1
SISTEM INFORMASI PERHTUNGAN KOMISI AGEN ASURANSI BUMIPUTERA 1912 KANTOR WILAYAH CABANG TEGAL PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI S1 FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG 2014 Chanti Rehtyananda Wijayanti 1) , Acun Kardianawati M.Kom. 2)
1) 2)
Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro (email:
[email protected]) Staf Pengajar Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian
Abstract A new era in the world of business and organizing emerged with the introduction of the term information technology and information systems , which is how an organization both for-profit and non -profit trying to use computer devices , applications , and telecommunications facilities to improve their performance significantly. So it is with PT . Bumiputera 1912 insurance companies engaged in insurance are still experiencing difficulties in the calculation of commission agents . This job is not impossible to do it manually ( using exel ) that achievement less effective and efficient . In order to streamline the efficiency of work and it takes a much needed information systems business world today , to minimize the time and cost in operasionalnya.Analisa commission calculation is an important function that is the responsibility of the main. Resource Management is to provide compensation to its agents dressed as a commission change contribution to the organization or instansi.Comisi is one of the processes in the organization are vulnerable to problem.Processing slow can result in slow presentation of information , it is also possible go into commission .And again in late payment in case of miscalculation can make a commission calculation system needs to be supported with good information system .
. Keywords
:Visual
Basic,Calculation
Comisi
1
,Mysql,
Agent
,
Insurance
2
Abstrak Sebuah era baru di dalam dunia usaha dan berorganisasi muncul sejalan dengan diperkenalkannya istilah teknologi informasi dan sistem informasi, yaitu bagaimana sebuah organisasi baik berorientasi profit maupun non profit berusaha untuk menggunakan perangkat komputer, aplikasi, dan sarana telekomunikasi untuk meningkatkan kinerjanya secara signifikan. Demikian halnya dengan PT. Asuransi Bumiputera 1912 perusahaan yang bergerak dibidang asuransi yang masih mengalami kesulitan dalam perhitungan komisi agennya. Pekerjaan ini bukan tidak mungkin dilakukan secara manual (menggunakan exel) yang hasilkannya kurang efektif dan efisien. Untuk dapat mengefektifkan dan efesiensi kerja dibutuhkan sebuah sistem informasi yang sangat dibutuhkan dunia usaha sekarang, untuk meminimalkan waktu dan biaya dalam operasionalnya.Analisa perhitungan komisi merupakan fungsi penting yang menjadi tanggung jawab Manajemen Sumber daya Manusia.Fungsi utamanya adalah memberikan kompensasi untuk agennya berpa komisi sebagai ganti kontribusi terhadap organisasi atau instansi.Komisi merupakan salah satu proses dalam berorganisasi yang rentan terhadap masalah.Pengolahan data yang lambat dapat mengakibatkan lambatnya penyajian informasi,sehinnga dimungkinkan pula terjadi keterlambatan pembayaran komisi.Ditambah lagi jika terjadi kesalahan perhitungan dapat menjadikan system perhitungan komisi perlu didukung dengan system informasi yang baik. Kata Kunci: Visual Basic, Perhitungan Komisi, Mysql,Agen , Asuransi
Pendahuluan Seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat dengan kebutuhan akan jasa asuransi kini makin dirasakan , baik oleh perorangan maupun dunia usaha. Hidup penuh dengan resiko yang terduga maupun tidak terduga, oleh karena itulah kita perlu memahami tentang asuransi. Beberapa kejadian alam yang terjadi pada tahun-tahun belakangan ini dan memakan banyak korban, baik korban jiwa maupun harta, seperti mengingatkan kita perlu adannya asuransi. Bagi setiap anggota masyarakat termasuk dunia usaha resiko untuk mengalami ketidakberuntungan seperti ini selalu ada. Dalam mengatasi kerugian yang timbul , manusia mengembangkan mekasnisme yang saat ini kita kenal dengan nama asuransi. Asuransi itu sendiri merupakan mekanisme untuk mengalihkan resiko yaitu mengalihkan resiko dari satu pihak (tertanggung) kepada pihak lain (penanggung). Industry asuransi semakin membutuhkan agen-agen asuransi yang profesional. Jadi agen-agen inilah yang nantinya akan menjual produk-produk dari perusahaan asuransi tersebut kepada para nasabah. Produk yang ditawarkan pihak asuransi pun beragam mulai dari asuransi pendidikan , pensiun , kecelakaan diri dan lan-lain. Dari produk penjualan asuransi inilah nantinya seorang agen akan mendapatkan komisinya. Komisi agen asuransi sebenarnya bergantung pada berapa keras usaha mereka untuk merangkul banyaknya nasabah dalam mengambil premi asuransi. Dengan bertambahnya agen-agen dalam perusahaan asuransi, maka semakin kompleks pula perhitungan –perhitungan yang harus diselesaikan. Begitu pula dengan laporan – laporan yang perlu di sajikan oleh pihak perusahaan. Laporan-laporan yang banyak tersebut tidak mungkin jika di tangani secara manual. Seperti halnya perusahaan asuransi Bumiputera kantor wilayah Tegal pada tahun 2008 memiliki jumlah total anggota 45 agen.Pada tahun 2009 mengalami penambahan pada jumlah anggota sebanyak 10 orang dan menjadi 55 agen. Pada tahun 2011 kembali mengalami penambahan pada jumlah anggotanya sebanyak 5 orang dan menjadi 60 agen. Namun pada tahun 2013 perusahaan asuransi Bumiputera kantor wilayah Tegal mengalami penurunan pada jumlah anggota agennya sebanyak 7 orang menjadi 53 agen hingga sekarang. Dengan banyaknya jumlah agen yang dimiliki oleh perusahaan asuransi Bumiputera kantor wilayah Tegal maka tiap bulannya harus membuat laporan komisi untuk agennya. Oleh karena itu sebuah perusahaan asuransi memerlukan adanya sebuah sistem yang terkomputerisasi dengan baik untuk melaporkan
3
komisi bagi tiap-tiap agennya. Tiap nasabah tentunya berbeda-beda dalam pembelian produk asuransi, dan agen yang berhasil menjual produk-produk tersebut yang nantinya akan mendapatkan komisi sesuai dengan yang di jual. Dari produk yang berhasil di jual oleh agen terdapat persenan yang berbeda-beda yang nantinya akan di hitung sebagai komisi agen tersebut. Landasan Teori 1.Definisi Sistem Sistem adalah sekelompok elemen- elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang salingberhubungan , berkumpul bersama-sama untuk melaksanakan suatu kegiatan atau menyelesaikan sasaran tertentu. [1] Dari beberapa definisi diatas dapat di ambil kesimpulan bahwa pengertian sistem adalah suatu sistem terdiri dari elemen-elemen,elemen- elemen tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.Elemen sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu :Tujuan 1.Sistem memiliki tujuan (goal) hanya satu atau mungkin banyak .Tujuan inilah yang menjadi motivasi yang mengarahkan sistem.Tanpa tujuan, sistem menjadi tidak terarah dan tidak terkendali.Tentu saja tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda-beda. 2.Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk di proses. 3.Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan dari masukan menjadi keluaran yang berguna. 4.Keluaran atau (output) merupakan hasil dari pemrosesanMekanisme PengendalianMekanisme Pengendalian (control mechanism) di wujudkan dengan menggunakan umpan balik yang mencuplik keluaran. 5.Umpan balik (feedback) digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses .Sistem menurut macamnya terbagi atas 2 yaitu : a. Sistem abstrak adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep. b. Sistem fisik adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat. Metode Pengembangan Sistem Dalam membangun suatu sistem informasi (dalam hal ini lebih mengacu kepada pengertian aplikasi perangkat lunak) digunakan metode Siklus Hidup dan Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle atau SDLC). SDLC terdiri dari sejumlah tahapan yang dilaksanakan secara berurutan. Secara umum tahapan dari SDLC adalah Perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan. Namun pada prakteknya hal ini tidaklah selalu mulus untuk dilaksanakan.Proses pengolahan system melewati beberapa tahap mulai dari system analisis sampai system diterapkan.Dalam
4
pengembangan
system
(SDLC)
terdapat
beberapa
Implementasi Implementasi dilakukan setelah perancangan selesai dilakukan dan selanjutnya akan diimplementasikan pada bahasa pemrograman yang akan digunakan. Tujuan Implementasi adalah untuk mengkonfirmasikan modul program perancangan pada para pelaku sistem sehingga user dapat memberi masukan kepada pembangun sistem. Yaitu : a. Implementasi Pengguna Sistem yang akan berjalan melibatkan dua orang pengguna, yaitu : user biasa, admin sebagai pengelola system. b. Implementasi Antar Muka Implementasi antarmuka dilakukan dengan setiap halaman program yang dibuat dan pengkodeannya dalam bentuk file program.
Gambar : Gambar Form Utama
5
Gambar : Gambar Form Login
Gambar : Menu Data Agen
Gambar : Menu Data Produk
Gambar : Data Jual Produk
6
Gambar : Menu Data Nasabah Sumber : Data Sekunder
Gambar : Menu Data Akseptasi Komisi Sumber : Data Sekunder
Gambar : Menu Data Lihat Komisi Sumber : Data Sekunder
7
Gambar : Menu Output Laporan Data Nasabah Sumber : Data Sekunder
Gambar : Menu Output Laporan Data Agen Sumber : Data Sekunder
Gambar : Menu Output Laporan Data Produk Sumber : Data Sekunder
8
Gambar : Menu Output Laporan Data Komisi Sumber : Data Sekunder
Kesimpulan dan Saran 1. Sistem Informasi Perhitungan Komisi Agen Asuransi Bumiputera 1912 kantor wilayah cabang Tegal memiliki proses pendataan produk, agen,SPAJ ,dan proses akseptasi komisi.Laporan yang dihasilkan adalah laporan dari tiap-tiap pendataan,laporan akseptasi komisi,laporan kinerja agen dan lain-lain. 2. Pengelolaan data tidak lagi menggunakan sistem pemberkasan atau di input secara manual menggunakan Microsoft exel,namun data tersimpan dan terintegrasi di dalam database.Sehingga dapat menghemat penggunaan kertas dan mengurangi resiko kesalahan data. 3. Pembuatan laporan dapat dilakukan dengan lebih mudah ,fleksibel,dan setiap saat tanpa harus mencari data satu per satu,juga dapat mengurangi tingkat kecurangan dan kesalahan dalam pembuatan laporan,karena data di dalam database telah terintegrasi dan tidak dapat dimanupulasi oleh user secara langsung. 4. Sistem informasi yang dikembangkan diharapkan akan menghasilkan keseragaman informasi ,sehingga akan memudahkan para pengguna informasi untuk mendapatkan data yang diperlukan. Saran dari penulis adalah 1. Dengan diterapkannya Sistem Informasi Perhitungan Komisi Agen Asuransi Bumiputera kantor cabang Tegal ,maka diperlukan pelatihan (training) yang berhubungan dengan ilmu computer guna meningkatkan SDM yang nantinya akan mendukung operasional komputerisasi system perhitungan komisi agen. 2. Diharapkan tiap SDM pada bagian yang menjelaskan system tersebut menyadari akan pentingnya keamanan data dan menjaga kerahasiaan password masing-masing,untuk menghindari penggunaan system oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. 3. Harap melakukan maintenance data dengan cara backup data dalam jangka waktu tertentu misalnya 3 bulan sekali,update antivirus dan defragment hardisk.Hal ini dilakukan agar data dapat diamankan dan system dapat tetap berjalan dengan lancar.
9
4.
Penerapan system informasi perhitungan komisi agen berbasis computer harus dilakukan secara konsisten ,artinya harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah diterapkan sehingga dicapai hasil yang diinginkan.
Daftar Pustaka
Jogiyanto H.M (2005).Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis.Yogyakarta : Andi Offset Andri Kristanto (2003).Perancangan Sistem Informasi.Edisi Pertama.Yogyakarta : Penerbit Gava Media Sutanta Edy,S.T (2003).Sistem Informasi Manajemen.Edisi Pertama.Yogyakarta : Graha Ilmu Noersasongko,Edi.Ir.M.Kom (2003).Mengenal Dunia Komputer.Semarang : STIMIK Dian Nuswantoro Fatansyah,Ir (2001).Basis Data.Bandung : Penerbit CV.Informatika Madcoms (2003).Database Visual Basic 6.0 dengan SQL.Yogyakarta : Andi Offset Madcoms (2003). Aplikasi Database Visual Basic 6.0 dengan Crytal Report.Yogyakarta : Andi Offset Arbie.2004.Manajemen database dengan Mysql.Yogyakarta : Andi Offset http :// www.bumiputera.com/ di download pada 15 Mei 2013 Gordon B. Davis. (2001). Sistem Informasi Manajemen. PT Pustaka Binaman Pressindo. Samiaji Sarosa. (2009). Sistem Informasi Akuntansi. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo). Santosa. (2005). Aplikasi Visual Basic 6.0 dan Visual Studio.Net 2003, Yogyakarta : Penerbit Andi.