BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah Di era yang serba modern seperti saat ini, energi merupakan salah satu hal penting dikehidupan manusia, karena konsumsi energi untuk kebutuhan manusia sehari-hari tidak sedikit. Jumlah populasi manusia yang terus meningkat membuat konsumsi akan energi juga bertambah. Salah satu sumber energi yang dapat dimanfaatkan adalah batubara. Pemerintah mengeluarkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) melalui PP No.5 Tahun 2006 sebagai pembaruan Kebijaksanaan Umum Bidang Energi (KUBE) tahun 1998. KEN mempunyai tujuan utama untuk menciptakan keamanan pasokan energi nasional secara berkelanjutan dan pemanfaatan energi secara efisien, serta terwujudnya bauran energi (energy mix) yang optimal pada tahun 2025 (Tim Kajian Batubara Nasional, 2006). Batubara adalah termasuk salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Selain itu batubara merupakan batuan organik yang memiliki sifat–sifat fisika serta kimia yang komplek dan dapat
1 http://digilib.mercubuana.ac.id/
2
ditemui dalam berbagai bentuk. Pembentukan batubara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu, adalah masa pembentukan batubara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batubara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk. Pada Zaman permian, kira-kira 270 juta tahun yang lalu, juga terbentuk endapan-endapan batubara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke zaman tersier (70 - 13 juta tahun yang lalu) di berbagai belahan bumi lain. Batubara sebagai bahan bakar boiler yang dapat menghasilkan uap panas dan dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap ataupun kebutuhan industri. Boiler paling umum dimanfaatkan untuk menghasilkan uap bersuhu dan bertekan tinggi untuk menggerakan generator pada pembangkit listrik tenaga uap, serta kebutuhan industri antara lain, industri semen, industri tekstil, industri kertas, industri metalurgi dan industri lainnya. Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Nagan Raya adalah salah satu pembangkit yang menggunakan boiler, sehingga perlu dilakukannya analisa menaikan heat rate untuk mengetahui penurunan kinerja thermal pembangkit serta menentukan penyebab dan bagian dari pembangkit yang tingkat efisiensi (kinerja) nya menurun dibandingkan dengan kondisi oprimal. Dengan demikian jika terjadi penurunan efisiensi maka dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan untuk mengembalikan kinerja pembangkit sehingga mencapai titik optimal. Kandungan nilai kalor dan kadar air pada batubara yang digunakan sebagai bahan bakar boiler berpegaruh terhadap efisiensi PLTU. Pola konsumsi bahan bakar pada boiler juga mempengaruhi koefisien efisiensi dari PLTU. Hal tersebut berpengaruh
http://digilib.mercubuana.ac.id/
3 terhadap proses pembakaran batubara sebagai bahan bakar boiler nilai kalor yang dihasilkan tiap pembakar sangat bepengaruh terhadap efisiensi dari PLTU.
1.2. Rumusan Masalah Permasalahan yang akan dibahas oleh penulis dalam Tugas Akhir ini adalah menaikan heat rate diantaranya: 1. Bagaimana kinerja PLTU Nagan Raya yang akan dilakukan menaikan heat rate? 2. Bagaimana pemilihan dan penggunaan bahan bakar pada PLTU Nagan Raya? 3. Adakah pengaruh pemilhan dan penggunaan bahan bakar, pola pengoperasian dan pemeliharaan terhadap kinerja PLTU? 4. Berapa besar penghematan yang didapat dari hasil menaikan heat rate?
1.3. Batasan Masalah Menaikan heat rate mempunyai ruang lingkup yang sangat luas untuk diteliti. Untuk itulah pada tugas akhir ini ada beberapa batasan-batasan yang meliputi : 1. Pengukuran dan analisa data yang dilakukan adalah pada PLTU Nagan Raya. 2. Metode yang digunakan dalam menaikan heat rate adalah indirect method (metode tidak langsung). 3. Hanya melakukan perhitungan menaikan heat rate pada PLTU Nagan Raya. 4. Data-data lain yang diperlukan dalam analisa diambil sesuai dengan literatur yang relevan.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
4
Diasumsikan tidak ada hal-hal yang menyebabkan perubahan secara besar atau signifikan terhadap pola penggunaan/konsumsi energi di PLTU Nagan Raya selama periode penelitian.
1.4. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah melakukan menaikan heat rate di PLTU Nagan Raya untuk mengurangi rugi-rugi yang ada agar dapat memberikan alternatif kebijakan atau rekomendasi pada menejemen PLTU agar mendapatkan langkah-langkah perbaikan untuk mengembalikan kinerja pembangkit sehingga mencapai titik optimal.
1.5. Metode Penelitian Metode yang akan digunakan didalam penyusunan tugas akhir ini adalah : 1. Studi literatur, meliputi pengumpulan data yang dibutuhkan dan teori yang menjadi dasar dalam memecahkan masalah yang telah ditetapkan di atas. 2. Pengumpulan data-data dari hasil pengukuran PLTU secara langsung dan konstan selama beberapa waktu. 3. Mengelola dan melakukan verifikasi data yang telah didapat dari pengamatan dilapangan. 4. Menganalisa data aktual dan memberikan hasil yang mengarah kepada rekomendasi. 5. Memberikan rekomendasi atau saran terhadap kinerja PLTU sehingga akan didapat penghematan-penghematan yang signifikan.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
5
1.6. Sistematika Penulisan Untuk memperoleh gambaran tentang isi dan tugas akhir ini maka digunakan sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I
PENDAHULUAN Pada bab ini menjadi pengantar penjelasan permasalahan dan dijadikan solusi untuk mengurangi permasalahan yang ada serta mengapa menaikan heat rate menarik untuk dilakukan analisa. Bab ini juga berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini berisi tentang studi pustaka yang diambil dari sumber-sumber terkait yang berhubungan dengan penelitian dalam pembahasan masalah pada pembuatan tugas akhir.
BAB III
METODE PENELITIAN Pada bab ini berisi metode penelitian yang digunakan dalam penyelesaian tugas akhir, proses penelitian, pengolahan data serta diagram alir pelaksanaan penelitian dari awal sampai akhir.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
6
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada bab ini berisi data-data hasil pengamatan serta data-data asumsi yang digunakan untuk dianalisa dan pada akhirnya diberikan rekomendasi dari hasil analisa yang dilakukan menggunakan data yang diperoleh.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini berisi kesimpulan dari analisa yang telah dilakukan serta saran agar rekomendasi dapat dilakukan dan mengurangi kesalahan yang sama dikemudian hari.
http://digilib.mercubuana.ac.id/