BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Bandara Udara Internasional Kuala Namu adalah sebuah bandara udara baru untuk kota Medan, Indonesia. Lokasinya merupakan bekas areal perkebunan PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa, terletak di Kuala Namu, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Kuala Namu akan menggantikan Bandara Polonia yang sudah berusia lebih dari 70 tahun. Saat selesai dibangun, Kuala Namu yang diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya, dan akan menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta.1 Diperkirakan banyaknya frekuensi penerbangan yang nantinya akan dilakukan oleh maskapai penerbangan yang ada di bandara Kuala Namu menyebabkan adanya aktivitas yang padat di bandara. Aktivitas yang terjadi di bandara Kuala Namu nantinya antara lain keberangkatan dan kedatangan pesawat, pergantian rute pesawat dari internasional ke domestik dan sebaliknya, dan transit pesawat untuk pengisian bahan bakar dan perbaikan pesawat. Khusus untuk transit, aktivitas yang dilakukan penumpang yaitu menunggu selama 2 – 3 jam untuk pergantian rute penerbangan dan pengisian bahan bakar bahkan tertunda 2 hari apabila pesawat mengalami kerusakan. Adanya arus pergerakan pesawat dan mobilitas manusia ini menimbulkan tuntutan penyediaan fasilitas lainnya seperti sarana akomodasi, sarana komunikasi, sarana hiburan dan rekreasi, dan sarana lainnya yang mampu memberikan hiburan dan mengurangi ketegangan dari kesibukan akivitas yang ada di bandara Kuala Namu. Akomodasi dalam pengertian dasar adalah, suatu ruangan/kamar atau tempat
dimana
pengunjung
dapat
tidur/menginap.
Dalam
perkembangan
selanjutnya, karena setiap orang yang menginap itu juga memerlukan fasilitas lain seperti makan dan minum, walaupun sekedarnya lambat laun istilah akomodasi dikenal orang bukan hanya sekedar tempat menginap, namun telah berkembang dalam arti luas yaitu sebagai tempat dimana seseorang dapat beristirahat atau 1
New Airport under construction, Medan, Sumatera, 4 juli 2006
Universitas Sumatera Utara
menginap untuk sementara waktu, serta mendapatkan makan dan minum, tetapi juga terpenuhi kebutuhan lainnya. Salah satu penyediaan sarana akomodasi untuk pelayanan pengguna transportasi udara di bandara Kuala Namu yaitu hotel transit. Menurut The Architect’s Journal (1974:9) prinsip pendirian hotel selalu didasarkan atas adanya kebutuhan yang terjadi akibat pengaruh perkembangan arus dan volume wisatawan, perkembangan sarana transportasi, perkembangan pelayanan perjalanan atau perkembangan dunia usaha. Berdasarkan pengaruh perkembangan arus dan volume wisatawan, serta sarana transportasi udara tersebut, maka bandara Kuala Namu yang nantinya sebagai salah satu bandara Internasional Indonesia memerlukan adanya kelengkapan sarana akomodasi, dalam hal ini hotel transit, yang mampu menunjang aktivitas dan keberadaan bandara bandara Kuala Namu serta pemenuhan kebutuhan para wisatawan yang mengalami transit penerbangan (wisatawan mancanegara, wisatawan domestik, dan pengusaha serta awak pesawat). Perencanaan hotel transit ini diharapkan mampu mengantisipasi tuntutan akan sarana akomodasi di dalam kawasan bandara Kuala Namu. Kawasan bandara Kuala Namu menurut para investor juga berpotensi untuk menciptakan komunitas ekonomi. I.2. Maksud dan Tujuan Adapun tujuan dari pembangunan Kuala Namu Transit Hotel adalah : •
Untuk merencanakan dan merancang sebuah hotel transit di kawasan bandara Kuala Namu sebagai sarana akomodasi dengan kemudahan pelayanan bagi para wisatawan, pengusaha, dan awak pesawat yang mengalami transit penerbangan di bandara Kuala Namu.
•
Menyediakan fasilitas-fasilitas ruang bisnis bagi para pengunjung hotel.
•
Menciptakan suasana hotel yang nyaman dengan segala fasilitas-fasilitas yang mendukung.
•
Menerapkan langkah – langkah pokok program dasar perencanaan dan konsep perancangan Hotel Transit di kawasan bandara Kuala Namu.
Universitas Sumatera Utara
I.3. Masalah Perancangan Adapun permasalahan yang dapat timbul pada perancangan Transit Hotel yang menggunakan konsep indoor ini adalah bagaimana merencanakan fasilitas-fasilitas yang berbeda-beda dalam satu perancangan yang saling berintegrasi, yang didukung oleh aspek lain seperti sirkulasi, utilitas, dan lain-lain. Permasalahan pada kasus ini adalah : Permasalahan umum : 1. Bagaimana merancang sebuah hotel transit yang nyaman dan dapat menimbulkan citra bangunan yang ramah terhadap para tamu hotel. Permasalahan khusus : 1. Bagaimana membuat jalur sirkulasi baik ruang dalam maupun ruang luar secara efektif 2. Bagaimana menciptakan suatu bangunan hotel yang ekologis dan ramah terhadap lingkungan sesuai dengan tema 3. Bagaimana menentukan lokasi tapak yang sesuai di Kawasan Kuala Namu, untuk lokasi pembangunan Transit Hotel dengan memperhatikan kriteria-kriteria dan data yang ada dilapangan. 4. Bagaimana menentukan system struktur dan utilitas hotel. I.4. Pendekatan Masalah Pendekatan masalah merupakan bentuk pengenalan masalah yang lebih berfokus pada hal yang lebih khusus untuk mencari penyelasaian yang lebih tepat. Dalam hal ini pendekatan pada masalah perancangan Kuala Namu Transit Hotel. Adapun pendekatan masalah yang akan dibahas adalah mengenai bagaimana
merencanakan
Internasional Kuala Namu
hotel transit
bisnis
dikawasan
bandara
udara
untuk memenuhi kebutuhan wisatawan akan suatu
akomodasi dan fasilitas akan keperluan bisnis. Melalui pendekatan fungsinya sebagai tempat hunian yang letaknya sangat strategis yaitu dikawasan bandara, maka direncanakan bermacam-macam kegiatan hunian. Lokasi perencanaan terletak di kawasan bandara baru Internasional Kuala Namu, mengingat aksesbilitas yang cukup memadai dan jarak tempuh yang relatif
Universitas Sumatera Utara
singkat dari pusat Kota Medan sehingga wisatawan tidak mengalami kesulitan dalam masalah transportasi. Lokasi perancangan merupakan lokasi yang diperuntukkan bagi pengembangan lokasi komersil seperti yang telah direncanakan PT. Angkasa Pura II untuk mendukung pengadaan bandara Kuala Namu sendiri. Hal ini menjadi dasar perencanaan dan perancangan dalam memajukan sektor pariwisata dan mengoptimalkan potensi yang ada di Kota Medan dan sekitarnya. Sasaran
pelayanan
berskala
nasional
dan
internasional
dalam
perancangannya diterapkan desain yang bertemakan Arsitektur ekologis. I.5. Lingkup dan Batasan Proyek Batasan-batasan kajian yang akan dibahas dalam kasus proyek ini adalah bagaimana mengembangkan berbagai konsep dalam merencanakan dan merancang sebuah Transit Hotel. Lingkup Pembahasan yang akan digunakan adalah: 1. Merencanakan dan merancang Transit Hotel dikawasan bandara Kuala Namu yang didasari oleh disiplin ilmu arsitektur 2. Transit hotel ini termasuk kedalam kategori bangunan tunggal dalam suatu tapak yang direncanakan 3. Transit Hotel yang direncanakan merupakan suatu bangunan dengan penekanan arsitektur ekologi yang berfungsi untuk menampung kebutuhan para wisatawan yang mengalami transit dibandara Kuala Namu. Batasan- batasan dalam merencanakan Transit Hotel adalah: 1. Hanya membahas tentang masalah-masalah yang dihadapi dalam merancang sebuah Transit Hotel. 2. Kajian arsitektur akan dibatasi oleh tema dalam penyelesaian kasus ini, yaitu Arsitektur Ekologis. 3. Menerapkan tema Arsitektur Ekologis ke dalam sebuah Transit Hotel. 4. Pemilihan sistem pemanfaatan energi secara alami yang kemudian dikonversikan menjadi pembangkit energi sendiri (mandiri) pada bangunan. Sistem – sistem tersebut antara lain sebagai berikut : a. Photovoltaic, memanfaatkan energi matahari sebagai energi listrik
Universitas Sumatera Utara
b. Bio-swale / penampungan air hujan, merupakan konsep reuse
dengan menampung air hujan dimanfaatkan kembali untuk keperluan menyiram greenary, flusher WC, dll. c. Roof Garden, taman diatas atap dapat menyerap panas matahari
yang jatuh diatas dak beton bangunan, menyerap gas beracun disekeliling bangunan, menyaring udara kota yang berpolusi dan berdebu, serta menyerap sinar ultraviolet sebelum masuk atau memantul dalam bangunan, sehingga bangunan lebih sejuk.
Universitas Sumatera Utara
I.6. Kerangka Berpikir Judul Proyek : Kuala Namu Transit Hotel
Judul Proyek : Kuala Namu Transit Hotel
Latar Belakang Kebutuhan akan adanya kelengkapan sarana akomodasi, berupa hotel transit pada kawasan Bandara Kuala Namu
Tujuan: merencanakan dan merancang sebuah hotel transit di kawasan bandara Kuala Namu sebagai sarana akomodasi bagi para pengguna jasa pesawat yang mengalami transit khususnya
Pengenalan Hotel
Permasalahan : • Fungsi : menggabungkan fungsi-fungsi sehingga membuat nyaman bagi pemakainya dan menjadi menarik. • Kawasan : memaksimalkan lahan yang tersedia dengan sebaik mungkin. • Arsitektur : memadukan fungsi-fungsi yang ada ke dalam bangunan.
Pengumpulan Data : • Studi literatur • Studi lapangan • Studi banding • Wawancara Studi Banding : • Kajian tema • Bentuk bangunan Fasilitas
Studi Site : • Data eksisting site • Kondisi disekitar site
Desain
Analisa : • Analisa Site. •
Analisa Lingkungan Sekitar.
•
Analisa Fungsi.
Konsep : • Analisa kondisi tapak • Konsep bangunan • Konsep utilitas Analisa fungsional
Universitas Sumatera Utara
I.7.
Sistematika Penulisan Laporan Sistematika Penulisan laporan adalah tata cara penulisan laporan sebagai pedoman agar laporan dapat tersusun dengan benar. Berikut adalah sistematika penulisan laporan Kuala Namu Transit Hotel;
BAB I
PENDAHULUAN Berisi tentang kajian latar belakang, maksud dan tujuan, permasalahan, pendekatan,lingkup batasan,asumsi kelayakan dan sistematika laporan.
BAB II
DESKRIPSI PROYEK Berisi tentang pengertian Kuala Namu Transit Hotel, lokasi, tinjauan fungsi dan studi banding terhadap Kasus Proyek sejenis yang lain.
BAB III ELABORASI TEMA Berisi tentang kajian mengenai pengertian ,interpretasi dan keterkaitan tema dengan judul serta studi banding terhadap bangunan-bangunan yang menerapkan tema yang sama. BAB IV ANALISIS Berisi tentang kajian analisis terhadap lokasi dari tapak perancangan, potensi dan kondisi lingkungan, pemakai, dan aktivitasnya dan berisi tentang dasar-dasar pemrograman fasilitas yang direncanakan, meliputi kebutuhan ruang, besaran dan persyaratan ruang, hubungan antar ruang yang bersifat analisa. BAB V
KONSEP PERANCANGAN Berisi konsep-konsep perancangan yang sesuai dengan lingkungan kajian.
BAB VI PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi gambar-gambar desain dan foto maket hasil perancangan. DAFTAR PUSTAKA Berisi daftar pustaka yang digunakan sebagai bahan literatur dalam perencanaan ini.
Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Berisi mengenai hal-hal yang menjadi tambahan dalam pengerjaan perencanaan laporan ini
Universitas Sumatera Utara