Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)
PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD Ni Nym Mariani1, I Wy Rinda Suardika2, I B Surya Manuaba3 123
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FIP Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia
e-mail: {
[email protected],
[email protected],
[email protected]} .
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan design non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini siswa kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri tahun ajaran 2013/2014 berjumlah 107 siswa yang tersebar pada 3 kelas. Sampel dipilih melalui teknik random sampling, diperoleh kelompok eksperimen adalah kelas VB dan kelompok kontrol kelas VC. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Adapun nilai rata-rata post-test pada kelompok eksperimen = 75,93, sedangkan pada kelompok kontrol = 66,48. Berdasarkan hasil pengujian data post-test siswa diperoleh data dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen. Berdasarkan hal tersebut, maka data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Kriteria pengujian jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima dengan derajat kebebasan dk = 36 + 35 – 2 dan = 0,05. Hasil analisis menunjukkan thitung = 3,16 dan ttabel = 2,00 untuk dk = 69 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian, thitung > ttabel (3,16 > 2,00) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri tahun ajaran 2013/2014. Kata kunci : Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret, hasil belajar matematika.
Abstract This study aims to determine whether a significant difference in learning outcomes between students who take mathematics learning using the Realistic Mathematics Education approach to media-aided concrete with students who take conventional th learning in 5 grade of SD Negeri 17 Dauh Puri year 2013/2014. This study was a quasi experimental used non-equivalent control group design. Populations in this study are 107 students, which are divided in 3 different classes. The samples are chosen by random sampling technique, obtainable experimental group is class VB and control group is class VC. Test method were applied as collecting data method. The average scores for the post-test in the experimental group = 75,93 while the control group = 66,48. Based on the result of students post-test data, experimental group and control group had been distributed normally and have a homogeneous variance. Under these conditions, the data were analyzed using the t-test. The criteria of examination was "if thitung > ttabel so that H0 is rejected and Ha is received by degrees of freedom df = 36 + 35 – 2 and = 0,05. The results of t-test analysis showed = 3,16 and the t-table = 2,00 for dk = 69 with a significance level of 5%. Based on the criteria of examination, thitung > ttabel (3,16 > 2,00) so
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014) that H0 was rejected and Ha was received. Based on these results it can be concluded that there is significant Realistic Mathematics Education approach to media-aided th concrete to the mathematics learning outcomes students in 5 grade of SD Negeri 17 Dauh Puri year 2013/2014. Keywords: Realistic Mathematics Education approach to media-aided concrete, mathematics learning outcomes.
PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan perpaduan yang harmonis antara kegiatan pengajaran yang dilakukan oleh guru dan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, terjadi interaksi antara siswa dengan siswa, interaksi antara guru dan siswa, maupun interaksi antara siswa dengan sumber belajar. Dengan adanya interaksi tersebut, diharapkan siswa dapat membangun pengetahuan secara aktif, pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, serta dapat memotivasi siswa, sehingga dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Kegiatan pembelajaran, tidak terlepas dari sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang merupakan tempat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Di sekolah, melalui kegiatan pembelajaran siswa dibekali dengan berbagai disiplin ilmu yang berguna bagi pengembangan kemampuan kognitifnya. Salah satu disiplin ilmu yang diperoleh siswa mulai jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi adalah matematika. Matematika merupakan ilmu yang bersifat abstrak, aksiomatik, dan deduktif (Uno dan Kuadrat, 2009:108) Matematika, khususnya di sekolah dasar (SD) merupakan pembelajaran yang sangat penting sehingga mendapatkan porsi jam belajar yang cukup besar. Japa, dkk (2012:2) mengatakan, adapun tujuan dibelajarkannya matematika di sekolah, khususnya di Sekolah Dasar (SD) adalah agar siswa memiliki kemampuan: (1) memahami konsep matematika, mengetahui keterkaitan antar konsep dan mampu mengaplikasikan konsep atau algoritma matematika itu secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah, (2) menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi,
menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan-pernyataan matematika, (3) memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan/ menginterpretasikan solusi yang diperoleh, (4) mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, (5) memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Berdasarkan tujuan yang telah dipaparkan di atas sudah sangat jelas alasan mengapa matematika menjadi pembelajaran yang harus dikuasai siswa karena matematika sebagai suatu disiplin ilmu, bukan hanya sebagai teori pembelajaran belaka namun juga secara praktikal dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai salah satu alternatif penyelesaian masalah. Salah satu konsep matematika yang dipelajari siswa di sekolah dasar adalah bilangan bulat. Bilangan bulat bukan merupakan materi baru yang muncul di kelas V, namun sudah pernah di dapat sebelumnya di kelas IV, dan akan berlanjut hingga ke kelas yang lebih tinggi. Konsep bilangan bulat merupakan konsep yang perlu dipahami oleh siswa, karena dalam kehidupan sehari-hari sering dihadapkan pada permasalahan yang melibatkan bilangan bulat. Namun pada kenyataannya siswa belum memahami sepenuhnya mengenai konsep bilangan bulat tersebut. Hal ini dikarenakan siswa menganggap bahwa materi ini sulit untuk dipahami, terutama untuk memahami apa itu bilangan bulat serta bagaimana operasi hitungnya. Pembelajaran matematika di SD yang berlangsung selama ini umumnya
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)
masih bersifat konvensional. Suyono dan Hariyanto (2011:16) mengatakan bahwa dalam pengertian konvensional pengajaran dipandang bersifat mekanistik dan merupakan otonomi guru untuk mengajar, guru menjadi pusat kegiatan. Dengan pandangan seperti ini guru terdorong menyampaikan informasi sebanyakbanyaknya, metode yang dominan yaitu ceramah dan tanya jawab, sekali-kali siswa diberi kesempatan diskusi di bawah pengawasan, bukan bimbingan dan pemberian motivasi dari guru. Dengan cara ini siswa dianggap telah belajar. Metode ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas merupakan metode pembelajaran yang banyak diterapkan di sekolah-sekolah, metode ini merupakan metode yang unggul yang tidak dapat dipisahkan dari suatu kegiatan pembelajaran. Penyampaian materi dari guru kepada siswa berlangsung secara natural dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dan setelah penyampaian materi, umumnya siswa akan diberikan tugas yang harus dikerjakan berdasarkan materi yang disampaikan. Sanjaya (2011:191) mengemukakan beberapa kelemahan metode ekspositori (ceramah) yaitu sebagai berikut, (1) strategi pembelajaran ini hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik. Untuk siswa yang tidak memiliki kemampuan seperti itu perlu digunakan strategi yang lain, (2) strategi ini tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, perbedaan pengetahuan minat, dan bakat, serta perbedaan gaya belajar, (3) karena strategi lebih banyak diberikan melalui ceramah, maka akan sulit mengembangkan kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berpikir kritis, (4) keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori sangat tergantung kepada apa yang dimiliki guru, seperti persiapan, pengetahuan rasa percaya diri, semangat, antusiasme, motivasi, dan berbagai kemampuan seperti kemampuan bertutur (berkomunikasi), dan kemampuan mengelola kelas. tanpa itu sudah dapat dipastikan pembelajaran tidak mungkin berhasil, (5) oleh karena gaya komunikasi
strategi pembelajaran lebih banyak terjadi satu arah (one-way communication), maka kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa akan materi pembelajaran akan sangat terbatas pula. Di samping itu, komunikasi satu arah bisa mengakibatkan pengetahuan yang dimiliki siswa akan terbatas pada apa yang diberikan guru. Namun dalam rangka pengembangan dan inovasi pembelajaran matematika, dilakukan penerapan pendekatan pembelajaran lain, salah satunya adalah pendekatan Realistic Mathematics Education. Realistic Mathematics Education, yang diterjemahkan sebagai Pendidikan Matematika Realistik (PMR), adalah sebuah pendekatan belajar matematika yang dikembangkan sejak tahun 1971 oleh sekelompok ahli matematika dari Freudenthal Institute, Utrecht University di Negeri Belanda (Aisyah, 2007:7.3). Pendekatan ini didasarkan pada anggapan bahwa kelas matematika bukan tempat memindahkan matematika dari guru kepada siswa, melainkan tempat siswa menemukan kembali ide dan konsep matematika melalui eksplorasi masalah-masalah nyata. Disini matematika dilihat sebagai kegiatan manusia yang bermula dari pemecahan masalah. Pendekatan Realistic Mathematics Education atau Pendidikan Matematika Realistik dinyatakan oleh Aisyah (2007:7.1) sebagai salah satu pendekatan belajar matematika yang dikembangkan untuk mendekatkan matematika kepada siswa. Masalahmasalah nyata dari kehidupan sehari-hari digunakan sebagai titik awal pembelajaran matematika untuk menunjukkan bahwa matematika sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Benda-benda nyata yang akrab dengan kehidupan keseharian siswa dijadikan sebagai alat peraga dalam pembelajaran matematika. Pada pendekatan Realistic Mathematics Education peran siswa lebih dominan, guru hanya sebagai fasilitator. Siswa memperoleh pengetahuan baru dengan membentuk pengetahuan itu untuk dirinya sendiri. Dimana pengetahuan baru yang dibangun oleh siswa untuk dirinya sendiri berasal dari seperangkat ragam pengalaman. Pendekatan Realistic
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)
Mathematics Education merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang khusus dipergunakan pada mata pelajaran matematika saja. Suharta dan Suarjana (2007:23), menyebutkan kelebihan-kelebihan RME adalah sebagai berikut, (a) memberikan pengertian yang jelas dan operasional mengenai keterkaitan antara matematika dengan kehidupan sehari-hari, (b) memberikan pengertian yang jelas dan operasional bahwa matematika merupakan suatu bidang kajian yang dapat dikonstruksi dan dikembangkan sendiri oleh siswa, (c) memberikan pengertian yang jelas bahwa pemecahan suatu masalah matematika tidak perlu tunggal dan boleh berbeda antara satu siswa dengan siswa yang lain, (d) memberikan pengertian yang jelas dan operasional kepada siswa dalam mempelajari matematika, proses pembelajaran merupakan sesuatu yang utama, dan untuk mempelajari matematika orang harus belajar sendiri proses itu, berusaha untuk menemukan sendiri konsep-konsep matematika, (e) memadukan kelebihan-kelebihan dari berbagai pendekatan, seperti pemecahan masalah, konstruktivisme, penemuan, dan pendekatan yang berbasis lingkungan, (f) PMR seperti yang dikembangkan oleh Institut Freudenthal bersifat menyeluruh mulai dari kurikulum, teori makro, teori mikro, dan evaluasi. Selain penerapan pendekatan pembelajaran, penerapan media pembelajaran juga sangat penting dalam pembelajaran matematika karena pelajaran matematika pada dasarnya sangatlah abstrak, sehingga diperlukan bantuan media dalam menyampaikan materi matematika yang abstrak tersebut menjadi konkret khususnya bagi siswa usia sekolah dasar (7-11 tahun) yang berada pada tahap operasional konkret. Anak pada tahap ini telah mampu berpikir logis namun belum mampu menerapkan secara logis masalah hipotetik dan abstrak karena daya khayal dan imajinasi mereka masih terbilang rendah (Djaali, 2008;70). Salah satu media pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika adalah media konkret. Rossi dan Breidle (dalam Sanjaya, 2006:161) mengemukakan bahwa media
pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya. Media konkret merupakan sumber belajar secara spesifik menampilkan benda-benda nyata baik ukuran, suara, gerak-gerik, permukaan, bobot serta manfaatnya untuk mempermudah proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran matematika khususnya pada materi ajar bilangan bulat banyak benda dalam keseharian siswa yang dapat dijadikan media misalnya saja apel, kelereng, permen, pipet, dan lain sebagainya. Penerapan media konkret ini diharapkan selain membantu mengkonkretkan materi yang bersifat abstrak namun juga diharapkan dapat menarik minat belajar siswa sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan akan menarik siswa untuk bersemangat mengikuti pembelajaran, perhatian akan terfokus pada pembelajaran serta materi ajar akan diterima dengan baik, hasilnya siswa akan lebih memahami materi yang tengah dipelajari dan tentu saja ini akan berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa yang mengalami peningkatan. Penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education ini sebelumnya telah beberapa kali diteliti, salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Astuti (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan Pendekatan Matematika Realistik tersebut, yang dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa. Berdasarkan paparan yang telah dikemukakan di atas, dilakukan penelitian dengan judul pengaruh pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri tahun ajaran 2013/2014. Menurut Dimyati dan Moedjiono (2006:250), hasil belajar merupakan hasil proses belajar. Dengan demikian, hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)
merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesaikannya bahan pelajaran. Berdasarkan pemaparan di atas, masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah “apakah terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 17 dauh Puri tahun ajaran 2013/2014?”. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 17 dauh Puri tahun ajaran 2013/2014. METODE Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri pada rentang waktu semester I tahun ajaran 2013/2014. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2013. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian eksperimen. Karena tidak semua variabel dan kondisi eksperimen dapat diatur dan dikontrol secara tetap maka penelitian ini termasuk ke dalam kategori penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment). Rancangan penelitian eksperimen semu adalah rancangan penelitian yang mengungkapkan hubungan sebab akibat yang melibatkan satu kelompok kontrol dan satu kelompok eksperimen. Desain eksperimen semu yang digunakan adalah nonequivalent control group design. Pada pelaksanaan desain nonequivalent control group design terdapat dua kelompok, satu sebagai kelompok eksperimen dan kelompok lainnya sebagai kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian
ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri pada tahun ajaran 2013/2014 yang terdiri dari 3 kelas yaitu kelas VA, VB, dan VC, yang berjumlah 107 siswa. Berdasarkan karakteristik populasi dan tidak bisa dilakukan pengacakan individu, maka pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas, dan untuk kesetaraannya dengan menganalisis data pre-test menggunakan uji-t. Hasil dari uji kesetaraan yaitu diperoleh thitung = 1,61 dan ttabel = 2,00, sehingga thitung < ttabel dengan demikian H0 diterima dan Ha ditolak. Untuk uji kesetaraan kelompok diperoleh kelas VB dan kelas VC setara dengan H0 tidak terdapat perbedaan nilai pre-test matematika antara siswa di kelas VB dan siswa di kelas VC. Setelah mengetahui bahwa kedua kelompok setara, langkah selanjutnya adalah menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan cara undian. Dari hasil pengundian diperoleh bahwa kelas VB dijadikan sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret dan kelas VC sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Intrumen penelitian terdiri dari test objektif berbentuk pilihan ganda biasa dengan empat options jawaban. Intrumen penelitian kemudian diuji validitas, daya beda, indeks kesukaran dan reliabilitasnya. Dalam penelitian ini, data hasil belajar matematika yang diperoleh pada kedua kelompok dianalisis untuk menguji hipotesis penelitian. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis dengan analisis uji-t, terlebih dahulu harus dipenuhi beberapa asumsi sebagai prasyarat. Uji prasyarat meliputi uji normalitas data dengan rumus Chi Kuadrat (x2) dan uji homogenitas varians dengan uji F dari Havley. Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah hipotesis nol (Ho) yang berbunyi: ”tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)
pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri tahun ajaran 2013/2014”. Sedangkan dalam perhitungan statistik digunakan hipotesis kerja (Ha) yang berbunyi: “terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri tahun ajaran 2013/2014”. Analisis statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini adalah uji beda mean (uji-t) dengan menggunakan rumus polled varians. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini, untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas alat ukur, dilakukan uji coba instrumen yang langsung dilaksanakan pada saat penelitian, ini dilakukan untuk mengetahui layak tidaknya hasil belajar dijadikan sebagai instrumen penelitian. Setelah dilaksanakannya uji coba, data yang diperoleh dipilih yang terbukti valid dan reliabel. Validitas adalah kesucian alat ukur dengan apa yang
hendak diukur, artinya alat ukur yang digunakan dalam pengukuran dapat dipergunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur (Hasan, 2010:15). Dari hasil uji validitas terhadap 50 butir soal diperoleh 41 soal yang dinyatakan valid. Purwanto (2012:120) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan daya pembeda suatu soal tes adalah bagaimana kemampuan soal itu untuk membedakan siswa-siswa yang termasuk kelompok pandai (supper group) dengan siswa-siswa yang termasuk kelompok kurang (lower group). Untuk uji daya beda diperoleh 28 soal dengan kriteria cukup baik dan 13 soal dengan kriteria baik. Tingkat kesukaran dapat dipandang sebagai kesanggupan atau kemampuan siswa menjawab tes yang diberikan. Untuk indeks kesukaran diperoleh 8 soal dengan kriteria sukar, 22 soal dengan kriteria sedang, dan 11 soal dengan kriteria mudah. Reliabilitas adalah tingkat atau derajat konsistensi dari suatu instrumen (Arifin, 2009:258). Untuk uji reliabilitas diperoleh r1.1 = 0,9. Sehingga reliabilitasnya tergolong sangat tinggi. Berdasarkan analisis nilai post-test yang dilakukan pada kelas VB (Kelompok Eksperimen) dan kelas VC (Kelompok Kontrol), maka dapat ditentukan sebaran data sebagai berikut:
Tabel 01. Nilai statistik post-test matematika
Rata-rata Varians Standar Deviasi Banyak Subjek
Kelas VB (Kelompok Eksperimen) 75,93 1 S12 165,2 SD 12,85 n1 36
Untuk kelas eksperimen diperoleh hasil uji normalitas = 6,81 sedangkan pada taraf signifikansi 5% ( = 0,05) dan derajat kebebasan (dk) = 5 diperoleh = = 11,070, karena < (6,81 < 11,070) maka H0 diterima atau Ha ditolak. Ini berarti sebaran data nilai post-test matematika kelompok eksperimen (kelas VB) berdistribusi normal. Sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh hasil uji normalitas = 3,71 sedangkan pada taraf signifikansi 5% ( = 0,05) dan derajat kebebasan (dk) = 5
diperoleh
Kelas VC (Kelompok Kontrol) 66,48 2 S22 134,00 SD 11,58 n2 35
= = 11,070, karena (3,71 < 11,070) maka H0 diterima atau Ha ditolak. Ini berarti sebaran data nilai post test matematika kelompok kontrol (kelas VC) berdistribusi normal. Uji homogenitas varians untuk kedua kelompok dalam penelitian ini menggunakan uji F dari Havley. Dari hasil perhitungan diperoleh Fhitung = 1,23, harga ini kemudian dibandingkan dengan harga Ftabel yang diperoleh dari tabel nilai-nilai distribusi F dengan derajat kebebasan pembilang = 36 – 1 = 35 dan derajat
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014) kebebasan penyebut = 35 – 1 = 34 pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan tabel nilai-nilai distribusi F diperoleh Ftabel sebesar 1,80. Adapun ketentuan yang berlaku adalah apabila Fhitung < Ftabel maka H0 diterima dan Ha ditolak, dan sebaliknya apabila Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh harga Fhitung < Ftabel (1,23 < 1,80) maka H0 diterima. Ini berarti varians data post-ttest matematika antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah sama atau homogen. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh thitung sebesar 3,16. Dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 69 diperoleh batas penolakan hipotesis nol sebesar 2,00. Berarti thitung > ttabel (3,16 > 2,00) maka hipotesis nol yang diajukan ditolak dan menerima hipotesis alternatif. Dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri tahun ajaran 2013/2014. Sesuai dengan hasil analisis awal yaitu berdasarkan hasil uji penyetaraan kelompok menggunakan nilai pre-test siswa kelas VB dan siswa kelas VC SD Negeri 17 Dauh Puri tahun ajaran 2013/2014 menunjukkan keadaan sampel yang berdistribusi normal dan memiliki varians yang sama atau homogen. Ini berarti sebelum diberikan perlakuan kedua kelompok sampel mempunyai kemampuan awal yang sama dan tidak berbeda secara signifikan. Sehingga kelompok eksperimen siswa kelas VB diberi perlakuan yaitu dibelajarkan dengan pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret dan kelompok kontrol siswa kelas VC diberi perlakuan yaitu dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Setelah perlakuan diberikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol selama 7 kali pertemuan, dan lanjut pada pertemuan ke-8 kedua kelompok diberi test akhir (post-test).
Analisis dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai rata-rata post-test hasil belajar matematika pada materi bilangan bulat yang dicapai oleh kelompok eksperimen adalah 75,93 sedangkan nilai rata-rata post-test hasil belajar matematika pada materi bilangan bulat yang dicapai oleh kelompok kontrol adalah 66,48. Dengan demikian dapat disampaikan nilai rata-rata post-test hasil belajar matematika pada materi bilangan bulat kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sebelum dilakukan uji hipotesis menggunakan uji-t, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat meliputi uji normalitas data dan uji homogenitas varians. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa sebaran data nilai post-test pada kedua kelompok telah memenuhi normalitas dan varians data homogen. Karena data pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol telah memenuhi uji prasyarat maka dilanjutkan dengan uji-t. Dari hasil pengujian diperoleh thitung = 3,16 dan ttabel = 2,00 dalam taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan 69. Dengan membandingkan hasil thitung dan ttabel dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel (3,16 > 2,00) maka Ha diterima Ho ditolak. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian dari Prayoga (2012) dengan judul penelitian “Pengaruh Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Terhadap Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas V di SD No. 1 dan 2 Penglatan Tahun Pelajaran 2011/2012”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan Pendekatan Konvensional. Perolehan nilai rata-rata yang lebih besar pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)
disebabkan karena pada kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret. Pada saat pembelajaran matematika berlangsung dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education, siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri berdasarkan pengalaman yang dimiliki, maka siswa tidak mudah lupa dengan pengetahuannya. Dalam proses pembelajaran siswa ditugaskan secara berkelompok maupun mandiri untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan dunia nyata. Sehingga siswa dapat mengembangkan pengetahuannya dan materi yang dipelajari akan lebih mudah diingat selain itu pembelajaran juga akan lebih menyenangkan dan siswa tidak akan merasa bosan. Dalam kegiatan pembelajaran guru juga menggunakan bantuan media konkret atau benda nyata, sehingga siswa akan lebih paham mengenai materi yang dipelajarinya. Interaksi antara guru dan siswa juga berjalan dua arah, sehingga pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru (teacher center), namun siswa juga ikut aktif membangun pengetahuannya. Dengan adanya pembaharuan seperti ini dalam proses pembelajaran, siswa merasa senang saat kegiatan pembelajaran dan kejenuhan maupun kebosanan pada siswa dapat diatasi sehingga proses pembelajaran dan proses pemahaman siswa menjadi lebih maksimal. Seperti yang disebutkan oleh Hadi (dalam Aisyah, 2007:7.3), pada pendekatan Realistic Mathematics Education, siswa diminta untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan dunia nyata, dengan begitu siswa akan lebih ingat dengan materi yang pernah dipelajarinya. Di sini dunia nyata diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di luar matematika, seperti kehidupan sehari-hari, lingkungan sekitar, bahkan mata pelajaran lain pun dapat dianggap sebagai dunia
nyata. Dunia nyata digunakan sebagai titik awal pembelajaran matematika. Berbeda dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Realistic Mathematics Education, siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional hanya diberikan materi pembelajaran dengan metode ceramah yang diselingi sedikit tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan pemberian evaluasi. Pembelajaran seperti ini cenderung membuat siswa merasa cepat bosan dan jenuh sehingga siswa sulit untuk memahami materi pelajaran. Perbedaan hasil belajar yang tampak antara siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan pendekatan Realistic Mathematics Education dan siswa yang mengikuti pembelajaran matematika secara konvensional dapat dilihat dari rata-rata hasil post-test, dimana rata-rata pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dari perbedaan ini dapat disimpulkan bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret memberikan pengaruh yang positif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan pertimbangan dari segi kendala dan secara teoritik maka penerapan penelitian ini harus diimbangi dengan keadaan siswa yang tenang dan nyaman, serta kemampuan guru dalam memfasilitasi serta membimbing siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan tentang dunia nyata. Sehingga pendekatan Realistic Mathematics Education yang telah terbukti lebih baik penerapannya dibandingkan dengan penerapan pembelajaran konvensional dapat diterapkan dengan lebih baik agar dapat memberikan variasi dalam memilih suatu pendekatan pembelajaran. Hal ini dilakukan agar siswa tidak cepat merasa jenuh, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, dan siswa lebih paham dengan materi pelajaran yang dipelajari.
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014) SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis data post-test menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa kelompok eskperimen lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar matematika siswa kelompok kontrol (75,93 > 66,48). Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thitung = 3,16 dan ttabel dengan dk 36 + 35 – 2 = 69 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,00, karena thitung > ttabel (3,16 > 2,00), maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education berbantuan media konkret berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 17 Dauh Puri Tahun Ajaran 2013/2014. Hasil ini dapat dicapai tidak terlepas dari berbagai faktor pendukung, antara lain faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal meliputi kondisi fisiologis dan psikologisnya. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan dan instrumentalnya. Agar hasil belajar matematika siswa menjadi lebih baik, perlu dilakukan observasi terhadap kebutuhan belajar siswa. Seharusnya siswa dijadikan sebagai subjek belajar dalam pembelajaran bukan sebagai objek yang siap menerima apapun yang disampaikan guru dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Oleh karena itu, saran yang dapat peneliti sampaikan adalah guru hendaknya menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih bervariatif dan memanfaatkan media pembelajaran yang ada. Salah satu contoh pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan adalah pendekatan Realistic Mathematics Education. Pendekatan pembelajaran ini hanya dapat digunakan pada pelajaran matematika. Dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education siswa akan lebih memahami materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Dalam
penerapannya pendekatan pembelajaran ini dapat dibantu dengan penggunaan media konkret sehingga siswa akan paham materi pembelajaran dengan lebih nyata. Sekolah sebagai tempat untuk siswa belajar dan menuntut ilmu hendaknya menyediakan sarana prasarana pendukung yang maksimal guna menunjang proses pembelajaran agar siswa dapat termotivasi untuk belajar dan memanfaatkan sarana dan prasarana tersebut untuk memaksimalkan pengetahuan yang diperoleh. Dengan begitu hasil belajar siswa akan semakin baik. Untuk peneliti lain, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menambahkan variabel atau metode pembelajaran yang lain yang berpengaruh terhadap hasil belajar sehingga akan memperluas gambaran tentang faktorfaktor yang memengaruhi hasil belajar khususnya hasil belajar matematika. DAFTAR RUJUKAN Aisyah, Nyimas, dkk. 2007. Pengembangan Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Ditjendikti Depdiknas. Arifin, Zaenal. 2009. Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Astuti, Ida Ayu Komang. 2011. Penerapan Pendekatan Matematika Realistik untuk Menumbuhkembangkan Sikap Positif dan Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika pada Siswa Kelas IV Semester II SD No. 4 Kaliuntu Tahun Pelajaran 2010/2011. Skripsi (tidak diterbitkan). Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Ganesha. Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djaali, H. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Hasan, Iqbal. 2010. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta; Bumi Aksara.
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)
Japa, I Gusti Ngurah, dkk. 2011. Pendidikan Matematika I. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha. Prayoga, Putu Sandhita. 2012. Pengaruh Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Terhadap Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas V di SD No. 1 dan 2 Penglatan Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi (tidak diterbitkan). Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Ganesha. Purwanto, M. Ngalim. 2012. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sanjaya, Wina. Pembelajaran. Prenada Media.
2006. Jakarta:
Strategi Kencana
Suharta, I Gusti Putu dan I Made Suarjana. 2007. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Realistik Untuk Siswa Sekolah Dasar yang Berorientasi Pada Pemecahan Masalah, Penalaran, dan Komunikasi Matematik. Laporan penelitian. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha. Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Uno, Hamzah B. dan Masri Kuadrat. 2009. Mengelola Kecerdasan dalam Pembelajaran: Sebuah Konsep Pembelajaran Berbasis kecerdasan. Jakarta: Bumi Aksara.