BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Dalam rangka perkembangan industri di suatu negara, masalah besar yang selalu timbul adalah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan dampak negatif industri terhadap lingkungan. Tentu saja akibat-akibat negatif itu menjadi tanggungan khususnya masyarakat disekitar industri dan pemerintah pada umumnya, maka dari itu perusahaan harus membekali para karyawan atau pekerja untuk mengetahui pertolongan pertama guna dalam kondisi yang bersifat darurat. Pertolongan pertama yang akan dilakukan tentu berbeda-beda dalam pengangananya sesuai dengan kecelakaan yang terjadi dan akibat yang ditimbulkannya, Secara umum pengertian efisiensi adalah pemakaian biaya atau bentuk pengorbanan lainnya dari setiap komponen pada setiap aktivitas usaha yang berjalan secara wajar, komponen tersebut meliputi biaya, waktu, dan tenaga kerja. Sedangkan pengertian efisiensi kerja adalah perbandingan terbaik antara suatu pekerjaan yang dilakukan dengan hasil yang dicapai oleh pekerjaan tersebut sesuai dengan yang ditargetkan baik dalam hal mutu maupuan hasilnya yang meliputi pemakaian waktu yang optimal dan kualitas cara kerja yang maksimal (Sedarmayanti, 2001).
1
2
Pada dasarnya efisiensi kerja berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya rutin dan akibat yang di hasilkan yaitu kecelakaan kerja, maka dari itu kegiatatankegiatan yang dilakukan dengan proses yang sesuai sehingga mendapatkan hasil dari proses yang dilakukan, dalam tahap proses ada berbagai hasil yang mengarah terhadap kecelakaan. Pada dasarnya pertolongan pertama yang sesuai dengan kecelakaan yang dialami dapat mengurangi keparahan pada kecelakaan sehingga tidak mengurangi efisiensi waktu kerja yang menjadi kewajibannya. Perusahan yang bergerak di bidang jasa kontruksi banyak memiliki faktor bahaya sehingga faktor bahaya itu dapat memperlambat pekerjaan. Hal seperti ini bisa di temui dilapangan seperti adanya kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerja. Kecelakaan kerja disebabkan oleh faktor kelalaian dalam menyelesaikan pekerjaan, kecelakaan kerja dapat berdampak pada tenaga kerja yang tidak dapat bekerja dengan efisien sehingga pekerjaan tidak dapat diselesaikan dengan baik. Analisa kecelakaan memperlihatkan bahwa untuk setiap kecelakaan ada faktor penyebabnya. Sebab-sebab tersebut bersumber kepada alat-alat mekanik dan lingkungan serta kepada manusianya sendiri. Untuk mencegah kecelakaan, penyebabpenyebab ini harus dihilangkan. Maka dari itu usaha-usaha keselamatan selain ditujukan kepada teknik mekanik juga harus memperhatikan secara khusus aspek manusiawi, aspek ini sangat memiliki nilai yang tinggi dalam perannya. Menurut Johnli Alfath, 2009 Pertolongan pertama kecelakaan kerja adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik di tempat kejadian kecelakaan.
1
Ini
3
berarti pertolongan tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas P3K (petugas medik atau orang awam) yang pertama kali melihat korban. Pemberian pertolongan harus secara cepat dan tepat dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada di tempat kejadian. Tindakan P3K yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat atau penderitaan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan P3K dilakukan tidak baik malah bisa memperburuk akibat kecelakaan bahkan menimbulkan kematian. Para pekerja yang mengetahui dan memahami tentang ilmu pertolongan pertama akan lebih baik dalam penanganan dan memperkecil keparahan yang di alami dari pada pekerja yang tidak memiliki dan tidak memahami tentang ilmu pertolongan pertama, karna hal ini akan sangat mempengaruhi efisiensi kerja dalam menyelesaikan pekerjaan. Dalam hal ini, pengetahuan dan pendalaman mengenai pertolongan pertama kepada tenaga kerja merupakan saran penting (R.M.S Jusuf, 2003:190). Keselamatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan manusia baik jasmani maupun rohani serta karya dan budayanya yang tertuju pada kesejahteraan manusia pada umumnya dan tenaga kerja pada khususnya. Pengetahuan tentang pertolongan pertama ini akan berpengaruh pada efisensi kerja dan kecelakaan kerja. Maka dari itu kedua variabel tersebut akan saling berkaitan karna kecelakaan kerja yang menyebabkan ketidakmaksimalkan pekerja dalam melakukan pekerjaan akan mempengaruhi efisiensi kerja dalam menyelesaikan pekerjaan (Suma’mur, 1989:3).
1
4
Pertolongan pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan terhadap korban dengan tujuan mencegah keadaan bertambah buruk sebelum
korban
mendapatkan perawatan dari tenaga medis resmi. Jadi tindakan Pertolongan pertama ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar penderita sembuh dari penyakit yang dialami. Pertolongan pertama biasanya diberikan oleh orang-orang disekitar korban yang diantaranya akan menghubungi petugas kesehatan terdekat. Pertolongan ini harus diberikan secara cepat dan tepat sebab penanganan yang salah dapat berakibat buruk, cacat tubuh bahkan kematian. Pengetahuan dalam melakukan pertolongan pertama merupakan hal yang perlu dipahami, seperti pengetahuan mengenai penyakit dan pengetahuan dalam memberikan obat. Pengetahuan yang dimiliki dan implementasi yang dilakukan dengan tepat akan memberikan efisiensi kerja. Pertolongan pertama harus dilakukan secara cepat dan tepat sehingga tidak memperburuk keadaan, hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari perusahaan dengan memberikan pengetahuan dasar dalam melakukan penanganan, namun di perusahaan dapat ditemui adanya pekerja yang mengalami kecelakaan tanpa ada penanganan secara cepat. Selain itu pekerja juga selalu memaksakan untuk bekerja dengan kondisi yang sudah tidak sehat, sehingga keadaan tersebut dapat memperburuk keadaan pekerja itu sendiri. Selain itu harus kita garis bawahi bahwa situasi dalam berkegiatan sering memerlukan bukan sekedar pengetahuan kita tentang pengobatan, namun lebih kepada pemahaman kita akan prinsip-prinsip pertolongan terhadap korban.
1
5
Sekedar contoh, beberapa peralatan yang disebutkan dalam materi ini kemungkinan tidak selalu ada pada setiap kegiatan, aka kita dituntut kreatif dan mampu menguasai setiap keadaan. Pertolongan pertama harus dilakukan oleh petugas atau orang yang telah paham dan menguasi material mengenai pertolongan pertama, akan tetapi di PT. Totalindo Eka Persada banyak temuan yang terjadi saat adanya kecelakaan dilapangan dan area kerja yang dialami oleh tenaga kerja tidak dilakukan pertolongan pertama oleh rekan kerja yang melihatnya. Tenaga kerja yang mengalami kecelakaan tersebut di tangani oleh petugas medis perusahaan yang jaraknya cukup jauh dari lokasi terjadinya kecelakaan. Hal seperti ini sangat membahayakan korban jika adanya cidera yang serius pada bagian tulang.
B. Identifikasi Masalah Efisiensi kerja merupakan bagian dari meningkatnya produktivitas kerja yang dilakukan oleh para tenaga kerja dalam menyelesaikan pekerjaan. Tenaga kerja banyak yang melakukan pekerjaan tanpa memperdulikan kesehatan, maka dari itu pihak perusahaan akan mengalami kerugian waktu dan penyelesaian pekerjaan akan tertunda dan tidak sesuai dengan rencana yang ditentukan. Hal seperti ini dapat dipengaruhi beberapa faktor, seperti: penanganan kecelakaan kerja, kesehatan tenaga kerja, tingkat pengetahuan, ruang lingkup kerja.
1
6
Penanganan kecelakaan kerja sangat mempengaruhi terhadap efisiensi kerja yang akan dilakukan oleh tenaga kerja pada saat pulih dari luka yang dialaminya. Perusahaan dalam melakukan penanganan kecelakaan kerja perlu adanya pembinaan khusus dalam melaksanakan penanganan agar dapat memperbaiki keadaan. Penanganan kecelakaan kerja merupakan bagian yang perlu dilakukan pada saat adanya tenanga kerja yang mengalami kecelakaan, dalam hal penanganan perlu dilakukan dengan cepat dan tepat oleh para pekerja yang berada di lingkungan terjadinya kecelakaan. Penanganan pada kecelakaan diharapkan tetap memperhatikan area di lingkungan sekitar agar tidak menghambat pada saat melakukan penanganan. (Johnli Alfath, 2009). Pada PT. Totalindo Eka Persada penanganan yang dilakukan kurang tepat karna tidak dilakukan pada tempat terjadinya kecelakaan, akan tetapi di tangani oleh petugas medis yang areanya membutuhkan waktu. Efisiensi kerja berkaitan dengan kesehatan kerja dalam hal melakukan pekerjaan yang produktif, karna bagi para pekerja yang memiliki kondisi kesehatan tubuh yang baik akan meningkatkan konsentrasi dalam melakukan penyelesaian pekerjaan, akan tetapi berbeda dengan tenaga kerja yang kesehatannya tidak baik. hal ini tentu akan memperngaruhi kepada konsentrasi dan pekerjaan yang dilakukannya tidak maksimal hasilnya (Johnli Alfath, 2009). Namun dilapangan dapat temukan sebagian dari pekerja yang kondisi kesehatannya tidak baik tetapi memaksakan kerja walaupun pekerjaan yang dilakukannya tidak maksimal
1
7
Tingkat penanganan tentang pertolongan pertama merupakan sikap yang sudah harusnya di pahami oleh para pekerja yang berkerja di bagian yang memiliki potensi bahaya yang tinggi maupun rendah. Pengetahun yang ini sangat diperlukan pada saat terjadinya kecelakaan yang berada di sekitar lingkungan kerja sehingga karyawan yang mengalami kecelakaan dapat di cegah lukanya sehingga tidak memperburuk keadaan kerja (Riyanardian, 2002). Pada PT. Totalindo Eka Persada banyak bukti yang ditemukan bahwa para pekerja yang tidak memiliki pengetahuan tentang pertolongan pertama, sehingga jika terjadinya kecelakaan tidak ditanggani dengan tepat di lokasi kejadian, akan tetapi di tangani di ruangan medis yang berada di area perusahaan, maka dari itu banyak sekali di temukan tidak efisiensi nya waktu. Ruang lingkup kerja menurut Gumelar (2001) adalah batasan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan menjadikan suatu pekerjaan itu tanggung jawab. Ruang lingkup merupakan batasan kita berkerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, sehingga kita fokus dengan pekerjaan, maka dari itu ruang lingkup kerja sangat berkaitan dengan efisiensi kerja karna pekerjaan akan efisien jika dikerjakan dengan konsetrasi dan fokus. Namun dilapangan terdapat temuan beberapa pekerja yang tidak fokus terhadap pekerjaan dan seringkali di temukan mengerjakan pekerjaan yang bukan ruang lingkupnya sehingga kejadian ini memperlambat pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabnya.
1
8
C. Pembatasan Masalah Penelitian di lakukan di PT. Totalindo Eka Persada ST. Regis Jakarta Package 5 Project yang di susun oleh penulis untuk mengetahui penanganan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja yang berhubungan dengan efisiensi kerja. Dalam penelitian ini yang di maksud adalah penanganan pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan.
D. Perumusan Masalah Adakah hubungan penanganan pertolongan pertama terhadap kecelakaan kerja dengan efisiensi kerja?
E. Tujuan Penelitian 1.
Tujuan Umum Mengetahui secara umum penanganan tentang pertolongan pertama terhadap kecelakaan kerja dengan efisiensi kerja
2.
Tujuan Khusus a. Mengukur penanganan tentang pertolongan pertama terhadap kecelakaan kerja pada karyawan PT. Totalindo Eka Persada b. Mengukur efisiensi kerja pada karyawan PT. Totalindo Eka Persada c. Menganalisa hubungan penanganan pertolongan pertama terhadap kecelakaan kerja dengan efisiensi kerja pada karyawan PT. Totalindo Eka Persada.
1
9
F. Manfaat 1. Manfaat bagi perusahaan Sebagai masukan bahwa pertolongan pertama sangat memiliki peran penting dalam menangangani kecelakaan kerja dan mencegah keparahan pada cidera
2. Manfaat bagi fakultas Diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja atau pengembangan penelitian yang mendalam khususnya mengenai hubungan penanganan pertolongan pertama terhadap kecelakaan dengan efisiensi kerja
3. Manfaat bagi mahasiswa a. Mendapatkan ilmu tentang pertolongan pertama pada kecelakaan b. Mendapatkan pemahaman tentang efisiensi kerja c. Mengaplikasikan mata kuliah metode penelitian
1