27/09/2014
Materi 1
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB )(تدريس اللغ ــة العربي ـ ـ ــة Roviin, M.Ag
TEORI ILMU BAHASA 1. Aliran Strukturalis (Ferdinand de Saussure 18571913)
dikembangkan oleh Leonard Bloomfield. a. Bahasa adalah ujaran (lisan); b. Kemampuan bahasa diperoleh melalui kebiasaan; c. Setiap bahasa memiliki sistemnya sendiri; d. Semua bahasa berkembang mengikuti perubahan zaman; e. Sumber utama kebakuan bahasa adalah penutur bahasa tersebut.
1
27/09/2014
PRINSIP PENGAJARAN BAHASA (Menurut Aliran Strukturalis)
Menghafal dan menirukan harus intensif; Belajar dimulai dari menyimak lalu berbicara, kemudian membaca dan menulis; Analisis kontrastif antara bahasa ibu dan bahasa yang dipelajari menjadi dasar pemilihan materi ajar; Perhatian yang besar pada pengucapan, ejaan dan pelafalan yang benar.
2. Aliran Generatif Tranformatif (Noam Chomsky 1957)
Terdapat dua struktur dalam bahasa : Struktur Luar (al-bina‟ al-dhahiri) dan struktur dalam (albina‟ al-asasi)
)(البناء الظاهري
مرٌض ؟
)ًهل أنت مرٌض؟ (البناء األساس
2
27/09/2014
Menurut aliran ini, terdapat dua kemampuan berbahasa : 1. Kompetensi ()الكفاءة Kemampuan ideal yang dimiliki oleh seorang penutur, yang menggambarkan pengetahuan tentang sistem bahasa yang sempurna (fonologi, morfologi, sintaks dan semantik) 2. Performansi ()األداء Ujaran yang bisa didengar atau dibaca apa adanya tanpa dibuat-buat.
TEORI-TEORI YANG BERBEDA ANTARA ALIRAN STRUKTURALIS DAN GENERATIF TRANFORMATIF
Strukturalis
Generatif Tranformatif
1. Kemampuan bahasa diperoleh dari kebiasaan dan latihan; 2. Adanya perbedaan sistem antara satu bahasa dengan lainnya; 3. Semua bahasa berkembang mengikuti perubahan zaman; 4. Sumber utama kebakuan bahasa adalah penutur bahasa.
1. Kemampuan bahasa diperoleh dari proses kreatif; 2. Adanya banyak unsur kesamaan di antara bahasa; 3. Perkembangan bahasa hanya menyangkut struktur luar saja; 4. Pembakuan bahasa merupakan kebutuhan dan kesepakatan.
3
27/09/2014
Berdasarkan teori kebahasaan di atas maka dapat ditetapkan prinsip-prinsip pengajaran bahasa : 1. Kemampuan bahasa adalah proses kreatif, bukan sekedar menirukan dan menghafalkan; 2. Pemilihan materi pelajaran didasarkan pada kebutuhan komunikasi dan penguasaan fungsi bahasa dan bukan pada analisis kontrastif; 3. Tata bahasa dapat diberikan untuk dapat mengkreasi ujaran-ujaran sesuai dengan kebutuhan komunikasi.
SISTEM PEMBELAJARAN BAHASA Performansi dan kemampuan berbahasa ada yang berbentuk lisan dan ada yang tulisan. Ada yang bersifat reseptif (ً )تقبلyaitu menyimak dan membaca dan ada yang bersifat produktif (ً )إنتاجyaitu berbicara dan menulis. Terdapat beberapa sistem dalam mengajarkan unsur dan kemahiran berbahasa, yaitu sistem terpisah, terpadu dan gabungan keduanya.
4
27/09/2014
Sistem Terpisah ()نظام الفرعية Bahasa arab dibagi menjadi beberapa mata pelajaran, misalnya Nahwu, Sharaf, Muthalaah, Insya’, Istima, dan lainnya. Setiap mata pelajaran memiliki silabus, rencana pembelajaran, bahan ajar, dan evaluasi tersendiri. Sistem ini memberikan perhatian khusus pada bidang kajian tertentu, namun juga dapat merusak keutuhan bahasa dan menghilangkan esensi dan watak alamiahnya. Dan menjadikan unsur serta kemahiran bahasa tidak seimbang.
Sistem Terpadu ()نظام الوحدة Bahasa dipandang sebagai kesatuan yang utuh, berhubungan dan berkaitan. Oleh karena itu hanya ada satu mata pelajaran yaitu “Bahasa Arab” yang di dalamnya mencakup berbagai unsur dan kemahiran berbahasa. Namun terdapat juga lembaga pendidikan yang menggabungkan kedua sistem tersebut dalam mengajarkan bahasa Arab.
5
27/09/2014
METODE PENGAJARAN BAHASA Setiap metode memiliki landasan teoritis dan empiris, disamping tujuannya yang spesifik. Tidak ada metode yang terabaikan sama sekali dan juga tidak ada yang paling dominan di setiap waktu dan semua tempat. Pemilihan metode ditentukan oleh tujuan pembelajaran, materi ajar, kondisi pelajar, waktu yang tersedia, kesiapan pengajar dan kondisi sosio-kultural.
METODE GRAMATIKA-TERJEMAH
طريقة القواعد والترجمة
Latar belakang Kebangkitan Eropa (abad 15) ditandai semangat yang tinggi para pelajar untuk belajar bahasa Latin guna mempelajari teksteks klasik. Metode ini baru dikenal luas pada abad 19 di benua Eropa. Juga banyak digunakan untuk pengajaran bahasa Arab di berbagai negara termasuk Indonesia hingga sekarang khususnya pada pondok-pondok pesantren salaf.
6
27/09/2014
Asumsi Tata bahasa merupakan bagian filsafat dan logika. Dengan demikian, belajar bahasa dapat memperkuat kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah dan menghafal. Para pelajar didorong untuk menghafal teks-teks klasik dan terjemahannya. Walaupun di dalam teks tersebut seringkali terdapat struktur kalimat yang rumit dan kosakata yang jarang digunakan.
Karakteristik
1. Tujuan belajar bahasa agar mampu membaca karya sastra atau kitab keagamaan; 2. Materi ajar : Nahwu, daftar kata dan teks; 3. Tatabahasa disajikan secara deduktif; 4. Kosakata diberikan dalam kamus dwibahasa; 5. Basis pembelajaran adalah hafalan kaidah dan kosakata kemudian menerjemahkan; 6. Bahasa ibu digunakan sebagai bahasa pengantar.
7
27/09/2014
Langkah-langkah 1. Dimulai dengan penjelasan definisi; tatabahasa kemudian contoh-contoh; 2. Hafalan kosakata dan terjemahannya; 3. Pemahaman teks dengan menerjemahkan kata per kata atau kalimat dengan penjelasan guru tentang tatabahasa dan gaya bahasanya; 4. Pada waktu yang sama pelajar diminta menganalisis tatabahasa (mengi‟rab).
Kelebihan 1. Pelajar menguasai atau hafal tatabahasa; 2. Pelajar memahami isi bacaan; 3. Pelajar memahami karakteristik bahasa yang dipelajari; 4. Memperkuat kemampuan menghafal; 5. Dapat dilaksanakan dalam kelas besar.
Kekurangan 1. Lebih mengajarkan “tentang bahasa” daripada kemahiran bahasa; 2. Lebih mengajarkan kemahiran membaca dibanding yang lain; 3. Terjemahan harfiah kadang mengacaukan makna kalimat dalam konteks yang luas; 4. Kosakata yang dipelajari kadangkala sudah tidak dipakai lagi dalam bahasa modern; 5. Pelajar kurang ekspresif dan kreatif.
8
27/09/2014
ٌذهب التاجر إلى السوق pergi : ٌذهب pedagang : التاجر ke :
إلى
pasar : السوق
السوق Pasar
إلى
التاجر
ٌذهب
ke pedagang pergi
METODE LANGSUNG
طريقة المباشرة
Latar belakang Menjelang abad ke-19 hubungan antar negara Eropa mulai terbuka sehingga membutuhkan komunikasi aktif. Maka dimunculkanlah metode langsung yang diantaranya oleh Francois Gouin (18801992) seorang guru bahasa Latin dari Prancis. Metode ini populer pada awal abad ke20 di Eropa dan Amerika. Pada saat yang sama juga digunakan untuk pengajaran bahasa Arab termasuk di Indonesia
9
27/09/2014
Asumsi Proses belajar bahasa kedua ( )لغة ثانٌةatau bahasa asing ( )لغة أجنبٌةsama dengan belajar bahasa ibu ()لغة األم, yaitu dengan penggunaan bahasa secara langsung dan intensif dalam komunikasi dengan menyimak dan berbicara, sedangkan membaca dan mengarang dikembangkan setelahnya. Oleh karena itu pelajar harus dibiasakan berpikir dalam bahasa target ( )لغة الهدفdan penggunaan bahasa ibu dihindari sama sekali.
Karakteristik 1. Tujuan utama adalah penguasaan bahasa target secara lisan; 2. Materi ajar : penggunaan kosakata dalam kalimat; 3. Tatabahasa disajikan secara induktif; 4. Kosakata konkrit disajikan dengan demonstrasi, yang abstrak dengan asosiasi, konteks dan definisi; 5. Melatih kemampuan menyimak dan berbicara; 6. Guru dan siswa sama-sama aktif; 7. Penekanan pada ketepatan lafal dan kaidah; 8. Bahasa target digunakan sebagai bahasa pengantar.
10
27/09/2014
Langkah-langkah 1. Guru mengucapkan kata dengan menunjuk benda atau gambarnya. Memeragakan gerakan atau ekspresi, dan pelajar menirukan; 2. Tanya jawab “ma, hal, aina” dll secara klasikal maupun individual; 3. Siswa membuka teks dan membaca bergantian; 4. Menjawab latihan secara lisan dan tulis; 5. Tatabahasa diberikan pada tingkat tertentu secara induktif.
Kelebihan 1. Pelajar terampil menyimak dan bicara; 2. Pelajar menguasai pelafalan dengan baik; 3. Pelajar menguasai banyak kosakata; 4. Pelajar memiliki keberanian dan spontanitas dalam komunikasi; 5. Pelajar menguasai tatabahasa secara fungsional, tidak secara teoritis. Kekurangan 1. Pelajar lemah dalam kemampuan membaca; 2. Membutuhkan guru yang terampil berbahasa; 3. Kesulitan menjelaskan kata yang abstrak; 4. Menghafal kosakata yang kurang bermakna dan tidak realistik dapat membosankan pelajar.
11
27/09/2014
METODE MEMBACA
طريقة الق ـ ـراءة
Latar Belakang Mengajarkan bahasa asing dengan penguasaan semua kemahiran bahasa adalah sesuatu yang mustahil. Prof. Coleman, dkk. Pada 1929 menyarankan metode membaca yang lebih realistis dan diperlukan oleh pelajar, Ini digunakan di sekolahsekolah dan Perguruan Tinggi di Amerika dan Eropa. Meskipun disebut metode membaca bukan berarti KBM terbatas pada latihan membaca, tetapi juga latihan berbicara dan menulis.
Asumsi Pengajaran bahasa tidak bisa bersifat multitujuan dan kemampuan membaca adalah kebutuhan yang paling realistis. Metode membaca yang terkenal adalah model Michael West yang buku utamanya adalah Reading (suplemen : buku kerja atau daftar pertanyaan, latihan writing, latihan conversation dan extensive reading) Buku bahasa Arab yang memakai model ini juga banyak disusun di beberapa negara Arab juga Indonesia.
12
27/09/2014
Karakteristik 1. Tujuan utama adalah kemahiran membaca; 2. Materi : buku bacaan utama dengan tambahan suplemen materi; 3. Basis kegiatan belajar mengajar adalah pemahaman bacaan; 4. Membaca diam ( )القراءة الصامتةdiutamakan daripada membaca keras (;)القراءة الجهرٌة 5. Kaidah bahasa dijelaskan seperlunya.
Langkah-langkah 1. Pelajaran dimulai dengan penjelasan kosakata dan istilah yang sulit; 2. Pelajar membaca teks secara diam; 3. Tanya jawab mengenai isi bacaan dengan bahasa ibu; 4. Pembahasan kaidah bahasa dibahas seperlunya; 5. Pembahasan kosakata yang belum dibahas; 6. Mengerjakan tugas yang ada dalam buku suplemen; 7. قراءة موسعةdibuat sebagai tugas di rumah.
13
27/09/2014
Kelebihan 1. Pelajar terlatih memahami bacaan dengan analisis dan bukan terjemahan; 2. Pelajar menguasai kosakata dengan baik; 3. Pelajar memahami penggunaan tatabahasa.
Kekurangan 1. Pelajar lemah dalam pelafalan dan intonasi; 2. Pelajar tidak terampil menyimak dan bicara; 3. Pelajar kurang terampil dalam mengarang; 4. Kosakata yang dikenalkan hanya berkaitan dengan bacaan.
METODE AUDIOLINGUAL الطريقة السمعية الشفهية
Latar Belakang Keterampilan berbahasa dengan metode membaca ternyata tidak lagi memenuhi kebutuhan pada tahun „40-an. Dalam situasi ini diperlukan orang yang lancar berbahasa asing untuk bisa berkomunikasi langsung dengan penduduk di negara lain. Dephan Amerika membentuk Army Specialized Training Program (ASTP) yang bertujuan untuk mencapai keterampilan berbicara dalam bahasa asing. Model inilah yang menjadi cikal bakal Metode audiolingual. Di Inggris dikembangkan oralapproach yang mirip dengan metode ini.
14
27/09/2014
Asumsi 1. Bahasa adalah ujaran, oleh karena itu pengajarannya harus dimulai dari mendengarkan kemudian mengucapkan sebelum membaca dan menulis; 2. Bahasa adalah kebiasaan, oleh karena itu pengajaran bahasa harus dengan pengulangan; 3. Ajarkan bahasa dan jangan mengajarkan tentang bahasa; 4. Bahasa di dunia ini berbeda satu sama lain, oleh karenanya bahan ajar merupakan hasil analisis kontrastif.
Karakteristik 1. Tujuan pengajaran adalah penguasaan empat kemahiran; 2. Model kalimat diberikan dalam bentuk percakapan untuk dihafalkan; 3. penguasaan kalimat dilakukan dengan latihan pola; 4. Kosakata dihubungakan dengan konteks kalimat; 5. Pengajaran sistem bunyi secara sistematis untuk dipraktekkan oleh pelajar; 6. Pelajaran menulis merupakan representasi berbicara; 7. Menghindari penerjemahan; 8. Gramatika tidak diajarkan pada tahap permulaan.
15
27/09/2014
Langkah-langkah 1. Penyajian bacaan pendek atau dialog dengan dibaca berulang kali dan pelajar menyimak tanpa melihat teks; 2. Peniruan bacaan pendek per kalimat secara klasikal (tehnik mimicry memorization); 3. Penyajian pola kalimat dengan teknik drill; 4. Dramatisasi dialog atau bacaan di depan kelas; 5. Pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan pola kalimat yang dipelajari.
Kelebihan 1. pelajar memiliki kemampuan hafalan; 2. Pelajar terampil membuat pola kalimat; 3. Pelajar dapat berkomunikasi lisan dengan baik; 4. Suasana kelas menjadi aktif karena pelajar selalu merespon stimulus guru. Kekurangan 1. Respon pelajar cenderung mekanistis, kadang tidak mengetahui makna ujaran yang diucapkan; 2. Komunikasi lancar hanya pada kalimat yang telah dilatihkan; 3. Makna kalimat biasanya terlepas dari konteks; 4. Keaktifan pelajar hanya merespon stimulus guru; 5. Latihan pola kalimat tidak kontekstual dan realistis.
16
27/09/2014
METODE KOMUNIKATIF
الطريقة االتصالية
Latar Belakang Metode Audiolingual belum membuat pelajar mampu berkomunikasi dengan bahasa target, karena berdasar atas tatabahasa strukturalisme. Kemampuan bahasa tidak hanya ditentukan faktor ekternal namun juga internal (language acquitition device/ )جهاز اكتساب اللغةdengan ini muncullah salah satu metode yang disebut “Metode Komunikatif”
Asumsi Setiap manusia memiliki kemampuan bawaan “Language acquisition device” Oleh karena itu kemampuan bahasa lebih bersifat kreatif. Penggunaan bahasa tidak hanya pada empat kemahiran, tetapi mencakup beberapa kemampuan komunikatif yang luas. Belajar bahasa asing seperti belajar bahasa pertama, yaitu berangkat dari minat pelajar.
17
27/09/2014
Karakteristik 1. Tujuan pengajaran adalah komunikasi dalam kehidupan nyata; 2. Konsep dasarnya adalah kebermaknaan setiap bentuk bahasa; 3. Pelajar sebagai komunikator aktif; 4. Aktifitas kelas didominasi kegiatan komunikatif, bukan drill yang manipulatif; 5. Materi ajar bervariasi, tidak terbatas pada teks; 6. Meminimalkan penggunaan bahasa ibu.
Langkah-langkah 1. Dialog pendek dan penjelasannya; 2. Latihan mengucapkan kalimat pokok; 3. Pertanyaan tentang isi dialog dan situasi pelajar; 4. Membahas ungkapan dalam dialog; 5. Siswa menyimpulkan tatabahasa dalam dialog dan guru membenarkan; 6. Pelajar latihan komunikasi bebas; 7. Evaluasi dengan mengambil sampel pelajar.
18
27/09/2014
Kelebihan 1. Pelajar termotivasi untuk belajar aktif; 2. Pelajar mampu berkomunikasi lisan; 3. Suasana kelas menjadi hidup.
Kekurangan 1. Memerlukan guru yang terampil; 2. kemampuan membaca kurang maksimal; 3. Aktivitas komunikasi langsung dapat menyulitkan pelajar tingkat dasar.
METODE EKLEKTIK الطريقة االنتقائي ـ ــة
Latar Belakang Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Suatu metode lahir karena ketidakpuasan pada metode sebelumnya, namun iapun terjebak pada kelemahannya juga. Di sisi lain, pengajaran bahasa menghadapi kondisi obyektif berbeda-beda yang meliputi tujuan pengajaran, kondisi guru dan pelajar, sarana prasarana dan lainnya. Oleh karena itu muncullah Metode Eklektik yang berarti penggabungan.
19
27/09/2014
Asumsi 1. Tidak ada metode yang paling ideal; 2. Lahirnya metode baru dilihat sebagai penyempurnaan dari metode sebelumnya; 3. Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua tujuan, semua guru, semua pelajar, dan semua program pengajaran; 4.Yang terpenting proses pengajaran adalah memenuhi kebutuhan pelajar; 5. Setiap guru memiliki kewenangan untuk memilih metode sesuai dengan program pengajaran.
قواعد ترجمة
الطريقة االنتقـائي ـ ــة
انتقائيـ ـ ـ ــة
20
27/09/2014
Metode Eklektik bisa menjadi metode yang ideal apabila didukung oleh penguasaan guru terhadap berbagai metode yang ada, sehingga dapat menerapkan masing-masing metode tersebut secara proporsional. Namun sebaliknya, bisa menjadi metode yang seadanya atau semaunya guru, apabila pemilihannya hanya berdasarkan selera guru. Bila demikian halnya, maka yang terjadi adalah ketidakmenentuan dan tidak dapat diharapkan tujuan yang dinginkan.
GRADASI MODEL LATIHAN LEVEL
PERAN GURU
Dasar
100% Manipulatif
Menengah
75% Manipulatif 25% Komunikatif
Menengah
Lanjut
25% Manipulatif 75% Komunikatif 100%Komunikatif PERAN SISWA
21
27/09/2014
Drill manipulatif
أحمد ٌذهب إلى الجامعة بــــ .....
الدراجة السٌارة الحافلة الجوالة
Drill semi komunikatif
أحمد ٌذهب إلى الجامعة بــــ .....
Drill komunikatif
المدرس :أنا أذهب إلى الجامعة بالسٌارة ،وأنت ٌا أحمد ؟ أحمد :أنا أذهب إلى الجامعة ب ....وأنت ٌا حامد ؟ حامد :أنا أذهب إلى الجامعة ب ....وأنت ٌا علً ؟ علً :أنا أذهب إلى الجامعة ب ....وأنت ٌا سالم ؟ سالم :أنا أذهب إلى الجامعة ب ....وأنت ٌا ....؟
22