BINGKAI DIAGFRAGMA KEGIATAN BUPATI TABALONG
Safari Ramadhan di Kecamatan Banua Lawas
Safari Ramadhan di Kecamatan Murung Pudak
Safari Ramadhan di Kecamatan Muara Harus
Safari Ramadhan di Kecamatan Pugaan
Safari Ramadhan di Kecamatan Tanta
Bupati Anang Membuka Pentas Seni Islam Pasar Ramadhan
Bingkai Diafragma
Editorial
SUSUNAN REDAKSI PENASEHAT : Bupati Kab. Tabalong PEMBINA : Sekretaris Daerah Kab. Tabalong PENANGGUNG JAWAB : Drs. H. A. M. Sangadji, M. Si, REDAKTUR : Pebiradin Hafiz, AP, M. Si, EDITOR : Suprianto, S. AP DESAIN GRAFIS : Staf Humas FOTOGRAPHER : Staf Humas SEKRETARIAT : Meilisa, S. IP PENULIS : Team Kontributor ALAMAT REDAKSI : Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Tabalong Jl. Pangeran Antasari No. 1 Tanjung (0526) 2021035, Email :
[email protected] visit us : http://humas.tabalongkab.go.id
REDAKSI 2
Bumi Sarabakawa Sukses Raih WTP
Pertama Setelah Puluhan Tahun Dinantikan Kabupaten Tabalong yang kini dipimpin Bupati H Anang Syakhfiani sukses mewujudkan mimpi puluhan tahun meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion) atau WTP dari BPK RI. Hal ini sebagai bukti keberhasilan daerah penghujung Kalsel ini dalam mengelola keuangan dengan baik. Kesuksesan meraih predikat WTP itu pada Kamis (28/5) bertempat di Aula Pertemuan BPK RI Banjarbaru, Bupati H Anang Syakhfiani didampingi Ketua DPRD H Darwin Awie menerima piagam WTP dari Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Kalsel, Yuliandra Tri Kusumo Nugroho.
Pawai Ta’aruf menyambut bulan suci Ramadhan 1436 H
Dana CSR Dukung Program Gerbang Emas TANJUNG - Program Gerakan Pembangunan Menuju Masyarakat Sejahtera (Gerbang Emas) salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan. Tahun ini program Gerbang Emas Bersinar di Kabupaten Tabalong dilaksanakan di 12 desa sebagai pilot project dengan target hingga 2019 seluruh desa di Bumi Saraba Kawa ini bisa menerima dana Rp1 miliar per desa melalui program ini. Pelaksanaan program Gerbang Emas selain mendapat bantuan dana dari APBD I, APBD II dan APBN juga didukung oleh PT Adaro Indonesia bersama mitra kerjanya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna mewujudkan masyarakat yang mandiri dan maju. Manager CSR PT Adaro Indonesia, Ideham Kurniawan mengatakan, dukungan PT Adaro Indonesia terhadap program Gerbang Emas diberikan kepada tiga desa sasaran pilot project program yakni Desa Padang Panjang Kecamatan Tanta, Desa Harus Kecamatan Muara Harus dan Desa Masingai II Kecamatan Upau. “Sebagai bentuk tanggungjawab sosial Adaro terhadap masyarakat yang berada di wilayah operasional perusahaan tentunya harus didukung dengan peran serta masyarakatnya
dalam rangka membangun wilayahnya salah satunya melalui program Gerbang Emas yang juga kita bantu melalui program CSR,” jelas Ideham. Tiga desa yang mendapat dukungan dana CSR dalam program Gerbang Emas yakni Desa Padang Panjang Kecamatan Tanta sebesar Rp448,5 juta, Desa Harus Kecamatan Muara Harus Rp192,5 juta dan Desa Masingai II Kecamatan Upau sebesar Rp60 juta. Dana tersebut digunakan bagi kegiatan peningkatan perekonomian masyarakat desa diantaranya pembinaan perikanan berupa usaha budidaya perikanan di kolam terpal serta pembangunan pasar rakyat. Desa yang menjadi pilot project Gerbang Emas tahun ini masing-masing Desa Harus Kecamatan Muara Harus, Desa Pudak Setegal Kecamatan Kelua, Desa Padang Panjang Kecamatan Tanta, Desa Hapalah Kecamatan Banua Lawas, Desa Sei Rukam 2 Kecamatan Pugaan, Desa Jaro Kecamatan Jaro dan Desa Juai Kecamatan Tanjung. Termasuk Desa Kapar Kecamatan Murung Pudak, Desa Santuun Kecamatan Muara Uya, Desa Masingai 2 Kecamatan Upau, Desa Nawin Kecamatan Haruai dan Desa Argomulya Kecamatan Bintang Ara. (D-Team)
23
Religi
Trending Topic
Bazda Harus Profesional, Dipercaya dan Terpercaya Segera Dibentuk Pengurusan Bazda Baru
Penarik Ojek, Pengayuh Becak dan Petugas kebersihan Jadi Tamu Khusus
Diacara Buka Puasa Bersama Bupati TANJUNG – Bertujuan ingin meraih kebersamaan dengan warga masyarakatnya dalam membangun Banua Tabalong sekaligus membuktikan perhatiannya kepada wong cilik. Bupati H Anang Syakhfiani dan Wakilnya H Zony Alfianoor secara khusus mengadakan acara buka puasa bersama dengan warganya yang berprofesi sebagai tukang ojek, penarik becak dan petugas kebersihan. Kamis (26/6) bertempat di Aula Pendopo Bersinar, bertepatan dihari ke delapan bulan suci Ramadhan dijadikan momentum tepat bagi sang Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani untuk menyapa warganya dari kalangan petugas kebersihan, penarik ojek
22
dan pengayuh becak dengan kebersamaan diacara buka puasa bersama. Bukti kebersamaan itupun terlihat dengan berbaurnya seribuan orang, baik dari para pejabat, PNS dan masyarakat yang notabenenya dari golongan bawah itu duduk berdampingan sambil dengan khusuknya mendengarkan tausiah agama menjelang bedug azan Magrib menunggu waktu berbuka, dan tentunya dengan menu buka puasa yang sama tanpa dibeda-bedakan. Raut muka gembira bahagia juga tampak bagi tamu undangan yang sebagian besar adalah para petugas kebersihan, penarik ojek dan pengayuh becak, saat menjadi tamu
khusus Bupati Anang. “Jujur, ini pamulaan saumur hidup ku hanyar suah tajajak tampat kadiaman pa Bupati. Alhamdulillah hari ini dapat undangan Bupati babuka puasa disini,” kata salah seorang warga penarikk ojek, Ahmad (45) dengan logat Banjar nya saat disambut salah seorang pejabat yang jaga tamu. Kebahagian sama juga dilontarkan Bupati Anang, diutarakannya kebersamaan disilaturrahmi seperti ini agar tetap terjalin, serta membuatnya mawas diri untuk terus bisa merindukan kebersamaan dengan masyarakatnya. “Sudah lawas ulun handak makan wan menjamu pian sabarataan,” kata Bupati Anang saat sambutannya sambil berucap dengan lantang bahwa mereka para penarik ojek, petugas kebersihan dan pengayuh becak adalah tamu khususnya di acara buka puasa bersama tersebut. Acara buka puasa bersama warga yang dimulai sambutan Bupati Anang, kemudian dilanjutkan tausiah dibawakan KH Syarifudin, lalu menyantap hidangan buka puasa, ditambah Shalat Magrib berjamaah itupun dilanjutkan dengan membagi-bagi bingkisan sembako yang disiapkan khusus oleh Bupati Anang. “Jangan pandang bingkisannya, namun hal ini adalah bentuk kebersamaan dari kita” katanya lagii sembari mendo’akan sebagai seorang pemimpin agar warganya yang berhadir diberikan kesehatan, berkah umur panjang dan mendapat keluasan rejeki yang halal. (D-Team)
TANJUNG – Keberadaan Bazda (Badan Amil Zakat Daerah) Kabupaten Tabalong hingga kini dinilai masih belum dipercaya dan terpercaya sebagai wadah satu-satunya bagi publik atau para muzakki (pemberi zakat) untuk menyalurkan zakat, infaq dan sadaqah nya. Namun dengan lahirnya PP No 14 Tahun 2014 tentang pelaksanaan UU No 23/2011 tentang pengelolaan zakat, maka kehadiran Bazda yang benar-benar dikelola secara profesional dan terpercaya pun segera terbentuk di Bumi Sarabakawa. Pemkab Tabalong pun kini sudah mulai melakukan sosialissi terkait PP baru pembentukan Bazda profesional. Informasi yang didapat saat sosialisasi PP No 14 Tahun 2014 yang disampaikan Asisten II Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Setda Tabalong, H Syaiful Ikhwan dihadapan para pengurus Bazda lama. DimanaPP baru tentang pengelolaan zakat tersebut, nantinya terkait pengelolaan Bazda akan dipegang langsung secara independen tanpa adalagi campur tangan pengelola dari PNS (Pegawai Negeri Sipil). “kecuali di Bazda daerah kita nanti diisi posisinya menjadi PNS yang diperbantukan khusus ke sana,” kata Syaiful. Terpisah, Kepala Bagian Kesra Setdakab Tabalong, Abu Bakar mengatakan, jika dulu Bazda dikelola oleh PNS yang diketuai oleh Sekda, maka kini penge-
lolanya langsung dari masyarakat alias independent. Dinformasikannya, sesuai PP baru tersebut, maka pihak daerah bakal melakukan rekrutmen pengelola calon anggota Bazda berasal dari unsur masyarakat sebanyak 8 orang dan membentuk tim Bazda dari unsur pejabat pemerintah. Nah dengan hadirnya Bazda baru tersebut, maka pihaknya dari Pemkab Tabalong optimis
nantinya tingkat kepercayaan publik dari para muzakki terhadap Bazdaakan terus meningkat dan tersalurkan kepada yang berhak menerima khususnya orang miskin di Tabalong. Kepercayaan publik itu timbal baliknya selain pengelolaan Bazda secara profesional, juga nantinya diwajibkan mempublikasikan kepada masyarakat tentang siapa yang berzakat dan siapa yang berhak menerimanya atau mustahik (orang yang berhak sesuai agama Islam). Juga turut diimbaunya agar ma-
syarakat umum di Tabalong nantinya bisa memanfaatkan Bazda sebagai satu-satunya wadah yang mempunyai kredibilatas dan dipercaya. Dan menyerahkan zakat, infak dan sadakah diserahkan ke Bazda, guna disalurkan kepada yang berhak menerimanya, sehingga perbuatan sosial yang disalurkan tersebut tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Sementara H Ahmad, salah seorang pedagang di Tabalong saat dimintai komentarnya berkaitan dengan berzakat lewat satu pintu melalui Bazda Tabalong yang segera dibentuk itu mengaku setuju dengan cara tersebut. Namun harapnya, agar Bazda nantinya juga harus berupaya manjadi lembaga wadah yang terpercaya sekaligus dipercayai publik sebagai fasilitator dalam penerimaan maupun penyaluran zakat, infaq dan sedekah dari masyarakat. Maka itu pintanya lagi, agar dalam setiap penggunaan maupun setoran dari si muzakki, Bazda supaya mengedepankan keterbukaan tertulis atau mengumumkan penyaluran maupun data penerimaannya. “Kita sebagai masyarakat muslim yang baik setuju saja jika penyaluran zakat, infak dan sadakah lewat Bazda Tabalong. Namun tentunya kami juga meminta agar sistem keterbukaan Bazda harus jelas, sehingga dapat dipercaya dalam penyalurannya,”harapnya. (D-Team)
3
Ketertiban Umum
Isu Terkini
Terus Awasi Tempat-tempat Rawan Maksiat TANJUNG – Bumi Sarabakawa memiliki visi misi Agamis yang tentunya daerah kaya SDA (Sumber Daya Alam) ini juga haruslah menjaga citranya sebagai daerah bebas maksiat. Untuk itulah lewat Instansi terkaitnya, Pemkab setempat seperti saat momentum bulan Ramadhan, lebih memperketat pengawasan terhadap tempat-tempat yang disinyalir jadi wadah maksiat yang juga mengganggu Kamtibmas, diantaranya yakni warung jablai serta hotel atau penginapan yang menyediakan kamar untuk pasangan mesum.
Seperti eksen tiga instansi yakni Satpol PP yang bertugas sebagai pengawal Perda, lalu Disdukcapil dengan pengawasan KTP, serta Bagian Humas lewat publikasi TV Tabalong yang bakal menyiarkan langsung ke publik terkait kegiatan razia ketempattempat berbau maksiat tersebut. Razia yang dipimpin Satpol PP berkekuatan penuh itupun menyambangi puluhan titik warung jablai yang diantaranya dilokasi tugu obor Mabuun hingga Tan-
Rp 5 Miliar untuk Beli Karet Petani DPRD pun Siap Dukung Anggarannya TANJUNG – Kabar gembira bagi 150 ribu jiwa masyarakat Tabalong yang tergantung dari hasil karet. Sebab upaya untuk meningkatkan perekonomian petani karet melalui pengolahan sit angin kualitas RSS 1 hasil adopsi kunjungan kerja Pemkab Tabalong
4
ke Muarojambi benar-benar serius disiapkan. Yakni selain turut serta mengikutkan petani, pengurus koperasi, perusahaan dan perbankan untuk kunjungan kerja ke Muarojambi melihat langsung proses pembuatan sit angin
kualitas RSS 1, juga disiapkannya anggaran membantu mesin sit angin untuk koperasi karet, serta dicanangkannya program Gemas (Gerakan Masyarakat Meningkatkan Mutu Karet), dan tak ketinggalan dianggarkannya anggaran Rp 5 miliar untuk pembelian hasil karet
jung Puri, juga arah tugu Obor hingga jembatan layang Adaro, termasuk dua hotel yang menurut informasinya sering dijadikan tempat pasangan mesum. Meski tidak menemukan hasil, seperti tidak ditemukannya pasangan mesum, namun alhasil sebagai bukti adanya indikasi maksiat, yakni ternyata ada beberapa titik warung jablai tersebut memang terindikasi
dijadikan tempat prostitusi sebab menyiapkan kamar-kamar khusus bagi para tamunya. Bahkan dari hasil pemeriksaan KTP hampir 99% para penjaga warung yang rata – rata gadis belia tersebut berasal dari luar daerah bahkan dari luar pulau Kalimantan. Razia yang tetap mengedepankan upaya persuasif tidak dengan kekerasan itupun cukup memberi efek positif bahwa keberadaan warung jablai terus mendapat pengawasan Pemkab, sebab satu persatu warung jablai dimasuki. Juga tak hanya para penjaga warungnya di periksa KTP, bahkan para pengunjungnya turut dimintai keterangan KTP nya. Pihak hotel yang terkena razia pun turut dimintai buku daftar tamu-tamu nya. Tim Razia juga bertindak tegas terhadap beberapa penjaga warung yang tidak ber KTP, yakni langsung diangkut ke Pos Satpol PP untuk dibuat surat perjanjian agar segera memenuhi kewajibannya memiliki legalitas ke pendudukan yang sah. “Maksud razia kami ini guna menjaga kamtibmas khususnya di bulan Puasa ini, juga sebagai peringatan kepada mereka (tempat-tempat terindikasi berbau maksiat) bahwa kami dari Pemkab Tabalong terus melakukan pengawasan,” kata Kasatpol PP Tabalong, H Ismail kepada Wartawan. Dia juga memastikan bahwa razia seperti ini akan terus dilakukan, dan tentunya
dengan kerjasama instansi terkait lainnya, seperti Bagian Humas dengan publikasi ke masyarakat tentang kegiatan razia, lalu dengan Dinkes yang melakukan uji sampel HIV/AIDS di warungwarung jablai, juga Dinas terkait KTP, maupun ijin IMB bangunan warung jablai tersebut. “Kalaunya mereka memang terbukti jadi tempat maksiat yang membawa terganggunya kamtibmas daerah kita, ya tentunya mau tidak mau akan kita lakukan tindakan penutupan terhadap warung jablai tersebut,” imbuhnya. Sementara itu, Jubaidah salah seorang Ibu rumah tangga di Tabalong saat dimintai komentarnya sangat setuju tindakan pengawasan razia terhadap tempat-tempat berbau maksiat di Tabalong ini. Disebutnya, pihak Pemkab selain menggelar razia di warung-warung jablai, juga diharapkan turut merazia beberapa salon plus yang menyediakan tempat mesum. Termasuk merazia komplek-komplek yang dijadikan rumah bordir atau pelacuran. “Kasian generasi penerus kita dirusak oleh tempat maksiat tersebut. Saya sebagai warga juga berharap Pemkab turut merazia tempat mangkal anak-anak muda yang suka minuman keras, ngelem dan mengkonsumsi obatobatan. Termasuk juga merazia tempat—tempat berjualan si penjualnya,” imbuh warga Tanjung lainnya. (D-Team)
21
Keagamaan
FKUB Tambah Wawasan Keagamaan Ke Malang TANJUNG - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tabalong, menambah wawasan keagamaan ke Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ketua FKUB Kabupaten Tabalong H Gusti Taberani mengatakan, kegiatan studi banding ke Kabupaten Malang diikuti pengurus FKUB setempat termasuk perwakilan empat agama di `Bumi Saraba Kawa` ini. “Kabupaten Malang masyarakatnya termasuk heterogen karena selain muslim juga ada penganut agama lain karena itu FKUB Tabalong ingin menambah wawasan terkait kerukunan umat beragamanya termasuk dalam pengelolaan tempat ibadah masing-masing,” jelas Taberani. Kunjungan FKUB Tabalong ke Kabupaten Malang diterima langsung Ketua FKUB setempat KH Mahmud Zubaidi dan pengurus lainnya. Termasuk perwakilan dari Kementerian agama Kabupaten Malang, Imam Turmudi dan Kepala Badan Kesbangpol setempat, Fathoni. Dalam pemaparannya, Mahmud mengatakan FKUB Kabupaten Malang melaksanakan program pembinaan bagi peningkatan wawasan kebangsaan dan keagamaan mulai tingkat kecamatan hingga desa. “Pembinaan internal atau antar agama di 33 kecamatan kita lakukan untuk memecahkan permaslahan keagamaan guna menciptakan kerukunan beraga di Kabupaten Malang,” jelas Zubaidi. Untuk mendukung kegiatan pembinaan, FKUB Malang mendapatkan dana hibah dari pemerintah daerah sebesar Rp250 juta dan dari 3,2 juta penduduk di wilayah ini sekitar 2,2 juta beragama muslim.
20
Sedangkan untuk mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat, sekretariat FKUB Malang tempatkan petugas piket tiap hari kerja sehingga permohonan terkait pembangunan tempat ibadah bisa ditindaklanjuti. Terpisah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tabalong, H Rasyidi mengatakan selama ini FKUB Tabalong mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah melalui Badan Kesbangpol melalui kegiatan penambahan wawasan keagamaan ke sejumlah daerah. “Untuk operasonal kegiatan pembinaan kerukunan keagamaan di Tabalong dari dana APBDA memang belum ada namun tiap tahun pengurus FKUB mengikuti kegiatan penambahan wawasan ke luar daerah oleh Badan Kesbangpol,” jelas Rasyidi. (D-Team)
sit angin para petani. Informasinya, dana Rp 5 miliar tersebut berbentuk skim kredit yang ditempatkan di perbankan yang ada di Tabalong dan diperuntukkan untuk para koperasi karet dalam penampung sekaligus membeli hasil karet karet alam para petani khususnya para anggota yang tergabung di koperasi karet. “Kita akan siapkan dana anggaran Rp 5 miliar untuk pembelian karet sit angin para petani,” kata Bupati Tabalong H Anang Syakhfani. Gayung pun bersambut, apa yang direncanakan Bupati Anang menganggarkan Rp 5 miliar di APBD Perubahan 2015 mendapat respon positif dari pihak DPRD Tabalong. Seperti yang diucapkan Wakil Ketua I DPRD Tabalong, Hj Mursidah. Sebagai unsur pimpinan DPRD , dia menyatakan siap mendukung rencana Eksekutif menganggarkan dana yang diperlukan demi membuat kesejahteraan dan peningkatan perekonomian masyarakat Tabalong yang didominasi para petani karet itu. “Saya siap menyetujuinya, berapapun nilainya akan kami setujui, asalkan bermanfaat bagi masyarakat dan tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya. Dukukan sama juga dilontarkan Ketua Komisi II DPRD Tabalong, Diyah Susana Triastuti, “kami dari Komisi II akan mendukung usulan anggaran tersebut untuk bisa disetujui,” katanya sembari menilai kunjungan ke Muarojambi Pemkab Tabalong bersama para petani tersebut berpeluang membuat mutu karet petani daerah semakin lebih baik. Tak hanya itu, dukungan dari pihak swasta dan lembaga independen terhadap perbaikan perekonomian karet daerah juga didapat, yakni dari pihak penggiat LSM, lalu YABN (Yayasan Adaro Bangun Negeri), dan juga pihak perbankan. “Pihak BRI dan Bank Kalsel juga sudah menyatakan siap membantu program skim kredit masingmasing nya Rp 10 miliar,” imbuh Anang. (D-Team)
Siapkan Bantuan Mesin Sit Angin Untuk Koperasi Karet Aktif TANJUNG – Formula mengatasi persoalaan anjloknya harga karet di Bumi Sarabakawa Tabalong terus diikhtiarkan, dan kini mulai ditemukan, yakni lewat olahan sit angin kualitas RSS 1 (Rubber Smoke Sheet 1) yang secara fakta lebih menguntungkan sekaligus mengganti olahan karet lum yang biasa dihasilkan oleh para petani karet daerah. Kini Pemkab Tabalong melalui Dinas terkaitnya sudah mulai menyiapkan program mulia untuk kesejahteraan 150 ribu jiwa penduduknya yang menggantungkan hidupnya dengan hasil karet, salah satunya yakni bakal membantu pihak koperasi karet lewat bantuan mesin pembuatan sit angin kualitas RSS 1. Pihak koperasi karet yang mendapat bantuan mesin sin angin tersebut nantinya bakal menampung dan membeli hasil latek karet cair petani untuk diolah menjadi sit angin kualitas RSS 1. Hasil olahan karet sit angin tersebut yakni berbentuk lembaran yang dikeringkan dengan cara dianginkan tanpa terkena sinar matahari. Sit angin yang diolah dimesin khusus itu juga bernilai ekonomis berkali lipat dibandingkan olahan lum atau slap. “Kita diperubahan APBD 2015 ini akan menganggarkan bantuan tujuh hingga delapan unit mesin sit angin untuk pihak koperasi karet yang ada di Tabalong,” kata Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani diacara pertemuan pemaparan hasil kunker melihat langsung pengolahan sit angin kualitas RSS 1 ke Desa Muhajirin, Kecamatan Jambi Luar
Kota, Kabupaten Muarojambi yang dihadiri para petani karet, pihak koperasi karet dan penggiat LSM belum lama tadi. Sementara informasi didapat, koperasi karet yang ingin mendapatkan bantuan mesin sit angin plus pembinaannya juga tidak sembarangan, yakni disyarakatkan harus koperasi aktif yang sudah profesional baik kesungguhan mengelola, memiliki modal jaringan produksi, ketersediaan lahan utuk pabrik mesin sit angin, termasuk memiliki kemampuan SDM. Saat ini terdapat tujuh koperasi karet di Tabalong, namun yang aktif kepengurusannya cuma lima koperasi, Pemkab Tabalong juga berupaya untuk kembali mengaktifkan koperasi yang tidak aktif itu, sekaligus untuk kembali menumbuhkan dan mengaktifkan koperasi lainnya yang tidak aktif. “Koperasi yang mendapat bantuan mesin sit angin nantinya teantunya kita pilih koperasi yang benar-benar siap. Lalu kita lihat juga hasil produksinya, dan kalau hasil sit anginnya memenuhi standar, tentunya kita juga langsung upayakan bantu kerjasama dengan pihak perusahaan pembelinya,” kata Kadisperindagkop dan UMKM Tabalong, H Birhasani. Adapun keuntungan yang didapat dari terbentuknya koperasi karet yang aktif, yakni para petani karet yang tergabung di koperasi bisa menjual hasil karet nya dengan mudah, lalu kualitas karet juga terjaga, temasuk pembinaan dan bantuan Pemda terhadap petani karet bisa lebih mudah, juga para petani karet yang jadi anggota bisa memperoleh keuntungan finansial dari laba koperasi karet. (D-Team)
5
Ekonomi Masyarakat
Tabalong Bersinar
Tabalong Belajar Sit Angin ke Jambi Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Karet Masyarakat MUAROJAMBI – Ikhtiar besar untuk kesejahteraan petani karet daerah kembali dilakukan Pemkab Tabalong. Salah satunya belajar cara pembuatan sit angin kualitas RSS 1 (Ribbed Smoked Sheet 1) ke petani di Desa Muhajirin Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muarojambi. Karet olahan sit angin kualitas RSS 1 itupun harganya tiga kali lipat dibanding olahan karet lum yang kini dilakukan petani Bumi Sarabakawa, yakni Rp 25 ribu/kg – Rp 35 ribu/kg. Rabu (10/6/2015), dengan tujuan murni untuk belajar sit angin kualitas RSS 1, Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani memimpin langsung kunjungan kerja ke kelompok petani karet Sejahtera bersama di Desa Muhajirin Muarojambi. Tak hanya bersama pejabat, Bupati Anang pun turut memboyong para petani serta pihak koperasi karet banua, juga pihak perusahaan dan para perbankan yakni Bank Kalsel dan BRI. Sebagaimana dari 240 ribu jiwa jumlah penduduk Tabalong, 150 ribu jiwa masyarakatnya tergantung dari karet. Tabalong juga memiliki luasan kebun karet 70 ribu hektar dan kebun karet yang sudah produksi 61 ribu hektar dengan hasil produksinya 60 ribu ton pertahun. Namun di dua tahun terakhir terjadi hantaman luar biasa terhadap anjloknya harga karet rakyat khususnya pukulan berat bagi petani karet Tabalong. Anang pun mengaku di 15 bulan selama bertugas sebagai Bupati, dia terus berpikir dan berikhtiar untuk meningkatkan harkat dan martabat petani karet nya, sebagaimana anjloknya harga karet yang merupakan komoditi unggulan daerah membuat petani karet di Tabalong kelimpungan. Betapa tidak dulu harga karet bisa mencapai Rp20 ribu/kg, namun kini paling tinggi hanya Rp6.000 – 8000/kg. “Saya terus baca dan cari informasi kesana kemari, termasuk konsultasi terhadap pakar ekonomi serta pengusaha karet. Dan hari ini kami ke Muarojambi belajar pembuatan sit angin kualitas RSS 1, “ kata Anang
6
saat sambutannya. Dijelaskannya lagi dipilihnya belajar ke Muarojambi di Desa Muhajirin ini berawal saat ia membaca salah satu koran nasional tentang keberhasilan kelompok petani karet Sejahtera Bersama Muarojambi, dan langsung diintruksikannya kepada Dinas Perkebunan dan Kehutanan Tabalong mengagendakan kunjungan kerja yang dipimpin langsung olehnya. Untuk mengaplikasikan hasil kunjungan kerja belajar pengolahan sit angin sekaligus guna memberi dampak positif terhadap perbaikan ekonomi kualitas karet Tabalong, dijelaskan juga di Tabalong nantinya bakal disalurkan skim kredit tanpa bunga lewat Bank Kalsel dan BRI senilai Rp 5 miliar untuk para koperasi-koperasi karet guna membeli dan menampung hasil sit angin masyarakat atau anggotanya. Berikut juga peran perusahaan – perusahaan besar di Tabalong, yakni lewat dana CSR nya bakal difokuskan membantu para petani karet untuk terus meningkatkan kualitas hasil sadapan karetnya. Di Tabalong dipastikan Anang bakal mencanangkan Gema Mekar (gerakan masyarakat meningkatkan mutu karet). Sementara itu, kunker rombongan Tabalong ke Muarojambi juga mendapat sambutan hangat penuh kekeluargaan dari warga desa Muhajirin kelompok tani Sejahtera Bersama. Dikatakan Ketua Kelompok Petani Karet desa Muhajirin, Budi, kedatangan rombongan Kabupaten Tabalong Kalsel ini merupakan pemicu semangat mereka untuk terus berusaha keluar dari anjloknya harga karet yang berdampak lemahnya semangat para petani. Diakuinya, perjalanan memproses sit angin kualitas RSS 1 dengan harga tinggi
Karet olahan sit angin kualitas RSS 1 itupun harganya tiga kali lipat dibanding olahan karet lum yang kini dilakukan petani Bumi Sarabakawa, yakni Rp 25 ribu/kg – Rp 35 ribu/kg.
sebelumnya cuma mimpi dan sekarang menjadi kenyataan dengan harga jauh lebih tinggii daripada karet lum. “Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pihak Pemkab Muarojambi, Pemprov Jambi, khususnya pihak akedemisi dari Universitas Jambi Fakultas Pertanian,” katanya. “Kami sangat mengapresiasi luar biasa pada semangat Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani yang terus berupaya memperjuangkan peningkatan ekonomi para petani karetnya. Apalagi dijanjikan pak Bupati Anang sepelungnya dari sini (Muarojambi), beliau langsung ingin eksen terhadap apa yang dipelajari tentang peningkatan kualitas hasil karet masyarakatnya,” timpal Kadis Perkebunan Muarojambi, M Nazwan Efendi. (D-Team)
434 Lansia Terlantar Dapat Santunan TANJUNG - Sebanyak 434 orang lanjut usia (Lansia) terlantar di Kabupaten Tabalong, mendapatkan santunan atau dana bantuan sebesar Rp200 ribu per orang seumur hidupnya sebagai upaya pemerintah daerah meringankan beban hidup para lansia. Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, Yuhani mengatakan dana bantuan sosial bagi lansia terlantar tahun ini mencapai Rp1,04 miliar khusus diberikan kepada lansia di atas 60 tahun dan hidupnya masih tergantung bantuan orang lain. “Selain dana bantuan bagi lansia terlantar, tahun ini kita juga menyalurkan bantuan sosial bagi orang dengan kecacatan berat dengan total alokasi Rp270 juta,” jelas Yuhani. Sementara itu dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan juga telah direalisasikan bantuan usaha ekonomi produktif masing-msaing Rp30 juta, Rp20 juta bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan asistensi anak sebesar Rp1 juta bagi 56 orang. “Jumlah warga miskin di `Bumi Saraba Kawa` ini
mencapai 9.981 orang dengan kategori sangat miskin sebanyak 3.277 orang dan hampir miskin 3.648 orang karena itu program sosial yang diberikan diharapkan bisa meringankan beban hidup termasuk untuk mencukupi kebutuhan hidup,” tambah Yuhani. Termasuk program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RSRTLH) bagi 24 warga miskin yang dilaksanakan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja untuk mengurangi masalah sosial dan kesehatan di wilayah ini. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Tabalong Muhammad Saleh mengatakan pada tahun ini program RSRTLH atau bedah rumah hanya diberikan kepada 24 warga miskin yang memenuhi kriteria penerima bantuan. “Sebelumnya program bedah rumah kami laksanakan bagi 75 warga miskin yang memiliki rumah tidak layak huni dan tahun ini bantuan RSRTLH dialokasikan bagi 24 rumah tangga sasaran saja,” jelas Saleh. (D-Team)
19
Saraba Kawa
Pendidikan TANJUNG - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kelua, Kabupaten Tabalong, masuk nominasi lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat nasional setelah sebelumnya meraih peringkat pertama tingkat provinsi Kalsel. Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong Abdul Muthalib Sangaji mengungkapkan masyarakat yang sehat menjadi salah satu program prioritas pembangunan di `Bumi Saraba Kawa`, baik di tingkat kecamatan maupun desa. Dengan terpilihnya MAN Kelua dalam lomba UKS atau sekolah sehat tingkat nasional merupakan suatu kebanggaan karena sekolah yang berada di kecamatan ini mampu menyisihkan sekolah dari kabupaten/kota lainnya.
Tabalong – Muarojambi Buat Gerakan Nasional Lawan Karet Sintetis Dengan Kualitas Karet Alam
MAN Kelua Nominasi Lomba UKS Nasional Sebelumnya, tim penilai lomba UKS dari pusat melakukan kunjungan sekaligus penilaian terhadap sarana, prasarana, lingkungan sekolah dan aspek pendukung lainnya. Ketua tim penilai dari pusat, Saefuddin, mengatakan ada beberapa aspek penilaian lomba UKS yakni sarana dan prasarana, ruang UKS serta pendidikan kesehatan. Tim penilai melihat secara langsung fasilitas UKS di MAN Kelua mulai dari kebersihan ruang, ventilasi dan pencahayaan, termasuk sarana WC yang tersedia. Kabid Pendidikan Madrasah, Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Noor Fahmi mengatakan melalui lomba UKS diharapkan bisa memotivasi para siswa untuk mencintai kebersihan dan menjaga kesehatan apalagi hal ini merupakan bagian dari ibadah. “Keberhasilan MAN Kelua dalam lomba UKS ke tingkat nasional diharapkan bisa memotivasi sekolah lain untuk peduli terhadap kebersihan dan kesehatan sekolah,” jelas Noor. Sebelumnya, Kabupaten Tabalong juga masuk nominasi nasional lomba UKS 2014 diwakili TK Pembina Jaro Kecamatan Jaro. (D-Team)
18
MUAROJAMBI – Salah satu penyebab anjloknya harga karet alam dituding akibat pengaruh masuknya karet sintetis. Parahnya, sindikasi menghancurkan petani karet alam tersebut sudah berlangsung 20 tahun, ketika karet sintetis masuk dan didirikan di Indonesia. Kabupaten Tabalong Kalsel dan Kabupaten Muarojambi Jambi bertekad melawan karet sintetis dengan gerakan nasional perbaikan kualitas karet alam yang dihasilkan para petani karet. Dengan semboyan “Kalau Bukan Kita Siapa Lagi, Kalau Bukan Sekarang Kapan lagi”, Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani mengajak para petani karet di Indonesia, paling tidak dimulai dari Tabalong-Muarojambi harus bersatu melawan karet sintetis yang mempunyai misi mematikan usaha para petani karet alam tersebut. “Kami ke Muarojambi Jambi ini selain untuk belajar perbaikan kualitas dengan sit angin, namun terpenting juga memotivasi bahwa petani karet di Indonesia harus bersatu melawan karet sintetis yang jadi salah satu penyebab anjloknya karet alam milik petani karet,” kata Bupati Anang, dihadapan para petani karet Muarojambi saat kunker Pemkab
Tabalong belajar pembuatan sit angin. Sebagaimana keberadaan karet sintetis yang sudah masuk 20 tahun lalu di Indonesia itu diyakini dapat membunuh usaha para petani karet alam, akibat dikarenakan posisi tawar petani karet makin lama makin rendah dan lemah. Maka itu anggap Anang, perlunya kerjasama para petani membuat gerakan nasional melawan karet sintetis dengan terus meningkatkan kualitas mutu karet, sehingga menjadi sebuah gerakan nasional yang perlu dukungan dari semua pihak. Apa yang dilakukan kelompok petani karet Sejahtera Bersama Muarojambi dengan sit angin kualitas RSS 1, lanjut Anang merupakan peluang, yakni dengan sit angin kualitas RSS 1 sehingga menghasilkan posisi tawar para petani karet. “Tetapi kalau kita bisa menghasilkan perbaikan kualitas dengan sit angin kualitas RSS 1, maka posisi tawar petani karet jadi lebih baik,” kata Anang lagi. Orang nomor satu di Bumi Sarabakawa inipun mengajak warga Indonesia membatasi pemakaian karet sintetis. Gerakan Nasional melawan karet sintetis itu
dianggapkannya perlu dilakukan seluruh petani karet se Nusantara, paling tidak dimulai gerakan lintas sektoral dari Tabalong – Muarojambi. Sebab, menurut Anang, karet satusatunya usaha rakyat yang masih bertahan, dan kini jadi korban karet sintetis. Kinipun petani karet dinilai mulai hilang rasa kepercayaan dirinya akibat anjloknya harga karet. “Mari kita batasi pemakaian karet sintetis, dan memulai perbaikan kualitas mutu karet alam kita,” imbuhnya. Sementara itu, Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jambi Prof Dr Ir Zulkifli Alamsyah yang turut hadir di acara kunker Pemkab Tabalong belajar sit angin ke Muarojambi, turut mengatakan sangat setuju apa yang dilontarkan Bupati Anang Syakhfiani terhadap adanya gerakan nasional melawan semua bentuk pelemahan karet alam para petani karet, khususnya melawan karet sintetis. Selain itu, rendahnya nilai tawar petani terhadap kualitas mutu karet dianggapnya mengakibatkan rendahnya harga ditingkat petani. Termasuk juga harga diselewengkan dan ada mafia karet yang belenggu petani. (D-Team)
Sit Angin Lebih Menguntungkan Daripada Lum Hasil Kunker Pemkab Tabalong ke Muarojambi MUAROJAMBI – Hasil karet olahan sit angin kualitas RSS 1 (Ribbed Smoked Sheet 1) yang dipelopori petani di Desa Muhajirin Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muarojambi ternyata lebih berharga ekonomis berkali lipat dibanding harga olahan bokar lum atau olahan karet yang banyak dilakukan petani karet Kabupaten Tabalong. Asumsinya, 20 liter latek (karet cair) menghasilkan 7 kg dengan harga per kg sit angin kualitas RSS 1 Rp 25 ribu/kg maka diperoleh total Rp 175 ribu hingga Rp 245 ribu. Dibanding dengan bokar lum, 20 liter latek menghasilkan 10 kg lum dengan harga Rp 8 ribu/kg maka totalnya cuma Rp 80 ribu. “Bagi kami sit angin lebih menguntungkan dibanding lum, maka itu kami, khususnya UPPB Sejahtera Bersama di Desa Muhajirin ini sudah beralih ke sit angin kualitas RSS 1,” ucap perwakilan UPPB Sejahtera Bersama Muarojambi, Sarjito (60), saat menjelaskan keuntungan ekonomi hasil olahan sit angin kepada rombongan Pemkab Tabalong yang secara khusus kunjungan kerja belajar pengolahan sit angin ke Muarojambi.
Bupati Anang dan rombongan juga dipaparkan keuntungan lainnya dari hasil sit angin, yakni petani karet di Desa Muhajirin Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muarojambi kewalahan memenuhi permintaan karet jenis sit angin RSS 1 dari berbagai perusahaan. Fakta bahwa saat ini permintaan sit angina RSS 1 cukup banyak juga disampaikannya, seperti ada permintaan hingga 20 ton perbulan dari Tanggerang dan Medan, juga hasil produksi dijual ke pabrik dekat dari Desa Muhajirin dengan harga Rp 25 ribu/kg. Selain dikirim ke pabrik sit angin di dalam local daerah, permintaan dari daerah lain sebutnya juga terus masuk. Mereka juga kirim sample ke perusahaan di daerah luar Jambi, dan kualitasnya dinilai baik yakni berkualitas RSS 1 dan bisa diekspor dengan harga bisa diatas harga Rp 35 ribu/kg. “Saya akui permintaan sit angin melebihi kouta produksi yang kami miliki, itupun cuma permintaan dari pasar lokal, belum mengarah ke ekspor,” kata Sarjito sambil mengakui saat ini permintaan pasar sit angin
dari para buyer masih terbuka lebar, khususnya permintaan ekspor maupun pasar lokal. Selain mengakui mereka belum mampu memenuhi kuota permintaan sit angin kualitas RSS 1 termasuk pasar ekspor. Menurut Sarjito lagi, proses pembuatan sit angina juga membutuhkan waktu yang lebih lama ketimbang memproduksi lum atau slab. Para petani karet kebanyakan masih membuat bokar lum yang bisa langsung dijual, karena mereka butuh dana untuk kebutuhan sehari-harinya. Sementara terhadap permasalahan pola fikir masyarakat tersebut, menurut Kadisperindakop dan UMKM Tabalong, H Birhasani yang turut mendampingi Bupati Anang kunker ke Muarojambi, pihak Pemkab Tabalong sudah punya cara khusus untuk memancing agar petani mau merubah pola produksinya itu, yakni dibutuhkan adanya dana talangan melalui koperasi. Karena, petani butuh dananya setiap waktu, sedangkan untuk penjualan sit angin dilakukan seminggu sekali, sehingga butuh dana untuk menalanginya. (D-Team)
7
Sosial Budaya
LSM Diminta Terlibat Berdayakan Petani Karet “Saya ingin kalangan LSM bisa terlibat dalam Gerakan Masyarakat Meningkatkan Mutu Karet atau Gemas Mekar karena LSM punya peran dalam mengubah pola pikir petani melalui program pemberdayaan” Anang Syakhfiani
8
TANJUNG - Pemerintah Kabupaten Tabalong, meminta Lembaga Swadaya Masyarakat terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat, khususnya mendukung Gerakan Masyarakat Meningkatkan Mutu Karet (Gemas Mekar). Hal tersebut disampaikan Bupati Tabalong Anang Syakhfiani di Tanjung, Kamis terkait rencana pencanangan program Gemas Mekar dua bulan ke depan guna meningkatkan kesejahteraan petani karet di tengah masih rendahnya harga karet lokal. “Saya ingin kalangan LSM bisa terlibat dalam Gerakan Masyarakat Meningkatkan Mutu Karet atau Gemas Mekar karena LSM punya peran dalam mengubah pola pikir petani melalui program pemberdayaan,” jelas Anang. Apalagi dalam program Gemas Mekar, petani karet diminta bisa mengubah pola pikirnya agar bisa memproduksi karet olahan berupa sit angin dengan kualitas dan harga jual yang lebih tinggi dibanding lum mangkok. Dengan memproduksi karet olahan berupa sit angin tambah Anang waktu yang diperlukan mencapai tujuh hari, lebih lama dibanding lum mangkok yang bisa dihasil-
kan tiap hari. “Pola baru dengan produksi karet olahan sit angin menjadi bagian perubahan pola pikir masyarakat guna peningkatan kesejahteraan petani,” tambah Anang. Sebelumnya sejumlah petani karet dan pengurus koperasi di `Bumi Saraba Kawa` ini diajak melihat langsung produksi karet olehan petani di Muarojambi agar bisa diterapkan di wilayah ini. Terpisah salah satu aktifis LSM Tabalong, Firman Yusi menyambut baik rencana pemerintah daerah mencanangkan program Gemas Mekar sebagai upaya perbaikan kesejahteraan petani karet di Tabalong. “Kami mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani karet melalui program Gemas Mekar termasuk dengan melibatkan kalangan LSM namun sebelumnya perlu dilakukan penguatan kelembagaan untuk bisa melaksanakan program pemberdayaan tersebut,” jelas Firman. Mengingat saat ini LSM yang tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik setempat mencapai 37 lembaga sehingga perlu dilakukan pembinaan agar bisa efektfif menjalankan fungsinya dalam pemberdayaan masyarakat. (D-Team)
Berkebun Aren Cukup Menjanjikan Potensi besar agribisnis tanam pohon aren tampaknya patut dicoba bagi warga Tabalong yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan. Selain bernilai ekonomis tinggi, aren ternyata memiliki potensi 47 kali lipat dari kebun karet. Dari informasi di beberapa petani aren di wilayah Utara Tabalong, selain sangat berpeluang dikembangkan di Tabalong sebab tumbuhnya bisa di tanah dataran tinggi dan juga rawa, bahkan hasil yang dihasilkan 47 kali lipat dibanding kebun karet. Berkebun aren di Tabalong saat ini juga mulai digandrungi para pejabat Pemkab Tabalong yang sudah ramai-ramai buka lahan untuk tanam aren. Adapun, aneka ragam hasil bernilai ekonomis yang didapat dari berkebun aren, seperti hasil buah kolangkalingnya, juga sagunya, termasuk pohon aren juga bisa memproduksi lidi ijuk, daun untuk atap rumah, dan kayu dengan kualitas sangat baik. Bahkan tiap harinya bisa diambil nira untuk gula merah, dan jika ditingkatkan lagi bisa diolah gula semut (untuk gula penderita kencing manis), termasuk hasil nira bisa dijadikan etanol untuk bahan alkohol, serta bisa juga diolah biofuol untuk alternatif pengganti bahan bakar BBM. Begitupula cara perawatannya pun juga tidak ribet seperti karet, karena aren 5 sampai 6 tahun sudah bisa panen, dan hasilnya jauh lebih
besar dari hasil karet. Yang menariknya menurut pihak petani. Tanaman aren tidak membutuhkan pemupukan khusus untuk tumbuh, tidak terserang hama dan penyakit yang mengharuskan penggunaan pestisida sehingga aman bagi lingkungan. Berkaitan dengan cata tanam, untuk perhektar lahan bisa ditanam sebanyak 220 pohon, dan perpohonnya menghasilkan 20 sampai 25 liter nira. Dan masa umur dari pohon aren bisa mencapai 30 tahun. Nah, bisa bayangkan, misal harga nira Rp 3 ribu perlitarnya, maka jutaan rupiah perhari atau puluhan juta perbulannya dari hasil nira pohon aren yang diraup petani aren. (D-Team)
pengembangan komoditi aren dilaksanakan di Kecamatan Bintang Ara dan Haruai. “Untuk mendukung program pengembangan tanaman aren kita menyalurkan bantuan bibit aren ke sejumlah kelompok tani di Kecamatan Haruai dan Bintang Ara, termasuk di Desa Argomulyo sebanyak 3.000 bibit,” jelas Razamuddin. Di Kecamatan Haruai, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tabalong juga menyalurkan bantuan 1.500 bibit aren dengan luas areal mencapai 25 hektare dan Bintang Ara seluas 50 hektare. Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tabalong bersama Balai Penelitian Tanaman Palama Manado, Sulawesi Utara melakukan kajian potensi pengembangan dan budidaya aren sebagai sumber peningkatan ketahanan pangan, energi alternatif dan komoditas atau produk unggulan. Hingga saat ini sudah ada sekitar 20.750 tanaman aren yang dikembangkan di lima kecamatan dengan luas arean mencapai 90.000 hektare dan sekitar 70.000 hektare ditanami karet, sisanya jenis komoditas lain. Tanaman aren sendiri merupakan produk strategis untuk masa depan karena hampir semua bagian tanaman aren bisa dimanfaatkan mulai dari gula aren, buahnya hingga ijuk. Data Dinas Perkebunan Tabalong menyebutkan potensi tanaman aren terbanyak di Kecamatan Muara Uya seluas 105 hektare, Tanta 104 hektare dan Jaro 65 hektare. (D-Team)
17
Pembangunan
Lanjutkan Pembangunan, Bersiap Menuju
“Metropolis”
Comodity
Kelompok Tani Dibantu Bibit Aren TANJUNG - Seiring makin anjloknya harga karet alam, kini Pemkab Tabalong terus berupaya melakukan upaya lain dalam membantu para petani untuk melirik tanaman lain yang lebih bernilai ekonomis dibanding karet, salah satunya yakni pengembangan tanaman aren. Seperti belum lama tadi, kelompok Tani Desa
Argomulyo Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong mendapat bantuan 3.000 bibit aren untuk pengembangan aren di wilayah tersebut. Kabid Pengelolaan dan Pengembangan Komoditi, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tabalong, Razamuddin di Tanjung, Selasa mengatakan, tahun ini
Dimulai Pembangunan Tanjung Bersinar Park
16
TANJUNG – Merangkum dan melanjutkan gagasan pembangunan bupati terdahulu, kini Bumi Sarabakawa bersiap menjadi kiblat nya Kalimantan Selatan sekaligus sebagai salah satu kota metropolis. Bukti keseriusannya ditandai dengan pembangu-
9
Terus Kerja Keras Pertahankan WTP
nan taman kota berlabel RTH (ruang terbuka hijau) bernama Tanjung Bersinar Park. Senin tadi bertempat di Mabuun Murung Pudak atau disamping Kantor DPRD Graha Sakata, dimulai peletakan batu pertama pembangunan Tanjung Bersinar Park yang dilakukan langsung oleh Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani didampingi dua mantan bupati yakni H Dandung Suhcrowardi dan H Noor Aidi. Tanjung Bersinar Park yang pembangunannya terinfirasi King Park Singapura itu desainnya mengandung unsur nuansa Islami dan kearifan lokal Bumi Sarabakawa. Tanjung Bersinar Park menelan biaya Rp 7,8 miliar tersebut bakal menyuguhkan hiburan sekaligus taman nyaman bagi masyarakat. Tak hanya itu, lokasi tersebut nantinya bakal menyatu antara wahana hiburan, ekonomi dan ruang terbuka hijau. Dimana disekitar lokasi tersebut turut terbangun pusat perbelanjaan modern bernama Tabalong Town Sguare (Tantos) serta disampingnya terbangun ruang terbuka Rp 6 miliar untuk area expo terbesar se Kalsel. Bahkan sekitar 1 km dari lokasi tersebut yakni Bandara Warukin bakal diresmikan langsung oleh Gubernur Kalsel sebagai tanda dimulainya penerbangan umum bagi masyarakat. “Pembangunan Tanjung Bersinar
10
Park ini merupakan ikhtiar kita mewujudkan Tabalong menjadi kota hijau. Sekaligus sebagai ikhtiiar melanjutkan gagasan para bupati terdahulu untuk menjadikan Tabalong jadi kota metropolis,” kata Bupati Anang saat sambutannya. Anang yang baru menjabat bupati sekitar 14 bulan inipun mengakui apa yang dilakukannya saat ini yakni membangun Tanjung Bersinar Park terkhusus lagi dalam mewujudkan Tanjung kota metropolis merupakan lanjutan gagasan sekaligus rangkuman pembangunan tiga bupati terdahulu, yakni H Dandung Suhcrowardi, H Noor Aidi serta H Rachman Ramsyi. “Saya juga memohon do’a restu pada para bupati terdahulu dalam membangun Tabalong ini. Beliau-beliau (para mantan Bupati) adalah kekuatan kita untuk membangun daerah dan kesejahteraan masyarakat,” kata Anang lagi sembari menyebut diawal-awal kepemimpinannya tidak ada istilah buang energi dan waktu untuk saling menyalahkan, sebab Tabalong sudah tidak punya waktu banyak untuk bersiap menuju kota metropolis. Nah dengan segudang perencanaan pembangunan guna dipersiapkannya Tabalong sebagai kota metropolis itupun bukan sekedar wacana tanpa realisasi. Sebagaimana konsep mantan Bupati H Noor Aidi yang menggagas
Tabalong begai Segi Tiga Emas pertemuan tiga Provinsi (Kalsel, Kalteng dan Kaltim) atau dikenal dengan kerjasama Bontagro (Tabalong, Bontok dan Grogot) yang titik berat kerjasamanya adalah perdagangan, pendidikan, kesehatan, pariwisata dan transportasi. Begitupula pembangunan Tanjung Bersinar Park, pengembangan Bandara Warukin, sekaligus Tabalong Expo Center serta Mall Tanjung Town Sguare tersebut berada tepat diareal strategis yakni segi tiga inti yang diberi nama Puri Mawar berlokasi diantara Tanjung, Muara Uya dan Upau. “Saya sebagai mantan bupati sangat mendukung dan apresiasi tinggi terhadap pembangunan Tanjung Bersinar Park khususnya do’a restu bersiapnya Tabalong menuju kota metropilis. Semoga yang kita bangun ini bermanfaat bagi masyarakat dan jadi amal ibadah kita dalam niat ikhlas membangun banua,” kata mantan Bupati H Dandung Suhcrowardi, yang turut diaminkan mantan Bupati H Noor Aidi. Sementara itu, pembangunan Tanjung Bersinar Park yang sumber dananya bersumber dari APBD, APBN dan CSR tersebut waktu selama 180 hari dengan masa pemeliharaan 360 hari. Pembangunan lainya seperti Tabalong Expo Center serta Mall Tanjung Town Sguare pun akan segera dilaksanakan. (D-Team)
“Saya ucapkan selamat kepada Kabupaten Tabalong untuk pertama kalinya meraih WTP. Itu artinya laporan keuangannya bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” ucap Kepala BPK RI Perwakilan Kalsel saat sambutannya. Ungkapan Yuliandra untuk Tabalong pun dirasa benar, sebab menurut rekam sejarah predikat opini yang diperoleh Tabalong, yakni pada tahun 2007 berpredikat Tidak Wajar, sedangkan 2008, 2009, 2010 berpredikat wajar dengan pengecualian (WDP). Kemudian 2011 kembali beropini Tidak Wajar, dan 2012 anjlok diperingkat bawah yakni Disclaimer, lalu 2013 kembali WDP dan 2014 yang diterima di 2015 meraih yang diharapkan yakni predikat WTP. “Iya sudah puluhan tahun WTP ini dinantikan, dengan raihan opini WTP 2014 ini saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semua jajaran Pemkab Tabalong yang berusaha memperbaiki dan terus mengevaluasi laporan hasil keuangan untuk bisa lebih baik, hingga bisa meraih yang terbaik, yakni opini WTP,” kata Anang sembari menyebut terima kasihnya atas bimbingan BPK RI Perwakilan Kalsel untuk Pemkab Tabalong. Keberhasilan meraih WTP inipun dianggap Anang merupakan persembahan jajarannya di Pemkab Tabalong untuk masyarakat Bumi Sarabakawa, dan bukti keseriusannya sebagai kepala daerah untuk
membangun kabupaten Tabalong. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak DPRD Tabalong berkat dukungannya mendampingi pihak SKPD dalam memperbaiki dan mengevaluasi laporan keuangannya,” kata bupati yang baru satu tahun memimpin Tabalong ini. Sementara itu, Ketua DPRD Tabalong H Darwin Awie juga mengaku bersyukur dan gembira atas diperolehnya opini WTP untuk Tabalong. Opini WTP untuk Tabalong dianggapnya merupakan bukti harmonisnya antara Legeslatif (DPRD) dan Eksekutif
(Pemkab). Namun, menurutnya sebagaimana peranan DPRD sebagai lembaga pengawas atas kinerja pemerintahan, pihaknya akan terus melakukan kontrol khususnya atas kinerja termasuk keuangan daerah. “Kami di DPRD berharap opini WTP ini merupakan bentuk hasil kinerja bersama untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. (D-Team)
BANJARBARU – Diraihnya opini tertinggi hasil laporan keuangan yakni WTP dari BPK RI Perwakilan Kalsel, bagi Kabupaten Tabalong merupakan hasi kerja keras yang patut dipertahankan. Pemerintah Kabupaten Tabalong pun melakukan ancang – ancang agar hasil memuaskan raihan opini WTP bisa dipertahankan, salah satunya mempersiapkan tenaga ahli di bidang pengelolaan keuangan daerah. Sebagaimana yang diucapkan Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Kalsel, Yuliandra Tri Kusumo Nugroho, laporan keuangan kali ini merupakan kali terakhir menggunakan basis kas, dan tahun mendatang menggunakan basis akrual murni yang tentunya dalam implementasinya lebih rumit. Maka itu daerah khususnya Tabalong diminta sudah mempersiapkan segala instrument dan kebutuhan implementasi sistem akrual basis, baik penyiapan terhadap aplikasi SIMDA (Sistem Informasi), kebijakan, sistem akuntansi, kebijakan barang daerah hingga sumber daya manusia pada SKPD. Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani memastikan pihaknya tidak hanya bisa meraih opini WTP, namun tentunya juga bisa terus mempertahankannya di tahun-tahun yang akan datang. “Kita akan kerja keras lagi dalam mempertahankan WTP, salah satunya dengan menambah pengetahuan SDM para aparatur terhadap pengelolaan keuangan yang baik,” katanya. Upaya lain seperti memprogramkan aksen plan bagi perbaikan keuangan daerah tiap SKPD pun bakal dilakukannya tiap minggu. Termasuk juga akan memproitaskan perekrutan CPNS di formasi akunting keuangan dan tak lupa juga memperkuat SDM aparatur tiap SKPD. “pengelolaan keuangan daerah ini bila dilakukan dengan baik dan sesuai aturan berdampak dengan kesejahteraan daerah dan masyarakat kita juga,” kata bupati. Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) Tabalong, Mahdi Noor turut memastikan pihaknya sebagai SKPD sentral dalam hal pengelolaan keuangan daerah bakal melakukan upaya-upaya nyata dalam mempertahankan WTP. Juga akan memperkuat SKPDSKPD dalam hal pengelolaan keuangan. Termasuk merencanakan pembangunan sistem informasi teknologi di semua Kecamatan, agar dsemua laporan dan data dapat dipergunakan dengan baik. “Pastinya dengan WTP ini, kita tidak akan lupa diri untuk mempertahankannya,” imbuh Mahdi. (D-Team)
15
Gerbang Emas
Metropolis
Bumi Sarabakawa Sukses Raih WTP Pertama Setelah Puluhan Tahun Dinantikan
BANJARBARU – Kabupaten Tabalong yang kini dipimpin Bupati H Anang Syakhfiani sukses mewujudkan mimpi puluhan tahun meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion) atau WTP dari BPK RI. Hal ini sebagai bukti keberhasilan daerah penghujung Kalsel ini dalam mengelola keuangan dengan baik. Kesuksesan meraih predikat WTP itu pada Kamis (28/5) bertempat di Aula Pertemuan BPK RI Banjarbaru, Bupati H Anang Syakhfiani didampingi Ketua DPRD H Darwin Awie menerima piagam WTP dari Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Kalsel, Yuliandra Tri Kusumo Nugroho.
14
Bagikan Raskin Gratis TANJUNG - Pemerintah Kabupaten Tabalong, melalui Bulog Divisi Regional Barabai membagikan beras untuk warga miskin (raskin) secara gratis kepada warga sangat miskin di daerah tersebut. Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong Yuhani mengatakan program beras gratis telah diresmikan bersamaan dengan peluncuran Gerbang Emas oleh Wakil Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan. “Tahap pertama program beras gratis yang kami realisasikan melalui Bulog sebanyak 45 kilogram per Rumah Tangga Penerima Manfaat, untuk jatah bulan Januari sampai Maret 2015,” jelas Yuhani. Dengan alokasi beras yang cukup banyak bagi warga sangat miskin Yuhani mengungkapkan kemungkinan ada yang menjual beras tersebut agar uangnya bisa dibelikan kebutuhan lain. “Yang pasti dengan program beras gratis ini pemerintah daerah bisa meringankan beban warga dengan kategori sangat miskin dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya khususnya saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini,” ujaranya. Untuk melaksanakan program beras gratis, Pemkab Tabalong mengalokasikan dana sebesar Rp4,7 miliar pada APBD II 2015, sedangkan beras yang disiapkan oleh Bulog mencapai 589.860 kilogram untuk 3.277 RTS PM di “Bumi Saraba Kawa” ini. Tahun ini penerima program beras gratis sebanyak 3.277 Kepala Keluarga (KK) tersebar di 12 kecamatan sedangkan untuk rumah tangga kategori miskin tetap mendapatkan beras miskin (Raskin) dari pemerintah daerah. (D-Team)
11
Pembangunan Agribisnis Tahun 2015 ini Pemerintah Pusat menargetkan Tabalong dapat menghasilkan 48.000 ton padi. Namun Tabalong dibawah komando bupati Anang pada panen di musim ini saja telah dapat 88.000 ton. Juga kemampuan produksi Gabah Kering Giling daerah dari semula 4,5 ton/ha telah meningkat menjadi 5,5 ton/ha. Termasuk disediakannya bibit gratis, khusus bagi petan.
Good Goverment
Berjuang Ditengah Atmosfer Anjloknya Karet-Batubara TANJUNG – Dua power pendongkrak ekonomi masyarakat Bumi Sarabakawa yakni karet dan batubara anjlok secara nasional, dan tentunya turut berdampak lesunya gairah ekonomi dan tingkat konsumsi masyarakat apalagi ekonomi daerah itu mengiringi masa kepemimpinan bupati H Anang Syakhfiani dan H Zony Alfianoor. Meski demikian, dengan semangat membangun sang pemimpin, ditambah terciptanya iklim investasi daerah yang ramah bagi dunia usaha, serta kebersamaan seluruh komponen di Tabalong, termasuk dukungan Muspida dan dunia usaha, program pembangunan termasuk janji politik bupati Anang di satu tahun kepemimpinannya sukses dirasakan publik. Khusus mengenai anjlokna harga karet nasional, ekspektasi masyarakat kepada pemerintah sedemikian besar. Namun dipahami bahwa mekanisme pembentukan harga karet tidak dapat dilakukan pemerintah. Namun demikian di pemerintahan bupati Anang, dia tetap berupaya meningkatkan pendapatan petani karet dengan menciptakan program peningkatan kualitas karet. Yakni Pemkab berupaya untuk mengintrodusir sistem pengolahan hasil produksi sehingga memiliki posisi tawar yang lebih baik pada transaksi hasil sadap masyarakat. Anang terus berupaya membina kelompok petani karet, serta membina dan
12
1
th
Kepemimpinan Anang-Zony mengembangkan serta memberikan bantuan modal kepada koperasi petani karet. Dia juga menyiapkan agenda kebijakan, yakni skim kredit melalui Bank Kalsel kepada koperasi petani karet untuk membantu pengembangan usaha. “Kami merencanakan bantuan modal Rp 2 miliar untuk koperasi – koperasi karet, Pemerintahan yang Melayani Sebagai bentuk janjinya agar di pemerintahannya menjadi pemerintah yang melayani rakyat, diapun mengawali kebijakan dengan reformasi kelembagaan, yakni 4 SKPD mengalami regrouping 8 SKPD mengalami perubahan nomenklatur, lalu terbentuk 7 SKPD baru. Anang pun langsung membentuk UP3 (Unit Pemantau Pelayanan Publik) sebagai kontrol birokrasi yang
modal itu bertujuan perbaikan kualitas hasil produksi karet, termasuk sebagai modal koperasi untuk membeli hasil sadapan karet masyarakat,” ucap Anang, saat acara dialog satu tahun kepemimpinannya sebagai pemimpin Tabalong. Selain dilema anjloknya harga karet dan batubara, ternyata ada beberapa isu strategis dan permasalahan yang masih jadi dilema daerah, diantaranya masih rendahnya kualitas SDM, lalu belum optimalnya pelayanan dibidang pendidikan dan kesehatan. Berikut Tabalong masih dianggap lemah dikualitas dan kuantitas prasarana pendidikan dan kesehatan, termasuk insfrastruktur jalan dan jembatan, juga insfrastruktur perekonomian, serta masih rendahnya insfrastruktur pelayanan publik. Nah berangkat dari itulah, usaai dilantik pada 17 Maret 2014, bupati Anang pun langsung membuat agenda khusus prioritas arah kebijakan pembangunan Tabalong dari tahun ketahun. Yakni 2015 dijadikan tahun kelembagaan dan penataan, lalu 2016 sebagai tahun pelayanan dasar, juga 2017 tahun infrastruktur dan utilitas, 2018 sebagai tahun investasi dan perekonomian, dan 2019 atau tahun terakhir masa jabatan bupati Anang itu dijadikan tahun inovasi dan kreativitas. (D-Team) keberadaannya di luar sistem birokrasi. Termasuk pemberlakuan perijinan gratis satu pintu untuk publik. Juga membentuk posko pertanahan untuk merespons permasalahan tanah dan keagrariaan. Lalu mulai diterapkannya PATEN (Pelayanan Adminstrasi Terpadu Kecamatan), ke depan pun akan mulai dipersiapkan pembentukan kecamatan baru (wilayah Kec. Tanjung) sebagai upaya mempercepat pembangunan daerah.
Membangun Pendidikan Anang pun turut merealisasikan program penyediaan pendidikan murah berkualitas melalui bantuan Ops manajemen mutu sekolah swasta rp 3,157 miliar, bantuan ops manajemen mutu pada SMA/ SMK Negeri Rp 8,441 miliar, bantuan peningkatan guru TKA, guru sekolah minggu, guru Ponpes, guru MTs/ MA sebesar Rp 5,386 miliar. Para guru terpencil pun diberikannya tunjangan khusus dengan dana Rp 849 juta kepada 79 orang guru terpencil selama setahun dengan nilai antara 0,75-1juta per bulan. Tak hanya itu, guru lainnya pun dikasih tunjangan daerah dengan total bangtuan Rp 21,852 milir. Termasuk menyalurkan bantuan dana pendidikan 84 guru Rp 300 juta. Di satu tahun kepemimpinannya ini turut membantu beasiswa terhadap 550 siswa berprestasi yakni @Rp 0,75 juta, 175 siswa berprestasi tidak mampu @Rp 0,75 juta, 5 mahasiswa tdak mampu @Rp 10 juta, dan 75 siswa berprestasi @Rp 3 juta. Serta pekerjaan fisik lingkup pendidikan, ditambah disediakannya angkutan pelajar yang nyaman, layak dan gratis alias tidak dipungut biaya. Pelayanan Kesehatan Anang pun terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menambah fasilitas Yankes baru (Puskesmas Wirang dan Puskesmas Panaan). Lalu mereview kembali semua kekurangan dokumen pendukung dalam pembangunan RSUD Badaruddin. Mengupayakan penyediaan tenagakesehatan, perawat, bidan dan gizi di seluruh Desa. Turut memantapkan RSUD Badaruddin sebagai BLUD, juga menyiapkan 4 Puskesmas menjadi BLUD. Dia pun memastikan semua warga Tabalong dijamin dalam Jamkesda SERASA (Sehat Sejahtera Bersama). Ketenagakerjaan dan Wirausaha Sesuai janji lainnya yakni bakal menyiapkan dan membuka 5000 peluang usaha bagi putra putri Tabalong pun telah dimulainya, yakni bukti pada masa 14 bulan kepemimpinan Anang-Zony ini telah dicetak 1.241 wirausahawan baru di Bumi Emas Hitam ini. Tak hanya itu, Anang pun
mengintruksikan langsung Dinas Tenaga Kerja untuk dibentuk Posko Ketenagakerjaan untuk membantu menyelesaikan masalah ketenagakerjaan di Tabalong. Desa Sebagai Basis Pembangunan Janji membangun desa lewat bantuan Rp 1 miliar juga mulai dibuktikan H Anang Syakhfiani, yakni program gerbang emas (Gerakan Pembangunan Menuju Masyarakat Sejahtera) yang didanai APBD Tabalong, yakni pada tahap awal telah dialokasikan dana masing-masing Rp 1 M untuk 12 desa percontohan. “Insya Allah 2017 semua desa sudah dikucurkan bantuan Rp 1 miliar, dana itu diluar bantuan Gerbang Emas dari APBN dan APBD Provinsi, jadi nantinya tiap desa ada yang menerima hingga Rp 3 miliar,” katanya Pemkab Tabalong yang kini dipimpin bupati Anang juga telah menganggarkan program ADD untuk tahun 2015 hingga mencapai Rp.47,5 Miliar untuk 121 desa. Melalui program ini setiap desa akan menerima ADD sekitar Rp. 400 juta untuk setiap desanya. Juga penyediaan Dana Bagi hasil Pajak Daerah dan Dana Bagi Hasil Retrebusi Daerah kepada Pem Desa, yaitu sebesar Rp. 3,6 Miliar dan Rp. 803 juta. Salurkan Beras Gratis untuk Gakin Dalam waktu dekat ucap Anang, dia akan melaunching beras gratis untuk keluarga berkategori sangat miskin, dan tahun 2016 nantinya dipastikannya semuanya, yakni KK miskin, KK hampir miskin dan KK sangat miskin bakal dibantu beras gratis. Keseriusannya mensejahterakan masyarakat khususnya agar bantuan untuk warga miskin tepat sasaran, yakni secara mandiri Pemkab Tabalong bekerjasama dengan Kantor BPS melakukan pendataan keluarga miskin diluar data TNP2K yang dikeluarkan Pusat. Keagamaan dan Kebudayaan Sesuai visi sang bupati Anang, yakni mengedepankan menuju Kabupaten Tabalong yang Agamis, dimana para Ulama dan Tokoh Agama telah diasuransikannya. “Asuransi untuk para Uama serta guru-guru agama ini saya maksudkan agar tidak ada lagi keraguan bagi para Ulama dan Guru Agama untuk mengabdikan diri kepada daerah khususnya masyarakat,” ucap bupati Anang Syakhfani. Asuransi bagi Ulama, Tokoh Agama serta Guru Agama itupun ditujukan untuk semua agama yang ada di Tabalong, baik itu Islam, kristen, Hindu serta Budha. Juga bantuan para Penghulu/Kaum dan Pekerja Gereja telah diberikan insentif kepadanya. Termasuk kegiatan-kegiatan pengajian (kelompok Habsy), TPA, TKA, Pondok Pesantren dan organisasi keagamaan diberikan bantuan. Dibidang Budaya, dia juga menetapkan Desa Sialing sebagai Desa Wisata dan Desa Pangelak sebagai Desa Budaya.
Infrastruktur Dasar Dipastikan semua Jembatan Gantung Tabalong di ganti Baja, juga perbanyakan pembangunan Irigasi. Lalu PDAM mampu melayani 50% penduduk,pelaksanaan program PAMSIMAS untuk mengalirkan air pada desa-desa yang kesulitan air bersih. Termasuk pengembangan energi terbarukan “picohidro” di Dusun Kalingai Desa Salikung untuk mengaliri listrik 170 Rumah. Meraih Peluang sebagai Etalase Utara Kalsel Tabalong Go Internasional pun disiapkan, termasuk agar daerah penghujung Kalsel ini memiliki brand tersendiri sebagai etalase utara Kalsel juga direncanakannya. Anang sudah menyiapkan pembangunan Sport Center yakni fasilitas olah raga terlengkap, lalu pembangunan Tanjung Town Square sebuah mall terlengkap. Pembangunan Tanjung Bersinar Park yang mengadopsi taman Singapura juga disiapkan, termsuk pembangunan area Tabalong Expo, juga pembangunan pusat kuliner di Ex- Barunak, pembangunan Pusat Buah di Ex- Uma Iyah, khususnya pengembangan Bandara Warukin sebagai bandara Komersial sudah diwujudkannya. Gali Ekonomi Daerah Pemda Tabalong terus berupaya meningkatkan pendapatan daerahnya dengan menggali potensi yang memungkinkan digali. Terlihat proporsi PAD terhadap APBD yang meningkat pesat dari 8,94% menjadi 11,1%. Bupati Anang juga terus berupaya melakukan lobi kepada pemerintah pusat untuk memperoleh sumber-sumber pembiayaan lain untuk pembangunan. Alhasil, 2015 ini mendapat alokasi yang cukup besar Rp 100,789 M. Persembahan untuk Tabalong Pemkab Tabalong yang Bupati nya kini H Anang Syakhfiani juga sukses meraih pencapaian opini BPK RI Wajar Tanpa Pengecualian untuk kinerja Keuangan Tahun 2014, lalu Grand Autonomy Award Kategori Bidang Ekonomi Tahun 2015. Penghargaan dari Coca Cola Foundation dan Bill and Melinda Gates Foundation atas pengembangan Perpustakaan Daerah sebagai Pusat Belajar dan Kegiatan Masyarakat Berbasis IT. Penghargaan Wahana Tata Nugraha untuk Daerah yang memiliki sistem lalu lintas yang baik. “Bukan penghargaan tujuan kita, penghargaan itu cuma sebagai tolak ukur kinerja daerah untuk dipersembahkan pada masyarakat,” katanya lagi. Persembahan lainnya, yakni bupati Anang bersama tim lainnya turut sukses meraih kepercayaan insan olahraga kepada Tabalong untuk menyelenggarakan Porprop 2017 di Tanjung Tabalong.
13