Metode Simpleks Program linier bentuk standar Pengantar metode simpleks
Metode-metode Grafis; Jumlah variable yang sedikit
Simpleks; Jumlah variable: small - large
Interior-point Jumlah variable: extra large
Pembahasan difokuskan pada mekanisme metode simpleks: Terminologi-terminologi Mekanisme dasar metode simpleks
Contoh Kasus Bentuk Standar Sebuah perusahaan sepeda ABC menghasilkan dua buah jenis
sepeda, yaitu sepeda balap dan sepeda gunung. Perusahaan ABC mampu menghasilkan 3 sepeda balap dan 2 sepeda gunung dalam satu hari. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap jenis sepeda adalah sama. Kapasitas mesin finishing mampu menghasilkan 4 buah sepeda secara keseluruhan dalam satu hari. Keuntungan yang diperoleh dari penjualan sepeda adalah $10 untuk sepeda balap dan $15 untuk sepeda gunung. Tentukan model untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
Program Linier Bentuk Standar (1) Program linier dapat memiliki Fungsi tujuan: Maksimal atau minimum Fungsi kendala dengan bentuk pertidak samaan: =, ≤, atau ≥ Dan variable dapat memiliki batas atas maupun batas bawah
Program linier bentuk standar:
Fungsi tujuan: maksimum Fungsi kendala: ≤ Semua konstanta RHS positif Semua variable dibatasi pada nilai non-negative
Program Linier Bentuk Standar (2) Bentuk aljabar untuk sebuah program linier yang memiliki m
buah fungsi kendala dan n buah variable, dapat dituliskan seperti berikut ini: Fungsi tujuan: Z maks c1 x1 c2 x2 ... cn xn m fungsi kendala:
a11x1 a12 x 2 a1n x n b1 a12 x1 a 22 x 2 a 2n x n b 2 a m1x1 a m2 x 2 a mn x n b m n buah non-negatif, x1 ≥ 0, x2 ≥ 0, …, xn ≥ 0.
Definisi Solution: semua titik yang berada di bidang variable, dapat
merupakan titik yang feasible atau infeasible (paling tidak memenuhi satu fungsi kendala). Corner point solution: terjadi jika dua atau lebih fungsi kendala saling berpotongan. Titik yang dihasilkan disebut sebagai corner point, bisa di dalam atau di luar feasible region. Feasible corner point: corner point yang berada di dalam feasible region. Adjacent corner point: dua buah corner point yang dihubungkan oleh bagian garis dari sebuah fungsi kendala.
Sifat-sifat penting Program linier Titik optimum selalu ada di feasible corner point hal ini merupakan hasil dari semua fungsi kendala dan fungsi
tujuan bersifat linier Jika sebuah feasible corner point memiliki nilai fungsi tujuan
yang lebih besar dari semua adjacent corner point, maka tiitk tersebut dikatakan sebagai titik optimum. Feasible corner point ada dalam jumlah yang terbatas.
Tahap-tahap metode simpleks (1) Fase pertama (start-up): tentukan sembarang feasible corner
point. Untuk program linier bentuk standar, titik origin (0,0) selalu
berada dalam feasible region. Jadi, titik (0,0) adalah titik dimana iterasi metode simpleks akan dimulai. Untuk program linier bentuk umum, penentuan titik dimana metode simpleks akan mulai sedikit lebih rumit. Fase kedua (iterasi): secara berulang berpindah ke feasible
corner point yang berdekatan sampai tidak ada nilai fungsi tujuan yang lebih baik pada feasibel corner point. Catatan: dimungkinkan terjadi keadaan same optimum value
Tahap-tahap metode simpleks (2) Titik (0,0) merupakan titik
awal, dengan nilai Z = 0 Iteasi I, berpindah ke titik (2,0) dengan nilai Z = 30 Iterasi II, berpindah ke titik (2,2), dengan nilai Z = 50 Stop, dua buah feasible corner point yang tidak dikunjungi adalah (1,3) dan (0,3)
Penentuan Corner Point Secara Aljabar Dalam penerapannya, program linier dapat memiliki variable
ratusan, ribuan bahkan lebih. Program linier dengan skala besar, corner point ditentukan secara aljabar. Untuk program linier bentuk standar, dilakukan dengan cara
mengkonversi bentuk pertidaksamaan menjadi bentuk persamaan Kemudian, dengan metode eliminasi gauss dapat ditentukan titik-titik perpotongan antara dua atau lebih fungsi kendala.
Konversi pertidaksamaan ke bentuk persamaan (1) Konversi dilakukan dengan cara menambahkan sebuah
variable, disebut sebagai slack variable. Nilai slack variable akan selalu berubah untuk menghasilkan
persamaan yang benar. Contoh: x1 2 x1 s1 2
Catatan: slack variable bernilai positif jika sebuah fungsi
kendala dalam keadaan tidak aktif (masih berada di dalam feasible region)
Konversi pertidaksamaan ke bentuk persamaan (2) Hasil konversi pertidaksamaan ke bentuk persamaan dari
suatu program linier: Z max 15 x1 10 x2 x1 s1 2 x2 s 2 3 x1 x2 s3 4 x1 , x2 , s1 , s2 , s3 0 Pada awalnya, program linier tersebut hanya memiliki dua buah variable yaitu (x1 dan x2), setelah dikonversi variable berjumlah 5 bauh, yaitu (x1, x2, s1, s2, s3)
Terminologi aljabar Augmented solution: nilai dengan semua variable, baik
variable original dan slack variable Basic solution: merupakan sebuah augmented corner point solution (bisa feasible atau infeasible) Basic feasible solution: merupakan sebuah augmented feasible corner point solution. Catatan: metode simpleks fokus pada basic feasible solution.
Setting nilai variable-variable (1) Dengan memperhatikan bentuk program linier yang telah
dikonversi menjadi persamaan; Terdapat 5 variable dengan 3 buah persamaan fungsi kendala Hal ini berarti, dua buah variable ditentukan nilai secara acak,
dan variable yang lain dihitung menggunakan 3 persamaan fungsi kendala tersebut. Jumlah variable yang nilainya dapat ditentukan secara acak
disebut sebagai degree of freedom dari program linier tersebut, secara umum: df = (jumlah variable dalam bentuk persamaan) – (jumlah
persamaan fungsi kendala)
Setting nilai variable-variable (2) Metode simpleks secara otomatis memberikan nilai pada
variable-variable df dan menghitung nilai variable-variable yang lain. Metode simpleks akan memberi nilai nol pada variablevariable df tersebut.
Setting nilai variable-variable (3)
Terminologi metode simpleks Nonbasic variable: variable yang sedang diberi nilai nol oleh
metode simpleks. Basic variable: variable yang tidak sedang diberi nilai nol oleh metode simpleks. Basis: variable yang selalu berada pada nonbasic variable atau basic variable selama proses metode simpleks. Nonbasic, variable bernilai NOL, fungsi kendala yang bersangkutan dalam keadaan aktif.
Iterasi perpindahan titik (1) Cara yang termudah untuk berpindah dari suatu titik basic
feasible solution ke titik basic feasible solution yang lain adalah dengan mencara titik yang berdekatan. Sifat-sifat titik-titik basic feasible solution yang berdekatan: Himpunan nonbasic variable sama kecuali satu variable Himpunan basic variable sama kecuali satu variable
Tiga kondisi yang harus dipenuhi dalam perpindahan ke titik
basic feasible solution:
Corner point harus berdekatan Corner point harus berada di dalam feasible region Corner point yang baru harus memiliki nilai fungsi tujuan yang
lebih baik
Iterasi perpindahan titik (2) Penentuan entering basic variable: Menentukan nonbasic variable yang akan menjadi basic variable. Dilakukan dengan cara menentukan nonbasic variable manakah
yang memberikan pengaruh yang paling besar terhadap perubahan fungsi tujuan. Penentuan leaving basic variable: Entering basic variable yang telah ditentukan akan bertambah
nilainya sampai sebuah basic variable nilainya menjadi NOL. Basic variable yang nilainya menjadi NOL tersebut berubah menjadi nonbasic variable.
Minimum Ratio Test (MRT) Untuk menentukan leaving basic variable pada persamaan
fungsi kendala tertentu:
rhs coeffiecie nt of entering basic variable
Dua kasus untuk nilai MRT:
Jika koefisien entering basic variable NOL, berarti fungsi kendala
tersebut tidak berpotongan dengan fungsi kendala yang masih aktif. Jika koefisien entering basic variable NEGATIF, bearti fungsi kendala tersebut berpotongan dengan fungsi kendala yang aktif, tetapi arah kenaikan nilai entering basic variable semakin mejauh dari titik perpotongan tersebut.