SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Desain dan Pengaruh Sistem Kontrol : Pengujian Model Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung Kiryanto
Two models are developed on the effects of a control system that include participative standar settingm standard-based incentive, and standard tightness. The direct model propose that the control system directly affects performance, whereas the indirect model proposes that the affects the control system on performance are indirect through the mediating influence of job-related stress. Hypothesis tests and a comparison test using path analysis indicate that the indirect model has a significantly better fit to the data than does the direct model. Kata kunci : Participative Standard Setting, Standard Tightness, Standard Based Incentives, Job Related Stress, Job Performance
1
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG 1. Pendahuluan
Sistem kontrol seperti telah diteliti dalam literatur akuntansi, biasanya didasarkan pada cybernetic model yang mana standart kinerja (budget, goal, target) dan pengukuran kinerja diperbandingkan sebagai dasar untuk kegiatan koreksi dan evaluasi kinerja. Tiga komponen penting dari sistem kontrol berbasis-kinerja adalah proses penyusunan standart (misalnya: partisipasi, imposition), standard tightness (misalnya: goal difficulty, budgetary slack), dan insentif berbasis standart (misalnya: bonus untuk setiap unit yang diukur kinerjanya melebihi standar kinerja yang telah ditetapkan). Tiga komponen sistem kontrol ini saling berinteraksi/berhubungan (Demski & Feltham, 1978) . Proses yang digunakan untuk menetapkan standar kinerja adalah kemungkinan pengaruh tingkat keketatan/kesulitan dan sebaliknya pengaruh penghargaan yang diterima terhadap kinerja berdasarkan standar yang ada. Banyak studi yang telah meneliti pengaruh langsung dari satu atau lebih komponen sistem kontrol tersebut (partisipasi penganggaran, standart tightness, insentif berbasis kinerja) terhadap kinerja atau variabel-variabel lainnya (misal: jobrelated stress) (Birnberg, Shields, & Young: 1990; Kren & Liao, 1988; Merchant: 1989; Shields
& Shields: 1998; Young & Lewis: 1995). Penelitian-penelitian
terdahulu kebanyakan masih meneliti hubungan univariat dan bivariat dari setiap komponen sistem kontrol tersebut. Sedangkan yang meneliti pengaruh tidak langsung terhadap komponen-komponen sistem kontrol tersebut masih sangat sedikit. Namun demikian, penelitian-penelitian terdahulu telah banyak memberikan pandangan terhadap pengaruh komponen-komponen sistem kontrol tersebut. Ada beberapa kelemahan berdasarkan studi-studi terdahulu, antara lain: Pertama, banyak studi terdahulu yang hanya meneliti
satu komponen sistem kontrol sedangkan
seharusnya difokuskan pada seluruh komponen sistem kontrol karena akuntansi manajemen dan kontrol manajemen biasanya mempunyai lebih dari satu komponen yang disajikan dalam sebuah sistem yang saling terkait. Penelitian terhadap keseluruhan komponen sistem kontrol adalah sangat penting dalam rangka memahami bagaimana sistem kontrol tersebut beroperasi/bekerja sebagai sebuah sistem dan pengaruh sistem tersebut. 2
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG Kedua, pada saat sistem kontrol dan komponen-komponennya mempunyai pengaruh, kebanyakan studi hanya meneliti satu variabel dependen (univariat) atau apabila telah meneliti berbagai variabel dependen hanya meneliti hubungan diantara komponen-komponen sistem kontrol tersebut. Ketiga, kebanyakan penelitianpenelitian terdahulu hanya meneliti secara langsung dari berbagai komponen sistem kontrol tersebut. Ada perbedaan yang sangat penting secara teoritis antara model langsung dan tidak langsung yang mempunyai implikasi pada pada praktek (Bollen: 1989). Selain itu, berdasarkan literatur psikologi organisasi, bahwa hubungan komponen-komponen sistem kontrol tersebut sebenarnya juga sangat ditentukan oleh tingkat tekanan dari pekerjaan yang dihadapi. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini akan mencoba membandingkan model pengaruh tidak langsung dan langsung terhadap komponen-komponen sistem kontrol melalui tekanan pekerjaan (job-related stress) yang dihadapi bawahan. Adapun penelitian ini juga akan mencoba menggunakan analisis regresi berganda bertingkat untuk membandingkan model langsung dan tidak langsung tersebut.
2. Telaah Literatur dan Pengembangan Hipotesis Penelitian Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan penelitian sebelumnya dengan membandingkan model langsung dan tidak langsung pengaruh dari seluruh unsur-unsur komponen sistem kontrol, yang meliputi: partisipasi penyusunan standart (participative standard setting), insentif berbasis standart (standard-based incentive), keketatan standart (standard tightness), dan tingkat tekanan pekerjaan (job-related stress) serta kinerja pekerjaan (job performance) sebagai variabelvariabel penelitian. Hasil penelitian ini akan bermanfaat dalam praktek, yaitu: dalam rangka memahami hubungan langsung dan tidak langsung komponen-komponen sistem kontrol tersebut. Penerapan kebijakan langsung dan tidak langsung terhadap komponen-komponen sistem kontrol terhadap kinerja akan dapat meningkatkan atau memaksimumkan kinerja. Sedangkan manfaat dalam literatur akuntansi manajemen akan mengembangkan model penerapan tidak langsung terhadap komponen-komponen sistem kontrol serta membandingkannya.
3
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG 2.1 Partisipasi Penyusunan Standart (Participative Standard Setting) dan Ketetatan Standart (Standard Tightness) Penelitian pertama hubungan partisipasi dengan senjangan (slack) didasarkan pada penelitian oleh Cyert dan March (1963) dan Williamson (1964) yang menunjukkan bahwa pembentukan senjangan (slack) dalam standart didorong oleh kepentingan ekonomi bawahan. Sedangkan penelitian Lowe & Shaw, (1968) dan Schiff & Lewin, (1970), menunjukkan keberadaan senjangan (slack) serta faktorfaktor yang mempengaruhinya. Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa partisipasi mengurangi keinginan bawahan membentuk senjangan (slack) di dalam budget, walaupun hubungan negatif antara partisipasi dan senjangan hanya merupakan hubungan tidak langsung (Onsi, 1973); tidak terdeteksi (Collins, 1978), dan terdeteksi sangat lemah oleh Merchant (1985). Prediksi secara lebih tepat selanjutnya didasarkan pada teori agensi (Baiman, 1982; Baiman & Evans, 1983). Dasar prediksi hubungan positif antara partisipasi dan senjangan (slack) karena pada saat bawahan mengharapkan kompensasi maka bawahan berkepentingan terhadap keketatan standart sehingga bawahan mengharapkan menggunakan kesempatan partisipasi dalam penyusunan standar tersebut. Konsekuensinya, Lukka (1988) memberikan bukti studi lapangan bahwa ketika bawahan berpartisipasi dalam penyusunan standart (budget) maka ia mencoba menggunakan partisipasi untuk membuat standar (budget) yang lebih mudah dicapai. Beberapa studi juga telah menguji hubungan partisipasi dengan keketatan (tightness) dengan senjangan (slack) didasarkan pada teori agensi. Nouri dan Parker (1998) memberikan bukti survey lapangan terhadap hubungan partisipasi anggaran dengan kerugian budget (looser budget). Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa bawahan yang berpartisipasi dengan memilih/menetapkan sendiri (self selecting) standart kinerja mereka sendiri maka mereka akan memilih standar yang lebih rendah (Chow, Cooper & Haddan, 1991; Chow, Cooper & Waller, 1988; Waller, 1988; Young, 1985). Berdasarkan bukti-bukti secara keseluruhan dari analisis teoritis dan eksperimental, survey dan studi lapangan maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : 4
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG H1 : Ada hubungan negatif antara partisipasi penyusunan standar (participation standard setting) dan ketetatan standart (standard tightness). 2.2. Partisipasi Penyusunan Standart (Participation Standard Setting) dan Insentif Berbasis Standart (Standard Based Incentive) Penelitian sebelumnya telah memprediksi berdasarkan teori agensi tentang hubungan partispasi penyusunan standart dengan insentif berbasis kinerja. Menurut Baiman, 1982; Baiman
& Evans, 1983 menunjukkan bahwa ketika bawahan
berpartisipasi dalam penyusunan standart maka manajemen menggunakan insentif berbasis kinerja yang lebih besar apabila tercapai atau melebih standart yang telah ditetapkan. Asumsi yang mendasari hubungan antara partisipasi penyusunan standart dengan insentif berbasis-standart adalah bahwa tingkat partisipasi meningkat maka atasan dapat belajar bagaimana mengembangkan standart kinerja yang lebih baik sehingga bawahan termotivasi untuk memaksimumkan kinerja (Shields & Shields, 1998). Cara yang penting untuk memotivasi bawahan memaksimumkan kinerja adalah memberikan insentif yang lebih banyak atas pencapaian standart atau melebihi standart. Penelitian
ini
juga
mengharapkan
bahwa
seorang
bawahan
akan
menggunakan kesempatan untuk berpartisipasi dengan meningkatkan insentif berbasis
standart.
Bawahan
diasumsikan
menggunakan
partisipasi
untuk
memperoleh kombinasi dari insentif berbasis standart dengan keketatan standart (standard tightness) yang dapat memaksimumkan reward yang akan diperolehnya. Oleh karena itu, penelitian ini mengharapkan seorang bawahan akan memanfaatkan partisipasi penyusunan standart untuk mencoba meningkatkan reward yang diharapkannya. Rewards tersebut akan dapat diperoleh apabila pencapaian targetnya tercapai atau melebihi standart kinerja yang telah ditetapkan. Shields dan Young (1993) menemukan bukti bahwa terjadi hubungan positif antara partisipasi penyusunan standart dengan insentif berbasis standar. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini dapat dihipotesiskan dengan hal yang sama, yaitu: H2 : Ada hubungan positif antara partisipasi penyusunan standart (Participation Standard Setting) dengan insentif berbasis standart (standard based incentive). Padang, 23-26 Agustus 2006
5 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG 2.3 Partisipasi Penyusunan Standart (Participation Standard Setting) dengan Kinerja (Job Performance) Pengaruh langsung partisipasi penyusunan standar terhadap kinerja telah diteliti oleh beberapa peneliti (Shields & Shields, 1998). Studi yang paling akhir didasarkan pada teori organisasi dan psikologi untuk menyusun penelitian mereka terhadap pengaruh langsung variabel independen sikap partisipasi, tekanan stress (job-related stress), motivasi (motivation), kinerja (performance), serta kepuasan (satisfaction) (misalnya: Hofstede, 1967; Kenis,1979; Milani, 1975). Bukti terhadap hasil penelitian ini masing bervariasi dan sangat lemah hasilnya, tetapi kebanyakan menunjukkan hubungan yang positif. Hopwood (1976) mencatat bahwa studi-studi partisipasi dan yang berkaitan dengan studi organisasi biasanya menunjukkan hasil yang positif hubungan antara partispasi dengan kinerja. Sedangkan beberapa peneltian lain menunjukkan hubungan yang negatif antara partisipasi dengan kinerja. Berdasarkan hasil yang bervariasi dan masih lemah tersebut maka Hopwood (1976) menyarakan memperluas literatur dengan menggunakan/mengawinkan teori organisasi dengan teori psikologi. Govindarajan (1986) dan Merchant (1981) menyarakan pnelitian yang memasukkan variabel independen partisipasi berinteraksi dengan variabel lain atau sebagai variabel moderator yang mempengaruhi secara langsung terhdap kinerja kinerja atau variabel-variabel lain. Kebanyakan bukti empiris menunjukkan bahwa partisipasi adalah bagian dari interaksi (dengan variabel independen atau variabel moderasi) terhadap kinerja mempunyai hubungan yang positif. Secara keseluruhan dari studi yang meneliti pengaruh langsung secara independen atau interaksi dari partisipasi penyusunan standart melaporkan positif hubungan langsung antara partisipasi dengan kinerja. Brdasakan hal tersebut maka dapat dihipotesiskan sebagai berikut : H3 : Ada hubungan positif antara partisipasi penyusunan standart (Participation Standard Setting) dengan kinerja (job performance). 2.4 Partisipasi Penyusunan Standart (Participation Standard Setting) dengan Tekanan Pekerjaan (Job-Related Stress) Hasil penelitian akuntansi terhadap hubungan antara partisipasi penyusunan standart dengan tekanan pekerjaan adalah lemah berdasarkan teori dan menunjukkan 6
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG hasil yang masih bervariasi. Kenis (1979) tidak secara eksplisit memprediksi hal tersebut tetapi hasilnya menunjukkan hubungan negatif yang signifikan. Ada beberapa penelitian yang meneliti hubungan antara partisipasi penyusunan standart dengan tekanan pekerjaan (job-related stress), antara lain: Brownell dan Hirst (1986) menemukan bahwa terjadi hubungan negatif linier antara partisipasi penyusunan standart dengan tekanan pekerjaan (job-relates stress). Sedangkan Harrison (1992) melaporkan bahwa partisipasi penyusunan standart merupakan bagian dari interaksi yang signifikan berkaitan dengan tekanan pekerjaan (job-related stress) yang tidak diprediksi sebelumnya. Penelitian lain oleh Lau, Low, dan Eggleton (1995) tidak menemukan interaksi seperti yang diharapkan antara partisipasi penyusunan standart dengan tekanan pekerjaan (job-ralated stress) atau hubungan linier bivariate yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian Beehr (1985) dan Jex & Bechr (1991) menunjukkan bahwa kemampuan keinginan kinerja dari tugas (task demandperformance) dari bawahan dalam pembuatan keputusan akan menyebabkan penurunan tekanan pekerjaan (job-related stress). Dasar teori hubungan ini adalah bahwa partisipasi dapat meningkatkan perasaan individu untuk mengendalikan yang mana akan mengurangi stress. Oleh karena itu, konsisten dengan penemuan hasil penelitian Brownell dan Hirst (1986); Kenis (1979); Beehr (1985) dan Jex & Bechr (1991) serta teori yang ada maka dapat dihipotesiskan dalam penelitian ini sebagai berikut: H4 : Ada hubungan negatif antara partisipasi penyusunan standart (Participation Standard Setting) dengan tekanan pekerjaan (job-related stress). 2.5 Insentif
Berbasis Standart (Standard Based Incentive) dan Tekanan
Pekerjaan (Job-Related Stress) Penelitian akuntansi sebelumnya belum ada yang meneliti terhadap hubungan antara insentif berbasis standart dengan tekanan pekerjaan (job-related stress). Sedangkan penelitian yang berkaitan dengan hal tersebut pernah dilakukan oleh Edwards (1996) dan Van Harrison (1985) yang menemukan bahwa pada saat individu mengharapkan rewards yang lebih tinggi, maka dalam rangka mencapai tujuan tersebut mereka akan mengalami kurang stress karena harapan reward akan meningkatkan kemampuan kinerjanya melalui peningkatan usahanya. Peningkatan 7
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG usaha menjadikan tugasnya mudah sehingga mengurangi stress. Oleh karena itu, maka dalam penelitian ini dapat dihipotesiskan sebagai berikut: H5 : Ada hubungan negatif antara insentif berbasis standart (Standard Based Incentive) dan tekanan pekerjaan (job-related stress). 2.6. Keketatan Standart (Standard Tightness) dan Tekanan Pekerjaan (JobRelated Stress) Tekanan pekerjaan (Job-Related Stress) merupakan fungsi positif dari perbedaan antara permintaan kinerja dari setiap pekerjaan dengan kemampuan kinerja secara individu (Beehr, 1985; Edwards, 1996; Van Horrison, 1985). Tekanan pekerjaan (job-related stress) ini timbul karena meningkatnya stress sebagai akibat dari permintaan pekerjaan secara meningkat melebih kemampuan kinerja dari pekerja. Beberapa studi telah dilakukan yang membuktikan bahwa ada hubungan positif antara keketatan anggaran (budget tightness) dengan tekanan pekerjaan (JobRelated Stress) (Jick’s, 1984,1985). Hal yang sama juga dilakukan oleh Kenis (1979) yang membuktikan bahwa terjadi hubungan positif antara keketatan anggaran (budget tightness) dengan tekanan pekerjaan (job related stress). Berdasarkan hasilhasil penelitian tersebut maka dalam penelitian ini dapat dihipotesiskan sebagai berikut: H6 : Ada hubungan positif antara keketatan standart ( Standard Tightness) dengan Tekanan Pekerjaan (Job-Related Stress). 2.7. Tekanan Pekerjaan (Job-Related Stress) dan Kinerja (Job Performance) Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kemampuan kinerja yang diinginkan dalam tugas berhubungan negatif antara tekanan pekerjaan dan kinerja pekerjaan (Beehr, 1985; Beehr & Bhagat, 1985; Edwards, 1996; Van Horrison, 1985). Model ini mengasumsikan bahwa stress berasal dari salah satunya dari ambiguity(ketidakcocokan) terhadap tugas yang diinginkan atau tugas yang overload maka hal tersebut akan dapat meningkatkan stress. Setiap individu mempunyai ketidakpastian yang besar terhadap kemungkinan hasil dari pekerjannya atau bagaimana
usaha-usahanya
akan
mempengaruhi
kinerja
mereka.
Adanya
ketidakpastian yang besar terhadap pencapaian hasil tersebut akan berakibat pada perasaan
peran ambiguity (ketidakcocokan) yang akan mempengaruhi kinerja
mereka. Padang, 23-26 Agustus 2006
8 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG Penelitian akuntansi yang lain, yaitu : McGrath, (1976); Motowidlo et.al., (1986); serta Dunk (1993) hasil yang konsisten/sama bahwa terjadi hubungan negatif antara tekanan pekerjaan (job-related stress) dengan kinerja (job performance). Oleh karena itu dapat dihipotesis hal yang sama, yaitu: H7 : Ada hubungan negatif antara tekanan pekerjaan (job-related stress) dengan kinerja pekerjaan (job performance). 2.8. Keketatan standart ( Standard Tightness) dan Kinerja (Job Performance) Keketatan standar ( Standard Tightness) didefinisikan sebagai jumlah dari sumber-sumber yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan pada tingkat standar tertentu dikurangi dengan jumlah sumber-sumber yang digunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Beberapa teori motivasi termasuk tingkat aspirasi (Stendry, 1960), ekspektasi (Ronen & Living Stone, 1975), agensi (Chow, 1983), dan goal stting (Hirst & Lowy, 1990) telah menggunkan prediksi asumsi bahwa standar adalah disetujui sehingga dapat dicapai, kinerja merupakan kenaikan fungsi dari tingkat kesulitan standar.
Sesuai dengan prediksi secara teori dan hasil beberapa
penelitian dalam psikologi organisasi
(Locke & Latham, 1990), penelitian
ekperimen dan survey dalam laporan akuntansi terjadi hubungan positif antara keketatan standar (Standard Tightness) dan kinerja individual (Chow, Hirst & Lowy, 1967; Hosftede, 1967; Lindquist, 1995; Rockness, 1977; Stendry, 1960; Walter & Chow, 1985). Sebaliknya penelitian survey dari Kenis (1979) menunjukkan bukti yang berlawanan dengan harapan hubungan antara keketatan (Standard Tightness) dengan kinerja. Penelitiannya juga mencatat bahwa ketika keketatan bergubungan positif dengan motivasi maka keketatan berhubungan negatif dengan kinerja. Oleh karena itu, hasil tersebut tergantung pada persepsi dari keketatan (penurunan kinerja jika standar dipersepsikan lebih ketat/sulit dari pada mudah/longgar).
Secara
keseluruhan bukti dari penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang positif maka penelitian ini menghipotesiskan sebagai berikut : H8 : Ada hubungan positif antara keketatan standar (Standard Tightness ) dengan kinerja pekerjaan (job performance).
9
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG 2.9. Insentif Berbasis Standart (Standard Based Incentive) dan Kinerja (Job Performance) Berdasarkan Demski & Feltham (1978); Locke & Latham (1990); Ronen & Livingstone (1975); menunjukkan bahwa teori-teori agensi, ekspektasi, dan goal setting memprediksi bahwa kinerja merupakan fungsi insentif ketidakpastian dari kinerja. Secara khusus, ketidakpastian insentif terhadap kelebihan kinerja di atas standart akan memotivasi
individu untuk mendesak adanya tambahan bonus.
Penelitian akuntansi yang didasarkan pada prediksi dari teori ini melaporkan bukti hubungan positif antara insentif berbasis standart dengan kinerja (Chow, 1983; Dillard & Fisher, 1990; Kren, 1990; Rockness, 1977; dan Waller & Chow, 1985). Oleh karena itu, berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini menghipotesiskan sebagai berikut : H9 : Ada hubungan positif antara Insentif Berbasis Standart (Standard Based Incentive) dengan kinerja pekerjaan (job performance).
3. Metodologi Penelitian 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian ini terdiri dari para akuntan yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) yang meliputi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Profesi akuntan biasanya bekerja berdasarkan target waktu, target jumlah klien dan lain sebagainya, sehingga para akuntan akan menghadapi stress dalam rangka penyelesaian pekerjaan dan pencapaian target tersebut. Berdasarkan later belakang tersebut maka penelitian ini mengambil akuntan sebagai populasinya. Adapun populasi penelitian ini meliputi seluruh akuntan di KAP (Kantor Akuntan Publik) yang terdaftar di Bank Indonesia ada di Jawa Tengah dan DIY. Berdasarkan data yang ada di BI maka jumlah KAP di Jawa Tengah dan DIY ada sebanyak 26 KAP. Sedangkan metode pengambilan sampel digunkan metode Purposive Sampling, yaitu metode penentuan sampel yang sesuai dengan karakteristik yang kita tentukan. Kemudian peneliti mengirim kuesioner kepada para akuntan di kantor akuntan-kantor akuntan yang telah ditetapkan. Adapun jumlah sampel yang dikirimi kuesioner sebanyak 125 akuntan. 10
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG 3.2. Pengumpulan Data Tiap-tiap responden dikirim kuesioner disertai dengan surat permohnan pengisian kuesioner beserta amplop berperangko yang tertulis alamat peneliti tetapi sebagain besar kuesioner dikirim secara langsung kepada responden. Untuk menghindari timbulnya keragu-raguan responden terhadap berbagai pertanyaan yang mungkin dianggap sensitif, maka dalam surat permohonan juga diterangkan bahwa informasi dari responden akan dijaga kerahasiaannya. Berdasarkan kuesioner yang dikirim sebanyak 125, kembali sebanyak 67 buah (54%). Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kuesiner yang kembali ternyata semuanya dapat digunakan untuk analisis. Peneliti menganggap hal ini sudah cukup layak untuk digunakan dalam analisis karena sudah termasuk dalam kategori sampel besar, yaitu n > 30.dan sebagian besar diantar secara langsung kepada responden Selanjutnya responden dikirimi dan sebagian diantar secara langsung kepada responden yang bersangkutan. 3.3 Variabel Penelitian dan Pengukurannya Ada lima variabel dalam penelitian ini, yaitu: Partisipasi Penyusunan Standart (Participation Standard Setting), Keketatan Standart (Standard Tightness), Insentif Berbasis Standart (Standard Based Incentive), Tekanan Pekerjaan (JobRelated Stress), dan Kinerja (Job Performance). Masing-masing variabel tersebut diukur dengan menggunakan berbagai indikator yang dituangkan dalam kuesioner. Responden diperlukan untuk menjawab setiap butir pertanyaan yang berkenaan dengan tugas mereka. 3.3.1. Partisipasi Penyusunan Standart (Participation Standard Setting) Partisipasi penyusunan standar diukur dengan delapan item pertanyaan yang diambil dari Shields dan Young (1993). Masing-masing item diukur dengan tujuh skala dengan skala lebih tinggi menunjukkan partisipasi yang lebih besar. 3.3.2. Keketatan Standart (Standard Tightness) Keketatan standart (standard tighness) diukur dengan cara seperti penelitian terdahulu yaitu sesuai dengan Shileds et.al. , yaitu skor dijumlah diskala
satu
sampai dengan 13 dengan niali yang lebih tinggi menunjukkan standar kinerja yang lebih ketat. 3.3.3 Insentif Berbasis Standart (Standard Based Incentive) Insentif berbasis standart (standard based Incentive) diukur dengan memodifikasi versi dari tiga item instrumen yang digunakan Shields dan Young 11 Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG (1993). Skore dari tiga instrumen yang terdiri dari tujuh skala pengukuran yang mengukur insentif dan jumlah yang lebih tinggi menunjukkan insentif lebih tinggi. 3.3.4. Tekanan Pekerjaan (Job-Related Stress) Variabel tekanan pekerjaan diukur sebagai jumlah jawaban dari sembilan item dari 15 iteminstrumen asli yang dikembangkan oleh Kahn, Wolfe, Quinn, Snoek dan Rosenthal (1964) dan telah banyak digunakan dalam beberapa penelitian akuntansi (misal: Brownell dan Hirst, 1986). Instrumen ini telah dimodifikasi agar supaya fit hubungannya dengan penelitian saat ini termasuk penghapusan enam item yang tidak dapat diterapkan. Masing-masing item diukur dengan lima point skala dengan nilai yang lebih tinggi menunjukkan tingkat stress yang tinggi. 3.3.5. Kinerja (Job Performance) Variabel kinerja (job performance) diukur menggunakan instrumen dari Mahoney, Jerdee dan Carroll (1965). Instrumen dari kinerja menggunakan delapan dimensi manajerial, yang mana diukur dengan tujuh point skala dengan nilai yang lebih tinggi menunjukkan kinerja yang lebih tinggi. 3.4. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis diuji digunakan path analysis (analisis jalur). Analisis ini digunakan untuk mengestimasikan parameter-parameter model tidak langsung dan langsung yang dibangun dalam penelitian ini. Adapun model tidak langsung dan langsung yang akan diuji disajikan dalam gambar 1 sebagai berikut :
12
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
GAMBAR 1 Model Langsung dan Tidak Langsung Hubungan Participation Standard Setting, Standard Tightness, Standard Based Incentive,Job Related Stress, dan Job Performance
4. Analisis Data dan Pembahasan 4.1. Pengujian Kesesuaian Data Berdasarkan hasil pengumpulan data maka kuesioner yang telah disebar sebanyak 125 telah kembali sebanyak 67 dan semua kuesioner yang kembali lengkap dan dapat diolah. Selanjutnya peneliti juga telah melakukan pengujian data dengan mengukur reliabilitas dan validitas instrumen penelitian. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan cronbach alpha coefficient yang mengukur konsistensi internal pengggunaan instrumen tersebut. Sedangkan uji validitas diuji dengan menggunakan korelasi product moment person. Adapun ringkasan hasil uji reliabilitas dan validitas disajikan dalam lampiran 1.
4.2. Pengujian Hipotesis Model Tidak langsung terdiri dari 6 hipotesis (lampiran 3). Tanda dan tingkat signifikansi estimasi parameter-parameter telah memberikan dukungan terhadap hipotesis tersebut. Secara khusus, hasilnya menunjukkan bahwa hubungan negatif antara Participative Standard Setting dengan Standard Tightness (H1 : 0,248, p-value : 0,049); hubungan positif antara Participative Standard Setting dengan Standard Based Incentives (H2 : 0,308, p-value : 0,024); hubungan negatif 13
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG antara Participative Standard Setting dengan Job Related Stress (H4 : -0,275, pvalue = 0,023); hubungan positif antara Standard Tightness dengan Job Related Stress (H6 : 0,299; p-value = 0,011); hubungan negative antara Standard Based Incentives dengan Job Related Stress (H5 : -0,245; p-value = 0,034); hubungan negative antara Job Related Stress dengan Job Performance (H7 : -0,120; p-value = 0,046) Hubungan langsung mempunyai 5 hipotesis, dua diantaranya tidak mendukung hipotesis (lampiran 4). Secara khusus, hasilnya menunjukkan bahwa hubungan antara Participative Standard Setting dengan Standard Tightness adalah positif dan tidak signifikan (H1 : 0,092, p-value : 0,460); hubungan positif antara Participative Standard Setting dengan Standard Based Incentives (H2 : 0,349, pvalue : 0,004); hubungan positif antara Participative Standard Setting dengan Job Performance (H3 : 0,376, p-value = 0,001); hubungan negatif antara Standard Tightness dengan Job Performance (H8 : -0,056; p-value = 0,614) tetapi tidak signifikan; hubungan positive antara Standard Based Incentives dengan Job Performance (H9 : 0,316; p-value = 0,009). 4.3 Pembahasan Hasil perbandingan model menunjukkan bahwa hubungan tidak langsung lebih baik dari pada model langsung. Hal ini dibuktikan dengan dukungan terhadap semua hipotesis model tidak langsung sedangkan model langsung ada 2 hipotesis yang tidak didukung dari lima hipotesis yang ada. Secara keseluruhan, hasil pengujian ini menunjukkan bahwa standar berbasis insentif dan tekanan pekerjaan dipengaruhi oleh partisipasi penyusunan stnadar oleh bawahan. Sedangkan pengaruh dari tiga komponen system kontrol ini terhadap kinerja dimoderasi oleh tingkat stress pelaksanaan pekerjaan bawahan. Hasil ini mengkalsifikasi dan memodifikasi hasil yang digambarkan oleh penelitian terdahulu.
5. Kesimpulan, Kontribusi, Keterbatasan dan Implikasi
5.1. Kesimpulan Penelitian ini dilakukan pada akuntan publik pada KAP di Jawa Tengah dan DIY. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua hipotesis yang diajukan dalam penlitian ini sesuai dengan data yang ada untuk model tidak langsung. Sedangkan model langsung hanya tiga hipotesis yang diterima dan yang lain tidak. Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
14
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG 5.2. Kontribusi Penelitian Hasil penelitian ini akan bermanfaat dalam praktek, yaitu: dalam rangka memahami hubungan tidak langsung komponen-komponen sistem kontrol tersebut. Penerapan kebijakan tidak langsung terhadap komponen-komponen sistem kontrol terhadap kinerja
akan dapat meningkatkan atau memaksimumkan kinerja.
Sedangkan manfaat dalam literatur akuntansi manajemen akan mengembangkan model penerapan tidak langsung terhadap komponen-komponen sistem kontrol. 5.3. Keterbatasan dan Implikasi Penelitian Ada beberapa keterbatasan dan implikasi dari penelitian ini antara lain adalah sebagai berikut : 1. Penelitian selanjutnya dapat digunakan alat analisis yang lain, misalnya: SEM. 2. Oleh karena itu, untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan alat uji analisis yang berbeda yaitu SEM, apakah akan menunjukkan hasil yang konsisten.
15
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG Referensi: Augusty Ferdinand, 2000, “Structural Equation Modelling Dalam Penelitian Manajemen”, BP Universitas Diponegoro, Semarang Baiman, S., 1982. Agency Research in Managerial Accounting a Survey. Journal of Accounting Literature, 1, 154 Baiman, S., & Evans, J. 1983. Pre-decision Information and participative Management Control System. Journal of Accounting Reserach, 21, 371-395 Beehr, T. 1985. Organizational Stress and Employee Effectiveness. In Beehr, T. & Bhagat, R. Human Stress and Cognition in Organizations., New York: John Wiley and Sons. Birnberg, J., Shields, M., & Young, S. M. 1990. The Case for Multiple Methods in Empirical Management Accounting Research (with an illustration from budget setting). Journal of Management Accounting Research, 2, 33 – 66. Bollen, K. 1989. Structural Equations with Latens Variabels., New York: John Wiley and Sons. Brownell, P., & Hirst, M. (1986). Reliance on Accounting Information, Budgetary Participation and Task Uncertainty: test of a Three-way Interaction. Journal of Accounting Research, 24, 241 – 249. Chow, C., Cooper, J., & Waller, W., 1988. Participative Budgetting Effects of a Truth-inducting Pay Scheme and Information Asymmetry on Slack and Performance. The Accounting Review, 63, 111 – 122. Chow, C., Cooper, J., & Haddad, K., 1991. The Effects of Pay Scheme and Ratchets on Budgetary Slack and Performance : Multiperiod Experiement. Accounting, Organizations and Society,, 16, 47 – 60. Collins, F. 1978. The Interaction of Budget Characteristic and Personality Variables with BudgetaryResponse Attitudes. The Accounting Review, 53, 324 – 335. Cyert, R., & March, J. 1963. A Behavioral Theory of The Firm, Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall. Demski, J., & Feltham, G. 1978. Economic Incentives in Budgetary Control Systems, The Accounting Review, 53, 336 – 359. Dunk,A. 1993. The Effects of Job-Related Tension on managerial Peformance in Participative Budgetary Settings, Accounting, Organizations and Society , 18, 575 – 585. Edwards, J. 1996. An Examination of Competing Versions of The PersonEnvironment Fit Approach to Stress. Academy of Management Journal. 39, 292 – 339. 16
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Harrison, G. 1992. The Cross-Cultural Generalizability of The Relation Between Participation, Budget Emphasis and Job-Realted Attitudes, Accounting, Organizations and Society , 17, 1 - 15. Jex, S., & Beehr, T., 1991. Emerging Theoretical and Methodological Issues in The Study of Work-Related Stress. Research in Personnel and Human Resources Management, 9, 311 – 365. Jick, T., 1984. The Stressful Effects of Budget Cuts in Organization. In Rosen, L. Topic in Managerial Accounting (3rd ed.), Toronto: McGraw-Hill Ryerson. Jick, T. 1985. As The ax Falls: Budgets Cuts and The Experience of Stress in Organizations. In Beehr, T. & Bhagat, R. Human Stress and Cognition in Organizations., New York: John Wiley and Sons. Kenis, I. 1979. Effects of Budgetary Goal Characteristic on Management Attitudes and Performance. The Accounting Review, 54, 707 –721. Kren, L., & Liao, W. 1988. The Role of Accounting Information in The Control of Organization : a Review of The Evidence. Journal of Accounting Literature, 7, 100 –112. Lau, C., Low, L., & Enggleton, I. 1995 The Impact of Reliance on Accounting Performance Measures on Job-Related Tension and Managerial Performance. Additional Evidence, Accounting, Organization and Society, 20, 359 –381. Lowe, E., & Shaw, R. 1968. An Analysis of Managerial Biasing: Evidence from a Company’s Budgeting Process. The Journal of Management Studies, 5, 304 – 315. Lukka, K. 1988. Budgetary Biasing in Orgaization Theoretical Framework and Empirical Evidence, Accounting, Organization and Society, 13, 281 - 301. Mahoney, T., Jerdee, T., & Caroll, S. 1965. The Job(s) of Management, Industrial Relations, 4, 97 –110 McGrath, J. 1976, Stress in Behavioral in Organization, In M. Dunnett : Handbook of Industrial and Organization Psychology. Chicago: Rand McNally. Merchant, K. 1982. The Design of The Corporate Budgeting System: Influences on Managerial Behavioral and Performance. The Accounting Review, 56, 813 – 829. Merchant, K. 1982. The Design of The Corporate Budgeting System: Influences on Managerial Behavioral and Performance. The Accounting Review, 56, 813 – 829.
17
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG Merchant, K. 1989. Rewarding Result: Motivating Profit Center Manager. Boston: Harvard Business School, Motowidlo, S., Pacard, J., & Manning, M. 1986. Occuppational Stress : It Causes and Consequencies. Journal of Applies Psichology, 71, 618 – 629. Onsi, M. 1973. Factor Analysis of Behavioral Variables Affecting Budgetary Slack, The Accounting Review, 48, 535 –548. Schiff, M., & Lewin, A., 1970. The Impact of People on Budgets. The Accounting Review, 45, 259 – 268. Shields, J., & Shields, M. 1998. Antecendents of Participative Budgeting, Accounting, Organizations and Society, 23, 49 – 76. Van Harrison, R. 1985. The Person –Environment Fit Model and The study of Job Stress. In Beehr, T. & Bhagat, R. Human Stress and Cognition in Organizations., New York: John Wiley and Sons. Waller, W. 1988. Slack in Participative Budgeting The Joint Effect of a TruthInducing Pay Scheme and Risk Preferences,. Accounting, Organizatios and Society, 13, 87 – 98. Williamson, O.E. 1964. The Economics of Discrecionary Behaviour: Managerial Objective in a Theory of The Firm. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall. Young, S. M. 1985. Participative Budgeting : The Effects of Risk Aversion and Asymmetric Information, Journal of Accounting Research, 23, 829 – 842. Young, S. M., & Lewis, B. 1995. Experimental Incentive Contracting Research in Management Accounting, In Ashton, R. & Ashton, A. Judgment and Decision Making Reserch in Accounting and Auditing. Cambridge, UK: Cambridge University press.
18
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG Lampiran 1
TABEL 1 Hasil Uji Reliabilitas Dan Validitas Instrumen Penelitian Variabel
Jumlah Item
Cronbach
Koefisien
Pertanyaan
Alpha
Korelasi
0,9047
0,62 – 0,78
Participation
Delapan item
Standard Setting
pertanyaan
Standard
Delapan item
Tightness
pertanyaan
Standard Based
Tiga item
Incentive
pertanyaan
Job-Related
Sembilan item
Stress
pertanyaan
Job Performance
Tiga item
Kesimpulan Reliable dan valid
0,9142
0,54 – 0,92
Reliable dan valid
0,8177
0,62 – 0,79
Reliable dan valid
0,7823
0,61 – 0,79
Reliable dan valid
0,8854
pertanyaan
0,74 – 0,81
Reliable dan valid
19
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG Lampiran 2
TABEL 2 Rangkuman Uji Hipotesis Hubungan Tidak Langsung dengan Analisis Jalur (path analysis) Regresi
Variabel
Variabel
Koef.
t hitung
p-value
Endogen
Eksogen
Jalur
1
X2
X1
-0,248
2,026
0,049
2
X3
X1
0,308
2,286
0,024
3
X4
X1
-0,275
2,315
0,023
4
X4
X2
0,299
2,591
0,011
5
X4
X3
-0,245
2,137
0,034
6
X5
X4
-0,120
2,094
0,046
Keterangan
Korelasi negatif, Signifikan Korelasi positif, Signifikan Korelasi negatif, Signifikan Korelasi positif, Signifikan Korelasi negatif, Signifikan Korelasi negatif, Signifikan
Keterangan : X1 = Participative Standard Setting X2 = Standard Tightness X3 = Standard Based Incentives X4 = Job Related Stress X5 = Job Performance
20
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG Lampiran 3
TABEL 3 Rangkuman Uji Hipotesis Hubungan Langsung dengan Analisis Jalur (path analysis) Regresi
Variabel
Variabel
Koef.
t hitung
p-value
Endogen
Eksogen
Jalur
1
X2
X1
0,092
0,744
0,460
2
X3
X1
0,349
3,005
0,004
3
X5
X1
0,376
3,370
0,001
4
X5
X2
-0,056
-0,507
0,614
5
X5
X3
0,316
2,272
0,009
Keterangan
Korelasi positif, tdk signifikan Korelasi positif, Signifikan Korelasi negatif, Signifikan Korelasi negatif, tdk signifikan Korelasi positif, Signifikan
Keterangan : X1 = Participative Standard Setting X2 = Standard Tightness X3 = Standard Based Incentives X4 = Job Related Stress X5 = Job Performance
21
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Participative Standard Setting
-0,248 (p = 0,049)
-0,275 (p = 0,023)
Standard Tighness
Job Related
0,299 (p = 0,011)
0,308 (p = 0,024)
Standard Based Incentives
-0,245 (p = 0,034)
Stress -0,120 (p = 0,046)
Job Performance
22
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
Participative Standard Setting
-0,248 (p = 0,049)
-0,275 (p = 0,023)
Standard Tighness
Job Related
0,299 (p = 0,011)
0,308 (p = 0,024)
Standard Based Incentives
-0,245 (p = 0,034)
Stress -0,120 (p = 0,046)
Job Performance
23
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG Lampiran 1
TABEL 1 Hasil Uji Reliabilitas Dan Validitas Instrumen Penelitian Variabel
Jumlah Item
Cronbach
Koefisien
Pertanyaan
Alpha
Korelasi
0,9047
0,62 – 0,78
Participation
Delapan item
Standard Setting
pertanyaan
Standard
Delapan item
Tightness
pertanyaan
Standard Based
Tiga item
Incentive
pertanyaan
Job-Related
Sembilan item
Stress
pertanyaan
Job Performance
Tiga item
Kesimpulan Reliable dan valid
0,9142
0,54 – 0,92
Reliable dan valid
0,8177
0,62 – 0,79
Reliable dan valid
0,7823
0,61 – 0,79
Reliable dan valid
0,8854
pertanyaan
0,74 – 0,81
Reliable dan valid
24
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG Lampiran 2
TABEL 2 Rangkuman Uji Hipotesis Hubungan Tidak Langsung dengan Analisis Jalur (path analysis) Regresi
Variabel
Variabel
Koef.
t hitung
p-value
Endogen
Eksogen
Jalur
1
X2
X1
-0,248
2,026
0,049
2
X3
X1
0,308
2,286
0,024
3
X4
X1
-0,275
2,315
0,023
4
X4
X2
0,299
2,591
0,011
5
X4
X3
-0,245
2,137
0,034
6
X5
X4
-0,120
2,094
0,046
Keterangan
Korelasi negatif, Signifikan Korelasi positif, Signifikan Korelasi negatif, Signifikan Korelasi positif, Signifikan Korelasi negatif, Signifikan Korelasi negatif, Signifikan
Keterangan : X1 = Participative Standard Setting X2 = Standard Tightness X3 = Standard Based Incentives X4 = Job Related Stress X5 = Job Performance
25
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG Lampiran 3
TABEL 3 Rangkuman Uji Hipotesis Hubungan Langsung dengan Analisis Jalur (path analysis) Regresi
Variabel
Variabel
Koef.
t hitung
p-value
Endogen
Eksogen
Jalur
1
X2
X1
0,092
0,744
0,460
2
X3
X1
0,349
3,005
0,004
3
X5
X1
0,376
3,370
0,001
4
X5
X2
-0,056
-0,507
0,614
5
X5
X3
0,316
2,272
0,009
Keterangan
Korelasi positif, tdk signifikan Korelasi positif, Signifikan Korelasi negatif, Signifikan Korelasi negatif, tdk signifikan Korelasi positif, Signifikan
Keterangan : X1 = Participative Standard Setting X2 = Standard Tightness X3 = Standard Based Incentives X4 = Job Related Stress X5 = Job Performance
26
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG Lampiran 4
Participative -0,248 (p = 0,049)
Standard
Standard Setting
-0,275 (p = 0,023)
Tighness
0,299 (p = 0,011)
Job Related
0,308 (p = 0,024)
Standard Based Incentives
-0,245 (p = 0,034)
Stress -0,120 (p = 0,046)
Job Performance
GAMBAR 1 Model Tidak Langsung Hubungan Participation Standard Setting, Standard Tightness, Standard Based Incentive, Job Related Stress Dan Job Performance
27
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
0.092 p = 460
Participatio n Standard Setting
0,349 P = 0,004
Standard Based Incentive
Standard Tightness
Job Performanc
28
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG Lampiran 5
0,376 P = 0,001 0,319 P = 0,009
-0,056 P = 0,614
GAMBAR 2 Model Langsung Hubungan Participation Standard Setting, Standard Tightness, Standard Based Incentive, Job Related Stress Dan Job Performance
29
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG Lampiran 6
DAFTAR PERTANYAAN I. Isilah pertanyaan berikut pada tempat jawaban yang telah disediakan untuk pertanyaan dengan tipe pilihan berilah tanda (X), pada kotak jawaban yang Bapak / Ibu / Saudara anggap tepat. Nama kantor
: ...............................................
Nama responden
: ...............................................
(Dapat diisi / dapat tidak ) Jenis kelamin
:
ڤLaki-laki
Umur
: .................................................
Pendidikan terahir
:
Jabatan
: ................................................
Masa kerja
:
ٱD3 ٱS1 ٱS2
ڤPerempuan ڤLainnya : ..............
ڤKurang dari 1 tahun.
ڤSampai 3 tahun.
ڤSampai 2 tahun.
ڤLebih dari 3 tahun.
30
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG
II. Partisipasi penyusunan target (Participative Standard Setting) Isilah pertanyaan berikut dengan cara menyilang (X), nomor yang anda anggap paling mewakili apa yang benar-benar anda rasakan tentang tugas-tugas kerja anda, pada kolom score. Rentang jawaban dari : ( 1: Amat sangat rendah (ASR), sampai 7 : Amat sangat tinggi (AST) ) No
Pertanyaan
Score ASR
AST
1
Sejauh mana atasan anda meminta masukan anda, dalam membuat target kinerja anda.
1
2 3 4 5
6
7
2
Sejauh mana atasan anda meminta masukan anda untuk menentukan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk tugas-tugas anda. Sejauh mana atasan anda menganggap penting terhadap usulan anda atas perubahan target kinerja anda . Sejauh mana atasan anda menganggap penting terhadap usulan anda atas perubahan dalam penentuan jumlah waktu yang harus disediakan untuk tugas –tugas anda. Sejauh mana atasan anda menganggap penting, untuk tidak menolak target kinerja anda sampai anda puas (sepakat ) dengan mereka. Sejauh mana atasan anda menganggap penting untuk tidak menolak jumlah waktu yang harus disediakan untuk tugas-tugas anda, sampai anda puas (sepakat) dengan mereka. Secara keseluruhan, seberapa besar pengaruh anda dalam membuat target kinerja anda. Secara keseluruhan, seberapa besar pengaruh anda dalam menentukan jumlah waktu yang harus disediakan untuk tugas-tugas anda.
1
2 3 4 5
6
7
1
2 3 4 5
6
7
1
2 3 4 5
6
7
1
2 3 4 5
6
7
1
2 3 4 5
6
7
1
2 3 4 5
6
7
1
2 3 4 5
6
7
3 4
5 6
7 8
II. Insentif penyusunan target (Standard Based Incentives)
31
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG No
Pertanyaan
Score ASR
1 2 3
Seberapa besar tingkat peningkatan nilai fee dengan peningkatan jumlah pemeriksaan Akuntan terhadap peningkatan kinerja terukur. Bagaimana tingkat nilai fee dari Akuntan, ditentukan secara total oleh perbandingan kinerja terukur terhadap kinerja standar. Seberapa besar akuntan mendapatkan nilai reward berdasarkan pencapaian target diatas 75% dari target kinerja.
AST
1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7
III. Tingkat Kesulitan Target (Standard Tightness) No
Pertanyaan
Score ASR
1
Tunjukkanlah jumlah total dari tiap-tiap sumber berikut yang anda percayai dibutuhkan secara khusus untuk mencapai target anda, dalam tugas-tugas Pemeriksaan. Empat sumber tersebut : 1
2
3
4
5
6
7
b. Tehnologi.
1
2
3
4
5
6
7
c.
Bantuan dari teman kerja.
1
2
3
4
5
6
7
d.
Bantuan pihak lain yang expert.
1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7
a.
2
AST
Jumlah jam kerja anda.
Tunjukkanlah jumlah total dari tiap sumbersumber berikut yang secara khusus dibuat dan disediakan untuk tugas-tugas anda menurut standar kantor akuntan anda. a.
Jumlah jam kerja anda.
a.
Tehnologi.
b.
Bantuan dari teman kerja.
d. Bantuan pihak lain yang expert
32
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG IV. Tekanan pekerjaan (Job-Related Stress) Untuk tiap pertanyaan, lingkarilah nomor yang paling mewakili apa yang benarbenar anda rasakan tentang tugas-tugas kerja anda. Angka 1 berarti tidak pernah (TP ) Angka 2 berarti jarang ( j ) Angka 3 berarti kadang-kadang (KK) Angka 4 berarti Sering ( S ) Angka 5 berarti Sangat sering ( SS )
No 1 2 3 4 5 6 7 8
9
Pertanyaan
TP
J
KK
S
SS
Anda sangat sering merasa hanya punya sedikit kewenangan untuk melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan pada anda. Tidak jelas apakah lingkup dan tanggung jawab pekerjaan anda. Merasa bahwa anda mendapatkan beban kerja yang sangat berat yang tidak mungkin diselesaikan selama hari kerja yang umum.
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
Berpikir bahwa anda tidak akan dapat memuaskan permintaan-permintaan yang bertentangan dari berbagai orang disekeliling anda. Tidak mengerti apa yang dipikirkan atasan anda mengenai diri anda, bagaimana dia menilai kerja anda. Fakta bahwa anda tidak dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan anda. Merasa tidak dapat mempengaruhi keputusan dan langkah yang mendadak atau tiba-tiba dari supervisor yang melibatkan anda. Tidak mengetahui harapan orang akan pekerjaan anda.
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
Berpikir bahwa jumlah pekerjaan yang harus anda kerjakan mungkin dapat mempengaruhi “Sebagaimana baik” pekerjaan anda.
1
2
3
4
5
33
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANG V. Kinerja (Job-Performance )
No
Pertanyaan
Score ASR
1
Tingkat perbandingan kinerja terukur saya 1
AST
2
3
4
5
6
7
2
3
4
5
6
7
2
3
4
5
6
7
terhadap target kinerja. 2
Tingkat perbandingan kinerja terukur saya 1 terhadap kinerja terukur para akuntan lain.
3
Tingkat kinerja terukur saya.
1
34
Padang, 23-26 Agustus 2006 K-AMEN 05