BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1
Analisis Sistem Berjalan Penjadwalan produksi yang diterapkan pada PT. SURYA JAYA MANDIRI
adalah metode penjadwalan berdasarkan FCFS (First Come First Serve), di mana proses produksi yang dilakukan untuk memenuhi permintaan konsumen sesuai dengan urutan pesanan itu diterima, namun waktu penyelesaiannya tergantung pada banyaknya pesanan yang dipesan. Batas waktu (due date) penyelesaian pesanan ini tergantung pada pihak konsumen bilamana pesanan tersebut harus selesai dan dikirim, dan ada pula kesepakatan antara pihak perusahaan dengan konsumen yang biasanya batas waktu paling lama untuk menyelesaikan pesanan adalah selama satu bulan. Dari pesanan yang diterima ini dibuat suatu daftar pekerjaan yang akan diproduksi setiap harinya selama di hari itu terdapat pesanan dari konsumen. Dari daftar tersebut, pesanan mulai diproduksi. Produksi pesanan (handuk) ini dilakukan berdasarkan urutan pekerjaan dalam daftar. 3.2
Sejarah Perusahaan PT. SURYA JAYA MANDIRI adalah sebuah perusahaan manufaktur yang
pada mulanya didirikan oleh Mr. Liem Hwan Boen pada tahun 1985 di atas lahan seluas 10.000 m2 yang berlokasi di Jalan Pekojan No. 54 Kawasan Industri Semarang. Dari awal berdirinya sampai sekarang PT. SURYA JAYA MANDIRI
28
mempunyai jumlah tenaga kerja kurang lebih sebanyak 400 orang, di mana 40 orang adalah karyawan kantor dan 360 orang adalah karyawan pabrik. Mesin–mesin yang digunakan oleh PT. SURYA JAYA MANDIRI merupakan mesin–mesin yang sebagian besar sudah terintegrasi dengan teknologi tinggi dan didukung oleh sistem permesinan modern dari negara Jerman, Inggris, Jepang, Taiwan, dan Korea. Perusahaan ini merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi produk handuk yang menggunakan bahan baku antara lain: 100% Cotton, Acrylic Wool, Acrylic Cotton, 100% Acrylic, TC/TR, Rayon, dan lain–lain. Selain memproduksi handuk, perusahaan ini juga memproduksi benang celup. Namun selama ini, perusahaan lebih banyak memproduksi handuk dibandingkan benang celup. Aktivitas pabrik pada PT. SURYA JAYA MANDIRI di lantai produksi terus berjalan selama 24 jam dimana pengaturan kerja ditetapkan 8 jam kerja per shift, untuk jam kerja diatur sesuai ketentuan. 1.
Jam kerja perhari dibagi menjadi 3 shift, yaitu pagi, siang, dan malam yang diatur sebagai berikut.
Shift Pagi Jam kerja dari pukul 07.00–15.00 dengan waktu istirahat pada pukul 10.00.
Shift Siang Jam kerja dari pukul 15.00–23.00 dengan waktu istirahat pada pukul 17.45.
Shift Malam Jam kerja dari pukul 23.00–07.00 dengan waktu istirahat pada pukul 02.00.
2.
Hari kerja selama 7 hari, dengan libur 1 hari yang diatur sesuai jadwal pada
29
tiap bagian. 3.
Waktu istirahat selama 75 menit yang dilakukan secara bergiliran, yaitu 30 menit pertama untuk kelompok I dan 30 menit untuk kelompok II, sedangkan 15 menit pertengahan merupakan selang waktu untuk pergantian istirahat antara kelompok I dan II. Pengaturan shift kerja pada PT. SURYA JAYA MANDIRI ini dibuat
sedemikian rupa agar karyawan lebih nyaman dalam bekerja. 3.3
Struktur Organisasi Secara garis besar struktur organisasi di PT. SURYA JAYA MANDIRI
berbentuk fungsional dimana tiap–tiap departemen menjalankan fungsi masingmasing dan dipimpin oleh seorang supervisor. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan struktur organisasi berikut ini.
.
30
31
Berikut ini uraian Job Description dari PT. SURYA JAYA MANDIRI. 1.
Direktur Utama Tugas dan tanggung jawab Direktur Utama yaitu:
Menentukan kebijakan pokok dalam perencanaan, penyusunan, pengendalian, dan pengembangan perusahaan.
Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan kebijakan di lapangan.
Mendelegasikan sebagian wewenang dan tanggung jawab kepada kepala departemen
Melakukan pembinaan kegiatan dengan melakukan hubungan luar.
2.
Kepala Departemen Produksi Tugas dan tanggung jawab Kepala Departemen Produksi yaitu:
Membawahi Kepala Bagian Produksi, Kepala Bagian Laboratorium dan Quality Control, Kepala Bagian Maintenance, dan Kepala Bagian Utilitas.
Melakukan kontrol dan pengawasan terutama pada bagian–bagian yang berhubungan dengan produksi.
Sebagai koordinator utama dari para kepala bagian tersebut di atas.
Memberi laporan langsung kepada Direktur Utama
3.
Kepala Departemen Teknik Umum Tugas dan tanggung jawab Kepala Departemen Teknik Umum yaitu:
Membawahi Kepala Bagian Maintenance dan Kepala Bagian Utilitas.
Melakukan kontrol dan pengawasan terutama pada bagian–bagian yang berhubungan dengan teknik umum.
Sebagai koordinator utama dari para kepala bagian tersebut di atas.
32
Memberi laporan langsung kepada Direktur Utama
4.
Kepala Departemen Umum Tugas dan tanggung jawab Kepala Departemen Umum yaitu:
Membawahi Kepala Bagian Keuangan dan Administrasi, Kepala Bagian Personalia dan Kepala Bagian Pemasaran.
Melakukan kontrol dan pengawasan terutama pada bagian–bagian yang berhubungan dengan administrasi dan pihak luar perusahaan.
Sebagai koordinator utama dari para kepala bagian tersebut di atas.
Memberi laporan langsung kepada Direktur Utama
5.
Kepala Bagian Keuangan dan Administrasi Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Keuangan dan Administrasi yaitu:
Merencanakan, mengatur, dan mengawasi arus penerimaan–pengeluaran keuangan sehubungan adanya transaksi–transaksi.
Pengadministrasian dari seluruh proses produksi sesuai dengan peraturan perusahaan.
Mempersiapkan anggaran tahunan untuk biaya tetap dan biaya tidak tetap.
6.
Kepala Bagian Personalia Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Personalia yaitu:
Merencanakan, mengawasi, dan melaksanakan kebijakan perusahaan yang berkenaan dengan perekrutan pegawai, pengarahan penempatan, sistem penggajian, promosi, pelatihan–pelatihan pegawai baik lama maupun baru, dan pemberhentian pegawai (PHK).
Melaksanakan kegiatan administrasi kepegawaian.
33
Melaksanakan hubungan dengan pihak luar untuk tujuan–tujuan tertentu, misalnya penelitian, praktek kerja lapangan, studi banding.
7.
Kepala Bagian Pemasaran Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Pemasaran yaitu:
Mengikuti perkembangan pasar terutama terhadap barang–barang perusahaan dan umumnya barang – barang pesaing yang sejenis.
Merencanakan dan mengawasi pelaksanaan program pemasaran.
Melakukan pembelian bahan produksi dan penjualan hasil produksi.
Menjaga hubungan baik dengan pihak luar.
8.
Kepala Bagian Produksi Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Produksi yaitu:
Merencanakan besarnya volume produksi.
Bertanggungjawab atas jalannya proses produksi secara keseluruhan.
Mengawasi proses produksi agar dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan perusahaan.
9.
Kepala Bagian Teknik Umum Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Teknik Umum yaitu:
Saling bekerja sama kepala bagian produksi dan kepala bagian utilitas agar proses produksi dapat berjalan lancar.
Mengatur dan mengawasi segala sesuatu yang berhubungan dengan teknik umum.
10.
Kepala Bagian Utilitas Tugas dan tanggung jawab Kepala Bagian Utilitas yaitu:
34
Menangani kerusakan, perbaikan listrik, air, pengolahan limbah, dan utilitas lainnya.
Mengontrol kebutuhan listrik, air, dan utilitas lainnya.
11.
Supervisor Tugas dan tanggung jawab Supervisor yaitu:
Mengatur kelancaran proses seperti kelancaran bahan baku, mesin–mesin, pekerja, maupun kondisi ruangan.
Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan operator.
Memeriksa kualitas yang dihasilkan pada tiap–tiap kegiatan produksi agar dalam tingkat yang diharapkan.
3.4
Proses Produksi Proses produksi pada pembuatan kain handuk secara garis besar dibagi ke
dalam 4 tahap sebagai berikut. 1.
Proses persiapan bahan baku (pre-finishing stage), meliputi: winding, dyeing, dan drying.
2.
Proses persiapan pertenunan (pre-weaving stage), meliputi: rewinding, dan warping.
3.
Proses pertenuan (main stage), meliputi: weaving.
4.
Proses penyempurnaan (finishing stage), meliputi: inspecting, sewing, dan packing.
35
3.5
Perancangan Program
3.5.1 Gambaran Umum Perancangan Program aplikasi ini memakai 4 buah menu, yaitu:
Menu File
Menu Master
Menu Production
Menu About Di dalam menu File, terdapat submenu Open, Save, dan Exit. Di dalam menu
Master, terdapat submenu Machine. Di dalam menu Production terdapat submenu Data Pesanan dan Waktu Proses. Di dalam menu About terdapat keterangan cara penggunaan program. Untuk memulai program aplikasi penjadwalan mesin ini user harus memasukkan input berupa: a.
Jumlah mesin dan satuan operasional mesin
b.
Data jumlah job, ukuran, quantity, dan due date
c.
Data waktu proses untuk setiap job pada setiap mesin Setelah selesai dimasukkan, data-data input yang ada diproses. Pertama,
tentukan dulu jumlah iterasi Y = jumlah mesin-1. Selanjutnya, program akan menghitung waktu proses mesin (t1 dan t2) pada setiap langkah alternatif Y. Kemudian program akan mencari urut-urutan job yang harus dikerjakan dan total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh job dengan metode Campbell, Dudek, and Smith (CDS). Setelah selesai dilakukan minimasi makespan dengan metode CDS, maka data
36
hasil minimasi dimasukkan ke dalam output sebagai berikut.
Job
Mesin I
Mesin II
Waktu Proses Waktu Selesai Waktu Proses Waktu Selesai x
xxxx
xxxx
xxxx
xxx
x
xxxxx
xxxx
xxxx
xxxx
x
xxxx
xxxx
xxxx
xxxx
Gambar 3.2 Rancangan Output 3.5.2 Rancangan Layar Perancangan layar pada program aplikasi sistem penjadwalan mesin ini terdiri dari :
Form Utama
Form Master Machine
Form Data Pesanan
Form Waktu Proses
Form About
37
A.
Form Utama
File
Master
Production
Open
Machine Data Pesanan
Save
Waktu Proses
About About Me
Exit
Gambar Gambar 3.3 Rancangan Form Utama Pada form utama ini terdapat sejumlah submenu. Submenu open digunakan untuk membuka file *.CDS yang ada di komputer. Submenu save digunakan untuk menyimpan input jumlah mesin, jenis mesin, satuan kecepatan mesin, data pesanan dan waktu proses ke dalam file. Submenu machine digunakan untuk memasukkan jumlah mesin, jenis mesin, dan satuan kecepatan mesin. Submenu data pesanan digunakan untuk memasukkan jenis barang, jumlah barang yang dipesan, ukuran barang dan due date barang tersebut. Submenu waktu proses digunakan untuk memasukkan waktu yang dibutuhkan setiap mesin dalam memproses setiap jenis barang. Submenu about me berisi keterangan singkat tentang program dan cara penggunaan program
38
B.
Form Master Machine
Machine
No.
Description
Satuan
Machine Description Satuan
Add
Edit
Delete
Save
Cancel
Gambar 3.4 Rancangan Form Master Machine Form ini digunakan untuk memasukkan jenis mesin, jumlah mesin yang digunakan dan satuan kecepatan mesin dalam memproses barang. Tombol add digunakan untuk menambah jumlah mesin. Tombol edit digunakan untuk mengedit mesin yang sudah diinput. Tombol delete digunakan untuk menghapus mesin yang ada. Tombol save digunakan untuk menyimpan jumlah mesin, jenis mesin dan satuan kecepatan mesin ke dalam database. Tombol cancel digunakan untuk membatalkan proses input.
39
C.
Job
Form Data Pesanan
Jenis
Ukuran(cm)
Quantity(unit)
Due Date
Jenis Ukuran Quantity Due Date Add
Edit
Delete
Save
Cancel
Gambar 3.5 Rancangan Form Data Pesanan Form ini digunakan untuk memasukkan jenis barang, ukuran, quantity, dan due date barang tersebut. Tombol add digunakan untuk menambah input data pesanan. Tombol edit digunakan untuk mengubah data yang sudah ada. Tombol delete digunakan untuk menghapus data yang sudah ada. Tombol save digunakan untuk menyimpan data yang sudah dimasukkan. Tombol cancel digunakan untuk membatalkan proses input.
40
D.
Form Waktu Proses
Jenis Mesin I Mesin II
Mesin III
Mesin IV Mesin V Mesin VI Mesin VII
Output
Close
Gambar 3.6 Rancangan Form Waktu Proses Di form ini terdapat field-field yang harus diisi yaitu berupa waktu proses masing-masing mesin pada setiap job. Setelah user mengisi semua field-field yang ada maka user dapat menekan tombol output. User juga dapat menekan tombol close untuk membatalkan proses dan kembali ke form utama.
41
Setelah user menekan tombol Output maka akan muncul layar Waktu Proses Mesin Tiap Job seperti ditunjukkan oleh gambar rancangan di bawah ini. Job Jenis Ukuran
Qty Mesin I Mesin II Mesin III
Mesin IV Mesin V
Back
Mesin VI
Calculate
Gambar 3.7 Rancangan Layar Waktu Proses Mesin Tiap Job Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan maka user harus menekan tombol calculate. Untuk kembali ke layar sebelumnya maka user dapat menekan tombol back. Setelah user menekan tombol calculate, maka akan ditampilkan sebuah layar yang menunjukkan nilai makespan untuk setiap langkah alternatif dan nilai makespan yang minimum dengan metode CDS. Rancangan layar hasil akan ditunjukkan seperti gambar di bawah ini.
42
Job
I-1
Previous
I-2 II-1 II-2 III-1 III-2 IV-1 IV-2
V-1 V-2 VI-1
VI-2
Next
Urutan prioritas pekerjaan yang terbaik adalah Makespan yang didapatkan sebesar x menit Job
I-1 I-2 II-1 II-2 III-1 III-2 IV-1 IV-2
V-1 V-2
Back
VI-1
VI-2
Close
Gambar 3.8 Rancangan Layar Hasil Calculate E.
Form About
PROGRAM APLIKASI PENJADWALAN MESIN DENGAN METODE CDS Overview
Cara Pemakaian Program
Exit Gambar 3.9 Rancangan Layar About
43
Pada bagian ini ditampilkan keterangan singkat tentang program dan sekilas tentang cara pemakaian program. Tombol exit digunakan untuk menutup layar.