7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Pemasaran a. Pengertian Pemasaran Pemasaran adalah proses sosial yang dengan proses itu individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain3. Pemasaran adalah suatu kegiatan perekonomian yang menbantu dalam menciptakan ilmu ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menciptakan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan, keinginan, dan permintaan.4 Philip Kotler dikutip dari Rini Lestari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Jakarta, pemasaran adalah penjualan yang dilakukan lewat sebuah sistem. Jika digabungkan, komunikasi pemasaran mempresentasikan suatu proses sosial dan manajerial yang membuat suatu kelompok memperoleh apa yang
3
Philip Kotler, Benyamin Molan, Manajemen Pemasaran, Edisi Kesebelas, Jilid 1 (Klaten: PT Intan Sejati,2005), 4 Muhammad Alwi, Skripsi “Evaliasi Pemasaran Produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah Dengan Akad Murabahah (Studi Pada Bank Permata Cabang Kebon Jeruk Jakarta)” Konsentrasi Perbankan Syariah Program Studi Muamalat Fakultas Syariah Dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta 2011
8
mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran (feedback) timbal balik antara produk dan nilai dengan orang lain.5 b. Bauran Pemasaran Bauran pemasaran (marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran.6 Dalam buku Manajemen Bisnis Berbasis Hasil Penelitian, Kotler menyatakan: “marketing mix as a set of controllable tactical marketing tools that the firm blends to produce the result it wants in the target market.” yakni “bauran pemasaran sebagai seperangkat alat pemasaran taktis terkendali bahwa perusahaan memadukan untuk menghasilkan hasil yang diinginkan dalam pasar sasaran.”7 Berikut ini akan dijelaskan terkait unsur yang terdapat dalam marketing mix diantaranya:8 1) Produk (Product) Adalah barang dan jasa yang bisa ditawarkan di pasar untuk mendapat perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan. Dlam pengelolaan
5
Rini Lestari, “Sales Promotion Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Mobil Low Cost Green Car Daihatsu Aylapada Pt. Astra Internasional Tbk Cabang Ciledugkota Tangerang” (Jakarta: Avant Garde | Jurnal Ilmu Komunikasi VOL 3 NO.1 Juli 2015) hlm.87 6 Philip Kotler, Benyamin Molan, Manajemen Pemasaran... hlm.17 7 Kumpulan Artikel Hasil Penelitian Bisnis Dari Jurnal Strategic, Manajemen Bisnis (Berbasis Hasil Penelitian), (Bandung: Alfabeta), hlm.5 8 Dadang Fitriono, Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Kepuasan Konsumen Pada B-Fun Resto Ngunut Tulungagung Ditinjau dari Perspektif Etika Bisnis Islam, Program Studi Mu’amalah Jurusan Syari’ah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung 2013,Tulungagung.
9
produk termasuk pula perencanaan dan pengembangan produk dan atau jasa yang baik untuk dipasarkan oleh perusahaan. Perlu adanya suatu pedoman untuk mengubah produk yang ada, menambah produk
baru,
atau
mengambil
tindakan
lain
yang dapat
mempengaruhi kebijaksanaan dalam menentukan produk. Selain itu, keputusan-keputusan juga perlu diambil menyangkut masalah pemberi merk, pembungkusan, warna dan bentuk produk lainnya. 2) Harga (Price) Adalah sejumlah kompensasi (uang maupun barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah barang atau jasa. Dalam kebijaksanaan harga, manajemen harus menentukan harga dasar dari produknya, kemudian menentukan kebijaksanaan menyangkut potongan harga,pembayaran ongkos kirim dan hal-hal lain yang berhubungan dengan harga. 3) Promosi (Promotion) Adalah kegiatan yang secara aktif dilakukan perushaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan. Promosi ini merupakan komponen yang dipakai untuk memberitahu dan mempengaruhi pasar bagi produk perusahaan. Adapun kegiatankegiatan yang termasuk dalam promosi adalah: periklanan, personal
selling,
masyarakat.
promosi
penjualan,
publisitas,
hubungan
10
4) Distibusi (Place) Adalah kegiatan yang secara aktif dilakukan perusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan. Sebagian dari tugas distribusi adalah memilih perantara yang akan digunakan dalam saluran distribusi, serta mengembangkan sistem distribusi yang secara fisik menangani dan mengangkut produk melalui saluran tersebut. Ini dimaksudkan agar produknya dapat mencapai pasar yang dituju tepat pada waktunya. c. Pemasaran Dalam Perspektif Islam Pemasaran dalam Islam memiliki posisi yang berbeda dengan pemasaran konvensional, bukan hanya secara konsep tapi juga penerapan strategi di lapangan.Hal ini terlihat pada diri Rasulullah Saw sebagai seorang pedagang sekaligus marketer handal dan sukses dari masa ke masa. Beliau dalam melakukan aktivitas dagang atau bisnis sangat mengedepankan etika sebagai kunci kesuksesan bisnis, bukan hanya berorientasikan kepada profit semata tapi juga sebagai wasilah untuk menggapai kesejahteraan dunia dan akhirat.9 Hermawan Kertajaya “Syariah marketing is a strategic business discipline that directs the process of creating, offering and exchanging values from one inisiator to its stakeholders and the whole process should be in accordance with mualamah priciples in Islam”. Seperti
9
Dadang Fitriono, Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Kepuasan Konsumen Pada B-Fun Resto Ngunut Tulungagung Ditinjau dari Perspektif Etika Bisnis Islam, Program Studi Mu’amalah Jurusan Syari’ah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung 2013,Tulungagung. Hal.37
11
dinyatakan dalam tulisan lain, bahwa marketing adalah merupakan strategic bisnis, yang harus memayungi seluruh aktivitas dalam sebuah perusahaan, meliputi seluruh proses, menciptakan, menawarkan, pertukaran nilai, dari seorang produsen, atau satu perusahaan , atau perorangan, yang sesuai dengan ajaran Islam.10 Lebih lanjut Hermawan menguraikan karakteristik dari syariah marketing ini terdiri atas beberapa unsur yaitu: 1) Ketuhanan Yaitu satu keyakinan yang bulat , bahwa semua gerak gerik manusia selalu barada dibawah pengawasan ilahi, Yang Maha Kuasa, Maha Pencipta,Maha Pengawas. Oleh sebab itu semua insan harus berperilaku sebaik mungkin, tidak berperilaku licik, suka menipu, mencuri milik orang lain, suka memakan harta orang lain dengan jalan yang bathil dan sebagainya. Nilai Rabbaniyah ini melekat atau menjadi darah daging dalam pribadi setiap muslim, sehingga dapat mengerem perbuatan tecela dalam dunia bisnis. 2) Etis (Akhlaqiah) Artinya semua perilaku berjalan diatas norma etika yang berlaku umum. Etika adalah kata hati dan kata hati in adalah kata yang sebenarnya, the will of God, tidak bisa dibohongi. Oleh sebab itu hal ini menjadi panduan para marketer syariah selalu
10
Buchari Alma, Donni Juni Priansa, Manajemen Bisnis Syariah, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm.258
12
memelihara setiap tutur kata, perilaku dalam berhubungan bisnis dengan siapa saja. 3) Realistis (Al-Waqiiyyah) Artinya sesuai dengan kenyataan, jangan mengada-ada apalagi yang menjurus kepada kebohongan. Semua transaksi yang dilakukan harus berlandaskan pada realita, tidak membeda-bedakan orang, suku, warna kulit. Semua tindakan penuh dengan kejujuran. Bahkan ajaran Rasulullah tentang sifat realistis ini ialah jika anda menjual barang ada cacat nya maka katakanlah kepada calon pembeli, bahwa barang ini ada sedikit cacatnya. Demikian mulianya ajaran Rasulullah, sangat relistis, jangan sekali-kali mengelabui orang, ini harus diikuti oleh umatnya. 4) Humanistis (Al-Insaniyah) Humanistis
artinya
berperi
kemanusiaan,
hormat
menghormati sesama, marketing berusaha membuat kehidupan menjadi
lebih baik. Jangan sampai kegiatan marketing malah
sebaliknya merusak tatanan hidup di masyarakat, menjadikan perikehidupan
bermasarakat
terganggu
,
seperti
hidupnya
gerombolan hewan, tidak ada aturan dan yang kuat yang berkuasa. Juga dari segi marketer sendiri, jangan sampai menjadi manusia serakah, mau menguasai segalanya, menindas dan merugikan orang lain.
13
2. Promosi a. Pengertian Promosi Promosi merupakan kegiatan marketing mix yang terakhir. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sama pentingya dengan ketiga kegiatan diatas, baik produk, harga, dan lokasi. Dalam kegiatan ini setiap bank berusaha untuk mempromosikan seluruh produk dan jasa yang dimilikinya baik langsung maupun tidak langsung.11 Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen beum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk tersebut akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan pernah membelinya. Pada hakikatnya menurut Buchari Alma.12 Aspek penting dalam hubungan masyarakat adalah kegiatan masyarakat adalah promosi. Kegiatan ini menyangkut perumusan dan penerapan program-program khusus dan melaksanakan kegiatankegiatan tertentu yang bertujuan memperluas pasaran suatu bank. Adalah penting kegiatan promosi bank itu didasarkan atas anjuran pokok tentang hubungan kemasyarakatan tersebut di atas, tetapi fakta bahwa masing-masing bank bersaingan dengan bank-bank lain dan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya, tidak pula dapat diabaikan. Aspek promosi dari suatu program hubungan kemasyarakatan meliputi sebagian besar daerah kompetisi langsung dengan lembaga-lembaga 11
Kasmir, SE, Pemasaran Bank, (Jakarta:Prenada Media, 2004), Edisi Pertama, Hal.175 Ratih Huriyati, Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen cetakan ketiga (Bandung:Alfabeta, 2010), Hal.57 12
14
lain. Untuk mendapatkan bagian bisnis perbankan dan laba yang dapat diperoleh dari situ. Kegiatan promosi antara lain meliputi iklan bank, program mengunjungi nasabah, dan laithan para karyawannya dalam aspek hubungan kemasyarakatan dari pekerjaan mereka.13 b. Tujuan Promosi Tujuan
utama
dari
promosi
adalah
menginformasikan,
mempengaruhi dan membujuk serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. Secara rinci tujuan promosi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut14 : 1) Menginformasikan (informing) Dapat Berupa: Menginformasikan pasar mengenai keberadaan suatu produk baru, memperkenalkan cara pemakaian yang baru dari suatu produk, menyampaikan perubahan harga kepada pasar, men jelaskan cara kerja suatu produk, menginformasikan jasa-jasa yang disediakan oleh perusahaan, meluruskan kesan yangkeliru, mengurangi ketakutan atau kekhawatiran pembeli, dan membangun citra perusahaan. 2) Membujuk Pelanggan Sasaran (persuading) untuk : Membentuk pilihan merk, mengalihkan pilihan ke merk tertentu, mengubah persepsi pelanggan terhadap atribut produk, mendorong pembeli untuk belannja saat itu juga, dan mendorong pembeli untuk kunjungan wiraniaga (salesmen). 13
Simungan Muchdarsyah, Strategi Manajemen Bank, cetakan pertama (Jakarta:PT Rineka Cipta, 1994) hal.288 14 Ratih Huriyati, Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen... hlm.58
15
3) Mengingatkan (reminding), dapat terdiri atas : Mengingatkan pembeli bahwa produk yang bersangkutan dibutuhkan dalam waktu yang dekat, mengingatkan pembeli akan tempat-tempat yang menjual produk perusahaan, membuat pembeli tetap ingat walaupu tidak ada kampanye iklan, dan menjaga agar ingatan pertama pembeli jatuh pada produk perusahaan. c. Bauran Promosi Bauran promosi meliputi: Personal Selling, Mass Selling, Promosi Penjualan, Public Relation, Dan Direct Selling. 1) Personal Selling Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya. 2) Mass Selling Mass selling merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dalam satu waktu. Ada dua bentuk utama mass selling, yaitu : a) Periklanan Periklanan adalah seluruh proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan iklan.
16
b) Publisitas Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang, dan jasa secara non personal, yang mana orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu. 3) Promosi Penjualan Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangasang pembelian produk dengan segera dan atau meningkatkann jumlah barang yang dibeli pelanggan. 4) Public Relations Public relations merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk memepengaruhi persepsi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut. Yang dimaksud dengan kelompok-kelompok itu adalah mereka yang terlibat, mempunyai kepentingan, dan dapat mempengaruhi
kemampuan
perusahaan
dalam
mencapai
tujuannya. 5) Direct Marketing Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarang lokasi.
17
Bauran pemasaran jasa terdapat 7 unsur marketing mix yaitu: produk, price, promotion, place, partisipant, proses, dan physical evidence15. 1) Produk Produk merupakan elemen penting dalam sebuah program pemasaran.
Strategi
produk
dapat
mempengaruhi
strategi
pemasaran lainnya. Pembelian sebuah produk bukan hanya sekedar untuk memiliki produk tersebut tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. 2) Price Price atau harga merupakan pengorbanan ekonomis yang dilakukan pelanggan untuk memperoleh produk atau jasa. Selain itu harga salah satu faktor penting konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi atau tidak. 3) Promotion Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari penjual kepada konsumen atau pihak lain dalam saluran penjualan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku. Melalui periklanan suatu perusahaan mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat melalui media media yang disebut dengan media massa seperti koran, majalah, tabloid, radio, televisi dan direct mail. Media promosi yang dapat digunakan pada bisnis ini antara lain (1) periklanan, (2) promosi penjualan, (3) publisitas dan 15
http://www.ekomarwanto.com/2012/04/marketing-mix-7p-produk-pricepromotion.html?m=1
18
hubungan masyarakat, dan (4) pemasaran langsung. Penentuan media promosi yang akan digunakan didasarkan pada jenis dan bentuk produk itu sendiri. 4) Place (Saluran Distribusi) Kotler menyatakan “Saluran distribusi terdiri dari seperangkat lembaga yang melakukan segala kegiatan (Fungsi) yang digunakan untuk menyakurkan produk dan status pemiliknya dari produsen ke konsumen”. Dari definisi diatas dapat diartikan bahwa saluran distribusi suatu barang adalah keseluruhan kegiatan atau fungsi untuk memindahkan produk disertai dengan hak pemiliknya dari produsen ke konsumen akhir atau pemakai industri. Distribusi berkaitan dengan kemudahan memperoleh produk di pasar dan tersedia saat konsumen mencarinya.
Distibusi memperlihatkan
berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menjadikan produk atau jasa diperoleh dan tersedia bagi konsumen sasaran. 5) People (Partisipan) Yang dimaksud partisipan disini adalah karyawan penyedia jasa layanan maupun penjualan, atau orang-orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses layanan itu sendiri. 6) Process (Proses) Proses adalah kegiatan yang menunjukan bagaimana pelayanan diberikan kepada konsumen selama melakukan pembelian barang. Pengelola usaha melalui front liner sering menawarkan berbagai
19
macam bentuk pelayanan untuk tujuan menarik konsumen. Fasilitan jasa konsultasi gratis, pengiriman produk, credit card, card member dan fasilitas layanan yang berpengaruh pada image perusahaan. 7) Physical evidence (Lingkungan Fisik) Lingkungan fisik adalah keadaan atau kondisi yang di dalamnya juga termasuk suasana. Karakteristik lingkungan fisik merupakan segi paling nampak dalam kaitannya dengan situasi. Yang dimaksud dengan situasi ini adalah situasi dan kondisi geografi dan lingkungan institusi, dekorasi, ruangan, suara, aroma, cahaya, cuaca, peralatan, dan layout yang nampak atau lingkungan yang penting sebagai obyek stimuli. d. Promosi dalam Perspektif Islam Promotion, adalah penggunaan teknik-teknik promosi berupa iklan, personal selling, diskon, dan public relation. Banyak pelaku bisnis menggunakan teknik promosi dengan memuji-muji barangnya setinggi langit dan tidak segan-segan mendiskreditkan produk saingan. Bahkan ada kejadian, produk saingan diisukan kemudian dilepas kepasar, sehingga lawannya memperoleh citra tidak baik dari publik. Tidak boleh mengatakan bahwa modal barang ini mahal jadi harganya tinggi, dan sudah banyak orang yang membeli produk ini,tapi kenyataannya tidak. Untuk melariskan jual belinya para pedagang tidak segan-segan melakukan sumpah palsu. “Sumpah yang diucapkkan
20
untuk
melariskan
dagangan,
dapat
merusak
keuntungannya”
(HR Muslim). Juga tidak dibenarkan, para penjual main mata dengan teman-temannya agar pura-pura berminat dengan barang yang dijual dan membelinya dengan harga mahal sesuai dengan harga yang diminta penjual. Ini disebut najasi, praktek ini sangat dilarang oleh Muhammad. Konsep
promosi,
dimana
pada
prinsipnya
dalam
mempromosikan suatu barang diperbolehkan. Hanya saja dalam berpromosi tersebut harus mengedepankan faktor kejujuran dan menjauhi penipuan. Disamping itu, metode yang dipakai dalam berpromosi tidak bertentangan dengan syariah Islam. Artinya, dengan beragam promosi yang dilakukan tidak dibungkus dengan kedok penipuan dan kebohongan. Kualitas barang sesuai dengan yang dipromosikan bukan sebaliknya, serta dalam penyajiannya di berbagai media promosi yang dilakukan tidak mengandung unsur pornografi, karena hal demikian yang tegas dilarang dalam Islam. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw, dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiallahuanhu, bahwa dia mendengar Rasulullah Saw bersabda: “jauhilah oleh kalian banyak bersumpah dalam berdagang, karena dia (memang biasanya) dapat
melariskan
dagangan
tapi
kemudian
menghapuskan
(keberkahannya).” (HR Muslim)16
16
Dadang Fitriono, Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Kepuasan Konsumen Pada B-Fun Resto Ngunut Tulungagung Ditinjau dari Perspektif Etika Bisnis Islam, Program Studi Mu’amalah Jurusan Syari’ah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung 2013,Tulungagung.
21
Dalam ayat tersebut menjelaskan tentang larangan melakukan sumpah palsu dalam berdagang karena akan menghilangkan keberkahan walau mendapat keuntungan. Sebagaimana Rasulullah Saw tidak pernah melebih-melebihkan produk dengan maksud untuk memikat pembeli. Praktek sumpah palsu dalam kegiatan bisnis saat ini sering dilakukan, karena dapat meyakinkan pembeli dan pada gilirannya meningkatkan daya beli atau pemasaran. Namun, harus disadari, bahwa meskipun keuntungan yang diperoleh berlimpah tetapi hasilnya tidak berkah. Rasulullah S.A.W. lebih menekankan pada hubungan dengan pelanggan yang dikenal dengan istilah saat ini Customer Relationship Management atau istilah yang lebih baru Customer Experience Management yang tidak hanya memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan tetapi juga memahami yang dipikirkan pelanggan. Nabi Muhammad SAW sangat memahami pelanggannya.17 Strategi promosi Rasulullah SAW tersebut meliputi: memilki kepribadian spiritual (taqwa), berperilaku baik dan simpatik (siddiq), memilki kecerdasan dan intelektualitias (fathanah), komunikatif, transparan dan komunikatif (tablig), bersikap melayani dan rendah hati (Khidmah), jujur, terpercaya profesional, kredibilitas dan bertanggung jawab (Al-Amanah), tidak Suka berburuk sangka (su’uzh-zhann), tidak suka menjelekjelekkan (ghibah), tidak melakukan sogok atau suap 17
Miftakhul Ulum, Perspektif Hukum Islam Tentang Penjualan Rokok Dengan Cara Promosi Oleh Sales Promotion Girls (SPG), Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Fakultas Syariah Jurusan Muamalah Surabaya 2010, Surabaya.
22
(risywah) , berbisnislah kalian secara adil, demikian kata Allah. Dari sembilan etika pemasar tersebut empat diantaranya merupakan sifat Nabi SAW dalam mengelola bisnis yaitu shiddiq, amanah, fatahanan dan tablih yang merupakan ”Key Succes Factor ”.18 a. Memilki Kepribadian Spiritual (Taqwa) Sebuah Hadist diriwayatkan dari Umar R.A. yang mengatakan,”Aku
mendengar
Rasulullah
SAW
bersabda:
Sekiranya kalian bertawakal(menyerah) kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh, Allah akanmemberikan rezeki kepada kalian seperti burung yang keluar di pagi hari dengan perut kosong (lapar), tetapi kembali di sore hari dengan perut penuh (kenyang). ”Hadist ini dengan jelas menerangkan bahwa betapa Allah akan memudahkan rezeki kepada kita sepanjang kita tetap bertawakal kepada-Nya dengan sungguh-sungguh”. b. Berperilaku Baik dan Simpatik (Ash-Siddiq) Prinsip ini harus melandasi seluruh perilaku ekonomi manusia, baik produksi, distribusi maupun konsumsi. Nabi Muhammad SAW pada zamannya, menjadi pelopor perdagangan berdasarkan prinsip kejujuran, transaksi bisnis yang fair, dan sehat, sehingga ia digelar sebagai Al-Amin. Ia tak segan-segan mensosialisasikannya dalam bentuk edukasi langsung dan statemen yang tegas kepada para pedagang. Bagi seorang yang terlibat 18
Miftakhul Ulum, Perspektif Hukum Islam Tentang Penjualan Rokok Dengan Cara Promosi Oleh Sales Promotion Girls (SPG), Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Fakultas Syariah Jurusan Muamalah Surabaya 2010, Surabaya.
23
dalam kegiatan pemasaran sifat Ash-Shiddiq (benar dan jujur) haruslah menjiwai seluruhya perilakunya dalam melakukan pemasaran, dalam berhubungan dengan pelanggan , dalam bertranskasi dengan nasabah, dan dalam membuat perjanjian dengan mitra bisnis. c. Memilki Kecerdasan Dan Intelektualitias ( Fathanah ) Kegiatan ekonomi dan bisnis mengharuskan didasarkan dengan ilmu, skills, jujur, benar, kredible dan bertanggung jawab dalam berekonomi dan berbisnis. Para pelaku ekonomi harus cerdas dan kaya wawasan agar bisnis yang dijalankan efektif dan efisien dan bisa memenangkan persaingan dan tidak menjadi korban penipuan. Dalam dunia bisnis sifat fatanah memastikan bahwa pengelolaan bisnis, perbankan atau lembaga bisnis apa saja harus
dilakukan
secara
smart
dan
kompetitif,
sehingga
menghasilkan keuntungan maksimum dalam tingkat risiko yang rendah. d. Berbisnislah Kalian Secara Adil, Demikian Kata Allah SWT. Mari kita lihat potongan firman-Nya, ”Berusahalah secara adil dan kamu tidak boleh bertindak dengan tidak adil.” Ini adalah salah satu bentuk akhlak yang harus dimiliki seorang pemasar yang berbasis Islam. Berbisnis secara adil adalah wajib hukumnya, bukan hanya imbauan dari Allah Swt. Sikap adil (Al-’Adl) termasuk
di
antara
nilai-nilai
yang
Islam.
Islam
telah
24
mengharamkan kezaliman
dan
setiap
hubungan
mewajibkan
bisnis
yang
terpenuhinya
mengandung
keadilan
yang
teraplikasikan dalam setiap hubungan dagang dan kontrak-kontrak bisnis. Oleh karena itu, Islam melarang Bai’ Al-Gharar (jual beli yang tidak jelas sifat-sifat barang yang ditransaksikan) karena mengandung unsur ketidakjelasan yang membahayakan salah satu pihak yang melakukan transaksi. Hal itu akan menjadi suatu kezaliman terhadapnya. Jika unsur Gharar (ketidak jelasan) yang terjadi dalam transaksi bisnis terbilang kecil, hal tersebut masih dapat ditoleransi. Akan tetapi, iika unsur gharar ini sangat besar, transaksi bisnis tersebut terlarang dalam bisnis Syariah. Begitu pula Islam melarang setiap hubungan dagang yang mengandung penipuan. e. Komunikatif, Transparan Dan Komunikatif (Tablig) Orang yang memilki sifat tabligh, akan menyampaikannya dengan benar (berbobot) dan dengan tutur kata yang tepat (Bi AlHikmah) bersikap melayani dan rendah hanti. Para pelaku pemasaran harus mampu menyampaikan keungggulan-keunggulan produknya dengan jujur dan tidak harus berbohong dan menipu pelanggan Pelaku pemasaran harus menjadi komunikator yang baik, yang bisa bicara benar dan Bi Al-Hikmah (bijaksana dan tepat dan sasaran) kepada mitra bisnisnya. f. Bersikap Melayani Dan Rendah Hati (Khidmah).
25
Rasulullah bersabda bahwa salah satu ciri orang beriman adalah mudah bersahabat dengan orang lain, dan orang lain pun muda bersahabat dengannya. Rasulullah SAW bersabda, ”Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang murah hati, sopan pada saat dia menjual, membeli, atau saat menuntut haknya. ”Al-Quran memerintahkan dengan sangat ekspresif agar kaum Muslim bersifat lembut dan sopan santun manakala berbicara dan melayani pelanggan. g. Jujur, Terpercaya Profesional, Kredibilitas Dan Bertanggung Jawab (Al-Amanah). Sifat amanah merupakan karakter utama seorang pelaku pemasaran dan semua umat manusia. Sifat amanah menduduki posisi yang paling penting dalam ekonomi , bisnis dan dunia pemasaran .Tanpa adanya amanah perjalanan dan kehidupan pemasaran dan bisnis pasti akan mengalami kegagalan dan kehancuran. Dengan demikian setiap pelaku pemasaran mestilah menjadi orang yang profesional dan bertanggung jawab, sehingga ia dipercaya oleh masyarakat dan seluruh pelanggan. Dalam dunia bisnis Islami yang berkembang saat ini sifat amanah menjadi kunci sukses kegiatan bisnis tersebut di masa depan. Jika pelaku bisnis Islami menciderai gerakan bisnisnya dengan sifat dan praktek nonamanah (seperti tidak profesional, tidak bertanggung jawab dan
26
tidak kredible, maka seluruh masyarakat akan kehilangan kepercayaan bisnis tersebut. h. Tidak Suka Berburuk Sangka (Su’uzh-zhann) Tidak boleh satu pengusaha menjelekkan pengusaha yang lain, hanya bermotifkan persaingan bisnis. Allah Swt. berfirman, ”Hai orangorang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Sukakah di antara salah seorang kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?.” Dalam haji wada’, Rasulullah Saw pernah berkhutbah di hadapan kaum muslim. Di antara isi khutbahnya itu berbunyi, ”Sesungguhnya darah-darah dan harta-harta kamu haram merusakkannya, sehingga kamu haram merusak kehormatan harimu, di bulanmu ini dan di negerimu.” i. Tidak Suka Menjelek-jelekkan (Ghibah) Penyakit hati yang lain, selain su’uzh-zhann adalah ghibah. Dilarang ghibah (mengumpat atau menjelek-jelekkan). Seperti firman Allah,”Dan jangan sebagian dari kamu mengumpat sebagian yang lain.” tahukah kamu apakah yang disebut ghibah itu? Yaitu: Kamu membicarakan saudaramu tentang sesuatu yang ia tidak menyukainya. Kemudian Nabi ditanya: Bagaimana jika saudaraku itu memang seperti yang saya katakan tadi? Rasulullah Saw. menjawab: ”jika padanya terdapat apa yang kamu bicarakan itu, berarti kamu mengumpatnya (ghibah), dan jika tidak seperti
27
yang kamu bicarakan itu, kamu telah memfitnahnya.”Dari A’isyah ia berkata: saya pernah berkata kepada Nabi: Kiranya engkau cukup (puas) dengan Shafiyah begini dan begini, yakni dia itu pendek. Maka menjawab Nabi: sungguh engkau telah berkata suatu perkataan yang andaikata engkau campur dengan air laut, niscaya akan tercemar.” Strategi yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw seperti promosi yang dilakukan Rasulullah SAW lebih menekankan pada hubungan dengan pelanggan, meliputi berpenampilan menawan, membangun relasi, memahami pelanggan, mendapatkan kepercayaan, mmemberikan pelayanan hebat, berkomunikasi, menjalin hubungan yang bersifat pribadi, tanggap terhadap permasalahan, menciptakan perasaan satu komunitas, berintegrasi, menciptakan keterlibatan dan menawarkan pilihan.19 Menurut Al Ghazali, Rasulullah SAW memandang pakaian sebagai penutup aurat dan penghias diri, seperti doa yang beliau ucapkan ketika mengenakan pakaian dengan mengucapkan “segenap puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian padaku, sesuatu yang dapat menutupi auratku dan dapat saya gunakan sebagai penghias diri terhadap orang lain”.20
19
M. Suyanto, Muhammad Business Strategy & Ethics Etika Dan Strategi Bisni Nabi Muhammad SAW (Yogyakarta, C.V Andi Offset, 2008)hlm.273 20 M. Suyanto, Muhammad Business Strategy & Ethics Etika Dan Strategi Bisni Nabi Muhammad SAW... hlm.274
28
Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa membangun silaturahim atau membangun relasi merupakan kunci keberhasilan dalam pemasaran.21 Nabi Muhammad SAW lebih mengutmakan keberkahan daripada keberhasilan penjualan. Dari Abu Hurairah, RA, katanya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sumpah itu melariskan dagangan, tetapi menghapus keberkahan”. (Bukhari). Keberkahan juga dapat diperoleh jika menimbang atau menakar dalam jual beli. Dari Miqdam dan Ma’diytakriba, RA, dari Nabi SAW, sabdanya: “Gantanglah (timbanganlah) makananmu, kamu akan diberi berkah” (Bukhari). Nabi Muhammad SAW untuk mendapatkan kepercayaan mengandalkan akhlaknya dan budi perketinya, serta sangat memahami pelanggannya. 3. Kredit, Perjanjian Kredit, KPR Sejahtera Kredit berasal dari bahasa Yunani, credere, yang berarti kepercayaan. Dengan demikian istilah kredit memiliki arti khusus, yaitu meminjamkan uang atau penundaan pembayaran. Menurut undangundang nomor 7 Tahun 1992 pasal 1 ayat 12, kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi 21
M. Suyanto, Muhammad Business Strategy & Ethics Etika Dan Strategi Bisni Nabi Muhammad SAW... hlm.275
29
hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga imbalan atau pembagian hasil keuntungan.22 Perjanjian kredit merupakan perjanjian pendahulu (pactum de contrahendo). Dengan demikian perjanjian ini mendahului perjanjian hutang-piutang
(perjanjian
pinjam-mengganti).
Sedang
perjanjian
hutang-piutang merupakan pelaksanaan dari perjanjian pendahuluan atau perjanjian kredit.23 Dari rumusan yang terdapat di dalam Uuperbankan mengenai perjanjian kredit dapat disimpulkan bahwa dasar dari perjanjian kredit adalah perjanjian pinjam meminjamdi dalam KUH Perdata pasal 1754 menyatakan bahwa: “perjanjian pinjam meminjam adalah perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain suatu jumlah tertentu barang- barang yang menghabis karena pemakaian dengan syarat bahwa pihak yang belakang ini akan mengembalikan sejumlah yang sama dari macam dan keadaan yang sama pula.”24 Kredit perumahan adalah fasilitas pinjaman yang diberikan untuk pembelian rumah (didalam maupun diluar real estate), merenovasi atau membangun rumah, membeli tanah atau ruko, dimana pinjaman ini dapat di angsur dalam jangka waktu tertentu dengan jumlah angsuran per bulan disesuaikan dengan penghasilan. KPR merupakan kredit jangka panjang yang diberikan Bank kepada masyarakat, khususnya masyarakat 22
Budi Untung, Kredit Perbankan di Indonesia, (Yogyakarta: Andi Offset: 2005)hlm.1 Budi Untung, Kredit Perbankan di Indonesia... hlm.29 24 Budi Untung, Kredit Perbankan di Indonesia... hlm.30 23
30
menengah ke atas untuk pembiayaan pembelian atau perbaikan rumah tinggal beserta tanahnya, guna dimiliki atau ditempati sendiri kepada calon debitur yang memenuhi persyaratan. KPR BTN Sejahtera FLPP adalah kredit pemilikan rumah program kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan suku bunga rendah dan cicilan ringan dan tetap sepanjang jangka waktu kredit, terdiri atas KPR Sejahtera Tapak untuk pembelian rumah Tapak dan KPR Sejahtera Susun untuk pembelian Rumah Susun. B. Penelitian yang Relevan Dalam tinjauan pustaka ini, penulis akan memberikan deskripsi dari penelitian terdahulu yang terdapat relevansinya dengan objek pembahasan. Dadang Fitriono, S.E,Sy, pada skripsinya yang berjudul Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Kepuasan Konsumen Pada B-Fun Resto Ngunut Tulungagung Ditinjau Dari Perspektif Etika Bisnis Islam mengatakan hasil analisis di lapangan terkait strategi pemasaran B-Fun Resto dalam meningkatkan kepuasan konsumen ditinjau dari perspektif etika bisnis Islam. Peneliti dapat mengambil kesimpulan yang disesuaikan dengan perumusan masalah, diantaranya: B-Fun Resto sebagai salah satu unit bisnis kuliner di wilayah Tulungagung dalam bisnisnya menggunakan strategi bauran pemasaran (marketing mix) dengan menggunakan konsep
31
5P (produk atau product, harga atau price, promosi atau promotion, tempat atau place dan pelayanan atau service).25 Dalam penerapannyanya B-Fun Resto menggunakan konsep marketing mix yakni 5P tersebut berdasarkan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw sebagai pengusaha muslim. Artinya filosofi bisnis yang dibangun oleh pemilik B-Fun Resto berdasarkan bisnis syariah yang berorientasikan profit dan keberkahan, walaupun tidak menggunakan label syariah pada penamaan bisnisnya. Hal ini dibuktikan dalam bentuk upayaupaya strategi yang dilakukan B-Fun Resto walaupun pemilik menyadari masih adanya fleksibilitas serta belum menyeluruh penerapannya. Namun, ada harapan kedepan untuk menjadikan B-Fun Resto sebagai unit bisnis syariah. Begitupun dalam perkembangannya B-Fun Resto semakin banyak diminati konsumen dikarenakan pelayanan yang diberikan baik dari layanan maupun fasilitasnya yang menjanjikan kenyamanan dan kepuasan. Terbukti, dengan banyaknya konsumen yang melakukan pembelian ulang. Penelitian mengenai strategi promosi juga dilakukan oleh Sulastri, pada penelitian tersebut menjelaskan tentang mengenai tinjauan hukum islam terhadap promosi tarif operator seluler di indonesia dan menghasilkan kesimpulan bahwasannya operator seluler di indonesia dalam melakukan promosinya menojolkan sisi lebihnya dan tidak menjelaskan secara transparan semua syarat dan ketentuan tarif yang
25
Dadang Fitriono, Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Kepuasan Konsumen Pada B-Fun Resto Ngunut Tulungagung Ditinjau dari Perspektif Etika Bisnis Islam, Program Studi Mu’amalah Jurusan Syari’ah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung 2013,Tulungagung.
32
berlaku sehingga hasil dari promosi tersebut kurang sesuai dengan tujuan promosi itu sendiri, maka dapat dikatakan kurang sesuai dengan keten tun hukum islam.26 Nisa Amalina Setiawan dan Farid Hamid U. Dalam jurnal yang berjudul Strategi Promosi Dalam Pengembangan Pariwisata Lokal di Desa Wisata Jelekong mengatakan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan strategi promosi desa wisata Jelekong, baik yang bersifat teknis maupun non teknis. Umumnya pelaksanaan promosi terhambat karena beberapa hal bersifat non teknis dan berasal dari sumber komunikasi, seperti sumber anggaran promosi, sarana prasarana penunjang lokasi wisata, dukungan pelaku seni, hingga sumber daya manusianya. Kompepar (Kelompok Penggerak Pariwisata) Giriharja belum merumuskan strategi promosi secara komprehensif dan terintegrasi. Meskipun begitu, Kompepar Giriharja tetap menjalankan aktivitas promosi. Promosi yang dilaksanakan Kompepar Giriharja memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai, antara lain membangun awareness, meningkatkan knowledge, dan mengingatkan masyarakat mengenai desa wisata Jelekong beserta potensi wisatanya terutama seni dan budayanya, yaitu padepokan wayang golek dan sentra lukisan. Aktivitas promosi yang belum tersusun menjadi program kerja Kompepar Giriharja menyebabkan aspek rancangan pesan belum terlalu diperhatikan. Isi pesan promosi umumnya masih berupa ide moral yang berisi 26
Sulastri, Tinjauan Hukum Islam Terhadap Promosi Tarif Operator Seluler Di Indonesia , Jurusan Mu’amalah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 2009. Yogyakarta.
33
penyampaian informasi mengenai desa wisata Jelekong. Sumber pesan tidak hanya pengurus Kompepar Giriharja saja, tak jarang tokoh pedalangan Giriharja, Jelekong pun secara tidak langsung, turut melakukan aktivitas penyampaian informasi mengenai desa wisata Jelekong.27 Untuk lebih jelas mengenai penelitian terdahulu lihat pada tabel dibawah ini:
27
Nisa Amalina Setiawan dan Farid Hamid U, Strategi Promosi Dalam Pengembangan Pariwisata Lokal di Desa Wisata Jelekong, Fakultas Komunikasi dan Bisnis Universitas Telkom, pada jurnal Trikonomika Volume 13, No. 2, Desember 2014, Hal 184-194 ISSN 1411-514X (print)/ISSN-7737 (online)
34
Tabel 1 NO NAMA
JUDUL
HASIL
PERBEDAAN DENGAN PENELITIAN SEKARANG
1
Dadang Fitriono, S.Sy.
STRATEGI
Hasil dari penelitian ini adalah sebagai
Perbedaan penelitian yang
2013, Program Studi
PEMASARAN
berikut, pertama bahwa B-Fun Resto
dilakukan oleh Dadang
Mu’amalah Jurusan
DALAM
sebagai salah satu unit bisnis kuliner di
Fitriono S.Sy membahas
Syariah Sekolah Tinggi
MENINGKATKAN
wilayah Tulungagung dalam bisnisnya
tentang Strategi Pemasaran
Agama Islam Negeri
KEPUASAN
menggunakan strategi bauran pemasaran
Dalam Meningkatkan
(STAIN) Tulungagung.
KONSUMEN PADA
(marketing mix) dengan menggunakan
Kepuasan Konsumen Pada
B-FUN RESTO
konsep 5P (produk atau product, harga
B-Fun Resto Ngunut
NGUNUT
atau price, promosi atau promotion,
Tulungagung Ditinjau Dari
TULUNGAGUNG
distribusi/tempat atau place dan pelayanan
Perspektif Etika Bisnis Islam
DITINJAU DARI
atau service). Kedua dalam
sedangkan penelitian
35
PERSPEKTIF ETIKA
penerapannyanya B-Fun Resto
sekarang membahas tentang
BISNIS ISLAM
menggunakan konsep marketing mix yakni
Strategi Promosi Kredit
5P tersebut berdasarkan apa yang
Pemilikan Rumah Di Bank
dicontohkan oleh Rasulullah Saw sebagai
Btn Cabang Kota
pengusaha muslim. Artinya filosofi bisnis
Pekalongan (Kajian Promosi
yang dibangun oleh pemilik B-Fun Resto
islam).
berdasarkan bisnis syariah yang
Perbedaannya terletak pada
berorientasikan profit dan keberkahan,
objek yang diteliti, waktu
walaupun tidak menggunakan label syariah penelitian dan hasil pada penamaan bisnisnya. Ketiga
penelitian. Dadang fitriono
begitupun dalam perkembangannya B-Fun
meneliti dengan objek rumah
Resto semakin banyak diminati konsumen
makan atau cafe, sedangkan
dikarenakan pelayanan yang diberikan
saya meneliti dengan objek
baik dari layanan maupun fasilitasnya
Bank BTN cabang kota
36
yang menjanjikan kenyamanan dan
pekalongan, Dadang fitiono
kepuasan. Terbukti, dengan banyaknya
melakukan penelitian pada
konsumen yang melakukan pembelian
tahun 2013 dan saya
ulang.
melakukan penelitian pada tahun 2015.
2
Sulastri, 2009 Jurusan
Tinjauan Hukum
Skripsi ini menghasilkan kesimpulan
Perbedaan penelitian yang
Mu’amalah Fakultas
Islam Terhadap
bahwasannya operator seluler di indonesia
dilakukan Sulastri membahas
Syariah Universitas
Promosi Tarif
dalam melakukan promosinya menojolkan
tentang Tinjauan Hukum
Islam Negeri Sunan
Operator Seluler Di
sisi lebihnya dan tidak menjelaskan secara
Islam Terhadap promosi
Kalijaga Yogyakarta
Indonesia
transparan semua syarat dan ketentuan
Tarif Operator Seluler Di
tarif yang berlaku sehingga hasil dari
Indonesia sedangkan
promosi tersebut kurang sesuai dengan
penelitian sekarang
tujuan promosi itu sendiri, maka dapat
membahas tentang Strategi
dikatakan kurang sesuai dengan keten tun
Promosi Kredit Pemilikan
37
hukum islam.
Rumah Di Bank Btn Cabang Kota Pekalongan (Kajian Promosi Islam). Perbedaannya terletak pada objek yang diteliti, waktu penelitian dan hasil penelitian. Sulastri meneliti dengan objek tarif operator seluler di indonesia, sedangkan saya meneliti dengan objek Bank BTN cabang kota pekalongan, Sulastri melakukan penelitian pada tahun 2009
38
dan saya melakukan penelitian pada tahun 2015. 3
Nisa Amalina Setiawan
hasil penelitian menunjukkan bahwa
Perbedaan penelitian yg
dan
Strategi Promosi
terdapat beberapa hambatan dalam
dilakukan oleh Nisa Amalina
Farid Hamid U. 2014
dalam Pengembangan
pelaksanaan strategi promosi desa wisata
Setiawan dan
Fakultas Komunikasi dan Pariwisata Lokal di
Jelekong, baik yang bersifat teknis maupun Farid Hamid U membahas
Bisnis
non teknis. Umumnya pelaksanaan
tentang Strategi Promosi
promosi terhambat karena beberapa hal
dalam Pengembangan
bersifat non teknis dan berasal dari sumber
Pariwisata Lokal di Desa
komunikasi, seperti sumber anggaran
Wisata Jelekong sedangkan
promosi, sarana prasarana penunjang
penelitian sekarang
lokasi wisata, dukungan pelaku seni,
membahas tentang Strategi
hingga sumber daya manusianya.
Promosi Kredit Pemilikan
Kompepar (Kelompok Penggerak
Rumah Di Bank Btn Cabang
Universitas Telkom
Desa Wisata Jelekong
39
Pariwisata) Giriharja belum merumuskan
Kota Pekalongan (Kajian
strategi promosi secara komprehensif dan
Promosi Islam).
terintegrasi. Meskipun begitu, Kompepar
Perbedaannya terletak pada
Giriharja tetap menjalankan aktivitas
objek yang diteliti, waktu
promosi. Promosi yang dilaksanakan
penelitian dan hasil
Kompepar Giriharja memiliki beberapa
penelitian. Nisa dan Farid
tujuan yang hendak dicapai, antara lain
meneliti dengan objek
membangun awareness, meningkatkan
pariwisata lokal di desa
knowledge, dan mengingatkan masyarakat
wisata jelekong, sedangkan
mengenai desa wisata Jelekong beserta
saya meneliti dengan objek
potensi wisatanya terutama seni dan
Bank BTN cabang kota
budayanya, yaitu padepokan wayang golek
pekalongan, Nisa dan farid
dan sentra lukisan.
melakukan penelitian pada tahun 2014 dan saya
40
melakukan penelitian pada tahun 2015.
41