD (ST), melebarkan jangkau dengan memanfaatkan teknologi yang sedang tren sekarang, menargetkan audience kelas menengah ke atas, prime time sudah memiliki target yang jelas. Audience kelas premium (WT).
5.2.
Saran
5.2.1. Saran Akademis Penelitian ini dapat menjadi rujukan untuk penelitian yang lebih mendalam pada program berita Prime Time Berita Satu. Melakukan pengembangan penelitian dari sudut pandang yang berbeda yaitu, meneliti pengaruh program Prime Time terhadap audiens, atau persepsi penonton terhadap program Prime Time menggunakan metode kuantitatif. Hal ini sebagai kontribusi untuk mengembangkan ilmu komunikasi yang terkait dengan penyiaran televisi. 5.2.2. Saran Praktis a. Tim produksi di news room harusnya melibatkan reporter dalam mentukan topic berita yang akan diangkat besok hari dalam forum rapat redaksi, agar reporter juga bisa memahami dan memperdalam apa yang harus mereka lakukan saat di lapangan nanti, sehingga berita yang dilaporkan pun bisa lebih akurat dan berkualitas. b. Ruang reporter seharusnya satu ruangan dengan news room atau ruang koordinator liputan, agar mereka yang di lapangan dapat berkoordinasi
128 terlebih dahulu dengan para produser dan korlip sebelum menuju ke lokasi. Hal ini dapat memperdalam persepektif-persepektif pemahaman terhadap suatu isu yang akan di angkat. c. Produser runner, PD dan semua kru studio harus lebih sigap dan cekatan dalam hal penyiaran, sebisa mungkin harus dikurangi atau diminimalkan segala kesalahan yang sering terjadi saat penyiaran sedang berlangsung. 5.2.3. Saran Sosial Diharapkan dari penelitian ini agar untuk masyarakat luas bisa mengetahui bagaimana proses pembuatan berita televisi itu dari awal hingga akhir, dari suatu peristiwa bisa menjadi berita televisi. Banyak proses yang dilakukan oleh para kru dimulai dari tahap perencanaan hingga proses penyiaran kepada seluruh masyarakat. Untuk masyarakat luas agar bisa lebih cerdas dalam mengolah berita yang dilihat di televisi, bisa menerjemahkan berita dengan baik, yang mana berita yang berpihak dan yang mana berita yang berimbang, supaya masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pemberitaan-pemberitaan yang kurang sesuai dengan kode etik yang berlaku di undang-undang.