BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pencemaran Udara Pencemaran kendaraan bermotor dikota besar makin terasa. Pembakaran bensin dalam kendaraan bermotor merupakan lebih dari separuh penyebab polusi udara. Disamping karbon monoksida, juga dikeluarkan nitrogen oksida, hidro karbon, belerang oksida, karbon oksida, partikel padatan, dan senyawa-senyawwa posfor timbal. Senyawa ini selalu terdapat dalam bahan bakar dan minyak pelumas mesin. Rancangan mesin dan macam bensin ikut menentukan jumlah pencemaran yang timbul. Akibat dari pembakaran bensin yang tidak sempurna. ( Mukono, 2005) Karena kendaraan bermotor merupakan sumber polutan CO yang utama, maka daerah-daerah yang berpenduduk padat dengan lalu lintas ramai memperlihatkan tingkat polusi CO yang tinggi. Knsentrasi CO perwaktu dalam satu hari dipengaruhi oleh kesibukan atau aktifitas kendaraan bermotor yang ada. (Fardiaz, 2006).Hasil pembakaran lainnya yang dikeluarkan kendaraan bermotor seperti Pb yang sebagai bahan tambahan scavenger. Bahan scavenger yaitu etilendibromida (C2H4BR) dan etilendikhlorida (C2H4Ch) tidak hanya CO dan Pb saja yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna oleh kendaraan bermotor. Tetapi kendaraan bermotor jugamengeluarkan hidro karbon (HC). ( Polar, 2004)
Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Dampak pencemaran udara saat ini merupakan masalah serius yang dihadapi oleh negara-negara industri. Karena dampak yang dikeluarkan oleh pencemarn udara begitu besar pengaruhnya terhadap lingkungan dan juga terhadap kesehatan meski tidak secara langsung. ( Mukono, 2005) Adapun pencemaran udara yang dikeluarkan asap kendaraan bermotor dan pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh, yaitu: 1. Gas Karbon Oksida (CO) Pengaruh gas CO terhadap tubuh terutama disebabkan oleh reaksi CO dengan hemoglobin (Hb) di dalam darah. Hemoglobin secara normal berfungsi dalam sistem transpor untuk membawa oksigen dalam betuk oksihemoglobin (O2Hb) dan darah membawa CO2 dalam bentuk karbondioksihemoglobin (CO2Hb) dari sel-sel tubuh ke paru-paru. Dengan adanya CO Hemoglobin dapat membentuk karboksihemoglobin. Jika reaksi ini terjadi maka kemampuan darah untuk mentranspor oksigen menjadi berkurang. ( Fardiaz, 2006) Faktor penting yang menentukan yang pengaruh CO terhadap tubuh manusia adalah konsentrasi COHb yang terdapat dalam darah, dimana semakin tinggi persentase hemoglobin yang terikat dalam bentuk COHb, semakin parah pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Konsentrasi COHb didalam darah dipengaruhi secara langsung oleh konsentrasi CO dari darah yanng terhisap. Pengaruh gas CO terhadap kesehatan dapat memberikan kelainan berupa: Memblokir fungsi transpor HbO2 dan meningkatkan HbCO dalam darah dan menimbulka kerusakan otot jantung dan susunan saraf pusat (Mukono, 2003)
2. Timah Hitam (Pb) Daya racun Pb didalam tubuh diantaranya disebabkan oleh penghambatan enzim oleh ion-ion Pb Dengan group sulfur enzim yang diduga dihambat adalah yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin. Penghambatan tersebut disebabkan terbentuknya ikatan yang kuat atau ikatan kovalen. Antara Pb2+ dengan group sulfur yang terdapat dialam asam-asam amino (misalnya:cistein). ( Fardiaz, 2006) Dampak yang dapat yang dapat ditimbulkan dari pengaruh pencemaran Pb terhadap kesehatan tubuh manusia, yaitu sebagai berikut: a. Sistem hemopoetik ; Pb menghambat sistem pembentukan hemoglobin sehingga menyebabkan anemia. b. Sistem saraf pusat dan tepi; dapat menyebabkan ganngguan ensefalopati dan gejala gangguan saraf perifer. c.Sistem ginjal; dapat menyebabkan aminoasi duria, fosfoturia, glukosuria, netropati fibrosis dan atropi glomeruler. d. Sistem gastro intestinal; menyebabkan kolik dan konstipasi e. Sistem kardio vaskuler; menyebabka peningkatan permeabilitas kapiler pembuluh darah. f. Sistem nefroduksi; dapat menyebabkan kematian janin waktu melahirkan wanita, serta hipospermi dan tetraspermia pada pria. g. Sistem indokrin; mengakibatkan gangguan fungsi tiroid dan fungsi adrenal. (Darmono, 2001) 3. Hidro Carbon (HC)
Gas ini dikeluarkan dari asap kendaraan bermotor meski dalam jumlah kecil. Gas hidrokarbon memiliki cabang seperti benzena. Benzena inilah penyebab mutasi gen atau zat mutagenik. Meski orang yang terpapar gas ini tidak langsung merasakan dampaknya. Tetapi gas ini meracuni tubuh secara perlahan dan membutuhkan jangka panjang. ( Soemirat, 2005) 4. Nitrogen Dioksida (NO2) Konsentrasi nitrogen dioksida di udara didaerah perkotaan biasanya 10100 kali lebih tinggi dari pada di daerah pedesaan. Konsentrasi nitrogen dioksida di udara daerah perkotaan dapat mencapai 0,5 ppm (500 ppb). Emisi nitrogen dioksida di pengaruhi oleh kepadatan penduduk karena sumber utama nitrogen dioksida yang di produksi manusia adalah dari pembakaran, dan kebanyakan pembakaran disebabkan oleh kendaraan, produksi energi dan pembuangan sampah. Sebagian besar emisi nitrogen dioksida yang dibuat manusia berasal dari pembakaran arang, minyak, gas alam dan bensin. ( Fardiaz 2006)
Penguruhnya Nitrogen Dioksida Nitrogen dioksida bersifat racun terutama terhadap paru-paru disebabkan oleh gejala edema pulmonari. Pemberian 5ppm nitrogen dioksida selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan kesukarajn dalam bernafas. ( Fardiaz 2006) 5. Sulfur Dioksida (SO2) Sepertiga dari jumlah sulfur yang terdapat diatmosfer merupakan hasil dari aktifitas manusia, dan kebanyakan sulfur dioksida sebanyak dua sepertiga dari jumlah sulfur diatmosfer berasal dari sumber-sumber alam seperti volcano, dan terdapat dalam bentuk H2S dan okside. Transportasi bukan merupakan sumber utama polutan sulfur dioksida, tetapi pembakaran bahan bakar pada sunbernya meruppakan sumber utama polutan sulfur dioksida, misalnya pembakaran batu arang, minyak bakar,gas, kayu, dan sebagainya. Sumber sulfur dioksida. Sumber sulfur dioksida yang kedua adalah dari proses-proses industri, seperti industri pemurnian petroleum, industri asam sulfat, industri peleburan baja dan sebagainya. ( Fardiaz 2006) Pengaruh Sulfur Dioksida Pengaruh sulfur dioksida dapat menyebabkan iritasi sistem pernafasan dan iritasi tenggorokan terjadi pada konsentrasi sulfur dioksida sebesar 5ppm atau lebih, dan pada individu yang sensitive terhadap iritasi terjadi pada konsentrasi 12ppm. Sulfur dioksida dianggap polutan yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan penderita yang mengalami penyakit kronis pada sisten pernapasan dan system kardiovaskular. ( Fardiaz 2006) 6. Partikel / Debu
Berbagai proses alami mengakibatkan penyebaran partikel diatmosfer, misalnya letusan volcano dan hembusan debu serta tanah oleh angin. Aktifitas manusia juga berperan dalam penyebaran partikel, misalnya dalam bentuk partikel-partikel debu dan asbes dari bahan bangunan, abu terbang dari proses peleburan baja, dan asap dari proses pembakaran tidak sempurna, terutama dari batu arang. Sumber partikel yang utama adalah dari pembakaran bahan bakar dari sumbernya, diikuti oleh proses-proses industri. Pengaruh Partikel / Debu Partikel masuk kedalam tubuh manusia terutama melalui sistem pernapasan. Oleh karena itu pengaruh yang merugikan langsung terutama terjadi pada sistem pernapasan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap sistem pernapasan terutama adalah ukuran partikel yang menentukan seberapa jauh penetrasi partikel kedalam sistem pernapasan.
B. Pekerja Pekerja dipinggir jalan adalah masyarakat atau penduduk yang mencari rejeki di pinggir jalan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.Sebagian besar yang bekerja dipinggir jalan adalah mereka yag berdomisili di daerah sekitar tempat mereka bekerja dan sebagia kecil masyarakat pendatang dari daerah lain.(Wawancara langsung penulis) Berbagai pekerjaan yang mereka kerjakan antara lain: tukang parkir, pedagang kasongan, pedagang kaki lima, dan lain sebagainya. Aktifitas yang mereka lakukan adalah siang hari ada juga yang mereka lakukan di malam hari. Tapi kebanyakan dari mereka melakukanya disiang hari.
Aktifitas yang mereka lakukan dimulai dari pagi jam 09.00 sampai jam 14.00 siang. Jika malam hari di mulai dari jam 17.00 sore sampai jam 01.00 malam. (Wawancara langsung penulis) Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi mereka, biasanya mereka makan atau minum dari dagangan yang mereka jual, tapi bagi mereka yang tidak berjualan makanan dan minuman mereka membelinya di tempat dekat mereka bekerja. Sedikit dari mereka yang membawa bekal sendiri dari rumah. Paling pendek mereka melakukan kegiatan tersebut kurang lebih dari tiga tahunan. (Wawancara langsung penulis) Lamanya aktifitas yang digunakan pekerja di pinggir jalan yang banyak terdapat kendaraan bermotor yang lalu-lalang memadati jalan. Sedang asap yang di keluarkan oleh kendaraan bermotor itulah yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh pekerja. Dari asap kendaraan bermotor ini memiliki sifat hematoksisiti. Yang dapat mengganggu produksifitas sel, seperti leukosit. Sedang leukosit sendiri berfungsi sebagai daya tahan tubuh. (Soemirat, 2005)
C. Leukosit Leukosit adalah sel darah yang mengandung inti, yang disebut sel darah putih. Dilihat
dalam
mikroskop
sel
darah
putih
mempunyai
granula
spesifik
(granulosit)yang dalam, keadaan hidup berupa tetesan setengah cair,dalam sitoplasmanya homogen dengan inti bentuk bulat dan bentuk ginjal. Terdapat dua jenis leukosit agranuler ; limfosit sel kecil,sitoplasma sedikit;monosit sel agak besar mengandung sitoplasma lebih banyak. Terdapat tiga jenis glanuler : Neutrofil, basofil, asidofil atau (eosinofil) yang dapat di bedakan dengan afinitas granula terhadap zat warna netral,basa dan asam. Jumlah leukosit per mikroliter darah,pada orang dewasa normal adalah 4000-10.000, waktu lahir 15.000 sampai 25.000,dan menjelang hari ke empat turun sampai 12.000,pada usia empat tahun sesuai jumlah normal. ( Efendi 2003) Leukosit dapat di bagi dua kelompok besar,yaitu : 1. Fagosit a. Neutrofil Neutrofil berkembang dalam sumsum tulang di keluarkan dalam sirkulasi selsel ini merupakan 60-70% leukosit yang beredar.Garis tengah 12-15µm,dan memiliki satu inti dan dua sampai lima lobus.Neutrofil merupakan garis depan pertahanan seluler terhadap infasi jasad renik,memfagosit partikel kecil dengan aktif.
b. Monosit Merupakan sel leukosit yang berukuran besar dengan diameter 9-20 µm jumlah normalnya 3-8% dari jumlah leukosit normal.inti biasanya eksentris,adanya lekukan yang dalam bentuk tapal kuda,kromatin kurang padat,susunan lebih fibriler.Monosit tergolong fagositik mononuklear dan mempunyai tempat-tempat reseptor pada permukaan membrannya. c. Eosinofil Jumlah eosinofil hanya 1-4 % leokosit darah,mempunyai garis tengah 9 µm(sedikit lebih kecil dari neutrofil), inti biasanya berlobus dua reticulum endoplasma mitokondria dan apparatus golgi kurang berkembang.mempunyai granula ovoid yang dengan eosin asidofilik,granula adalah lisosom yang mengandung fosfatase asam, katepsin, ribonuklase, tapi tidak mengandung lisosim.Eosinofil
memfagositosis
komplek
antigen
dan
antibody,ini
merupakan fungsi eosinofil untuk melakukan fagositosis selektif terhadap kompleks antigen dan antibody, d. Basofil Basofil jumlahnya 0-2% dari leukosit darah,ukuran garis tengah 12um inti satu,besar bentuk pilihan ireguler,umumnya bentuk huruf s,sitoplasma basofil terisi granula yang lebih besar dan sering
kali granula menutupi
inti,granula bentuknya ireguler berwarna metakromatik, dengan campuran jenis romanvaki tampak lembayung. granula basofil metakromatik dan mensekresi histamine dan heparin,dalam keadaan tertentu, basofil merupakan
sel utama pada tempat peradangan ini dinamakan hypersensitifitas kulit basofil. Hal ini menunjukan basofil mempunyai hubungan kekebalan. 2. Limfosit Sebagian besar limfosit yang terdapat dalam darah tepi merupakan sel kecil yang diameter kecil dari l0µm.Intinya yang gelap berbentuk bundar atau agak berlekuk dengan kelompok kromatin kasar dan berbatas tidak tegas. Nukleoli normal terihat sitoplasmanya berwarna biru langit
dan dalam kebanyakan sel terlihat
sebagai bingkai halus sekitar inti.kira-kira 105 limfosit yang beredar merupakan sel lebih besar dengan sitoplasma lebih banyak yang mengandung sedikit granula azurofilik. Sifat- sifat Leukosit (sel darah putih) a. Diapedesis Diapedesis adalah proses masuknya sel darah putih kedalam lubang pori-pori meski ukurannyalebih kecil dari ukuran sel itu sendiri, dengan cara sel mengecil menyesesuaikan ukuran lubang pori-pori. Sel darah putih dapat menerobos melalui pori-pori dan juga melalui sel-sel endotel pembuluh darah yang disebut proses diapedesis. b. Gerak amuboid Waktu sel telah masuk kejaringan, khususnya polimorfonuclear leukosit, dan limfosit besar dan monosit dalam batas tertentu, bergerak melalui jaringan disebut gerak amuboid. c. Kemotaksis
Sejumlah zat kimia dalam jaringan menyebabkan leukosit bergerak mendekati atau menjauhi sumber zat kimia. Kelainan leukosit (sel darah putih) Hitung leukosit total dan hitung jenis leukosit bermanfaat namun tidak spesifik untuk menyatakan suatu keadaan fisiologis maupun patologis. Perubahan dalam jumlah leukosit menandakan suatu keadaan abnormal, dan bahwa tubuh menunjukan respons. Beberapa keadaan non-hematologis yang menyebabkan perubahan dalam jumlah leukosit menunjukan suatu keadaan yang langsung mengenai organ pembentuk sel darah. 1) Leukositosis Leukositosis menyatakan peningkatan leukosit yang umumnya melebihi 10.000/mm3 Leukosit meningkat sebagai respon fisiologis untuk melindungi tubuh dari serangan mikroorganisme. Leukositosis reaktif kadang-kadang menunjukan gambaran yang meriah dengan masuknya leukosit baik muda maupun yang matang kedalam darah tepi dalam jumlah lebih, Reaksi leukomoid menyatakan keadaan leukosit yang meningkat
disertai
peningkatan
bentuk
imatur
yang
mencapai
100.000/mm3. Ini akibat respon terhadap infeksi, toksik dan peradangan.
2) Leukopeni Leukopeni menyatakan jumlah leukosit yang menurun, netropenia menyatakan penurunan jumlah absolute neutrofil. Karena peranan neutrofil adalah untuk pertahanan hospes, maka jumlah neutrofil absolute yang kurang dari 1000/mm3 mempengaruhi individu terhadap inveksi; jumlah dibawah 500/mm3 merupakan predisposisi tyerhadap inveksi yang mengancam kehidupan berbahaya. ( Efendi,2003) Hematoksisiti Hematoksisiti adalah terganggunya system yang membentuk selsel darah dan fungsi seluler dalam respirasi seluler akibat racun. System hematopoetik terdidiri atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan trombosit. Eritrosit yang mengandung hemoglobin (Hb) berfungsi mentranspor oksigen dari paru-paru kejaringan dan membawa kembali karbon dioksida ke paru-paru untuk eksresi, leukosit untuk melindungi tubuh dari segala infeksi dan benda asing, dan trombosit berfungsi dalam pembekuan darah. (Juli Soemirat, 2005) Racun dihasilkan dari berbagai sumber, seperti; mikro organisme, jamur, hasil olahan gas alam, dan lain sebagainya. Racun yang dihasilkan oleh gas alam inilah salah satu faktor yang berperan sebagai pencemar udara akibat aktifitas dari industri dan asap buangan kendaraan bermotor, seperti; CO. HC, Pb, SO, NO, dan gas-gas lain sebagainya.( Soemirat, 2005)
Benzena adalah salah satu cabang dari HC yang memiliki potensi kuat terhadap penurunan produktifitas sel darah putih (leukosit) yang disebut agranulocytisis dan mengakibatkan kerusakan pada sel darah putih (leukosit). ( Soemirat, 2005)