KESESUAIAN DENGAN
ANTARA
KONSEP DIRI
KEMAMPUAN
MAHASISWA
NYATA
MANAJEMEN
PELAKU
DAN
DIRI
IDEAL
PADA
ORGANISASI
Juriana Universitas Gadjah Mada
INTISARI
\
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesesuaian konsep
diri
nyata dan
mahasiswa perbedaan
ideal
dengan
pelaku organisasi.
kemampuan
Selain
manajemen
diri
pada
itu, juga akan dilihat apakah
kemampuan manajemen diri
antara pelaku organisasi
ada
yang
berstatus top executive (ketua umum) dengan yang berstatusnon top
executive
(ketua bidang).
Subjek penelitian berjumtah 72 orang, 36 orang berstatus ketua umum dan 36 orang ketua bidang pada organisasi kemahasiswaan, semuanya
berusia 18-24 tahun. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi dengan product-momentdari Pearson dan uji perbedaan dengananava 1 jalur. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara
kesesuaian
manajemen
0,01).
diri
Sumbangan
kemampuan
konsep
pada
kesesuaian
manajemen
menunjukkan tidak adanya pelaku organisasi
diri
nyata
mahasiswa
yang
diri
dan
pelaku
konsep
diri
sebesar 63, 1
perbedaan
berstatus
ideal
dengan
organisasi nyata
%.
(rxy
dan
Hasil
kemampuan
= ·0.801 ;.
ideal
analisis
p
<
terhadap tambahan
kemampuan manajemen diri antara
top excutive
dengan
yang
berstatus
non topexecutive (F = 0.003; p >0,05).
Kata
kunci: konsep diri, manajemen diri, pelaku organisasi
Jurlana, adalah alumni Fakutras Psikologi UGM.
Saat fni sedang menempuh pendi·
dikanprotesi di Fakultas
Psikologi Universitas
Indonesia Jakarta.
eiring dengan era
S
jadi di
Indonesia,
sebagai "pahlawan
reformasi yang
reformasi".
sebagai bangsa
pelopor tersebut.
gerakan Bentuk
lazim dipilih mahasiswa kepeduliannya adalah unjuk
(1998).
kepedulian
yang
untuk mewujudkan ·
terhadap
kebanyakan tokoh
nasib
bangsa
aksi
unjuk
rasa
pengurus organisasi kemaha
siswaan yang ada
PSIKOLOGIKA Nomor 9 Tahun V 2000
mahasiswa
pembaharuan
rasa. Menurut Laporan Tim KR
itu merupakan
1998).
Hal ini dise
masyarakat menganggap
babkan
ter
mahasiswa muncut
di kampusnya (WICal<.sana,
Sebagai anggota organisasi maha-
65
Juriana
siswa,
mereka
tidak
sekedar terlibat
ke
giatan demonstrasi yang bersrfat Insfoentu.
dengan
baik.
Sementara
Lakein
(1997)
dalam bukunya bHow To Get Control of Your
namun juga mengorganisasikan derronsrasi
Time and Your Life" menyebutkan bahwa :
dan unjuk rasa tersebut yang membutuhkan
"Waktu adalah hidup. la tidak dapat diulang
waktu
menyebabkan
dan diganti. Bila Anda memboroskan waktu.
tugas
berarti Anda memboroskan hldup, tetapr brla
dan
mereka
energi.
harus
samping
Hal
mi
menambah
belajar dari
baru
perkuliahan
di
(utarru.
Anda
menguasai
waktu,
berarti
Anda
1998). Peneliti melihat bahwa kondisi seperti
mengua_sai hidup dan mengambil manfaat
ini1ah yang membedakan mereka dari maha
yang s6baik-baiknya dari hidup."
siswa yang hanya berorientasi pada studi. Tuntutan
untuk
manajemen
lebih
diri
maf!!pU
pada
melakukan
mahasiswa
pelaku
organisasi nampaknya menjadi tebih besar.
Penelitian Macan, dkk (1990) menemu kan
bahwa
waktu
siswa
yang
merasakan
memiliki
tekanan
kontrol
sekolah
dan
tekanan somatis yang lebih rendah daripada
Kemampuan melakukan manajemen diri ini
siswa yang tidak memiliki kontro! terhadap
semata-mata
:waktu
seimbangan
ditujukan
kata
lain.
hal
tercapai
ke
yang dimilikinya. selanjutnya
mereka jalani. Oengan
persepsi tentang pengontro1an waktu
ini ditujukan agar mahasiswa
hasil menurunkan n
tekanan
kepuasan kerja. Kontrol
hingga menQabaikan tugas akademisnya.
ahli
nampaknya
melakukan
hanya
pembahasan
sedikit
mengenai
m
ber
ekanan ketja, menurun
t
somatik,
ka
di orqenisasr namun mereka juga tidak ter1ena
ini,
acan
M
bahwa
(1994)
pelaku organisasi dapat menimba pengalaman
Sejauh
enelltian
P
menunjukkan
kehidupan organisasi ·
antara
dan akademis yang
agar
dan
emang
eningkatkan
m
merupakan
kunci
manajemen waktu. Kegagalan mengontrol waktu
ah yang kemudian memunculkan
iml
manajemen diri. Manajemen diri, o!eh Gie
tiga macam karakter manusia sebagaimana
(1996), diartikan sebagai segenap kegiatan
crkemukakan
dan langkah mengatur dan mengelola diri
m
anusia
anusia
akein
(1997).
L
yang
gila"
engan tipe
Pertama,
pengorganisasian.
"
eperti
ni akan senan
dengan sebark-barknya sehingga mampu
M
membawa ke arah tercapainya tujuan hidup.
tiasa menyusun dan memperbaharui daftar
Covey (1994) menqartkan manajemen diri
pe
dengan manajemen waktu. Covey (1994)
ber
mendefinisikan
d
manajemen
diri
sebagai
kerjaan yang akan
etilnya.
dirinya
dengan prinsip mendahulukan apa-apa yang
sesuatu.
harus
mampu
didahulukan. Covey
Pengertian (1994)
yang
di
disebabkan
la
Hal
sibuk tidak
dapat dilepaskan oleh waktu. Setiap individu
n
akan melakukan pengaturan waktu sejalan
luar
dengan
h
untuk
mengatur
ilai
encana
r
ni sering membuatnya perubahan,
ebutuhan orang manuara
ngan
de
tipe
melakukan
ak
tid
kesempatan
ain.
l
yang
overdoer.
ini akan selalu
sepertt
berbagai
hal
sehingga
mpunyai waktu ragi untuk melihat
me
ebenamya
s
biasa
ilangan
dan
etrslen,
pekerjaannya itu.
namun
spontanitas dan
demi
detik
pekerjaannya. Karena itu, seseorang yang
Detik
mampu mengelota keduanya dengan benar,
kerjaan
dapat dikalakan ia mampu mengelola dirinya
mempunyai waktu
yang
selalu
membuat �ntuk
eka!igus
s
la
ke
eksibilitasnya.
ll
diisi ia
t
ngan
de
idak
e
p
pernah
beristirahat.
PS!KOLOGIKA Nomor 9
66
sedetil
membayangkan
k
Kedua.
kan bahwa kehidupan setiap inoivrdu tidak
tertarik
i
melihat
anusia
kebutuhannya
i akukannya. la belum
dl
erorganisir diband1ngkan melakukan
M
Douglas dan Douglas (1980) rnenyata
ebih
l
i
t
baru dan
karena waktu merupakan aset yang sangat berharga.
s
gerak sebelum membuat
cara mdivrdu mengorganisasi kehidupannya
kemukakan
d
Tahun V 2000
Kesesuaian antara Koosep Diri Nyata dan Ideal dengan Kemampuan Mana1emen Dm ...
Ketiga, Manusia yang ··gila� waktu.
mencapai sesuatu yang Jebrh banyak, dan
Manusia dengan tipe seperti ini akan selatu
pada kenyataannya orang yang tahu baqai
rnembuat dinnya dan orang-orang d1 sekitar
mana menerapkan dan rneram tujuan umum
nya menjadi gelisah karena usahanya yang
nya dapat menyelesaikan apa yang mereka
senantiasa
lakukan.
mustahil.
memenuhi
batas
waktu
yang
la meruadi tipe orang yang tidak
Pendekatan tersebut mencakup
tujuan jangka pendek.
ranqka menengah,
menyenangkan untuk duadixan teman ber
jangka panjang, penetapan tujuan, visuati
gaul atau teman bekerja.
sasr,
Menurut Lakein (1973), desknpsi atas manajemen
waktu
pertama
kali
dimulai
motivasi
mental nlaku
din,
dan
akan
incrvidu
sikap
penciptaan
Menurut
posrtu.
Manz
(1 99 2) ,
dipengaruh1
pe
secara
dengan menentukan apa 'yang sebenarnya
positif oleh sasaran, tujuan, cita-cita pnbadr
menjadi kebutuhan dan keinginan individu,
yang
kemudran mengurutkan kebutuhan dan ke
dipikir dalam-dalam, dituju dengan sekuat
inginan ltu berdasarkan tingkat kepentingan
tenaga serta sekuat hati.
ditentukan
secara
srstematls,
yang
Sebaqarmanan rnkatakan Covey (1996),
nya. Aknvitas yang spesifik meliputi tujuan dan kebuluhan atau keinginan tersebut, dan
setlap orang dapat melakukan sesuatu yang
kemudian
ra
membuat
prioritas dalam
pen
mginkan.
tetapi
lidak
segala
sesuatu
capaiannya. Aktivitas-aktivitas yang paling
Karena itu diperlukan urutan-urutan tujuan
penting
dengan beberapa cara seperti klariukasl nila,
dihubungkan
dengan
waktu
dan
sumber daya yang ada mela!ui perencanaan,
dan
penjadwa!an, dan pembuatan daftar.
(1997),
Lakein
perjenianqen tugas.
Menurut
penentuan pnoritas
Lakein
berkaitan de
juga menggambarkan beberapa krat mana
ngan tingkat kepentmqan. Pendekatan ABC
jemen
mengorga
yang dikenalkan Lakem (1997) membantu
nisasikan lingkungan keqa dan menentukan
individu untuk mendahulukan aklivitas yang
pendekatan terhadap proyek yang bersang·
berprioritas
kutan.
aktlvitas yang berprioritas rendah.
waktu
lainnya,
Berdasar1
seperti
deskrtpst
Lakein
tinggi
ataupun
membuang
Kedua, teknik manajemen waktu, yartu
(1973) dan
cera-cara yang drqunakan dalam mengelola
?hi1ips (1990) menemukan tiga faktor yang
waktu, seperti membuat daftar. jadwal, dan
"tersebut.
Macan,
Shanani,
Drpoye
ada dalam manaJemen waktu yang ooasat
rencana
dalam
p
pengembangan
pengukuran
ates
manajemen waktu, yaitu penentuan tujuan
erja.
sehingga
apa
yang
menjadi
kemqman
dan
akan
agenda.
O
aftar
agenda
dan baqairnana ia menempatkan prioritas
d
tllgas
berguna sebagai
diperlukan
guna
mencapai
se i alu
berada
b
994)
(1
e r sama
pemiliknya, yang oleh Manz (1992)
kebutuhan seseorang untuk diselesaikan.
yang
cara-cara
onabilitas, mudah dibawa kemana-mana
p
kecenderungan untuk terorganisasi.
yaitu
B
aktu tersebut, Covey
w
mewajibkan adanya alat bantu yang bersilat
dan prioritas, teknik manajemen waktu, dan
Pettama, penentuan tujuan dan prioritas,
erkaitan dengan
k
engelolaan
osusun
emikian
upa
r
yang
berada
berdasarkan setunqqa
ti
otsebut
d1
dak
ngatan dan membantu
pen
dalam
peia k sanaan,
tujuan yang ditentukan oleh seorang individu
merupakan dasar untuk mem1flk1 rasa
menyangkut keselarasan dan integrasi visi
menyelesaikan" sesuatu. Ketiga,
ju g a
dapat untuk
"
ecenderungan untuk terorga
nisas1, yaitu
dengan menentukan tujuan individu akan
dihubungkan
V 2000
tetapr
k
tujuan, Covey (1996) menambahkan bahwa
PSIKOLOGIKA Nomo, 9 Tahun
se
se k edar
ttqoarmya tersebut. Menurut Covey (1994),
dan misi yang dimiliki. Me!alui pendekatan
dalam
pricntas
enderungan
kec
dengan
cara
a seseorang
keri
bagaimana
a
i
67
Juriana
mengatur Menurut
lingkungan Covey
teraturan
kerja di
dapat
menghemat
waktu
menyebabkan efrslenst yang yang lndividu
Lebih
sekitarnya.
pendekatan
(1996),
ke dan
besar.
tidak memboroskan waktu
untuk
jauh
Gie
(1996) · menjelaskan
tentang strategi manajemen diri. Menurut· nya,
strategi
pertama
manajemen
diri
dan
adalah
utama
dalam
berusaha
me·
ngetahui diri sendiri dengan segala kelebihan
mencari barang-barang yang yang tercecer.
dan kekuatannya maupun kekurangan dan
Menurut Manz (1992), untuk membantu indi·
potensinya.
vrdu
nerima dirinya sebagaimana adanya tanpa
bertindak
menjauhkan
secara
benda,
baik
barang,
ia
dapat
hat
yang
tidak
benda,
dengan
laksanaan
hal
yang
tugasnya.
mendukung
Pengaturan
pe me
nyebabkan kejelasan piklran dan keteraturan. Pengaturan
yang
dikemukakan
dapat diubah
dapat
kedamalan,
diperbaiki
Strategi
sedang
diterima
hal-hal yang
hendaknya
oleh
sejalan
benda, pengorganisasian tugas-tugas, dan
mempengaruhi
diusahakan
dengan
Gie
salah
diri
yang
(1996) satu
telah
tersebut
faktor
yang
manajemen diri, yaitu pe
ngembangan identitas diri. Menurut Ped!er
pengorganisasian orang. faktor
Hat-hat yang
hendaknya
manajemen
dikemukakan
tiga bidang. yaitu pengorganisasian benda·
Ketiga
me
penyempurnaannya.
Covey
(1992) mecakup pengorganisasian dalam
seseorang
senantiasa berkeluh kesah.
mengganggu dan sebaliknya, memanfatkan barang,
Selanjutnya
manajemen
waktu
ini
dan Boydell (1985), sejauh mana seorang
kemudian dijadikan pedoman oleh Macan.
ind1vidu mampu memp,ertahankan (surviv
dkk (1990)
ing),
jemen
untuk menyusun skata mana
waktu,
yang
kemudlan
dikenal
memelihara
dengan nama Time Management Behavioral
diri
Scale (TMB Scale).
sehatan,
Berdasarkan uraian tentang fak1or·faktor manajemen
waktu,
dapat
disimpulkan
bahwa yang dimaksud dengan manajemen waktu bukanlah kegiatan yang semata-mata
dan
(maintaining),
me
ngembangkan (developing) aspek identitas yang
dimilikinya ketrampilan
(selain atau
aspek
keahlian,
ke dan
aktivitas hidup) akan meneritukan tingkat kemampuan manajemen diri yang dapat ia Jakukan. Mengenal identitas diri itu sendiri. me·
mengatur, membagi, dan menjadwal waktu
nurut
yang dimiliki untuk aktivitas-aktivitas yang
terbatas pada nama, umur, jenis kelamin,
Prawitasari
dijalani. Manajemen waktu juga mencakup
pendidikan,
pemberian makna terhadap aktivitas-akti·
kawinan,
vitas
tersebut.
mudian
Pemberian
mewujudkan
untuk
setiap
tujuan
ini
makna
penetapan
kegiatan
tadi.
ini
ke
tujuan
Penetapan
(1993)
pekerjaan
tetapi
juga
tidak
atau
hanya
status
mengenal
per·
konsep
dirinya. Melalui konsep diri, mdrvtdu dapat memperoleh secara
gambaran
utuh.
Brooks
tentang
(dalam
dirinya
Rakhmat,
menstimulasi
1965), mendelinisikan konsep diri sebagai
individu untuk metakukan tindakan-tindakan
persepsi mengenai diri individu sendiri baik
selanjutnya
akan
efektif berikutnya. Tindakan-tindakan yang
yang
bersifat
dimaksud setidaknya terbagi menjadi dua.
yang
diperoleh
Pertama,
dengan cara menetapkan skala
interaksi
prioritas
bagi
mentara
keqratan-keqlatan
yang
fisik,
sosial,
melalui
individu
dengan
Aakhmat
bahwa
mengorganisasikan
gambaran deskriptif saia.
yang dapat
dan
memperlancar
kagialan-kegiatan tersebut.
' 68
.
lingkungan
pelaksanaan
konsep diri
psikologis
orang
(1985)
dija&a.ni. Kedua, dengan cara mengatur atau diri
dan
pengalaman
bukan
lain.
dan Se·
mengatakan
hanya sekedar melainkan juga
penilaian orang tersebut terhadap dirinya. Jadi konsep diri meliputi apa yang dipiklrkan
PSIKOLOGIKA Nomor 9
Tahun V 2000
Kesesuaiao aotara Konsep Diri Nyata dao Ideal dengao Kemampuao Manajemen Oiri •••
dan apa yang dirasakan tentang diri individu
Konsep
sendiri. Dengan demiklan ada dua komponen
tentang diri yang sebenamya yang kemudian
konsep
disebut sebagai "diri yang organismik'' yang
diri
komponen sebut
yaitu
komponen
afektif.
dengan
kognitif
Komponen
citra
dlri
dan
kognitit
(,self image)
di·
dan
diri
merupakan miliki
yang
dasar
"pricrltas
yaitu
realitas
mutlak".
psikis
dan
Konsep
me yang
ideal,
sendm sebaqeunana d)idam-idamkan atau
leratur,
dan
konseptual
koheren
persepsi-persepsi "aku"
dan
yang
tentang
bungan
antara
beberapa
"aku"
oleh
kekhasan
dari
dengan
nilai-nilai
yang
Rogers
tentang
dengan
aspek
yang
htdup
dimiliki
(dalam
hu lain,
bersama persepsi
persepsi
ini.
Acocella,
1995) juga _memandang
seperti
Calhoun
&
konsep
ka
ogers ( 1 9 6 1 ) ,
urns
R
B
nyatakan bahwa kebanyakan orang
me
diminta
ji
dtri
ang seharusnya.
S
(1979)
tentang
y
ejalan dengan
tetap,
dibentuk
persepsi-persepsi
dengan
yang
pandangan
diri
(self esteem). Menurut Rogers (1961), diri atau konsep
suatu
pandangan
komponen afektif disebut sebagai harga diri
diri adalah bentuk
yaitu
real,
untuk
sendiri,
mereka
menggambarkan mereka
maka
diri
membuat
perbedaan antara "siapa diri mereka'' dan njadi apa mereka".
�ingin
ernyataan
me
sesuai
dengan
(1974)
yang
P
pernyataan
menyatakan
ini
iddlebrook
M
bahwa
setiap
du selalu memperbandingkan diri nyata
indivi
sendiri
terhadap diri idealnya dan pernyataan ter
yang terdiri dari pengetahuan tentang diri,
sebut juga menghasilkan pengertian bahwa
pengharapan bagi drri dan penilaian terhadap
diri
diri
diri
sebagai
sendin.
bahwa
gambaran
mental
Pengertian
konsep
diri
ini
drri
eal
memiliki
tiga
drmensi.
a
bahw
O,mensi penqetahuan, yaitu segala penge
ny
tahuan atau informasr yang individu ketahui
puny
ai
itulah
rapan,
kongr
sesuaian
ang
y
uen
atas-semua
harapan ini merupakan gambaran tentang
b
diri ideal. Oimensi penilaian, yaitu penilaian
diri
gambaran
siapa
dia
dan
menladr apa dia. Bila kenyataan diri individu (apa yang memang benar tentang dirinya)
i
l
i
gga
seh n
m
Berdasarkan ounensi tersebut, Rogers membedakan
drri, yaitu
dua
be
ondisi
k
keadaan mbuka diri
me
erhadap
t
ndividu mampu memandang
diri
uar sebagai realitas yang objektif,
mampu
maksimat.
dividu
tuar
ngalaman
pe
memanfaatkan
seluruh
lebih
alam
O
mampu
dirmya
ond1si sepeni
k
mengarahkan
ni.
1
dan
engorganisasikan kehidupannya dengan
sebaik-baiknya. uaian antara
s
engan
D
konsep
kata
diri
lain.
penye
nyata dan Ideal
akan membantu individu melakukan mana
pula ketidakpuasan itu.
( 1961)
alam
D
potensinya sekaligus potensi d1 luar
bebeda sekali, sangat
semakin besar
keduanya.
pengalaman yang dialaminya,
eterbukaan
embuat
sebagai seharusnya)
besar perbedaan tersebut.
uga mem
j
menciptakan
K
m
mungkin individu tersebut akan merasa tidak Semakin
antara
nar-benar
indivi
dan dunia
in
sendiri.
di
ang terjadi di dalam maupun di
secara
dirinya
entang diri
t
y
nya.
dan diri ideal individu (apa yang ia rasakan
bahagia dengan
tidak
s
individu.
du
kongruen,
aik
akan
pada
mendatang, atau dengan kata lain dimensi
individu tentang
eharusnya
mdrvrdu
ke
kemungkinan menjadi apa mdividu di masa
gambaran tentang seharusnya menjadi atau
r din nyata.
da i
esuaian antara din nyata dan diri ideal
Peny
penampilan, dan sebagainya. Dimensi ha tentang
setiap
berbed
ogers ( 1 96 1 ) mengatakan
R
ata dan diri idealnya, namun
tentang dirinya, seperti umur, jenls kelamin,
pandaragan
a
r
ut
lanj
ekedar mempunyai gambaran
s
suatu
elatif
se
Lebih
yaitu pengetahuan, harapan. dan penilaian.
yaitu
lalu
id
menunjukkan
ma cam
konsep diri yang
Berkaitan
konsep
real dan ideal.
PSIKOLbGIKA Nomor 9 Tahun V 2000
jemen terhadap dirinya.
k
onsep
diri
dengan
nyata
kesesuaian
dan
ideal
int,
antara ogers
R
69
Juriana
(dalam Stephenson, 1968} menciptakanQ
masa yang akan datang. Sejain rtu. karena
sort sebagai alat ukur konsep diri bagi klien
metode ini dioperasikan oleh individu sendiri,
yang
maka dianggap mampu menyediakan data
akan
diukur
melakukan
konsep dirinya
psikoterapi.
Klien
yang terdiri dari diri
yang akurat
0-Sort
nyata dan diri ideal melalui permainan me nempatkan kartu-kartu yang berisi pemya
(sorting cards)
taan-pernyataan dan
setelah
kartu·kartu
proses berupa
terapi.
sebelum
Penempatan
forced choice
agar
membentuk distribusi normal, atau terbagi· bagi
menjadi
kuartil-kuartil,
sehingga
alat
ukur ini dinamakan 0-Sort. Melalui skor pre·
(Stephenson, 1968). inilah
yang
kemudian
di·
kembangkan oleh Butler dan Haigh (dalam Rogers & Dymond, 1956). Menurut Robinson dan
Shaver (1974),
studi
Buller
dan
butir·butir hasil
Haigh
(dalam
studi
Rogers
&
Dymond, 1956) ini banyak yang bermanlaat dan dapat digunakan para peneliti meskipun dalam format yang lain. Butir·butir yang ada
test dan post-test tersebut, akan. dapat di·
merupakan
variasi
tihat seberapa besar kemajuan yang dialami
konsep
seperti:
kHen selama proses terapi. Rogers berpen
adaan fisik, kecemasan, tuntutan paca diri,
dapat bahwa konsep diri seseorang memillki
dan keseimbangan. Butler dan Haigh (dalam
pengaruh yang
kuat dalam permasalahan
diri,
Rogers
dan
dari
berbagai
penerimaan
Dymond,
1956)
ruang
d1ri,
ke
kemudian
yang dialaminya. Menurutnya, individu yang
membagi pernyataan-pernyataan tersebut
terganggu disebabkan oleh keadaan dirinya
menjadi
yang
bemitai positif (+) dengan dasar pcla konsep
inkongruen,
sebuah
situasi
di
mana
pernyataan-pernyataan
yang
terdapat ketidaksesuaian antara konsep diri
diri positif dan pemyataan-pernyataan yang
nyata
itu,
bemilai negatif (-) dengan dasar pola konsep
se
diri negatif.
dan
ideal
perbandingan belum hal
dan
yang
yang
t1nggi.
keadaan
konsep
sesudah terapi
penting
Karena diri
menjadi
untuk diketahui,
suatu
apakah
Beberapa ciri yang dimiliki orang-orang dengan
pola
konsep
diri
positif
seperti:
kese
mempunyai penerimaan din positif terhadap
suaran konsep dmnya setelah diterapi atau
dirinya sendin, pengetahuan yang tuas dan
klien
mengalami
kemajuan
dalam
bermacam-macam
tidak.
tentang
diri,
penghar·
suatu
gaan yang realistis, harga diri yang tinggi,
penemuan baru yang mencakup pengukuran
memiliki pola perilaku optlrms. tidak mudah
Metode
ini
dianggap
psikofenomenologis
sebagai
sekaligus
statistik.
Kelebihan lainnya bahwa bentuk pengukuran yang
dilakukan
menyerupai
permainan,
menyerah,
dan
selalu
ingin
mencoba
pengataman baru yang dianggapnya ber guna (Rogers dalam Hall dan Lindzey, 1959;
merasa
Grinder, 1978; Surak.hmed, 1980, Calhoun
dirinya diukur sebagaimana angket biasanya
& Acocella, 1995). Sementara ciri-ciri orang
yang
membual
klien
tidak
begitu
dengan
(Stephenson, 1968). Metode ini digunakan oleh para penetiti
pola
konsep
diri
negatif
seperti:
berperilaku negatif, pengetahuan yang tidak
antara lain karena dapat mereduksi keraguan
tepat tentang diri sendiri, pengharapan yang
individu
tidak
dalam
memperoleh
gambaran
tentang dirinya. Keraguan itu dapat teratasi
realislis,
harga
diri
yang
rendah.
menganggap dirinya kurang mampu, takut
manakala ind1v1du yang bersangkutan diberi
menghadapi
dua
berhasrl. (Rogers dalam Hall dan Lmdzey.
kesempatan
gambarkan berperilaku
sekaligus
dirinya, di
yaitu:
masa
datam
meng
bagaimana
yang
lampau
ia
dan
1959;
hal·hal baru,
Grinder,
1978;
dan takut tidak
Surakhmad,
1980,
Calhoun & Acocella, 1995).
bagaimana kemungkinan ia berperilaku di
70
PSlKOLOGIKA Nomor 9
Tahon V 2000
Kesesuaian antara Konsep Din Nyata dan Ideal dengan Kemampuan Msnajemen Oiri ...
Hlpotesis
Setelah
dilakukan
aitem-aitem
yang
nyata
21
oba,
uj1
didapatkan
c
sahih,
yaitu
ntuk
diri
u
Dari penjelasan di atas dapat dirumus si
beri
pernyataan
sitif
dan
po
8
kan hipotesis sebaagi berikut. Ada hubungan pernyataan
atif, begitu puta dengan din
neg
yang positif antara kesesuaian konsep diri deal,
sehingga
i
nyata dan ideal dengan kemampuan
mana
butir.
secara total
erjumlah
b
58
erbedaan administrasi yang'dipakai
P
jemen diri. di
sini
hwa
ba
subjek
ak diberi
nstruksi
lld
i
Sernakin tinggi kesesuaian antara konsep ang
y
ersifat forced choice.
b
al inl dilakukan
H
diri nyata dan ideal yang dimitiki mahasiswa mempertimbangkan efisiensi
nelitian.
pe
pelaku organisasi, semakin tinggi pula ke Masing-masing butir diberikan kepada mampuan
manajemen diri
yang
dapat di· subjek dalam
ntuk kartu. Subjek diminta
be
lakukannya. menempatkan kartu-kartu tersebul satu per tu ke dalam sembilan kotak di bawah
sa
kondisi.
METODE PENELITIAN
Variabel-varlabel Penelltlan
ertama,
P
gambarkan
di i
(actual-selr,
da
r nya
sebagaimana
n kedua,
adanya
agaimana subjek
b
nggambarkan dirinya sebagaimana
me
Dalam prediktor
penelitian ini, sebagai
ada!ah
kesesuaian
variabel
konsep
diri
artu
k
nyata dan ideal. Variabel kriteriumnya adalah
di
alam
(menu ju
ke penelitian
adalah
pengurus
organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas
angka
terendah
s
kanan 9)
menuju
atau
i
kir
angka
1)
esuai, dan semakin
s
angka
(
entang 1·
r
hwa semakinke
ba
emakin tidak
berarti
Subjek Penelillan
angka
yang
Penempatan
kotak mengikuli
d
9 dengan keterangan
kemampuan manajemen diri.
Subjek
(ideal-self}.
didambakannya
ua
d
gairnana subjek meng
ba
tertinggi
atau
rarti semakin sesuai. Pemberian
be
skor adalah sebagai berikut
di Ungkungan UGM, terdiri dari ketua umum •
Untuk
myataan-pemyataan positir
pe
(36 orang) dan ketua bidang (36 orang) dari nilaian
pe
Senat
Mahasiswa
Fakultas
(SMF)
gerak
ber
ari satu sampai
d
dan sembilan
Sadan
Eksekutif
Mahasiswa
Fakultas •
(BEMF)
18 fakultas yang ada di
d1
Untuk
myataan-pemyataan negat1I
pe
UGM, penilaian
sehingga jumlah
keseturuhan
bergerak
dari
mbrlan
se
subjek 72 sampai satu
·
orang. Subjek berusia 18-24 tahun. Vntuk onsep
Alat Pengumpul Data
k
menentukan
diri
nyata
dan
taraf ideal
kesesuaian yang
dimiliki
subjek dapat dilihat dan selisih jum!ah kedua Pengumpulan data penelitian
ni dilaku
i
pengukuran. Semakin rendah jumlah skor ka n
dengan
menggunakan
0-
So r t ang diperoleh berarti semakin tinggi taraf
y
kesesuaian konsep diri nyata dan ideal serta kesesuaian konsep diri nyata dan idealnya, angket
emampuan manajemen diri.
k
begitu
0-Sort
1.
dan
esesuaian
K
penelitian
Q-Sor1 yang digunakan dalam ni adalah hasit proses adaptasi
i
aigh
H
(Rogers
pun
sebaliknya.
Semakin
utir hasil studi
b
dan
Dymond,
PSIKOLOGIKA Nomor 9 Tahun
V 2000
l
r
But e
1956).
tinggi
jumlah skor yang diperoleh, berarti semakin rendah taraf kesesuaian konsep diri
deal
yang terdiri dari 50 n
ata
Ny
I
Sistem
da
onsep Din
K
nyata
an idealnya (W1jayanti, 1992).
d
2.
Angket Angket
emampuan Manajemen Oiri
K
kemampuan
manajemen
diri
mengacu pada Time Management Behav-
71
Juriana
fora/ Scale (TMB Scale) yang disusun oteh
dari
Macan
menggunakan uji perbedaan anava 1 jalur.
(1990)
berdasarkan
faktor-faktor
Pearson.
Untuk
tambahan
analisis
yang digolongkan dalam manajemen waktu,
Semua analisis data ini menggunakan paket
yaitu: (a) penentuan tujuan dan pnontas, {b)
Statistical Product and Service Solution
teknik
(SPSS) Versi 7.5 for Windows.
manajemen
waktu,
(C)
kecen
derungan untuk terorganisasi. Setelah dilakukan uji coba, disusunlah HASIL PENELITIAN
angket
kemampuan
manajemen
diri
ini
yang terdiri dari 58 butir, 31 butirfavorable· dan 27
butir unfavorable.
Masing-masing
Penelitian dilakukan secara satu persatu terhadap mahasiswa pelaku organisasi. Hal
butir mempunyai empat alternatif jawaban,
ini
yaitu: SS (sangat sesuai), S (sesuai),
yang
(kurang
sesuai),
dan
TS
(tidak
KS
sesuai).
berkaitan
dengan pelaksanaan 0-Sort
membutuhkan
langsung
tatap
peneliti
antara
muka
dan
secara
subjek
pe
Penilaian bergerak dari empat sampai satu
nelitian. Pelaksanaan penelitian berlangsung
untuk butir-butir yang favorable. dan satu
selama bulan Juni hingga Juli 1999. Hasil uji linieritas menunjukkan hubungan
sampai dengan empat untuk butir·butir yang unfavorable. Untuk diri yang
yang tinier antara variabel kesesuaian konsep
menentukan dimiliki
taraf
kemampuan
subjek dapat dilihat
dari
• jumlah skor angket tersebut. Semakin tinggi
diri
nyata
dan
ideal
dengan
kemampuan
manajemen diri (F = 77,926 dan p < 0,001 ). Selanjutnya
kore1asi product-moment
uJi
jumlah skor yang dberoren. berarti semakin
menunjukkan bahwa ada hubungan negatil
tinggi
yang sangat signifikan antara skor selisih
kemampuan
manajemen
dirinya.
diri
begitupun sebaliknya.
nyata dan
ideal
dengan skor kemam
puan manajemen diri (rxy 3.
dan p <
Peneliti me1engkapi penelitian dengan
diajukan da1am penelitian ini, yaitu semakin
beeitat umum.
demikian,
c.aut
0,01) .
pedoman wawancara yang
Oengan
so ·
Wawancara.
hipotesis
yang
tinggi kesesuaian antara konsep din nyata
Pedoman wawancara mencantumkan isu
dan
isu yang ingin diliput,
organisasi, semakin tinggi pu1a kemampuan
berorganisasi
per t imbangan
yaitu:
(riwayat aktif
kemahasiswaan);
(b)
(a) keaktifan
org anis asi
dalam
dan
or g anisas i
masa!ah-masalah
ideal yang d1miliki mahasiswa pelaku
manajemen diri yang dapat dilakukannya, diterima. konsep
Sumbangan
diri
nyata dan
elektif ideal
kesesuaian terhadap
ke
selama berorgarnsasi; (C) manajemen diri;
mampuan manajemen diri adalah sebesar
(d) pengenalan diri; (e) peran pengenalan diri
63.1 % (koefisien determinasi sebesar 0,631 ). Selain
bagi manajemen dirt; (f) gambaran tentang
masa depan; dan (g) kontribusi pengalaman
dengan
berorganisasi.
nunjukkan
Untuk
subjek
yang
berstatus
ketua
uji
itu,
hasil
an a lisis
perbedaan anava tidak
adanya
tambahan 1
jalur
perbedaan
me· yang
signilikan antara kemampuan manajemen
bidang hanya diberikan angket kemampuan
d in
manajemen diri.
berstatus
mahasiswa top
peraku
organisas1
executive
dengan
yang yang
berstatus non top executive (F = 0,003 dan
p > 0,05). Anallsls
Data
Berdasarkan
Penqupan hipotesis penelitian ini meng
gunakan
teknik
korelasi product-moment
kategorisasi
ke
kurve nonnal diketahui bahwa subjek secara
PSIKOLOGIKA Nomor 9
72
skala
sesuaian konsep diri nyata dan ideal dengan
Tahun
V 2000
Kesesuaian antara Konsep Diri Nyata dan Ideal dengan Kemampuan Manajemen Oiri. ..
umum
mempunyai
konsep
diri
nyata
tingkat
dan
kesesuaian
ideal
yang
sangat
Kedua, nyata
nyesuaian
tinggi (M = 47,17; S D = 22,01). Sementara
vi
skcr
melakukan
kemampuan
manajemen
diri
subjek
berdasarkan kategorisasi secara kurve nor
du. akan
ntara konsep diri
pe
n ideal
a
ang dilakukan seorang
cla
y
mpermudah
i
penyesuaian
diri
aksanaan aktivitasnya. Hal nd iv idu
memahami
mal secara umum adalah sangat tinggi (M
i
dimilikinya, bahwa ia
dalam
i
eterbatasan
apat melakukan
M
d
segala hal yang diinginkannya. i t ulah,
ind i v idu
yang
k
ak
pe
ni disebabkan
l
= 1 7 8 , 1 1 ; S D = 17,84).
indi
ndividu tersebut
me
kemu d i an
as dasar
Al
m
e ! akukan
PEMBAHASAN
ndakan-tindakan
efektif
ti
Berdasarkan ketahui
bahwa
hasil
analisis
terdapat
data,
hubungan
d�
yang
dupnya, seperti
lingkungan yang
diri
aktivitas-akttvitas
dan
manajemen
ideal
diri
dengan
pada
kemampuan
subjek
penelitian.
ey, 1994;
Cov
Ketiga,
Semakin tinggi kesesuaian antara konsep diri
nyata
semakin jemen
dan
konsep
tinggi
diri
pula
yang
diri
ideal
subjek.
kemampuan
dimilikinya.
mana
Begitupun
sep
diri
ngkal kesesuatan
nunjukkan
dan
bahwa
yang·
baik
maupun
ari
subjek, semakin rendah pula kemampuan
te
manajemen d1ri yang dimilikinya.
i
kesesuaran
rendah
dan
ideal
dengan
kemampuan
manajemen diri pada subjek penelitian dapat dijelaskan sebagai
berikut: Pertama.
indi·
vidu yang mampu melakukan penyesuaian
dimilik.inya, maupun
p diri
se
ka
la
memiliki kon
deal, maka yang akan dllakukannya
i
adalah membentuk konsep diri ealistik
(P
u,
il
memilih
ndividu akan menentukan atau
i
ujuan-tujuan
t
anfer,
tertentu
tuk dicapai
mungkinkan K
ang
y
artosuwido, 1992). Oalam kondisi
r
seperti
deal
i
un
1975).
amun
N
begitu,
tuluan-tuluan tersebul tetap
yang
me
Hurlock, 1974;
(
pemilihan
emperhatikan
m
pada apa-apa yang memberi makna pada dirinyB.,
membuat dirinya semakin berarti,
dan sesuai dengan visl dan misi hidup dimilikinya ein,
Lak
Macan,
(
1990;
ovey,
C
7).
199
PSIKOLOG.IKA Nomor 9 Tahun V 2000
ang
y
1994;
yang
kelemahan.
membawa
berupa ondisi
kekuatan seperti
K
ndividu dalam
Iru
eng
i
n hasil
Berdasarka
rmasi
da
Ji
dan dalam eterbukaan
akan
arahkan kehidupannya dan
diri yang sebenarnya dengan keadaan diri harapkannya.
K
m
erencanakan
m
masa depannya (Rogers, 1961; Saam, 1988)
info
di
keter
engalaman
ala potensi diri yang
apat memudahkan
ia mampu mengintegrasikan antara keadaan
ang
me
seg
d
antara konsep diri nyata dan idealnya, berarti
y
baik
ko
ngg1,
p
berasal
dirinya.
pengalaman
ndividu menyadari
Hubungan antara kesesuaian konsep din nyata
yang
ti
memiliki
terhadap
n
antara
yang
ndividu
luar
d
rhadap
deal
i
i
uas
l
1990:
Macan,
(
1997).
ti
hidupnya,
semakin
tersebut
akein,
nyata
bukaan
endukung pelaksanaaan
m
L
antara konsep diri nyata dan konsep din ideal
sebaliknya,
dalam
kala prioritas
s
aktrvnas dan mengorganisasikan diri serta
sangat signifikan antara kesesuaian konsep nyata
tertentu
pembuatan
hi
ahwa
b
awancara,
w
subjek
roleh
dipe
penelitian
men
patkan gambaran tenlang konsep dirinya alui
mel
dan
dari
a sumber,
du
n.
orang lai
eroleh dengan
dip
yaitu dari
diri
endiri
s
ambaran dari diri sendiri
G
ara
c
melakukan
proses
sadaran diri (awareness), yang biasanya
ke
di
kena1
dengan
i
stilah
introspekst.
mentara gambaran dari orang lain dengan
ara
c
masukan l
kedua ha
orang
umpan J
ain .
rsebut, subjek
te
kekuatan dan Dengan
meminta
dari
Se
diperoleh
balik
atau
Berdasarkan
bisa
ngetahUt
me
elemahan yang dlmilikinya.
k
mengetahui
kekurangan
han tersebut, subjek merasa
lebi
melakukan penyesuaian dtri.
dan
ke
ebih mampu
l
enyesuaian
P
diri yang dilakukan ttdak Jain bertujuan untuk
73
Juriana
mengarahkan baiknya.
kehidupan
Oengan
kata
dengan
lain,
sebaik
secara
tidak
bukan organisasi yang
siswa,
kerja yang profesional.
langsung, hal lnl menguatkan hipotesis yang
mengherankan
diajukan peneliti tentang adanya hubungan
penelitian
antara
kemahasiswaan lebih bersifat
kesesuaian
konsep diri
nyata dan
ideal dengan kemampuan manajemen diri. Berdasarkan ketahui
juga
hasil
bahwa
ana1isis
data,
kesesuaian
di·
antara
nyebabkan jemen diri pelaku
bangan
j
yang
cukup
besar
yaitu
63. 1 0
subjek
bahwa organisasi profesional
protesional kerja.
tiriggi rendah
Hat ini
kemampuan
me
rnana
yang ada di kalangan mahasiswa
organisasi
abatan
kebanyakan
mengat8kan
moral, bukan
konsep d1ri nyata dan ideal memberi sum
jika
menuntut cara
Karena itu, tidaklah
yang
ak
tid
dapat
dimiliki,
ditentukan
melainkan
ari
d
bersifat
persen terhadap kemampuan manajemen
relatif, tergantung kepada kesadaran ma·
diri.
sing-masing
Besarnya
sebabkan posisi
sumbangan
konsep
yang
diri
panting
itu
tersebut
sendiri
dalam
di·
memiliki
menentukan
ndividu.
i
kemahasiswaan
tuntutan secara
ormal bagi pemegang ja·
an tertentu untuk
bat
pada situasi sesuai dengan persepsi tentang
diri dengan tingkat
dirinya
jab
dunianya.
la
bereaksi
pada
atan
melakukan
manajemen
ertentu pula, sehingga
t
k dapat dijadikan
prediksi
tida
realltas seperti yang dipersepsikan olehnya
bahan acuan untuk menentukan
dengan cara yang sesuai dengan konsep
ting
dirinya
(Roger$
datam
Rakhmat.
apat
simpulkan bahwa
suwido, 1992) menguatkan bahwa konsep
nempaU
posisi
diri
nentukan
peri1aku
yang
dinamis
dari
di
sistem kognitif dan afektif dalam diri iMdividu
akan_
yang berfungsi untuk mengarahkan
melakukan
me-
Lebih jauh, pentingnya
nyata
konsep diri d1karenakan konsep diri
Kese
ngendalikan perilaku. peranan
dan
merupakan internal frame of reference, yaitu acuan
tingkah
seorang
laku
(Meichati
Hasil
penelitian
ttdak
adanya
puan
manajemen
pelaku
dan
dalam lnl
penyesuaian Sulistyani,
juga
perbedaan din
se
1990).
menunjukkan
lingkat
antara
kemam
mahasiswa
organisasi yang berstatus top
execu
terarah
dan
organisasi
dengan kondisi
kemahais w aan
Sebagaimana
itu
send iri.
diketahui bahwa orgamsasi
kemahasiswaan adalah wahana
dan
pengembangan
mahasiswa
ke
arah
perluasan
dekiawanan Dengan
diri dan aspiras,
serta
wawasan integritas
dan
sarana
kecen
kepribadian.
demikian, organisasi kemahasiswa
an adalah
tempat berlatih
bagi para maha-
dengan
erilaku
P
baik
ika
j
dapat
ia
nyesuaian antara konsep din
konsep diri ideal yang dimilikinya. konsep
diri
pada
i
ndividu. ahkan
nyata dan
untuk
dapat
in gg i ,
melakukan
i
nd ivi du
l
manajemen
pai
menca
tidak
namun
tujuan
lingkungan
din .
mampu
uga
ampuan
mendukung.
manajemen
dividu diharapkan depannya
me
untu k
dan
engan
D
yang
·ctiri
dapat
dengan
pelaku
juga
efektif
tersebut, seperti: membuat
in
i wa
mampu
j
mengorganisasikan diri
yang
kem
mahas s
sekedar
angkah-langkah
skala prioritas,
berarti
yang
tujuan untuk setiap aktivitas yang
kukannya.
nggi
ti
merencanakan baik,
dan
untuk
·
organisasi, masa depan
dicapainya
ara dunia akademis
ant
kondisi
ke
membuat
masa
suatu
mampuan manajemen diri yang
Oengan
t
yaitu
ndividu yang bersangkutan
i
dan
keseimbangan dunia organisasi
PSIKOLOGlKA Nomor 9
74
me
indtvrdu
pe
memud
lakukan
terjadi berkaitan
individu.
diri me·
datam
deal akan menciptakan kondisi kongruen
dila
nampaknya
konsep
panting
i
live (l<'etua umum) dengan yang berstatus ini
yang
suaian antara
non top executive (ketua bidang).
Hal
iri.
d
rdasarkan semua uraian yang ada,
Be
d
komponen
atau
daan
perbe
kat kemampuan manajemen
1985).
Sementara Markus dan Wurf (dalam Parto
adalah
ak ada
tid
f
tingkah laku individu. lndividu akan bereaksi
dan
engan kata lain, di
O
dalam organisasi
Tahun V 2000
Kesesualan antara Kcnseo Diri Nyata dan Ideal dengan Kemampuan Manajemen Dir!...
yang
dijalaninya.
Dengan
kata
lain
dapat
DAFTAR
PUSTAKA
disimpulkan juga bahwa aktif berorganisasi Burns, dapat
memberikan
kontribusi
positil
A.
Theory, mahasiswa tanpa reka
sejauh
menggangnu
mereka
mampu
1979. The Self Concept,
B.
In
bagi
studi
me·
Measurement,
and Behavior.
London:
Development, Longman
Inc.
metakukan
manajemen terhadap dirinya sendiri.
S. A.1994. TujuhKebiasaanMausia
Covey,
Yang
Sangat
Jakarta:
Efektif (terjemahan).
Binarupa Aksara.
PENUTUP
__ . 1996. First Things First, Dahufukan
Sfmpulan
Yang Utama (terjemahan). Berdasar kan
bahwa
antara
hasil analisis dapat disimpul· semakin
konsep
diri
tinggi
nyata
Gramedia
Pustaka
Jakarta:
PT
Utama.
kesesuaian
dan
ideal
yang
Calhciun. J.F.
&
Acocella,
J.R. 1995.Psiko·
dimiliki mahasiswa pelaku orqarusast (da!am
/ogJ Tentang Penyesuaian dan Hubungan
hal ini Senat Mahasiswa dan Badan Ekse
Kernanusiaan (terjemahan).
kutif Mahasiswa tingkat fakultas), semakin
IKIP
Semarang
Semarang:
Press.
tinggi pula kemampuan manajemen diri yang dapat dilakukannya, beqrtupun sebaliknya. Kesesuaian ideal
antara
konsep
dapat menjadi
diri
nyata
Douglas, M. E.& Douglas, D. N. 1900.Manage Your
dan
creoktor yang cukup
Time,
Manage
Manage Your Self.
Your
Work,
New York: Amacom.
kuat bag1 kemarflpuan manajemen diri.
T.
Gie,
Selain itu, pengembangan 0-Sort sebagai
1996. Strategi Hidup Sukses.
L.
Yogyakarta:
Penerbit Liberti.
salah satu metode pengukuran yang telah dilakukan dapal digunakan oleh peneliti lain.
A. E. 1978.Adolencense. 2nd Ed.
Grinder, New
Hall,
Saran
C.
York:
s.
&
John Wiley
Undzey,
Personality.
and Sons
G. 1959.Theoriesof
New York
: John Wiley
and
Bagi peneliti selanjutnya dapat mengem Sons,
Inc.
bangkan penelitian ml. baik dari segi tema maupun metode O·Sorl yang telah di\aku kan.
dengan
memberlakukan
pada
jents
Hurlock,
E.
B.
1980.Deve/opmental Psy·
chology: A Life Span Approach. 5th .Ed.
sub;ek selain mahasiswa pelaku organisasi
New
yang ada
ing Company Ltd.
Badan
dan
di Senat Mahasiswa Faku!tas dan
Delhi:
Tata
McGraw-Hill
Publish-
'
Eksekutil Mahasiswa Fakultas UGM,
dapat
rnempejtuas
jumlah
subjek
Lakein. A.
1997. Langkah·LangkahKeber
hasifan Menguasai Waktu dan Hidup
penelilian. Mahasiswa umumnya dan mahasiswa pelaku organisasi m e numbuh k an mengenah
khususnya,
k esadaran
perlu
untuk
untu k
lebih
(terj emahan Tahapary).
oleh
H arahap
Cetakan
ketrqa.
A.
dan
Jakarta:
Pustaka Tangga.
potensi diri yang dimilikinya. Hal Macan, T. H. 1994. Time Management: Test
ini sangat
beralasan karena usaha tersebut of
a Process Model. Journal of Applied
dapat berperan besar dalam usaha mereka .
Psychology,
3,
381-391.
melakukan manajemen diri. •
PSIKOLOGIKA NOITIOf 9 Tahun V 2000
75
r
Juriana
Manz.
C.C.
1986.
Seni Memimpin
Diri
Rogers, C.R. 1961.0nBecomingaPerson.
Sendiri. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Middlebrook, P. N. 1974.Sociaf Psychology
Boston: Hough1on Mifflin Company.
1953. TheStudyofBehav
Stephenson, W.
and Modem Ute. New York: rv\cGraw Hill
ior: Q-Technique and Its Methodology.
Publisher,
London: Chicago Press.
Inc.
Partosuwido. S. A. 1992. Penyesuaian Diri
B.
Sulistyani,
Mahasiswa Dalam Kaitannya Dengan
Konsep
Konsep Oiri, Pusat Kendali, dan Status
Kalangan
Perguruan
Tinggi.
Disertasi (tidak di
Yogyakarta:
terbitkan).
M.
Hubungan Perilaku
Siswa·Siswa
Antara Nakat
STM
Negeri
di
1 ·
Kodya Yogyakarta fntisari Skripsi (tidak
Fakultas
diterbitkan).
Psikologi UGM.
Pedler,
1990.
Diri dengan
Yogyakarta:
Fakultas
Psikologi UGM.
& Boydetl,
T.
1985. Managing
Utami,
W.
1998.
Perbedaan
Tingkat
Yourself. London: Harper Collins Pub·
Kecemasan
fishers.
BEM Dengan Tingkat Kecemasan Non Akt ivis
Prawitasari.
J.E.
1993.
Masyarakat. Psikologi
Kepemimpinan
Handout
UGM
(tidak
Kuliah
di
di
Kedokteran
S2
antara
Li
n g kungan
Karya
UGM.
(tidak diterbitkan).
diterbitkan).
Aktivis
SM
dan
Fakultas
Tulis llmiah
ogyakarta: Fakultas
Y
Kedokteran UGM.
Yogyakarta. Wicaksana, Rakhmat,
J.
1985.
Psiko/ogi Komunikasi.
Bandung: Penerbit Aosdakarya C.V.
Robinson. J . P . & Shaver, P . A . 1973Mea
latan Rakyat.
Wijayanti,
sures of Social Psychological Attitudes.
Michigan: The
lnstitues for Social
1998. Demo,
.
I
IP Tinggi dan
Kematangan Emosiona/. Dalam Kedau
Re
Kerja
992.
1
1998.
ogyakarta.
Y
ubungan
H
Kesen
ldeal-Diri Nyata Datam Kerja
Diri
ngan
De
search. The University of Michigan.
A. W.
an
jang
29 April
otivasi
M
Wanita
Kerja
Pada
Matahari
Tenaga
epartemen
O
Store Yogyakarta. Skripsi (tidak diterbit Rogers. C. A. & Dymond, A. F. 1956.Psy
kan).
Yogyakarta:
Fakultas
Psikologi
chotherapy and Personality Change. UGM. Chicago : University of Chicago Press .
.. .. ..
76
PSIKOLOGIKA Nomor 9
Tahun V 2000